Detail Program

Kemanusiaan

Bantu Pengadaan Perahu Evakuasi Bencana

Terkumpul
Rp 3.173.708
Target
Rp 275.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
325 hari

BERAKHIR PADA:
30 September 2018
Penerima Manfaat:
0 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
28 April 2018

Rumah Yatim Lampung Siap Siaga Bantu Korban Bencana

Kiprah Rumah Yatim dalam tanggap bencana sudah bukan hal yang baru. Tanggap akan bencana itu disebabkan kesigapan tim yang selalu siap dalam berbagai situasi. Hal itu dilakukan Rumah Yatim Lampung yang selalu menerima tugas jika ada bencana.

“Insya Allah kami sigap, tanggap dan cepat dalam siaga bencana,” ujar Kepala Asrama Rumah Yatim Lampung, Hendy Alfazryn.

Menurutnya, Rumah Yatim Lampung sudah dua kali menyalurkan bantuan untuk daerah yang tertimpa bencana. Pertama, untuk korban longsor. Kedua, di daerah Kalianda Lampung Selatan, di mana terjadi banjir besar yang menghanyutkan rumah dan harta benda masyarakat. Sebagai bentuk perhatian dan empati kepada korban banjir, Rumah Yatim pun mengunjungi daerah tersebut. Namun pada kesempatan tersebut, Rumah Yatim tidak bisa langsung menyalurkan kepada korban banjir. Karena semua bantuan di koordinir oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan. 

Meskipun tidak bisa menyalurkan langsung bantuan, Hendy berharap bantuan bisa dapat sampai kepada korban bencana dan dapat mengobati kesedihan para korban.

“Semoga bisa sedikit mengobati para korban bencana, yang mana mereka banyak kehilangan harta bendanya,” ungkap Hendy.

Sebagai koordinator penanggulangan bencana di daerah tersebut, pihak BPBD pun berterima kasih atas bantuan Rumah Yatim, melalui Ketua BPBD Lampung Selatan I Ketut Sukerta.

“Terima kasih banyak atas segala partisipasinya, mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat kami yang tertimpa bencana. Semoga Rumah Yatim dapat lebih maju, lancar, dan rezekinya melimpah karena telah membantu masyarakat,” paparnya.


Deskripsi Program


Salah satu peralatan Relawan dilapangan untuk membantu korban bencana banjir yang sering terjadi Indonesia adalah perahu karet  yang berfungsi mengevakuasi korban.

Banyaknya titik banjir di Indonesia menuntut lembaga Zakat yang memiliki program peduli bencana seperti Rumah Yatim untuk siap siaga tanggap bencana banjir menjelang musim penghujan.

Rumah Yatim masih memiliki keterbatasan sarana evakuasi untuk bisa membantu sesama yang menjadi korban bencana padahal peran Rumah Yatim selama ini  dalam upaya membantu menyelamatkan korban selalu dinanti sa’at bencana melanda.

Mari bantu selamatkan para korban bencana agar terhindar dari dampak bencana yang lebih fatal dengan membantu pengadaan 2 buah perahu karet untuk bantu sesama dengan spesifikasi kebutuhan sebagai berikut:

  • Perahu karet standar militer merk Z-pro 470 made in Korea.
  • Panjang 470 cm
  • Panjang dalam 345 cm
  • Lebar 190 cm
  • Lebar dalam 90 cm
  • Diameter tube 50 cm
  • Mesin 50 H.P
  • Pentel 5+1
  • Berat Kapasitas 1100 kg
  • Kapasitas 1o orang
  • Harga :130.000.000;/pcs

 

UPDATE #10
28 April 2018

Rumah Yatim Lampung Siap Siaga Bantu Korban Bencana

Kiprah Rumah Yatim dalam tanggap bencana sudah bukan hal yang baru. Tanggap akan bencana itu disebabkan kesigapan tim yang selalu siap dalam berbagai situasi. Hal itu dilakukan Rumah Yatim Lampung yang selalu menerima tugas jika ada bencana.

“Insya Allah kami sigap, tanggap dan cepat dalam siaga bencana,” ujar Kepala Asrama Rumah Yatim Lampung, Hendy Alfazryn.

Menurutnya, Rumah Yatim Lampung sudah dua kali menyalurkan bantuan untuk daerah yang tertimpa bencana. Pertama, untuk korban longsor. Kedua, di daerah Kalianda Lampung Selatan, di mana terjadi banjir besar yang menghanyutkan rumah dan harta benda masyarakat. Sebagai bentuk perhatian dan empati kepada korban banjir, Rumah Yatim pun mengunjungi daerah tersebut. Namun pada kesempatan tersebut, Rumah Yatim tidak bisa langsung menyalurkan kepada korban banjir. Karena semua bantuan di koordinir oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan. 

Meskipun tidak bisa menyalurkan langsung bantuan, Hendy berharap bantuan bisa dapat sampai kepada korban bencana dan dapat mengobati kesedihan para korban.

“Semoga bisa sedikit mengobati para korban bencana, yang mana mereka banyak kehilangan harta bendanya,” ungkap Hendy.

Sebagai koordinator penanggulangan bencana di daerah tersebut, pihak BPBD pun berterima kasih atas bantuan Rumah Yatim, melalui Ketua BPBD Lampung Selatan I Ketut Sukerta.

“Terima kasih banyak atas segala partisipasinya, mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat kami yang tertimpa bencana. Semoga Rumah Yatim dapat lebih maju, lancar, dan rezekinya melimpah karena telah membantu masyarakat,” paparnya.

UPDATE #9
26 April 2018

Korban Meluapnya Sungai Citepus Trauma Banjir Kembali Datang

Pasca banjir yang merendam Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung pada Sabtu (21/4) kemarin, masyarakat sekitar masih dalam kondisi trauma. Hal ini terlihat saat hujan mengguyur kembali wilayah tersebut. Sebelumnya daerah tersebut terkena banjir akibat meluapnya Sungai Citepus.

Menurut Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Neni Nuraeni, dampak banjir tersebut bukan hanya melemahkan keutuhan ekonomi dan merusak sejumlah rumah. Akan tetapi, secara psikologis masyarakat sekitar terlihat trauma. Hal ini, kata dia, terlihat saat hujan turun tidak terlalu besar di wilayah tersebut. Raut muka was-was dan khawatir terlihat dari para korban banjir Sungai Citepus.

"Masyarakatnya agak galau dan ketakutan. Jika hujan sedikit sudah mulai ketakutan. Dan sensitif ketika kita datang banyak orang, mungkin mereka khawatir," jelasnya.

Kondisi memang dimaklumi oleh Neni, karena hal tersebut sebelumnya tidak ada hujan yang turun di daerah Cibadak. Akan tetapi volume air terus naik dan meluap dari Sungai Citepus. Menurut dia, kurang lebih ketinggian air saat itu satu hingga dua meter. Hal inilah yang menjadi kemungkinan masyarakat selalu merasa khawatir.

"Misalnya pada Sabtu kemarin di sini tidak hujan, tiba-tiba kali citepus meluap tidak diprediksi. Airnya sampai dua meter," ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Rumah Yatim Area Jawa Barat. Menurut dia, bantuan tersebut sangat berguna dan membantu para korban. Sedikit banyaknya bantuan, kata dia, sangat bermanfaat bagi korban terdampak banjir tersebut.

"Pertama saya ucapkan terima kasih banyak kepada Rumah Yatim karena telah membantu kami," ungkapnya.

UPDATE #8
21 Maret 2018

Rumah Yatim Bersama Dinsos Akan Buka Posko Bantuan Banjir Cicaheum

Intesitas hujan tinggi disertai angin dan petir yang melanda Kota Bandung Selasa (20/03) kemarin mengakibatkan banjir besar di 8 wilayah, yakni Cicaheum, Cikadut (Jalan AH Nasution), Jalan Purwakarta Antapani, Jalan Polo Air Arcamanik, Jalan Terusan Jakarta, Jalan Rumah Sakit, Jalan Terusan Rumah Sakit, dan Perempatan Gedebage Soekarno-Hatta.

Dikatakan Soleh salah satu tim relawan Rumah Yatim, banjir bercampur lumpur ini diduga berasal dari luapan Sungai Cileuweung dan Sungai Cipamokolan yang tidak mampu menampung debit air yang terlalu besar. Akibatnya aliran air yang berasal dari kawasan Bandung Utara itu menghanyutkan berbagai material.

Soleh pun menuturkan bahwa dari 8 wilayah tersebut, wilayah Caheum lah yang dinilai paling parah. Pasalnya di wilayah tersebut sampai terjadi banjir bandang yang mengakibatkan belasan kendaraan hanyut dan rusak parah. Tidak hanya itu, tingginya volume air sungai beserta material lumpur menutup akses Jalan.

Menindaklanjuti fenomena tersebut, Soleh beserta tim relawan Rumah Yatim yang telah bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Bandung berencana untuk membuka posko bantuan banjir bandang di Kel. Cicaheum Kec.Kiaracondong Kota Bandung. 

“Insya Allah kami dari tim relawan Rumah Yatim dan dinsos kota Bandung akan membuka posko banjir di wilayah Caheum, saat ini kami sedang melakukan survei lokasi. Mohon doa nya semoga rencana ini berjalan dengan sukses dan lancar,” pungkas Soleh, Rabu (21/03).

UPDATE #7
12 Maret 2018

Bantuan Pokok dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Korban Banjir Bandung

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan sejumlah bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat korban banjir di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (10/3). Bantuan ini diserahkan langsung  oleh tim Rumah Yatim Area Jawa Barat ke lokasi banjir.

Menurut Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, sejumlah bantuan seperti bahan pokok untuk makan serta air bersih untuk konsumsi keseharian. Di samping itu, kata dia, lokasi ini dipilih karena masyarakat di wilayah tersebut sudah berminggu-minggu terisolir untuk melakukan aktivitas.

"Mudah-mudahan apa yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban para korban," paparnya, saat menyerahkan bantuan di lokasi banjir.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua RW 06 Cecep Saripudin, di Bale RW 06. Selain itu, untuk mengakses ke lokasi korban, tim Rumah Yatim Jawa Barat harus menggunakan perahu kayu. Sehingga, bantuan bisa langsung diterima oleh masyarakat.

Selain itu, kata Deni, pada kesempatan yang sama Rumah Yatim Jawa Barat memberikan pelayanan kesehatan gratis. Proses door to door dipilih Rumah Yatim Jawa Barat, guna meninjau langsung kondisi masyarakat. Pemberian fasilitas pengobatan gratis ini, menurutnya penting karena sejumlah masyarakat sudah terjangkit penyakit kulit. "Sudah banyak dari mereka yang mengeluh sakit, dan kurang bahan pokok makanan pula," jelasnya.

 

UPDATE #6
10 Maret 2018

Rumah Yatim Beri Perahu Bagi Korban Banjir Kabupaten Bandung

Intensitas hujan yang meninggi sejak beberapa hari ke belakang menyebabkan banjir kembali melanda kawasan Kabupaten Bandung. Sedikitnya, sekitar tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, yang meliputi Kecamatan Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot, kembali terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi, Jumat (9/3).

Dari pantauan tim Rumah Yatim di lokasi, banjir yang menerjang daerah tersebut kembali sudah meninggi sejak Kamis (8/3) malam. Selain itu, banjir pula merendam sejumlah akses jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung. Akibatnya, transportasi yang mengarah ke daerah Kabupaten Bandung mengalami lumpuh dan kemacetan cukup parah.

Untuk aktivitas warga, saat ini dibantu dengan menggunakan sampan milik pribadi maupun para relawan yang turun ke lokasi banjir. Hingga Jumat (9/3) siang ketinggian air masih cukup bervariatif di tiga kecamatan tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim cepat tanggap dan langsung memberikan satu buah perahu kayu, guna menunjang aktivitas masyarakat. Perahu ini diserahkan secara langsung oleh tim Rumah Yatim kepada masyarakat di Kampung Ciputat, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Menurut pemarapan Manager Area Jawa Barat, Deni Rustandi, daerah tersebut menjadi kawasan yang terparah. Hal ini dikarenakan, sambung dia, sampai Jumat siang ketinggian air masih berada di tiga meter.

"Kami berikan perahu kayu standar untuk mobilitas warga, karena di sini sepertinya cukup terisolir," papar Deni, kepada jurnalis Rumah Yatim melalui sambungan telepon, Jumat (9/3).

Selain itu, rencananya untuk membantu korban banjir di Kabupaten Bandung, Rumah Yatim akan menyerahkan bantuan air bersih. Air bersih ini rencananya akan diserahkan pada hari ini (10/3) oleh tim Rumah Yatim kepada masyarakat.

UPDATE #5
24 Februari 2018

Relawan Rumah Yatim Akan Terjun ke Lokasi Bencana di Kuningan

Hujan yang mengguyur Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sejak Kamis (22/2) sore hingga malam mengakibatkan terjadinya longsor dan banjir di sejumlah desa yang berada di Kabupaten Kuningan. Sebanyak 14 desa dari delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Kuningan terdampak bencana alam tersebut.

Menurut pemaparan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan Agus Maulidin, yang dilansir antaranews, dirinya mendapat laporan 14 desa yang tersebar di delapan kecamatan terdampak longsor dan banjir.

Diolah dari berbagai sumber, sedikitnya empat desa yang terdampak longsor di antaranya Desa Cipakem dan Desa Padamulya di Kecamatan Maleber. Serta Desa Perkembangan Kecamatan Garangwangi, dan Desa Sindang Jawa Kecamatan Kadugede. 

Selain itu, wilayah yang terdampak banjir di antaranya, Desa Kawungsari dan Desa Randusari di Kecamatan Cibeureum. Desa Cibingbin, Citenjo, Sukaharja di Kecamatan Cibingbin. Serta, Desa Bunder, Desa Datar di Kecamatan Cidahu. Banjir juga melanda Desa Benda dan Gunungkarung Kecamatan Luragung, serta Desa Kananga di Kecamatan Cimahi.

Sampai saat ini olah lokasi kejadian untuk evakuasi dan pemberian bantuan masih terus dijalankan oleh sejumlah relawan dan lembaga kerelawanan. Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim tergerak untuk segera datang membantu melakukan evakuasi, dan memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana.

"Tim relawan kami malam ini mau berangkat ke sana," ujar, Direktur Pendayagunaan Rumah Yatim Timbul Yuwoni, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (24/2).


#Kemanusiaan
#BantuanBencana
#Kuningan,JawaBarat

UPDATE #4
15 Februari 2018

Rumah Yatim Tegal Tanggap Bencana Banjir Sidekaton

Tim Tanggap Bencana Rumah Yatim Tegal paling terdepan dalam memberikan bantuan kepada korban banjir Sidekaton, Senin (12/2). Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Sidekaton yang menyambut kedatangan tim Rumah Yatim Tegal.

“Sebelumnya kami belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Rumah Yatimlah yang pertama kali datang ke tempat kami,” ungkapnya.

Menurutnya, daerah tersebut adalah daerah langganan banjir tiap tahunnya dan banjir kali ini merupakan banjir yang paling terbesar di banding tahun-tahun sebelumnya. Untuk memenuhi kebutuhan korban banjir, pihak desa Sidekaton mengumpulkan dana dari swadaya masyarakat, sebelum Rumah Yatim datang. Pihaknya belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Atas dana swadaya tersebut didirikanlah dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan korban banjir. 

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman menuturkan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang cukup dadakan sehingga pihak Rumah Yatim tidak melakukan survei terlebih dahulu. Pada saat mendengar ada bencana di daerah Sidekaton yang berjarak sekitar 6 km antara asrama dan daerah tersebut. Maka Jajang pun langsung menuju ke tempat tersebut dengan membawa beras dan mie untuk membantu meringankan para korban. Karena sudah didirikan dapur umum, maka pihak Rumah Yatim pun memberikan bantuan tersebut ke dapur umum agar dikelola dengan bijaksana.

“Kami tidak tahu kalau kebutuhan yang paling mendesak adalah makanan siap saji, tapi Alhamdulillah apa yang kami bawa untuk para korban akan dikelola oleh dapur umum desa dan itu sangat bermanfaat untuk semua korban,” tuturnya.

UPDATE #3
6 Februari 2018

Hujan Deras Akibatkan Banjir dan Longsor di Jakarta-Bogor

Hujan deras turun sejak pagi hari pada Senin (5/2) di kawasan Puncak dan di beberapa wilayah Jakarta. Sementara di Kabupaten Bogor banjir mengakibatkan longsor yang menewaskan setidaknya tiga orang. Para petugas penyelamat masih mencari kemungkinan korban lain, namun upaya itu dihentikan sementara karena hari mulai gelap, dan akan dilanjutkan pagi ini.Longsoran tanah yang menutupi berbagai ruas jalan mengakibatkan pula pengalihan lalu lintas, dan akhirnya jalur Jakarta-Bogor ditutup sepenuhnya.

Tinggi muka air (TMA) Bendungan Katulampa semula mencapai 240 centimeter sehingga statusnya sempat ditetapkan pada siaga satu. Namun menjelang sore, permukaan air menurun hingga sekitar 160 cm, dan status kewaspadaan banjir diturunkan menjadi Siaga 2. Namun, warga bantaran kali Ciliwung tetap mewaspadai banjir.

Meningkatnya volume air di Bendungan Katulampa disebabkan hujan yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya sejak Senin (05/02) dini hari kemarin. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan bahwa pada sekitar pukul 17:00 WIB, debit banjir akan sampai di Pintu Air Manggarai, Jakarta.

"Banjir diprediksi akan menggenangi bantaran sungai di sekitar wiilayah di Jakarta seperti daerah Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina dan Kampung Melayu," ujar Sutopo.

Di sekitar aliran sungai di Pejaten, Jakarta Timur, banyak rumah yang sudah terendam dan sejumlah warga diungsikan. Di Kampung Melayu dan Srengseng, air juga setidaknya sudah mencapai lutut orang dewasa. Di Lenteng Agung, air sudah mencapai pinggang orang dewasa.Banjir juga melanda kawasan Sunter Agung, sebagaimana dialami Tom de Souza, seorang warga Australia yang sedang magang di Universitas Atma Jaya,

''Rumah-rumah terendam air, atau setidaknya dikepung air," kata Tom.

Hingga kemarin petang hujan masih berlangsung di wilayah Bogor sehingga dapat menambah debit banjir Sungai Ciliwung. Hujan deras juga mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa lokasi di Bogor, antara lain di wilayah di Jalan Widuri, Baranangsiang, Bogor Timur; Taman Riung Gunung di Cisarua, Bogor dan wilayah sekitar Masjid Atta'awun di Cisarua, Bogor. ( source : BBC.com )

UPDATE #2
20 Desember 2017

Rumah Yatim Bantu Korban Bencana Banjir Yogya

Rumah Yatim area Yogyakarta dengan program bantuan bencananya mengunjungi posko induk pengungsian bencana di Balai Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul, untuk menyalurkan bantuan berupa peralatan tidur, sembako, obat-obatan, popok bayi, popok dewasa dan karpet kepada 500 pengungsi korban bencana banjir.

Bantuan langsung diserahkan Faizin salah satu tim relawan Rumah Yatim kepada kepala dusun Kebonagung.

Menurut Faizin, kedatangan tim relawan Rumah Yatim disambut hangat para pengungsi yang sangat saat itu sedang beristirahat. Adapun anak-anak yang sedang bermain, mereka langsung mengerumumi tim relawan.

Kedatangan tim pun sempat membuat ramai suasana posko yang saat itu sedang sepi, disana tim berbincang dengan para korban.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur atas kepedualiannya kepada kami, InsyaAllah bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami. Kami hanya bisa berdoa, semoga Allah selalu memberkahi Rumah Yatim dan para donaturnya,” ungkap kepala dusun Kebonagung.

UPDATE #1
19 Desember 2017

715 Kepala Keluarga Terima Bantuan Peduli Banjir

Sebanyak 715 kepala keluarga menerima bantuan peduli banjir. Rumah Yatim cabang Aceh menyalurkan bantuan peduli banjir kepada korban banjir di Lhoksukon, Aceh Utara, Jum'at (8/12) kemarin. Bantuan bencana banjir merupakan salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap korban banjir di wilayah tersebut.

Menurut pengurus Rumah Yatim Aceh, Dewi mengungkapkan Rumah Yatim telah menyalurkan bantuan peduli bencana banjir kelima titik lokasi yang berbeda. Tiga daerah diantaranya daerah yang terisolir terendam banjir.

"Alhamdulillah kondisi air sudah mulai surut" ucap Dewi, jum'at (8/12).

Ketika Rumah Yatim tiba di lokasi, masyarakat menyambut antusias kedatangan Rumah Yatim. Seperti yang dikatakan dewi "Kedatangan kami disambut baik dan antusias oleh warga Lhoksukon." imbuhnya.

Adapun bantuan yang Rumah Yatim salurkan berupa sembako 1 ton beras, makanan cepat saji, pakaian layak pakai, air mineral, alat MCK dan kebutuhan obat-obatan.

Dewi menyebutkan sekitar 715 kepala keluarga yang mendapat bantuan peduli banjir dan 103 untuk yatim.

Dewi berharap semoga dengan diberikannya bantuan ini, masyarakat Lhoksukon khususnya korban banjir, bisa membantu kebutuhan para korban yang ada di posko pengungsian.

"Semoga dengan penyaluran bantuan ini juga bisa menambah kepercayaan donatur kepada Rumah Yatim." Pungkasnya.

 

Tanggal Nominal
tara sugianto
12 Desember 2017
Rp 20.699
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 2.500.000
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.823
Hamba Allah
25 Mei 2018
Rp 50.826
anis wardani
12 Juni 2018
Rp 100.746
Hamba Allah
3 Juli 2018
Rp 250.102
Hamba Allah
9 Juli 2018
Rp 200.512

Total donatur : 7 orang