Detail Program

Kemanusiaan

Bantu krisis air di Gaza

Terkumpul
Rp 2.846.674
Target
Rp 392.500.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
197 hari

BERAKHIR PADA:
31 Juli 2018
Penerima Manfaat:
7.500 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
9 Mei 2018

Peluru Israel Lukai Pemuda Palestina di Bet Lahiya

Seorang pemuda mengalami luka-luka, Selasa (8/5) akibat tembakan yang dilancarkan pasukan Israel dekat pagar pemisa Utara Bet Lahiya dan Gaza Utara.

Sumber di lapangan melaporkan, pasukan Israel yang berkonsentrasi di bagian dalam pagar pembatas yang memisahkan Utara Bet Lahiya, melancarkan tembakan ke kerumunan pemuda yang mendekat pagar perbatasan, dan melukai salah seorang dari mereka di bagian kaki.

Korban luka dilarikan ke rumah sakit Indonesia di Bet Lahiya, dan kondisi lukanya tidak kritis.

Ribuan warga Palestina hampir setiap hari sejak pawai kepulangan akbar, 30 Maret lalu, melakukan aksi unjuk rasa di 5 kemah kepulangan di kawasan Gaza, di tengah tindakan represif zionis, yang menewaskan 50 orang warga, dan melukai lebih dari 7 ribu orang sampai saat ini. (melayu.palinfo.com)


Deskripsi Program


Rakyat Palestina menjalani hidup dengan penuh kesulitan akibat pendudukan Israel pada seluruh wilayah Palestina, dan pemberlakuan blokade secara khusus pada Jalur Gaza yang telah berlalu beberapa tahun.

Hidup dalam pengawasan penuh dan kontrol ketat Israel ini, cukup mempengaruhi kebebasan dan kenyamanan hidup rakyat Palestina, terkhusus mereka yang hidup di Jalur Gaza.

Sejumlah masalah dan krisis kemanusiaan terjadi, mulai dari krisis listrik, krisis air bersih, pembangunan infrastruktur yang lamban, hingga kesulitan bagi warga Palestina untuk bepergian ke luar negeri.

Lebih dari 90% dari ketersediaan air bersih di Jalur Gaza, tidak layak dikomsumsi atau diminum karena sudah terkontaminasi zat beracun yang dikenal dengan zat nitrat, bahkan badan kemanusiaan dunia WHO pun beberapa tahun lalu telah merilis berita dari hasil riset terkait kandungan air di Gaza tak layak dikonsumsi, akibat terkontaminasi zat kimia berbahaya bagi kesehatan manusia.

Musim panas yang cukup ekstrim sejak 30 tahun terakhir ini membuat kebutuhan terhadap air minum cukup tinggi. Namun jika air yang tersedia ini langsung diminum, maka akan menyebabkan sejumlah penyakit berbahaya seperti sedimentasi (penyakit urin) dan gagal ginjal.

Karena itu, setiap masyarakat Gaza jika ingin mendapatkan air bersih, air layak dikonsumsi adalah mereka harus membelinya dari depot atau pusat pengolahan secara filterisasi proses melalui laboratorium, ini pun tentu tidak semua warga Gaza mampu membelinya, karena dari 2 juta jiwa penduduk Gaza 1,5 juta masih berada dibawah garis kemiskinan.

Atas alasan diatas, Rumah Yatim mengajak semua pihak untuk bersama memberikan dukungan dan bantuan secara nyata, berupa  Pembuatan Sumur Bor bagi rakyat Palestina yang mengalami krisis air bersih, yang berkepanjangan terutama di wilayah Gaza.

Bantuan ini di prioritaskan untuk daerah  kurang mampu dan padat penduduk terutama mereka yang tidak memiliki tempat tinggal dan juga untuk beberapa masjid di daerah jalur Gaza (Utara dan Selatan)

Program ini ditargetkan bisa membangun minimal 5 Sumur bor dan bisa Memberikan manfaat kepada lebih dari 7.500 orang di Gaza.

UPDATE #15
9 Mei 2018

Peluru Israel Lukai Pemuda Palestina di Bet Lahiya

Seorang pemuda mengalami luka-luka, Selasa (8/5) akibat tembakan yang dilancarkan pasukan Israel dekat pagar pemisa Utara Bet Lahiya dan Gaza Utara.

Sumber di lapangan melaporkan, pasukan Israel yang berkonsentrasi di bagian dalam pagar pembatas yang memisahkan Utara Bet Lahiya, melancarkan tembakan ke kerumunan pemuda yang mendekat pagar perbatasan, dan melukai salah seorang dari mereka di bagian kaki.

Korban luka dilarikan ke rumah sakit Indonesia di Bet Lahiya, dan kondisi lukanya tidak kritis.

Ribuan warga Palestina hampir setiap hari sejak pawai kepulangan akbar, 30 Maret lalu, melakukan aksi unjuk rasa di 5 kemah kepulangan di kawasan Gaza, di tengah tindakan represif zionis, yang menewaskan 50 orang warga, dan melukai lebih dari 7 ribu orang sampai saat ini. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #14
1 Mei 2018

Sambut Bahagia Warga Gaza untuk Bantuan Sumur Rumah Yatim

Air adalah sumber kehidupan dan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting dalam kehidupan. Tetapi justru hal yang amat penting ini sangat sulit didapatkan oleh saudara kita di Palestina. Lebih dari 90% dari ketersediaan air bersih di Jalur Gaza tidak layak di konsumsi atau di minum karena sudah terkontaminasi zat beracun yang di kenal dengan zat nitrat. Dengan melihat keadaan ini Rumah Yatim kemudian mengajak semua pihak untuk membantu warga Gaza berupa pengeboran sumber air bagi warga masyarakat Palestina.

Awal Maret 2018, Rumah Yatim bekerjasama dengan Yayasan Nusantara Palestina Center kemudian mulai melakukan proyek pengeboran sumber air di daerah sekitar Masjid Hamed Abu Sitta, kota Khanyounis Selatan Jalur Gaza. Kota Khanyounis adalah kota kedua terbesar di Jalur Gaza setelah Kota Gaza, merupakan salah satu wilayah yang mengalami pencemaran air lebih banyak daripada kota lainnya. Diharapkan dengan adanya sumber air yang baru dan tentunya terjamin lebih sehat dan bersih dapat membantu masyarakat di Jalur Gaza dalam peningkatan aspek kesehatan dan lingkungan yang lebih bersih lagi.

Dengan proses yang lumayan panjang, titik sumber air yang di gali saat ini telah di bor dengan diameter 8 inci dan kedalamannya mencapai 80 meter. Sekitar 5000 jiwa akan memperoleh manfaat dari air yang di ekstraksi dari sumur tersebut. Saat melakukan pengeboran akhirnya air pertama memancar keluar dari lubang air yang masih dalam tahap pengeboran tersebut. Para pekerja dan juga warga yang berada di sekitar kemudian merasa bahagia dan senang dengan adanya air yang terpancar ini.

Total biaya pada tahap pengeboran ini mencapai $5.500 atau setara dengan Rp. 71.500.000 untuk satu sumber air. Tetapi masih ada sekitar 395.000 jiwa yang menunggu bantuan serupa dari kita. Mari bersama dukung dan wujudkan terciptanya sumber air - sumber air yang baru lainnya di seluruh Gaza. Untuk Gaza, untuk kemanusiaan dan untuk anak-anak Yatim Gaza yang tangguh.

UPDATE #13
13 April 2018

Sumur Baru, Harapan Baru bagi Wargadi Jalur Gaza

Program bantuan terakhir dari serangkaian bantuan yang diberikan Rumah Yatim yang juga bekerjasama dengan Yayasan Nusantara Palestina Center adalah proyek pengeboran sumur/sumber air baru di daerah sekitar Masjid Hamed Abu Sitta di Kota Khanyounis, daerah selatan Jalur Gaza. Lebih dari 90% dari ketersediaan air bersih di Jalur Gaza, tidak layak di konsumsi atau diminum karena sudah terkontaminasi zat beracun yang dikenal dengan zat Nitrat.

Dengan adanya bantuan program pengeboran sumur ini diharapkan dapat menyediakan sumber air baru dan bersih untuk masyarakat Gaza. Saat ini sumur bor ini telah berhasil di bor dengan kedalaman mencapai 80 meter dengan diameter 8 inci. Sekitar 5000 orang akan dapat merasakan manfaat dari air yang diekstraksi dari sumur bor tersebut. Warga Gaza pun merasa antusias dan sangat senang dengan adanya sumber air baru yang mana akan sangat membantu mereka untuk kehidupan sehari-hari mereka.

Diharapkan juga proyek bantuan ini secara positif dapat memberi manfaat dan juga kebahagiaan kepada masyarakat Gaza yang mengalami masalah besar akibat kekurangan air bersih yang mereka alami. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua dalam berbuat kebaikan.

UPDATE #12
12 April 2018

Rumah Sakit di Gaza Alami Krisis Obat, Rumah Yatim Salurkan Bantuan

Selain bantuan berupa paket pakaian hangat dan juga selimut tebal bagi masyarakat di Jalur Gaza pada Kamis (05/04) lalu, Rumah Yatim bekerja sama dengan Yayasan Nusantara Palesina Center juga menyalurkan bantuan berupa obat-obatan yang di serahkan pada Pusat Layanan Kesehatan Gratis dan terjangkau yang berada di Kota Jabalia, Gaza Utara yang bernama Jabalia Medic Center. Pusat layanan kesehatan ini merupakan salah satu balai kesehatan yang melayani para pasien yang tinggal di Gaza Utara terutama di daerah Jabalia.

Seperti yang tengah hangat di beritakan di beberapa media bahwa Jum'at (30/03) lalu, ribuan warga Gaza turun ke perbatasan antara Gaza dan Israel dalam rangka aksi unjuk rasa agar mereka dapat kembali ke tanah air mereka. Aksi ini dikenal juga dengan Peringatan Hari Kembali Tanah Palestina. Dalam aksi damai ini, pihak Israel justru menanggapinya dengan tindakan agresif dengan melakukan penembakan secara membabi buta sehingga menewaskan 19 syahid dan melukai tak kurang dari 1600 orang. Sebagian dari korban dilarikan ke Rumah Sakit dan pusat layanan kesehatan.

Hal yang memprihatinkan adalah seluruh pusat layanan kesehatan dan Rumah Sakit di Gaza sedang mengalami krisis obat-obatan. Sehingga mereka hanya di obati seadanya. Jika dihitung tidak kurang dari 20 Miliar lagi biaya yang dibutuhkan untuk menutupi kekurangan obat-obatan di Rumah Sakit di Gaza. Masyarakat Gaza sangat berterimakasih atas bantuan obat-obatan dari Rumah Yatim dan masyarakat Indonesia.

"Terimakasih kepada masyarakat Indonesia dan Rumah Yatim atas bantuan obat-obatan yang telah diberikan. Bantuan ini dapat kami gunakan untuk 20 hari kedepan dalam melayani para pasien dari keluarga miskin, khususnya yang berada di wilayah Jalur Gaza Utara.", ucap salah seorang dokter bernama dr. Muklis yang merupakan salah satu petugas medis yang betugas di Jabalia Medic Center.

Adapun obat-obatan yang selalu di butuhkan adalah anti biotik, obat kulit, obat ISPA, vitamin, cairan suntik, dan obat untuk bayi serta balita dan beberapa jenis obat-obatan lainnya yang benar-benar dibutuhkan oleh warga Gaza.

UPDATE #11
9 April 2018

Aksi Jumat “Ban” di Gaza, 8 Syahid dan Ratusan Terluka

Puluhan titik pertemuan di perbatasan Timur Gaza-wilayah Palestina 48 berkecamuk, pada Jumat emosi ke 2 aksi pawai kepulangan, yang disebut oleh para aktifis Palestina sebagai “Jumat Ban”.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sebanyak 8 demonstran gugur syahid akibat luka yang mereka derita, dan korban luka mencapai 1070 orang, pada aksi Jumat ke 2 pawai kepulangan akbar.

Koresponden Pusat Informasi Palestina melaporkan, ribuan warga berdatangan sejak pagi hari ke kemah kepulangan, untuk berpartisipasi dalam Jumat Ban, bersamaan dengan awal pekan kedua aksi pawai kepulangan akbar.

Ribuan kaum muslimin menunaikan shalat Jumat di sejumlah kemah kepulangan di sepanjang perbatasan.

Api berkobar di sepanjang perbatasan Gaza, bersumber dari pembakaran ban yang ditujukan untuk mengganggu pandangan sniper zionis, dan menghalangi mereka menembaki para demonstran damai.

Kendaraan pemadam disiapkan penjajah zionis untuk memadamkan ban di sepanjang perbatasan Timur Gaza.

Puluhan demonstran mengalami luka-luka akibat tembakan zionis terhadap para demonstran, dua orang gugur syahid akibat luka tembak yang dideritanya.

Gulungan asap menutupi kawasan Timur Gaza, penjajah zionis berupaya menghalaunya menggunakan helikopter dan pesawat untuk membantu para sniper. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #10
5 April 2018

Tenda-tenda Keteguhan dan Harapan yang Menantang Sniper Israel

Di sisi timur pagar pmisah yang berbatasan dengan Jalur Gaza, pasukan penjajah Zionis yang dipersenjatai dengan senjata penembak jitu, yang berada di belakang penghalang pasir, membidik para demonstrans dan peserta aksi pawai rakyat kepulangan Hak Kembali yang berada di tende-tenda kepulangan di timur Jalur Gaza.

Di barat pagar pemisah, berhadap-hadapan langsung dengan para serdadu penjajah Zionis, adegan dan pemandangannya yang ditampilkan warga Palestina berbeda, ada beragam adegan perlawanan Palestina, yang intinya membawa pesan kemauan, keteguhan dan harapan untuk kembali ke tanah asal mereka di wilayah Palestina yang diduduki penjajah Zionis.

Ada pemuda bernama Rami Jundiah. Kehilangan kaki dalam perang terakhir ke Jalur Gaza tidak menghalanginya melakukan olah raga raket bersama teman-temannya.

Jundiyah berpendapat bahwa keberadaannya di antara para peserta aksi di tenda kepulangan dan melakukan olah raga semacam ini adalah pesan dari penyandang disabilitas, meski mereka menjadi target dan penderitaan yang tidak pernah berhenti, mereka tetap komitmen dengan tanah dan hak-haknya.

Sementara itu kamerawan Mukmin Qureka, terus menggerakkan kursi rodanya tiada henti sambil mengambil gambar dan merekam peristiwa dan konfrontasi yang terjadi antara para pemuda Palestina dengan pasukan penjajah Zionis di timur Jalur Gaza.

Qureka terluka di lokasi yang sama. Ketika itu pesawat Zionis menembak dirinya secara langsung menjelang agresi Zionis ke Jalur Gaza tahun 2008 saat melakukan tugas jurnalistik.

Ibrahim, yang mengalami luka di kakinya sebulan lalun dalam konfrontasi dengan pasukan penjajah Zionis saat menolak deklarasi Trump, menegaskan bahwa keberadaannya dalam pawai ini adalah untuk mewujudkan tuntutan rakyat Palestina.

Selama konfrontasi, Ibrahim turut memindahkan ban-ban mobil dengan menggunakan kakinya sampai ban-ban tersebut berada di dekat para pemuda yang kemudian membakarnya untuk mengalihkan pandangan penjajah Zionis ke arah mereka saat asap membumbung ke atas.

Pemuda yang berjalan dengan menggunakan kruk ini mengatakan bahwa partisipasinya ini merupakan pesan kepada penjajah Zionis dan Amerika bahwa al-Quds akan tetap menjadi ibukota Palestina dan “kami akan kembali ke tanah kami (yang dididuki penjajah Zionis),” tegasnya.

Dia menambahkan, “Kami orang-orang yang terluka, tidak peduli dengan tembakan peluru eksplosif ataupun peluru karet. Kami hadir di sini sampai terjadi pembebasan al-Quds yang tidak lain adalah ibukota Palestina.” (melayu.palinfo.com)

UPDATE #9
3 April 2018

Seorang Anak Penyandang Disabilitas Luka Parah Akibat Aksi di Khanyunis Timur

Seorang anak Palestina, Minggu (1/4) mengalami luka cukup parah akibat tembakan peluru Zionis di sebelah timur distrik Khazaah, sebelah timur kota Khanyunis, sebelah selatan Jalur Gaza.

Asyraf Qadurah juru bicara departemen kesehatan Palestina dalam keterangannya mengatakan, salah seorang warga mengalami luka cukup parah di bagian kepalanya akibat tembakan peluru Zionis di timur Khanyunis.

Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit Gaza-Eropa dan masih dalam perawatan intensiv. Korban adalah seorang anak berkebutuhan khusus (tunarungu) dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #8
31 Maret 2018

15 Syahid Dan Ratusan Terluka Dalam Aksi "Pawai Kepulangan"

Sebanyak 15 warga Palestina gugur syahid dan ratusan lainnya terluka, Jumat (30/1) akibat serangan Israel dan konfrontasi dengan pasukan Israel di Gaza dan Tepi Barat, dalam aksi massa besar yang berlangsung di segenap wilayah Palestina.

Aksi massa diikuti ribuan warga dari segenap propinsi Jalur Gaza, menuju wilayah perbatasan Timur Palestina jajahan 48, bersamaan dengan peringatan Hari Bumi ke 42.

Faksi-faksi Palestina menyebut aksi ini sebagai “Kepulangan Besar-besaran” dan ditegaskan sebagai aksi rakyat secara damai.

Tim koresponden Pusat Informasi Palestina melaporkan perkembangan di lapangan sejak pagi hari, mereka mencatat dari waktu ke waktu.

Juru bicara kementerian kesehatan, Ashraf al Qudra menginformasikan, sejumlah rumah sakit di Gaza menyebutkan 15 warga Palestina gugur syahid, sementara korban luka mencapai lebih dari 1416 orang.

Kementerian Kesehatan Palestina menginformasikan gugurnya 2 warga Palestina lainnya, Sari Walid Abu Audah dan Hamdan Ismail Abu Imsya, akibat gempuran Israel terhadap kerumunan warga di Bet Hanun, Gaza Utara.

Di Tepi Barat, korban luka mencapai 118 orang, dan gangguan pernapasan akibat gas air mata dalam bentrokan dengan  militer Israel, saat peringatan Hari Bumi.

Satu korban luka tembak dalam kondisi kritis, dan 17 lainnya terkena tembakan peluru karet, dan 100 lainnya mengalami gangguan pernapasan akibat tembakan gas air mata. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #7
23 Maret 2018

Serdadu Zionis Culik Seorang Anak Terluka Dari Rumah Sakit Al-Quds

Sejumlah sumber Israel menyebutkan, pasukan Zionis menangkap seorang bocah Palestina dari dalam rumah sakit di Al-Quds dalam kondisi luka-luka tadi malam (22/3).

Situs Israel 0404 yang berbahasa Ibrani menyebutkan, sekelompok pemuda Palestina menyerang polisi Israel selama saat menyerbu kota Tursina di timur Al-Quds kemarin malam (22/3). Mereka melemparkan batu dan bom Molotov ke arah pasukan, katanya.

Dia menambahkan, dalam konfrontasi tersebut seorang bocah Palestina mengalami luka akibat bentrokan hingga ia dievakuasi ke pusat perawatan di salah satu rumah sakit Palestina di kota Al-Quds.

Sementara itu, Koresponden Quds Press menyebutkan, pasukan Zionis menyerbu rumah sakit di Al-Makassed, Tursina dan menangkap seorang anak yang sedang terluka dan dirawat di salah satu patrolinya.

Bocah diidentifikasi bernama,"Assad al-Din Abu al-Hawa", berusia 14 tahun, salah satu warga lingkungan al-Tursina. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #6
20 Maret 2018

"Pawai Raya" Warga Gaza Resahkan Pihak Zionis

Peneliti dan penulis Palestina, Hamzah Abu Shanab, menyatakan bahwa sejak berakhirnya agresi ke Jalur Gaza tahun 2014, penjajah Zionis berusaha mengeksplorasi setiap peristiwa untuk menarget kepentingan vital dari perlawanan.

Abu Shabab menyebut ada niat keji penjajah Zionis untuk menghambat “Pawai Raya” hak untuk kembali bagi pengungsi Palestina. Karena ide ini menjadi masalah yang dianggap sebagai ancaman bagi penjajah Zionis sehingga dengan berbagai usaha pihak Zionis mencoba menghentikan setiap perlawanan.

Hal ini ditegaskan pula oleh penulis Palestina, Iyad al-Qara, yang mengatakan, “Jelas bahwa penjajah Zionis sangat terganggu dengan sebuah ide menyatukan ratusan ribu warga Palestina di perbatasan dalam aksi-aksi yang selama ini dilakukan. Karena itu penjajah Zionis berusaha menghancurkan ide ini dan membuat ketegangan di kawasan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat, guna mencegah hal itu.

Di saat yang sama dia menegaskan bahwa orang-orang Palestina membutuhkan semua upaya untuk menyukseskan "Pawai Raya" ini, dukungan terhadapnya dan menyediakan suasana yang konduksif, untuk menggambar potret Palestina yang lain terkait dengan hak untuk merebut kembali tanah Palestina, dan bisa menjadi contoh baru untuk upaya mewujudkan haknya, serta menggagalkan setiap upaya penjajah Zionis dalam hal ini. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #5
26 Februari 2018

Perusahaan Cleaning Service Tangguhkan Mogok di Rumah Sakit Gaza

Perusahaan-perusahaan cleaning service dan makanan yang beroperasi di Jalur Gaza pada hari Ahad (25/2/2018) menghentikan semua aktivitas dan kegiatan yang dilakukan sebelumnya untuk menuntut haknya dan memberikan kesempatan terakhir kepada pihak-pihak yang terkait untuk menyelesaikan krisis ini.

Dalam rilisnya, perusahaan-perusahaan ini mengnatakan pihaknya telah berdiskusi dengan para pejabat kementrian kesehatan di Ramallah dan Gaza di kantor kementrian, membahas krisis keuangan yang menjadi hak perusahaan-perusahaan tersebut yang belum dicairkan sejak 6 bulan. Selanjutnya disepakati perjanjian untuk pembayaran dilakukan dalam dua pekan yang akan datang.

Krisis kebersihan di sektor kesehatan di Jalur Gaza telah berlangsung selama 15 hari, akibat protes dari perusahaan-perusahaan kebersihan yang tidak dibayar sejak 6 bulan. Hal itu terjadi karena pemerintah Hamdallah di Ramallah tidak menepati komitmennya terhadap Gaza secara umum.

Perusahaan layanan kebersihan di Jalur Gaza melayani 13 rumah sakit, 51 pusat perawatan primer dan 22 fasilitas lainnya di Kementerian Kesehatan melalui 13 perusahaan. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #4
22 Februari 2018

Kondisi Darurat di Seluruh Distrik di Jalur Gaza

Seluruh distrik di Jalur Gaza umumkan kondisi darurat saat ini dan mengurangi pelayanan sosial seperti bidang kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat sebanyak 50 %. Hal ini merupakan dampak makin terpuruknya krisis serta bencana kemanusiaan akibat pemblokadean dan pengepungan yang semakin parah.

Kepala distrik Gaza, Nazar Hijazi dalam konferensi persnya menyebutkan, pihaknya akan menutup pantai Gaza secara total dan akan membuang limbah kesehatan ke laut. Hal ini akibat ketidak mampuan sejumlah distrik dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak yang amat penting dalam pengoperasian sejumlah alat-alat penting seperti, pompa air, pompa listrik serta alat-alat kesehatan. Hijazi mengatakan, listrik Gaza terputus atau tidak beroperasi selama 20 jam setiap harinya. Bantuan luar negeri dan penadanaan sejumlah proyek pun telah berhenti. Terutama menyangkut pelayanan umum dan mendasar seperti penjualan bahan bakar, sektor kebersihan dan perbaikan, yang secara umum sangat berpengaruh pada sendi-sendi kehidupan di Gaza telah berhenti.

Sebelumnya, sejumlah distrik telah mengumumkan menghentikan semua pelayanan mendasarnya dan kegiatan lainnya, termasuk penggajian pegawai akibat ketidak mampuan dalam memberikan pelayanan menyusul meningkatnya krisis dan melemahnya pemasukan. Hijazi mengatakan, pemerintah distrik setempat terpaksa mengurangi aktivitas hingga 50 %, hingga batas maksimal yang bisa dilakukan. Bila kondisi ini terus berlangsung, ia mengkhawatirkan terhentinya semua pelayanan sosial secara total kedepannya.

Hijazi meminta maaf kepada seluruh warga atas kurangnya pelayanan yang bisa dilakukan. (melayu.palinfo.com)

Saudara kita di Jalur Gaza sana sudah tak mempunyai apa-apa lagi. Untuk bertahan hidup, untuk makan dan minum, untuk bersekolah, untuk bekerja, bahkan untuk mendapat pengobatan pun semakin hari semakin sulit. Pelanggaran hak asasi yangn jelas menyayat hati siapa saja yang mendengarnya. Semoga Allah memberikan kesabarab bagi saudara-saudara kita disana serta mohon dukungan dari semua lapisan masyarakat semoga kita semua dapat sedikit meringankan derita mereka.

#BersamaMewujudkanKehidupanYangLebihBaikBagiMereka
#SaveGaza

UPDATE #3
12 Februari 2018

Blokade Hitam di Gaza Renggut Bayi Berusia 4 Hari

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza menyebutkan, bayi bernama Karam Abu Awad yang berusia 4 hari di Beit Lahia akhirnya meninggal dunia. Masuk dalam rentetan daftar korban karena kurangnya obat-obatan di Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, Kamis (8/2) Kementerian Kesehatan menjelaskan, bayi Abu Awad meninggal karena habisnya obat Calfactant yang berfungsi untuk pertukaran gas dalam sistem pernapasan buatan. Ia meninggal setelah empat hari lahir kedunia melalui operasi caesar.

Sementara itu, Kepala Departemen perawatan Medis Al-Shifa, Nasser Belbul meminta pihak-pihak berwenang untuk menyediakan obat-obatan khusus untuk anak-anak yang lahir secara prematur seperti obat Calfactant dengan cara menyuntikkannya ke dalam paru-paru mereka.

Di Rumah sakit yang sama telah terjadi lima kali kematian bayi prematur karena tidak tersedianya obat tersebut. "Pengobatan ini disuntikkan ke paru-paru untuk membantu bayi prematur bernafas karena tidak memiliki sistem pernafasan yang baik," kata Bulbul.

Dalam kasus yang sama, bagian Inkubasi di Rumah Sakit Bulan Sabit UEA dilaporkan terjadinya kasus kematian bayi kecil Hadia Abu Hilal pada pertengahan Januari lalu yang berusia 5 hati, karena kurangnya perawatan dan kurangnya ketersediaan obat-obatan di rumah sakit tersebut.

Tidak adanya ketersediaan 230 jenis obat-obatan di semua Rumah Sakit di Jalur Gaza membuag kasus serupa berulang kali terjadi. Padahal 46% saja dari ketersediaan obat-obatan menunjukan sudah sangat berbahaya bagi suatu rumah sakit. Hal ini terjadi sejak pemblokadean yang terjadi di Jalur Gaza. (source:melayu.palinfo.com)

Mari segera bantu masyarakat Palestina khususnya anak-anak di Gaza agar mempunyai kehidupan yang lebih layak dengan menyalurkan bantuan terbaik yang kita miliki. Bersama membangun dan menciptakan kehidupan mereka yang lebih baik.

UPDATE #2
6 Februari 2018

Kondisi Anak Yatim di Jalur Gaza

Hari demi hari, waktu demi waktu jumlah anak yatim di jalur Gaza meningkat karena serangan berulang dari Israel terhadap warga sipil yang tidak berdosa yang kemudian terus berlanjut perang di Gaza terutama perang baru-baru ini di Gaza 2014 yang menghasilkan lebih dari 2200 kesyahidan, khususnya di wilayah Jalur Gaza utara. Angka yatim piatu di jalur Gaza mencapai jumlah besar, kurang lebih 20.000 anak yatim.

Fenomena anak yatim merupakan hal yang amat memprihatinkan. Berkurangnya sumber daya manusia akibat kematian yang terjadi mengganggu pengembangan sehingga perlunya penyelesaian masalah ini secara tepat waktu. Dan perlu diketahui pula, hal yang benar-benar dibutuhkan oleh mereka saat ini adalah, memberi anak yatim lebih banyak perhatian dan perawatan sosial, psikologis, kesehatan dan pendidikan. Melalui cara merawat mereka dengan menyediakan segala kebutuhan mereka.

Anak yatim adalah kategori paling penting di masyarakat Palestina karena banyaknya jumlah yang terus meningkat yang di akibatkan karena agresi dan perang yang berkelanjutan sehingga berakibat banyak dari masyarakat terluka bahkan meninggal. Akibatnya banyak anak yang kehilangan ayah yang berperan penting untuk bertanggung jawab dalam merawat mereka dan memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Anak-anak yatim piatu di Gaza sangat membutuhkan hal-hal berikut;
1. Mendukung anak yatim dan keluarga mereka dengan proyek bantuan berulang seperti paket makanan.
2. Mendukung anak yatim dengan pakaian musim dingin dan selimut musim dingin terutama pada musim dingin.
3. Biaya untuk penggalian sumur atau sumber air yang amat penting dan di butuhkan dalam menunjang keseharian mereka.

Mari bersama menunaikan kewajiban dalam membantu mewujudkan masyarakat Gaza khususnya anak-anak yatim disana untuk mempunyai sarana air bersih yang menunjang keseharian mereka. Mereka layak untuk bisa hidup sehat dengan bantuan dari semua pihak yang wajib pula untuk mewujudkannya.

UPDATE #1
29 Januari 2018

Kondisi Kesediaan Air bersih di Jalur Gaza

Suplai air di Gaza dari produsen atau yang kita kenal dengan depot air perhari nya hanya mencapai 4 sampai 6 jam saja. Hal ini pun tergantung dengan kesediaan listrik yang saat ini memang menjadi salah satu masalah yang cukup membuat warga Gaza kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Ini terjadi di sebabkan karena adanya kerusakan pada saluran air yang rusak akibat peperangan yang berlangsung sejak lama.

Suplai air dari produsen pun mempunyai kapasitas sekitar 110 L air per hari dengan ketentuan yang pasti. Yaitu 4 - 6 jam sesuai dengan ketersediaan listrik perhari nya yang artinya adalah 3 - 5 jam perhari ketersediaan air per lima hari. Yang berarti juga bahwa hanya sekitar 66 rumah tangga saja yang bisa terjangkau oleh produsen air di Gaza.

Sebesar 30 % saluran air yang tersedia pun terputus karena adanya kebocoran. Hal ini semakin menyebabkan pasokan air untuk warga Gaza amat berkurang. Inilah alasan kami untuk mengajak semua lapisan masyarakat untu membantu menyediakan sumur untuk saudara kita di Gaza agar bisa merasakan kembali bagaimana rasa nya mempunyai sumber air sendiri.

Tanggal Nominal
Hamba Allah
17 Januari 2018
Rp 100.238
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 50.818
Hamba allah
22 Januari 2018
Rp 10.344
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 100.811
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 100.546
Hamba Allah
25 Februari 2018
Rp 10.334
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.574
Hamba Allah
30 Maret 2018
Rp 1.000.627
Harry A
31 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 500.780
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 15.867
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 100.882
Hamba Allah
14 April 2018
Rp 200.918
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 50.808
Hamba Allah
1 Mei 2018
Rp 50.920
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 200.762
Hamba Allah
5 Mei 2018
Rp 150.597
Hamba Allah
18 Mei 2018
Rp 100.848

Total donatur : 18 orang