Detail Program

Kemanusiaan

Bantu Yoga dari Epileptikus

Terkumpul
Rp 5.586.430
Target
Rp 85.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
89 hari

BERAKHIR PADA:
30 April 2018
Penerima Manfaat:
1 orang

Lingkup wilayah:
Lampung, Lampung
UPDATE LAPORAN TERBARU
13 Maret 2018

Bantuan Biaya Terapi untuk Yoga

Semenjak rutin melakukan terapi alternatif, mengonsumsi obat dan vitamin, kondisi Yoga berangsur-angsur membaik. Kepaala cabang Rumah Yatim Lampung, Herman mengatakan, ketika ia dan timnya berkunjung ke kediaman orangtua Yoga, Yoga sedang melakukan terapi sembari ditemani Hernawati ibunya, sedangkan Yusri ayahnya sedang bekerja di toko bangunan. 

Berdasarkan informasi dari Nardi selaku terapis Yoga, kondisi Yoga perlahan-lahan membaik. Jika Yoga rutin diterapi, mengonsumsi obat, vitamin dan porsi makannya cukup, maka kemungkinan Yoga untuk sembuh semakin besar. Meski membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Insya Allah Yoga akan sembuh, kami selaku perwakilan dari Rumah Yatim akan melakukan berbagai upaya untuk menyembuhkan Yoga sampai Yoga bisa beraktivitas dan bersekolah seperti anak seusianya,” paparnya.

Ia bersama tim menyalurkan santunan berupa popok dan susu. Tidak hanya itu, Herman pun menyerahkan biaya terapi selama satu bulan kepada terapis Yoga.

“Alhamdulillah setiap satu bulan sekali Rumah Yatim selalu berkunjung ke rumah untuk menyerahkan santunan dan biaya terapi Yoga. Terima kasih atas semua kepedulian dan kebaikannya, semoga Allah SWT membalas semuanya. Mohon doanya semoga Yoga diberikan kesembuhan,” ungkap Hernawati.

Sudah 10 tahun Yoga menderita penyakit epileptikus atau penyakit kejang yang membuatnya tidak dapat tumbuh besar, berbicara, berjalan maupun merangkak. Di usianya yang menginjak 11 tahun, ia hanya bisa berbaring dan menangis jika lapar atau ingin buang air besar layaknya seorang bayi.

Yoga terlahir dari keluarga kurang mampu. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai buruh di toko bangunan dengan penghasilan 60 ribu rupiah perhari, belum bisa membiayai terapi Yoga sebesar 100 ribu rupiah per sekali terapinya. Penghasilan ayah Yoga habis dipakai untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga dan kebutuhan sehari-hari Yoga seperti popok dan susu. 

Sebagai upaya membantu menyembuhkan Yoga, Rumah Yatim mengajak masyarakat Indonesia menyisihkan rezekinya untuk membantu Yoga. Agar Yoga dapat sembuh dan beraktivitas seperti anak seusianya.


Deskripsi Program


 

Cerita Selengkapnya

Yoga merupakan anak bungsu dari pasangan Hernawati dan Yusri. Yoga mempunyai seorang kakak bernama Herlina (13) yang selalu telaten merawat Yoga ketika ibundanya mengajar mengaji di rumahnya.

Sudah 10 tahun Yoga menderita penyakit epileptikus atau penyakit kejang yang membuat bocah 10 tahun ini tidak dapat tumbuh besar, berbicara, berjalan maupun merangkak. Ia hanya bisa berbaring, menangis jika lapar atau ingin buang air besar layaknya seorang bayi.

Hernawati mengatakan bahwa dalam seminggu si bungsu harus diterapi sebanyak tiga kali. Namun, karena penghasilan suaminya yang hanya Rp 350 ribu per minggu, membuatnya hanya bisa membawa yoga terapi sekali dalam seminggu.

Ia pun menambahkan, sisa penghasilan suaminya dipakai untuk keperluan Yoga seperti popok, susu, dan vitamin. Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari, ia menggunakan uang dari sisa kebutuhan Yoga. “Iya sisanya enggak banyak, namun dicukup-cukupi. InsyaAllah, Allah mencukupi,” terangnya.

“Saya ingin sekali Yoga diterapi seminggu tiga kali dan bisa mengonsumsi susu dan vitamin dengan kualitas baik, agar dia bisa bicara dan berjalan. Karena menurut dokter, jika Yoga rutin terapi seminggu tiga kali, maka kemungkinan besar ia bisa berbicara dan berjalan. Semoga Allah memberikan kesempatan Yoga sehat, dapat bicara dan jalan,” harap Hernawati.

Mari dukung Yoga untuk bisa sembuh dari penyakit epileptikusnya

 

UPDATE #1
13 Maret 2018

Bantuan Biaya Terapi untuk Yoga

Semenjak rutin melakukan terapi alternatif, mengonsumsi obat dan vitamin, kondisi Yoga berangsur-angsur membaik. Kepaala cabang Rumah Yatim Lampung, Herman mengatakan, ketika ia dan timnya berkunjung ke kediaman orangtua Yoga, Yoga sedang melakukan terapi sembari ditemani Hernawati ibunya, sedangkan Yusri ayahnya sedang bekerja di toko bangunan. 

Berdasarkan informasi dari Nardi selaku terapis Yoga, kondisi Yoga perlahan-lahan membaik. Jika Yoga rutin diterapi, mengonsumsi obat, vitamin dan porsi makannya cukup, maka kemungkinan Yoga untuk sembuh semakin besar. Meski membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Insya Allah Yoga akan sembuh, kami selaku perwakilan dari Rumah Yatim akan melakukan berbagai upaya untuk menyembuhkan Yoga sampai Yoga bisa beraktivitas dan bersekolah seperti anak seusianya,” paparnya.

Ia bersama tim menyalurkan santunan berupa popok dan susu. Tidak hanya itu, Herman pun menyerahkan biaya terapi selama satu bulan kepada terapis Yoga.

“Alhamdulillah setiap satu bulan sekali Rumah Yatim selalu berkunjung ke rumah untuk menyerahkan santunan dan biaya terapi Yoga. Terima kasih atas semua kepedulian dan kebaikannya, semoga Allah SWT membalas semuanya. Mohon doanya semoga Yoga diberikan kesembuhan,” ungkap Hernawati.

Sudah 10 tahun Yoga menderita penyakit epileptikus atau penyakit kejang yang membuatnya tidak dapat tumbuh besar, berbicara, berjalan maupun merangkak. Di usianya yang menginjak 11 tahun, ia hanya bisa berbaring dan menangis jika lapar atau ingin buang air besar layaknya seorang bayi.

Yoga terlahir dari keluarga kurang mampu. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai buruh di toko bangunan dengan penghasilan 60 ribu rupiah perhari, belum bisa membiayai terapi Yoga sebesar 100 ribu rupiah per sekali terapinya. Penghasilan ayah Yoga habis dipakai untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga dan kebutuhan sehari-hari Yoga seperti popok dan susu. 

Sebagai upaya membantu menyembuhkan Yoga, Rumah Yatim mengajak masyarakat Indonesia menyisihkan rezekinya untuk membantu Yoga. Agar Yoga dapat sembuh dan beraktivitas seperti anak seusianya.

Tanggal Nominal
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 50.464
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 100.619
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 500.689
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 50.780
Hamba Allah
26 Februari 2018
Rp 200.337
Keluarga Padiono
28 Februari 2018
Rp 50.141
Edra Putri A.
2 Maret 2018
Rp 100.822
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 25.967
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 30.648
aries riyanto
2 Maret 2018
Rp 195.000
Silvia Damayanti
3 Maret 2018
Rp 200.404
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 50.713
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 50.319
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 50.180
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 30.425
Hamba Allah
9 Maret 2018
Rp 100.787
Hamba Allah
10 Maret 2018
Rp 50.589
Hamba Allah
10 Maret 2018
Rp 100.363
Hamba Allah
14 Maret 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
18 Maret 2018
Rp 50.892
Hamba Allah
21 Maret 2018
Rp 100.802
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 100.459
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 150.680
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.979
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 195.000
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 300.627
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 100.487
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 20.000
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 100.229
Ruli Setiadi
7 April 2018
Rp 300.696
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 10.259
Hamba Allah
8 April 2018
Rp 100.175
Hamba Allah
8 April 2018
Rp 250.102
Hamba Allah
8 April 2018
Rp 50.155
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 100.536
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 100.170
Hamba Allah
12 April 2018
Rp 50.287
Hamba Allah
12 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 50.226
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 100.360
Hamba Allah
14 April 2018
Rp 300.310
Hamba Allah
15 April 2018
Rp 100.187
Hamba Allah
16 April 2018
Rp 25.111
Hamba Allah
16 April 2018
Rp 500.750
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 127.549
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 200.155

Total donatur : 46 orang