Detail Program

Yatim dan Dhuafa

Bantu Yatim Suriah Penghafal Al-Qur'an

Terkumpul
Rp 31.788.217
Target
Rp 500.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
476 hari

BERAKHIR PADA:
30 Juni 2018
Penerima Manfaat:
1.500 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
5 Juli 2018

Laporan Penyaluran Program Ifthar untuk Yatim dan Pengungsi Suriah

Bismillahirrohmanirrohim ...

Ramadhan 1439 H telah beerlalu. Suka cita dan kebahagiaan saat melaksanakan ibadah shaum pun tak dapat lagi kita rasakan.

Semoga Allah memberikan kesempatan lagi bagi kita semua untuk dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan.

Rumah Yatim mengadakan banyak program Ramadhan dengan target penerima manfaat tak hanya bagi masyarakat Indonesia tetapi juga bagi muslimin dunia yang memiliki keadaan yang cukup memperihatinkan. Seperti Palstina, Rohingya, Somalia dan Suriah.

Alhamdulillah selama bulan Mei dan Juni kemarin dalam program Ramadhan untuk Yatim Suriah kami telah melaksanakan penyaluran 3 program, di antaranya ;

  • Penyaluran Paket Ifthar
    - Penyaluran pertama Rumah Yatim telah membagikan 300 paket Ifthar yang bertempat di asrama yatim, Kota Idlib Suriah, pada tanggal 31 Mei 2018.
    - Penyaluran kedua Rumah Yatim kembali kembali memberikan 200 paket untuk anak-anak yatim dan dhuafa yang berada di Kamp Pengungsian yang berada di daerah Sanliurfa, Turki pada 04 Juni 2018.
    - Penyaluran ketiga sebanyak 1200 paket Ifthar dibagikan kepada anak yatim dan dhuafa Suriah yang berada di Kamp Pengungsian di daerah Sanliurfa, Turki pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan yaitu pada 13 Juni 2018.
  • Pembagian Paket Makanan dan Baju Lebaran
    - Penyaluran 8 paket makanan di salurkan di Kamp pengungsian yang terletak di Sanliurfa, Turki. Penerima manfaat bagi yatim yang benar-benar membutuhkan.
    - Penyaluran 5 paket baju baru untuk berlebaran juga telah Rumah Yatim salurkan berbarenga dengan kegiatan Ifthar dan penyaluran paket makanan pada 13 Juni 2018.

Rasa syukur dan kebahagiaan yang tercipta di wajah mereka menandakan bahwa kepedulian dan perhatian dari para donatur selama ini menjadi sumber kekuatan mereka untuk tetap bertahan di tengah situasi yang serba kekurangan.

Terima kasih banyak atas partisipasi dan konstribusinya dalam menyukseskan program Ramadhan yang di adakan untuk meringankan beban hidup mereka dan juga memberikan kebahagiaan serta memberitahukan secara tidak langsung pada mereka bahwa kita semua akan selalu ada bersama mereka.

Semoga Allah memberikan keberkahan serta pahala yang berlipat ganda atas apa yang telah Ayah, Ibu, Kaka dan keluarga berikan selama ini. Aamiin...


Deskripsi Program


Selain Membina lebih dari 60.000 Yatim di Indonesia, Rumah Yatim juga memiliki kepedulian terhadap Yatim dunia seperti di Palestina, Myanmar, Somalia dan Suriah.

Program yang sudah berjalan adalah pendirian asrama untuk anak Yatim Suriah di kota Sanliurfa Turki.

Anak yang dibina di asrama berjumlah 25 anak Yatim yang ditargetkan menjadi Hafidz, usia mereka mulai dari 10 sampai 15 Tahun, selebihnya Rumah Yatim juga memberikan bantuan kepada lebih dari 250 anak Yatim Suriah yang masih berada di kamp pengungsian.

 

UPDATE #11
5 Juli 2018

Laporan Penyaluran Program Ifthar untuk Yatim dan Pengungsi Suriah

Bismillahirrohmanirrohim ...

Ramadhan 1439 H telah beerlalu. Suka cita dan kebahagiaan saat melaksanakan ibadah shaum pun tak dapat lagi kita rasakan.

Semoga Allah memberikan kesempatan lagi bagi kita semua untuk dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan.

Rumah Yatim mengadakan banyak program Ramadhan dengan target penerima manfaat tak hanya bagi masyarakat Indonesia tetapi juga bagi muslimin dunia yang memiliki keadaan yang cukup memperihatinkan. Seperti Palstina, Rohingya, Somalia dan Suriah.

Alhamdulillah selama bulan Mei dan Juni kemarin dalam program Ramadhan untuk Yatim Suriah kami telah melaksanakan penyaluran 3 program, di antaranya ;

  • Penyaluran Paket Ifthar
    - Penyaluran pertama Rumah Yatim telah membagikan 300 paket Ifthar yang bertempat di asrama yatim, Kota Idlib Suriah, pada tanggal 31 Mei 2018.
    - Penyaluran kedua Rumah Yatim kembali kembali memberikan 200 paket untuk anak-anak yatim dan dhuafa yang berada di Kamp Pengungsian yang berada di daerah Sanliurfa, Turki pada 04 Juni 2018.
    - Penyaluran ketiga sebanyak 1200 paket Ifthar dibagikan kepada anak yatim dan dhuafa Suriah yang berada di Kamp Pengungsian di daerah Sanliurfa, Turki pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan yaitu pada 13 Juni 2018.
  • Pembagian Paket Makanan dan Baju Lebaran
    - Penyaluran 8 paket makanan di salurkan di Kamp pengungsian yang terletak di Sanliurfa, Turki. Penerima manfaat bagi yatim yang benar-benar membutuhkan.
    - Penyaluran 5 paket baju baru untuk berlebaran juga telah Rumah Yatim salurkan berbarenga dengan kegiatan Ifthar dan penyaluran paket makanan pada 13 Juni 2018.

Rasa syukur dan kebahagiaan yang tercipta di wajah mereka menandakan bahwa kepedulian dan perhatian dari para donatur selama ini menjadi sumber kekuatan mereka untuk tetap bertahan di tengah situasi yang serba kekurangan.

Terima kasih banyak atas partisipasi dan konstribusinya dalam menyukseskan program Ramadhan yang di adakan untuk meringankan beban hidup mereka dan juga memberikan kebahagiaan serta memberitahukan secara tidak langsung pada mereka bahwa kita semua akan selalu ada bersama mereka.

Semoga Allah memberikan keberkahan serta pahala yang berlipat ganda atas apa yang telah Ayah, Ibu, Kaka dan keluarga berikan selama ini. Aamiin...

UPDATE #10
19 Maret 2018

Hamoud dan Sepenggal Cerita dari Masa Kecilnya

Salah satu anak asuh Rumah Yatim kelahiran Idlib, 01 Januari 2006 ini bernama Abdul Karim Hamoud. Hamoud merupakan anak tertua dan satu-satunya anak lelaki dari 3 bersaudara yang telah menjadi yatim sejak 6 tahun silam. Tepat saat Hamud masih berusia 6 tahun. Tahun 2012 saat Hamoud dan keluarga sedang bersiap untuk makan siang bersama di dalam rumah, tiba-tiba tentara Esata membobol pintu rumah mereka dan merangsek masuk untuk menangkap ayahnya yang bernama Seir.

Dengan membawa perlengkapan senjata yang lengkap, sang ayah dipukuli dan kemudian ditangkap dengan tuduhan telah melakukan konspirasi. Seir ditangkap oleh tentara Esata dan di kurung di dalam penjara. Selama dalam penjara sang ayah mendapat penyiksaan oleh tentara Esata. Hal ini diketahui saat suatu hari, Hamoud hendak pergi ke sekolah, di dapatinya tubuh sang ayah yang penuh luka, bahkan wajah sang ayah hampir hancur akibat penyiksaan yang dialami ayahnya saat di dalam penjara. Bisa di bayangkan bagaimana hal ini mengguncang Hamoud yang saat itu masih sangat kecil.

Setelah sang ayah di kebumikan, ternyata diketahui bahwa sang ayah meninggal selain karena penyiksaan yang dialaminya di dalam penjara, ayahnya juga menderita Tuberkulosis. Setelah sang ayah meninggal, Hamoud dan keluarganya melarikan diri dari Idlib akibat perang sipil yang terjadi di Suriah. Mereka pun mencari perlindungan ke Turki dan mengungsi bersama ribuan pengungsi lainnya di kota tenda di daerah perbatasan pada tahun 2013. Karena keadaan mereka tidak dapat bekerja. Untuk memenuhi segala kebutuhan pun Hamud dan keluarganya hanya mengandalkan bantuan yang diberikan.

Setelah sang Ibu mendengar tentang adanya pembukaan pusat untuk anak-anak yatim piatu yang menyediakan segal hal untuk anak-anak yatim piatu seperti makanan, minuman, pakaian, pendidikan dan belajar menghafal Alquran, akhirnya Hamoud bergabung dengan Al -Hayrat dan Rumah Yatim. Hamoud sekarang berusia 12 tahun tengah menempuh pendidikan di salah satu sekolah yang bernama Harran Kapi Imam Hatip Okulu. Hamud duduk di kelas 7. Hamud mempunyai keinginan untuk menjadi penghapal Al Qur'an dan ingin bersekolah hingga ke perguuruan tinggi dan menjadi orang besar suatu hari nanti hingga Ia bisa kembali ke negaranya dan membangun kembali Syria menjadi tempat yang aman bagi semua masyarakat.

Hamoud merupakan siswa berprestasi disekolahnya. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk merubah kehidupan ibu dan dua saudaranya dengan belajar giat sehingga bisa mewujudkan cita-citanya nanti.

"Terimakasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah membantu saya dan anak-anak Suriah lainnya sehingga kami memiliki kehidupan yang indah. Yang bahkan tidak pernah kami bayangkan akan kami dapatkan setelah apa yang kami alami di negara kami. Do'akan kami agar kami bisa menjadi Hafidz yang tak hanya pandai dalam menghapal tetapi juga pandai dalam mengamalkannya sehingga suatu saat nanti kami bisa membantu sesama. Damai sejahtera", ucap Hamoud.

UPDATE #9
13 Maret 2018

Sebuah TK di serang di Idlib, Puluhan Luka

Pemerintah suriah dilaporkan melancarkan serangan udara di wilayah Idlib, dan menghantam sebuah taman kanak-kanak di kota itu. 20 orang dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.

"Serangan udara tersebut menargetkan anak perempuan Addullah Ibn Abbas di desa Teftenaz di Idlib," kata Mustafa Hajj Youssef, Direktur badan pertahanan sipil Helm Putih.

Youssef, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (12/3), kemudian mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka yang terluka dalam serangan tersebut adalah anak-anak.

"Di tempat lain, empat warga sipil dilaporkan terbunuh saat pesawat tempur rezim Suriah menyerang daerah pemukiman di Binnish, Maaret Misrin dan Ram Hamdan di Idlib. Jumlah korban tewas dikhawatirkan akan meningkat." ungkapnya.

Serangan ini sendiri terjadi meski sudah adanya resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang disepakati bulan lalu, yang menuntut gencatan senjata selama 30 hari di wilayah Suriah.

Suriah telah terkunci dalam konflik yang menghancurkan sejak awal tahun 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak demonstran pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga. Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik sampai saat ini. (sindonews.com)

 

UPDATE #8
21 Februari 2018

Rumey, Berjuang untuk Lepas dari Luka Psikis dan Trauma

Rumey Seyid Rabah, atau biasa disapa dengan Rumey merupakan salah satu anak asuh Rumah Yatim yang berada di Sanliurfa. Anak lelaki berusia 11 tahun ini berasal dari Suriah. Rumey lahir pada hari Senin, 15 Januari 2007 di Deyrizzor, Suriah. Rumey merupakan anak ke 2 dari tiga bersaudara. Sebelum peperangan terjadi, Rumey bersama ayah, ibu, adik dan juga kakaknya tinggal di daerah penggalian yang bernama Bukemal di Deyrizzor.

Ketika Rumey berusia kira-kira 5 tahun dia harus menerima kenyataan ditinggalkan oleh Hazim, sang ayah. Ayahnya yang bekerja sebagai supir taksi tewas akibat terkena ledakan bom yang dilakukan oleh tentara eSATA. Pada saat peperangan yang terus terjadi bisa dibayangkan bagaimana Rumey dan keluarga hidup ditengah suasana yang mencekam. Suara bom dan pesawat tempur yang setiap hari terdengar terasa begitu dekatnya. Luka fisik yang bisa di obati tak senantiasa bisa diikuti dengan luka psikis yang Rumey dan sebagian besar warga Suriah rasakan akibat peperangan.

Setelah sang Ayah meninggal, keadaan ekonomi keluarga menjadi semakin berat. Karena tak adanya sosok ayah yang menjadi tulang punggung satu-satunya dalam keluarga serta berkurangnya bahan makanan setiap harinya, akhirnya sang ibu yang bernama Rim memutuskan membawa Rumey dan kedua saudaranya untuk melarikan diri ke Turki. Setelah melewati banyak waktu dan juga kesulitan yang terjadi semasa melarikan diri, akhirnya Rumey dan keluarganya tinggal di Sam Yetimhamesh yang terletak di pusat kota Sanliurfa.

Setelah beberapa saat Rumey berhasil melarikan diri dari Suriah akhirnya Rumey kemudian bergabung bersama Rumah Yatim melalui bantuan dari Asosiasi Bantuan Hayrat. Disini Rumey pun dengan tekun mengikuti program Hafidz bersama 24 anak asuh lainnya. Sekarang Rumey masih dalam tahap penyembuhan dari luka psikis dan trauma yang diakibatkan peperangan yang terjadi. Lambat laun Rumey menjadi lebih periang dan juga terbuka pada orang-orang disekitarnya. Saat ini pun Rumey duduk dibangku kelas 4 di Sekolah Dasar Cumhuriyet. Rumey yang senang dalam pelajaran Sains bercita-cita menjadi Profesor dibidang Kimia dan Fisika saat ia dewasa nanti.

"Saya senang bisa menjadi bagian dari Rumah Yatim. Disini saya bisa belajar dan bermain tanpa adanya rasa takut karena suara bom dan juga pesawat tempur yang setiap hari berseliweran di atas atap rumah kami. Terimakasih kepada Asosiasi Amal, Rumah Yatim dan khususnya para donatur yang telah memberikan kesempatan bagi saya dan yang lainnya untuk bisa belajar dan mengejar cita-cita kami. Terimakasih ini tak akan pernah terhenti dan tak bisa mengganti apa yang telah para donatur berikan. Hanya doa yang bisa saya berikan. Terimakasih...Terimakasih... Sekali lagi terimakasih.", ungkap Rumey.

Rumey adalah salah satu anak yang telah para donatur bantu selama ini. Masih banyak diluar sana anak-anak seperti Rumey yang membutuhkan pertolongan dan bantuan dari kita semua. Ada ratusan bahkan ribuan anak yang menunggu bantuan kita untuk segera menyelamatkan mereka. Mari bersama mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan.


#SaveTheChildren
#WujudkanKehidupanYangLebihCerahBagiMereka

UPDATE #7
12 Februari 2018

Sepenggal Cerita dari Abdulkerim Imhimmed

Abdulkerim Imhimmed atau sapaan akrabnya Imhim adalah salah satu anak asuh Rumah Yatim di asrama yang terletak di Sanliurfa Turki. Imhim salah satu dari 25 anak yatim korban peperangan Suriah yang sekarang tinggal dan juga melakukan segala kegiatannya disana. Anak lelaki yang beranjak remaja ini sekarang berada di kelas 8 dan tengah menempuh pendidikan di salah satu sekolah di Sanliurfa yang bernama Harran Kapi Imam Hatip Okulu.

Imhim lahir pada 1 Januari 2005 di Kota Deyrizor, Suriah. Saat itu Imhim tinggal bersama ayah dan keluarganya disana hingga ayahnya meninggal dunia saat terjadi perang di Suriah tahun 2010 saat Imhim masih berusia 5 tahun. Kengerian perang yang terjadi saat itu berpengaruh sangat serius bagi Imhim dan keluarga, khususnya penganiayaan yang terjadi terhadap ibu dan empat saudara Imhim lainnya.

Sebelum perang terjadi, Imhim termasuk dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang baik. Ayahnya adalah seorang pedagang. Saat Imhim dan keluarga ditinggalkan oleh sang ayah yang merupakan tulang punggung mereka, saat itulah keluarganya mulai mengalami kesulitan dalam menemukan makanan serta air minum untuk di konsumsi yang bisa digunakan untuk bertahan hidup di tengah kondisi peperangan yang terjadi. Akhirnya salah satu saudara dari sang ibu yang tinggal di kota tenda Turki pun meminta mereka untuk datang dan mengungsi disana.

Sekarang, Imhim tinggal dan menjadi bagian dari keluarga kami di Rumah Yatim. Imhim pun dengan semangat setiap harinya selalu mengikuti jadwal kegiatan yang telah di tentukan oleh pengurus asrama. Mulai dari bangun subuh dan shalat subuh berjamaah bersama anak asuh lainnya hingga saatnya mereka tertidur kembali. Imhim juga mengikuti program Hafidz yang di terapkan di asrama Rumah Yatim di Sanliurfa.

Terimakasih kami mewakili anak-anak Suriah yang sekarang telah mendapatkan kembali kehidupan dan juga masa kecil mereka atas bantuan dan juga partisipasi dari para donatur. Sehingga segala kegiatan bisa terlaksana dengan baik. Semoga Allah senantiasa memudahkan segala niat baik kita semua dalam membantu sesama.

UPDATE #6
30 Januari 2018

Yatim Suriah Peroleh Hasil UAS Memuaskan

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Itulah peribahasa yang mewakili kondisi anak-anak yatim Suriah di Asrama Sanliurfa Turki, awal hingga pertengahan Januari 2018 lalu. 

Dalam beberapa hari, anak-anak yatim Suriah melewati hari-hari mereka dengan mempersiapkan Ujian Akhir Semester (UAS) pertama. Waktu bermain pun semakin sempit, karena mereka harus fokus belajar agar siap menghadapi soal-soal ujian. 

Persiapan dan usaha gigih yang dilakukan anak-anak untuk menghadapi UAS, akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Saat hari pembagian raport tiba, wajah anak-anak terlihat sumringah.  

“Hari ini mereka menerima hasil semester pertama setelah mereka mengikuti ujian. Hasil nilainya bagus-bagus,” ujar Pengurus Asrama Rumah Yatim Sanliurfa yang akrab disapa Ustadz Mahmod, Sabtu (20/1).

Pencapaian prestasi anak-anak yatim Suriah di Asrama Sanliurfa Turki tentu tak lepas dari peran para donatur yang mendukung setiap aktivitas dan kebutuhan mereka. Sehingga setiap dukungan yang mengalir untuk mereka berperan meningkatkan prestasinya.

 

#BantuYatimSuriahMendapatKehidupanDanPendidikanYangLebihBaik

UPDATE #5
25 Januari 2018

Bantu Pendidikan anak Yatim Pengungsi Suriah

Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi generasi bangsa manapun dunia, karena sebuah bangsa butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun negara yang maju dan berkeadilan.

Program Yatim Global Rumah Yatim menjadi fasilitas penting bagi siapapun yang peduli terhadap nasib pendidikan anak yatim di dunia yang terlantar akibat bencana alam dan bencana kemanusiaan lainnya seperti di Suriah, Palestina, Rohingya dan juga Somalia.

Saat ini Rumah Yatim telah menyediakan fasilitas asrama untuk 25 anak Yatim Suriah di kota Sanliurfa -Turki. Asrama khusus putra ini di huni oleh anak yatim dengan rata-rata usia dari 10 sampai 15 tahun yang direkrut dari ribuan anak yatim yang ada di Camp pengungsian masyarakat Suriah di Turki.

Program Pendidikan formal ( kurikulum standar Suriah) merupakan program prioritas yang diberikan kepada mereka selain kegiatan lainnya seperti Tahfidz Qur’an, pengembangan skill dan penguasaan bahasa Inggris dan Turki.

Tidak kurang dari 50 juta rupiah biaya operasional yang dibutuhkan perbulan nya untuk memenuhi keperluan biaya pendidikan,pelatihan dan kebutuhan makan serta pemenuhan fasilitas lainnya untuk mendukung kehidupan dan pendidikan mereka yang lebih layak.

Mari bersama kita bantu selamatkan masa depan mereka agar bisa menjadi generasi yang terbaik untuk kembali membangun bangsa dan negaranya.

 

 

UPDATE #4
29 Desember 2017

Jiwa Persaudaraan Hantarkan RY pada Anak-anak Suriah

Panggilan itu bermula saat tragedi kemanusiaan terbesar abad 21, pecah tahun 2011 di Negara Suriah. Tragedi kemanusiaan yang merenggut ratusan ribu nyawa, menyisakan banyak korban luka dan penderitaan bagi muslim Suriah. Sehingga mereka harus hengkang dari tanah kelahiran yang mereka cintai tersebut. 

Konflik yang tampak di mata dunia ini adalah perseteruan antara pemerintah berkuasa Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan kelompok oposisi-nya. Mereka yang berseteru, namun rakyat sipil yang harus terkena imbasnya. 

Dampak peperangan begitu besar dirasakan oleh warga Suriah, termasuk anak-anak. Anak-anak polos ini, bukan saja banyak yang kehilangan keluarga bahkan mereka harus rela kehilangan sebagian anggota badannya akibat tragedi ini.

Saat akhirnya beberapa warga sipil memilih untuk meninggalkan kampung halaman mereka untuk mencari rasa aman, sampailah sebagian warga Suriah di Negara Turki, daerah dekat perbatasan Suriah yaitu di Kota Sanliurfa. Di sanalah mereka sedikit mendapat rasa aman walau harus tinggal di dalam camp-camp pengungsian.

Jauh dari hiruk-pikuk peperangan yang terjadi di Negara mereka, tak lantas membuat mereka menjadi sejahtera seperti sediakala. Hidup di negeri orang tentulah berbeda dengan hidup di negeri sendiri. Hilang satu persoalan, tiba persoalan lainnya. 

Penderitaan mereka semakin bertambah ketika harus berada di camp pengungsian di Sanliurfa, Turki.  Mereka merasa seolah sudah kehilangan gairah hidup dan masa depan mereka. Tidak ada lagi tempat bermain dan sekolah, tidak ada lagi tempat bernaung yang layak. Bahkan kesehatan dan jiwa mereka pun kadang terancam  di tengah tenda pengungsian.

Laporan terbaru PBB menunjukkan, saat ini Turki telah menampung hampir 3 juta warga Suriah, setelah kedatangan 47 ribu pengungsi baru dari negara itu. Dengan demikian, jumlah pengungsi yang melarikan diri dari perang di Suriah telah menembus angka lima juta orang yang selebihnya tinggal di negara lain.

Masa depan pendidikan dan keberlangsungan hidup anak-anak di pengungsian serta se-abreg permasalahan yang dihadapinya menjadikan alasan utama Rumah Yatim hadir untuk membantu mereka. Mari jadi bagian dari kami dalam membantu serta menyelamatkan masa depan anak-anak Suriah. Mari ciptakan kembali masa depan yang lebih cerah untuk tunas-tunas baru ini.

#SaveYatimGlobal
#SaveYatimSuriah
#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

 

UPDATE #3
23 Desember 2017

Keterbatasan Sarana di Musim Dingin Tak Mematahkan Semangat Anak Suriah di Pengungsian

Musim dingin telah menyapa wilayah bumi Syam. Suhu mulai menurun secara perlahan. Dapat dipastikan, suhu minus akan segera membelenggu Suriah, memaksa seluruh pengungsi untuk bertahan hidup melawan rasa dingin di dalam tenda-tenda terpal yang jauh dari kata layak.

Tidak ada satu jiwa pun yang menginginkan getirnya musim dingin di Suriah, terutama setelah perang sipil yang pecah pada 2011 silam. Ketika memasuki puncak musim dingin, sepanjang Desember hingga Januari, suhu akan turun drastis di antara 0°C sampai -20°C.

Perjuangan melawan musim dingin di beberapa kamp pengungsian terasa begitu berat bagi para pengungsi. Dalam kondisi yang serba keterbatasan dengan hunian yang tak mampu menangkal dingin yang menusuk tulang, sementara perut menahan lapar.

Keluar dari Aleppo tak serta merta membuat segalanya menjadi lebih baik. Hidup sebagai pengungsi, tak menjadikan kehidupan kembali seperti semula. Bahkan justru menimbulkan masalah kemanusiaan baru, terutama karena musim dingin Suriah yang begitu keras. Januari lalu, belasan pengungsi Suriah meninggal karena kombinasi fatal antara tempat penampungan yang tak layak dan cuaca yang tidak bersahabat.

Namun ada hal menarik ditengah kondisi pengungsian yang serba darurat dimusim dingin kali ini, yaitu semangat anak Suriah untuk belajar yang tidak pernah putus. Mereka masih tetap mengikuti serangkaian kegiatan yang dilakukan disana'

“Kami sangat senang biasa ikut menyampaikan bantuan kepada anak-anak di kamp pengungsian, bantuan yang kami berikan bukan hanya pemenuhan pangan tetapi juga Pendidikan, layanan kesehatan, kursus Bahasa Turki, bantuan sarana olah raga, bantuan pakaian anak dan bayi serta pendampingan psikologi untuk anak.” papar Abdullah Toprak sang Relawan dari salah satu mitra Rumah Yatim di kawasan Sanliurfa - Turki.

#BersamaMencerdaskanMereka
#YatimSuriah

UPDATE #2
19 Desember 2017

Pakaian Musim Dingin untuk Yatim Suriah

Rumah Yatim Sanliurfa, Turki bagikan bantuan paket pakaian musim dingin pada anak-anak yatim Suriah yang bermukim di asrama Rumah Yatim Sanliurfa, Senin (20/12). Anak-anak dibiarkan memilih sendiri pakaian yang cocok untuk mereka. Tujuan bantuan ini, agar anak-anak terhindar dari rasa dingin dan bisa merasakan kehangatan dari pakaian yang mereka kenakan.

Program pemberian pakaian pada anak-anak yatim Suriah di Sanliurfa merupakan program rutin yang dilakukan oleh Rumah Yatim Sanliurfa. Setiap tiga bulan sekali, anak-anak diberikan bantuan satu paket pakaian. Sehingga stok pakaian baru mereka terus bertambah. Program ini tentunya hendak mensejahterakan mereka dari segi sandang.

“Pemberian pakaian pada anak yatim Suriah ini, tidak kali ini saja kami lakukan. Bantuan ini kami berikan setiap tiga bulan sekali,” ungkap pengurus asrama Rumah Yatim Sanliurfa, Mahmod dengan bahasa Arabnya (19/12).

Bantuan paket pakaian baru yang dibagikan kepada 22 anak yatim ini terdiri dari celana, kemeja, sweater dan jaket tebal. Mereka sangat senang menerima bantuan yang diberikan oleh Rumah Yatim tersebut. Mereka berterima kasih kepada Rumah Yatim karena telah memberikan paket pakaian baru musim dingin. Sehingga mereka akan aman dari musim dingin yang saat ini menyelimuti Negara Turki.

“Syukron Rumah Yetim.. syukron Rumah Yetim.. syukron Rumah Yetim, (Terimakasih Rumah Yatim.. terimakasih Rumah Yatim.. terimakasih Rumah Yatim)" ujar anak-anak yatim Suriah kompak dengan logat khas Suriah, sambil memegang pakaian barunya.

UPDATE #1
16 Desember 2017

Bocah Suriah Senang RY Jadi ‘Orang Tuanya’

Turki, Rumah Yatim - Anak yatim piatu korban perang Suriah mengucapkan terima kasih pada Rumah Yatim setelah melakukan perjalanan wisata ke 3 kota yang ada di Negara Turki, Selasa (21/11). Anak yatim piatu Suriah yang berjumlah 22 laki-laki diajak mengunjungi tempat-tempat wisata dan bersejarah dalam lingkup kunjungan budaya selama 5 hari.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim karena sudah menyelamatkan kami dari camp pengungsian dan mengijinkan kami untuk tinggal di asrama Rumah Yatim dengan segala fasilitasnya,” ujar Ahmed Eyub (13) salah seorang bocah berbaju putih saat menyampaikan rasa senangnya, Selasa (21/11).

Perjalanan mereka ke Denizli, Isparta dan Konya, adalah perjalanan wisata pertama kali dalam hidup mereka. Saat berwisata ke Taman Luna, anak-anak bertemu dengan badut dan diberikan hadiah, permen kapas dan lainnya. Hal tersebut tak pernah bisa dirasakan bocah-bocah suci itu saat berada di negara mereka, Suriah.

“Semoga perjalanan ini bisa menghilangkan trauma mereka yang pernah merasa tertekan dalam kondisi perang. Kegiatan ini sekaligus menajdi program trauma healing untuk anak-anak yatim piatu korban perang Suriah”, ujar Abdullah Toprak (37) Penanggung Jawab Asrama Rumah Yatim di kota Sanliurfa, Turki, Selasa (21/11).

Tanggal Nominal
Kang Aher
9 Desember 2017
Rp 10.385
HAMBA ALLOH
10 Desember 2017
Rp 20.706
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 10.215
dhian kusuma
19 Desember 2017
Rp 200.845
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 150.784
Hamba Allah
23 Desember 2017
Rp 250.477
Andik Gigih Palaguna
24 Desember 2017
Rp 150.233
Hamba Allah
1 Januari 2018
Rp 30.414
Hamba Allah
3 Januari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 50.950
Hamba Allah
9 Januari 2018
Rp 500.791
Hamba Allah
9 Januari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
10 Januari 2018
Rp 100.273
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 150.741
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 100.415
Herwansyah kobri
16 Januari 2018
Rp 100.355
Chindy
17 Januari 2018
Rp 150.950
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 3.000.484
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 100.588
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 280.000
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 50.303
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 125.308
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 250.419
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 150.741
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 191.733
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 450.395
Caseneeds
30 Januari 2018
Rp 250.254
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 100.863
Hamba ALLAH
30 Januari 2018
Rp 1.000.000
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 200.165
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 200.709
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 50.917
Hari Santosa
3 Februari 2018
Rp 500.583
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 1.000.553
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 500.712
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 50.185
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 250.369
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 100.151
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 150.000
Megaloman
17 Februari 2018
Rp 200.724
Hamba Allah
19 Februari 2018
Rp 100.972
Hamba Allah
21 Februari 2018
Rp 300.316
Hamba Allah
21 Februari 2018
Rp 500.439
Hamba Allah
22 Februari 2018
Rp 100.118
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 250.847
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 300.874
Uchiha Sasuke
24 Februari 2018
Rp 54.728
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 50.904
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 200.103
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 200.779
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 250.726
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 100.944
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 60.569
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 100.988
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 100.550
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 100.125
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 100.275
Silvia Damayanti
3 Maret 2018
Rp 100.452
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 500.341
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 50.384
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 50.330
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 10.333
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 30.873
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 421.322
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 150.000
Hamba Allah
9 Maret 2018
Rp 50.336
Hamba Allah
12 Maret 2018
Rp 500.804
Hamba Allah
13 Maret 2018
Rp 200.709
Hamba Allah
15 Maret 2018
Rp 100.459
SALMA WIRDANIS
15 Maret 2018
Rp 100.684
L. Azkavidin
15 Maret 2018
Rp 50.866
Hamba Allah
17 Maret 2018
Rp 500.977
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 250.484
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 1.000.000
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 300.385
Hamba Allah
22 Maret 2018
Rp 100.399
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 10.805
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 100.160
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 200.595
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 150.123
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 15.385
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 20.660
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 50.174
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 130.969
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.376
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 195.000
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 200.470
Hamba Allah
30 Maret 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 200.319
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 300.343
Kuli sinyal Tentara_langit
1 April 2018
Rp 10.664
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 200.251
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 1.000.603
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 100.246
Hamba Allah
5 April 2018
Rp 100.539
Hamba Allah
5 April 2018
Rp 10.898
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 2.000.498
Unipic Studio
6 April 2018
Rp 200.876
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 50.439
Hamba Allah
8 April 2018
Rp 500.493
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 50.592
Hamba Allah
10 April 2018
Rp 100.949
Moh Zulfikar Dwi Heryanto
10 April 2018
Rp 300.798
Diyan Said
11 April 2018
Rp 1.000.225
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 100.622
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 30.712
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 20.703
Hamba Allah
15 April 2018
Rp 37.408
Hamba Allah
17 April 2018
Rp 300.981
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 100.688
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 125.622
Hamba Allah
22 April 2018
Rp 100.622
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 100.146
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 100.412
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 20.396
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 50.839
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 188.822
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 70.492
Hamba Allah
1 Mei 2018
Rp 500.735
Hamba Allah
1 Mei 2018
Rp 100.346
last raiders
3 Mei 2018
Rp 200.879
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 200.645
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 50.844
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 150.770
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 100.698
Hamba Allah
8 Mei 2018
Rp 50.119
Hamba Allah
11 Mei 2018
Rp 1.000.301
Tuti Taryuni
14 Mei 2018
Rp 200.704
Hamba Allah
18 Mei 2018
Rp 1.000.619
Hamba Allah
18 Mei 2018
Rp 200.557

Total donatur : 133 orang