Detail Program

Kemanusiaan

Bantu Pengadaan Perahu Evakuasi Bencana

Terkumpul
Rp 2.520.699
Target
Rp 275.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
233 hari

BERAKHIR PADA:
30 Juni 2018
Penerima Manfaat:
0 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
15 Februari 2018

Rumah Yatim Tegal Tanggap Bencana Banjir Sidekaton

Tim Tanggap Bencana Rumah Yatim Tegal paling terdepan dalam memberikan bantuan kepada korban banjir Sidekaton, Senin (12/2). Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Sidekaton yang menyambut kedatangan tim Rumah Yatim Tegal.

“Sebelumnya kami belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Rumah Yatimlah yang pertama kali datang ke tempat kami,” ungkapnya.

Menurutnya, daerah tersebut adalah daerah langganan banjir tiap tahunnya dan banjir kali ini merupakan banjir yang paling terbesar di banding tahun-tahun sebelumnya. Untuk memenuhi kebutuhan korban banjir, pihak desa Sidekaton mengumpulkan dana dari swadaya masyarakat, sebelum Rumah Yatim datang. Pihaknya belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Atas dana swadaya tersebut didirikanlah dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan korban banjir. 

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman menuturkan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang cukup dadakan sehingga pihak Rumah Yatim tidak melakukan survei terlebih dahulu. Pada saat mendengar ada bencana di daerah Sidekaton yang berjarak sekitar 6 km antara asrama dan daerah tersebut. Maka Jajang pun langsung menuju ke tempat tersebut dengan membawa beras dan mie untuk membantu meringankan para korban. Karena sudah didirikan dapur umum, maka pihak Rumah Yatim pun memberikan bantuan tersebut ke dapur umum agar dikelola dengan bijaksana.

“Kami tidak tahu kalau kebutuhan yang paling mendesak adalah makanan siap saji, tapi Alhamdulillah apa yang kami bawa untuk para korban akan dikelola oleh dapur umum desa dan itu sangat bermanfaat untuk semua korban,” tuturnya.


Deskripsi Program


Salah satu peralatan Relawan dilapangan untuk membantu korban bencana banjir yang sering terjadi Indonesia adalah perahu karet  yang berfungsi mengevakuasi korban.

Banyaknya titik banjir di Indonesia menuntut lembaga Zakat yang memiliki program peduli bencana seperti Rumah Yatim untuk siap siaga tanggap bencana banjir menjelang musim penghujan.

Rumah Yatim masih memiliki keterbatasan sarana evakuasi untuk bisa membantu sesama yang menjadi korban bencana padahal peran Rumah Yatim selama ini  dalam upaya membantu menyelamatkan korban selalu dinanti sa’at bencana melanda.

Mari bantu selamatkan para korban bencana agar terhindar dari dampak bencana yang lebih fatal dengan membantu pengadaan 2 buah perahu karet untuk bantu sesama dengan spesifikasi kebutuhan sebagai berikut:

  • Perahu karet standar militer merk Z-pro 470 made in Korea.
  • Panjang 470 cm
  • Panjang dalam 345 cm
  • Lebar 190 cm
  • Lebar dalam 90 cm
  • Diameter tube 50 cm
  • Mesin 50 H.P
  • Pentel 5+1
  • Berat Kapasitas 1100 kg
  • Kapasitas 1o orang
  • Harga :130.000.000;/pcs

 

UPDATE #4
15 Februari 2018

Rumah Yatim Tegal Tanggap Bencana Banjir Sidekaton

Tim Tanggap Bencana Rumah Yatim Tegal paling terdepan dalam memberikan bantuan kepada korban banjir Sidekaton, Senin (12/2). Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Sidekaton yang menyambut kedatangan tim Rumah Yatim Tegal.

“Sebelumnya kami belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Rumah Yatimlah yang pertama kali datang ke tempat kami,” ungkapnya.

Menurutnya, daerah tersebut adalah daerah langganan banjir tiap tahunnya dan banjir kali ini merupakan banjir yang paling terbesar di banding tahun-tahun sebelumnya. Untuk memenuhi kebutuhan korban banjir, pihak desa Sidekaton mengumpulkan dana dari swadaya masyarakat, sebelum Rumah Yatim datang. Pihaknya belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Atas dana swadaya tersebut didirikanlah dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan korban banjir. 

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman menuturkan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang cukup dadakan sehingga pihak Rumah Yatim tidak melakukan survei terlebih dahulu. Pada saat mendengar ada bencana di daerah Sidekaton yang berjarak sekitar 6 km antara asrama dan daerah tersebut. Maka Jajang pun langsung menuju ke tempat tersebut dengan membawa beras dan mie untuk membantu meringankan para korban. Karena sudah didirikan dapur umum, maka pihak Rumah Yatim pun memberikan bantuan tersebut ke dapur umum agar dikelola dengan bijaksana.

“Kami tidak tahu kalau kebutuhan yang paling mendesak adalah makanan siap saji, tapi Alhamdulillah apa yang kami bawa untuk para korban akan dikelola oleh dapur umum desa dan itu sangat bermanfaat untuk semua korban,” tuturnya.

UPDATE #3
6 Februari 2018

Hujan Deras Akibatkan Banjir dan Longsor di Jakarta-Bogor

Hujan deras turun sejak pagi hari pada Senin (5/2) di kawasan Puncak dan di beberapa wilayah Jakarta. Sementara di Kabupaten Bogor banjir mengakibatkan longsor yang menewaskan setidaknya tiga orang. Para petugas penyelamat masih mencari kemungkinan korban lain, namun upaya itu dihentikan sementara karena hari mulai gelap, dan akan dilanjutkan pagi ini.Longsoran tanah yang menutupi berbagai ruas jalan mengakibatkan pula pengalihan lalu lintas, dan akhirnya jalur Jakarta-Bogor ditutup sepenuhnya.

Tinggi muka air (TMA) Bendungan Katulampa semula mencapai 240 centimeter sehingga statusnya sempat ditetapkan pada siaga satu. Namun menjelang sore, permukaan air menurun hingga sekitar 160 cm, dan status kewaspadaan banjir diturunkan menjadi Siaga 2. Namun, warga bantaran kali Ciliwung tetap mewaspadai banjir.

Meningkatnya volume air di Bendungan Katulampa disebabkan hujan yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya sejak Senin (05/02) dini hari kemarin. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan bahwa pada sekitar pukul 17:00 WIB, debit banjir akan sampai di Pintu Air Manggarai, Jakarta.

"Banjir diprediksi akan menggenangi bantaran sungai di sekitar wiilayah di Jakarta seperti daerah Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina dan Kampung Melayu," ujar Sutopo.

Di sekitar aliran sungai di Pejaten, Jakarta Timur, banyak rumah yang sudah terendam dan sejumlah warga diungsikan. Di Kampung Melayu dan Srengseng, air juga setidaknya sudah mencapai lutut orang dewasa. Di Lenteng Agung, air sudah mencapai pinggang orang dewasa.Banjir juga melanda kawasan Sunter Agung, sebagaimana dialami Tom de Souza, seorang warga Australia yang sedang magang di Universitas Atma Jaya,

''Rumah-rumah terendam air, atau setidaknya dikepung air," kata Tom.

Hingga kemarin petang hujan masih berlangsung di wilayah Bogor sehingga dapat menambah debit banjir Sungai Ciliwung. Hujan deras juga mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa lokasi di Bogor, antara lain di wilayah di Jalan Widuri, Baranangsiang, Bogor Timur; Taman Riung Gunung di Cisarua, Bogor dan wilayah sekitar Masjid Atta'awun di Cisarua, Bogor. ( source : BBC.com )

UPDATE #2
20 Desember 2017

Rumah Yatim Bantu Korban Bencana Banjir Yogya

Rumah Yatim area Yogyakarta dengan program bantuan bencananya mengunjungi posko induk pengungsian bencana di Balai Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul, untuk menyalurkan bantuan berupa peralatan tidur, sembako, obat-obatan, popok bayi, popok dewasa dan karpet kepada 500 pengungsi korban bencana banjir.

Bantuan langsung diserahkan Faizin salah satu tim relawan Rumah Yatim kepada kepala dusun Kebonagung.

Menurut Faizin, kedatangan tim relawan Rumah Yatim disambut hangat para pengungsi yang sangat saat itu sedang beristirahat. Adapun anak-anak yang sedang bermain, mereka langsung mengerumumi tim relawan.

Kedatangan tim pun sempat membuat ramai suasana posko yang saat itu sedang sepi, disana tim berbincang dengan para korban.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur atas kepedualiannya kepada kami, InsyaAllah bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami. Kami hanya bisa berdoa, semoga Allah selalu memberkahi Rumah Yatim dan para donaturnya,” ungkap kepala dusun Kebonagung.

UPDATE #1
19 Desember 2017

715 Kepala Keluarga Terima Bantuan Peduli Banjir

Sebanyak 715 kepala keluarga menerima bantuan peduli banjir. Rumah Yatim cabang Aceh menyalurkan bantuan peduli banjir kepada korban banjir di Lhoksukon, Aceh Utara, Jum'at (8/12) kemarin. Bantuan bencana banjir merupakan salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap korban banjir di wilayah tersebut.

Menurut pengurus Rumah Yatim Aceh, Dewi mengungkapkan Rumah Yatim telah menyalurkan bantuan peduli bencana banjir kelima titik lokasi yang berbeda. Tiga daerah diantaranya daerah yang terisolir terendam banjir.

"Alhamdulillah kondisi air sudah mulai surut" ucap Dewi, jum'at (8/12).

Ketika Rumah Yatim tiba di lokasi, masyarakat menyambut antusias kedatangan Rumah Yatim. Seperti yang dikatakan dewi "Kedatangan kami disambut baik dan antusias oleh warga Lhoksukon." imbuhnya.

Adapun bantuan yang Rumah Yatim salurkan berupa sembako 1 ton beras, makanan cepat saji, pakaian layak pakai, air mineral, alat MCK dan kebutuhan obat-obatan.

Dewi menyebutkan sekitar 715 kepala keluarga yang mendapat bantuan peduli banjir dan 103 untuk yatim.

Dewi berharap semoga dengan diberikannya bantuan ini, masyarakat Lhoksukon khususnya korban banjir, bisa membantu kebutuhan para korban yang ada di posko pengungsian.

"Semoga dengan penyaluran bantuan ini juga bisa menambah kepercayaan donatur kepada Rumah Yatim." Pungkasnya.

 

Tanggal Nominal
tara sugianto
12 Desember 2017
Rp 20.699
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 2.500.000

Total donatur : 2 orang