Detail Program

Kesehatan

Bantu 20 Desa Rawan Kesehatan di Jawa Barat

Terkumpul
Rp 373.122
Target
Rp 100.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
445 hari

BERAKHIR PADA:
30 Juni 2018
Penerima Manfaat:
5.000 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
19 Februari 2018

Ratusan Masyarakat Sukaasih Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan layanan kesehatan gratis bagi ratusan masyarakat RT 03 RW 05 Desa Sukaasih, Kecamatan Suka Tani, Bekasi, Sabtu (17/2). Pemberian layanan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim Jabodetabek dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Pada pelaksanaannya sebanyak 500 masyarakat Desa Sukaasih mendapat pelayanan kesehatan dan obat gratis dari Rumah Yatim. Antusias masyarakat cukup besar untuk mengikuti kegiatan kesehatan gratis ini. Karena, wilayah tersebut merupakan salah satu daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan seperti klinik maupun Puskesmas.

Menurut pemaparan Manager Regional Jabodetabek Sani Ramdani, sebelum melaksanakan kegiatan, tim Rumah Yatim Jabodetabek telah mensurvei lokasi. Hasilnya, pada survei tersebut layanan kesehatan bagi masyarakat Sukaasih memang masih terbilang kurang. Jarak tempuh yang cukup jauh ke tempat layanan kesehatan seperti Puskesmas pun menjadi salah satu hambatan masyarakat sekitar. "Satu lagi sama akses jalan yang jelek dan jauh dari perkotaan," paparnya.

Selain itu, pada kesempatan yang berbeda Muslihudin memaparkan, pemberian layanan kesehatan gratis ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat sekitar. Sehingga, hal ini menjadi dorongan kesadaran masyarakat akan pentingnya untuk hidup sehat.

Ia berharap, dengan pelayanan tersebut bisa tercipta lingkungan sehat yang dimulai dari masyarakatnya. Rencananya, kata dia, selain program kesehatan ini, ada program lain yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, pelaksanaannya dilakukan di wilayah yang berbeda. Hal ini bertujuan, agar masyarakat lainnya bisa terbantu seperti daerah tersebut. "Akan ada bantuan peduli sesama, bantuan biaya hidup, bantuan beasiswa dhuafa dan lainnya," tutupnya.


Deskripsi Program


Mewujudkan tatanan masyarakat yang sehat secara berkeadilan merupakan tanggung jawab bersama,melalui pengelolaan dana zakat yang diberikan oleh para muzaki,

Rumah Yatim memiliki upaya untuk menyediakan fasilitas kesehatan murah dengan kualitas terjamin bagi masyarakat Indonesia, melalui fasilitas layanan konsultasi dan pemberian obat bebas biaya, bagi para mustahik yang termasuk kedalam delapan asnaf zakat.

Tidak terbatas oleh jarak, demi memeratakan penanganan rawan kesehatan di setiap daerah, Rumah Yatim berupaya menjangkau daerah – daerah terpencil untuk mengadakan kegiatan pengobatan gratis, yang secara massif menjangkau daerah yang jauh dari akses kesehatan.

Pada tahun 2016 tidak kurang dari 47.917 mustahik di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, yang telah merasakan manfaat dari program bantuan kesehatan Rumah Yatim. Sampai akhir tahun ini Rumah Yatim berencana untuk membantu 20 Desa lain agar kemudahan fasilitas kesehatan dapat dirasakan tidak hanya bagi masyarakat perkotaan saja, akan tetapi sampai ke masyarakat kurang mampu di pelosok negeri.

 

UPDATE #9
19 Februari 2018

Ratusan Masyarakat Sukaasih Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan layanan kesehatan gratis bagi ratusan masyarakat RT 03 RW 05 Desa Sukaasih, Kecamatan Suka Tani, Bekasi, Sabtu (17/2). Pemberian layanan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim Jabodetabek dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Pada pelaksanaannya sebanyak 500 masyarakat Desa Sukaasih mendapat pelayanan kesehatan dan obat gratis dari Rumah Yatim. Antusias masyarakat cukup besar untuk mengikuti kegiatan kesehatan gratis ini. Karena, wilayah tersebut merupakan salah satu daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan seperti klinik maupun Puskesmas.

Menurut pemaparan Manager Regional Jabodetabek Sani Ramdani, sebelum melaksanakan kegiatan, tim Rumah Yatim Jabodetabek telah mensurvei lokasi. Hasilnya, pada survei tersebut layanan kesehatan bagi masyarakat Sukaasih memang masih terbilang kurang. Jarak tempuh yang cukup jauh ke tempat layanan kesehatan seperti Puskesmas pun menjadi salah satu hambatan masyarakat sekitar. "Satu lagi sama akses jalan yang jelek dan jauh dari perkotaan," paparnya.

Selain itu, pada kesempatan yang berbeda Muslihudin memaparkan, pemberian layanan kesehatan gratis ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat sekitar. Sehingga, hal ini menjadi dorongan kesadaran masyarakat akan pentingnya untuk hidup sehat.

Ia berharap, dengan pelayanan tersebut bisa tercipta lingkungan sehat yang dimulai dari masyarakatnya. Rencananya, kata dia, selain program kesehatan ini, ada program lain yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, pelaksanaannya dilakukan di wilayah yang berbeda. Hal ini bertujuan, agar masyarakat lainnya bisa terbantu seperti daerah tersebut. "Akan ada bantuan peduli sesama, bantuan biaya hidup, bantuan beasiswa dhuafa dan lainnya," tutupnya.

UPDATE #8
9 Februari 2018

Rumah Yatim Akan Beri Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi 500 Jiwa

Rumah Yatim Regional Jabodetabek melakukan survei untuk kegiatan pelayanan kesehatan di Kampung Baru RT 03 RW 05, Desa Suka Asih, Kecamatan Suka Tani, Kabupaten Bekasi. Survei ini guna meninjau lokasi dan kondisi masyarakat yang akan menerima bantuan tersebut.

Menurut pemaparan salah seorang dari Tim Pendayagunaan Rumah Yatim Jabodetabek, Rusmanto, daerah tersebut dipilih karena lokasi jauh dari faslitas kesehatan. Sehingga masyarakat di wilayah tersebut harus menempuh jarak yang jauh untuk sampai ke fasilitas kesehatan. "Seperti klinik maupun puskesmas itu jaraknya jauh," papar Rusmanto, lewat pesan singkat, Rabu (7/2).

Pada mulanya, ia menerima informasi dari salah seorang masyarakat sekitar. Informasinya itu merupakan keluhan masyarakat akan kebutuhan layanan kesehatan di wilayah tersebut. Melihat kondisi itu, Rumah Yatim Jabodetabek lantas melakukan tahapan survei lokasi. Agar bantuan yang diberikan sesuai dengan harapan yang ditargetkan.

Ia menambahkan, terget penerima manfaat penyaluran kesehatan gratis ini sektar 500 jiwa. Target ini nantinya untuk semua kalangan. Namun, sambung dia, prioritas utama layanan kesehatan ini untuk masyarakat kurang mampu di daerah tersebut.

Rencananya Rumah Yatim Regional Jabodetabek akan melaksanakan kegiatan penyaluran kesehatan gratis ini pada 17 Februari 2018 mendatang. Selain memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang datang secara langsung. Rumah Yatim pula akan mengunjungi masyarakat yang tidak bisa datang ke lokasi penyaluran karena kondisinya terbilang parah.

UPDATE #7
22 Januari 2018

Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Warga Bubulak

Minggu (21/1) kemarin Rumah Yatim Regional Jabodetabek mengadakan pelayanan kesehatan gratis yang juga dilaksanakan berbarengan dengan penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat Desa Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Sebanyak 500 orang penerima manfaat hadir dalam kegiatan tersebut. Serta 200 orang diantaranya menjalani pemeriksaan kesehatan gratis. Pelayanan kesehatan ini pun meliputi pengecekan gula darah, asam urat, dan lain sebagainya.

Lokasi tersebut dipilih, menurut relawan Rumah Yatim, Bang Ali -sapaan akrabnya adalah kepedulian rumah yatim yang mengacu kepada hasil survei yang sebelumnya dilakukan oleh tim Rumah Yatim Jabodetabek.

"Survei sebelumnya daerah itu masih terdapat sekitar 800 Kepala Keluarga," papar Bang Ali.

Ia berharap, ke depannya bisa membantu masyarakat lebih banyak lagi dengan program-program yang ada di Rumah Yatim. Selain itu, sambung dia, dengan adanya pelayanan kesehatan gratis yang diberikan ini dapat membantu kesehatan warga sekitar.

 

#LayananKesehatanUntukSesama
#BerbagiSemangatKebaikan

UPDATE #6
11 Januari 2018

Layanan Kesehatan Rumah Yatim Sudah Dirasakan 7386 Warga

Memberi pelayanan kesehatan cuma-cuma kepada masyarakat prasejahtera di wilayah kota, desa sampai pelosok desa adalah tujuan utama program Rumah Yatim di bidang kesehatan. 

Untuk merealisasikan program tersebut, setiap minggunya Rumah Yatim bersama klinik binaannya yakni Klinik Sehati, selalu mengadakan kegiatan bakti sosial layanan kesehatan di beberapa wilayah yang notabene kumuh, miskin, tertinggal dan sulit mendapat layanan kesehatan.

Mulai dari wilayah kumis (kumuh dan miskin) yang tersebar di pusat kota dan kawasan industri sampai wilayah pelosok desa telah mendapatkan pelayanan tersebut. Untuk sementara, layanan ini hanya ditujukan bagi wilayah Jabodetabek.

Sepanjang tahun 2017, Rumah Yatim bersama Klinik Sehati telah memberikan pelayanan kesehatan cuma-cuma di 37 wilayah Jawa Barat. Ada sebanyak 7.386 warga prasejahtera dari berbagai usia telah menerima layanan ini. 

“Alhamdulillah di tahun 2017 sudah ribuan warga prasejahtera telah merasakan manfaat dari keberadaan Rumah Yatim, mereka merasa sangat nyaman dan cocok dengan layanan dan pengobatan yang diberikan,” ungkap Sinu Tontori selaku Manajer Kesehatan Rumah Yatim. 

Ia mengungkapkan bahwa layanan kesehatan cuma-cuma yang diberikan terdiri dari, pemeriksaan tensi darah, berat badan, konsultasi kesehatan, cek kesehatan, gula darah asam urat dan diberi obat dengan kualitas terbaik. Selain itu, Rumah Yatim pun memberikan fasilitas ambulance.

Sinu berharap, aksi Rumah Yatim dan Klinik Sehati ini bisa memberikan manfaat besar untuk masyarakat, juga bisa membantu pemerintah dalam menjadikan masyarakat Indonesia sehat. Ia pun berharap di tahun ini semakin banyak wilayah dan warga yang menerima layanan ini.

“.....Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran,”. QS Al Maidah : 2

#InfaqDanSedekahRefleksikanIman

UPDATE #5
30 Desember 2017

Tiga Unit Ambulans Siap Siaga untuk Para Mustahik

Rumah Yatim menyediakan tiga unit ambulans yang ditempatkan di Klinik Sehati. Klinik Sehati merupakan klinik yang dibangun Rumah Yatim bagi masyarakat, khusus nya masyarakat tidak mampu yang terletak di Cisaranten Bandung Jawa Barat. Hal ini dilakukan dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kurang mampu. Ketiga unit ambulans tersebut memberikan pelayanan antar jemput pasien yang sakit dan layanan antar jenazah.

Menurut Sinu, Manajer Pemberdayaan Kesehatan Rumah Yatim, keberadaan ketiga unit ambulans tersebut sangat membantu masyarakat yang kebanyakan meminta layanan melalui Front Office Rumah Yatim. Hampir setiap hari ambulans yang beroperasi 24 jam ini tidak pernah menganggur, selalu saja ada pasien yang membutuhkan jasanya. 

Ambulans ini pun dilengkapi dengan armada yang siap siaga mengantarkan pasien ke tempat tujuan. Salah satunya Dadang, pria ini sudah bertahun-tahun lamanya menjadi supir ambulans. Menurut pengalamannya, dia sudah menempuh ribuan kilo untuk mengantar jenazah dan pasien, berbagai medan sudah dia jajal, dan berbagai keadaan sudah dia rasakan dari pasien yang kritis, bencana alam, pengalaman menarik dan membahayakan lainnya. Dengan pengalaman yang luar biasa tersebut, ia merasakan hikmahnya melayani masyarakat khususnya para mustahik yang benar-benar membutuhkan layanannya.  

“Kami merasa bahagia bisa membantu mereka,” ujarnya.

Untuk lebih memberikan pelayanan yang lebih luas, selaku Penanggung Jawab, Sinu merasa perlu menambah kembali unit ambulans. Apalagi ditambah kebutuhan masyarakat yang kian hari semakin banyak saja yang membutuhkan layanan tersebut. “InsyaAllah kami berencana menambah kembali ambulans," ungkapnya.


#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #4
28 Desember 2017

RY Jabar Berpartisipasi dalam Baksos Hari Ibu Lansia

Ikatan lansia Kota Bandung bekerjasama dengan Rumah Yatim Jawa Barat dalam kegiatan Bakti Sosial Hari Ibu Lansia, di Pasar Palasari, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Rabu (27/12). Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi Rumah Yatim area Jawa Barat dalam memperingati hari lansia. 

Rangkaian kegiatan di hari ibu lansia ini di antaranya pelayanan kesehatan gratis dan hiburan untuk lansia.

Menurut tim kesehatan Rumah Yatim, Anida memaparkan tujuan dari adanya kegiatan ini yaitu agar lansia tetap beraktivitas secara produktif dengan tidak berdiam diri di rumah. 

“Agar tidak berdiam diri di rumah serta jangan hanya makan, dan di dapur saja,” ucapnya saat diwawancarai tim jurnalis. 

Selain produktivitas lansia, ia menambahkan agar lansia tetap bahagia dan ceria, dengan menghadirkan keceriaan lansia, maka tingkat kejenuhan lansia akan berkurang, sehingga dapat mencegah timbulnya setres. 

“Lansia diajak refreshing keliling Bandung sama dibuatkannya taman lansia di Taman Turangga,” papar Anida, Rabu, (27/12). 

Lebih lanjut ia menambahkan, mayoritas lansia memeriksakan kesehatannya terkait penyakit darah tinggi dan asam urat. 

“Yang periksa kebanyakan darah tinggi sama asam urat,” ujarnya.

Anida berharap kegiatan ini bisa diselenggarakan di seluruh kabupaten maupun Kota Bandung. Agar terasa manfaatnya untuk orang banyak, terutama dibidang kesehatan.

 

#SedekekahRefleksikanIman
#BersamaMenjagaKesehatanMasyarakat

 

UPDATE #3
20 Desember 2017

Pengobatan Rumah Yatim Tanggulangi Pasien Hipertensi

Cuaca yang tidak menentu, menyebabkan masyarakat alami kondisi kesehatan yang buruk. Dalam hal ini Rumah Yatim hadir ditengah-tengah masyarakat. Salah satunya memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat prasejahtera di Komplek Permata Biru, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/11).

Kegiatan ini merupakan bentuk respon Rumah Yatim dalam kepeduliannya terhadap sesama. Sejumlah tahap pengecekan kesehatan dilakukan oleh tim dokter Rumah Yatim.

Menurut Koordinator Direktorat Pemberdayaan Rumah Yatim area Jawa Barat, Budi, pemberian bantuan kesehatan gratis ini diterima oleh 250 orang. Terdiri dari masyarakat prasejahtera, serta masyarakat sekitar diselenggarakannya kegiatan tersebut.

"Masyarakat yang hadir yang menerima bantuan kesehatan itu menengah ke bawah," papar Budi.

Menurut salah seorang dokter, Gianti Yulia (24), pengobatan yang diberikan merupakan upaya Rumah Yatim dalam menanggulangi masyarakat yang sakit.

"Kami melakukan pemeriksaan fisik, cek gula darah dan tensi," jelas Gianti.

Sejumlah keluhan yang dirasakan pasien pengobatan gratis ini. Menurut Gianti, kebanyakan pasien mengidap hipertensi dan Flu.

UPDATE #2
19 Desember 2017

Layanan Kesehatan Rumah Yatim Bantu Pasien Lansia


Usia yang tidak lagi muda, menyebabkan masyarakat alami kondisi kesehatan yang menurun, terutama masyarakat lanjut usia. Dalam hal ini Rumah Yatim hadir ditengah masyarakat. Salah satunya memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di acara zakat akhir tahun, di Car Free Day (CFD) Dago, Minggu (10/12).

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan zakat akhir tahun Rumah Yatim dan sebagai salah satu bentuk tanggapan Rumah Yatim dalam kepeduliannya terhadap sesama.

Menurut salah seorang bidan, Zulfa (24) mengatakan pelayanan yang diberikan merupakan upaya Rumah Yatim dalam menangani kesehatan masyarakat, khususnya lansia.

“Kebanyakan lansia yang datang kesini untuk pemeriksaan gula darah.” Pungkas Zulfa.

Sejumlah keluhan yang dirasakan pasien pelayanan kesehatan gratis ini, menurut Zulfa, kebanyakan pasien lanjut usia, yang memeriksakan gula darah, asam urat, kolesterol dan tensi darah.

“Biasanya yang udah punya riwayat, seperti riwayat darah tinggi, kolesterol dan asam urat.” Ungkap Zulfa saat diwawancarai, Minggu (10/12)

Selain pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis, masyarakat juga diberikan resep obatnya. Kemudian pelayanan pemeriksaan kesehatan ini, kerap dilakukan satu minggu sekali di acara-acara Car Free Day.

UPDATE #1
19 Desember 2017

Mustahik Sebut Layanan Kesehatan RY Sangat Membantu

Mustahik berusia 75 tahun asal Jalan Astana Anyar mengaku layanan kesehatan Rumah Yatim sangat membantu. Maka dari itu, operasional layanan kesehatan gratis ini bisa beroperasi maksimal dan berjalan lancar. Tanggapan tersebut merupakan bentuk apresiasi mustahik terhadap Program layanan kesehatan Rumah Yatim.

Salah satu Mustahik asal Astana Anyar, Rohim mengatakan dirinya sangat terbantu dengan adanya pelayanan tersebut. Karena dirinya bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi sakit asam uratnya.

“Alhamdulillah bapak senang sekali, Kebetulan kaki bapak ini sakit.” Ungkap Rohim saat diwawancarai tim jurnalis, Sabtu (16/12)

Seperti yang diungkapkan pria 75 tahun itu, Rohim mengaku belum pernah berobat sebelumnya, namun hanya menjalani pengobatan ketika ada pengobatan gratis saja, karena kendala biaya.

“Berobat juga hanya ada ketika pengobatan gratis saja.” Imbuh pria yang berjualan dengan berjalan kaki sejauh 15 KM.

Kondisi ekonomi yang kurang baik, membuat pria yang sehari harinya harus berkeliling untuk berjualan, terpaksa harus menunda pemeriksaan kesehatannya.

Rohim berharap masyarakat banyak yang tahu tentang layanan kesehatan gratis Rumah Yatim. Selain itu, rohim juga berharap layanan kesehatan gratis ini bisa tersebar dimana-mana, mengingat masih banyak masyarakat yang kurang mampu tidak bisa berobat karena kendala biaya yang begitu mahal.

“Alhamdulillah, semoga lancar, semoga masyarakat tahu, dan lebih banyak lagi dalam melayani masyarakat kurang mampu.” Harap Rohim

 

Tanggal Nominal
Sani Ramdanj
9 Desember 2017
Rp 25.413
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 150.800
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 25.978
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 150.223
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 20.708

Total donatur : 5 orang