Detail Program

Pendayagunaan

Bantuan Pangan untuk 60.000 Dhuafa

Terkumpul
Rp 23.901.596
Target
Rp 100.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
226 hari

BERAKHIR PADA:
30 Juni 2018
Penerima Manfaat:
60.000 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
24 April 2018

150 Kepala Keluarga Desa Kampung Pinang Terima Bantuan Sembako

Rumah Yatim Cabang Riau telah menyalurkan bantuan paket sembako bagi masyarakat prasejahtera di Taluk Kuantan KM 16, RT 02 RW 01, Desa Kampung Pinang, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Minggu (22/4). Penyaluran bantuan ini merupakan salah satu program Rumah Yatim dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat kurang mampu.

Menurut pemararan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, sebanyak 150 kepala keluarga menerima bantuan pada kesempatan kali ini. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Kampung Pinang berlangsung tertib dan lancar. Pelaksanaan ini juga dibantu sejumlah aparatur desa setempat.

Ia mengatakan, wilayah itu dipilih karena daerah tersebut masih tergolong lemah dalam ekonomi. Selain itu, karena mayoritas masyarakat sekitar hanya mengandalkan pekerjaan serabutan. Salah satu yang menjadi mata pencahariannya, kata Ramdan, sebagai pencari tanah pasir dari sungai. Sehingga, kata dia, tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarganya masing-masing. "Tapi mereka selalu bersyukur dengan yang Allah SWT berikan kepadanya," ujar Ramdan.

Respon warga yang menerima bantuan sembako, kata Ramdan, sangat antusias. Hal ini terlihat dari kedatangan para penerima bantuan yang sudah menunggu di lokasi pembagian sejak pukul 07.00 pagi waktu setempat. Dia berharap, dengan bantuan tersebut bisa mengurangi beban pangan masyarakat sehari-hari.

"Mudah-mudahan dengan adanya bantuan sembako ini, warga Desa Kampung Pinang bisa mengurangi beban pangan mereka sehari hari," paparnya.


Deskripsi Program


Tidak kurang dari 15 ton setiap bulannya Rumah Yatim menyalurkan bantuan berupa beras dan bahan pokok makanan lainnya yang di berikan kepada para mustahik zakat.

Penerima manfaat program ini terdiri dari mustahik perseorangan dan mustahik kelembagaan pra sejahtera. Adapun bantuan paket sembako yang diberikan kepada mustahik berupa Beras 5Kg, 1 liter minyak goreng, 5 mie instan, dan 1 Kg gula pasir. Mustahik kelembagaan terdiri dari pesantren,madrasah dinniyah dan lembaga sosial yang masih berada dibawah garis kemiskinan.

Salah satu prioritas penerima manfaat program ini adalah 60.000 anak Yatim dhuafa dan 150 lembaga pra sejahtera di 14 Provinsi di Indonesia.

 

UPDATE #51
24 April 2018

150 Kepala Keluarga Desa Kampung Pinang Terima Bantuan Sembako

Rumah Yatim Cabang Riau telah menyalurkan bantuan paket sembako bagi masyarakat prasejahtera di Taluk Kuantan KM 16, RT 02 RW 01, Desa Kampung Pinang, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Minggu (22/4). Penyaluran bantuan ini merupakan salah satu program Rumah Yatim dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat kurang mampu.

Menurut pemararan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, sebanyak 150 kepala keluarga menerima bantuan pada kesempatan kali ini. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Kampung Pinang berlangsung tertib dan lancar. Pelaksanaan ini juga dibantu sejumlah aparatur desa setempat.

Ia mengatakan, wilayah itu dipilih karena daerah tersebut masih tergolong lemah dalam ekonomi. Selain itu, karena mayoritas masyarakat sekitar hanya mengandalkan pekerjaan serabutan. Salah satu yang menjadi mata pencahariannya, kata Ramdan, sebagai pencari tanah pasir dari sungai. Sehingga, kata dia, tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarganya masing-masing. "Tapi mereka selalu bersyukur dengan yang Allah SWT berikan kepadanya," ujar Ramdan.

Respon warga yang menerima bantuan sembako, kata Ramdan, sangat antusias. Hal ini terlihat dari kedatangan para penerima bantuan yang sudah menunggu di lokasi pembagian sejak pukul 07.00 pagi waktu setempat. Dia berharap, dengan bantuan tersebut bisa mengurangi beban pangan masyarakat sehari-hari.

"Mudah-mudahan dengan adanya bantuan sembako ini, warga Desa Kampung Pinang bisa mengurangi beban pangan mereka sehari hari," paparnya.

UPDATE #50
23 April 2018

Setiap Bulan Paket Sembako Diberikan Bagi Masyarakat Medan Helvetia

Rumah Yatim Cabang Medan rutin memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat di sekitaran Kantor Kas di Jalan Kapten Muslim No. 7 Komplek Legian, Kelurahan Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Pemberian bantuan ini diperuntukan bagi masyarakat prasejahtera.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Medan, Harun, penyaluran sembako kali ini sebanyak 40 paket diberikan kepada masyarakat sekitar. Seluruh penerima manfaat merupakan mayoritas bekerja sebagai tukang becak, pemulung, buruh serabutan, serta janda. Cuaca yang kurang mendukung, kata dia, tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk datang ke lokasi pembagian sembako.

"Alhamdulillah antusiasme masyarakat sendiri sangat bahagia sekali dengan adanya program bantuan dari Rumah Yatim ini, sampai bela-belain hujan-hujanan," ujarnya.

Setiap bulannya, penerima bantuan paket sembako merupakan orang baru. Hal ini, dikarenakan agar ada pemerataan penerima paket sembako Rumah Yatim. Selain itu, agar keberadaan Rumah Yatim Cabang Medan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat yang ada disekitarnya.

Kegiatan rutin pemberian paket sembako ini juga mendapat apresiasi Lurah Dwi Kora. Menurut Harun, secara langsung Irfan mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim atas bantuan rutin yang diberikan untuk masyarakat. Sehingga, masyarakat yang ada di wilayah kantor kas bisa terbantu secara ekonomi kesehariannya.

Harun berharap, dengan program bantuan dari Rumah Yatim bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu. Lewat program seperti ini juga ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih memperhatikan orang-orang yang masih kurang dalam segi ekonomi.

"Kami mengajak kepada masyarakat yang mampu khususnya, mari kita bantu mereka sehingga lebih banyak lagi yang menerima manfaatnya," ungkap Harun.

UPDATE #49
21 April 2018

Rumah Yatim Siapkan 275 Paket Sembako untuk Masyarakat Desa Iwul

Rumah Yatim Regional Jabodetabek sedang mempersiapkan ratusan paket sembako. Seluruh paket sembako tersebut rencananya akan disalurkan bagi masyarakat prasejahtera di Desa Iwul, Kecamatan Parung, Bogor. 

Menurut pemaparan dari Tim Pendayagunaan Rumah Yatim Jabodetabek, Rusmanto, kegiatan pembagian sembako tersebut akan dilaksanakan pada 25 April mendatang. Sebanyak 275 orang akan menerima bantuan tersebut. Sebelumnya, wilayah tersebut dipilih karena sebagian besar warganya masih berekonomi lemah.

"Kita adakan penyaluran di daerah tersebut karena ada tanah wakaf yang diwakafkan oleh salah satu donatur Rumah Yatim," ujarnya, kepada Jurnalis Rumah Yatim, Sabtu (21/4).

Kegiatan pembagian sembako ini merupakan kali pertama diadakan di wilayah tersebut. Sehingga, dengan kegiatan tersebut bisa memberikan motivasi dan dorongan bagi masyarakat yang kurang mampu. Selain itu, bisa menyambung kelangsungan ekonomi di daerah tersebut.

Ia berharap, kegiatan tersebut bisa memberikan efek positif kepada para penerima manfaat. Selain itu, setiap bantuan yang diberikan Rumah Yatim bisa meringankan beban yang menerima. Dia juga berharap, agar pelaksanaan pembagian sembako tersebut terlaksana dengan baik.

UPDATE #48
15 April 2018

Belasan Satpam di Antapani Dapat Bantuan Paket Sembako

Belasan satuan pengaman (satpam) mendapat bantuan sembako dari Rumah Yatim Area Jawa Barat. Pembagian ini dilakukan di RW 23, Kelurahan Antapani Tengah, Antapani, Kota Bandung, Jumat (13/4) petang. Pembagian sembako ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap para petugas keamanan di wilayah tersebut.

Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim, Solehudin, seluruh penerima sembako tersebut sebanyak 18 satpam. Seluruhnya merupakan satpam yang bekerja di wilayah salah satu fasilitas pendidikan milik Rumah Yatim, SD EL Fitra. Selain itu, kata dia, bantuan pemberian sembako ini merupakan kali pertama yang dilakukan oleh Rumah Yatim Area Jawa Barat.

Solehudin menambahkan, untuk ke depannya akan dilakukan rutin kepada seluruh petugas keamanan yang berada di sekitaran kantor cabang Rumah Yatim Area Jawa Barat. Hal ini guna memberikan manfaat kehadiran Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat. Rencananya, kata dia, pemberian sembako ini akan dilakukan satu bulan sekali.

"Harapannya mudah-mudahan keberadaan Rumah Yatim bisa dirasakan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, salah seorang satpam Rohman, merasa bersyukur atas diterimanya bantuan paket sembako tersebut. Menurut dia, bantuan sembako yang dia dan rekan lainnya terima merupakan kali pertama. Sebab, kata dia, sebelumnya belum pernah ada bantuan seperti imi kepada para satuan pengamanan di wilayah itu.

"Saya merasa berterima kasih sekali yang telah memberikan sembako kepada kami. Dan ini yang menerima adalah orang yang benar-benar membutuhkan," jelas Rohman.

Ia berharap ada bantuan lain yang diberikan Rumah Yatim kepada para petugas keamanan. Salah satunya, kata dia, bantuan kesehatan untuk menunjang aktivitas dan kegiatan pengamanan. Selain itu, dia berharap, bantuan serupa pula diberikan kepada masyarakat yang berada di wilayah tersebut.

UPDATE #47
7 April 2018

Rumah Yatim Siapkan Ratusan Sembako untuk Dibagikan di Empat Lokasi

Ratusan paket sembako tengah dipersiapkan Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Persiapan ini dilakukan guna diberikan kesejumlah cabang Kantor Kas Rumah Yatim yang ada di Jabodetabek. Persiapan ini dilakukan agar pembagian sembako bisa sesuai jadwal yang ditentukan.

Menurut salah seorang tim Markom Rumah Yatim Jabodetabek Nurul Fitri, sembako tersebut telah disiapkan sebanyak 200 paket. Nantinya, kata dia, seluruhnya akan disebar ke empat cabang yang ada di Regional Jabodetabek. Di antaranya ialah Kantor Kas Cabang Otista, Cirendeu, Bubulak Bogor, dan Kantor Kas Cabang Tambun Bekasi. "Setiap kantor kas tersedia 50 paket," jelasnya, kepada jurnalis Rumah Yatim, melalui pesan singkat.

Ia menambahkan, seluruh sembako tersebut rencananya akan diberikan kepada mustahik yang berada di sekitaran kantor kas. Hal ini, guna memberikan bantuan secara ekonomi untuk masyarakat prasejahtera. Untuk penerimanya, kata dia, berbeda dengan bantuan yang sudah diberikan sebelumnya.

"Penerima manfaat berbeda agar bisa merata ke mustahik yang ada di daerah tersebut," ujarnya.

Rencananya, kata Nurul, seluruh paket sembako tersebut akan dibagikan minggu depan ke masing-masing kantor kas. Namun, sambung dia, untuk pembagian ke mustahik diserahkan kepada penanggungjawab masing-masing kantor kas. Akan tetapi, rencananya pembagian tersebut akan dilaksanakan selama empat hari berturut-turut.

"Pembagian rencananya empat hari berturut-turut di masing-masing cabang insyaAllah dimulai hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis," papar Nurul.

UPDATE #46
4 April 2018

105 Orang Terima Bantuan Sembako Rumah Yatim Bali

Masyarakat prasejahtera di Bali menerima bantuan sembako Rumah Yatim Cabang Bali. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat di Majelis Format, Jalan Astina Selatan, Kelurahan Gianyar, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar Bali. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim untuk membantu meringankan beban masyarakat yang ada di daerah Gianyar.

Pada kegiatan tersebut, 105 orang prasejahtera menerima bantuan sembako Rumah Yatim. Bantuan tersebut, sangat ditunggu masyarakat di wilayah tersebut. Hal ini, menurut Kepala Cabang Bali Abdullah, masyarakat sudah datang sejak pukul 07.00 waktu setempat. Padahal, sambung dia, kegiatan baru dimulai pada pukul 09.00.

Abdullah mengatakan, lokasi tersebut dipilih karena masyarakat di wilayah Gianyar masih berpenghasilan rendah. Sehingga, kata dia, sedikit bantuan dari Rumah Yatim bisa memberikan kebahagiaan. Serta, masyarakat di Kelurahan Gianyar bisa terbantu ekonomi hariannya.

"Dipilih lokasi itu karena komunitas muslim yang minoritas dan berpenghasilan di bawah rata rata," paparnya.

Selain itu, sejumlah kegiatan pula dilaksanakan pada kesempatan yang sama. Beberapa kegiatan yang dilakukan tersebut antara lain bantuan biaya hidup, santunan da'i, serta bantuan kitab Alquran.

UPDATE #45
3 April 2018

Bantuan Sembako Rumah Yatim Bagi Warga Dinoyo Tenun Surabaya

Dua kali Rumah Yatim Surabaya memberikan bantuan untuk masyarakat Dinoyo Tenun, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegal Sari. Untuk kali ini, Rumah Yatim memberikan bantuan jauh lebih luas dan lebih dekat lagi dengan menyantuni mustahik yang ada di dua RT yakni RT 01 dan RT 03.

Bantuan ini memberikan manfaat yang bagi masyarakatnya. Karena menurut Jarwanto salah satu aktivis masyarakat yang aktif di PKK kelurahan, masyarakat di sini jarang sekali bahkan tidak pernah sama sekali mendapatkan bantuan gratis seperti yang diberikan Rumah Yatim. Padahal masyarakat di sini sangat membutuhkan. “Masyarakat kami jarang memdapat perhatian,” paparnya.

Terbukti, ada 64 warga prasejahtera yang mendapatkan santunan sembako dari Rumah Yatim Surabaya. Para mustahik itu terdiri dari lansia dan fakir miskin yang kebanyakan adalah para pedagang kecil yang penghasilannya tidak menentu dan tuna wisma yang menggantungkan hidupnya kepada bantuan orang lain.  “Kami merasa dibantu sekali atas hadirnya Rumah Yatim ke tengah masyarakat kami,” papar Jarwanto.

Untuk lebih mendekatkan dengan masyarakat, Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya memilih Balai RT dan masjid sekitar masyarakat untuk dijadikan tempat santunan. Bahkan menurut Agus saat pembagian tersebut, rumah-rumah warga yang disantuni tak jauh dari tempat penyaluran.

“Biasanya kami mengadakan santunan di balai kelurahan, agar lebih dekat dengan masyarakat dan melihat langsung kondisi serta keadaan mereka, maka kami memutuskan mengadakan di balai RT dan masjid terdekat,” tuturnya.

 Agus pun mengakui dengan dekatnya tempat penyaluran, dirinya bisa menyaksikan langsung kehidupan masyarakat di sana dan turut merasakan kebutuhan mereka akan santunan ini. Karena tak sedikit lansia yang memaksakan dirinya datang ke tempat penyaluran. Padahal Rumah Yatim akan mengantarkan paket sembako itu ke rumah-rumah mereka jika mereka tidak mampu berjalan.

“Ada seorang nenek yang memaksakan datang, padahal kami sudah berencana akan mengantarkan ke rumahnya,” ungkapnya.

UPDATE #44
2 April 2018

Lumpuh Empat Tahun, Nenek Karsinah Dapat Bantuan Rumah Yatim

Usianya tidak lagi muda, berbaring tanpa daya menjadi keseharian yang dia jalani. Hiruk pikuk kegiatan Rumah Yatim Regional Jabodetabek di Kelurahan Cilincing, hanya dinikmati dirinya lewat obrolan para tetangga. Dirinya hanya diam di atas tempat tidur.

Dialah Nenek Karsinah (92), lansia yang menderita lumpuh sejak jatuh empat tahun lalu. Sejak saat itu, dirinya sudah tidak bisa berjalan. Bahkan, sekarang aktivitasnya dibantu oleh sanak saudara dan anaknya. Menurut pengakuan dirinya kepada tim Rumah Yatim Jabodetabek, sebelum itu dia masih bisa mengikuti kegiatan keagamaan yang ada. Namun, dengan kondisinya yang saat ini dia hanya berbaring tanpa daya.

Untuk menyentuh secara langsung, Rumah Yatim Regional Jabodetabek melakukan home visit untuk memberikan bantuan sembako. Wajah haru bercampur senang terlihat saat langkah tim Rumah Yatim Regional Jabodetabek memasuki tempat istirahatnya.

"Pas waktu kita home visit ke sana neneknya senang kita udah nengok nenek," papar Nurul Fitri, salah seorang tim Rumah Yatim Regional Jabodetabek.

Sejak wafatnya sang suami, Nenek Karsinah kini hanya tinggal bersama anaknya. Menempati rumah seorang veteran menjadi satu-satunya pilihan  Karsinah bersama anaknya. Apalagi, kata Nurul, kondisi itu diperparah dengan kondisi penglihatan Nenek Karsinah yang sudah tidak normal.

"Sekarang nenek itu tinggal di rumah veteran sama anaknya dan kondisi perekonomiannya kurang memadai," jelas Nurul.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Jabodetabek

UPDATE #43
31 Maret 2018

Ratusan Warga Cilincing Terima Bantuan Sembako Rumah Yatim

Ratusan warga menerima bantuan sembako dari Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Bantuan ini diserahkan bagi masyarakat prasejahtera di RW 08, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam menunjang kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah.

Dari pantauan tim Rumah Yatim Regional Jabodetabek, sejumlah penerima sudah berdatangan sejak pagi secara bertahap. Kegiatan ini juga dibantu oleh sejumlah aparatur kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. 

Menurut pemaparan Manager Regional Jabodetabek Sani Ramdani, sebanyak 275 orang menerima bantuan paket sembako pada kegiatan kali ini. Sebelumnya, kata dia, Rumah Yatim Regional Jabodetabek sudah melakukan koordinasi dengan aparatur pemerintahan setempat. Sehingga, kegiatan di hari itu berjalan lancar dan aman.

"Alhamdulilah acaranya berjalan dengan lancar, tadi juga bisa disaksikan di awal ada juga yel-yel bersama para mustahik," jelas Sani.

Ia menjelaskan, wilayah tersebut dipilih karena mayoritas pekerjaan masyarakat di wilayah tersebut sebagai buruh serabutan, nelayan, dan tukang becak. Hasil ini, kata dia, dari data survei yang dilakukan tim Rumah Yatim Jabodetabek. Kemudian, sambung dia, data juga digali dari informasi aparatur setempat dan masyarakat.

Sani menambahkan, kegiatan ini bisa menginspirasi lembaga-lembaga lain dan orang-orang yang diberi kelebihan oleh Allah SWT. Hingga akhirnya, kata dia, senantiasa berbagi terhadap sesama. Sehingga, masyarakat di daerah sekitar bisa mendapat uluran tangan yang lebih banyak.

UPDATE #42
29 Maret 2018

Mustahik Menangis Bahagia Sambut Kedatangan Rumah Yatim NTB

Rumah Yatim NTB disambut dengan tangisan, tatkala Kemitraan Rumah Yatim Nuraini memberikan sambutannya di depan 100 mustahik yang hadir. Ia menyampaikan, rasa terima kasihnya karena Rumah Yatim yang sudah bersedia datang ke PAUD Nurul Hidayah untuk memberikan santunan sembako kepada 100 mustahik warga Sekotong Barat Lombok Barat pada Senin (26/3). 

“Saya bahagia karena dengan adanya Rumah Yatim, saya bisa memberikan manfaat untuk warga yang ada di sini,” ungkap Nuraini sembari menangis.

Menurutnya hampir semua warganya adalah warga tidak mampu, maka kehadiran Rumah Yatim sangat ditunggu-tunggu. Sebelum Rumah Yatim NTB datang, warga sudah menunggu di PAUD Nurul Hidayah yang selama ini sudah didanai oleh Rumah Yatim. Kepala Cabang Amir Sumarna pun cukup terharu dengan sambutan hangat tersebut apalagi melihat warga yang menangis di hadapannya karena menantikan kedatangan Rumah Yatim.

“Dengan ini kita bisa memberikan manfaat bagi warga di sini, ”paparnya.

Setelah sambutan dari Nuraini dan juga Amir selanjutnya pembagian sembako pun berlangsung. Warga antre dengan penuh antusias untuk mendapatkan sembako. Kepala Desa yang menghadiri pun dipinta Rumah Yatim NTB untuk menyerahkan secara simbolis. 

“Meski harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, Alhamdulillah pembagian sembako kali ini berjalan lancar dan sukses,” ungkap Amir.

Selanjutnya Rabu (28/3) Rumah Yatim akan kembali menyalurkan santunan sembako untuk warga Lembar. Rumah Yatim akan bekerjasama dengan komunitas NTN (Nusa Tenggara Nusantara) yang sangat konsern terhadap kegiatan sosial semacam ini.

“Kalau di Sekotong kami bekerjasama dengan mitra, dan untuk Lembar kami bekerjasama dengan pihak NTN,” ujarnya.

UPDATE #41
28 Maret 2018

112 Santunan Disalurkan Rumah Yatim di Panga Aceh

“Alhamdulillah lelah ini terbayar kala melihat senyum bahagia mereka ketika mendapat santunan,” ungkap salah satu tim relawan Rumah Yatim Aceh Dewi, usai menyalurkan santunan sembako dan biaya hidup di wilayah Panga, Aceh Jaya.

Pada Minggu (25/3) lalu, Dewi bersama tim relawan lainnya menyalurkan bantuan 90 paket sembako dan 22 bantuan biaya hidup kepada 112 warga prasejahtera di wilayah Panga, salah satu kecamatan di Aceh Jaya. 

Supaya merata, Dewi beserta tim menyalurkan bantuan tersebut di tiga lokasi secara bergiliran. Pertama, mereka menyalurkan bantuan di Kelurahan Alue Piet, kedua di Kel. Kuta Tuha dan ketiga di Keude Panga.

Untuk penyaluran sembako, ada yang digelar di masjid, meunasah (tempat ngaji atau tempat bermusyawarah masyarakat Aceh) dan di kantor kelurahan. Sedangkan, untuk penyaluran bantuan biaya hidup digelar secara door to door atau berkunjung ke kediaman masing-masing penerima bantuan.

“Kami melakukan langkah ini supaya bisa mengetahui kondisi mereka secara langsung,” kata Dewi.

Ia pun mengungkapkan, jika mayoritas penerima bantuan tersebut terdiri dari para lansia, orang sakit dan janda kurang mampu yang memiliki banyak anak. Para lansia dan orang sakit, mereka sudah tidak dapat bekerja, untuk memenuhi kebutuhan mereka bergantung pada uluran tangan saudara maupun tetangga. Sedangkan para janda di sana bekerja sebagai buruh cuci gosok. “Semoga bantuan ini bisa menjadi manfaat besar untuk mereka,” ujarnya.

UPDATE #40
26 Maret 2018

Delapan Wilayah Pelosok di Aceh Terima Santunan Rumah Yatim

Menyambangi dan memberikan berkah zakat kepada para mustahik di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari wilayah kota, desa sampai pelosok desa merupakan kegiatan rutin yang selalu dilakukan Lembaga Amil Zakat Rumah Yatim.

Pada Kamis (22/3) lalu, Rumah Yatim Aceh menyambangi dan memberikan berkah zakat berupa paket sembako kepada 112 warga prasejahtera di wilayah Lhok Keutapang, Pulo Bubee, Bambi, Meuleuweuk, Labui, Sanggeue, Meunasah raya, Lhok Seuntang, dan Ulee Ceu Keulibeut. Kedelapan wilayah tersebut merupakan wilayah pelosok di Kabupaten Pidie dan Aceh Besar.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Aceh Maman, mayoritas para penerima santunan terdiri dari lansia dan janda yang bekerja sebagai buruh tani, buruh cuci gosok dan sebagian kecil lainnya sudah tidak bekerja. 

Untuk menyambangi kedelapan gampong atau kelurahan tersebut, dirinya melibatkan tiga orang relawan, satu orang supir dan dua orang pengurus Rumah Yatim. Mereka menyalurkan bantuan di tempat berbeda namun di waktu yang sama.

Maman mengungkapkan, jika dalam penyaluran ini dirinya menggunakan dua sistem penyaluran yakni, door to door dan adapula mustahik yang dikumpulkan di salah satu rumah warga. “Kami berpencar untuk menyalurkan bantuan ini, dalam proses penyalurannya pun kami menggunakan sistem yang berbeda, ada yang menggunakan sistem door to door adapula yang menggunakan sistem mengumpulkan mustahik di salah satu kediaman warga,” paparnya.

Meski Maman bersama tim harus menempuh jarak yang sangat jauh dengan menghabiskan waktu selama enam jam tanpa macet, namun mereka merasa bahwa perjuangannya telah terbayar dengan senyuman haru para mustahik tatkala menerima santunan tersebut. Bahkan banyak di antara mereka yang menangis sembari mendoakan Rumah Yatim dan donatur supaya diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah dari Allah SWT.

“Alhamdulillah sangat senang dan terharu ketika mereka menerima santunan ini dan mendoakan kami beserta para donatur, semoga apa yang kami berikan ini bisa meringankan beban mereka. Semoga ke depannya semakin banyak lagi warga prasejahtera yang merasakan kehadiran kami,” pungkasnya.


#LAZNas
#BantuanPangan
#Aceh

UPDATE #39
25 Maret 2018

Masyarakat Bawahan Selan Harap Rumah Yatim Kembali Beri Bantuan

Rumah Yatim Area Banjarmasin hadir di tengah-tengah masyarakat Bawahan Selan, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar untuk memberikan bantuan sembako sebanyak 100 paket pada buruh harian perkebunan karet. 

Bawahan Selan merupakan salah satu desa yang paling banyak jumlah penduduknya. Untuk sampai ke sana, tim Rumah Yatim Area Banjarmasin memerlukan waktu yang cukup lama, kondisi jalan masih tanah merah. Dari satu RT ke RT lainnya sangat jauh, dipisahkan hutan karet yang sangat lebat. “Kami tidak menyangka bahwa ada rumah-rumah di tengah hutan seperti ini,” papar salah satu tim Rumah Yatim, Syafrudin.

Rumah Yatim sangat bersyukur karena selama perjalanan, pihak kepala desa dan juga pihak kepolisian turut mendampingi. Ada sekitar 14 RT di wilayah tersebut dan Rumah Yatim Area Banjarmasin baru menyalurkan kepada tujuh RT. Menurut Kepala Desa Bawahan Selan Akhmad Rizani, ada sekitar 256 warga kurang mampu menghuni kawasan perkebunan milik BUMN tersebut. Menurutnya perkebunan ini hampir bangkrut, sehingga banyak dari karyawan tidak bekerja. Gaji karyawannya adalah 7500 ribu rupiah perhari. Bahkan menurut keterangan salah satu lansia yang sudah pensiun, sudah dua tahun gaji pensiunnya tidak dibayar.

Mereka tinggal di rumah yang sudah dibangunkan pemerintah. Menurut Syafrudin, rumah-rumah itu sudah terlihat sangat rusak dan lantainya sudah menjadi tanah. Karena sejak awal berdiri yang menghuni tidak pernah merubah rumah-rumah tersebut. Mereka awalnya adalah warga transmigran dari Pulau Jawa, menetap di sana sekitar tahun 1980 hingga 1990an untuk bekerja. Kini mereka sudah menjadi warga dengan KTP Kalimantan Selatan.

Dengan gaji itu, mereka tidak cukup untuk menghidupi diri dan keluarganya. Maka untuk makanan sehari-hari, mereka menanam tanaman di lahan kosong. Bahkan menurut keterangan Akhmad, dirinya pernah mendapati sembilan warganya kelaparan selama tiga hari tidak makan. Maka agar masyarakatnya tidak kelaparan, Akhmad membagikan beras raskin dari pemerintah secara merata.  

Saat Rumah Yatim berkunjung dari rumah ke rumah untuk memberikan bantuan. Mereka sangat antusias menyambut, terlihat wajah-wajah yang sangat mengharap bantuan dari Rumah Yatim.

“Agar tidak ada kecemburuan sosial, kami memaparkan kepada mereka bahwa Rumah Yatim akan kembali ke sini, memberikan bantuan secara bergantian," papar Akhmad. 


#BantuanSembako
#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#Banjarmasin

UPDATE #38
24 Maret 2018

Tinggal Seorang Diri, Nenek Jarani Senang Dapat Bantuan Rumah Yatim

Tanggapan postif datang dari masyarakat penerima bantuan sembako di Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Kabupaten Pekanbaru, Kamis (22/3). Bantuan ini diberikan kepada 150 orang. Kegiatan ini pula merupakan salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim kepada masyarakat prasejahtera.

Salah seorang penerima manfaat, Jarani (76) merasa terbantu atas paket sembako yang diterimanya. Apalagi dirinya, dengan kondisi yang sudah menua, saat ini hanya tinggal seorang diri. Sehari-hari, kata dia, dirinya hanya mengandalkan pemberian  para tetangga. "Alhamdulillah, terima kasih bantuannya buat nenek," ujarnya.

Antusias diperlihatkan Nenek Jarani, jarak yang lumayan jauh tidak menyurutkan semangat Nenek Jarani untuk datang ke kantor kelurahan. Kerudung hitam bermotif bunga, menjadi khas yang menempel pada Nenek Jarani. Cuaca yang terik pada siang hari, hingga hujan turun cukup deras tidak mengendurkan dirinya.

Dirinya sangat bersyukur atas bantuan dari Rumah Yatim Cabang Riau. Nenek Jarani pula mendoakan Rumah Yatim agar tetap sukses dan selalu berkembang di setiap pelosok desa. Sehingga, membantu masyarakat yang sama seperti dirinya.


#BantuanSembako
#Pekanbaru

UPDATE #37
21 Maret 2018

Rumah Yatim Riau Siapkan Sembako Bagi Masyarakat Maharatu

Setelah menjalani koordinasi dengan Kelurahan Maharatu beberapa hari yang lalu. Rumah Yatim Cabang Riau tengah melakukan persiapan untuk melakukan kegiatan di lokasi tersebut. Sejumlah kegiatan, di antaranya pengepakan sembako, dan mempersiapkan data dilakukan di Kantor Cabang Riau, Jalan Durian No.13, Labuh Baru Tim, Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Selasa (20/3) malam.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau Ramdan Burhanudin, sebanyak 150 paket sembako disiapkan untuk masyarakat parasejahtera di Kelurahan Maharatu. Lokasi tersebut dipilih, kata dia, masih banyak warga di daerah tersebut bekerja sebagai buruh lepas. Sehingga, bantuan sembako ini bisa sedikit meringankan beban warga sekitar.

"Karena banyak juga warga yang kerja lepasan dan tidak memenuhi kebutuhan sehari harinya yang layak kita bantu," ujarnya.

Selain itu, beberapa hari sebelumnya Ramdan telah melakukan koordinasi. Koordinasi tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Kelurahan Maharatu, Fitria, serta sejumlah staf kelurahan setempat. Koordinasi itu pula berbarengan dengan silaturahmi lanjutan agar kegiatan yang akan dilaksanakan berjalan sukses dan lancar.

Rencananya kegiatan penyaluran paket sembako dan bantuan peduli sesama ini akan dilaksanakan pada Kamis, 22 Maret 2018.

UPDATE #36
19 Maret 2018

Masyarakat Sukawangun Tasikmalaya Terima Paket Sembako Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Jawa Barat mengadakan pembagian paket sembako dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat prasejahtera di Desa Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (18/3). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim Area Jawa Barat dalam mendukung kebutuhan masyarakat kurang mampu.

Sebanyak 200 orang menerima bantuan paket sembako pada kegiatan kali ini. Selain itu, pelayanan kesehatan gratis ini diberikan kepada seluruh masyarakat yang ada di Desa Sukawangun. Pada kegiatan ini, mayoritas penerima manfaat sembako dan kesehatan gratis merupakan lansia.

Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi memaparkan, pelaksanaan kegiatan kali ini berlangsung lancar dan ramai. Bahkan, menurut dirinya, kedatangan Rumah Yatim Area Jawa Barat sudah ditunggu oleh masyarakat sekitar. "Keberadaan Rumah Yatim semakin diterima bukan hanya di Bandung saja," ujarnya.

Ia berharap, kegiatan kali ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Desa Sukawangun. Serta, bisa memberikan kontribusi yang positif bagi seluruh masyarakat yang ada di Jawa Barat pada umumnya. "Mudah-mudahan bisa lebih banyak menerima bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

UPDATE #35
15 Maret 2018

Tukang Gali Sumur Terima Bantuan Sembako Rumah Yatim

Langkah lemasnya terlihat dari kejauhan. Meyusuri tanah di bawah teriknya matahari di siang itu. Pakaian batik warna coklat dan hitam dipakainya. Peci yang selalu berada di kepalanya tidak pernah dilepasnya. Hal ini dikarenakan pengingat, bahwa dirinya masih harus tetap beribadah kepada Sang Maha Pencipta.

Jamhur, kakek paruh baya ini menjadi penerima bantuan paket sembako dari Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Rabu (14/3). Bantuan paket sembako yang diterima Jamhur berupa kebutuhan pokok harian. Keseharian Jamhur hanya dihabiskan di rumah. Kondisi fisik yang tidak lagi kuat saat dulu, membuat dirinya harus berhenti bekerja.

Dahulu, Jamhur bekerja sebagai tukang gali sumur. Pekerjaan inilah yang saat dulu menafkahi dirinya dan keluarga. Namun, kondisi fisik yang tidak memungkinkan memaksa Jamhur untuk tidak lagi mengais rezeki lewat gali sumur. Menurut Jamhur, saat ini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hanya dari anaknya. 

"Dulu pernah bekerja sebagai tukang gali sumur bor," jelasnya, kepada salah seorang Tim Pemberdayaan Rumah Yatim Jabodetabek.

Jamhur sendiri merupakan warga Kampung Pangodokan Kidul, RT 03 RW 03, Kelurahan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Dirinya merupakan satu dari 175 orang lainnya yang menerima bantuan paket sembako Rumah Yatim Jabodetabek. "Alhamdulillah, terima kasih bantuannya," ujarnya.

UPDATE #34
13 Maret 2018

Berkah Zakat Rumah Yatim Dirasakan Warga Teluk Betung Utara

Berkah zakat Rumah Yatim telah dirasakan warga Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung. Pada Senin (12/3), Rumah Yatim Cabang Tanjung Karang sukses menyalurkan berkah zakat berupa 75 paket sembako kepada warga prasejahtera.

Kegiatan penyaluran ini digelar di ruang tengah asrama putri Tanjung Karang. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Weli selaku kepala asrama beserta timnya. "Alhamdulillah sebanyak 75 paket sembako telah disalurkan kepada 75 warga prasejahtera Teluk Betung yang terdiri dari janda, lansia, buruh serabutan dan pedagang keliling. Semoga santunan ini bisa bermanfaat," kata Weli dalam sambutannya.

Ia menambahkan, penyaluran ini telah diterima warga dengan antusias dan haru. Mereka tak menyangka di saat harga sembako yang sedang melonjak, Rumah Yatim mengundang mereka dan memberikan santunan sembako.

“Terima kasih atas semua perhatian dan kepedulian Rumah Yatim dan para donatur kepada kami. Alhamdulillah sembakonya sudah kami terima, insya Allah bantuan ini bermanfaat besar untuk kami. Semoga semua kebaikan ini bisa dibalas oleh Allah SWT,” ungkap salah satu penerima bantuan Kamsiti.

#LAZNas

UPDATE #33
8 Maret 2018

Seratus Sembako Dibagikan untuk Warga Sambi Kerep

Terlihat rumah-rumah permanen di Kelurahan Sambi Kerep Kecamatan Laskar Santri, seolah menandakan bahwa tak ada lagi masyarakat fakir miskin yang menghuni daerah tersebut. Namun anggapan tersebut ternyata salah. Menurut Sekertaris Lurah Sambi Kerep Iswanti, kelurahan ini merupakan daerah yang memiliki warga prasejahtera terbanyak dibanding kelurahan lain yang berada di Kecamatan Laskar Santri. 

Adapun bangunan-bangunan bagus itu berdiri karena sebelumnya daerah tersebut adalah lahan pesawahan. Di mana mata pencaharian warga dari lahan pertanian tersebut, karena ada pembangunan besar-besaran khususnya komplek hunian. Maka lahan-lahan warga itu pun dijual dan dari hasil penjualan itu mereka mendirikan rumah permanen. Masih menurut Iswanti setelah pembangunan rumah selesai, kehidupan mereka pun turut pula selesai. Karena setelah itu mereka kebingungan mencari mata pencaharian dan akhirnya mereka kembali miskin, lalu mencari pekerjaan seadanya. Di antara mereka ada yang menjadi asisten rumah tangga, buruh cuci, buruh bangunan dan pekerjaan serabutan lainnya.

Di awal bulan ini tepatnya pada Minggu (4/3) Rumah Yatim Surabaya mengunjungi daerah tersebut. Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya Agus Muhammad Yusuf menyaksikan sendiri rumah-rumah warga terlihat cukup memadai. Namun ternyata untuk makan sehari-hari mereka cukup kesulitan. Bahkan untuk membeli beras miskin (raskin) milik pemerintah pun mereka harus putar otak terlebih dahulu. Tak heran, saat Rumah Yatim datang, mereka pun bertanya-tanya apakah beras yang akan mereka dapatkan itu harus mereka bayar atau tidak. Terlihat wajah-wajah mereka tak cukup tenang duduk di kursi tunggu. 

“Mereka mengira santunan sembako ini tidak gratis, karena itu kami pun harus menerangkan terlebih dahulu pada mereka,” paparnya.

Setelah Agus memaparkan, barulah mereka bisa merasa tenang dan senyuman pun mulai terlihat dari wajah-wajah mereka. Karena itu mereka mengucapkan terima kasih dan mendoakan Rumah Yatim dan para donaturnya.

“Alhamdulillah, mereka mendoakan kami dan para donatur, semoga amanah dari donatur ini bisa terus bermanfaat untuk mereka dan doa dari mereka bisa menjadi doa untuk kemajuan Rumah Yatim dan para donaturnya,” tutur Agus.

UPDATE #32
2 Maret 2018

Ratusan Masyarakat Ciampea Udik Dapat Bantuan Sembako

Rumah Yatim Regional Jabodetabek telah menyaluran paket sembako untuk masyarakat prasejahtera di Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Bogor, Rabu (28/2). Penyaluran ini merupakan hasil survei yang dilakukan sebelumnya oleh tim Rumah Yatim.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Ali Ridwan, sebelum pembagian dimulai, masyarakat Ciampea Udik sudah memadati lokasi pembagian sembako. Pada kegiatan tersebut sebanyak 250 paket sembako dibagikan kepada masyarakat sekitar. "Mereka sangat antusias dan rela menunggu dari pagi sebelum tim sampai lokasi," jelas Ali.

Ia menambahkan, di wilayah Bogor bukan hanya Desa Ciampea Udik, akan tetapi pernah pula dilakukan di daerah Bubulak. Ali berharap dengan bantuan sembako yang diberikan kepada masyarakat, bisa meringankan kebutuhan pangannya. Karena menurut Ali, saat ini harga bahan pokok sudah terasa mahal bagi masyarakat miskin.

Ke depannya, tambah Ali, akan mengadakan program lain di wilayah tersebut. Program yang akan dijalankan, sambung dia, tetap mengacu pada kebutuhan masyarakat Ciampea Udik. Baik dari segi kesehatan, maupun bantuan lainnya.

UPDATE #31
1 Maret 2018

Rumah Yatim Jabodetabek Bantu Kakek 94 Tahun

Seorang kakek berusia 94 tahun, berjalan perlahan menggunakan tongkat ke Balai RT. Ia begitu antusias saat tim Rumah Yatim datang menyapa untuk memberikan bantuan. Dulunya, ia bekerja sebagai petani di Kecamatan Ciampea Udik, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Usia yang tidak lagi muda membuatnya berhenti bekerja sejak lima tahun lalu. Sehingga membuat keadaan ekonominya serba kekurangan. 

Kartobi, pria kelahiran 1923 silam ini, merupakan salah satu warga prasejahtera di Kampung Caringin Jangkung, Kelurahan Ciampea Udik, Kabupaten Bogor. Saat ini ia tinggal bersama anaknya yang juga bekerja sebagai buruh tani. Ia memiliki delapan anak dan semuanya sudah berkeluarga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, ia mengandalkan pemberian dari anak-anaknya itu. 

“Saya dibantu sama anak, karena kalau hanya mengandalkan dari hasil kerjanya sebagai petani tidak mencukupi,” ungkapnya, Rabu (28/2). 

Kakek yang sudah ditinggalkan sang istri ini, kondisi fisiknya tidak sekuat dulu, dan kondisi kesehatan yang kian menurun, membuatnya sudah tidak kuat lagi untuk bertani. Sang anak yang berpenghasilan tidak tetap, terkadang mengandalkan pertolongan dari warga. Terlebih saat ini sering mengalami nyeri di bagian beberapa tubuhnya.

Atas kondisinya yang serba kekurangan itu, Rumah Yatim Regional Jabodetabek datang membantu memenuhi kebutuhan pokok para warga prasejahtera di wilayah tersebut. Salah satunya Kartobi. Terkait hal itu, ia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Rumah Yatim, karena sudah membantu dirinya. 

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur, karena ini salah satu bantuan yang sangat ditunggu-tunggu. Adanya bantuan sembako ini Rumah Yatim mau berbagi dan peduli kepada masyarakat miskin seperti kami, ujarnya.

Ia berharap, bantuan ini bisa membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat prasejahtera. Terlebih kondisi saat ini harga sembako sedang tinggi. Untuk ke depannya, Rumah Yatim semakin menjadi lembaga yang amanah agar masyarakat miskin banyak yang terbantu.

UPDATE #30
28 Februari 2018

250 Paket Sembako Siap Disalurkan Rumah Yatim untuk Warga Ciampea

Rumah Yatim Regional Jabodetabek  akan menyalurkan bantuan sembako kepada warga prasejahtera di Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Bogor Jawa Barat, pada hari ini Rabu (28/02). Dalam hal ini, Rumah Yatim telah mempersiapkan secara matang untuk penyaluran dari Selasa (27/02) kemarin.

Ada sekitar 250 paket sembako telah siap untuk disalurkan kepada warga prasejahtera di wilayah tersebut. Adapun tujuannya ialah untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok warga.

“Untuk persiapan alhamdulillah sudah selesai dan siap untuk disalurkan,” ungkapnya, Selasa (27/2). 

Menurutnya, hal ini merupakan aksi nyata Rumah Yatim yang peduli terhadap warga kurang mampu di Desa Ciampea Udik. Lokasi tersebut dipilih, karena merupakan salah satu desa dengan angka kemiskinan tertinggi di Kecamatan Ciampea. Berdasarkan hasil survei, kata Rusmanto, dari 8000 penduduk, terdapat 1000 warga prasejahtera dengan mata pencaharian sebagai petani. “Lokasi itu kita pilih karena merupakan desa yang angka warga prasejahteranya tertinggi,” imbuhnya.

Adapun teknis pelaksanaan yang akan dilaksanakan esok hari, lanjut dia, para mustahik diarahkan ke kantor kelurahan, dengan membawa kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Kupon tersebut untuk ditukarkan dengan paket sembako yang akan diterima para mustahik. 

Ia berharap, penyaluran yang akan dilaksanakan besok, dapat berjalan lancar dan merata. Sehingga dengan bantuan ini, masyarakat dapat merasakan manfaat dari keberadaan Rumah Yatim, yang kini telah menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional.

UPDATE #29
28 Februari 2018

250 Paket Sembako Siap Disalurkan Rumah Yatim untuk Warga Ciampea

Rumah Yatim Regional Jabodetabek  akan menyalurkan bantuan sembako kepada warga prasejahtera di Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Bogor Jawa Barat, pada hari ini Rabu (28/02). Dalam hal ini, Rumah Yatim telah mempersiapkan secara matang untuk penyaluran dari Selasa (27/02) kemarin.

Ada sekitar 250 paket sembako telah siap untuk disalurkan kepada warga prasejahtera di wilayah tersebut. Adapun tujuannya ialah untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok warga.

“Untuk persiapan alhamdulillah sudah selesai dan siap untuk disalurkan,” ungkapnya, Selasa (27/2). 

Menurutnya, hal ini merupakan aksi nyata Rumah Yatim yang peduli terhadap warga kurang mampu di Desa Ciampea Udik. Lokasi tersebut dipilih, karena merupakan salah satu desa dengan angka kemiskinan tertinggi di Kecamatan Ciampea. Berdasarkan hasil survei, kata Rusmanto, dari 8000 penduduk, terdapat 1000 warga prasejahtera dengan mata pencaharian sebagai petani. “Lokasi itu kita pilih karena merupakan desa yang angka warga prasejahteranya tertinggi,” imbuhnya.

Adapun teknis pelaksanaan yang akan dilaksanakan esok hari, lanjut dia, para mustahik diarahkan ke kantor kelurahan, dengan membawa kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Kupon tersebut untuk ditukarkan dengan paket sembako yang akan diterima para mustahik. 

Ia berharap, penyaluran yang akan dilaksanakan besok, dapat berjalan lancar dan merata. Sehingga dengan bantuan ini, masyarakat dapat merasakan manfaat dari keberadaan Rumah Yatim, yang kini telah menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional.

UPDATE #28
23 Februari 2018

Tempuh 60 Km Salurkan Bantuan Korban Sinabung

Tim Rumah Yatim Medan bersama Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) dan tim relawan dari mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini sedang melakukan perjalanan menuju Kecamatan Payung, salah satu wilayah yang terkena dampak erupsi gunung Sinabung. 

Menggunakan Truk Korps Brimob, mereka melakukan perjalanan sejauh 60 Km untuk menyalurkan bantuan 167 paket sembako kepada korban erupsi di wilayah Payung.

“Saat ini kami sedang melakukan perjalanan menuju Kecamatan Payung Kabupaten Karo, untuk sampai ke lokasi penyaluran kami membutuhkan waktu sekitar dua jam lebihan , mohon doanya semoga perjalanan kami lancar,” ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim Medan Harun.

Ia mengatakan, Rumah Yatim Medan selalu melibatkan Brimob Polda Sumut dan tim relawan dari mahasiswa USU, jika sedang melakukan penyaluran besar-besaran. 

Perlu diketahui, Kecamatan Payung merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Karo yang termasuk zona merah satu. Hampir keseluruhan rumah, sawah dan jalan di wilayah tersebut tertutup dengan abu vulkanik. Sebagian warga di sana telah di evakuasi ke wilayah lain yang dirasa aman. Namun, ada sebagian warga yang memilih bertahan di wilayahnya.

UPDATE #27
22 Februari 2018

Rumah Yatim Akan Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Ciampea Udik Bogor

Rumah Yatim Regional Jabodetabek telah melakukan survei lokasi untuk kegiatan penyaluran paket sembako di Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Survei tersebut dilakukan oleh tim Rumah Yatim Jabodetabek guna meninjau langsung kondisi dan lokasi masyarakat agar bantuan tersebut tepat sasaran.

Menurut pemaparan salah seorang dari tim Pendayagunaan Rumah Yatim Jabodetabek Rusmanto, temuan di lapangan menunjukkan masih banyak masyarakat yang prasejahtera. Dari 8000 warga yang tinggal di daerah tersebut, 1000 d iantaranya termasuk ke dalam prasejahtera. Ditambah, kata dia, mayoritas masyarakatnya di wilayah tersebut bekerja sebagai buruh tani dan bangunan. 

"Upah sehari kurang lebih sekitar 40 ribu sampai 50 ribu, itupun tidak setiap hari mereka bekerja," papar Rusmanto, Senin (19/2).

Rencananya, untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat sekitar. Rumah Yatim Jabodetabek akan menyalurkan bantuan sembako tersebut pada akhir Februari mendatang. Sebanyak 200 kepala keluarga dari kalangan masyarakat prasejahtera akan menerima paket sembako Rumah Yatim Jabodetabek. "Di desa ini ada 9 RW dan 27 RT," jelasnya.

Selain itu, Rumah Yatim dalam hal ini akan terus memberikan bantuan kepada masyarakat prasejahtera. Diharapkan dengan adanya Rumah Yatim di wilayah tersebut bisa memberikan dampak positif. Sehingga, beban masyarakat sekitar bisa sedikit berkurang dengan kehadiran Rumah Yatim.

Rumah Yatim pula tetap konsisten sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah dipercaya oleh masyarakat. Selain tetap mengolah dana zakat, infaq, dan sedekah. Rumah Yatim konsen pula dalam memberikan dan melakukan kegiatan sosial, pendidikan, serta beasiswa bagi anak yatim.

UPDATE #26
20 Februari 2018

Rumah Yatim Lampung Salurkan Bantuan Sembako untuk 164 Mustahik

Rumah Yatim Cabang Lampung menyalurkan santunan sembako kepada 164 mustahik di Desa Sungai Langka Kabupaten Pesawaran, Bandar Lampung, Sabtu (17/2). Penyaluran ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat prasejahtera terkait harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat tiap tahunnya. 

Terkait hal itu, Kepala Asrama Kedaton Hendi mengungkapkan, kondisi ekonomi masyarakat setempat, berada pada kategori ekonomi ke bawah. Karena mayoritas pekerjaan masyarakatnya sebagai petani, kuli bangunan dan serabutan. Terkait kondisi tersebut, Rumah Yatim Lampung peduli terhadap ekonomi masyarakat yang serba kekurangan.  

“Penyaluran ini kami tujukan untuk mustahik khususnya kaum dhuafa, untuk ekonomi ke bawah,” ungkapnya, saat diwawancarai, Senin (19/2). 

Sementara itu, kata Hendi, perkembangan harga bahan pokok di wilayah Lampung, saat ini sedang melonjak terutama beras. Sehingga untuk ukuran masyarakat prasejahtera hal itu dirasa sulit. Setidaknya bantuan dari Rumah Yatim ini, sedikitnya dapat meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat selama beberapa hari ke depan.

Kemudian untuk teknis pelaksanaan, ia menjelaskan, terbatasnya dana penyaluran, maka penyaluran tersebut dibagi ke dalam beberapa program. Tahap pertama, disalurkan terlebih dulu santunan dhuafa untuk 132 mustahik. Tahap kedua santunan biaya hidup untuk 24 mustahik, bantuan sembako untuk 164 mustahik dan diakhiri dengan bantuan sarana publik dan wakaf 50 Alquran. 

“Ini kan sangat terbatas, kita gulirkan ke beberapa item, seperti santunan dhuafa, bantuan biaya hidup, dan wakaf Alquran. Berhubung santunan sembako ini tidak cukup, maka dialihkan ke santunan biaya hidup dan santunan dhuafa,” jelasnya. 

Menanggapi hal itu, Hendi mengakui, penyaluran berjalan dengan kondusif, masyarakat sangat tertib dan disiplin untuk mendapatkan bantuan itu. Tidak ada kericuhan apapun, sehingga kegiatan berlangsung sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. 

“Jadi untuk teknisnya, tertib dan disiplin sesuai jadwal yang kami kondisikan.” pungkasnya.

UPDATE #25
15 Februari 2018

500 Paket Nasi Akan Disalurkan untuk Korban Banjir Tegal

Banjir di Kabupaten Tegal semakin meluas, menurut beberapa sumber sekitar lima kecamatan terendam banjir yang kebanyakan diakibatkan karena pencemaran lingkungan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, menyatakan banjir pada musim hujan tahun ini merupakan yang terparah dibanding tahun sebelumnya. 

Sebagai aksi kepedulian Rumah Yatim terhadap para korban, Rumah Yatim membuka posko peduli banjir di depan asrama untuk mengumpulkan dana yang akan disalurkan kepada para korban. Sebelumnya pun Rumah Yatim telah menyalurkan sembako untuk korban banjir di Sidekaton, dan selanjutnya Rumah Yatim akan menyalurkan bantuan kepada korban Banjir di Margandana dan Pasar Krandon.

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman telah mensurvei tempat tersebut, Selasa (13/2). Menurut pengamatan Jajang, kondisinya masih sangat memprihatinkan. Air banjir masih di atas lutut bahkan hingga ada yang masih sedada orang dewasa. Setelah melakukan wawancara ke beberapa korban dan aparat setempat, Jajang menyimpulkan bahwa kebutuhan yang paling mendesak dan sangat dibutuhkan adalah makanan siap saji. Karena itu, rencananya pada Rabu (14/2) sorw dan Kamis (15/2) Rumah Yatim Tegal akan menyalurkan bantuan tersebut.

“Mereka tak bisa kemana-mana, karena itu yang paling mereka butuhkan adalah makanan siap saji,” tuturnya.

Rencananya, Rumah Yatim akan menyalurkan 500 paket nasi, di mana 500 paket itu akan disalurkan pada sore hari sekitar 250 paket dan 250 paket untuk pagi hari. “Saat ini kami sedang mengumpulkan dana, insya Allah sudah siap 400 paket mudah-mudahan sebelum berangkat kami bisa menambahnya jadi 500 paket,” ujarnya.

UPDATE #24
14 Februari 2018

Paket Sembako untuk Arif Penarik Becak di Surabaya

Rumah Yatim Surabaya berikan santunan sembako untuk penarik becak yang sering melewati asrama, Kamis (8/2).  

Dia bernama Arif, seorang penarik becak asal Jember yang mengadu nasib di Kota Surabaya. Meski kini pamor becaknya tidak lagi menjadi primadona jalanan. Tergeser oleh angkutan umum berbaasis online. Namun Arif mempertahankan pekerjaannya demi menghidupi anak istrinya dan kedua cucunya yang turut dia tanggung di kontrakanya di Tambak Asri. 

Jarak tempuh tempat mangkal becak dan rumahnya cukup jauh. Setiap hari seusai shalat subuh dia berangkat dari Tambak Asri menuju Pasar Manukan. Meski lelah, namun Arif tidak pernah menyerah dan dia senantiasa bersyukur karena Allah SWT masih memberikan rezeki kepadanya. Setiap harinya, dia dapat penghasilan sekitar Rp. 30.000 dan itu pun tidak tetap. 

“Syukuri saja,” ungkapnya kepada Pengurus Rumah Yatim Agus Kurnia yang memberi paket sembako kepadanya. Paket sembako dari Rumah Yatim tersebut, Arif tambah bersyukur. Dia merasa senang karena selama ini tak ada yang memperhatikannya secara langsung. Tak lupa, pria yang berusia 50 tahun ini pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Rumah Yatim dan para donatur yang selalu peduli terhadap orang-orang seperti dirinya.

 “Terima kasih banyak untuk semuanya,” ujar Arif tersenyum.

UPDATE #23
13 Februari 2018

20 RW di Kelurahan Kemirimuka Depok Akan Terima Paket Sembako

Tim Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek sedang melakukan persiapan untuk kegiatan penyaluran paket sembako. Penyaluran ini rencananya akan meliputi 20 RW yang ada di Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. Penyaluran tersebut akan diberikan kepada 300 masyarakat prasejahtera.

Menurut pemaparan salah seorang relawan, Ali Ridwan, penyaluran tersebut bekerjasama dengan pemerintah setempat. Penyaluran sembako itu, tambah dia, akan dilaksanakan pada 14 Februari 2018 mendatang.

"Alhamdulillah kita kerjasama dengan kelurahan setempat, mengadakan bantuan sembako untuk warga prasejahtera," papar Ali Ridwan.

Rencana Rumah Yatim Jabodetabek untuk penyaluran paket sembako tersebut mendapat tanggapan Lurah Kemirimuka, Dzulkarnaen. Dia mengapresiasi rencana kegiatan untuk dilaksanakan di wilayahnya. Bahkan dia, akan mengajak tim Rumah Yatim Jabodetabek untuk keliling di wilayah kelurahan setempat. "Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan, baik itu dari segi pangan atau kesehatan," jelas Dzulkarnaen.

Ia menambahkan, walaupun Kelurahan Kemirimuka merupakan teras Kota Depok. Akan tetapi di wilayah tersebut masih banyak saudara kita yang memerlukan bantuan. "Saya berharap Rumah Yatim terus membantu warga saya," pungkasnya.

UPDATE #22
5 Februari 2018

Cidomo Antarkan 100 Paket Sembako ke Karang Kemong

Rumah Yatim NTB memanfaatkan alat transportasi cidomo (andong) untuk mengantarkan 100 paket sembako kepada mustahik di Karang Kemong, Rabu (31/1).

Cidomo berangkat dari pukul 09.00 WITA, untuk mengangkut 100 paket sembako. Jarak sekitar satu km tersebut ditempuh dengan dua kali jalan. Setelah semua paket terkumpul di rumah salah satu warga, santunan pun dimulai pada pukul 11.00 WITA. Pengurus Rumah Yatim, Salma Hasanah, menuturkan saat dirinya dan tim datang, para mustahik sudah menunggu mereka dengan antusias.

“Senang sekali melihat antusiasme warga, mereka menyambut kami dengan bahagia,” ungkapnya.

Melihat antusiasme warga tersebut, tim pun langsung membagikan sembako kepada warga yang memiliki ragam mata pencaharian dan ragam usia itu. Untuk menyukseskan acara ini, Rumah Yatim bekerjasama dengan pihak aparat setempat yakni tujuh Rukun Tetangga. Biasanya untuk daerah ini, Rumah Yatim datang sendiri ke tempat-tempat warga karena selain keberadaannya dekat dengan asrama, daerah Karang Kemong pun sudah terbiasa mendapatkan bantuan lainnya seperti nasi kotak, daging qurban, dan zakat fitrah. 

“Alhamdulillah, masyarakat sekitar semakin merasakan adanya Rumah Yatim,” tutur Salma.

Karena rasa senang itu, mereka pun menganggap pemberian santunan tersebut sebagai keberkahan pada hari itu. “Terima kasih, hari barokah nih, sukses buat Rumah Yatim, semakin maju,” ungkap mustahik dengan kompak.

Selain kepada para mustahik, tak lupa sang pengendara cidomo pun kebagian berkahnya, dengan mendapatkan santunan sembako dari Rumah Yatim. “Selain ongkos, kami pun memberikan sembako kepada pengendara cidomo,” ujarnya.

UPDATE #21
31 Januari 2018

200 Masyarakat Prasejahtera di Payung Sekaki Terima Paket Sembako

Rumah Yatim Cabang Riau membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat prasejahtera yang berada di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Paket sembako tersebut dibagikan di Kantor Kecamatan yang berada di Jalan Pajar Ujung RT 03 RW 01, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Selasa (30/1). 

Menurut Kepala Cabang Riau Ramdan Burhanudin, sebanyak 200 orang dari kalangan fakir, miskin dan jompo menerima paket sembako. Wilayah Kecamatan Payung Sekaki dipilih karena lokasinya tidak jauh dengan kantor Rumah Yatim. Selain itu, masyarakat di wilayah tersebut masih tergolong ekonomi bawah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya untuk mengurangi beban hidup masyarakat. "Membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini pula dihadiri oleh Camat Payung Sekaki Zarman Chandra, dan Lurah Labuh Baru Barat Peri Susanto. Kegiatan yang berlangsung hingga siang ini berlangsung lancar dan ramai. Ratusan masyarakat terlihat antusias saat mengambil sejumlah paket sembako yang telah disiapkan. 

Ia berharap, dengan keberadaan Rumah Yatim di Pekanbaru bisa sedikit mengurangi beban kehidupan masyarakat. Sehingga, manfaat adanya kantor Rumah Yatim bisa dirasakan masyarakat secara langsung. Selain itu, dia menambahkan, akan terus bersinergi dengan pemerintah sekitar. Agar, segala bentuk kegiatan sosial bisa tersalurkan dengan baik. "Apa yg diberikan Rumah Yatim bisa bermanfaat," paparnya.

Selain aktif dalam santunan sembako bagi masyarakat prasejahtera, Rumah Yatim turut andil dalam mengelola zakat, infak, sedekah, serta melakukan kegiatan sosial lainnya. Hal ini, dikarenakan hadirnya Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan manfaat secara langsung.

UPDATE #20
30 Januari 2018

Kegiatan Penyaluran Bantuan Januari 2018 untuk 2295 Mustahik

Rumah Yatim Area Lampung menyalurkan program santunan sembako kepada 470 Kepala Keluarga (KK) di tiga Desa, yakni di Desa Sukajaya Lempasing, Gedong Tataan, dan Kedaton, Kec. Padang Cermin, Kab. Pesawaran Lampung, Selasa (23/1). Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk sikap kepedulian Rumah Yatim terhadap kondisi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. 

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Hendi menjelaskan, program ini berlangsung selama tiga hari. Melihat kondisi ekonomi masyarakat yang tidak mencukupi, sehingga penyaluran ini diharapkan terasa manfaatnya. Selain itu, Rumah Yatim juga ikut bersinergi dalam menyejahterakan masyarakat.

Sebelum penyaluran, pihaknya mengaku sosialisasi terlebih dulu kepada aparat desa, masyarakat maupun instansi. Survei kondisi masyarakat dilakukan,  serta mendata per kepala keluarga yang termasuk kategori tidak mampu. Kegiatan ini akan dilaksanakan di tiga wilayah dalam hari yang berbeda. “Insya Allah kehadiran Rumah Yatim dapat dirasakan manfaatnya,” imbuhnya. 

Selain penyaluran, kata Hendi, pihaknya turut serta menyosialisasikan keberadaan Rumah Yatim kepada masyarakat. Sebab kini ini Rumah Yatim menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional yang mengelola dana zakat umat. “Sosialisasi ini agar lebih di kenal oleh masyarakat Lampung,” ujarnya.

Pada awal tahun 2018 ini tepat nya di bulan Januari, Rumah Yatim mentargetkan program penyaluran bantuan sembako sejumlah 2295 KK di 13 cabang yang berada di beberapa kota Indonesia. Kegiatan penyaluran pun dilaksanakan dan di tujukan pada warga yang memang benar-benar membutuhkan. Selain itu diharapkan pula penyaluran ini bisa lebih baik lagi dalam penyelenggaraannya, mengingat masih banyak kekurangannya. Sehingga penyaluran ini dapat lebih banyak dan merata untuk disalurkan kepada mustahik.


#LAZNas
#BantuanSembakoJanuari2018

 

UPDATE #19
29 Januari 2018

Paket Sembako dan Pengobatan Gratis untuk Masyarakat Antapani

Setelah membagikan paket sembako di wilayah Arcamanik. Kini Rumah Yatim Area Jawa Barat mengadakan pengobatan gratis dan pembagian ratusan paket sembako untuk masyarakat prasejahtera RW 01, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Minggu (28/1).

Kegiatan ini merupakan upaya Rumah Yatim Jabar dalam mendekatkan diri pada masyarakat. Apalagi salah satu asrama Rumah Yatim berada di wilayah tersebut. Menurut Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jabar, Solehudin, kegiatan ini merupakan upaya untuk membantu masyarakat yang kurang dalam segi ekonomi. "Wilayah ini dipilih karena berdekatan dengan kantor dan asrama kami," paparnya.

Selain wilayahnya yang berdekatan dengan kantor pusat dan asrama Rumah Yatim. Wilayah RW 01 termasuk daerah yang padat penduduk. Serta, hampir keseluruhan warga di daerah tersebut bekerja sebagai buruh bangunan. Solehudin berharap, dengan adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan beban harian masyarakat sekitar.

Selain itu, ia menambahkan, selain pembagian paket sembako kepada sekitar 175 masyarakat prasejahtera. Pada kegiatan tersebut berlangsung pula pengobatan gratis. Fasilitas yang disiapkan Rumah Yatim Jabar, sambungnya, meliputi dokter umum, bidan, serta obat gratis untuk masyarakat.

"Masyarakat bisa langsung berkonsultasi dan mendapatkan obat gratis. Selain itu, jika ada yang tidak bisa ke lokasi ini, nanti kami datang ke rumahnya," tuturnya.

Selain Arcamanik dan Antapani, rencananya Rumah Yatim Jawa Barat akan melakukan kegiatan serupa di beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kota Bandung. Hal ini guna membantu kebutuhan sosial maupun ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Solehudin berharap, untuk ke depannya dukungan dan sinergitas antara Rumah Yatim dan pemerintah setempat bisa berjalan semakin baik. "Sehingga setiap program dan agenda untuk membantu sesama bisa terlaksana tepat sasaran," jelasnya.


#BantuanSembakoBagiWargaPrasejahtera
#RumahYatimJABAR

UPDATE #18
23 Januari 2018

100 Paket Sembako untuk Ringankan Beban Warga Parlor

Kenaikan harga sembako dan beberapa komoditi pangan akhir-akhir ini, membuat sebagian besar masyarakat terutama kaum menengah ke bawah menjerit. Adapun mereka yang berpenghasilan minim dan tak menentu harus memutar otak untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup. 

Warga Dusun Nglipar Lor atau sering disebut Parlor, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul misalnya, mereka yang mayoritasnya bekerja sebagai petani palawija dan buruh tani harus bekerja ekstra untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup, beberapa di antara mereka rela mengonsumsi nasi di campur jagung agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

Menangani hal tersebut, Rumah Yatim Area Yogyakarta yang dimotori Ecep sebagai ketua pelaksana, berkunjung ke wilayah tersebut untuk menyalurkan 100 paket sembako kepada warga di sana. Kegiatan ini digelar pukul 09:30 sampai 11:30 WIB di Kantor Balai Desa Parlor. 

Kegiatan ini disambut antusias Suharyanto selaku Kepala Dusun Parlor dan warga sekitar. Mereka merasa bersyukur karena Rumah Yatim telah memberikan bantuan sembako di saat harga sembako sedang melonjak.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Rumah Yatim yang telah membantu meringankan beban warga kami dalam segi pangan, semoga Rumah Yatim semakin maju, meluas dan lebih dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya sembako, dalam kegiatan ini pun Rumah Yatim menyalurkan ratusan pakaian dan tas layak pakai.

UPDATE #17
22 Januari 2018

500 Paket Sembako untuk Masyarakat Bubulak Bogor

Rumah Yatim Regional Jabodetabek menyerahkan bantuan sembako dan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat Desa Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu (21/1). Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Menurut penjelasan Relawan Rumah Yatim, Ali Ridwan, sebanyak 500 orang penerima manfaat hadir dalam kegiatan tersebut. Serta 200 orang diantaranya menjalani pemeriksaan kesehatan gratis.

Lokasi tersebut dipilih, sambung Bang Ali -sapaan akrabnya, karena bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap masyarakat sekitar kantor kas Rumah Yatim di Bubulak. Serta, mengacu kepada hasil survei yang sebelumnya dilakukan oleh tim Rumah Yatim Jabodetabek.

"Survei sebelumnya daerah itu masih terdapat sekitar 800 Kepala Keluarga," papar Bang Ali.

Ia berharap, ke depannya bisa membantu masyarakat lebih banyak lagi dengan program-program yang ada di Rumah Yatim. Selain itu, sambung dia, bantuan ini upaya untuk meringankan kebutuhan pokok masyarakat prasejahtera. Selain itu, dengan pelayanan kesehatan gratis yang diberikan dapat membantu kesehatan warga sekitar.

"Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan membantu keadaan masyarakat Bubulak," jelasnya.


#BantuanSembakoUntukDhuafa
#BerbagiSemangatKebaikan

UPDATE #16
17 Januari 2018

500 Paket Sembako Disiapkan Rumah Yatim untuk Warga Bubulak

Rumah Yatim regional Jabodetabek sedang melakukan persiapan untuk kegiatan pembagian sembako dan pengobatan gratis di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (16/1). Persiapan ini meliputi perdaftaran dan penyerahan formulir untuk para mustahik.

Menurut pemaparan, salah seorang relawan, Nurul Fitri, jumlah penerima bantuan sembako di wilayah Bubulak sebanyak 500 masyarakat prasejahtera. Kelurahan Bubulak dipilih karena di wilayah tersebut padat penduduk.

"Warga Kelurahan Bubulak kurang lebih 15.000 jiwa, prasejahtera 691 jiwa," papar Nurul.

Antusias warga pada kegiatan penyerahan formulir ini sangat baik. Sejumlah warga merasa terbantu dengan rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh Rumah Yatim. "Tertib dan lancar," harapnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan pembagian sembako dan pengobatan gratis ini, akan dilaksanakan pada 20 Januari 2018 mendatang di Kelurahan Bubulak. Kegiatan ini pula merupakan rutinitas Rumah Yatim dalam mendukung kesejahteraan masyarakat umum.

Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional, selain mengolah zakat, infak dan sadaqah, aktif pula dalam kegiatan sosial lainnya. Kegiatan tersebut guna menunjang kesejahteraan umat.


#BerbagiDanSedekahRefleksikanIman

UPDATE #15
10 Januari 2018

Ratusan Sembako Dibagikan pada Pembukaan Kantor Kas Cipinang

Rumah Yatim Jabodetabek kembali membuka kantor kas baru di jalan Cipinang Jaya No. 11, Cipinang Besar Selatan RT 08/07 Jatinegara, Jakarta timur, Selasa (9/1). Pembukaan kantor kas ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam mendukung penerimaan, pengelolaan, dan penyaluran zakat.

Sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam pembukaan kantor kas baru ini. Salah satunya ialah pemberian bantuan sembako kepada 160 masyarakat prasejahtera, serta santunan untuk 50 anak yatim.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jabodetabek, Muslihudin. Pada kesempatan lainnya Kasie Front Office Jabodetabek, Agus Hermawan memaparkan, rasa syukur atas karunia yang telah Allah berikan khususnya untuk Rumah Yatim.

"Semoga dengan adanya kantor layanan zakat ini kita bisa lebih banyak memberikan untuk penerima manfaat," paparnya.

Selain itu Agus berharap, bantuan yang diberikan Rumah Yatim dalam pembukaan kantor kas baru ini bisa bermanfaat untuk warga sekitar. Walaupun jumlahnya tidak sebesar yang diharapkan, tambah dia, setidaknya bantuan tesebut bisa mengurangi beban harian warga.

Ia juga menambahkan,  dengan adanya kantor layanan zakat ini bisa mempermudah masyarakat yang sudah mencapai nisabnya untuk berzakat dan semoga Rmah Yatim bisa menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang amanah.

Menurut Agus, tanggapan datang dari salah seorang warga, dia mengatakan masyarakat berharap ada bantuan susulan lagi setelah kegiatan ini. Sehingga masyarakat bisa terbantu secara berkesinambungan.

"Semoga Rmah Yatim semakin sukses dan semoga Allah membalas kebaikan Rumah Yatim dan para donatur," jelasnya, menirukan salah seorang masyarakat.


#ZakatUntukPerubahan

Ketika Allah berbicara tentang memberi kepada orang-orang yang membutuhkan uang, makanan, pakaian, dan lain-lain dalam Surah al-Isra, Dia tidak menyebutnya sebagai "menolong orang miskin" atau "memberikan sedekah kepada orang miskin.", Allah mengacu pada tindakan ini sebagai memberikan kepada mereka apa yang memang menjadi hak mereka dan apa yang layak mereka dapatkan. Ini adalah hak mereka atas diriku dan juga kalian, dan Allah sedang melihatnya. - Nouman Ali Khan

UPDATE #14
8 Januari 2018

Rumah Yatim Lodaya Bagikan 70 Paket Sembako

Rumah Yatim Lodaya Bandung memberikan bantuan paket sembako kepada 70 mustahik di Asrama Yatim Apartemen Lodaya, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Bandung Sabtu (6/1). Bantuan ini diberikan kepada 40 mustahik rutin dan 30 mustahik non rutin.

“Ada untuk mustahik rutin dan non rutin, yang non rutin adalah mereka bukan warga Keluarahan Lingkar Selatan, tetapi suka datang ke Rumah Yatim untuk meminta bantuan sembako. Kemudian saya arahkan mustahik non rutin ini ke RT setempat untuk didata administratif,” papar Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya, Dhian Risdhian.

Kegiatan ini, berlangsung tertib dan lancar. Tidak ada kendala ketika berlangsungnya bantuan sembako tersebut. Dhian menambahkan tujuan utama diadakan kegiatan tersebut adalah untuk saling berbagi dan membantu meringankan kebutuhan para mustahik. 

“Sekaligus ini merupakan bentuk amanah dan penyaluran dari para muzzaki yang telah menyalurkan amanahnya kepada Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim,” ujarnya.

Selain itu, Dhian berharap, kelak kegiatan ini dapat berjalan terus-menerus dan sejalan dengan program serta target dari Rumah Yatim.

“Insya Allah kita akan adakan event untuk penyaluran yang lebih banyak dari pada yang sekarang, insya Allah akan dilaksanakan di Apartemen Jalan Lodaya dan sekaligus bersamaan dengan pembagian santunan non mukim/beasiswa pendidikan,” pungkasnya.

 


“Amal yang dicintai oleh Allah adalah amalan dilakukan terus menerus walaupun sedikit”


#ProgramBantuanSembakoUntukRingankanBebanMereka
#BersamaKamiMenjadiPejuangKebaikan

UPDATE #13
3 Januari 2018

100 Lansia Gunung Kidul Terima Sembako dari Rumah Yatim

Dinas Sosial Kota Yogyakarta memprediksikan jumlah masyarakat kelompok lanjut usia atau lansia di Kota Yogyakarta mengalami peningkatan. Tahun 2017 saja, jumlah lansia Yogyakarta mencapai 13-15 persen dari total jumlah penduduk Yogyakarta, padahal di wilayah lain rata-rata hanya mencapai tujuh persen dari populasi penduduk.

Seiring dengan meningkatnya jumlah lansia, jumlah lansia prasejahtera pun ikut meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari keberadaan lansia di berbagai daerah yang hidup sebatang kara dan dilingkari dengan jeratan kemiskinan.

Salah satu wilayah yang dihuni lansia terlantar adalah Gunung Kidul. Meski tidak dinobatkan lagi sebagai wilayah termiskin di Yogyakarta, namun masih terdapat warga prasejahtera khususnya lansia terlantar di wilayah tersebut Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional hadir dan memberikan berbagai jenis bantuan, diantaranya bantuan peduli sesama, sembako, biaya hidup, sarana publik, kesehatan dan renovasi masjid/madrasah. 

Kali ini, Sabtu (30/12) lalu, Rumah Yatim area Yogyakarta yang dimotori Arifin selaku Kepala Cabang mengunjungi wilayah Sumberejo, Nglipar, Gunung Kidul untuk menggelar penyaluran sembako kepada lansia prasejahtera di sana. 

Menurut Arifin, ada sebanyak 100 lansia prasejahtera di Nglipar mendapat santunan tersebut. Dengan perasaan haru bercampur bahagia mereka menerima bantuan tersebut. “ Alhamdulillah, bantuan 100 paket sembako telah diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa menjadi manfaat dan berkah kepada mereka. Terima kasih kepada tim relawan dan para donatur yang telah ikut terlibat dalam kegiatan ini,” paparnya.


#ZakatUntukPerubahan
#TebarSembakoUntukMeringankanBebanHidupMereka
#JadiBagianDariPejuangKebaikanBersamaKami

UPDATE #12
2 Januari 2018

Rumah Yatim Rutin Beri Sembako pada 2 Janda di Tegal

Membesarkan anak seorang diri bukan perkara mudah. Ditinggal oleh suami, dengan memiliki anak lebih dari satu, menambah beban yang dirasakan dua ibu asal Kota Tegal ini. Ervina (35) dan Purchoti (45) yang menanggung beban seorang diri tatkala suami mereka meninggal dunia. 

Ervina, seorang ibu muda dengan 4 anak. Usia anak sulung Ervina seharusnya sudah masuk SMA. Namun, karena melihat kondisi ibunya yang bekerja sebagai buruh lepas, membuatnya tak tega meneruskan sekolah karena beban di pundak ibunya harus dia ringankan. Ia membantu ibunya dengan pekerjaan yang serupa. Sama halnya dengan Ervina, si sulung Purchoti pun memilih membantunya ketimbang meneruskan pendidikan. Tak ada pilihan karena ibunya harus membesarkan dirinya dan kedua adiknya seorang diri tanpa bantuan dari tangan seorang laki-laki. Putri Purchoti menyadari betul jika dirinya sekolah malah menambah beban ibunya.

Penghasilan mereka perhari hanya bekisar Rp. 15.000 sampai Rp. 35.000, tak sepadan dengan pengeluaran mereka yang sangat banyak. Anak-anak mereka masih kecil, ketiga anak Ervina lainnya masih duduk di bangku SD. Sedangkan, Purchoti masih memiliki bayi yang berusia 3 tahun dan satu anak lainnya masuk sekolah tingkat dasar. 

Menurut Jajang Khoeruman, Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, harga beras termurah di tegal itu sekitar Rp. 12.000, bisa diartikan penghasilan mereka hanya mampu mencukupi untuk memberli beras saja tanpa lauk dan kebutuhan lainnya. Karena itu Rumah Yatim pun memberikan santunan sembako rutin kepada mereka. 

“Santunan ini rutin diberikan kepada mereka tiap tiga bulan sekali," ujarnya.

Karena itu, setiap 3 bulan sekali mereka datang ke Rumah Yatim Tegal dari rumahnya yang berada di Jl. Rogo Jampi Kelurahan Sumur Panggang, Kecamatan Marganda dengan mengayuh sepeda selama 30 menit perjalanan. Jarak yang cukup jauh itu pun mereka tempuh demi anak-anak mereka. Jajang mengungkapkan, ini merupakan pemberian sembako ke empat kalinya dan mereka sangat bahagia karena sampai detik ini baru Rumah Yatim lah yang memberikan bantuan nyata untuk mereka.

“Terima kasih banyak ini sangat membantu kami,” ungkap Ervina. 

 

#BersamaBantuMerekaDapatkanHidupYangLebihBaik

UPDATE #11
31 Desember 2017

Dinsos Mataram dan RY NTB Sinergi Berantas Kemiskinan

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram bersama Rumah Yatim NTB kembali memberikan santunan untuk warga prasejatera yang ada di wilayah Kota Mataram. Kunjungan sekaligus pemberian sembako tersebut dilakukan di empat lokasi yakni Kelurahan Dasan Cereme, Dasan Belatung, Sela Galas dan Karang Jangkong. 

Menurut Salma Hasanah, salah satu dari tim penyaluran sembako Rumah Yatim, mengungkapkan untuk santunan kali ini Rumah Yatim memberikan 110 paket sembako dengan jumlah 16 sembako untuk daerah Dasan Cereme, 37 paket sembako di Dasan Belatung, 37 paket sembako di Sela Galas dan terakhir di Karang Jangkong dengan 22 paket sembako.

“Data yang didapat dari Dinas Sosial kota hanya 100 mustahik saja, tapi sesuai pengalaman kami, biasanya selalu ada  yang dadakan meminta santunan, untuk itu kami pun melebihkan 10 paket, dan alhamdulillah dengan kelebihan yang dibawa, kami dapat memenuhi kebutuhan mustahik di tempat-tempat tersebut,” paparnya. 

Sesampainya di lokasi, Salma dan pihak Dinas Sosial yang diwakili Swanti dan Fatma, melihat kondisi masyarakat secara langsung, dimana banyak sekali masyarakat yang layak untuk mendapatkan bantuan, sedangkan mustahik yang terpilih hanya lansia dan anak yatim saja. Bahkan di lokasi pertama yakni Dasan Cereme ada banyak lansia tidak mampu dan 35 anak yatim yang layak mendapat bantuan. Kondisi tersebut, membuat Rumah Yatim pun berencana akan melakukan survei ulang tempat-tempat tersebut agar ke depannya dapat memberikan bantuan lebih banyak lagi, baik untuk mustahik atau pun anak yatim yang akan menjadi prioritas utama.

Kegiatan ini meruapakan kerjasama kali kedua, Dinsos sangat mengapresiasi Rumah Yatim, apalagi kepekaan Rumah Yatim kepada warga masyarakat prasejatera tersebut sangat membantu tugas Dinas Sosial untuk memberantas kemiskinan di Kota Mataram, yang cukup memprihatinkan. Karena itu Swanti pun memaparkan rasa terima kasihnya kepada Salma selaku perwakilan dari Rumah Yatim, begitu pun sebaliknya.

“Terima kasih atas kepercayaan Dinas Sosial kota kepada kami, semoga kerjasama ini semakin erat dan dapat lebih luas lagi membantu masyarakat Kota Mataram, karena masih banyak PR (Pekerjaan Rumah) kita untuk memberantas kemiskinan di kota ini," ujar Salma. 

 

#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #10
29 Desember 2017

RY Medan Akhiri Tahun dengan Bagi-Bagi Sembako

Di momen pergantian tahun 2017 menuju 2018 nanti, Rumah Yatim Medan akan menyalurkan bantuan paket sembako kepada 200 warga prasejahtera wilayah Medan Helvetia. Penyaluran bantuan akan digelar di kediaman M. Yusuf selaku Kepala Lingkungan X, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.

Menurut Harun selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Medan, bantuan akan diserahkan kepada warga prasejahtera yang terdiri dari lansia, yatim, buruh cuci, buruh tani, kuli bangunan dan pedagang kecil yang sebelumnya telah disurvei dan dipilih oleh Kepala Lingkungan dan pihak Rumah Yatim.

“InsyaAllah di momen penghujung tahun ini tepatnya ditanggal 31 Desember mendatang, kami akan menyalurkan 200 paket sembako. Mohon do’anya semoga kegiatan berjalan dengan lancar,” katanya.

Medan Helvetia merupakan wilayah yang masih didominasi oleh warga prasejahtera. Wilayah ini menjadi salah satu wilayah yang selalu mendapat bantuan berupa bantuan biaya hidup, peduli sesama, sembako sampai bantuan renovasi masjid dari Rumah Yatim.

Harun berharap dengan hadirnya Rumah Yatim di wilayah tersebut dapat membahagiakan dan membantu meringankan beban warga di sana.


#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #9
28 Desember 2017

RY Akan Salurkan Sembako untuk 100 Lansia Nglipar

Dalam upaya mensejahterakan lansia dan mendukung salah satu program pemerintah yakni menjadikan Yogyakarta sebagai kota ramah lansia. Rumah Yatim dengan program kemanusiaannya akan menyalurkan santunan 100 paket sembako untuk lansia prasejahtera di wilayah Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. 

Penyerahan santunan akan digelar di Balai Desa Sumberejo, Nglipar, Gunung Kidul, Sabtu (30/12) mendatang. Santunan ini hanya akan diberikan kepada 100 lansia Nglipar yang sudah tidak produktif dan hidup di bawah garis kemiskinan.

Menurut Arifin selaku Manager Area Rumah Yatim Yogyakarta, jumlah lansia di Yogyakarta dari tahun ke tahun semakin meningkat. Seiring dengan meningkatnya jumlah lansia, jumlah lansia terlantar pun ikut meningkat. 

Sebagai lembaga amil zakat, Rumah Yatim mempunyai kewajiban untuk menyalurkan amanah dari masyarakat untuk menyalurkan kepada mustahik salah satunya lansia miskin.

Ia berharap, agenda penyaluran santunan ini dapat berjalan dengan sukses, lancar, dapat membahagiakan serta membantu kebutuhan sehari-hari para lansia.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #8
28 Desember 2017

295 Kepala Keluarga Terima Santunan Sembako

Rumah Yatim Cabang Lampung menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat prasejahtera di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Selasa (26/12). Berjumlah 295 Kepala Keluarga yang menerima bantuan sembako dari Rumah Yatim. 

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap masyarakat prasejahtera yang berada di wilayah pelosok desa. Selain itu, Kepala Asrama Rumah Yatim Lampung, Hendi menuturkan kegiatan tersebut ditargetkan rutin dilaksanakan per tiga bulan untuk santunan sembako.

“Tergantung stok yang kita punya, kalau bisa ditargetkan per tiga bulan untuk santunan sembako, " ungkapnya, saat diwawancarai tim jurnalis. 

Ia juga mengatakan kunjungannya ke Desa Batu Menyan bukan sekedar penyaluran santunan, tetapi agar masyarakat tahu akan keberadaan Rumah Yatim, bukan hanya untuk menampung anak yatim. Lebih dari itu, Rumah Yatim juga memiliki program-program lain untuk membantu masyarakat prasejahtera. 

“Kita ingin kampung ini merasakan keberadaan Rumah Yatim, memberitahu tidak hanya menampung anak yatim, tetapi juga ada program lain, salah satunya santunan sembako ini,” papar Hendi.

Ia berharap program bantuan yang diberikan Rumah Yatim dapat dirasakan manfaatnya oleh para mustahik. Serta bisa lebih baik dan lebih banyak lagi dalam menolong sesama. Agar para donatur bisa memercayai program yang diluncurkan Rumah Yatim ini. 

“Manfaatnya, niat kami bisa dirasakan mustahik, bisa rutin, bisa lebih baik lagi dan lebih banyak lagi,” harapnya.


#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #7
27 Desember 2017

Rumah Yatim NTB Ajarkan Berbagi Sejak Dini

Pengurus Asrama Rumah Yatim NTB, Salma Hasanah menyadari betul pentingnya mengajarkan anak-anak tentang empati terhadap sesama, dan pengajaran selama ini sudah cukup berhasil dilakukannya. Terbukti, anak asuhnya dengan spontan meminta dirinya untuk memberikan sembako kepada pemulung yang melewati asrama. 

Dengan rasa haru dan bangga akan kesadaran anak-anak, Salma pun mengambil sembako di gudang dan meminta anak-anak memberikannya langsung kepada mereka. Dengan sigap anak-anak pun pergi menuju pemulung yang membawa dua putri yang seumuran dengan mereka. Anak-anak memberikannya langsung dan disambut gembira oleh mereka. Salma yang menyaksikan anak-anak dibalik pintu tak hanya melihat kebahagian dalam wajah keluarga pemulung itu tapi juga kebahagiaan pada diri anak-anaknya. Sehingga, Salma merasa senang karena selama ini yang selalu dia sampaikan dapat dicerna oleh anak asuhnya.

“Saya selalu mengajarkan anak-anak untuk berbagi, ada hak orang lain dalam rezeki kita, tangan mereka tak harus selalu di bawah tapi mereka harus belajar memberi kepada orang lain, saat ini atau pun pada saat mereka sudah besar nanti,” ungkapnya. 

Selain dengan motivasi kata-kata, rasa empati terhadap sesama tersebut selalu Salma dan Amir Sumarna selaku Kepala Cabang Rumah Yatim NTB contohkan dengan mengajak anak-anak terlibat langsung dalam penyaluran sembako. Bila ada nasi kotak lebih, anak-anak pun selalu diajak berkeliling memberikannya kepada fakir miskin sembari senantiasa menanamkan kepada anak-anak tentang makna dan pentingnya berbagi. 


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #6
21 Desember 2017

Respon Positif Mustahik Cisaranten

Rumah Yatim area Jawa Barat menyalurkan bantuan sembako untuk 150 masyarakat pra sejahtera, di pemukiman Cisaranten Kulon RW 07, kota Bandung, Kamis (21/12). Aksi tersebut mendapat respon positif dari masyarakat prasejahtera di pemukiman tersebut.

Salah seorang masyarakat pra sejahtera, Mulyati mengungkapkan bantuan yang diberikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dimana rata-rata pekerjaan di permukiman tersebut hanya sebagai kuli bangunan, dengan penghasilan tidak menetap.

"Alhamdulillah santunan ini bisa memenuhi kebutuhan kami." Terang Mulyati saat di wawancarai, Kamis (21/12).

Mulyati sendiri mengaku pekerjaan suami nya sendiri hanya menjadi kuli bangunan. Dimana seorang kuli bangunan harus menghidupi 4 orang anaknya. Jadi sangat bermanfaat sekali bantunan tersebut.

Hal senada juga diakui Ibu 55 tahun ini, Rumah Yatim sudah dua kali menyalurkan santunan tersebut. Hal ini membuat masyarakat setempat senang.

"Alhamdulillah dari Rumah Yatim sudah dua kali memberikan santunan." Imbuh Mulyati

Mulyati berharap Rumah Yatim mendapat limpahan rezeki yang berkah, karena semakin banyak membantu, semakin besar pula rahmat yang diberikan tuhan untuk Rumah Yatim.

 

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #5
20 Desember 2017

Rumah Yatim Santuni Lansia Terlantar Asal Sleman

Dilansir okezone.com, angka lanjut usia (lansia) yang terlantar di negeri ini cukup tinggi. Dimana 2,1 juta lansia terlantar. Bahkan sebanyak 1,8 juta lansia juga berpotensi terlantar. Kondisi tersebut harus mendapat perhatian serius supaya angka lansia terlantar bisa ditekan.

Rumah Yatim yang telah resmi menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) skala nasional atau LAZNAS dengan program kemanusiaan berupaya membantu para lansia terlantar untuk bisa menikmati hidup dengan layak.

Ratusan lansia terlantar di berbagai wilayah mulai dari kota sampai desa sudah diberi bantuan oleh Rumah Yatim, mereka ada yang diberi bantuan tunai peduli sesama, biaya hidup, sembako ada pula yang mendapat pelayanan kesehatan cuma-cuma.

Salah satu lansia yang telah mendapatkan manfaat dari Rumah Yatim adalah Giyanti (81), wanita renta asal Desa Sanggrahan Mlati Sleman Yogyakarta ini sudah puluhan tahun hidup di gubuk reyot tak terawat. Tak sendiri, ia hidup bersama cucu kecilnya yang sudah piatu dan telah ditinggal pergi ayahnya entah kemana.

Menurut penuturan Giyanti kepada Tosin Koswara salah satu tim relawan Rumah Yatim, untuk memenuhi kebutuhan hidup ia hanya mengandalkan uluran tangan tetangga. Usia rentannya sudah tak kuat lagi diajak mencari sesuap nasi. Untuk biaya sekolah cucunya yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun mengandalkan kebaikan para tetangga.

"Alhamdulillah banyak tetangga yang peduli kepada kami, mereka secara bergantian mengirimkan makanan ke rumah. Kadang mereka pun selalu memberikan uang jajan atau buku tulis kepada cucu saya, Alhamdulillah," papar Giyanti.

Tubuh kurus tak terawat, itulah perawakan dari Giyanti.

Sudah tahunan Giyanti menderita penyakit gondok yang menimbulkan benjolan besar di lehernya. Sudah tahunan pula ia menahan rasa sakit yang mengakibatkan ia sulit makan, minum, menelan dan berbicara.

Meski dilanda berbagai cobaan, Giyanti tak pernah mengungkapkan keluhan kepada tetangga maupun kepada Rumah Yatim Yogyakarta yang tengah berkunjung ke kediamannya.

Ketegaran Giyanti menjalani hidup di hari tuanya telah mendorong Rumah Yatim untuk memberikan santunan tunai biaya hidup.

" Semoga bermanfaat ya Bu, semoga santunan ini bisa digunakan untuk berobat dan membeli kebutuhan sehari-hari," ungkap Tosin

Betapa bahagianya Giyanti ketika menerima santunan tersebut, tak henti ia mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepada ia dan cucunya.

#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #4
20 Desember 2017

Ungkapan Senang Penerima Baksos Rumah Yatim

Bandung – Direktorat Pemberdayaan area Jawa Barat Rumah Yatim, mendapat tanggapan positif dari beberapa Kaum dhuafa dalam acara bakti sosial yang diselenggarakan Rumah Yatim dan gabungan Majelis taklim Al-intisabi, Sabtu (25/11) di Komplek Permata Biru, Cileunyi Kabupaten Bandung. Acara bakti sosial merupakan rangkaian program berupa layanan kesehatan, pengobatan gratis dan pembagian sembako kepada 100 kaum dhuafa.

Salah satu warga prasejahtera lingkungan permata biru, Nunung Hasanah mengungkapkan rasa senang nya atas bantuan yang diterimanya dari rumah yatim berupa sembako.

“Alhamdulillah ke bantu, rasanya tak bisa diungkapkan. Senang alhamdulillah.” Ungkap wanita 42 tahun ini kepada Tim Jurnalis rumah yatim, Sabtu (25/11).

Nunung juga mengungkapkan kegiatan sehari-harinya hanyalah membantu suami ikut mencari barang rongsokan.

“Suami hanya pemulung rongsok dan ga tentu penghasilannya. Terkadang sehari mendapat 30-50 ribu.” Terang Ibu 3 anak ini.
Kemudian harapan Nunung untuk rumah yatim ini bahwa dirinya sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini, sehingga dirinya merasa terbantu. Serta Nunung mendoakan untuk program rumah yatim ke depannya bisa sukses dan lancar.

Selain itu, nunung menambahkan dengan lebih banyak nya membantu kepada sesama dan orang-orang tidak mampu, akan menjadi lahan pahala dan rezeki yang terus mengalir.

UPDATE #3
20 Desember 2017

Bantuan Sembako untuk 100 Mustahik

Rumah Yatim area Kalimantan cabang Balikpapan tuntas melaksanakan misi membagikan santunan sembako kepada 100 mustahik di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Damai Kota Kampung Nelayan, Sabtu (25/11). Para mustahik terdiri dari lansia, yatim dan dhuafa.

 

Masyarakat terlihat begitu antusias menyambut kedatangan tim relawan RY yang gotong royong membagikan setiap santunan sembako pada mereka yang hak. Ekspresi bahagia terwakili dari wajah mereka saat mereka menerima paket sembako. Namun dibalik wajah bahagia para mustahik, ada sebagian yang justru meneteskan air mata.

 

“Saat kita membagikan sembako, ada beberapa lansia yang menangis, seperti pak Abdurrahman (46). Beliau sudah 3 tahun sakit stroke bahkan beliau sudah tidak bisa lagi berbicara. Setelah menerima sembako beliau langsung menangis bahagia”, ungkap Deni Kepala Asrama Area Kalimanta, menjelaskan ekspresi bahagia seorang lansia penderita stroke (25/11).

 

Melalui perwakilan Yamani, Ketua RT setempat juga menyampaikan ucapan terima kasihnya pada Rumah Yatim yang tanggap memberikan bantuan sembako pada masyarakatnya.

“Terimakasih Rumah Yatim sudah memberikan kami bantuan. Semoga Rumah Yatim terus menerus memberikan manfaat yang terbaik kepada masyarakat seluas-luasnya”, uangkap Yamani dalam sambutannya (25/11).

 

#ZakatuntukPerubahan

UPDATE #2
19 Desember 2017

Rumah Yatim NTB akan Salurkan Sembako di Lombok Utara

Dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang jatuh pada tanggal 20 Desember mendatang, Rumah Yatim NTB akan menggelar kegiatan penyaluran ratusan paket sembako untuk warga prasejahtera Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini akan digelar Kamis (07/12) besok di halaman kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara.

Rumah Yatim siap menyalurkan 150 paket sembako berisi minyak goreng, mie instan, gula pasir, kecap dan teh.

Amir selaku Kepala Cabang Rumah Yatim NTB mengatakan bahwa keterlibatan Rumah Yatim di acara tersebut itu atas undangan dari pihak Dinsos provinsi NTB.

"Mohon doanya semoga kegiatan besok berjalan dengan sukses dan lancar," ujar Amir

 

UPDATE #1
19 Desember 2017

RY Jakarta Sambut Tahun Baru dengan Kantor Baru

Menyambut tahun baru 2018 yang tinggal menghitung hari, Rumah Yatim Jakarta sibuk mempersiapkan acara Launching Kantor Kas baru. Rencanannya kantor kas baru ini akan ada di Tambun Bekasi, Cawang Baru, Cipinang Jaya Raya dan Gandaria.

“Hari ini kami sedang konsen untuk pengepakan sembako yang akan disalurkan pada acara Opening Kantor Kas baru mendatang,” ujar salah seorang Relawan Rumah Yatim, Ali Ridwan (41) yang akrab disapa Bang Ali saat tengah bertugas mengepak sembako (11/12).

Kantor Kas baru ini diharapkan mampu memperluas manfaat keberadaan Rumah Yatim bagi warga sekitar, khususnya untuk para mustahik. Selain itu para donatur sekitar lokasi kantor kas baru Rumah Yatim juga lebih mudah mengakses kegiatan-kegiatan Rumah Yatim dengan berkunjung ke Kantor Kas Terdekat.

“Tujuan pengadaan kantor kas baru adalah untuk meningkatkan fasilitas pelayanan Rumah Yatim khusunya area Jakarta, yaitu bagi para donatur dan mustahik,” terang Dadan, Manajer Area Rumah Yatim Jakarta.

Dadan beserta segenap pengurus Rumah Yatim area Jakarta berharap agar Rumah Yatim menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional yang mampu mewujudkan peningkatan IPM umat dan terunggul dalam penerimaan, pengadministrasian dan penyaluran dana ZISWAHIB di Indonesia. Tentunya hal itu tak mungkin tercapai tanpa dukungan dari para donatur

Tanggal Nominal
khairun
12 Desember 2017
Rp 50.618
Hamba Allah
19 Desember 2017
Rp 25.488
aulia rio phasa
23 Desember 2017
Rp 1.000.351
Hamba Allah
23 Desember 2017
Rp 1.000.470
Hamba Allah
25 Desember 2017
Rp 25.879
Ibrahim galih akbar
29 Desember 2017
Rp 1.000.995
Usni Candra
1 Januari 2018
Rp 500.000
Hamba Allah
1 Januari 2018
Rp 200.218
Hamba Allah
1 Januari 2018
Rp 1.000.663
Hamba Allah
2 Januari 2018
Rp 25.334
Hamba Allah
3 Januari 2018
Rp 100.744
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 1.000.782
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 25.102
Hamba Allah
10 Januari 2018
Rp 25.466
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 170.000
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 170.000
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 200.752
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 25.120
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 100.336
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 100.781
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 50.856
Hamba Allah
24 Januari 2018
Rp 100.263
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 135.195
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 70.162
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 20.699
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 350.796
Hamba Allah
29 Januari 2018
Rp 100.428
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 50.300
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 100.997
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 70.180
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 30.916
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 150.909
Mustika Hayati
6 Februari 2018
Rp 500.484
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 20.287
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 100.184
Hamba Allah
9 Februari 2018
Rp 200.870
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 300.469
Hamba Allah
14 Februari 2018
Rp 200.772
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 11.590
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 50.344
Hamba Allah
23 Februari 2018
Rp 50.938
Hamba Allah
26 Februari 2018
Rp 69.000
Rachman firmansyah abdurahman
27 Februari 2018
Rp 500.217
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 200.272
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 1.000.386
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 50.471
Silvia Damayanti
2 Maret 2018
Rp 200.701
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 1.000.693
Hamba Allah
6 Maret 2018
Rp 50.456
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 50.747
Hamba Allah
14 Maret 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 500.479
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 25.563
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 250.171
Nugroho Adipramono
25 Maret 2018
Rp 100.244
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 150.405
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 150.156
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.554
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.377
bella
29 Maret 2018
Rp 5.000.718
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 50.525
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 50.629
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 50.654
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 200.863
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 50.460
Hamba Allah
5 April 2018
Rp 200.126
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 50.641
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 10.788
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 20.480
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 1.000.908
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 100.743
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 100.316
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 150.700
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 100.601
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 50.776
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 15.279
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 100.653
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 100.974
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 100.780
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 500.686
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 22.623
Hamba Allah
21 April 2018
Rp 21.261
Ardiansyah Agung Pribawa
22 April 2018
Rp 1.500.944
Hamba Allah
24 April 2018
Rp 30.838

Total donatur : 86 orang