Detail Program

Kemanusiaan

Mari Bantu Selamatkan Mereka dari Kelaparan

Terkumpul
Rp 3.010.823
Target
Rp 1.000.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
222 hari

BERAKHIR PADA:
30 Juni 2018
Penerima Manfaat:
1.000 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
5 April 2018

Empat tewas dalam ledakan bom pinggir jalan di Mogadishu

Empat orang tewas dan sembilan orang lagi cedera dalam ledakan ranjau darat di Mofadishu, Somalia, Rabu malam (4/4), kata polisi dan beberapa sumber medis.

Mohamed Abdi, seorang perwira polisi, sebagaimana dikutip dari Xinhua, di Jakarta, Kamis,  ledakan tersebut yang diduga ditujukan ke satu kendaraan pemerintah terjadi di dekat satu masjid di Kabupaten Karan Utara di Mogadishu.

"Saya dapat mengkonfirmasi empat orang meninggal dan sembilan orang lagi cedera. Ledakan terjadi di dekat satu masjid di persimpangan Sana`a di Karan," kata Abdi kepada Xinhua.

Beberapa saksi mata mengatakan satu kendaraan pemerintah yang baru saja melintasi daerah tersebut diduga sebagai sasaran.

"Ledakan terjadi beberapa detik setelah satu kendaraan pemerintah melintas," kata Omar Muhidin, seorang warga.

Direktur Aamin Ambulance Abdilkadir Abdirrahman mengatakan kepada Xinhua bahwa mereka telah membawa korban cedera ke rumah sakit di kota itu.

"Kami telah membawa sembilan orang ke rumah sakit yang berdekatan. Kami juga membawa dua jenazah," kata Abdirrahman.

Ledakan tersebut terjadi di tengah serangan yang meningkat di kota itu dalam beberapa pekan belakangan. Sebagian serangan tersebut diakui oleh kelompok gerilyawan Ash-Shabaab.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas ledakan ranjau darat paling akhir itu. (antaranews.com)


Deskripsi Program


Saat ini, hampir tiga juta orang di Somalia menghadapi kerawanan pangan. Puluhan kematian terjadi di kota Awdinle, juga di wilayah Bay, akibat kolera. Penyakit ini sering mewabah karena kurangnya air minum yang bersih.

Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Farmajo, menyatakan kekeringan ini sebagai bencana nasional. Kekeringan di Somalia disebabkan antara lain oleh fenomena cuaca El Nino yang dampaknya menerjang kawasan timur dan selatan Afrika. Kekeringan ini, selain berakibat pada kurangnya makanan juga menyebabkan banyak kasus dehidrasi.

Setidaknya 110 orang, sebagian besar di antaranya perempuan dan anak-anak, meninggal karena kelaparan dan penyakit yang dipicu kondisi kekeringan di Somalia dalam kurun 48 jam. Korban berasal dari daerah pedesaan di barat daya Somalia, di mana wilayah itu mengalami kekeringan paling parah. Hingga saat ini belum diketahui berapa banyak korban meninggal lainnya di seluruh negeri ini.

Sebagai Lembaga Zakat Nasional di Indonesia ,Rumah Yatim terpanggil untuk bisa hadir membantu meringankan penderitaan mereka,Sungguh suatu hal yang sangat mulia sa'at seorang mukmin memiliki ketajaman mata hati dalam kepedulian kepada sesama karena sejatinya mereka di Somalia juga adalah saudara kita sesama muslim.

Dari Anas bin Malik radliyallahu anhu, dari Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah beriman kepadaku seseorang yang bermalam dalam keadaan kenyang padahal tetangganya yang di sampingnya dalam keadaan lapar sedangkan ia mengetahuinya. [HR ath-Thabraniy]

Dalam hadits An Nu'man bin Basyir_radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda :

“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)'.” [HR. Al Bukhari – Muslim]

Rumah Yatim berencana akan memberikan bantuan untuk para korban bencana kekeringan dan kelaparan di Somalia terutama untuk anak-anak yang menjadi korban,Rumah Yatim memiliki misi besar untuk membantu mereka sebagai generasi penerus bangsanya agar bisa membangun negaranya dimasa yang akan datang agar menjadi negara yang makmur dan bermartabat.

Bantuan yang akan diberikan bukan saja berbentuk bantuan pangan yang nanti akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan anak anak korban bencana tetapi kedepannya Rumah Yatim pun akan membentu pendidikan dan kesehatan mereka sehingga mereka bisa bertahan hidup dan menjadi kuat dari sisi sik,mental dan pendidikan demi masa depan mereka dan bangsanya.

Rumah Yatim tentu tidak akan bisa mewujudkan semua cita-cita dan visi besar ini tanpa bantuan semua pihak ,baik pemerintah dan juga para Donatur dan para dermawan di Indonesia. Mari bersama kita membuka hati dan mata kita untuk bisa bersama membantu sesama disana.

 

UPDATE #5
5 April 2018

Empat tewas dalam ledakan bom pinggir jalan di Mogadishu

Empat orang tewas dan sembilan orang lagi cedera dalam ledakan ranjau darat di Mofadishu, Somalia, Rabu malam (4/4), kata polisi dan beberapa sumber medis.

Mohamed Abdi, seorang perwira polisi, sebagaimana dikutip dari Xinhua, di Jakarta, Kamis,  ledakan tersebut yang diduga ditujukan ke satu kendaraan pemerintah terjadi di dekat satu masjid di Kabupaten Karan Utara di Mogadishu.

"Saya dapat mengkonfirmasi empat orang meninggal dan sembilan orang lagi cedera. Ledakan terjadi di dekat satu masjid di persimpangan Sana`a di Karan," kata Abdi kepada Xinhua.

Beberapa saksi mata mengatakan satu kendaraan pemerintah yang baru saja melintasi daerah tersebut diduga sebagai sasaran.

"Ledakan terjadi beberapa detik setelah satu kendaraan pemerintah melintas," kata Omar Muhidin, seorang warga.

Direktur Aamin Ambulance Abdilkadir Abdirrahman mengatakan kepada Xinhua bahwa mereka telah membawa korban cedera ke rumah sakit di kota itu.

"Kami telah membawa sembilan orang ke rumah sakit yang berdekatan. Kami juga membawa dua jenazah," kata Abdirrahman.

Ledakan tersebut terjadi di tengah serangan yang meningkat di kota itu dalam beberapa pekan belakangan. Sebagian serangan tersebut diakui oleh kelompok gerilyawan Ash-Shabaab.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas ledakan ranjau darat paling akhir itu. (antaranews.com)

UPDATE #4
28 Maret 2018

​Bom Mobil Kembali Guncang Somalia, 14 Meninggal

Sebuah bom di dalam mobil meledak di dekat markas parlemen di Ibu Kota Somalia, Mogadishu, Minggu waktu setempat. Empat orang dikabarkan tewas termasuk sopir mobil tersebut, dan beberapa orang terluka. 

Dilansir dari Washington Post, Minggu 25 Maret 2018, asap hitam pekat mengepul ke atas di daerah yang penuh pos pemeriksaan keamanan tersebut. Jarak antara lokasi bom meledak dengan Istana Kepresidenan Somalia diketahui hanya sekitar 200 meter. 

Bom tersebut pun meledak di pos pemeriksaan setelah sebelumnya sempat dihentikan oleh tentara setempat karena mencurigakan. Dua di antara korban tewas pun diketahui adalah tentara, dan hampir 10 orang terluka karena insiden tersebut. 

Insiden ini terjadi setelah beberapa jam sebelumnya bom mobil juga meledak di luar Ibu Kota. Satu orang plus sopir tewas dalam insiden tersebut. 

Teror bom mobil ini memiliki jeda tiga hari setelah terjadinya insiden serupa di Mekah. Akibat insiden tersebut 14 orang tewas dan 10 orang lainnya terluka.(viva.co.id)

UPDATE #3
23 Maret 2018

Ribuan Korban Akibat Kekeringan Selama Tahun 2017

Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Khaire mengatakan bencana kelaparan di negaranya telah menelan korban jiwa sedikitnya 110 orang dalam kurun waktu 48 jam pada tahun 2017. Sebagian besar yang tewas adalah anak-anak dan lanjut usia di wilayah Bay, bagian barat daya Somalia. Somalia telah lama dilanda kekeringan parah yang berdampak pada kelaparan yang dialami penduduk di negara itu.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bencana kelaparan mungkin berulang di Somalia setelah sebelumnya bencana serupa telah merenggut sedikitnya 260.000 nyawa di seluruh Somalia pada 2011. WHO menyebutkan bahwa lebih dari 6,2 juta penduduk termasuk 70.000 anak yang menderita kekurangan gizi kini membutuhkan bantuan kemanusiaan sesegera mungkin.

Ribuan penduduk telah membanjiri ibukota Somalia untuk mendapatkan bantuan makanan. Lebih dari  7.000 penduduk kehilangan tempat tinggal turut mendapatkan perlindungan di sebuah pusat bantuan makanan. Bencana kekeringan menyebabkan diare, kolera dan demam campak merebak di beberapa wilayah di seluruh Somalia. Diperkirakan, 5,5 juta penduduk kini berisiko terinfeksi penyakit kolera dan diarea disebabkan kurangnya pasokan air bersih di ke banyak daerah.

Penderitaan yang mereka rasakan akan terasa ringan saat banyak orang yang peduli dengan keadaan mereka. Semakin banyak dalam membantu orang lain, tanpa kita sadari semakin banyak pula senyuman yang tercipta di bibir mereka. Mari bantu ringankan beban mereka serta semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan bagi kita semua dalam berbuat kebaikan.

UPDATE #2
7 Maret 2018

Bom Mobil Kembar Hantam Ibu Kota Somalia, 18 Tewas


MOGADISHU - Tak ada habisnya penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat Somalia. Kekeringan yang terus melanda mengakibatkan kemiskinan dan kelaparan dimana-mana. Di tambah dengan kejadian Bom Mobil Kembar yang terjadi di ibu kota Somalia, Mogadishu. Sedikitnya 18 orang tewas dan 20 orang lainnya lula-luka akibat pengeboman ini. Kelompok militan al-Shabaab menjadi dalang serangan tersebut di mana pasukan keamanan berhasil menembak mati lima pelaku penyerangan.

Polisi dan petugas ambulans mengatakan adanya penembakan yang terjadi di dekat kediaman presiden pada saat ledakan tersebut terjadi. Polisi mengatakan bom mobil pertama meledak setelah gerilyawan menyerang sebuah pos pemeriksaan di dekat kediaman presiden dengan menembak petugas keamanan. Ledakan kedua adalah bom mobil yang diparkir di depan sebuah hotel yang berada jauh dari istana.

Militan turun dari mobil saat mereka mendekati istana, bom mobil bunuh diri tersebut meledak di luar istana dimana ada banyak tentara militer yang menjaga jalan yang berdekatan dengan istana.

Pada bulan Oktober lalu, lebih dari 500 orang tewas dalam ledakan bom kembar di Mogadishu. Serangan bom tersebut merupakan yang paling mematikan sejak al-Shabaab memulai pemberontakan pada tahun 2007. Al-Shabaab tidak mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut. (www.sindonews.com)

UPDATE #1
26 Januari 2018

Betapa Mereka Membutuhkan Perhatian Kita

Kelaparan adalah salah satu masalah yang masih kompleks dalam dunia global. Ada beberapa negara di berbagai benua masih merasakan hal ini. Salah satu negara yang mengalami bencana kelaparan yang parah bisa di lihat di Somalia. Negara Somalia merupakan suatu wilayah yang dianggap kurang menguntungkan bagi kepentingan negara maju dan berkembang, karena di kawasan ini seringkali terjadi konflik yang menimbulkan adanya krisis kemanusiaan bagi sebagian besar penduduk di Somalia.

Penyebab bencana kelaparan biasanya dikarenakan adanya konflik, kemiskinan, dan bahkan alam pun ikut berperan seperti kekeringan. Sebenarnya yang menjadi masalah dalam bencana kelaparan bukan hanya tidak ada barang-barang yang dapat dikonsumsi tetapi kemampuan daya beli masyarakat yang rendah dan tidak adanya koordinasi yang baik.

Semenjak tahun 1991, wilayah Somalia tidak pernah memiliki pemerintahan yang bersifat fungsional, dikarenakan wilayah Somalia diatur oleh para militan militer bersenjata dari berbagai suku. Pada tahun 1990 wilayah Somalia mengalami krisis kekurangan bahan pangan yang menyebabkan sebagian besar penduduk meninggal dunia akibat kemunduran perekonomian negaranya.

Yang terparah dan menyayat hati adalah anak-anak Suriah menderita gizi buruk akibat tak tersedianya bahan makanan setelah tiga tahun tidak turun hujan di daerah ini. Ini adalah musim kering terpanjang yang pernah terjadi di Somalia sejak tahun 1950. Akibat kekeringan ini, Somalia berada pada titik puncak bencana kelaparan yang parah. Bencana ini menyebabkan puluhan bayi dan anak-anak sakit dan mudah terinfeksi penyakit karena tubuhnya kekurangan nutrisi, sehingga sistem imunitasnya tak berjalan dengan baik.

 

Bisa kita ketahui bagaimana menderita nya warga Somalia khususnya anak-anak yang setiap hari nya harus merasakan kelaparan dan haus sepanjang hari. Kekeringan yang membuat mereka menangis menahan rasa lapar dan haus.

Sudahkah kita disini bergerak untuk meringankan derita mereka disana? Inilah alasan yang jelas bagi kita untuk berjalan bersama dan menunaikan kewajiban kita untuk membantu mereka memiliki kehidupan yang layak. Mari jadi bagian dari kami untuk bersama menghentikan bencana kelaparan yang tak kunjung berakhir ini. (tribunnews.com dan astalog.com☆)

Tanggal Nominal
IRSAN JAELANI
8 Februari 2018
Rp 100.926
Dicky Rinaldo
1 Maret 2018
Rp 60.373
Dicky Rinaldo
6 Maret 2018
Rp 150.891
Hamba Allah
22 Maret 2018
Rp 40.205
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 20.403
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 100.855
Dicky Rinaldo
5 April 2018
Rp 583.304
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 100.801
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 100.806
Hamba Allah
15 April 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 50.827
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 1.500.457
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 100.975

Total donatur : 13 orang