Detail Program

Kesehatan

Bantu Gita melawan sakit yang dideritanya

Terkumpul
Rp 10.775.832
Target
Rp 115.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
131 hari

BERAKHIR PADA:
31 Maret 2018
Penerima Manfaat:
1 orang

Lingkup wilayah:
Kab. Bandung, Jabar
UPDATE LAPORAN TERBARU
5 Februari 2018

Dokter Anak Anjurkan Gita untuk Jalani Terapi Mobilitas

Gita Putriana Khasanah (8), pengidap penyakit hidrosepalus kembali menjalani kontrol kesehatan. Kontrol kali ini, Gita menjalani pemeriksaan lingkar kepala dan kondisi fisik lainnya. Pemeriksaan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan, di Jalan Ki Astramanggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/1).

Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan tidak ada penambahan lingkar kepala pada Gita. Serta menurut pemaparan salah seorang dari Tim Kesehatan Rumah Yatim, Zulfa, keadaan Gita umumnya baik. Menurutnya, tidak ada keluhan dari Gita.

Selain itu, Dokter Spesialis Anak, Titto, menyarankan untuk Gita agar tetap menjalani terapi. Terapi tersebut guna mengatasi mobilitas pada diri Gita. Sehingga menghindari terjadinya kejang.

Ia berharap, terapi tersebut bisa dijalani oleh Gita minimal satu bulan sekali. Sehingga kondisi Gita bisa terpantau dengan baik. Hal tersebut juga dibarengi dengan pemberian resep obat guna menunjang kesehatan Gita. "Saat kontrol lagi nanti langsung datang ke dokter terapinya," paparnya.


Deskripsi Program


Masa kanak-kanak Gita Putriana Khasanah terenggut. Sejak umur 1 tahun, putri dari Ecin Kuraesin ini divonis menderita hidrosefalus, dimana kepalanya membesar dan mengakibatkan bocah 7 tahun ini tidak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya.

“Jangankan untuk duduk, sekedar menggerakan badan saja Gita sudah merasa kesulitan.” Ungkap Ecin kepada tim relawan Rumah Yatim yang sedang berkunjung ke rumah Gita

Gita tinggal di kampung Andir RT. 04 RW. 09 Desa Pakutandang Ciparay, kabupaten Bandung, bersama ibu dan kedua kakak lelakinya disebuah gubuk kecil hasil swadaya masyarakat setempat.

Gita yang menghabiskan kegiatannya di kasur lusuhnya hanya bisa bergantung pada uluran tangan kasih sayang dari ibu dan kedua kakak lelakinya. Ia hanya bisa menangis jika merasa haus, lapar, buang air besar, buang air kecil dan jika ingin dielus-elus. Gita pun akan tersenyum jika diajak ngobrol, ketika diajak ngobrok tim relawan pun tak henti ia melontarkan senyum manisnya.

Semenjak ayah Gita meninggal 3 tahun lalu, hanya kakak pertama lah yang menjadi tulang punggung keluarga, kakak kedua yang masih sekolah dan ibu Gita yang menghabiskan waktu untuk mengurusi Gita belum bisa bekerja.

“ Dulu sebelum bapaknya meninggal karena pembuluh daranya pecah, bapaknyalah yang menjadi tulang punggung keluarga, si sulung hanya membantu menambahkan saja. Ketika bapaknya masih ada Gita sering diperiksa ke puskesmas bahkan pernah melakukan operasi di Rumah Sakit Baleendah. Namun setelah bapak meninggal, terpaksa hanya si sulung yang baru keluar sekolah yang menjadi tulang punggung keluarga.” Papar Encin

Encin menuturkan bahwa harapannya saat ini adalah melihat putrinya sembuh dan bisa beraktivitas seperti anak seusianya. Namun untuk merealisasikan harapannya, Encin harus memiliki uang sebanyak 100 juta rupiah untuk mengoperasi anaknya.

“ kata dokter peluang Gita untuk sembuh itu ada, asalkan harus melakukan 3 kali operasi. Untuk makan saja kadang suka kebingungan apalagi untuk biaya operasi Gita. Semoga pihak Rumah Yatim dan para donaturnya bisa membantu kami menyembuhkan Gita. Kasihan dia, belum bisa merasakan nikmatnya jalan kaki, berbicara dan belajar.”

Bapak Gita merupakan salah satu mitra Rumah Yatim yang selalu aktif membantu jika Rumah Yatim sedang mengadakan kegiatan santunan di kampung Andir. Kepergian beliau menjadi luka terdalam untuk keluarga besar Rumah Yatim.

“sampai sekarang Rumah Yatim masih berbelasungkawa atas meninggalnya bapak Gita, semoga amal beliau di terima disisi Allah dan keluarganya diberi kesabaran.” Kata Sani Ramdhani manajer area Jawa Barat yang turut mengunjungi kediaman Gita

Usai mendengar kisah ketegaran keluarga Gita, Tim relawan Rumah Yatim memberikan apresiasi berupa santunan biaya hidup kepada keluarga tersebut. Rumah Yatim pun berencana untuk menggalang dana untuk kesembuhan bocah yatim ini.

UPDATE #7
5 Februari 2018

Dokter Anak Anjurkan Gita untuk Jalani Terapi Mobilitas

Gita Putriana Khasanah (8), pengidap penyakit hidrosepalus kembali menjalani kontrol kesehatan. Kontrol kali ini, Gita menjalani pemeriksaan lingkar kepala dan kondisi fisik lainnya. Pemeriksaan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan, di Jalan Ki Astramanggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/1).

Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan tidak ada penambahan lingkar kepala pada Gita. Serta menurut pemaparan salah seorang dari Tim Kesehatan Rumah Yatim, Zulfa, keadaan Gita umumnya baik. Menurutnya, tidak ada keluhan dari Gita.

Selain itu, Dokter Spesialis Anak, Titto, menyarankan untuk Gita agar tetap menjalani terapi. Terapi tersebut guna mengatasi mobilitas pada diri Gita. Sehingga menghindari terjadinya kejang.

Ia berharap, terapi tersebut bisa dijalani oleh Gita minimal satu bulan sekali. Sehingga kondisi Gita bisa terpantau dengan baik. Hal tersebut juga dibarengi dengan pemberian resep obat guna menunjang kesehatan Gita. "Saat kontrol lagi nanti langsung datang ke dokter terapinya," paparnya.

UPDATE #6
31 Januari 2018

Gita Pengidap Hidrosepalus Akan Jalani Pemeriksaan Rutin

Gita Putriana Khasanah, pengidap penyakit hidrosepalus kembali menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pemeriksaan lanjutan ini merupakan sejumlah tahapan yang harus dilewati Gita, selama beberapa bulan ke belakang. Gita merupakan anak yatim, dan sejak balita telah mengidap penyakit yang telah merenggut masa kanak-kanaknya.

Menurut hasil konsultasi kepada Dokter Spesialis Bedah Saraf Anak, Mirna, pada Jumat (26/1) lalu, kondisi Gita terbilang masih dalam keadaan normal. Hal ini terlihat tidak ada pembesaran yang berarti di lingkar kepalanya. Sehingga, menurut dr. Mirna, belum ada tindakan operasi yang seperti diwacanakan sebelumnya.

Ia menambahkan, cairan yaang berada di kepala Gita tidak mengalami penambahan. Sehingga tidak ada penambahan cairan yang berlebih, yang selama ini ditakutkan. Untuk kondisi sendiri, tambah Mirna, tidak ada tanda-tanda memburuknya kesehatan Gita.

Namun, setelah pemeriksaan kali ini, ia menyarankan agar tetap melakukan pengontrolan rutin ke Rumah Sakit Al Ihsan. Sehingga kondisi Gita bisa terus terpantau dengan baik.

Namun, menurut Dokter Spesialis Bedah Saraf, Bilzardy Ferry Zulkifli, saat ditemui di Rumah Sakit Al Ihsan menjelaskan, untuk ke depannya Gita akan melakukan kontrol rutin selama enam bulan sekali ke dokter bedah saraf. Akan tetapi, jika keadaan memburuk, kata dia, Gita bisa langsung masuk Unit Gawat Darurat. "Kecuali ada keadaan emergency langsung masuk UGD saja," jelas Bilzardy.

Selain itu, menurut dia, lingkar kepala Gita harus tetap dipantau selama sebulan sekali. Hal ini untuk menghindari keadaan yang tidak diketahui. Namun, jika keadaan memburuk dengan menambahnya lingkar kepala, keluarga harus konsultasi kembali.

UPDATE #5
23 Januari 2018

Gita Jalani Pemeriksaan Lanjutan ke Bedah Syaraf Anak

Gita Putriana Khasanah (8), pengidap hidrosepalus menjalani konsultasi lanjutan ke dokter spesialis bedah syaraf anak, di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jalan Pasteur No. 38, Sukajadi, Kota Bandung, Senin (22/1). Konsultasi ini merupakan tahap lanjutan dalam mengobati Gita.

Pada tahap ini, merupakan penyamaan data awal operasi Gita. Operasi awal tersebut dilaksanakan tujuh tahun yang lalu. Menurut pemaparan dokter spesialis bedah syaraf anak, Kusdiansah, data tersebut nantinya akan dijadikan patokan tindakan lanjutan untuk menangani Gita.

Dari data tersebut ada penurunan lingkar kepala. Pada mulanya lingkar kepala Gita sekitar 57 cm. Namun, saat ini setelah operasi tersebut lingkar kepala Gita menjadi sekitar 53,5 cm.

Ia menjelaskan, ke depannya hasil tersebut akan dikonsultasikan dengan dokter spesialis bedah syaraf anak lain. Kemungkinan besar ada dua opsi yang akan ditempuh dalam penanganan Gita.

"Satu dua hari ke depan hasilnya akan ada, jadi sejumlah kemungkinan bisa terjadi," jelasnya.

Kusdiansah menambahkan, kemungkinan pertama, Gita akan menjalani operasi rekontruksi tulang kepala. Kedua, operasi pemasangan selang Vp Shunt tambahan.

"Dua kemungkinan tersebut yang akan ditempuh," ujarnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat, Solehudin mengatakan, akan mengikuti segala proses yang direkomendasikan. Hal ini, tambah dia, untuk kesembuhan dan kelancaran pengobatan Gita. "Kita ikuti apa yang dokter katakan, karena itu yang terbaik buat Gita," ujar Solehudin.


“Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

UPDATE #4
19 Januari 2018

Konsultasi Lanjutan Gita ke Spesialis Bedah Saraf

Rumah Yatim Jawa Barat kembali melakukan konsultasi kepada dokter spesialis bedah saraf di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan, Jalan Ki Astramanggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (18/1). Konsultasi ini merupakan tahapan untuk membantu kesembuhan Gita Putriana Khasanah (8), pengidap Hidrosepalus.

Konsultasi kedua ini merupakan upaya lanjutan Rumah Yatim sebelum Gita di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Menurut Dokter Spesialis Bedah Saraf, Bilzardy Ferry Zulkifli, kondisi Gita pada konsultasi kedua kali ini terbilang sudah membaik. Namun, menurut dia untuk memastikannya perlu pemeriksaan lebih lanjut.

"Segala hal memungkinkan, jika memang nanti pada saat pemeriksaan kondisi Gita baik," papar Bilzardy.

Selain itu, ia menambahkan, ada beberapa kemungkinan yang akan dilakukan untuk mengatasi kondisi Gita. Hal tersebut nantinya menjadi titik awal penanganan Gita. Selain itu, tambah dia, kemungkinan terbesar yang dilakukan untuk Gita ialah pemasangan selang tambahan.

"Jika itu bisa, ataupun ada hal lain ialah dengan merubah struktur tulang tengkorak pada kepala," jelasnya.

Melihat kondisi ini Rumah Yatim Jawa Barat akan senantiasa memberikan bantuan untuk kesembuhan Gita. Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jabar, Solehudin, Rumah Yatim akan menempuh segala cara hingga kondisi Gita bisa kembali seperti semula.

"Kita akan membantu semaksimal mungkin, mengikuti apa anjuran dari dokter," paparnya, dalam kesempatan lain.

Rencananya pada Senin (22/1) mendatang, Gita akan di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Tindakan ini guna mengetahui kondisi terkini Gita. Selain itu, dengan rujukan ini nantinya akan mengetahui tindakan lanjutan yang ditempuh untuk Gita.


#TerimaKasih bagi para donatur yang telah berpartisipasi dalam mendukung dan mendoakan untuk kesembuhan bagi Gita ...

Rasulullah SAW bersabda “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR. Ahmad)

UPDATE #3
12 Januari 2018

Gita Konsultasi ke Spesialis Bedah Saraf

Rumah Yatim Area Jawa Barat melakukan tindakan lanjutan untuk kesembuhan Gita Putriana Khasanah (8), pengidap hidrosepalus ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan, Jalan Ki Astramanggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (11/1). Tahap ini merupakan upaya untuk konsultasi ke dokter spesialis bedah saraf.

Menurut pemaparan dokter spesialis bedah saraf, Bilzardy Ferry Zulkifli, tindakan lanjutan untuk menangani Gita akan dilihat dari kondisinya. Menurut dia, jika tidak ada keluhan seperti kejang, demam tinggi, hingga tidak bisa makan, maka akan ditentukan langkah terbaiknya seperti apa.

"Setelah itu akan dilanjutkan psikoterapi, dan pengecekan selang yang ada di Gita," papar Bilzardy, sapaan akrabnya.

Selain itu, ia menambahkan, dirinya akan melakukan konsultasi kepada dokter yang menangani Gita pada awal operasi. Konsultasi ini, menurut dia, akan menjadi penentu tindakan selanjutnya.

Namun, selain pengecekan di spesialis bedah saraf. Menurut Bilzardy, tindakan lainnya akan tetap dikonsultasikan dahulu. Sehingga setiap langkah yang dilakukan bisa berdampak baik bagi Gita.

"Jika kondisinya nanti memungkinkan maka bisa dilakukan operasi lanjutan," ungkapnya.


Allah tidak pernah mengatakan bahwa jalan hidup akan mudah. Tapi Dia mengatakan "Aku akan bersama dengan mereka yang mau bersabar”.

#BantuGitaSembuhDanDapatkanKehidupanMasaKecilnyaYangIndah

UPDATE #2
5 Januari 2018

Tanggapan Positif Keluarga Gita Kepada Rumah Yatim

Usaha Rumah Yatim Jawa Barat membawa Gita Putriana Khasanah (8), untuk melakukan pengobatan ke RSUD Al-Ihsan, Jalan Ki Astramanggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (4/1). Mendapat tanggapan positif dari keluarga.

Hal itu dikemukakan oleh kakak tertua Gita, Putra (21). Sebagai sosok tertua dan pengganti sang ayah, Putra sangat berterima kasih atas jasa yang dilakukan oleh Rumah Yatim. Sehingga adik bungsunya mendapat pengobatan lanjutan.

Gita sendiri merupakan seorang yatim yang ditinggal ayahnya sejak umur enam tahun. Selain itu, Gita menderita hidrosepalus sejak balita. Hal inilah yang membuat Rumah Yatim tergugah untuk membantu.

Selain itu Putra menambahkan, rasa syukur atas apa yang telah ia tempuh untuk kesembuhan adiknya. Dia percaya usaha dan doa yang telah ia lakukan akan berbuah hasil manis bagi Gita.

"Berdoa sudah, sekarang tinggal ikhtiarnya berobat. Masih semangat, siapa lagi yang mau berjuang," ungkap Putra, dengan haru kepada jurnalis Rumah Yatim.

Awalnya, tambah Putra, keluarga sempat mempunyai keinginan untuk berhenti melakukan pengobatan untuk Gita. Namun, saat ini semangat itu kembali saat Rumah Yatim Jabar ikut turut serta dalam pengobatannya.

"Makasih atas bantuannya sampai sejauh ini sehingga pengobatan adik saya bisa maksimal," paparnya.

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang ikut membantu demi kesehatan adiknya. Serta, berharap Rumah Yatim lebih maju dan selalu dipercaya donatur.

"Semoga donatur diberikan kesehatan, dilancarkan rezekinya, dan dimudahkan segala urusan kerjanya," tutup Putra.

 

Allah selalu memberikan senyum dibalik kesedihan. Allah selalu memberikan Harapan dibalik keputus-asaan...
#BersamaCerahkanMasaDepanGita

UPDATE #1
4 Januari 2018

Tindakan Awal Rumah Yatim untuk Kesembuhan Penderita Hidrosepalus

Penderita Hidrosepalus,  Gita Putriana Khasanah (8) mendapatkan bantuan Rumah Yatim Jawa Barat. Upaya awal Rumah Yatim ialah membawa Gita ke Klinik Sehati Rumah Yatim, di Jalan Cisaranten Kulon No. 113, Kelurahan Cisaranten, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (3/1). Upaya ini ditempuh untuk konsultasi awal dengan salah seorang dokter, guna memperjelas tindakan awal yang baik untuk Gita.

Gita merupakan putri Ecin Kuraesin, sejak lahir ia divonis menderita hidrosepalus. Warga asal Kampung Andir RT 04 RW 09, Desa Pakutandang Ciparay, Kabupaten Bandung, merupakan putri bungsu Ecin. Sedangkan sang ayah sudah dipanggil oleh Ilahi.

Hidrosepalus sendiri merupakan penyakit yang menyerang organ bagian kepala. Sehingga kepala mengalami peningkatan lingkar ukuran yang membesar, karena terdapat cairan di dalamnya.

Salah seorang dokter Rumah Yatim, Diana menuturkan, Gita sudah memasuki kondisi yang cukup parah. Apalagi usianya yang sekarang sudah menginjak delapan tahun. Menurut dia, upaya awal yang dapat dilakukan Rumah Yatim ialah merujuk ke rumah sakit pertama Gita ditangani. Hal ini untuk mengambil rekam medis awal Gita.

"Harus dilihat dulu rekam medis awalnya, baru kita tahu tindakan seperti apa untuk Gita," jelasnya.

Selain itu, Diana menyayangkan karena penanganan Gita oleh keluarga hanya seadanya. Menurut dia, Gita harus mendapat perawatan yang intensif. Sehingga meminimalisir terserang oleh penyakit lain. Apalagi saat ini Gita hanya berbaring setiap harinya.

"Mudah sekali terkena virus, kalo terus berbaring. Sehingga penyakit mudah masuk," paparnya.

Namun menurut Diana, jika rekam medis awal Gita sudah tidak ada. Maka, harus dilakukan CT scan ulang untuk mengetahui kondisi Gita saat ini. Hal ini dilakukan untuk mempermudah tindakan lanjutan untuk menangani Gita.

"Biasanya kalau di rumah sakit setiap beberapa tahun sekali itu ada pembersihan berkas, jadi kalo tidak ada maka harus di ulang (CT Scan)," ungkapnya.

Rumah Yatim Jawa Barat seyogyanya akan selalu memberikan usaha terbaik untuk kesembuhan Gita. Serta akan menempuh segala cara agar kondisi Gita bisa kembali normal seperti anak-anak seusianya.


#BantuGitaUntukSembuh
#BersamaSiapkanMasaDepanYangLebihBaikUntukYatim

Tanggal Nominal
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 8.450.204
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 2.125.000
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 50.460
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 50.168

Total donatur : 5 orang