Detail Program

Kemanusiaan

Bantu Gita melawan sakit yang dideritanya

Terkumpul
Rp 10.920.832
Target
Rp 115.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
131 hari

BERAKHIR PADA:
31 Maret 2018
Penerima Manfaat:
1 orang

Lingkup wilayah:
Kab. Bandung, Jabar
UPDATE LAPORAN TERBARU
7 Mei 2018

Rumah Yatim Serahkan Santunan Belasungkawa Pada Keluarga Gita

Satu pekan telah berlalu setelah kepergian Gita Putriana Khasanah menghadap Sang Ilahi. Rasa berkabung juga masih menyelimuti rumah keluarga ibunda Gita, Enci, di Kampung Andir RT 04 RW 09, Desa Pakutandang Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (7/5). Kunjungan Rumah Yatim Area Jawa Barat tersebut disambut keluarga dengan sukacita.

Pada kesempatan itu, Rumah Yaim Area Jawa Barat sengaja mengunjungi rumah almarhum, guna bersilaturahmi. Sebelumnya, Gita merupakan putri bungsu Ibu Enci. Sejak balita hingga usia delapan tahun, Gita berjuang melawan ganasnya hidrosepalus. Di waktu yang bersamaan ini juga Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan santunan untuk keluarga almarhum.

Menurut Staf Keuangan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Irfan, pemberian santunan ini merupakan bentuk perhatian atas ditinggalnya keluarga oleh almarhum. Bantuan ini juga diharapkan bisa memberikan manfaat bagi keluarga, khususnya ibunda Gita yang ditinggalkan.

"Mudah-mudahan cukup untuk membantu keluarga yang ditinggalkan. Mudah-mudahan keluarga diberikan ketabahan, dikuatkan lagi," ungkapnya.

Irfan menyampaikan, apapun yang ada pada diri kita, termasuk anak, harta dan diri pribadi merupakan titipan dari Allah. Sehingga, senantiasa harus selalu tabah saat akan diambil kembali. "Dan ini sudah terjadi dan mudah-mudahan diberikan ketabahan lagi," ujarnya.

Pada kesempatan yang bersamaan, Enci menyampaikan rasa terima kasihnya atas apa yang telah dilakukan Rumah Yatim khususnya para donatur. Menurut dia, hanya ucapan terima kasih yang bisa ia sampaikan. Selain itu, satu buah kursi roda khusus diserahkan kembali kepada Rumah Yatim. Agar, kata Enci, bisa dipergunakan kembali bagi mereka yang membutuhkan.

"Sudah membantu ibu di sini dan membantu keperluan Gita, semoga yang membantu disehatkan semua, dan ibu gak bisa membalas apa-apa, cuman bisa mengucapkan banyak terima kasih untuk Rumah Yatim dan para donatur," ungkapnya.


Deskripsi Program


Masa kanak-kanak Gita Putriana Khasanah terenggut. Sejak umur 1 tahun, putri dari Ecin Kuraesin ini divonis menderita hidrosefalus, dimana kepalanya membesar dan mengakibatkan bocah 7 tahun ini tidak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya.

“Jangankan untuk duduk, sekedar menggerakan badan saja Gita sudah merasa kesulitan.” Ungkap Ecin kepada tim relawan Rumah Yatim yang sedang berkunjung ke rumah Gita

Gita tinggal di kampung Andir RT. 04 RW. 09 Desa Pakutandang Ciparay, kabupaten Bandung, bersama ibu dan kedua kakak lelakinya disebuah gubuk kecil hasil swadaya masyarakat setempat.

Gita yang menghabiskan kegiatannya di kasur lusuhnya hanya bisa bergantung pada uluran tangan kasih sayang dari ibu dan kedua kakak lelakinya. Ia hanya bisa menangis jika merasa haus, lapar, buang air besar, buang air kecil dan jika ingin dielus-elus. Gita pun akan tersenyum jika diajak ngobrol, ketika diajak ngobrok tim relawan pun tak henti ia melontarkan senyum manisnya.

Semenjak ayah Gita meninggal 3 tahun lalu, hanya kakak pertama lah yang menjadi tulang punggung keluarga, kakak kedua yang masih sekolah dan ibu Gita yang menghabiskan waktu untuk mengurusi Gita belum bisa bekerja.

“ Dulu sebelum bapaknya meninggal karena pembuluh daranya pecah, bapaknyalah yang menjadi tulang punggung keluarga, si sulung hanya membantu menambahkan saja. Ketika bapaknya masih ada Gita sering diperiksa ke puskesmas bahkan pernah melakukan operasi di Rumah Sakit Baleendah. Namun setelah bapak meninggal, terpaksa hanya si sulung yang baru keluar sekolah yang menjadi tulang punggung keluarga.” Papar Encin

Encin menuturkan bahwa harapannya saat ini adalah melihat putrinya sembuh dan bisa beraktivitas seperti anak seusianya. Namun untuk merealisasikan harapannya, Encin harus memiliki uang sebanyak 100 juta rupiah untuk mengoperasi anaknya.

“ kata dokter peluang Gita untuk sembuh itu ada, asalkan harus melakukan 3 kali operasi. Untuk makan saja kadang suka kebingungan apalagi untuk biaya operasi Gita. Semoga pihak Rumah Yatim dan para donaturnya bisa membantu kami menyembuhkan Gita. Kasihan dia, belum bisa merasakan nikmatnya jalan kaki, berbicara dan belajar.”

Bapak Gita merupakan salah satu mitra Rumah Yatim yang selalu aktif membantu jika Rumah Yatim sedang mengadakan kegiatan santunan di kampung Andir. Kepergian beliau menjadi luka terdalam untuk keluarga besar Rumah Yatim.

“sampai sekarang Rumah Yatim masih berbelasungkawa atas meninggalnya bapak Gita, semoga amal beliau di terima disisi Allah dan keluarganya diberi kesabaran.” Kata Sani Ramdhani manajer area Jawa Barat yang turut mengunjungi kediaman Gita

Usai mendengar kisah ketegaran keluarga Gita, Tim relawan Rumah Yatim memberikan apresiasi berupa santunan biaya hidup kepada keluarga tersebut. Rumah Yatim pun berencana untuk menggalang dana untuk kesembuhan bocah yatim ini.

UPDATE #15
7 Mei 2018

Rumah Yatim Serahkan Santunan Belasungkawa Pada Keluarga Gita

Satu pekan telah berlalu setelah kepergian Gita Putriana Khasanah menghadap Sang Ilahi. Rasa berkabung juga masih menyelimuti rumah keluarga ibunda Gita, Enci, di Kampung Andir RT 04 RW 09, Desa Pakutandang Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (7/5). Kunjungan Rumah Yatim Area Jawa Barat tersebut disambut keluarga dengan sukacita.

Pada kesempatan itu, Rumah Yaim Area Jawa Barat sengaja mengunjungi rumah almarhum, guna bersilaturahmi. Sebelumnya, Gita merupakan putri bungsu Ibu Enci. Sejak balita hingga usia delapan tahun, Gita berjuang melawan ganasnya hidrosepalus. Di waktu yang bersamaan ini juga Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan santunan untuk keluarga almarhum.

Menurut Staf Keuangan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Irfan, pemberian santunan ini merupakan bentuk perhatian atas ditinggalnya keluarga oleh almarhum. Bantuan ini juga diharapkan bisa memberikan manfaat bagi keluarga, khususnya ibunda Gita yang ditinggalkan.

"Mudah-mudahan cukup untuk membantu keluarga yang ditinggalkan. Mudah-mudahan keluarga diberikan ketabahan, dikuatkan lagi," ungkapnya.

Irfan menyampaikan, apapun yang ada pada diri kita, termasuk anak, harta dan diri pribadi merupakan titipan dari Allah. Sehingga, senantiasa harus selalu tabah saat akan diambil kembali. "Dan ini sudah terjadi dan mudah-mudahan diberikan ketabahan lagi," ujarnya.

Pada kesempatan yang bersamaan, Enci menyampaikan rasa terima kasihnya atas apa yang telah dilakukan Rumah Yatim khususnya para donatur. Menurut dia, hanya ucapan terima kasih yang bisa ia sampaikan. Selain itu, satu buah kursi roda khusus diserahkan kembali kepada Rumah Yatim. Agar, kata Enci, bisa dipergunakan kembali bagi mereka yang membutuhkan.

"Sudah membantu ibu di sini dan membantu keperluan Gita, semoga yang membantu disehatkan semua, dan ibu gak bisa membalas apa-apa, cuman bisa mengucapkan banyak terima kasih untuk Rumah Yatim dan para donatur," ungkapnya.

UPDATE #14
2 Mei 2018

Ecin, "Terimakasih Kepada Para Donatur"

Terimakasih kami dan juga dari keluarga Gita atas segala dukungan, do'a dan perhatian yang amat besar yang telah di curahkan bagi kesembuhan Gita selama ini. Kini saat titik terang pengobatan telah ada, Allah SWT berkehendak lain. Allah lebih menyayangi Gita hingga akhirnya Gita dipanggil menghadap Sang Pencipta pada Senin (30/04) dinihari di RS Santosa Bandung Central. Rasa sakit yang selama ini Gita rasakan telah hilang untuk selamanya, semoga pengorbanan Gita selama 8 tahun ini dengan merasakan sakit yang terus terulang dapat menjadi pengugur atas segala dosa dan khilaf Gita maupun orangtuanya.

Jalan yang begitu panjang telah Gita lalui dalam melawan ganasnya penyakit yang mengekang keceriaan dirinya. Kini senyum layu yang biasanya terlihat dari wajahnya tak akan nampak lagi. Ibu dan kedua kakaknya pun masih tak percaya Gita telah pergi meninggalkan mereka menyusul sang ayah yang telah terlebih dulu menghadap Nya.
“Maaf untuk tim klinik serta seluruh jajaran Rumah Yatim yang telah mendampingi proses kesembuhan Gita. Dan terimakasih untuk pelayanan selama berobat serta yang paling utama terimakasih saya dan keluarga untuk para donatur yang telah menyumbangkan donasinya bagi kesembuhan Gita,” papar Ecin, ibunda Gita.

Selama ini ikhtiar telah di jalani. Segala proses pengobatan dari mulai pemeriksaan awal, konsultasi Spesialis Bedah Saraf, pemeriksaan rutin, terapi Mobilitas hingga terakhir dokter menganjurkan serangkaian pemeriksaan seperti MRI dan EMG yang tak sempat Gita jalani untuk persiapan operasi. Tim kesehatan Rumah Yatim ikut mendampingi Gita dan keluarga semua proses pemeriksaan dan konsultasi.

Dana yang telah terkumpul selama ini sebanyak Rp. 131.878.384 untuk digunakan demi kesembuhannya. Selama proses penyembuhannya, Gita beserta keluarga selalu di dampingi oleh Rumah Yatim, dari awal hingga akhir. Selama kurang lebih 5 bulan ini Alhamdulillah telah kami salurkan sebanyak Rp. 27.877.000 untuk biaya pengobatan, rawat inap dan juga kebutuhan Gita lainnya. Untuk dana yang tersisa akan Rumah Yatim salurkan bagi anak-anak Yatim dan Dhuafa di Indonesia yang memerlukan biaya untuk kesehatan.

UPDATE #13
30 April 2018

Gita, Tutup Usia Setelah 8 Tahun Berjuang Melawan Hydrosefalus

Innalillahi wa innailaihi roji'un, setelah bertahan selama 8 tahun untuk melawan penyakit Hydrosefalus, Gita Putriana Khasanah (8) menghembuskan nafas terakhir di RS Santosa Bandung Central pada Senin (30/04) sekitar pukul 01.45 dini hari waktu setempat. Sebelumnya Gita memang tengah menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan untuk rencana persiapan operasi oleh tim Dokter Spesialis Pediatric RS Santosa.

Pada 6 April 2018 pukul 9 malam Gita dilarikan ke IGD RS Al -Ihsan karena demam tinggi dan adanya sesak nafas dan dirawat selama 1 minggu. Setelah keadaannya membaik Gita di ijinkan pulang ke rumahnya. Tetapi tanggal 17 April lalu Gita kembali mengalami keluhan yang sama dan dirawat selama 6 hari dan kondisinya kembali membaik. Rencananya Jum'at (27/04), Gita akan melakukan pemerikasaan MRI tetapi batal karena kesehatan Gita yang kembali menurun.

Sebelumnya Dokter Spesialis Pediatric RS Santosa Bandung menganjurkan untuk melakukan terapi dahulu agar ototnya tidak kaku dan hasil dari operasi anggota tubuhnya dapat berfungsi secara baik. Terapi pun sudah 2 kali dilakukan. Adapun sesak nafas yang sempat di alami Gita menurut Dokter Anak RS Al Ihsan merupakan akibat dari penekanan pada paru-paru yang diakibatkan karena bengkoknya tulang belakang. Selama proses pemulihan Gita yang sempat mengalami demam dan sesak nafas, Rumah Yatim melanjutkan konsultasi ke RS Santosa untuk tahap persiapan operasi.

Rencana pemeriksaan MRI Sabtu (28/04) dibatalkan karena kondisi Gita yang menurun. Gita mengalami kejang dan sesak nafas, kemudian langsung dilarikan ke IGD RS Santosa. Setelah melakukan pemeriksaan, suhu Gita mencapai 38,5°C sehingga Gita kembali harus di rawat secara intensif untuk tindakan observasi secara berkala. Minggu (29/04) kondisi Gita membaik dan dijadwalkan kembali untuk MRI, tetapi sekitar pukul 09.00 WIB keadaan Gita kembali menurun, kesadaran Gita masuk Somnelen kemudian Dokter melakukan tindakan katerisasi dan di observasi secara insentif setiap 30 menit.

Pukul 16.30 WIB Gita mulai sadar dan bisa merespon jika dipanggil. Tetapi Senin (30/04) pukul 00.20 WIB kondisi Gita terus menurun dan mengalami koma. Setelah tim medis memberikan penanganan gawat darurat, Gita kemudian menghembuskan nafas terakhir pukul 01.45 WIB. Terimakasih untuk para donatur atas segala dukungan, do'a dan perhatiannya untuk Gita. Untuk Gita, perjuanganmu selama 8 tahun ini telah selesai dan InsyaaAllah rasa sakit yang dirasakan selama ini tak akan lagi terasa. Semoga Allah memberikan Gita tempat terbaik di sisiNya. Aamiin ....


www.rumah-yatim.org

UPDATE #12
27 Maret 2018

Gita Akan Jalani Operasi Lengan dan Tangan Sebelah Kanan

Konsultasi lanjutan dilakukan tim Rumah Yatim Area Jawa Barat kepada dokter spesialis pediatrics. Konsultasi ini tahap lanjutan untuk mendukung kesembuhan Gita Putri Khasanah (8), pengidap hidrosepalus. Sebelumnya, Gita sempat manjalani beberapa kali cek medis guna proses awal jelang operasi.

Menurut tim kesehatan Rumah Yatim Zulfa Hakimah, setelah melakukan konsultasi dengan menceritakan kronologis penyakit Gita kepada dokter. Dokter spesialis pediatrics mengatakan, jika akan dilakukan operasi untuk Gita harus dijalani secara bertahap. Apalagi dilihat kondisi Gita yang saat ini sudah terbilang cukup parah.

Zulfa menyampaikan, dilihat dari hasil pemeriksaan, dokter spesialis pediatrics nantinya akan memulai operasi untuk lengan dan tangan sebelah kanan. Karena, kata dia, tangan sebelah kanan Gita masih berfungsi pergerakannya. Sehingga, nantinya akan dilakukan pembedahan untuk pemasangan pen. "Fungsi pergerakannya masih bagus, sayang tidak lurus," ujarnya.

Selain itu, kata Zulfa, untuk anggota tubuh yang lain akan dilakukan secara bertahap. Hal ini, kata dia, akan dilihat dari kondisi perkembangan Gita. Salah satunya ialah perkembangan dari fisioterapi yang saat ini sedang dijalani Gita. Menurut dirinya, fisioterapi tetap harus dilakukan agar tubuh Gita bisa berkembang secara pergerakannya.

"Kalau tidak, fisioterapi walaupun dilakukan tindakan pembedahan, itu tidak akan berfungsi apa-apa hanya meluruskan tulang saja dan itu percuma," paparnya.

Dokter spesialis pediatrics menyarankan, agar dilakukan fisioterapi dengan rutin. Sehingga, tubuh Gita mengalami perkembangan gerak dan bisa dilakukan operasi pembedahan bertahap untuk seluruh tubuh. "Dan untuk untuk rencana pembedahan pergelangan tangan atau tangan kanan itu akan dilakukan segera," papar Zulfa.

Namun, kondisi ini ada kendala dari keluarga Gita secara finansial. Hal ini dikarenakan asuransi kesehatan Gita harus menyesuaikan dengan administrasi yang ada. Apalagi biaya untuk pembedahan dan pemasangan pen ditambah pembelian pen memerlukan biaya yang besar.

UPDATE #11
24 Maret 2018

Cegah Keadaan Lebih Buruk, Gita Akan Jalani Operasi Besar

Wajah riangnya belum terlihat, hanya berbaring dan digendong untuk menuju ke salah satu rumah sakit yang ada di Kota Bandung. Gita Putri Khasanah (8), pengidap hidrosepalus sudah sejak beberapa bulan menjalani pengobatan didampingi Rumah Yatim Area Jawa Barat.

Kini, Gita kembali harus menjalani serangkaian cek medis guna menuju operasi besar untuk upaya menyembuhkan penyakit yang ada. Serangkaian medis yang ditempuh ialah harus kembali jalani rontgen pelvis dan torac tumbal. Cek medis ini harus dilakukan berulang kali di dua rumah sakit berbeda di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

Menurut pemaparan tim kesehatan Rumah Yatim, Zulfa Hakimah, upaya ini untuk memastikan kondisi tulang belakang Gita. Apalagi, kata dia, hasil rontgen menunjukan posisi tulang pada tubuh Gita ada yang terputar, bengkok dan keluar dari area semestinya.

"Setelah dilakukan konsultasi ulang ke dokter fisioterapi, badan Gita yang sebelah kanan sudah bisa fisioterapi mulai hari Senin minggu depan," jelasnya, kepada jurnalis Rumah Yatim, Jumat (23/3) petang.

Namun, kata Zulfa, sebelumnya telah dilakukan konsultasi pula ke dokter spesialis ortopedi. Hasil konsultasi tersebut, menunjukan Gita mengalami tulang punggung yang bengkok dan sendi bergeser tidak pada tempatnya. Menurut dokter, sambung Zulfa,  kondisi tersebut harus segera dikembalikan lagi ke kondisi awal. Hal ini agar Gita bisa melakukan gerak.

Ia menambahkan, kondisi itu yang mengharuskan Gita untuk menjalani pembedahan oleh dokter spesialis pediatrics. Nantinya, kata dia, untuk tindakan pembedahan Gita akan dibuat tim. Bukan hanya dari dokter spesialis pediatrics, akan tetapi ditambah pula dokter spesialis anak, dan spesialis bedah syaraf. "Kemungkinan yang akan timbul dari operasi Gita adalah dilakukan pembedahan besar," tutur Zulfa.

Ia menyampaikan, ada dua kemungkinan jika Gita tidak menjalani operasi besar tersebut. Kemungkinan pertama ialah otot mengalami otrofhi (akan mengecil), dan kedua berdampak pada komplikasi penyakit lainnya. Hal ini, dikarenakan tulang belakang Gita bengkok. Sehingga nantinya akan menekan daerah paru-paru, kemudian tubuh akan mudah terkena infeksi.

"Yang mengakibatkan buruk kesehatannya adalah infeksi yang timbulnya itu," tutupnya.

UPDATE #10
22 Maret 2018

Rumah Yatim Beri Kursi Roda untuk Gita Pengidap Hidrosepalus

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan kursi roda untuk Gita Putriana Khasanah (8). Pemberian kursi roda ini dilakukan Rumah Yatim Area Jawa Barat dengan mendatangi langsung ke kediaman Gita, di Kampung Andir RT 04 RW 09, Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (20/3).

Sejak balita Gita sudah mengidap penyakit hidrosepalus. Kondisi tersebut yang memaksa Gita tidak bisa menggerakan seluruh anggota tubuhnya. Sejumlah pengobatan pula telah dilakukan oleh kedua orangtua Gita. Namun, sepeninggal ayahnya saat Gita usia enam tahun, kondisi ekonomi keluarga Gita memburuk. Sehingga, pengobatan Gita hanya dilakukan di rumah.

Rumah Yatim Area Jawa Barat tergugah mendampingi Gita untuk pengobatannya. Hingga saat ini, sejumlah pengobatan telah ditempuh Rumah Yatim Area Jawa Barat. Hingga tulisan ini dimuat, tahapan-tahapan pengobatan Gita sudah ditempuh ke sejumlah dokter spesialis.

Untuk menunjang aktivitas dan pola gerak Gita, Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan kursi roda khusus. Diharapkan dengan kursi roda tersebut, keseharian Gita bisa terbantu. Selain kursi roda, Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan kasur untuk menunjang perawatan Gita.

Selain itu, kemarin Gita melakukan pemeriksaan lanjutan. Hal ini guna melihat perkembangan kondisi Gita. Menurut pemaparan salah seorang dari tim kesehatan Rumah Yatim Zulfa Hakimah, pemeriksaan lanjutan tersebut merupakan upaya untuk menjalani fisioterapi untuk Gita. Menurut hasil pemeriksaan tersebut, Gita di diagnosa cerebral palsy dengan mengalami komplikasi kontraktur tulang.

UPDATE #9
21 Maret 2018

Ada Tulang Bengkok, Kemungkinan Gita Akan Jalani Operasi

Gita Putriana Khasanah (8) pengidap penyakit hidrosepalus kembali menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan ini merupakan upaya dari Rumah Yatim Area Jawa Barat untuk kesembuhan Gita. Ditemani sejumlah orang dari tim kesehatan Rumah Yatim, Gita menjalani pemeriksaan dan konsultasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (20/3).

Menurut pemaparan salah seorang dari tim kesehatan Rumah Yatim Zulfa Hakimah, pemeriksaan lanjutan tersebut merupakan upaya untuk menjalani fisioterapi untuk Gita. Menurut hasil pemeriksaan awal tersebut, Gita di diagnosa cerebral palsy dengan mengalami komplikasi kontraktur tulang.

"Otot untuk badan Gita yang sebelah kanan masih memungkinkan untuk dilakukan fisioterapi," jelasnya, kepada jurnalis Rumah Yatim.

Ia menambahkan, bagian tubuh sebelah kiri Gita mengalami pemendekan. Karena itu, dokter yang menangani Gita menyarankan untuk dilakukannya foto rontgen pelvis. Hal ini, sambung Zulfa, ada kemungkinan besar adanya tulang bengkok. "Dokter melihat kemungkinan ada tulang yang keluar di daerah tulang belakang," paparnya. 

Selain itu, hasil rontgen tersebut nantinya akan menjadi gambaran untuk tindakan lanjutan pada Gita. Sejumlah kemungkinan, kata Zulfa bisa terjadi. Dimulai dengan tindakan fisioterapi atau bahkan sampai operasi. Namun, tidak kecil kemungkinan bisa mengakibatkan komplikasi penyakit lainnya.

"Untuk rontgen akan dilakukan hari ini di RS Halmahera khusus tulang dan akan dikonsultasikan langsung ke RS Al Ihsan lagi," jelas Zulfa, Rabu (21/3).

UPDATE #8
7 Maret 2018

Gita Pengidap Hidrosepalus Akan Jalani Fisioterapi

Gita Putriana Khasanah, pengidap penyakit hidrosepalus kembali menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan, Jalan Ki Astramanggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (6/3). Pemeriksaan ini merupakan upaya memantau perkembangan kesehatan Gita.

Menurut pemaparan Perawat Klinik Sehati Diana Heryani, pada kontrol lanjutan ini pemeriksaan Gita di fokuskan ke dokter anak. Hal ini, guna mengetahui perkembangan dan penanggulangan akibat kejang yang dialami Gita seminggu yang lalu. "Gita ada keluhan kejang sekali, sekitar satu minggu yang lalu," jelas Diana.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan Gita memperlihatkan belum ada penurunan lingkar kepala. Namun, saat ini upaya yang dilakukan ialah memberikan obat pencegah epilepsi untuk Gita. Agar, mencegah terjadinya kejang pada diri Gita. Obat yang diberikan menurut dokter anak, sambung dia, dengan meningkatkan dosis obat.

Selain itu, tambah Diana, Gita akan melakukan fisioteraphi. Terapi ini guna menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak maupun fungsi tubuh pada Gita. Namun, sambung dia, terapi ini akan dikonsultasikan kembali dengan salah seorang dokter yang menangani Gita. "Semua usaha akan kita tempuh untuk kesembuhan Gita," ujarnya.

UPDATE #7
5 Februari 2018

Dokter Anak Anjurkan Gita untuk Jalani Terapi Mobilitas

Gita Putriana Khasanah (8), pengidap penyakit hidrosepalus kembali menjalani kontrol kesehatan. Kontrol kali ini, Gita menjalani pemeriksaan lingkar kepala dan kondisi fisik lainnya. Pemeriksaan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan, di Jalan Ki Astramanggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/1).

Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan tidak ada penambahan lingkar kepala pada Gita. Serta menurut pemaparan salah seorang dari Tim Kesehatan Rumah Yatim, Zulfa, keadaan Gita umumnya baik. Menurutnya, tidak ada keluhan dari Gita.

Selain itu, Dokter Spesialis Anak, Titto, menyarankan untuk Gita agar tetap menjalani terapi. Terapi tersebut guna mengatasi mobilitas pada diri Gita. Sehingga menghindari terjadinya kejang.

Ia berharap, terapi tersebut bisa dijalani oleh Gita minimal satu bulan sekali. Sehingga kondisi Gita bisa terpantau dengan baik. Hal tersebut juga dibarengi dengan pemberian resep obat guna menunjang kesehatan Gita. "Saat kontrol lagi nanti langsung datang ke dokter terapinya," paparnya.

UPDATE #6
31 Januari 2018

Gita Pengidap Hidrosepalus Akan Jalani Pemeriksaan Rutin

Gita Putriana Khasanah, pengidap penyakit hidrosepalus kembali menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pemeriksaan lanjutan ini merupakan sejumlah tahapan yang harus dilewati Gita, selama beberapa bulan ke belakang. Gita merupakan anak yatim, dan sejak balita telah mengidap penyakit yang telah merenggut masa kanak-kanaknya.

Menurut hasil konsultasi kepada Dokter Spesialis Bedah Saraf Anak, Mirna, pada Jumat (26/1) lalu, kondisi Gita terbilang masih dalam keadaan normal. Hal ini terlihat tidak ada pembesaran yang berarti di lingkar kepalanya. Sehingga, menurut dr. Mirna, belum ada tindakan operasi yang seperti diwacanakan sebelumnya.

Ia menambahkan, cairan yaang berada di kepala Gita tidak mengalami penambahan. Sehingga tidak ada penambahan cairan yang berlebih, yang selama ini ditakutkan. Untuk kondisi sendiri, tambah Mirna, tidak ada tanda-tanda memburuknya kesehatan Gita.

Namun, setelah pemeriksaan kali ini, ia menyarankan agar tetap melakukan pengontrolan rutin ke Rumah Sakit Al Ihsan. Sehingga kondisi Gita bisa terus terpantau dengan baik.

Namun, menurut Dokter Spesialis Bedah Saraf, Bilzardy Ferry Zulkifli, saat ditemui di Rumah Sakit Al Ihsan menjelaskan, untuk ke depannya Gita akan melakukan kontrol rutin selama enam bulan sekali ke dokter bedah saraf. Akan tetapi, jika keadaan memburuk, kata dia, Gita bisa langsung masuk Unit Gawat Darurat. "Kecuali ada keadaan emergency langsung masuk UGD saja," jelas Bilzardy.

Selain itu, menurut dia, lingkar kepala Gita harus tetap dipantau selama sebulan sekali. Hal ini untuk menghindari keadaan yang tidak diketahui. Namun, jika keadaan memburuk dengan menambahnya lingkar kepala, keluarga harus konsultasi kembali.

UPDATE #5
23 Januari 2018

Gita Jalani Pemeriksaan Lanjutan ke Bedah Syaraf Anak

Gita Putriana Khasanah (8), pengidap hidrosepalus menjalani konsultasi lanjutan ke dokter spesialis bedah syaraf anak, di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jalan Pasteur No. 38, Sukajadi, Kota Bandung, Senin (22/1). Konsultasi ini merupakan tahap lanjutan dalam mengobati Gita.

Pada tahap ini, merupakan penyamaan data awal operasi Gita. Operasi awal tersebut dilaksanakan tujuh tahun yang lalu. Menurut pemaparan dokter spesialis bedah syaraf anak, Kusdiansah, data tersebut nantinya akan dijadikan patokan tindakan lanjutan untuk menangani Gita.

Dari data tersebut ada penurunan lingkar kepala. Pada mulanya lingkar kepala Gita sekitar 57 cm. Namun, saat ini setelah operasi tersebut lingkar kepala Gita menjadi sekitar 53,5 cm.

Ia menjelaskan, ke depannya hasil tersebut akan dikonsultasikan dengan dokter spesialis bedah syaraf anak lain. Kemungkinan besar ada dua opsi yang akan ditempuh dalam penanganan Gita.

"Satu dua hari ke depan hasilnya akan ada, jadi sejumlah kemungkinan bisa terjadi," jelasnya.

Kusdiansah menambahkan, kemungkinan pertama, Gita akan menjalani operasi rekontruksi tulang kepala. Kedua, operasi pemasangan selang Vp Shunt tambahan.

"Dua kemungkinan tersebut yang akan ditempuh," ujarnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat, Solehudin mengatakan, akan mengikuti segala proses yang direkomendasikan. Hal ini, tambah dia, untuk kesembuhan dan kelancaran pengobatan Gita. "Kita ikuti apa yang dokter katakan, karena itu yang terbaik buat Gita," ujar Solehudin.


“Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

UPDATE #4
19 Januari 2018

Konsultasi Lanjutan Gita ke Spesialis Bedah Saraf

Rumah Yatim Jawa Barat kembali melakukan konsultasi kepada dokter spesialis bedah saraf di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan, Jalan Ki Astramanggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (18/1). Konsultasi ini merupakan tahapan untuk membantu kesembuhan Gita Putriana Khasanah (8), pengidap Hidrosepalus.

Konsultasi kedua ini merupakan upaya lanjutan Rumah Yatim sebelum Gita di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Menurut Dokter Spesialis Bedah Saraf, Bilzardy Ferry Zulkifli, kondisi Gita pada konsultasi kedua kali ini terbilang sudah membaik. Namun, menurut dia untuk memastikannya perlu pemeriksaan lebih lanjut.

"Segala hal memungkinkan, jika memang nanti pada saat pemeriksaan kondisi Gita baik," papar Bilzardy.

Selain itu, ia menambahkan, ada beberapa kemungkinan yang akan dilakukan untuk mengatasi kondisi Gita. Hal tersebut nantinya menjadi titik awal penanganan Gita. Selain itu, tambah dia, kemungkinan terbesar yang dilakukan untuk Gita ialah pemasangan selang tambahan.

"Jika itu bisa, ataupun ada hal lain ialah dengan merubah struktur tulang tengkorak pada kepala," jelasnya.

Melihat kondisi ini Rumah Yatim Jawa Barat akan senantiasa memberikan bantuan untuk kesembuhan Gita. Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jabar, Solehudin, Rumah Yatim akan menempuh segala cara hingga kondisi Gita bisa kembali seperti semula.

"Kita akan membantu semaksimal mungkin, mengikuti apa anjuran dari dokter," paparnya, dalam kesempatan lain.

Rencananya pada Senin (22/1) mendatang, Gita akan di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Tindakan ini guna mengetahui kondisi terkini Gita. Selain itu, dengan rujukan ini nantinya akan mengetahui tindakan lanjutan yang ditempuh untuk Gita.


#TerimaKasih bagi para donatur yang telah berpartisipasi dalam mendukung dan mendoakan untuk kesembuhan bagi Gita ...

Rasulullah SAW bersabda “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR. Ahmad)

UPDATE #3
12 Januari 2018

Gita Konsultasi ke Spesialis Bedah Saraf

Rumah Yatim Area Jawa Barat melakukan tindakan lanjutan untuk kesembuhan Gita Putriana Khasanah (8), pengidap hidrosepalus ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan, Jalan Ki Astramanggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (11/1). Tahap ini merupakan upaya untuk konsultasi ke dokter spesialis bedah saraf.

Menurut pemaparan dokter spesialis bedah saraf, Bilzardy Ferry Zulkifli, tindakan lanjutan untuk menangani Gita akan dilihat dari kondisinya. Menurut dia, jika tidak ada keluhan seperti kejang, demam tinggi, hingga tidak bisa makan, maka akan ditentukan langkah terbaiknya seperti apa.

"Setelah itu akan dilanjutkan psikoterapi, dan pengecekan selang yang ada di Gita," papar Bilzardy, sapaan akrabnya.

Selain itu, ia menambahkan, dirinya akan melakukan konsultasi kepada dokter yang menangani Gita pada awal operasi. Konsultasi ini, menurut dia, akan menjadi penentu tindakan selanjutnya.

Namun, selain pengecekan di spesialis bedah saraf. Menurut Bilzardy, tindakan lainnya akan tetap dikonsultasikan dahulu. Sehingga setiap langkah yang dilakukan bisa berdampak baik bagi Gita.

"Jika kondisinya nanti memungkinkan maka bisa dilakukan operasi lanjutan," ungkapnya.


Allah tidak pernah mengatakan bahwa jalan hidup akan mudah. Tapi Dia mengatakan "Aku akan bersama dengan mereka yang mau bersabar”.

#BantuGitaSembuhDanDapatkanKehidupanMasaKecilnyaYangIndah

UPDATE #2
5 Januari 2018

Tanggapan Positif Keluarga Gita Kepada Rumah Yatim

Usaha Rumah Yatim Jawa Barat membawa Gita Putriana Khasanah (8), untuk melakukan pengobatan ke RSUD Al-Ihsan, Jalan Ki Astramanggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (4/1). Mendapat tanggapan positif dari keluarga.

Hal itu dikemukakan oleh kakak tertua Gita, Putra (21). Sebagai sosok tertua dan pengganti sang ayah, Putra sangat berterima kasih atas jasa yang dilakukan oleh Rumah Yatim. Sehingga adik bungsunya mendapat pengobatan lanjutan.

Gita sendiri merupakan seorang yatim yang ditinggal ayahnya sejak umur enam tahun. Selain itu, Gita menderita hidrosepalus sejak balita. Hal inilah yang membuat Rumah Yatim tergugah untuk membantu.

Selain itu Putra menambahkan, rasa syukur atas apa yang telah ia tempuh untuk kesembuhan adiknya. Dia percaya usaha dan doa yang telah ia lakukan akan berbuah hasil manis bagi Gita.

"Berdoa sudah, sekarang tinggal ikhtiarnya berobat. Masih semangat, siapa lagi yang mau berjuang," ungkap Putra, dengan haru kepada jurnalis Rumah Yatim.

Awalnya, tambah Putra, keluarga sempat mempunyai keinginan untuk berhenti melakukan pengobatan untuk Gita. Namun, saat ini semangat itu kembali saat Rumah Yatim Jabar ikut turut serta dalam pengobatannya.

"Makasih atas bantuannya sampai sejauh ini sehingga pengobatan adik saya bisa maksimal," paparnya.

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang ikut membantu demi kesehatan adiknya. Serta, berharap Rumah Yatim lebih maju dan selalu dipercaya donatur.

"Semoga donatur diberikan kesehatan, dilancarkan rezekinya, dan dimudahkan segala urusan kerjanya," tutup Putra.

 

Allah selalu memberikan senyum dibalik kesedihan. Allah selalu memberikan Harapan dibalik keputus-asaan...
#BersamaCerahkanMasaDepanGita

UPDATE #1
4 Januari 2018

Tindakan Awal Rumah Yatim untuk Kesembuhan Penderita Hidrosepalus

Penderita Hidrosepalus,  Gita Putriana Khasanah (8) mendapatkan bantuan Rumah Yatim Jawa Barat. Upaya awal Rumah Yatim ialah membawa Gita ke Klinik Sehati Rumah Yatim, di Jalan Cisaranten Kulon No. 113, Kelurahan Cisaranten, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (3/1). Upaya ini ditempuh untuk konsultasi awal dengan salah seorang dokter, guna memperjelas tindakan awal yang baik untuk Gita.

Gita merupakan putri Ecin Kuraesin, sejak lahir ia divonis menderita hidrosepalus. Warga asal Kampung Andir RT 04 RW 09, Desa Pakutandang Ciparay, Kabupaten Bandung, merupakan putri bungsu Ecin. Sedangkan sang ayah sudah dipanggil oleh Ilahi.

Hidrosepalus sendiri merupakan penyakit yang menyerang organ bagian kepala. Sehingga kepala mengalami peningkatan lingkar ukuran yang membesar, karena terdapat cairan di dalamnya.

Salah seorang dokter Rumah Yatim, Diana menuturkan, Gita sudah memasuki kondisi yang cukup parah. Apalagi usianya yang sekarang sudah menginjak delapan tahun. Menurut dia, upaya awal yang dapat dilakukan Rumah Yatim ialah merujuk ke rumah sakit pertama Gita ditangani. Hal ini untuk mengambil rekam medis awal Gita.

"Harus dilihat dulu rekam medis awalnya, baru kita tahu tindakan seperti apa untuk Gita," jelasnya.

Selain itu, Diana menyayangkan karena penanganan Gita oleh keluarga hanya seadanya. Menurut dia, Gita harus mendapat perawatan yang intensif. Sehingga meminimalisir terserang oleh penyakit lain. Apalagi saat ini Gita hanya berbaring setiap harinya.

"Mudah sekali terkena virus, kalo terus berbaring. Sehingga penyakit mudah masuk," paparnya.

Namun menurut Diana, jika rekam medis awal Gita sudah tidak ada. Maka, harus dilakukan CT scan ulang untuk mengetahui kondisi Gita saat ini. Hal ini dilakukan untuk mempermudah tindakan lanjutan untuk menangani Gita.

"Biasanya kalau di rumah sakit setiap beberapa tahun sekali itu ada pembersihan berkas, jadi kalo tidak ada maka harus di ulang (CT Scan)," ungkapnya.

Rumah Yatim Jawa Barat seyogyanya akan selalu memberikan usaha terbaik untuk kesembuhan Gita. Serta akan menempuh segala cara agar kondisi Gita bisa kembali normal seperti anak-anak seusianya.


#BantuGitaUntukSembuh
#BersamaSiapkanMasaDepanYangLebihBaikUntukYatim

Tanggal Nominal
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 8.450.204
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 2.125.000
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 50.460
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 50.168
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 145.000

Total donatur : 6 orang