Detail Program

Yatim dan Dhuafa

Bantu Wujudkan Yatim Indonesia Berprestasi

Terkumpul
Rp 53.240.421
Target
Rp 1.500.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
476 hari

BERAKHIR PADA:
30 Juni 2018
Penerima Manfaat:
60.325 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
17 Februari 2018

Empat Siswa SMA El Fitra Ikuti Asean Geosmart Competition 2018

Empat siswa SMA El Fitra (Islamic Scientific School) berhasil lolos ke tahap final olimpiade tingkat Asia Tenggara yakni Olimpiase Asean Geosmart-Competition 2018 yang diadakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Keempat siswa tersebut adalah Ayunda, Dini, Ibnu, Yusuf.

Di tahap ini, mereka mesti mengikuti olimpiade lapangan (Geotrek) yang digelar di Taman Hutan Raya, Kompleks Tahura Ir. H. Djuanda No.99, Dago Pakar, Ciburial, Cimenyan, Bandung, bersama dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah di Asia Tenggara. 

Geotrek merupakan olimpiade kedua di tahap final ini, satu hari sebelumnya mereka telah mengikuti kegiatan olimpiade tulis yang digelar di Gedung Achmad Sanusi UPI.

Salah satu pengajar sekaligus pembimbing siswa Ema Wahyuni memaparkan, di Taman Hutan Raya mereka harus mengikuti berbagai ujian, seperti menelusuri jalan mencari lima pos panitia. Nantinya, di setiap posnya mereka mesti menjawab lima pertanyaan yang jawabannya ada di sekitar Taman Hutan Raya.

“Di setiap posnya anak-anak diberi waktu 15 menit untuk menjawab lima pertanyaan yang terdiri dari soal uraian singkat dan studi kasus,” katanya, Kamis (15/2).

Ia mengatakan jika keempat anak didiknya tampak sangat bersemangat ketika mengikuti kegiatan ini. “Mereka terlihat sangat bersemangat dan aktif mengikuti kegiatan ini, semoga perjuangan mereka hari ini berbuah manis. Mohon doanya semoga anak didik SMA El Fitra bisa memenangkan kompetisi ini,” ungkapnya.

Olimpiade Asean Geosmart Competition 2018 merupakan olimpiade tim, satu timnya terdiri dari dua siswa. Ada sebanyak 100 tim dari puluhan sekolah yang tersebar di Asia Tenggara mengikuti kegiatan ini. Untuk menentukan pemenangnya, diambil dari akumulasi poin antara Olimpiade Tulis dan Geotrek.


Deskripsi Program


Rumah Yatim memiliki 31 Asrama yang di dalamnya tinggal 385 anak Yatim dhuafa yang dibina dan disiapkan menjadi calon generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Selain itu Rumah Yatim juga membina dan memberdayakan 59.380 anak Yatim dhuafa serta 105 Lembaga Sosial pra sejahtera di 14 Propinsi di Indonesia.

Pelayanan yang diberikan kepada anak Yatim mukim di asrama meliputi semua kebutuhan basic life seperti pendidikan (formal dan non formal), kesehatan yg, sandang, pangan, kebutuhan sarana belajar, bermain dan fasilitas penunjang lainnya.

Setiap anak Yatim dikembangkan melalui program PPA (Pengembangan Potensi Anak) sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki dengan pendampingan yang intensif agar mereka bisa diarahkan menuju masa depan yang lebih baik.

Sampai saat ini Rumah Yatim telah meluluskan tidak kurang dari 102 Alumni yang sebagian besarnya kuliah di berbagai universitas terbaik di negeri ini seperti di ITB, Unpad, UI, UPI, UGM dan beberapa universitas negeri dan swasta lainnya. Sisanya alumni Rumah Yatim telah diberdayakan di berbagai program yang ada baik di bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan ekonomi produktif setelah sebelumnya mereka mengikuti serangkaian pelatihan untuk memenuhi standar kualitas SDM.

Kebutuhan pembiayaan untuk setiap anak yang mukim adalah sekitar Rp 1.450.000 yang meliputi kebutuhan basic life seperti pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, kebutuhan sarana belajar, bermain dan fasilitas penunjang lainnya.

Sementara bantuan yang diberikan kepada anak Yatim yang tinggal bersama keluarganya hanya bantuan untuk kebutuhan pendidikan mereka, yang diberikan secara variatif sesuai dengan jenjang pendidikan dari mulai TK sampai SMU mulai dari Rp 75.000/bulan sampai Rp 250.000/bulannya. Sistem Penyalurannya pun sudah melalui transfer bank karena sebagian besar anak Yatim difasilitasi kartu ATM oleh Rumah Yatim.

Adapun bantuan yang diberikan kepada lembaga sosial pra sejahtera berupa pembinaan management, program dan bantuan biaya operasional yayasan atau berupa sarana penunjang pembelajaran untuk anak.

Semoga langkah yang kami lakukan mendapatkan ridho dari Alloh SWT serta mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Indonesia khususnya demi terwujudnya penerus bangsa yang berprestasi, mandiri dan berkarakter.

 

UPDATE #34
17 Februari 2018

Empat Siswa SMA El Fitra Ikuti Asean Geosmart Competition 2018

Empat siswa SMA El Fitra (Islamic Scientific School) berhasil lolos ke tahap final olimpiade tingkat Asia Tenggara yakni Olimpiase Asean Geosmart-Competition 2018 yang diadakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Keempat siswa tersebut adalah Ayunda, Dini, Ibnu, Yusuf.

Di tahap ini, mereka mesti mengikuti olimpiade lapangan (Geotrek) yang digelar di Taman Hutan Raya, Kompleks Tahura Ir. H. Djuanda No.99, Dago Pakar, Ciburial, Cimenyan, Bandung, bersama dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah di Asia Tenggara. 

Geotrek merupakan olimpiade kedua di tahap final ini, satu hari sebelumnya mereka telah mengikuti kegiatan olimpiade tulis yang digelar di Gedung Achmad Sanusi UPI.

Salah satu pengajar sekaligus pembimbing siswa Ema Wahyuni memaparkan, di Taman Hutan Raya mereka harus mengikuti berbagai ujian, seperti menelusuri jalan mencari lima pos panitia. Nantinya, di setiap posnya mereka mesti menjawab lima pertanyaan yang jawabannya ada di sekitar Taman Hutan Raya.

“Di setiap posnya anak-anak diberi waktu 15 menit untuk menjawab lima pertanyaan yang terdiri dari soal uraian singkat dan studi kasus,” katanya, Kamis (15/2).

Ia mengatakan jika keempat anak didiknya tampak sangat bersemangat ketika mengikuti kegiatan ini. “Mereka terlihat sangat bersemangat dan aktif mengikuti kegiatan ini, semoga perjuangan mereka hari ini berbuah manis. Mohon doanya semoga anak didik SMA El Fitra bisa memenangkan kompetisi ini,” ungkapnya.

Olimpiade Asean Geosmart Competition 2018 merupakan olimpiade tim, satu timnya terdiri dari dua siswa. Ada sebanyak 100 tim dari puluhan sekolah yang tersebar di Asia Tenggara mengikuti kegiatan ini. Untuk menentukan pemenangnya, diambil dari akumulasi poin antara Olimpiade Tulis dan Geotrek.

UPDATE #33
9 Februari 2018

Anak Yatim Cinere Raih Juara Pertama Lomba Pidato

Sejumlah prestasi diraih oleh anak asuh Asrama Rumah Yatim Cinere. Kali ini prestasi di raih oleh dua orang anak asuh Cinere dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Miftahul Umam, Jalan H. Kamang No. 25, RT 7 RW 10, Cilandak, Kota Jakarta Selatan. Pada perayaan ini sejumlah lomba keislaman diadakan untuk melihat potensi dari siswa.

Rasa riang terpancar di wajah Buldansyah, siswa kelas 11 dan Irfan Ripai siswa kelas 9. Keduanya berhasil mendapatkan prestasi dalam kegiatan HUT yang diadakan yayasan tempat mereka bersekolah. Prestasi yang diraih oleh Buldansyah ialah juara pertama lomba pidato. Sedangkan Irfan berhasil meraih juara dua dalam lomba tahfidz.

Prestasinya lantas menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kepala Asrama Cinere, Imanudin. Dirinya bangga, atas capaian yang selalu diraih anak asuhnya tersebut. Tidak hanya prestasi ini saja, sejumlah prestasi pula pernah diraih oleh anak asuhnya yang lain. Betapa tidak, sebagai seorang kepala asrama, Imanudin cukup laten dalam menggali prestasi anak asuhnya. "Sangat senang anak-anak bisa mengeluarkan bakat mereka," paparnya.

Ia berharap, anak asuhnya bisa terus memperdalam ilmu dan memperbanyak capaian prestasi. Sehingga, anggapan akan kurangnya pendidikan untuk anak yatim bisa terbantahkan. Untuk ke depannya, sambung Imanudin, bisa mempertahankan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.

Selain itu, dia menekankan, prestasi yang didapatkan oleh Buldansyah dan Irfan bisa menjadi acuan semangat bagi anak asuhnya yang lain. Sehingga, jejak keduanya bisa diikuti oleh seluruh anak asuhnya.

UPDATE #32
7 Februari 2018

Siswa SMP IT BIU Ikuti Penyisihan Olimpiade Matematika Nasional

Sebanyak empat orang siswa SMP IT Bina Insan Unggul (BIU) yakni Jihan, Aufa, Ilyas dan Anis mengikuti kegiatan penyisihan Olimpiade Matematika Tingkat Nasional yang diadakan Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di Kampus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung , Sabtu (3/2).

Menurut koordinator lomba SMP IT BIU Muftia Fitri Fajriani, ada ratusan peserta dari berbagai sekolah, salah satunya siswa SMP IT BIU mengikuti kegiatan ini. Di sana para peserta mengerjakan soal matematika dalam bentuk pilihan ganda dan esai. 

Selain digelar di Bandung, babak penyisihan ini pun digelar di wilayah Palembang, Surabaya, Purwokerto, Yogyakarta, Semarang, Bali, Banjarmasin, dan Makasar. 

Mufti pun menuturkan bahwasannya babak penyisihan merupakan awal dari olimpiade ini, jika siswa lolos mengikuti babak ini maka akan lanjut mengikuti olimpiade di Kampus Fakultas Matematika UNY bersama ratusan peserta lainnya. 

“Jika anak-anak lolos, maka mereka akan lanjut mengikuti olimpiade di Yogyakarta bersama peserta dari berbagai wilayah lainnya. Insya Allah pengumuman babak penyisihan ini akan diinformasikan pada hari Kamis mendatang, mohon doanya semoga anak-anak kami bisa lolos,” paparnya, Senin (5/2).

UPDATE #31
6 Februari 2018

Empat Medali Pencak Silat Asia Eropa Diboyong Anak Asuh

Betapa bahagia wajah anak-anak asuh Rumah Yatim Area Jawa Barat saat memegang trophy medali dalam ajang kejuaraan pencak silat tingkat Asia dan Eropa, Minggu (4/1) di GOR Trilomba Juang Bandung. 

Wajah-wajah lelah berkeringat terbayar sudah. Empat anak asuh Rumah Yatim memboyong empat mendali sekaligus. Adalah Erwin Pahmi Rizal (14) berhasil meraih Juara I dan mendapat medali Emas. Eris Hidayat (16) dan Kholis  berhasil meraih Juara II dan mendapat medali Perak, serta Zaki Maulana Akbar (14) berhasil meraih juara III dan mendapat medali perunggu.

“Mereka semua mendapat juara dari beda tingkat atau kelas, sesuai dengan bobot atlet,” ungkap Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung, Dhian Risdhian saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim via sambungan telepon, Senin (5/2)

Dhian sapaan akrabnya, mengaku bangga atas apa yang telah diperoleh oleh anak-anak asuh didikannya. Ia mengapresiasi penuh atas segala daya upaya dan usaha yang telah dilakukan kevempat kontigen dari Rumah Yatim. 

“Sebenarnya kemenangan yang sesungguhnya adalah tatkala mereka dapat melalui rintangan tersebut dan menjadikannya sebuah kemenangan yang berarti buat mereka, yang terwujud dari pemahaman ideologi yang baik serta kedisiplinan yang kuat,” paparnya.

Menurutnya, kemenangan hari ini dapat dijadikan sebuah pijakan dan pelajaran untuk berada di tingkat yang lebih atas lagi. “Karena masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini,” pungkasnya. 

 

UPDATE #30
2 Februari 2018

Guru Beri Edukasi Usai Observasi dan Shalat Gerhana Bulan

SMA El Fitra  memberikan edukasi tentang terjadinya gerhana bulan pada 10 siswa yang melaksanakan observasi di selasar utama SD El Fitra, Rabu (31/1) malam. Kegiatan ini merupakan bentuk penguatan pemahaman siswa setelah melakukan observasi praktek langsung di lapangan.

Kepala SMA El Fitra Tetep Kurnia mengatakan, kegiatan ini dimulai setelah selesai observasi dan shalat gerhana bulan. Tetep, sapaan akrabnya, juga menerangkan, kegiatan ini merupakan salah satu serangkaian kegiatan dari observasi gerhana bulan tersebut.

“Edukasi ini temanya tentang fenomena gerhana bulan, soalnya ini kan pas banget sama kejadian atau momen langka ini, tapi juga sekaligus menerangkan tentang teori dan materinya,” ucapnya saat berbincang di sela-sela pemaparan materi.

Edukasi fenomena gerhana bulan ini, disampaikan oleh salah satu guru pembimbing sains project, Zidni. Bagian yang dijelaskan merupakan teori-teori tentang terjadinya gerhana bulan dan aspek mengapa terjadinya gerhana bulan.

“Ini sebenarnya untuk menguatkan kembali bahwasannya antara hasil observasi di lapangan dan muatan yang disuguhkan dalam bentuk teori itu sesuai atau tidak. Ya ini sebagai penguat supaya anak-anak juga lebih paham dalam hal keilmuannya,” papar Tetep. 

Di akhir wawanacara, ia berharap semoga kegiatan ini dapat menjadi sebuah penguat keilmuan khususnya di bidang Sains, Teknologi dan Astronomi. SMA Elfitra merupakan sekolah binaan Rumah Yatim yang mengedepankan bidang Sains.

UPDATE #29
30 Januari 2018

Direktorat Pendidikan Lakukan Evaluasi Kuliah Alumni Rumah Yatim

Direktorat Pendidikan Rumah Yatim menggelar kegiatan evaluasi kuliah di salah satu ruang kelas SD El Fitra (Islamic Scientific School). Kegiatan ini digelar dalam upaya mengetahui perkembangan dan ketercapaian alumni Rumah Yatim yang sedang berkuliah di berbagai perguruan tinggi negeri.

Ada sebanyak 35 alumnus Rumah Yatim yang berkuliah di berbagai universitas negeri di antaranya, UPI, ITB, IPB, UNPAD, UGM, UNDIP, Polban dan Poltekes Kemenkes, mengikuti kegiatan evaluasi tersebut.

Manajer Pendidikan Nonformal Rumah Yatim, Ucu Marlina, mengungkapkan bahwasannya kegiatan evaluasi ini dikonsep seperti sidang skripsi. Dalam kegiatan ini, satu persatu alumnus diberi waktu 10 menit untuk mempresentasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah, kegiatan selama di kampus, prestasi yang sudah dicapai dan berapa banyak relasi yang sudah terjalin.

“Kami ingin mengetahui kegiatan yang dilakukan di kampus, apakah mereka hanya kuliah atau aktif berorganisasi, kami pun ingin mengetahui materi yang mereka dapatkan selama kuliah. Tidak hanya itu, kami pun ingin tahu berapa banyak dosen, teman dan instansi jurusan yang telah mereka jalin selama kuliah ini,” ujarnya, Senin (29/1).

Sama seperti sidang skripsi pada umumnya, di akhir persentasi para alumni mendapatkan komentar dan pertanyaan dari empat penguji yang terdiri dari direktur pendidikan, wakil direktur pendidikan, manajer pendidikan formal dan nonformal Rumah Yatim.

“Selain mendapat komentar dan pertanyaan, kami pun menilai mereka dari segi tampilan power point, konten yang disampaikan dan cara penyampaian materi,” katanya.

Ucu mengungkapkan, kegiatan evaluasi perdana ini akan dilakukan setiap semesternya. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan para alumni. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, para alumni menjadi terbiasa untuk tampil di depan umum, dan mengetahui cara presentasi yang baik dan benar itu seperti apa.

 “Semoga ketika nanti mereka sidang, mereka sudah terbiasa dan tidak merasa tegang ketika mempresentasikan materi," tutup Ucu.

UPDATE #28
29 Januari 2018

Beasiswa Pendidikan Bagi 80 Anak Non Mukim

Rumah Yatim Area Kalimantan menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada 80 anak non mukim yatim dan dhuafa, di Kelurahan Banua Anyar, Kalimantan Selatan, Kamis (25/1). Hal itu merupakan salah satu program pusat dalam membantu dan meringankan beban anak-anak dalam kategori kurang mampu, di bidang pendidikan. 

Adapun dari tujuan tersebut, Kepala Asrama Rumah Yatim Banjarbaru, Syafrudin mengungkapkan, kini Rumah Yatim sedang mencari potensi anak-anak berprestasi. Maka dari itu, Rumah Yatim selaku penyelenggara akan memfokuskan program pemberian beasiswa untuk membantu dan meringankan biaya sekolah anak non mukim. 

Dalam sambutannya, ia menyampaikan program yang sedang digalangkannya ini, yaitu program bimbingan belajar (Bimbel) gratis untuk anak yatim dan dhuafa berprestasi. Selain itu, pihaknya juga menyosialisasikan keberadaan kantor layanan zakat dekat lingkungan setempat.

“Acaranya di kantor kas yang baru, sekalian sosialisasi keberadaan kita di situ. Selain kantor, kita juga buka Bimbel, diutamakan bagi yatim dan dhuafa,” ungkapnya, saat diwawancarai Jum’at (26/1). 

Lebih lanjut ia menuturkan respon warga sekitar, terutama anak-anak, cukup antusias dan disambut baik. Terlebih di kantor kas tersebut, ada Pusat Pengembangan Potensi Anak (PPPA) yang membuka peluang bagi anak-anak yang kurang mampu atau sempat putus sekolah bisa mengikuti program Bimbel gratis itu. 

“Mereka cukup senang waktu saya survei, responnya cukup baik,”

katanya.

Ia berharap pemberian beasiswa ini bisa dilaksanakan secara rutin untuk bisa membantu pendidikan  anak-anak, agar lebih bermanfaat. Serta hadirnya Rumah Yatim  di lingkungan tersebut, dapat membawa dampak positif bagi masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan keberadaan kita membawa dampak positif, membantu pendidikan anak agar lebih bermanfaat," pungkasnya. 


#BersamaWujudkanMasaDepanYangLebihBaikBagiMereka

UPDATE #27
25 Januari 2018

Tiga Anak Asuh Akan Ikuti Kontingen Kejuaraan Pencak Silat

Rumah Yatim Lodaya Bandung memiliki banyak anak asuh yang ahli di bidang olahraga, salah satunya pencak silat. Setiap minggunya, mereka selalu dilatih untuk melakukan latihan rutin dalam rangka meningkatkan kemampuan pencak silat terhadap anak-anak asuh di Rumah Yatim Lodaya. 

Bulan Februari nanti, menurut informasi dari Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung, Dhian Risdhian mengatakan anak asuh akan dikirim untuk mengikuti undangan kejuaraan pencak silat dalam perlombaan tingkat nasional dan internasional.

“Informasi tersebut adalah benar sesuai dengan proposal masuk dengan nomor 04/PPSPB/PBo4/II/2018 tentang Undangan Kejuaraan Pencak Silat kepada Padepokan Padjadjaran Indonesia Cabang Rumah Yatim,” ungkap Dhian saat diwawancarai, Selasa (23/1).

Tiga anak asuh yang akan mewakili perlombaan tersebut adalah Eris Hidayat (16), Zaki Maulana Akbar (14) dan Ervin Pahmi Rizal (14). “Tiga anak yang di ikut sertakan dalam kontingen kejuaraan ini sudah memiliki sabuk hijau dan kuning serta sudah lama aktif dalam pengembangan skill silat ini,” ujarnya.

Ia mengaku, hal ini merupakan sarana untuk menambah pengalaman bagi mereka dan salah satu cara dalam rangka pengembangan skill agar dapat memunculkan keberanian dan bisa menghadapi tantangan yang ada serta sebagai sarana peningkatan prestasi non akademik anak.

“Dan yang terpenting adalah mereka dapat memberikan kontribusi nyata dalam memelihara kebudayaan pencak silat Indonesia,” pungkasnya.

Dhian berharap semoga Allah memudahkan mereka untuk mencapai hasil yang terbaik. "Doakan anak-anak asuh Rumah Yatim semoga diberi kelancaran dan kemudahan, aamiiiin," katanya.


#YatimBerprestasi

UPDATE #26
22 Januari 2018

Ima, Anak Asuh Rumah Yatim Miliki Segudang Prestasi

Wajahnya selalu terlihat berseri, sedikit pemalu tapi aktif di asrama. Senyum ramah selalu menghiasi perbincangan sore itu. Mulanya malu untuk bersua, tapi sejalan waktu yang berlalu, Ima Husnul Khotimah (13) larut dalam perbincangan.

Ima -sapaan akrabnya, salah satu anak asuh Rumah Yatim Cemara yang memiliki segudang prestasi akademik maupun non akademik. Sejak ditinggal sang ayah saat usia lima tahun, semangat Ima tidak surut. Sehari-hari kini, putri Uum Kurniasih ini gemar membaca. Menurutnya membaca merupakan suatu kebutuhan untuk memperdalam pengetahuannya.

Ia sudah tinggal di asrama sejak duduk di bangku sekolah dasar. Hal ini, dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak mencukupi di dalam keluarganya. Namun, semangat Ima tidak pernah luntur, ia bercita-cita ingin menjadi sosok yang berbeda dari keluarganya. Hal ini, untuk membanggakan sang ibunda dan almarhum sang ayah.

Keterbatasan ekonomi dan ditinggalnya sang ayah, tidak membuat Ima berkecil hati dalam proses menuntut ilmu serta bersosialisasi. Hal ini terbukti dengan diraihnya sejumlah prestasi akademik dan non akademik. 

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia selalu meraih peringkat satu di kelasnya hingga lulus di tahun 2017. Pada Mei tahun kemarin, Ima berkesempatan untuk kembali membuktikan prestasinya dengan mendapat ranking satu di semester awal, dirinya bersekolah di SMP IT Bina Insan Unggul (BIU).

Hal ini membuktikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi halangan Ima untuk tetap berprestasi. Dirinya mengaku semenjak tinggal di asrama Cemara, semangatnya dalam belajar terus meningkat. Hal ini dikarenakan, banyak aktivitas yang mendukung potensinya untuk berkembang.

"Senang soalnya banyak temen-temen asrama yang sering ketawa dan bahagia, yang sederhana itu dirasakan bersama, dan teman-teman asrama juga penghibur kalau lagi pusing," ungkapnya dibalut malu dan senyum.

Selain prestasi akademik di bangku sekolah dasar dan menengah pertama. Ia juga meraih beberapa penghargaan dalam sejumlah perlombaan selama ia duduk di sekolah dasar maupun saat ini di menengah pertama. 

Saat duduk di kelas tiga sekolah dasar, dirinya meraih juara satu pada lomba membaca, menulis, dan menghitung (Calistung) tingkat kecamatan. Di tahun berikutnya, saat duduk di kelas empat ia mendapat juara ketiga dalam perlombaan cerdas cermat yang di adakan Universitas Padjadjaran. 

Selain itu di tahun kelimanya sekolah, saat mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPA tingkat sekolah dasar, ia kembali meraih juara satu.  Dua perlombaan terkahir yang diikuti Ima, Sains Project dan lomba teka-teki silang di beberapa bulan kemarin. Bisa diraihnya dengan mendapat juara satu di kedua perlombaan tersebut.

Perasaan bangga dirasakan Ima saat sejumlah prestasi bisa ia persembahkan untuk sang ibunda dan mendiang sang ayah. Namun, prestasi yang didapatkan Ima tak serta-merta diraihnya secara instan. Rasa malas dalam belajar, beribadah dan lainnya pernah Ima rasakan selama tinggal di asrama.

"Kadang suka banyak godaan males buat ibadahnya rajin," paparnya.

Selain itu, prestasi akademik yang diraihnya tetap diimbangi dengan ketaatannya dalam menjalankan kewajiban maupun sunah dalam beribadah. Saat ini ia sedang mulai mencoba menjalankan puasa sunah daud. Serta, tetap menambah hafalan ayat suci Alquran dan hadits setiap harinya. "Pertama memang gampang kegoda sama makanan-makanan, tapi udah agak lama udah biasa," tutur Ima.

Kini, rasa rindu Ima kepada sang Ibu dan mendiang ayahnya selalu dicurahkan dalam setiap sujudnya kepada Ilahi. Didikan yang baik hingga Ima terus bersemangat, menjadi rasa rindu tersendiri kepada sang ibu. Harapannya, ia bisa membawa kedua orang tuanya nanti untuk tinggal di surga saat waktunya tiba.


#BantuYatimBerprestasi
#MasaDepanYangLebihCerahUntukMereka

UPDATE #25
20 Januari 2018

Tipografi, Karya Alumnus Anak Asuh Dipamerkan di Dubai

Tak ada habisnya karya anak asuh Rumah Yatim yang patut diancungi jempol. Karya-karya anak asuh Rumah Yatim senantiasa membuahkan hasil. Kali ini mahakarya luar biasa datang dari bidang tipografi. 

Tipografi merupakan salah satu karya seni yang menggabungkan antara seni dan teknik menulis untuk mengatur tulisan sehingga membuat makna tulisan dapat tersampaikan dengan baik dan terarah secara visual. 

Alumnus anak asuh Rumah Yatim, Fikran Arif Sya’ban berhasil meloloskan karya seni tipografinya pada ajang pameran Type Unite Dubai tingkat internasional di Dubai akhir tahun 2017 lalu.

Pameran ini, merupakan pameran internasional tentang poster desain tipografi yang diadakan oleh Fakultas Desain di American University in Emirates (AUE) dan Type Unite yaitu sebuah perkumpulan internasional para profesor seni desain yang berkontribusi dalam pembelajaran dan latihan mengenai tipografi.

Fikran mengaku, ia merupakan satu dari 10 peserta perwakilan Indonesia yang karyanya berhasil lolos untuk dipamerkan di Dubai. Karya yang dipamerkan Fikran bertemakan karya seni tipografi tentang sopan santun orang Jawa dan tulisannya menggunakan aksara Jawa.

“Bentuknya kaya pohon rindang gitu, artinya sopan santun membuat orang merasa teduh,” ucapnya saat diwawancarai pada Kamis (18/1) disela-sela waktu senggangnya.

Menurut Fikran, dirinya tak menyangka bisa masuk ke dalam nominasi 10 peserta dari kampusnya untuk mewakili Indonesia dalam ajang pameran internasional tersebut.

“Fikran enggak pernah ikut pameran gede, sekalinya gede berskala internasional, kan gimana gitu, kaget tapi sekaligus bangga pastinya” kata Fikran saat dimintai keterangan tentang apa yang dirasakan setelah karyanya masuk kancah internasional. 

Pameran tersebut bertujuan untuk mengumpulkan karya-karya tipografi pelajar dari sembilan negara. Di antaranya, United Arab Emirates (UAE), China, Belanda, Ekuador, Indonesia, Polandia, Korea Selatan, Turki dan Amerika Serikat.

“Ya percaya diri aja sih pas seleksinya juga, enggak dapet salary tapi seenggaknya ini penting untuk portofolio, tapi saya dapet katalog buku dari sana,” tutupnya. 

 

#SaatnyaYatimIndonesiaGoInternasional

#BantuCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #24
19 Januari 2018

SD El Fitra Dapat Medali Perak dan Perunggu Olimpiade Matematika

SD El Fitra yang merupakan sekolah binaan Rumah Yatim mendapatkan medali perak dan perunggu pada ajang perlombaan Olimpiade Matematika. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Detik DH SMP Darul Hikam tingkat SD/MI se-Jawa Barat di Jalan Ir. H. Juanda No. 285 A Dago, Coblong Kota Bandung, Selasa-Rabu (16-17/1). 

Olimpiade yang merebutkan piala Gubernur Jawa Barat ini, diikuti oleh 223 peserta dari 44 sekolah SD/MI se-Jawa Barat. Perlombaan ini, dilakukan selama dua hari dengan dua tahapan penyeleksian, yakni babak penyisihan dan  babak final. 

Guru Pembimbing Olimpiade Matematika Yayah Dwi Cahyani membenarkan hal tersebut. “Benar, Alhamdulillah siswa SD El Fitra dapat medali perak dan perunggu masuk babak final di Teater Tertutup Dago Tea House,” katanya kepada jurnalis Rumah Yatim saat diwawancarai pada Rabu (17/1).

Yayah menambahkan SD El Fitra mengirimkan lima siswa untuk mengikuti Olimpiade Matematika ini, di antara murid-murid tersebut adalah Abdurrofi Fauzi, Muhammad Aiman, Nadhif Maulana R, Aisyah Nabila dan Siti Hajar. 

“Bersyukur sekali kepada Allah yang telah memberikan kemudahan kepada seluruh siswa," ujarnya.

Ia berharap, nantinya SD El Fitra akan mendapatkan medali nasional, sehingga SD El Fitra dapat dikenal. Tidak hanya di Bandung, melainkan se-Jawa Barat dan tingkat nasional.

“Allah telah memberikan  kemudahan, maka terus semangat untuk mendapatkan nilai yang lebih baik lagi. Jangan lupa selalu berdoa. Memohon agar Allah selalu memberikan yang terbaik serta kelancaran atas segala urusan kita, aamiiin,” pesan Yayah untuk anak-anak.

 

#PendidikanBaikYangMenjadiHakSemuaAnak
#Prestasi

UPDATE #23
18 Januari 2018

75 Alumni Anak Asuh Rumah Yatim Berhasil Masuk PTN

Alumni anak asuh Rumah Yatim yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, kini telah banyak melanjutkan studi ke jenjang pekuliahan. Sebagian alumni berhasil lolos masuk seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sebagian lainnya berkontribusi penuh mengabdi untuk Rumah Yatim.

Diwawancarai pada Jumat (12/1) di selasar SD El Fitra, Manajer Pendidikan Nonformal Rumah Yatim, Ucu Marlina mengatakan, alumni anak asuh Rumah Yatim telah tersebar di beberapa Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. 

“Kalau di hitung-hitung sudah ada sekitar 75 orang yang kuliah,” jelas Ina sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, alumni anak asuh Rumah Yatim sebagian besar diterima di beberapa perguruan tinggi, di antaranya Institute Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (Unpad), Politeknik Bandung (Polban), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institute Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI) dan masih banyak perguruan tinggi lainnya.

“Alhamdulillah sampai sejauh ini anak-anak lolos masuk ke perguruan tinggi yang bagus dan terkenal, bahkan ketika saya mendaftarkan kesalah satu universitas bergengsi, salah satu anak asuh Rumah Yatim memiliki nilai tes tertinggi di banding siswa lainnya,” paparnya.

Selain itu, Ina juga menambahkan, alumni anak asuh Rumah Yatim yang telah lulus SMA, akan diberi pilihan. Anak-anak bebas memilih untuk melanjutkan kuliah atau terlebih dahulu mengabdi di Rumah Yatim. 

“Kalau yang lulus masuk kuliah, silakan kuliah. Ada beberapa pembagian ketika menjadi alumni. Ada yang kuliah, ada juga yang ditugaskan. Ada juga penugasan wajib, satu tahun. Tetapi, ada  juga yang memang ingin pulang ke rumahnya. Yang kuliah, dan yang tidak kuliah, biasanya disebarkan di departemen atau unit, itu tergantung kebutuhan,” ungkapnya.

Rumah Yatim menjadi lembaga yang juga mengedepankan pendidikan anak asuh agar kelak dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat dan orang banyak. Masuk ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri) menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan anak asuh dalam bidang pendidikan.

“Intinya kan ketika mereka sudah jadi alumni, itu bagaimana cara mereka agar bisa mandiri. Mereka berbeda dari   anak-anak pada umumnya. Hal-hal seperti melatih kepercayaan diri, itu kita terapkan, ya anak asuh identik yang  seperti itu, mereka harus mandiri," pungkas Ina.


“Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga perkara yaitu: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya“. (HR. Muslim)

#BersamaWujudkanCitaDanHarapanMereka

UPDATE #22
17 Januari 2018

Renaldi, Anak Asuh Berprestasi Lanjut Kuliah di IPB

Alumni anak asuh Rumah Yatim yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, banyak memiliki prestasi. Salah satu anak berprestasi dari asrama Rumah Yatim adalah Renaldi (19).

Laki-laki kelahiran Ciamis, 24 Oktober 1998, saat ini sedang menempuh studi di salah satu universitas terbaik di Indonesia dan menjadi bagian dari perwakilan Rumah Yatim yang berkuliah di kampus bergengsi tersebut.

Rei, sapaan akrabnya, ia merupakan alumnus SMA El Fitra Bandung dan saat ini sedang duduk di bangku kuliah tingkat satu di Institute Pertanian Bogor (IPB) jurusan Manajemen Agribisnis.

“Tak pernah terbayangkan saya bisa duduk di bangku kuliah dan diterima di IPB,” ucap Renaldi saat diwawancarai Jurnalis Rumah Yatim, Rabu (10/1).

Laki-laki yang hobi mendengarkan musik ini, memiliki segudang cita-cita, salah satunya menjadi pengusaha.

Ia menjadi bagian dari Rumah Yatim sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia tak pernah menyangka sebelumnya, dirinya bisa masuk di IPB.

“Awalnya engga nyangka banget bisa masuk IPB, dulu pas SMA ikut manajemen pendidikan. Tiba-tiba disuruh ngumpulin berkas untuk seleksi masuk perguruan tinggi, alhamdulillah dapet dan diterima,” ujar Rei.

Rumah Yatim memilki program rancangan pendidikan yang dibangun untuk meningkatkan pendidikan anak-anak asuh. Salah satu programnya adalah bimbel (bimbingan belajar). Rumah Yatim juga menjadi media fasilitator sebagai salah satu penunjang keberhasilan anak.

“Saat ini, biaya kuliah Rei, tunjangan pendidikan, biaya hidup sehari-hari, semua itu dibiayain dari Rumah Yatim. Ada beasiswa dan tunjangan juga. Semua biaya kuliah dibiayain sama Rumah Yatim,” tuturnya.

Ia bercerita, dirinya menjadi bagian dari keorganisasian di kampusnya dan ia bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman baru yang menyenangkan. 

“Alhamdulillah puji syukur, setelah beberapa bulan merasakan kuliah, senang sekali Rei bisa mendapat pengalaman baru serta teman-teman baru yang menyenangkan,” katanya. 

Ia juga mengatakan, sampai detik ini, Rumah Yatim selalu mendukungnya dan menjadi bagian penting di dalam kehidupannya. “Sampai saat ini Rumah Yatim masih berperan dalam kehidupan saya, baik itu di kehidupan sehari-hari maupun yang lainnya serta dalam biaya juga,” jelasnya.

Rei sangat berterima kasih atas bantuan dan pelayanan yang luar biasa dari Rumah Yatim atas semua yang telah diberikan kepadanya. Ia berharap semoga kelak Rumah Yatim semakin maju dan selalu menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional yang amanah dan bertanggungjawab.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim telah membimbing, mengurus saya dan memberi dukungan hingga saya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti ini,” pungkasnya.


#WujudkanMasaDepanYangLebihCerahUntukMereka

UPDATE #21
13 Januari 2018

KYD Rumah Yatim Seimbangi Prestasi Anak Asuh dengan Akhlak

Rumah Yatim memiliki 29 asrama bagi anak asuh, yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Terdapat 319 anak asuh mukim yang tinggal di asrama. Setiap tahunnya, Rumah Yatim mencoba untuk terus mengembangkan potensi anak, agar bisa bersaing dengan anak-anak lainnya. 

Prestasi-prestasi sudah ditorehkan anak asuh, baik dalam bidang akademik maupun kediniyahan. Selain prestasi, banyak pula kreasi yang telah anak asuh ciptakan.

“Terkait prestasi itu ada dua hal. Pertama, prestasi akademik yang menyangkut prestasi di sekolah. Kedua prestasi diniyah berkisar tentang hafalan Alquran, hafalan hadits, praktik shalat, fiqih, dan lainnya,” ungkap Manajer Kemandirian Yatim dan Dhuafa (KYD) Rumah Yatim, Joko.

Sedangkan di bidang kreasi atau pengembangan potensi anak, di setiap daerah itu berbeda-beda. Ia menambahkan, ada yang lebih menekankan di bidang olahraga dan ada juga di bidang seni. Di antaranya, bimbingan belajar (bimbel), koding, belajar komputer, les bahasa, karate, taekwondo, futsal, dan menjahit.

“Anak asuh kami itu ada yang pernah membuat aplikasi games sederhana, ada juga satu anak yang dalam satu tahun ini sudah hafal 14 juz,” ujarnya. Dari total 319 anak, sebanyak 210 anak sudah hafal Alquran minimal 1 juz.

 “Kita selama ini sudah memaksimalkan dari sisi prestasi anak, baik akademik atau pun diniyah. Nah kita sekarang seimbangkan dengan kualitas akhlaknya,” papar Joko ketika ditanyai perihal rencananya di tahun 2018.

Jadi, anak itu tidak hanya pintar saja, tidak hanya hafal Alquran saja, tapi diimbangi dengan akhlak yang baik. Sehingga nantinya ketika lulus sekolah, atau sudah tidak di Rumah Yatim lagi, anak-anak bagus dari segi skill dan akhlak.

“Karena dari akhlak yang baik akan memunculkan tanggungjawab yang baik. Terutama kami didik anak dengan karakter – karakter yang meneladani  Rasulullah SAW,” ucapnya, saat ditemui diruangannya, Senin (8/1).

Selain meningkatkan kualitas anak asuh, di tahun 2018 ini ia akan meningkatkan kualitas kepala asrama, utamanya dalam bidang psikologi. “Untuk menjadi kepala asrama itu harus memahami psikologi.  Sehingga ketika menghadapi anak dengan berbagai karakter dan emosinya, dia bisa menanganinya,” tambah Joko. Namun, ia juga akan terus mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.


Jangan merusak kebahagiaan yang kamu miliki dengan rasa khawatir, dan jangan menghancurkan pikiranmu dengan pesimisme. Jangan merusak kesuksesanmu dengan tipu daya dan jangan merusak optimisme orang lain dengan menghancurkannya. Jangan merusak harimu dengan melihat kembali hari kemarin. – Ibnu Qayyim

#BersamaCerdaskanMasaDepanMereka

UPDATE #20
11 Januari 2018

SD El Fitra Terapkan Ilmu Sains dan Diniyah Sejak Dini

SD El Fitra (Islamic Scientific School) menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Bandung, hal ini terbukti dari peminat yang masuk ke sekolah ini semakin bertambah setiap tahunnya. Sekolah yang menanamkan tema Islamic Scientific ini, mendorong siswa belajar sains sejak usia dini.

Diwawancarai di selasar sekolah Rabu (10/1), Wali Kelas 1 SD El Fitra, Nendah Widi Wahyuni mengakui hal itu. Katanya, SD El Fitra merupakan sekolah yang memodifikasikan antara sains dan kediniyahan/keislaman.

“Memodifikasikan antara sains dan kediniyahan, karena ini sesuai dengan visi dan misi SD El Fitra itu sendiri,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan ilmu sains yang diajarkan sejak usia dini dapat menunjang keberhasilan para siswa dalam menggali kemampuan dan bakat yang terpendam.

“Sekarang tuntutan zaman, sejak usia dini tidak ketinggalan teknologi. Anak-anak sudah tahu televisi, komputer, handphone dll. Maka dari itu diajarkan sejak dasar ilmu sains dan teknologi,” paparnya.

Nendah menambahkan, sekolah yang berbasis Islam dan teknologi sains ini sudah banyak melahirkan produk atau karya-karya sains yang luar biasa. Mulai dari hal yang dasar sampai karya-karya yang diikutsertakan dalam perlombaan. 

“Subhanallah, bahkan saat ini anak-anak lebih senang dan lebih kreatif. Memadukan dari kreativitas, sesuatu yang disenangi dan lain sebagainya. Sekarang jauh lebih baik dari yang sebelumnya,” jelasnya.

SD El Fitra binaan Rumah Yatim ini, saat ini sudah mendapat akreditasi A dan menjadi salah satu sekolah favorit yang telah meraih banyak penghargaan dan keikutsertaan perlombaan, baik tingkat kota, provinsi, atau pun nasional. 


"Manusia lebih membutuhkan ilmu dibanding makan dan minum, karena dalam sehari seseorang hanya membutuhkan makan minum satu atau dua kali saja. Sementara ia membutuhkan ilmu dalam setiap helaan nafasnya." – Ahmad bin Hanbal

#BersamaCerdaskanGenerasiPenerusKebaikan

UPDATE #19
11 Januari 2018

Persiapan Hadapi UN, Siswa Kelas 6 Ikuti Bimbel Intensif

SD El Fitra menggencarkan bimbingan belajar (bimbel) intensif kepada seluruh siswa kelas enam dalam menghadapi Ujian Nasional pada April mendatang. Kegiatan bimbel intensif ini, dilakukan setiap satu kali dalam sepekan.

Wali kelas 6 SD El Fitra Septiani, saat diwawancarai disela-sela mengajarnya pada Rabu (10/1) mengatakan, bimbel ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempersiapkan para siswa dalam menghadapai Ujian Nasional dan menjadikan seluruh siswa SD El Fitra menjadi lulusan terbaik.

“Ingin menjadikan anak-anak juga paham, mampu mengerjakan soal-soal UN dengan cepat,  mampu memahami pelajaran umum yang akan di UN-kan, ingin memaksimalkan dan menghasilkan lulusan terbaik di SD El Fitra ini,” jelasnya.

Bimbel intensif yang digencarkan sejak awal semester ini dilakukan setiap Sabtu pukul 09:00 sampai 14.00 WIB. “Ada kelas tambahan juga setiap hari, ini selain hari Sabtu, yaitu tambahan jam pelajaran setengah jam untuk memaksimalkan mata pelajaran,” kata Septi panggilan akrabnya.

Bimbel ini diharapkan mampu menjadikan seluruh siswa berani untuk memiliki mimpi mendapatkan score terbaik di tahun ini. 

“Dengan adanya bimbel, bukan hanya nilai saja tetapi mereka juga memahami materi yang disampaikan. Ini berguna untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya,” harapnya.

Sekolah binaan Rumah Yatim ini berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan perubahan besar ke arah yang lebih baik. “Setiap tahun kami selalu ada evaluasi, banyak program baru yang dicanangkan,” tutupnya mengakhiri wawancara. 


Tuntutlah ilmu dan pelajarilah ketenangan dan kehormatan diri. – Umar bin Khattab

Ilmu adalah salah satu hal yang tak akan terpustus dan menjadi salah satu hal yang akan membantu kita di akhirat nanti ... Mari kita titipkan ilmu kita dengan menunaikan salah satu amal yang mutlak akan membantu kita nanti disana.

UPDATE #18
9 Januari 2018

PPPA, Upaya Menekan Tingginya Anak Putus Sekolah

Rumah Yatim Area Kalimantan membuka Pusat Pengembangan Potensi Anak (PPPA) dalam peresmian Kantor Layanan Zakat, di Jalan Pangeran Hidayatullah No.35 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (7/1).  Pembukaan PPPA tersebut sebagai upaya Rumah Yatim dalam menekan tingginya anak putus sekolah di lingkungan setempat. 

Manajer Area Kalimantan Indra Abdullah memaparkan, tujuan didirikannya PPPA ini agar dapat menangani permasalahan finansial bidang pendidikan, untuk anak kurang mampu di lingkungan RT/RW setempat. 

“Untuk bisa menangani permasalahan tentang pendidikan anak-anak tidak mampu,” paparnya, Senin (8/1). 

Berdasarkan informasi yang diperoleh RT setempat, banyak anak-anak di lingkungan Kantor Layanan Zakat, yang terpaksa berhenti sekolah, karena latar belakang keluarga yang berada dalam kategori tidak mampu secara finansial.  

“Banyak anak dari latar belakang keluarga tidak mampu, sehingga tidak mampu mengikuti bimbel,” ungkapnya.

Ia berharap dengan hadirnya PPPA ini, anak-anak yang putus sekolah bisa memperoleh manfaat besar dari program yang diluncurkan Rumah Yatim. 

Rencananya, PPPA ini akan meluncurkan tiga bimbingan belajar gratis, yaitu pembelajaran diniyah yang akan berkoordinasi dengan ustadz setempat, kursus Bahasa Inggris dan kursus pelajaran umum yang akan berkoordinasi dengan universitas di Banjarmasin.

Indra berharap, program ini bisa memutus mata rantai pendidikan anak-anak kurang mampu yang putus sekolah, disebabkan permasalahan finansial. Serta dapat mewujudkan visi misi Rumah Yatim di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. 

“Dengan harapan agar anak yatim dan dhuafa yang ada di sekitar kantor layanan kami, bisa memperoleh manfaatnya,” pungkasnya.


#BersamaCerahkanMasaDepanMereka
www.rumah-yatim.org

UPDATE #17
8 Januari 2018

Rumah Yatim Bentuk Karakter Anak Asuh Lewat Mabit

Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) Rumah Yatim berlangsung khidmat dan lancar. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Klender, Jalan Dermaga Raya No.38, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (5/1) malam. Kegiatan ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam membentuk karakter para anak yatim.

Menurut pemaparan Manager Kemandirian Yatim dan Dhuafa (KYD), Joko, kegiatan ini berkaca pada perkembangan zaman saat ini. Dimana, tambah dia, kondisi zaman now sangat tidak bersahabat kepada anak. Oleh karena itu, Mabit dirasa baik untuk menggembleng kareakter anak asuhnya.

"Dengan adanya Mabit ini, berharap dapat memberikan pandangan pada anak tentang hidup dan hakikat hidup sehingga mampu memagari mereka dari pergaulan tidak baik," ungkapnya.

Selain itu, agar memacu semangat anak asuh untuk tidak gampang menyerah. Serta memotivasi, agar setiap kemampuan di dalam diri anak masing-masing bisa keluar. Sehingga, tambah Joko, anak asuh nantinya akan bersemangat dalam menjalani setiap kegiatan di sekolah maupun di masyarakat. 

Ia merasa bahagia dan sangat mengapresiasi kemampuan anak asuhnya dalam pemahaman diniyah. Anak-anak terlihat sangat fasih dan bersemangat saat dilakukannya evaluasi hasil pembelajarannya selama ini. Dalam rangkaiannya pun setiap anak perwakilan dari asrama harus memberikan Kultum.

"Ada evaluasi untuk melihat sejauhmana kemapuan anak-anak. Seperti tes hafalan ayat dan hadis," jelasnya.

Kegiatan ini pula rencananya akan dilakukan rutin setiap bulannya di sejumlah asrama Rumah Yatim di wilayah lain. Di antaranya di area Jawa Barat, cabang Lampung, dan area Yogyakarta.

"Semoga menjadi keberkahan buat pengurusnya, lingkungan dan semua yang terlibat baik langsung atau pun tidak. Jazakumullah khoiron katsiron kepada berbagai pihak yang peduli dengan kami," pungkasnya.


Meningkatkan pada dasarnya merubah. Menjadi sempurna adalah perubahan yang dilakukan berulang. Merubah untuk masa depan mereka yang lebih baik menjadi tugas kita bersama...

#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka

 

 

UPDATE #16
6 Januari 2018

Tingkatkan Kemampuan Bahasa Asing, RY Bali Adakan Les

Rumah Yatim Cabang Bali rutin mengadakan les bahasa inggris untuk anak-anak asuhnya setiap tiga kali dalam satu minggu.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas bahasa asing di lingkungan asrama Rumah Yatim.

Diwawancarai pada Kamis (04/01), Kepala Asrama Rumah Yatim Cabang Bali Muhammad Abdullah memaparkan, kegiatan les ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Rumah Yatim dalam rangka meningkatkan kemampuan berbahasa asing para anak asuh.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 11 orang siswa sekolah dasar dan 7 orang siswa sekolah menengah. Les bahasa ini dipandang mampu menjadi salah satu cara dalam memperbanyak ilmu pengetahuan tentang bahasa asing khsuusnya bahasa inggris.

“Alhamdulillah anak-anak antusias selalu untuk belajar bahasa inggris dan ini merupakan suatu kemajuan yang signifikan dalam membantu anak-anak dalam hal berbahasa,” papar Abdullah.

Ia juga mengatakan, kegiatan ini senantiasa menjadi kegiatan unggulan di Rumah Yatim Cabang Bali dan menjadi kegiatan yang berkelanjutan.

“Semoga dengan ini, anak-anak mampu berbahasa asing dengan baik dan benar,” pungkasnya.


_"Jangan merusak kebahagiaan yang kamu miliki dengan rasa khawatir, dan jangan menghancurkan pikiranmu dengan pesimisme. Jangan merusak kesuksesanmu dengan tipu daya dan jangan merusak optimisme orang lain dengan menghancurkannya. Jangan merusak harimu dengan melihat kembali hari kemarin."_(Ibnu Qayyim)

 

#BersamaWujudkanMasaDepanYangLebihBaikUntukMereka
#BantuBangunOptimismeUntukMasaDepanMerekaYangLebihBaik

UPDATE #15
5 Januari 2018

Anak Asuh Rumah Yatim Surabaya Tingkatkan Hafalan Quran

Untuk membina anak asuhnya, Rumah Yatim menetapkan kurikulum tersendiri tiap asrama. Salah satu kegiatan yang dibuat dalam kurikulum tersebut adalah setiap anak harus menghafal surat Ar Rohman dan Al Waqiah.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya Agus Kurnia, kegiatan ini baru berlangsung empat hari, dilakukan sesudah shalat magrib dan isya. “Kegiatan ini harusnya dilakukan pada awal liburan, tapi karena liburan anak-anak kami lebih awal jadi pemberian kurikulum sedikit berbeda,” ujarnya.

Meski sedikit terlambat, namun Agus mengakui anak-anak memiliki progres yang bagus, di antara mereka ada sebagian yang sudah hampir hafal kedua surat tersebut.

“Alhamdulillah, anak-anak ada yang baru hafal sedikit, ada yang sudah hampir hafal semuanya," imbuhnya.

Meski kini anak-anak sudah mulai masuk sekolah, melihat manfaat dari kedua ayat tersebut, Agus akan meminta anak-anak untuk terus menghafalnya hingga benar-benar hafal.

 

Ingatlah.. Allah selalu memberikan kelebihan dibalik kekurangan.. Allah selalu memberikan Kekuatan dibalik kelemahan..


#BersamaCerdaskanMasaDepanMereka

UPDATE #14
4 Januari 2018

Evi Christiani: Bersyukur Jadi Bagian Rumah Yatim

Evi Christiani Harahap, salah satu anak asuh Rumah Yatim sejak 6 tahun lalu, kini telah tumbuh menjadi perempuan cerdas dan bersahaja. Murah senyum, supel, rajin dan berprestasi, itulah karakter dari perempuan yang akrab dipanggil Evi. 

Perempuan kelahiran September 2000 ini, merupakan anak asuh mukim Rumah Yatim Pamulang Tangerang Banten, dirinya sudah yatim sejak usia dua tahun. “Udah enggak pernah liat ayah sejak umur dua tahun,” cerita Evi kepada Jurnalis Rumah Yatim, Rabu (3/1).

Namun, hal tersebut tak menjadikannya putus harapan, ia terus berdoa dan berusaha menjadi yang terbaik demi membanggakan orangtuanya dan nama baik Rumah Yatim. Saat ini, ia telah tumbuh menjadi perempuan pintar penuh prestasi. Tak tanggung-tanggung, beberapa kejuaraan sudah ia raih sejak di bangku sekolah dasar sampai di jenjang sekolah menengah atas.

Ia mampu menjadi contoh bagi anak asuh yang lainnya. Dirinya berhasil meraih beberapa kali penghargaan, mulai dari  Juara I Tahfidz Qur’an selama empat kali berturut turut, Juara Umum Pramuka Penggalang selama tiga kali berturut turut,  Juara II Olahraga Basket, Juara II Paduan Suara, Juara II Menulis Puisi, Juara III Menulis Cerpen Islami, dan masih banyak lagi penghargaan yang telah ia terima.

Jurnalis Rumah Yatim berbincang dengan Evi disela-sela kesibukan dalam menjalankan beberapa aktivitas padatnya. Ia bercerita, setidaknya ia harus menjadi orang yang bermanfaat dan berguna untuk Rumah Yatim dan untuk seluruh umat. Dirinya menginginkan kebaikan untuk Rumah Yatim dan untuk semua yang berkontribusi di Rumah Yatim.

“Senang, bahagia banget, bersyukur menjadi  orang-orang pilihan yang masuk Rumah Yatim. Terima kasih atas pendidkan dan semuanya yang telah mendidik Evi sampai sejauh ini” jelasnya.

Saat ini, ia duduk di kelas XI di SMA Muhammadiyah 08 Ciputat Tangerang Selatan. Ia selalu masuk peringkat 10 besar disekolahnya. 

Kelak ia bercita-cita menjadi seorang guru yang berkolaborasi dengan bidang psikologi. “Evi pengen jadi Guru dan Psikolog. Soalnya, kalau jadi guru kan harus memahami murid-muridnya. Supaya mendalami karakter siswa siswinya, makanya harus paham psikologi juga,” ujarnya.

Perempuan yang hobi membaca buku islami dan menulis puisi ini, terus menorehkan karya-karya terbaiknya lewat tulisan yang ia tuangkan. Ia selalu menjadi salah satu anak asuh yang rajin dan selalu belajar untuk menjadi yang terbaik dan berguna.

“Anaknya pinter, ia selalu suka menulis dan membaca. Kadang tulisan-tulisan dia itu dipajang di mading asrama Rumah Yatim, selalu mendapat rangking juga tiap semester, Evi itu berprestasi,” ucap Mustofa selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Pamulang Tangeran.

Ia juga menambahkan, walau terkadang pemalu, tapi Evi merupakan salah satu anak asuh yang rajin dan mau bekerja keras. Evi selalu betah berada di asrama, karya-karyanya selalu menjadi yang terbaik.

Diakhir perbincangan, Evi menceritakan kelak ketika ia sudah lulus dan menjadi orang sukses, ia akan mengabdi untuk Rumah Yatim dan bermimpi membangun sekolah untuk Rumah Yatim. 

“Pengen ngabdi dulu, pengen bikin seperti sekolahan kecil-kecilan buat anak yang tidak mampu. Kalau doa untuk Rumah Yatim, semoga sukses selalu dan semoga kelak keluarga besar Rumah Yatim dapat berkumpul di syurganya Allah, aamiin,” harap Evi.


#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka
http://www.donasionline.id/program/bantu-wujudkan-yatim-indonesia-berprestasi

 

UPDATE #13
4 Januari 2018

Santunan Non Mukim, Langkah Awal RY Tanjung Karang di 2018

Memasuki awal tahun 2018, Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung menyalurkan santunan non mukim kepada 86 orang non mukim di Asrama Tanjung Karang Bandar Lampung, Kamis (4/1). Penyaluran santunan ini merupakan agenda rutinan setiap bulannya.

“Insya Allah rutin setiap bulannya,” kata Weli, Kepala Asrama.

Pemberian santunan ini berupa pemberikan bantuan biaya hidup kepada anak-anak di sekitar asrama setiap bulannya. Karena secara administrasi anak non mukim tersebut sudah terdata sejak berdirinya Rumah Yatim Tanjung Karang. 

Ia mengungkapkan santunan non mukim ini diberikan, mudah-mudahan dapat mengurangi beban anak-anak dari kalangan masyarakat prasejahtera.

“Setidaknya kan ini dapat memberikan kebahagiaan untuk mereka, bentar lagi kan masuk sekolah,” ungkapnya, saat diwawancarai, Kamis (4/1). 

Weli mengaku, respon penerima santunan non mukim ini begitu antusias dan bahagia, karena ketika libur, anak non mukim ini mendapat bantuan donasi berupa uang. 

Adapun 86 orang non mukim yang menerima santunan ini berasal dari sekitar Kelurahan Gotong Royong, Kelurahan Gulagalih, Kelurahan Kebun Jeruk, dan Kelurahan Gudang Lelang. 

Ia berharap, Rumah Yatim bisa memberikan santunan donasi maupun santunan lainnya lebih banyak lagi kepada anak-anak di wilayah Bandar Lampung. Karena masih banyak masyarakat di sekitar Bandar Lampung sendiri belum mendapat santunan. 

Ia menambahkan para donatur juga bisa terus memberikan donasinya ke Rumah Yatim, untuk disalurkan kembali kepada yang lebih membutuhkan.

 

#SedekahRefleksikanIman
Jadi bagian dari #PejuangKebaikan bersama #MencerahkanMasaDepanYatimIndonesia

Link Donasi : http://www.donasionline.id/ziswaf/infaq-sedekah-tidak-terikat

UPDATE #12
3 Januari 2018

Anak Asuh Asrama Cinere Pertahankan Prestasi Akademik

Lahir di tanah pasundan membentuk semangatnya yang kian membara. Ekonomi yang kurang, tidak menjadikan semangatnya menjadi luntur. Sosok sederhana dan ramah menjadi ciri khas remaja yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Dialah Ananda Ayang, remaja 15 tahun yang lahir di Kampung Gunung Goong, Desa Cipurut, Kecamatan Cirenghas, Kabupaten Sukabumi. Saat ini tinggal di asrama Rumah Yatim Cinere, Karang Tengah, Cilandak, Jakarta Selatan. Sejak duduk di sekolah dasar, Ananda Ayang menjadi sosok yang pintar diantara rekan sekelasnya.

Sejumlah prestasi pernah ia pertahankan hingga lulus dari sekolah dasar. Salah satunya ialah mendapatkan peringkat pertama, serta masuk dalam tiga besar dari kelas satu hingga enam.

Awal mula kedatangannya ke Ibu Kota Jakarta, sempat mendapat tentangan dari sang ayah. Kekhawatiran sang ayah dengan kerasnya ibu kota menjadi alasan utama. Maklum sejak kecil Ananda Ayang menjadi kebanggaan keluarga. 

Saat ini, SMP Ar-Ridha Al Salaam menjadi saksi kepandaian Ananda Ayang. Karena di sekolah inilah Ananda Ayang kembali menorehkan prestasi dalam bidang akademik. Sejak duduk di bangku sekolah pertama, Ananda Ayang selalu masuk dua besar. Namun, sejak duduk di kelas 8 ia selalu mendapatkan peringkat pertama di kelasnya.

Kesibukannya duduk di bangku kelas sembilan saat ini, menjadikan Ananda Ayang harus pintar mengatur waktu. Kegiatan tambahan menuju ujian nasional mendatang tidak membuat Ananda Ayang terlena. Terbukti saat ini, Ananda Ayang telah menghafal Al Quran sebanyak 6 juz.

"Sekarang masuk 7 juz, tapi harus di muroja'ah kembali supaya lancar," ungkap Ananda Ayang.

Ketekunan inilah yang menjadi rasa bangga tersendiri bagi para pengasuh asrama. Sejak kedatangannya diawal ajaran baru tahun 2015, Ananda Ayang memang menjadi sosok yang berbeda. 

Anak dari pasangan Ade Ruswandi dan Tati Sumiati ini mempunyai cara khusus untuk dapat menghafal Al Quran. Menurut pemaparannya, ada waktu-waktu tertentu hingga ia bisa menghafal. 

"Setiap orang pribadinya berbeda-beda, kalo saya pribadi harus dalam keadaan sepi tapi tidak sepi banget. Intinya harus tenang," paparnya.

Kesehariannya saat ini disibukkan dengan kegiatan pembekalan dan hafalan Al Quran. Selain itu, cita-citanya menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi kunci utama dirinya dalam menjalankan keseharian dengan teratur.

Sebelum kesibukannya saat ini, dalam sehari Ananda Ayang dapat menghafal ayat Al Quran sebanyak 20 ayat pendek. Namun, sejak kesibukan yang menuju ujian nasioanl hanya lima ayat yang bisa ia setorkan setiap harinya.

"Saya ingin membuat bangga kedua orang tua saya," ujar Ananda Ayang.

Disekolah Ananda Ayang terbilang siswa yang aktif. Sejumlah kegiatan ekstrakulikuler diikuti olehnya. Diantaranya ia mengikuti, club Futsal, OSIS, Pramuka, serta Band. Kesibukan inilah yang menjadikan sosok Ananda Ayang menjadi luwes dan mandiri.

"Biasanya saya jadi penjaga gawang kalo main," ujar dia.

Selain pandai dalam akademik, saat duduk di kelas dua SMP Ananda Ayang pernah mewakili sekolah untuk mengikuti perlombaan da'i. Serta beberapa kali mendapat juara dalam mengikuti perlombaan pramuka.

"Alhamdulillah waktu itu dapat juara ketiga," tutur remaja yang gemar musik clasik rock ini.

Rasa bangga dan haru ia sampaikan kepada jurnalis Rumah Yatim selama dirinya tinggal di asrama. Asrama Rumah Yatim berhasil merubah sosok dirinya menjadi pribadi yang lebih sederhana dan mensyukuri hidup. Apalagi menurutnya, di asrama dia bisa leluasa menghafal Al Quran tanpa ada gangguan yang mungkin didapatkannya di rumah.

"Disini enak tenang, bisa fokus kalo menghafal," pungkasnya.


#BersamaCerahkanMasaDepanMereka
www.rumah-yatim.org

UPDATE #11
3 Januari 2018

Marshella, Bocah 8 Tahun Torehkan Prestasi Akademik dan Diniyah

Hidup merupakan sebuah pilihan, begitu halnya dengan mimpi, semua orang bebas berkeinginan apapun, begitu halnya dengan anak perempuan berusia 8 tahun berperawakan mungil ini. Ia berhasil meraih prestasi akademik peringkat 2 di SDN Sumur Batu Bandar Lampung.  Bukan hanya prestasi akademik, ia juga telah menorehkan kelebihannya di kegiatan diniyah asrama.  

Ya, Marshella Azheta Rachel Zo namanya. Ia merupakan anak asuh asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Bandar Lampung. Putri pasangan Yayuk Dian Astuti dan Alm. Richard Marcellus ini lahir di Palembang, 29 Maret 2009. Ayahnya seorang mualaf dan telah meninggal dunia sejak ia duduk dibangku Taman Kanak-Kanak. 

Anak perempuan yang biasa disapa Sella, saat ini sedang menempuh pendidikan kelas 4 di SDN Sumur Batu Bandar Lampung. Di usianya yang masih sangat belia ini, bukan hanya prestasi akademik yang ditorehkan, namun ia juga hafal 15 hadits Arba’in dan 2 juz Al-Qur’an. 

Pengurus Asrama Tanjung Karang, Dwi Apriana mengaku sebelum ia tinggal dan dibina di Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang, ia belum pernah mendapatkan prestasi akademik maupun non-akademik. Namun ketika tinggal di asrama sejak kelas 3 SD, prestasinya meningkat tajam menjadi peringkat 2 di kelas 4 SD. 

“Alhamdulillah sejak dia tinggal di Rumah Yatim prestasinya meningkat. Langsung mendapat peringkat 2 di sekolahnya,” papar Dwi, kepada tim jurnalis, Rabu, (3/1). 

Sejak tinggal di Rumah Yatim itu pula, Sella dibina dan diajarkan pembelajaran diniyah oleh guru asrama. Terbukti dengan hafalan hadits dan Al Qur’an nya yang bagus. 

“Alhamdulillah hafalan Qur’annya sudah sampai juz 2, dan hafalan hadistnya cukup bagus sudah 15 hadist, padahal baru umur 8 tahun,” ungkapnya.

Anak perempuan yang memiliki hobi melukis dan menggambar ini mengaku senang bisa tinggal di Rumah Yatim, karena banyak teman-teman dan pengurus asrama yang mencurahkan kasih sayang untuknya. 

“Alhamdulillah senang,” kata Sella, tersipu malu dengan suara lembutnya. 

Ia mengaku bercita-cita menjadi guru, karena apa yang ia dapatkan di asrama, ingin diajarkan kembali kepada murid-muridnya kelak. Agar ilmu yang ia dapatkan bisa bermanfaat untuk orang lain, dan juga merupakan amalan yang tidak akan putus hingga akhir hayatnya. 

Ia berharap dengan terus dibina oleh Rumah Yatim, dirinya bisa menjadi orang sukses untuk meraih cita-citanya agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Ia juga menambahkan sangat berterima kasih kepada Rumah Yatim beserta donatur yang sudah membantu dirinya untuk meraih cita-cita. 

“Terima kasih kepada Rumah Yatim dan donatur yang sudah membantu Sella,” pungkasnya.


#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka
http://www.donasionline.id/program/bantu-wujudkan-yatim-indonesia-berprestasi

UPDATE #10
1 Januari 2018

Rumah Yatim Beri Santunan Yatim di Penghujung 2017

Sebelum berganti tahun, Rumah Yatim Cabang Riau memberikan santunan kepada puluhan anak yatim non mukim di dekat Asrama, Jalan Durian, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Pekan Baru, Minggu (31/12). Bantuan ini diberikan sebagai salah satu bentuk peduli Rumah Yatim terhadap sesama.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, sebanyak 40 anak yatim menerima bantuan dalam program santunan anak non mukim. Puluhan anak tersebut merupakan warga yang tinggal di sekitar asrama Rumah Yatim Pekanbaru. Selain itu, pemberian bantuan ini merupakan program untuk menutup tahun 2017.

"Mereka anak-anak yang perlu perhatian, ini hanya bantuan kecil dari kami untuk memenuhi kebutuhan mereka," ungkap Ramdan.

Acara yang berlangsung sore hari itu disambut haru oleh anak yatim. Hal ini menurut dia, karena sebagian anak di wilayah tersebut masih perlu uluran tangan untuk menunjang biaya pendidikan maupun kesehariannya. Karena banyak dari mereka yang kondisi ekonomi keluarganya di bawah rata-rata.

"Walaupun jumlahnya tidak besar, mudah-mudahan bisa bermanfaat," jelasnya.

Ia berharap, dengan diberikannya bantuan ini anak yatim non mukim dapat menyambut tahun baru 2018 dengan penuh suka. Selain itu, ini merupakan salah satu suntikan bagi mereka agar tetap semangat dalam bersekolah.

"Sebentar lagi libur selesai, mudah-mudahan menjadi dorongan untuk terus rajin menimba ilmu," papar Ramdan.

Rumah Yatim sendiri merupakan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional yang tidak hanya konsen dalam penerimaan, pengelolaan, dan penyaluran zakat. Tetapi terfokus juga dalam mendukung dunia pendidikan untuk anak-anak yang membutuhkan.


#BersamaCerahkanMasaDepanMereka
www.rumah-yatim.org

UPDATE #9
30 Desember 2017

Hamid, Bocah 11 Tahun Hafal 6 Juz

Wajahnya selalu tampak gembira, tak pernah terlihat sedih. Senyum ramah dan wajah riang diperlihatkannya kepada semua orang. Mengeluh merupakan hal yang manusiawi, namun bila terus berusaha, rasa lelah itu akan terbayarkan. Dia terus menerus menghafal ayat demi ayat dan lembar demi lembar Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh, meskipun pada awalnya sulit. Namun baginya, apapun kesulitan selalu dijalankan dengan sebaik mungkin. 

Ya, inilah sekilas sosok penghafal 6 juz Al Qur’an. Muhamad Hamid adalah anak asuh Asrama Rumah Yatim Antapani Kota Bandung, kelahiran Majalengka 27 Juli 2006. Putra pasangan Alm. Mohamad Hasanudin dan Omah Siti Rohmah ini ialah anak bungsu dari 9 bersaudara. Namun tiga saudaranya sudah meninggal dan ayahnya meninggal ketika ia masih balita.

Hamid sapaan akrabnya, anak laki-laki 11 tahun ini sedang menempuh pendidikan kelas 6 di SD El Fitra Kota Bandung. Di usia nya yang masih sangat belia, ia sudah pandai membaca dan menghafal ayat Al Qur’an 6 juz, dan sedang menuju 7 juz.

Ia mengaku dirinya mulai menghafal semenjak kelas 3 SD. Selama dua setengah tahun itulah, ia manfaatkan waktu luangnya di luar rutinitas sekolah, untuk menghafal ayat demi ayat. Ia lakukan setelah shalat magrib dengan membaca dan mengulang-ngulang ayat yang ia hafal setiap harinya. 

“Ngafalinnya mulai dari kelas 3 SD, diulang-ulang setelah shalat magrib,” ujarnya, saat ditemui di Asrama Antapani, Kamis (28/12). 

Berawal dari motivasinya ingin menjadi seorang hafidz, ia bersungguh-sungguh menghafal ayat Al Qur’an. Mengulang-ngulang adalah kuncinya untuk menjaga hafalannya tetap diingat, lalu disetorkan untuk dimuroja’ah kepada Pengurus Asrama. Biasanya yang ia hafal dalam sehari itu 5 ayat sampai 10 ayat. 

“Sehari biasanya kalau panjang 5 ayat, jika pendek 10 ayat,” ungkapnya. 

Selain dilatarbelakangi keinginannya menjadi hafidz, bocah yang sangat menyukai pelajaran matematika ini, ingin membahagiakan orang tua, terutama ayahnya. Ia ingin memberikan hafalan ini sebagai mahkota untuk ayahnya yang sudah meninggalkannya lebih dulu sejak ia balita. 

Seperti yang diungkapkan bocah kelahiran Majalengka ini, metode khusus yang ia gunakan untuk bisa cepat hafal ialah dibaca dengan berulang-ulang sebelum dimuroja’ah. Hamid sendiri mengaku tidak lelah untuk terus menerus membaca, mengulang dan menghafal secara continue. Karena semua itu ia lakukan dengan ikhlas, sehingga Allah memberi kemudahan. 

Ia pernah meraih juara 1 lomba tahfidz se-SD El Fitra. Anak laki-laki yang baru berusia 11 tahun ini merupakan sosok anak yang inspiratif karena selalu semangat untuk terus menghafal ayat demi ayat Al Qur’an. Kehidupan yang tidak lagi didampingi sang ayah, tidak akan pernah membuat anak ini berhenti menggapai cita-cita menjadi seorang ustadz yang berintelektual sains dan Qur’ani.


#HafidzCilik
#CerahkanMasaDepanMereka
#YatimBerprestasi

UPDATE #8
29 Desember 2017

Berbagi Cerita, Latih Mental dan Keberanian Anak Asuh

Beberapa anak asuh Rumah Yatim Tangerang Banten berbagi cerita seputar kesan dan pesan selama menjadi anak asuh Rumah Yatim dalam kegiatan sharing dan kumpul bersama di Asrama Rumah Yatim Pamulang Banten pada Kamis (27/12).

Kegiatan yang diikuti oleh 25 anak ini, bertujuan untuk melatih mental dan keberanian anak dalam hal public speaking. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan kepercayaan diri yang tinggi agar dapat berbicara di depan umum.

“Yang tampil untuk berbagi cerita itu ada 5 orang anak, beberapa di antaranya merupakan anak-anak asuh yang baru di Rumah Yatim,” jelas Mustofa selaku Kepala Asrama Pamulang Tangerang Banten.

Salah satu anak asuh yang diberi kesempatan untuk berbagi cerita adalah Nurhadi. Ia merupakan salah satu anak asuh baru di Rumah Yatim. “Saya belajar banyak hal dari Rumah Yatim, saya senang bisa belajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an,” ucapnya.

Mustofa menjelaskan, ia sangat mengapresiasi keberanian anak asuh yang berani tampil ke depan untuk berbagi cerita di hadapan teman-temannya. “Semoga dengan ini, anak-anak mampu dan berani untuk tampil di depan umum. Semangat terus dan jangan lelah untuk lebih banyak lagi belajar,” tutupnya.


#BersamaSantuniYatim
#bersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #7
28 Desember 2017

Ananda Ayang Pertahankan Juara Kelas di SMP Ar Ridha Al Salaam

Rasa bangga tidak terbendung, itulah yang dirasakan Kepala Asrama Rumah Yatim Cinere. Hal ini dikarenakan anak asuhnya, Ananda Ayang Fahrezi, meraih peringkat pertama di sekolahnya, SMP Ar Ridha Al Salaam, Jl. Pln Raya, Cinere, Kota Depok, beberapa hari yang lalu.

Saat dihubungi via telepon Kepala Asrama tersebut, Imanudin menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih oleh Ananda Ayang. Ia sampai tak bisa berkata apa-apa, karena rasa haru dan bangga atas anak asuhnya itu.

"Bingung, engga bisa berkata-kata," tutur Imanudin, via telepon kepada jurnalis Rumah Yatim, Rabu (27/12) siang.

Prestasi akademik yang dicapai Ananda Ayang ini merupakan kali kedua sejak tahun lalu. Sebelumnya, ia juga mendapatkan posisi nomor satu di kelas saat masih duduk di bangku kelas delapan. 

"Alhamdulillah dapat peringkat ke satu di sekolah," ujarnya.

Selain meraih juara ini, menurut Imanudin, Ananda Ayang juga mendapat hadiah dari sekolah. Hadiah ini merupakan bentuk apresiasi sekolah terhadap siswa yang berprestasi. Ananda Ayang merupakan salah satu siswa berprestasi di sekolahnya. 

"Syukur Alhamdulillah masih bertahan," kata Imanudin, saat menirukan Ananda Ayang.

Pencapaian yang didapatkan oleh anak asuh Asrama Cinere merupakan pembuktian Rumah Yatim yang tetap konsisten dalam memajukan dunia pendidikan. Serta memberikan ruang yang lebih untuk setiap anak asuhnya berkembang. Baik itu dalam akademik maupun dalam dunia lainnya.

#BersamaBantuWujudkanYatimBerprestasi
#BersamaCerahkanMasa DepanMereka

UPDATE #6
28 Desember 2017

Surprise, Ulul Dapat Rangking Pertama

Ulul Azmi, anak asuh Rumah Yatim NTB mendapatkan hasil raport semester pertamanya di kelas 3 SMP 23 Mataram. Dalam kesempatan tersebut, Ulul mendapatkan surprise karena dirinya yang terbiasa hanya mendapatkan rangking lima besar, pada semester ini dia mampu menjuarai kelasnya. 

Menurut pengakuan Ulul, hasil tersebut didapatkannya dari kerja kerasnya, dukungan dari Rumah Yatim dan tantangan dari teman-temannya yang berada di tiga besar, mereka bersama-sama berkompetisi merebutkan posisi pertama di kelas. Sungguh tak disangka, Ulul yang sebelumnya dikelas memiliki rangking lima mampu mengalahkan teman-temannya.  

Tak hanya prestasi di sekolah, ternyata Ulul yang hobi sepak bola ini pun mampu unjuk gigi di luar sekolah dengan mengantongi juara perlombaan tahfidz tingkat SMP se-Kota Mataram. Untuk hafalan ayatnya, Ulul memiliki hafalan paling banyak di antara anak asrama lainnya yakni 3 juz.

Selain prestasi anak yang ditinggalkan ayahnya sejak kelas 2 SD ini pun, memiliki pribadi yang baik dan sangat rajin membantu di asrama. Sehingga kehadirannya selalu memberikan kebahagian tersendiri bagi Pengurus Asrama, Salma Hasanah.

“Ulul anaknya baik dan rajin membantu,” ungkapnya.

Kerja keras Ulul menjadi anak berprestasi bukan tanpa alasan, keinginannya untuk membahagiakan Sadiah (60) ibunya menjadi motivasi terbesarnya. Mimpinya menjadi seorang dokter memaksanya untuk selalu menjadi yang terdepan. Ulul menyadari mewujudkan mimpinya untuk masuk jurusan kedokteran di kampus impiannya yakni UI membutuhkan usaha yang maksimal. Karena dia yakin dengan menjadi dokter dia mampu membantu orang-orang yang membutuhkan terutama di desanya Mapak Dasan yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan. 

“Di kampung saya kurang sekali dokter, jadi saya ingin membantu orang-orang kampung agar mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," ujar Ulul.

Selain itu kenangan ayahnya yang meninggal sembari memeluknya tanpa riwayat penyakit yang jelas, membuat ibunya harus banting tulang seorang diri. Ini membuat Ulul semakin kukuh untuk merubah nasib keluarganya yang hidup dalam keterbatasan. Kakak pertamanya terpaksa menjadi TKI dan kakak keduanya mengadu nasib di kota lain tak mampu membuat ibunya yang renta, pensiun dari pekerjaannya yang serabutan.

“Saya ingin kelak ibu berhenti bekerja, saya ingin ibu istirahat dan saya membahagiakannya,” harapnya.

Menjadi anak asuh Rumah Yatim ini sebagai langkah awal mewujudkan mimpinya, dan dia pun kini merasakan mimpinya perlahan-lahan mulai tercapai, atas dukungan Amir Sumarna selaku Kepala Cabang dan Salma selaku pengurus asramanya. Kini dia semakin betah diam di asrama, yang dulu sempat terhalang karena Sadiah tak mengijinkan dirinya tinggal di asrama.

“Pada saat tim Rumah Yatim datang ke desa saya dan mengajak untuk tinggal di asrama, saat itu saya masih SD, saya ingin sekali ikut, tapi ibu tak mengijinkan. Alhamdulillah pada saat masuk SMP ibu mengijinkan dan saya bisa belajar di Rumah Yatim,” papar Ulul yang mengaku bahagia tinggal di Rumah Yatim.


#WujudkanYatimIndonesiaBerprestasi
#BersamaMengantarMerekaPadaCita-citaMulianya

UPDATE #5
28 Desember 2017

SMA El Fitra, Sekolah Baru Yang Miliki Segudang Prestasi

Sekolah Menengah Atas (SMA) El-Fitra merupakan salah satu sekolah binaan Rumah Yatim yang berdiri sejak 2 tahun yang lalu. SMA El-Fitra adalah sekolah yang berbasis Islamic dan Scientific. 

Kepala SMA El Fitra Tetep Kurnia membenarkan hal tersebut. Diwawancari disela-sela kesibukannya pada Kamis (21/12), Kurnia mengaku SMA El Fitra merupakan sekolah baru namun memiliki segudang prestasi yang telah diraih.

“Bagi sekolah yang baru berdiri selama 2 tahun, Alhamdulillah SMA El Fitra berhasil meluluskan 1 angkatan dan meloloskan 6 orang siswa ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri),” ujarnya.

Sekolah yang baru meluluskan satu angkatan ini, memiliki segudang prestasi, di antaranya Juara II Geo Smart Tingkat ASEAN, Juara I Fotografi tingkat Nasional, Juara II Da’i tingkat Provinsi, dan masih banyak juara lainnya. 

PTN yang telah diraih oleh siswa meliputi, Institute Pertanian Bogor (IPB), Politeknik Kesehatan (Poltekes Bandung), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). “Bahkan yang lulus satu orang di Poltekes mendapatkan peringkat pertama pada tes di perguruan tinggi tersebut, dengan jurusan analis kesehatan,” jelas Kurnia.

Ia mengaku, SMA El Fitra menggunakan metode yang berbeda dibanding sekolah lain yang ada di Kota Bandung. Sejak kelas 10,  para siswa sudah dibekali ilmu pengetahuan sesuai dengan prodi dan konsentrasi jurusannya. 

“Selanjutnya, ketika mereka kelas 12, sejak semester pertama mereka akan diikutkan les setiap hari sabtu untuk menghadapi ujian sekolah, ujian nasional, dan SBMPTN dan ketika sudah selesai, maka akan diadakan seleksi untuk camp intensif SBMPTN selama 1 bulan,” tutupnya diakhir wawancara.

 

#BersamaCerdaskanMasaDepanMereka

UPDATE #4
20 Desember 2017

Anak Asuh Rumah Yatim Juara 1 dalam Lomba Hifdzil Qur’an

SMP Islam Al-Mizan Surabaya selenggarakan Classmeeting, pada Kamis (14/12). Kegiatan ini merupakan kegiatan Lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) dan sambung ayat juz ke-29 dan 30.

Ada sekitar 18 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Juara pertama diraih oleh Lisa Ria Cahyanti. Ia merupakan siswa kelas satu SMP Islam Al-Mizan, yang juga anak asuh Asrama Rumah Yatim Surabaya.

Selain menjuarai kegiatan ini, Lisa pun mendapat ranking satu dikelasnya. “Alhamdulillah meriah, yang juara 1 itu Lisa anak asuh Rumah Yatim, dia pintar juga dikelasnya, mendapat rangking 1,” kata Bayan, Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya.

Bayan berharap, kegiatan ini bisa memberikan semangat kepada anak-anak untuk lebih mengenal, membaca, menghafal, memahami dan menerapkan Al-Qur’an. “Ya ini sebagai review hafalan anak-anak juga,” tambahnya.

 

UPDATE #3
20 Desember 2017

Mengenal Sosok Ariq, Si Mungil yang Rajin Menabung

“Terimakasih Rumah Yatim telah membantu aku.” Ucap Ariq Yardan anak asuh non mukim Rumah Yatim Cemara.

Ariq anak yang lucu, meski sudah kelas 4 SD di Sinar Amanah, tapi dia memiliki badan yang kecil dan imut seperti anak kelas 2 SD. Sejak TK ayahnya Eka Naryanto meninggal dunia akibat terjatuh dari motor dan sejak itu ibunya Hetty Widia yang masih setia teradap bapaknya terpaksa harus bekerja sembari fokus membesarkan Ariq.
Saat ibunya bekerja biasanya Ariq dititipkan kepada pamannya. Karena sudah terbiasa Ariq pun terlihat mandiri.

Menurut Nenden Nurrahmi Kepala Asrama Rumah Yatim Cemara Bandung, sudah cukup lama bocah yang bercita-cita jadi pemain bola ini menjadi anak asuh non mukim. Sejak saat itu Ariq pun setiap bulannya mulai mendapatkan santunan dari Rumah Yatim.

Sebagai anak yatim yang sudah tidak mengingat masa-masa indah dengan ayahnya, Ariq tentu tidak bisa manja seperti anak pada umumnya ditambah intensitas pertemuan dengan ibunya pun sangat sedikit, hanya bertemu di sore atau malam hari dan waktu liburan saja.

Namun keceriaan Ariq menghapus itu semua, anak yang sangat mengidolakan Febri pemain persib ini pun senantiasa tersenyum dan ceria selain itu dia pun rajin menabung, setiap santunan yang diberikan oleh Rumah Yatim selalu dia tabung untuk masa depannya, dan sebagian lainnya dia gunakan untuk keperluan sekolah sehari-hari.

Si Mungil Ariq, saat bertemu dengannya, siapa yang tak ingin menyayanginya. Tak salah kiranya jika Rasul amat mengasihi anak yatim karena pada diri anak yatim selalu terdapat hal yang menyenangkan hati seperti pada saat kita menatap Ariq.

Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR. Al-Baniy, Shahi Al-Jami’, Abu Darda: 80).

 

#bersamaMencerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #2
16 Desember 2017

Ariq, Yatim Berprestasi Meski Nephrotik Syndrome

Remaja berusia 17 tahun itu sudah 3 tahun ini menderita penyakit nephrotik syndrome atau yang biasa disebut gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh mengeluarkan terlalu banyak protein dalam urine. Ia salah satu anak asuh mukim Rumah Yatim Antapani Bandung. Selama ia sakit, pihak asrama sudah menanganinya dengan cek-up atau cuci darah setiap bulannya ke rumah sakit. Ariq Abdul Aziz hanya tercenung merasakan sakit yang luar biasa. Ketika penyakit nya kambuh, beberapa bagian tubuh nya menjadi bengkak.

Pembengkakan biasanya terjadi disekitar mata, atau bagian wajah, perut dan bagian bawah tubuh. Ariq Abdul Azis, siswa kelas 2 SMA Negeri 5 Bandung ini sudah menderita penyakit nephrotik syndrom sejak dibangku kelas 3 SMP. Berbagai penanganan seperti pengobatan sudah dilakukan. Pihak asrama juga sudah melakukan berbagai upaya untuk pengobatannya.

“Selama dia disini setiap bulannya kita tangani cek up ke rumah sakit.” Ungkap Irwan selaku Kepala asrama Rumah Yatim Antapani Bandung.

Bukan hanya dari pihak asrama, beberapa donatur dan pihak SMA Negeri 5 Bandung juga turut serta membantu biaya pengobatan remaja yang sangat menyukai mata pelajaran matematika ini.

“Alhamdulilllah sekarang ini dari pihak SMA Negeri 5 ikut membantu.” Imbuh Irwan

Menurut Kepala asrama Rumah Yatim Antapani Bandung, Irwan mengungkapkan bahwa anak asuhnya tergolong anak yang sangat pintar, dan memiliki akhlak yang baik, sehingga banyak pihak yang ber-empati terhadap anak asuhnya. Seperti beberapa orang tua siswa teman sekelasnya ikut membantu biaya pengobatan remaja kelahiran Tasik tersebut.

“Anak nya pintar, alhamdulillah banyak yang sayang sama dia.” Ucap Irwan saat diwawancarai tim jurnalis Rumah Yatim.

Irwan berharap ada lebih banyak lagi donatur yang mau membantu biaya pengobatan anak asuhnya yang sudah ditinggalkan ayah nya ini sejak kecil. Mengingat biaya yang tidak sedikit dalam pengobatan anak asuhnya.

Kini kondisi fisiknya pun tampak mulai melemah dengan raut wajah yang pucat. Ariq sendiri mengaku kalau dirinya cepat lelah jika kegiatan disekolahnya padat.

Penyakit yang dideritanya bukan alasannya untuk menyerah. Walaupun terkadang merasakan sakit yang luar biasa, Ariq tetap semangat meraih prestasi. Keterbatasan kesehatannya bukanlah hambatanya untuk terus berkarya. Keinginannya yang tinggi untuk sembuh adalah harapan terbesarnya. Terbukti dengan prestasi yang pernah diraihnya ialah memenangkan perlombaan olimpiade fisika, roket air, dan beberapa prestasi lainnya.

UPDATE #1
16 Desember 2017

Anak Asuh Rumah Yatim Jadi Mahasiswa UGM

“Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha, siapa yang berbuat lebih maka akan dapat hasil yang lebih pula.”

Kutipan diatas selalu memotivasi Mohammad Marzuki, anak asuh Rumah Yatim Tegal yang saat ini sedang berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jurusan Ilmu dan Industri Pertanian.

Laki-laki kelahiran Tegal, 08 Agustus 1999 ini, tak menyangka dirinya bisa menjadi salah satu mahasiswa di universitas bergengsi tersebut. Apalagi saat ini Ia mendapat beasiswa penuh dari Rumah Yatim dan bidikmisi.

“Alhamdulillah berkat izin Allah saya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tingg," papar Zuki, sapaan akrabnya.

Zuki menyampaikan, aemua perncapaian itu diperoleh dari kerja keras serta doa yang tidak berhenti dilakukannya. Apalagi pencapaian Zuki saat ini merupakan cita-citanya, serta harapan Ibu dan almarhum Ayahnya.

"Alhamdulillah bisa kuliah di universitas negeri dikabul Allah,” ungkap Zuki.

Menurut Zuki, memperbanyak ibadah, hafalan, belajar dan berdoa merupakan kerja kerasnya untuk mencapai mimpi tersebut. Tidak lupa ia selalu meminta doa ibunya serta pengurus dan teman-temannya di Rumah Yatim Tegal.

Sudah 8 tahun Zuki tinggal di asrama Rumah Yatim Tegal. Tepatnya ketika Zuki masih duduk di bangku kelas 4 SD. Namun, setelah ia resmi menjadi mahasiswa UGM, Zuki mesti meninggalkan Tegal dan pegi ke Yogyakarta. Kini Zuki tinggal di asrama Rumah Yatim Kaliurang Yogyakarta.

Sudah lima bulan Zuki berada di kota gudeg tersebut, disana Zuki adalah seorang remaja yang sangat aktif. Selain aktif berkuliah, mengerjakan tugas dan berorganisasi. Zuki aktif berkegiatan di asrama sebagai pembimbing anak asuh belajar menghafal.

Anak kelima dari tujuh bersaudara ini mengatakan, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya berkuliah saat ini. Zuki berjanji, akan menjadi mahasiswa terbaik di fakultasnya. Agar ia bisa membanggakan ibu, almarhum ayah, saudara, Rumah Yatim dan para donatur yang selalu mendukungnya.

“Zuki hanya bisa membalas semua kebaikan Rumah Yatim yang telah mendidik, menyemangati dan menyekolahkan Zuki dengan membimbing dan menyemangati adik asuh," jelas Zuki.

Remaja yang gemar bermain sepakbola ini mempunyai cita-cita yang mulia. Dia berharap, setelah lulus nanti ia akan membangun desanya menjadi desa terbaik dalam segi pertaniannya. Agar masyarakat disana, sambung Zuki, yang dominan petani dan buruh tani bisa menikmati hasil panen yang melimpah.

Selain itu, kelak ia pun ingin mengabdi di Rumah Yatim. Membantu mencerdaskan, memandirikan anak asuh dan menggapai mimpi adik asuhnya.

“Zuki ingin membantu Rumah Yatim dengan kemampuan yang Zuki punya, semoga apa yang Zuki lakukan ini bisa menjadi manfaat besar,” ungkap Zuki

Zuki berpesan kepada teman-temannya di Rumah Yatim, agar selalu bersemangat dan serius untuk meningkatkan ibadah dan belajarnya. Karena, kedua hal tersebut adalah kunci dari sebuah kesuksesan.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah memfasilitasi, membimbing dan menyemangati. Semoga semua kebaikan Rumah Yatim dan donatur dibalas oleh Allah. Zuki akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” tutup Zuki.

Tanggal Nominal
Hamba Allah
3 Desember 2017
Rp 11.566
Fajar Maulana Sidik
3 Desember 2017
Rp 10.941
Muhammad Abdullah
10 Desember 2017
Rp 10.659
Muhammad Iqbal
12 Desember 2017
Rp 20.670
Deni Hidayatulloh
14 Desember 2017
Rp 100.165
Hamba Allah
15 Desember 2017
Rp 100.454
Deni Hidayatulloh
17 Desember 2017
Rp 100.971
Caesar Laine Anggi
19 Desember 2017
Rp 1.000.119
Hamba Allah
19 Desember 2017
Rp 200.107
Endah Wulandari
20 Desember 2017
Rp 100.846
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 500.853
Jalanin Aja Dulu Tour
21 Desember 2017
Rp 1.000.272
Hamba Allah
22 Desember 2017
Rp 1.000.812
Hamba Allah
22 Desember 2017
Rp 37.780
Hamba Allah
22 Desember 2017
Rp 130.960
Hamba Allah
22 Desember 2017
Rp 500.363
Hamba Allah
23 Desember 2017
Rp 1.000.398
Hamba Allah
24 Desember 2017
Rp 500.527
Hamba Allah
25 Desember 2017
Rp 2.500.445
Hamba Allah
26 Desember 2017
Rp 100.546
Hamba Allah
26 Desember 2017
Rp 300.605
Hamba Allah
26 Desember 2017
Rp 500.573
Indra Wirasta Putra
27 Desember 2017
Rp 50.815
Hamba Allah
27 Desember 2017
Rp 300.363
Hamba Allah
28 Desember 2017
Rp 100.139
Badzlina Anindya Nasution
28 Desember 2017
Rp 100.596
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 200.166
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 150.417
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 50.588
Ibrahim galih akbar
30 Desember 2017
Rp 60.312
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 100.599
Ibrahim galih akbar
1 Januari 2018
Rp 82.377
Hamba Allah
1 Januari 2018
Rp 30.580
Muhammad Ichwan
3 Januari 2018
Rp 500.000
Hamba Allah
3 Januari 2018
Rp 82.088
Hamba Allah
4 Januari 2018
Rp 67.605
Kim Jongin - Do Kyungsoo
4 Januari 2018
Rp 680.133
Abdul Majid
4 Januari 2018
Rp 100.666
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 1.050.255
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 80.130
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 50.459
Hamba Allah
6 Januari 2018
Rp 100.505
Hamba Allah
6 Januari 2018
Rp 100.964
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 100.187
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 100.115
Hamba Allah
9 Januari 2018
Rp 300.677
Hamba Allah
10 Januari 2018
Rp 100.438
Hamba Allah
10 Januari 2018
Rp 50.888
Hamba Allah
10 Januari 2018
Rp 153.351
Hamba Allah
10 Januari 2018
Rp 100.743
ISKANDAR
10 Januari 2018
Rp 750.918
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 150.601
Hamba Allah
12 Januari 2018
Rp 200.820
Hamba Allah
12 Januari 2018
Rp 500.713
Hamba Allah
13 Januari 2018
Rp 50.494
Hamba Allah
14 Januari 2018
Rp 350.555
Hamba Allah
14 Januari 2018
Rp 50.867
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 50.549
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 500.229
Pitu Wulandari
16 Januari 2018
Rp 500.377
Hamba Allah
16 Januari 2018
Rp 1.000.602
Hamba Allah
17 Januari 2018
Rp 200.199
hamba Alloh
17 Januari 2018
Rp 100.774
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 100.189
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 50.787
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 250.310
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 150.669
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 50.929
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 10.000.985
Hamba Allah
21 Januari 2018
Rp 300.685
Hamba Allah
21 Januari 2018
Rp 500.601
Hamba Allah
21 Januari 2018
Rp 20.189
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 50.794
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 20.137
edi suyatno
23 Januari 2018
Rp 350.562
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 800.780
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 500.828
Hamba Allah
24 Januari 2018
Rp 50.823
aristo
24 Januari 2018
Rp 100.771
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 1.000.765
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 2.000.818
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 500.599
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 20.906
Adriana Sukmanaputra
27 Januari 2018
Rp 300.470
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 500.220
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 200.281
Hamba Allah
29 Januari 2018
Rp 300.433
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 20.610
Hamba Allah
29 Januari 2018
Rp 175.943
Firmansyah Bohang
30 Januari 2018
Rp 1.230.999
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 175.608
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 500.801
PT Infiniti Reka Solusi
31 Januari 2018
Rp 573.810
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 200.391
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 200.261
Bayu
1 Februari 2018
Rp 200.000
Aulia R. H.
1 Februari 2018
Rp 1.750.388
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 150.241
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 1.000.628
PT. Vietindo Jaya
1 Februari 2018
Rp 1.000.343
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 250.327
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 1.000.786
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 755.513
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 200.795
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 100.521
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 1.000.991
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 500.400
Hamba Allah
4 Februari 2018
Rp 300.152
Hamba Allah
4 Februari 2018
Rp 150.830
Kilen
4 Februari 2018
Rp 160.699
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 100.374
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 200.150
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 1.000.293
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 50.263
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 500.419
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 140.957
Hamba Allah
9 Februari 2018
Rp 100.937
Hamba Allah
9 Februari 2018
Rp 80.291
Hamba Allah
9 Februari 2018
Rp 200.806
Hamba Allah
11 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 50.555
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 50.294
Hamba Allah
13 Februari 2018
Rp 150.965
Hamba Allah
14 Februari 2018
Rp 150.306
Hamba Allah
15 Februari 2018
Rp 100.387
KHOIRUDDIN SIREGAR
16 Februari 2018
Rp 50.393
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 100.246
Hamba Allah
17 Februari 2018
Rp 500.491
Hamba Allah
18 Februari 2018
Rp 50.902
Irma budi atina
18 Februari 2018
Rp 500.369
Hamba Allah
19 Februari 2018
Rp 100.808
Hamba Allah
19 Februari 2018
Rp 200.161

Total donatur : 132 orang