Detail Program

Yatim dan Dhuafa

Bantu Yatim Suriah Penghafal Al-Qur'an

Terkumpul
Rp 11.985.662
Target
Rp 500.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
385 hari

BERAKHIR PADA:
31 Maret 2018
Penerima Manfaat:
1.500 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
12 Februari 2018

Sepenggal Cerita dari Abdulkerim Imhimmed

Abdulkerim Imhimmed atau sapaan akrabnya Imhim adalah salah satu anak asuh Rumah Yatim di asrama yang terletak di Sanliurfa Turki. Imhim salah satu dari 25 anak yatim korban peperangan Suriah yang sekarang tinggal dan juga melakukan segala kegiatannya disana. Anak lelaki yang beranjak remaja ini sekarang berada di kelas 8 dan tengah menempuh pendidikan di salah satu sekolah di Sanliurfa yang bernama Harran Kapi Imam Hatip Okulu.

Imhim lahir pada 1 Januari 2005 di Kota Deyrizor, Suriah. Saat itu Imhim tinggal bersama ayah dan keluarganya disana hingga ayahnya meninggal dunia saat terjadi perang di Suriah tahun 2010 saat Imhim masih berusia 5 tahun. Kengerian perang yang terjadi saat itu berpengaruh sangat serius bagi Imhim dan keluarga, khususnya penganiayaan yang terjadi terhadap ibu dan empat saudara Imhim lainnya.

Sebelum perang terjadi, Imhim termasuk dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang baik. Ayahnya adalah seorang pedagang. Saat Imhim dan keluarga ditinggalkan oleh sang ayah yang merupakan tulang punggung mereka, saat itulah keluarganya mulai mengalami kesulitan dalam menemukan makanan serta air minum untuk di konsumsi yang bisa digunakan untuk bertahan hidup di tengah kondisi peperangan yang terjadi. Akhirnya salah satu saudara dari sang ibu yang tinggal di kota tenda Turki pun meminta mereka untuk datang dan mengungsi disana.

Sekarang, Imhim tinggal dan menjadi bagian dari keluarga kami di Rumah Yatim. Imhim pun dengan semangat setiap harinya selalu mengikuti jadwal kegiatan yang telah di tentukan oleh pengurus asrama. Mulai dari bangun subuh dan shalat subuh berjamaah bersama anak asuh lainnya hingga saatnya mereka tertidur kembali. Imhim juga mengikuti program Hafidz yang di terapkan di asrama Rumah Yatim di Sanliurfa.

Terimakasih kami mewakili anak-anak Suriah yang sekarang telah mendapatkan kembali kehidupan dan juga masa kecil mereka atas bantuan dan juga partisipasi dari para donatur. Sehingga segala kegiatan bisa terlaksana dengan baik. Semoga Allah senantiasa memudahkan segala niat baik kita semua dalam membantu sesama.


Deskripsi Program


Selain Membina lebih dari 60.000 Yatim di Indonesia, Rumah Yatim juga memiliki kepedulian terhadap Yatim dunia seperti di Palestina, Myanmar, Somalia dan Suriah.

Program yang sudah berjalan adalah pendirian asrama untuk anak Yatim Suriah di kota Sanliurfa Turki.

Anak yang dibina di asrama berjumlah 25 anak Yatim yang ditargetkan menjadi Hafidz, usia mereka mulai dari 10 sampai 15 Tahun, selebihnya Rumah Yatim juga memberikan bantuan kepada lebih dari 250 anak Yatim Suriah yang masih berada di kamp pengungsian.

 

UPDATE #7
12 Februari 2018

Sepenggal Cerita dari Abdulkerim Imhimmed

Abdulkerim Imhimmed atau sapaan akrabnya Imhim adalah salah satu anak asuh Rumah Yatim di asrama yang terletak di Sanliurfa Turki. Imhim salah satu dari 25 anak yatim korban peperangan Suriah yang sekarang tinggal dan juga melakukan segala kegiatannya disana. Anak lelaki yang beranjak remaja ini sekarang berada di kelas 8 dan tengah menempuh pendidikan di salah satu sekolah di Sanliurfa yang bernama Harran Kapi Imam Hatip Okulu.

Imhim lahir pada 1 Januari 2005 di Kota Deyrizor, Suriah. Saat itu Imhim tinggal bersama ayah dan keluarganya disana hingga ayahnya meninggal dunia saat terjadi perang di Suriah tahun 2010 saat Imhim masih berusia 5 tahun. Kengerian perang yang terjadi saat itu berpengaruh sangat serius bagi Imhim dan keluarga, khususnya penganiayaan yang terjadi terhadap ibu dan empat saudara Imhim lainnya.

Sebelum perang terjadi, Imhim termasuk dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang baik. Ayahnya adalah seorang pedagang. Saat Imhim dan keluarga ditinggalkan oleh sang ayah yang merupakan tulang punggung mereka, saat itulah keluarganya mulai mengalami kesulitan dalam menemukan makanan serta air minum untuk di konsumsi yang bisa digunakan untuk bertahan hidup di tengah kondisi peperangan yang terjadi. Akhirnya salah satu saudara dari sang ibu yang tinggal di kota tenda Turki pun meminta mereka untuk datang dan mengungsi disana.

Sekarang, Imhim tinggal dan menjadi bagian dari keluarga kami di Rumah Yatim. Imhim pun dengan semangat setiap harinya selalu mengikuti jadwal kegiatan yang telah di tentukan oleh pengurus asrama. Mulai dari bangun subuh dan shalat subuh berjamaah bersama anak asuh lainnya hingga saatnya mereka tertidur kembali. Imhim juga mengikuti program Hafidz yang di terapkan di asrama Rumah Yatim di Sanliurfa.

Terimakasih kami mewakili anak-anak Suriah yang sekarang telah mendapatkan kembali kehidupan dan juga masa kecil mereka atas bantuan dan juga partisipasi dari para donatur. Sehingga segala kegiatan bisa terlaksana dengan baik. Semoga Allah senantiasa memudahkan segala niat baik kita semua dalam membantu sesama.

UPDATE #6
30 Januari 2018

Yatim Suriah Peroleh Hasil UAS Memuaskan

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Itulah peribahasa yang mewakili kondisi anak-anak yatim Suriah di Asrama Sanliurfa Turki, awal hingga pertengahan Januari 2018 lalu. 

Dalam beberapa hari, anak-anak yatim Suriah melewati hari-hari mereka dengan mempersiapkan Ujian Akhir Semester (UAS) pertama. Waktu bermain pun semakin sempit, karena mereka harus fokus belajar agar siap menghadapi soal-soal ujian. 

Persiapan dan usaha gigih yang dilakukan anak-anak untuk menghadapi UAS, akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Saat hari pembagian raport tiba, wajah anak-anak terlihat sumringah.  

“Hari ini mereka menerima hasil semester pertama setelah mereka mengikuti ujian. Hasil nilainya bagus-bagus,” ujar Pengurus Asrama Rumah Yatim Sanliurfa yang akrab disapa Ustadz Mahmod, Sabtu (20/1).

Pencapaian prestasi anak-anak yatim Suriah di Asrama Sanliurfa Turki tentu tak lepas dari peran para donatur yang mendukung setiap aktivitas dan kebutuhan mereka. Sehingga setiap dukungan yang mengalir untuk mereka berperan meningkatkan prestasinya.

 

#BantuYatimSuriahMendapatKehidupanDanPendidikanYangLebihBaik

UPDATE #5
25 Januari 2018

Bantu Pendidikan anak Yatim Pengungsi Suriah

Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi generasi bangsa manapun dunia, karena sebuah bangsa butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun negara yang maju dan berkeadilan.

Program Yatim Global Rumah Yatim menjadi fasilitas penting bagi siapapun yang peduli terhadap nasib pendidikan anak yatim di dunia yang terlantar akibat bencana alam dan bencana kemanusiaan lainnya seperti di Suriah, Palestina, Rohingya dan juga Somalia.

Saat ini Rumah Yatim telah menyediakan fasilitas asrama untuk 25 anak Yatim Suriah di kota Sanliurfa -Turki. Asrama khusus putra ini di huni oleh anak yatim dengan rata-rata usia dari 10 sampai 15 tahun yang direkrut dari ribuan anak yatim yang ada di Camp pengungsian masyarakat Suriah di Turki.

Program Pendidikan formal ( kurikulum standar Suriah) merupakan program prioritas yang diberikan kepada mereka selain kegiatan lainnya seperti Tahfidz Qur’an, pengembangan skill dan penguasaan bahasa Inggris dan Turki.

Tidak kurang dari 50 juta rupiah biaya operasional yang dibutuhkan perbulan nya untuk memenuhi keperluan biaya pendidikan,pelatihan dan kebutuhan makan serta pemenuhan fasilitas lainnya untuk mendukung kehidupan dan pendidikan mereka yang lebih layak.

Mari bersama kita bantu selamatkan masa depan mereka agar bisa menjadi generasi yang terbaik untuk kembali membangun bangsa dan negaranya.

 

 

UPDATE #4
29 Desember 2017

Jiwa Persaudaraan Hantarkan RY pada Anak-anak Suriah

Panggilan itu bermula saat tragedi kemanusiaan terbesar abad 21, pecah tahun 2011 di Negara Suriah. Tragedi kemanusiaan yang merenggut ratusan ribu nyawa, menyisakan banyak korban luka dan penderitaan bagi muslim Suriah. Sehingga mereka harus hengkang dari tanah kelahiran yang mereka cintai tersebut. 

Konflik yang tampak di mata dunia ini adalah perseteruan antara pemerintah berkuasa Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan kelompok oposisi-nya. Mereka yang berseteru, namun rakyat sipil yang harus terkena imbasnya. 

Dampak peperangan begitu besar dirasakan oleh warga Suriah, termasuk anak-anak. Anak-anak polos ini, bukan saja banyak yang kehilangan keluarga bahkan mereka harus rela kehilangan sebagian anggota badannya akibat tragedi ini.

Saat akhirnya beberapa warga sipil memilih untuk meninggalkan kampung halaman mereka untuk mencari rasa aman, sampailah sebagian warga Suriah di Negara Turki, daerah dekat perbatasan Suriah yaitu di Kota Sanliurfa. Di sanalah mereka sedikit mendapat rasa aman walau harus tinggal di dalam camp-camp pengungsian.

Jauh dari hiruk-pikuk peperangan yang terjadi di Negara mereka, tak lantas membuat mereka menjadi sejahtera seperti sediakala. Hidup di negeri orang tentulah berbeda dengan hidup di negeri sendiri. Hilang satu persoalan, tiba persoalan lainnya. 

Penderitaan mereka semakin bertambah ketika harus berada di camp pengungsian di Sanliurfa, Turki.  Mereka merasa seolah sudah kehilangan gairah hidup dan masa depan mereka. Tidak ada lagi tempat bermain dan sekolah, tidak ada lagi tempat bernaung yang layak. Bahkan kesehatan dan jiwa mereka pun kadang terancam  di tengah tenda pengungsian.

Laporan terbaru PBB menunjukkan, saat ini Turki telah menampung hampir 3 juta warga Suriah, setelah kedatangan 47 ribu pengungsi baru dari negara itu. Dengan demikian, jumlah pengungsi yang melarikan diri dari perang di Suriah telah menembus angka lima juta orang yang selebihnya tinggal di negara lain.

Masa depan pendidikan dan keberlangsungan hidup anak-anak di pengungsian serta se-abreg permasalahan yang dihadapinya menjadikan alasan utama Rumah Yatim hadir untuk membantu mereka. Mari jadi bagian dari kami dalam membantu serta menyelamatkan masa depan anak-anak Suriah. Mari ciptakan kembali masa depan yang lebih cerah untuk tunas-tunas baru ini.

#SaveYatimGlobal
#SaveYatimSuriah
#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

 

UPDATE #3
23 Desember 2017

Keterbatasan Sarana di Musim Dingin Tak Mematahkan Semangat Anak Suriah di Pengungsian

Musim dingin telah menyapa wilayah bumi Syam. Suhu mulai menurun secara perlahan. Dapat dipastikan, suhu minus akan segera membelenggu Suriah, memaksa seluruh pengungsi untuk bertahan hidup melawan rasa dingin di dalam tenda-tenda terpal yang jauh dari kata layak.

Tidak ada satu jiwa pun yang menginginkan getirnya musim dingin di Suriah, terutama setelah perang sipil yang pecah pada 2011 silam. Ketika memasuki puncak musim dingin, sepanjang Desember hingga Januari, suhu akan turun drastis di antara 0°C sampai -20°C.

Perjuangan melawan musim dingin di beberapa kamp pengungsian terasa begitu berat bagi para pengungsi. Dalam kondisi yang serba keterbatasan dengan hunian yang tak mampu menangkal dingin yang menusuk tulang, sementara perut menahan lapar.

Keluar dari Aleppo tak serta merta membuat segalanya menjadi lebih baik. Hidup sebagai pengungsi, tak menjadikan kehidupan kembali seperti semula. Bahkan justru menimbulkan masalah kemanusiaan baru, terutama karena musim dingin Suriah yang begitu keras. Januari lalu, belasan pengungsi Suriah meninggal karena kombinasi fatal antara tempat penampungan yang tak layak dan cuaca yang tidak bersahabat.

Namun ada hal menarik ditengah kondisi pengungsian yang serba darurat dimusim dingin kali ini, yaitu semangat anak Suriah untuk belajar yang tidak pernah putus. Mereka masih tetap mengikuti serangkaian kegiatan yang dilakukan disana'

“Kami sangat senang biasa ikut menyampaikan bantuan kepada anak-anak di kamp pengungsian, bantuan yang kami berikan bukan hanya pemenuhan pangan tetapi juga Pendidikan, layanan kesehatan, kursus Bahasa Turki, bantuan sarana olah raga, bantuan pakaian anak dan bayi serta pendampingan psikologi untuk anak.” papar Abdullah Toprak sang Relawan dari salah satu mitra Rumah Yatim di kawasan Sanliurfa - Turki.

#BersamaMencerdaskanMereka
#YatimSuriah

UPDATE #2
19 Desember 2017

Pakaian Musim Dingin untuk Yatim Suriah

Rumah Yatim Sanliurfa, Turki bagikan bantuan paket pakaian musim dingin pada anak-anak yatim Suriah yang bermukim di asrama Rumah Yatim Sanliurfa, Senin (20/12). Anak-anak dibiarkan memilih sendiri pakaian yang cocok untuk mereka. Tujuan bantuan ini, agar anak-anak terhindar dari rasa dingin dan bisa merasakan kehangatan dari pakaian yang mereka kenakan.

Program pemberian pakaian pada anak-anak yatim Suriah di Sanliurfa merupakan program rutin yang dilakukan oleh Rumah Yatim Sanliurfa. Setiap tiga bulan sekali, anak-anak diberikan bantuan satu paket pakaian. Sehingga stok pakaian baru mereka terus bertambah. Program ini tentunya hendak mensejahterakan mereka dari segi sandang.

“Pemberian pakaian pada anak yatim Suriah ini, tidak kali ini saja kami lakukan. Bantuan ini kami berikan setiap tiga bulan sekali,” ungkap pengurus asrama Rumah Yatim Sanliurfa, Mahmod dengan bahasa Arabnya (19/12).

Bantuan paket pakaian baru yang dibagikan kepada 22 anak yatim ini terdiri dari celana, kemeja, sweater dan jaket tebal. Mereka sangat senang menerima bantuan yang diberikan oleh Rumah Yatim tersebut. Mereka berterima kasih kepada Rumah Yatim karena telah memberikan paket pakaian baru musim dingin. Sehingga mereka akan aman dari musim dingin yang saat ini menyelimuti Negara Turki.

“Syukron Rumah Yetim.. syukron Rumah Yetim.. syukron Rumah Yetim, (Terimakasih Rumah Yatim.. terimakasih Rumah Yatim.. terimakasih Rumah Yatim)" ujar anak-anak yatim Suriah kompak dengan logat khas Suriah, sambil memegang pakaian barunya.

UPDATE #1
16 Desember 2017

Bocah Suriah Senang RY Jadi ‘Orang Tuanya’

Turki, Rumah Yatim - Anak yatim piatu korban perang Suriah mengucapkan terima kasih pada Rumah Yatim setelah melakukan perjalanan wisata ke 3 kota yang ada di Negara Turki, Selasa (21/11). Anak yatim piatu Suriah yang berjumlah 22 laki-laki diajak mengunjungi tempat-tempat wisata dan bersejarah dalam lingkup kunjungan budaya selama 5 hari.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim karena sudah menyelamatkan kami dari camp pengungsian dan mengijinkan kami untuk tinggal di asrama Rumah Yatim dengan segala fasilitasnya,” ujar Ahmed Eyub (13) salah seorang bocah berbaju putih saat menyampaikan rasa senangnya, Selasa (21/11).

Perjalanan mereka ke Denizli, Isparta dan Konya, adalah perjalanan wisata pertama kali dalam hidup mereka. Saat berwisata ke Taman Luna, anak-anak bertemu dengan badut dan diberikan hadiah, permen kapas dan lainnya. Hal tersebut tak pernah bisa dirasakan bocah-bocah suci itu saat berada di negara mereka, Suriah.

“Semoga perjalanan ini bisa menghilangkan trauma mereka yang pernah merasa tertekan dalam kondisi perang. Kegiatan ini sekaligus menajdi program trauma healing untuk anak-anak yatim piatu korban perang Suriah”, ujar Abdullah Toprak (37) Penanggung Jawab Asrama Rumah Yatim di kota Sanliurfa, Turki, Selasa (21/11).

Tanggal Nominal
Kang Aher
9 Desember 2017
Rp 10.385
HAMBA ALLOH
10 Desember 2017
Rp 20.706
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 10.215
dhian kusuma
19 Desember 2017
Rp 200.845
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 150.784
Hamba Allah
23 Desember 2017
Rp 250.477
Andik Gigih Palaguna
24 Desember 2017
Rp 150.233
Hamba Allah
1 Januari 2018
Rp 30.414
Hamba Allah
3 Januari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 50.950
Hamba Allah
9 Januari 2018
Rp 500.791
Hamba Allah
9 Januari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
10 Januari 2018
Rp 100.273
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 150.741
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 100.415
Herwansyah kobri
16 Januari 2018
Rp 100.355
Chindy
17 Januari 2018
Rp 150.950
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 3.000.484
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 100.588
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 280.000
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 50.303
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 125.308
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 250.419
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 150.741
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 191.733
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 450.395
Caseneeds
30 Januari 2018
Rp 250.254
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 100.863
Hamba ALLAH
30 Januari 2018
Rp 1.000.000
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 200.165
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 200.709
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 50.917
Hari Santosa
3 Februari 2018
Rp 500.583
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 1.000.553
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 500.712
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 50.185
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 250.369
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 100.151
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 150.000
Megaloman
17 Februari 2018
Rp 200.724
Hamba Allah
19 Februari 2018
Rp 100.972

Total donatur : 43 orang