Detail Program

Kemanusiaan

Mari Bantu Selamatkan Mereka dari Kelaparan

Terkumpul
Rp 100.926
Target
Rp 1.000.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
131 hari

BERAKHIR PADA:
31 Maret 2018
Penerima Manfaat:
1.000 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
26 Januari 2018

Betapa Mereka Membutuhkan Perhatian Kita

Kelaparan adalah salah satu masalah yang masih kompleks dalam dunia global. Ada beberapa negara di berbagai benua masih merasakan hal ini. Salah satu negara yang mengalami bencana kelaparan yang parah bisa di lihat di Somalia. Negara Somalia merupakan suatu wilayah yang dianggap kurang menguntungkan bagi kepentingan negara maju dan berkembang, karena di kawasan ini seringkali terjadi konflik yang menimbulkan adanya krisis kemanusiaan bagi sebagian besar penduduk di Somalia.

Penyebab bencana kelaparan biasanya dikarenakan adanya konflik, kemiskinan, dan bahkan alam pun ikut berperan seperti kekeringan. Sebenarnya yang menjadi masalah dalam bencana kelaparan bukan hanya tidak ada barang-barang yang dapat dikonsumsi tetapi kemampuan daya beli masyarakat yang rendah dan tidak adanya koordinasi yang baik.

Semenjak tahun 1991, wilayah Somalia tidak pernah memiliki pemerintahan yang bersifat fungsional, dikarenakan wilayah Somalia diatur oleh para militan militer bersenjata dari berbagai suku. Pada tahun 1990 wilayah Somalia mengalami krisis kekurangan bahan pangan yang menyebabkan sebagian besar penduduk meninggal dunia akibat kemunduran perekonomian negaranya.

Yang terparah dan menyayat hati adalah anak-anak Suriah menderita gizi buruk akibat tak tersedianya bahan makanan setelah tiga tahun tidak turun hujan di daerah ini. Ini adalah musim kering terpanjang yang pernah terjadi di Somalia sejak tahun 1950. Akibat kekeringan ini, Somalia berada pada titik puncak bencana kelaparan yang parah. Bencana ini menyebabkan puluhan bayi dan anak-anak sakit dan mudah terinfeksi penyakit karena tubuhnya kekurangan nutrisi, sehingga sistem imunitasnya tak berjalan dengan baik.

 

Bisa kita ketahui bagaimana menderita nya warga Somalia khususnya anak-anak yang setiap hari nya harus merasakan kelaparan dan haus sepanjang hari. Kekeringan yang membuat mereka menangis menahan rasa lapar dan haus.

Sudahkah kita disini bergerak untuk meringankan derita mereka disana? Inilah alasan yang jelas bagi kita untuk berjalan bersama dan menunaikan kewajiban kita untuk membantu mereka memiliki kehidupan yang layak. Mari jadi bagian dari kami untuk bersama menghentikan bencana kelaparan yang tak kunjung berakhir ini. (tribunnews.com dan astalog.com☆)


Deskripsi Program


Saat ini, hampir tiga juta orang di Somalia menghadapi kerawanan pangan. Puluhan kematian terjadi di kota Awdinle, juga di wilayah Bay, akibat kolera. Penyakit ini sering mewabah karena kurangnya air minum yang bersih.

Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Farmajo, menyatakan kekeringan ini sebagai bencana nasional. Kekeringan di Somalia disebabkan antara lain oleh fenomena cuaca El Nino yang dampaknya menerjang kawasan timur dan selatan Afrika. Kekeringan ini, selain berakibat pada kurangnya makanan juga menyebabkan banyak kasus dehidrasi.

Setidaknya 110 orang, sebagian besar di antaranya perempuan dan anak-anak, meninggal karena kelaparan dan penyakit yang dipicu kondisi kekeringan di Somalia dalam kurun 48 jam. Korban berasal dari daerah pedesaan di barat daya Somalia, di mana wilayah itu mengalami kekeringan paling parah. Hingga saat ini belum diketahui berapa banyak korban meninggal lainnya di seluruh negeri ini.

Sebagai Lembaga Zakat Nasional di Indonesia ,Rumah Yatim terpanggil untuk bisa hadir membantu meringankan penderitaan mereka,Sungguh suatu hal yang sangat mulia sa'at seorang mukmin memiliki ketajaman mata hati dalam kepedulian kepada sesama karena sejatinya mereka di Somalia juga adalah saudara kita sesama muslim.

Dari Anas bin Malik radliyallahu anhu, dari Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah beriman kepadaku seseorang yang bermalam dalam keadaan kenyang padahal tetangganya yang di sampingnya dalam keadaan lapar sedangkan ia mengetahuinya. [HR ath-Thabraniy]

Dalam hadits An Nu'man bin Basyir_radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda :

“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)'.” [HR. Al Bukhari – Muslim]

Rumah Yatim berencana akan memberikan bantuan untuk para korban bencana kekeringan dan kelaparan di Somalia terutama untuk anak-anak yang menjadi korban,Rumah Yatim memiliki misi besar untuk membantu mereka sebagai generasi penerus bangsanya agar bisa membangun negaranya dimasa yang akan datang agar menjadi negara yang makmur dan bermartabat.

Bantuan yang akan diberikan bukan saja berbentuk bantuan pangan yang nanti akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan anak anak korban bencana tetapi kedepannya Rumah Yatim pun akan membentu pendidikan dan kesehatan mereka sehingga mereka bisa bertahan hidup dan menjadi kuat dari sisi sik,mental dan pendidikan demi masa depan mereka dan bangsanya.

Rumah Yatim tentu tidak akan bisa mewujudkan semua cita-cita dan visi besar ini tanpa bantuan semua pihak ,baik pemerintah dan juga para Donatur dan para dermawan di Indonesia. Mari bersama kita membuka hati dan mata kita untuk bisa bersama membantu sesama disana.

 

UPDATE #1
26 Januari 2018

Betapa Mereka Membutuhkan Perhatian Kita

Kelaparan adalah salah satu masalah yang masih kompleks dalam dunia global. Ada beberapa negara di berbagai benua masih merasakan hal ini. Salah satu negara yang mengalami bencana kelaparan yang parah bisa di lihat di Somalia. Negara Somalia merupakan suatu wilayah yang dianggap kurang menguntungkan bagi kepentingan negara maju dan berkembang, karena di kawasan ini seringkali terjadi konflik yang menimbulkan adanya krisis kemanusiaan bagi sebagian besar penduduk di Somalia.

Penyebab bencana kelaparan biasanya dikarenakan adanya konflik, kemiskinan, dan bahkan alam pun ikut berperan seperti kekeringan. Sebenarnya yang menjadi masalah dalam bencana kelaparan bukan hanya tidak ada barang-barang yang dapat dikonsumsi tetapi kemampuan daya beli masyarakat yang rendah dan tidak adanya koordinasi yang baik.

Semenjak tahun 1991, wilayah Somalia tidak pernah memiliki pemerintahan yang bersifat fungsional, dikarenakan wilayah Somalia diatur oleh para militan militer bersenjata dari berbagai suku. Pada tahun 1990 wilayah Somalia mengalami krisis kekurangan bahan pangan yang menyebabkan sebagian besar penduduk meninggal dunia akibat kemunduran perekonomian negaranya.

Yang terparah dan menyayat hati adalah anak-anak Suriah menderita gizi buruk akibat tak tersedianya bahan makanan setelah tiga tahun tidak turun hujan di daerah ini. Ini adalah musim kering terpanjang yang pernah terjadi di Somalia sejak tahun 1950. Akibat kekeringan ini, Somalia berada pada titik puncak bencana kelaparan yang parah. Bencana ini menyebabkan puluhan bayi dan anak-anak sakit dan mudah terinfeksi penyakit karena tubuhnya kekurangan nutrisi, sehingga sistem imunitasnya tak berjalan dengan baik.

 

Bisa kita ketahui bagaimana menderita nya warga Somalia khususnya anak-anak yang setiap hari nya harus merasakan kelaparan dan haus sepanjang hari. Kekeringan yang membuat mereka menangis menahan rasa lapar dan haus.

Sudahkah kita disini bergerak untuk meringankan derita mereka disana? Inilah alasan yang jelas bagi kita untuk berjalan bersama dan menunaikan kewajiban kita untuk membantu mereka memiliki kehidupan yang layak. Mari jadi bagian dari kami untuk bersama menghentikan bencana kelaparan yang tak kunjung berakhir ini. (tribunnews.com dan astalog.com☆)

Tanggal Nominal
IRSAN JAELANI
8 Februari 2018
Rp 100.926

Total donatur : 1 orang