Detail Program

Kemanusiaan

Selamatkan Masa Depan Yatim Palestina

Terkumpul
Rp 24.914.189
Target
Rp 250.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
476 hari

BERAKHIR PADA:
30 Juni 2018
Penerima Manfaat:
1.500 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
25 April 2018

Layang-layang, Mainan Anak-anak yang Membuat Tegang Israel

“Tidak kehilangan sarana”. Kalimat itulah kesimpulan dari kondisi pemuda Palestina yang dari hari kenari berinovasi, menciptakan “sarana damai” dalam menghadapi penjajah Zionis yang menyebut tentaranya sebagai “tentara yang tidak terkalahkan”.

Sebuah mainan anak-anak Palestina, benar-benar telah membuat penjajah Zionis mengalami “kebuntutan politik dan keamanan”, setelah para pemuda Palestina dari Jalur Gaza, mempropagandakan video melalui jejaring sosial, yang menjelaskan mekanisme kerja layang-layang (orang Palestina menyebutnya pesawat kertas) dan cara menerbangkannya ke arah wilayah Palestina yang diduduki penjajah Zionis Israel.

Selama 20 hari terakhir, di Jalur Gaza digelar berbagai kegiatan pawai kepulangan akbar. Dalam dua pekan terakhir, kegiatan yang paling menonjol adalan penerbangan layang-layang oleh para pemuda Palestina, yang diujung ekornya diberi bahan yang mudah terbakar.

Kelompok pemuda yang menyebut diri mereka “Ahfad Zawari” (anak cucu zawari), meluncurkan aksi membakar hutan dan lahan pertanian yang dikuasai penjajah Zionis Israel di timur Gaza.

Melalui potongan-potongan video yang mereka upload ke media sosial, “Ahfad Zawari" menyerukan berpartisipasi dalam pawai kepulangan akbar dan menyiapkan “layang-layang pembakar”, untuk menjatuhkan api di perbatasan selama sepekan ini.

Pada hari Selasa (17/4/2018) lalu, layang-layang pembakar ini berhasil membakar lahan pertanian Zionis di sekitar "Kibbutz Beeri", yang terletak tujuh kilometer di sebelah timur kamp pengungsi al-Buraij di wilayah tengah Gaza. Menurut sumber media Israel, lebih dari 100 ribu meter persegi lahan terkabar akibat layang-layang pembakar ini.

Kepada Pusat Informasi Palestina, pakar urusan militer Yusuf Syarqawi menegaskan bahwa layang-layang ini telah menciptakan teror pada jiwa para pemukim Yahudi di pinggiaran Jalur Gaza.

Syarqawi berpendapat bahwa pesan yang ingin disampaikan oleh mereka yang meluncurkan layang-layang ini telah memainkan perannya. Dia menyatakan bahwa penjajah Zionis Israel sudah unggul dalam arogansi dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.

Dia mengatakan, “Rakyat Palestina mengalahkan rasisme Israel dengan perlawanan spirit, yang itu adalah jenis perlawanan paling kuat.” Dia menegaskan bahwa penjajah Zionis menemui jalan buntu akibat pawai kepulangan akbar ini. “Pawai ini telah membuka cakrawala besar bagi kami. Issrael telah tersudut di sepuluh pojok, bukan hanya satu pojok.”

Syarqiwi mengingatkan kemungkinan penjajah Zionis melakukan aksi militer di Jalur Gaza, dengan tujuan untuk menghentikan pawai kepulangan akbar.

Hari Kamis pekan lalu, Dewan Regional Eshkol mengeluarkan peringatan keras kepada penduduk, menasihati mereka untuk waspada dalam mengantisipasi serangan-serangan api pembakar ini dari udara. "Dalam 24 jam terakhir, ada beberapa kasus layang-layang terbang dengan membawa bom Molotov dari Jalur Gaza ke wilayah kita," katanya.

Pernyataan itu menambahkan, “Semua diminta waspada dan berhati-hati, menyampaikan setiap peristiwa kebakaran yang tidak wajar di daerah tersebut.” (melayu.palinfo.com)


Deskripsi Program


Berdasarkan data dari berbagai organisasi kemanusiaan di Palestina, jumlah anak yatim yang mendiami wilayah Jalur Gaza mencapai lebih dari 25.000 jiwa. Sebuah angka yang memerlukan perhatian lebih dari berbagai pihak. Terlebih dalam

Bagi anak-anak yatim dan fakir, yang telah kehilangan sosok yang selama ini bertanggung jawab dan peduli terhadap hidup mereka. Mimpi untuk mengenyam pendidikan yang layak, kesehatan yang terpelihara, dan seluruh kebutuhan hidup yang terpenuhi, seolah terkubur seiring terkuburnya jasad orang tua mereka.

Hari demi hari yang mereka lalui harus bertaruh dengan kondisi terjajah, tertindas, pengusiran merajalela, penggusuran rumah menjadi hal biasa dan misteri pembunuhan terhadap rakyat Palestina seolah hal lumrah, dilakukan oleh para penjajah tanah Palestina.

Tidaklah mudah untuk bertahan hidup di Jalur Gaza ,jalur Gaza dengan luas hanya 367 KM persegi seluas Ibu Kota Jakarta dengan jumlah penduduk 2.000.000 jiwa, 1,5 juta jiwa hidup dibawah garis kemiskinan. Jalur Gaza tidak hanya menjadi wilayah perang, namun blokade yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, mengubahnya menjadi penjara terbesar di dunia.

Israel terus mengganggu proses belajar mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia yang penduduknya bergelar doctor (S3),hal ini dilihat dari jumlah prosentase penduduknya.

Satu lagi keunikan dan kehebatan bangsa Palestina,mereka adalah para pecinta Al Qur’an. Sejak tahun 2008 angka penghafal Quran dipalestina semakin bertambah dari angka 4.000 orang hafidz setahun kemudian telah bertambah menjadi lebih 12.000 orang termasuk anak-anak menjadi hafidz Al Qur’an. Dari jumlah itu sebagian syahid pada saat agresi militer Israel pada saat itu. Namun, meskipun agresi dilakukan tidak menyurutkan kaum Muslim Palestina untuk menjadi hafidz. Hingga saat ini ada sekitar 24.000 anak menjadi hafidz di jalur Gaza.

Melalui Program Yatim Global ,Rumah Yatim memiliki sebuah tekad untuk bisa membantu mewujudkan kualitas hidup mereka yang lebih baik, melalui program pemberian bantuan pangan dan pendidikan, Rumah Yatim berharap mereka kelak bisa menjadi sosok yang mandiri ,berpendidikan dan berkarakter sehingga bisa membangun kembali bangsanya yang terjajah.

Adapun besaran dana yang dibutuhkan bagi setiap anak Yatim Palestina untuk kebutuhan pendidikan dan pangan mereka tidak kurang dari Rp.500.000; perbulannya

 

UPDATE #25
25 April 2018

Layang-layang, Mainan Anak-anak yang Membuat Tegang Israel

“Tidak kehilangan sarana”. Kalimat itulah kesimpulan dari kondisi pemuda Palestina yang dari hari kenari berinovasi, menciptakan “sarana damai” dalam menghadapi penjajah Zionis yang menyebut tentaranya sebagai “tentara yang tidak terkalahkan”.

Sebuah mainan anak-anak Palestina, benar-benar telah membuat penjajah Zionis mengalami “kebuntutan politik dan keamanan”, setelah para pemuda Palestina dari Jalur Gaza, mempropagandakan video melalui jejaring sosial, yang menjelaskan mekanisme kerja layang-layang (orang Palestina menyebutnya pesawat kertas) dan cara menerbangkannya ke arah wilayah Palestina yang diduduki penjajah Zionis Israel.

Selama 20 hari terakhir, di Jalur Gaza digelar berbagai kegiatan pawai kepulangan akbar. Dalam dua pekan terakhir, kegiatan yang paling menonjol adalan penerbangan layang-layang oleh para pemuda Palestina, yang diujung ekornya diberi bahan yang mudah terbakar.

Kelompok pemuda yang menyebut diri mereka “Ahfad Zawari” (anak cucu zawari), meluncurkan aksi membakar hutan dan lahan pertanian yang dikuasai penjajah Zionis Israel di timur Gaza.

Melalui potongan-potongan video yang mereka upload ke media sosial, “Ahfad Zawari" menyerukan berpartisipasi dalam pawai kepulangan akbar dan menyiapkan “layang-layang pembakar”, untuk menjatuhkan api di perbatasan selama sepekan ini.

Pada hari Selasa (17/4/2018) lalu, layang-layang pembakar ini berhasil membakar lahan pertanian Zionis di sekitar "Kibbutz Beeri", yang terletak tujuh kilometer di sebelah timur kamp pengungsi al-Buraij di wilayah tengah Gaza. Menurut sumber media Israel, lebih dari 100 ribu meter persegi lahan terkabar akibat layang-layang pembakar ini.

Kepada Pusat Informasi Palestina, pakar urusan militer Yusuf Syarqawi menegaskan bahwa layang-layang ini telah menciptakan teror pada jiwa para pemukim Yahudi di pinggiaran Jalur Gaza.

Syarqawi berpendapat bahwa pesan yang ingin disampaikan oleh mereka yang meluncurkan layang-layang ini telah memainkan perannya. Dia menyatakan bahwa penjajah Zionis Israel sudah unggul dalam arogansi dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.

Dia mengatakan, “Rakyat Palestina mengalahkan rasisme Israel dengan perlawanan spirit, yang itu adalah jenis perlawanan paling kuat.” Dia menegaskan bahwa penjajah Zionis menemui jalan buntu akibat pawai kepulangan akbar ini. “Pawai ini telah membuka cakrawala besar bagi kami. Issrael telah tersudut di sepuluh pojok, bukan hanya satu pojok.”

Syarqiwi mengingatkan kemungkinan penjajah Zionis melakukan aksi militer di Jalur Gaza, dengan tujuan untuk menghentikan pawai kepulangan akbar.

Hari Kamis pekan lalu, Dewan Regional Eshkol mengeluarkan peringatan keras kepada penduduk, menasihati mereka untuk waspada dalam mengantisipasi serangan-serangan api pembakar ini dari udara. "Dalam 24 jam terakhir, ada beberapa kasus layang-layang terbang dengan membawa bom Molotov dari Jalur Gaza ke wilayah kita," katanya.

Pernyataan itu menambahkan, “Semua diminta waspada dan berhati-hati, menyampaikan setiap peristiwa kebakaran yang tidak wajar di daerah tersebut.” (melayu.palinfo.com)

UPDATE #24
14 April 2018

Suhu Gaza 4°C RY Berikan 155 Selimut Tebal

Sudah lebih dari 11 tahun lamanya Jalur Gaza di blokade oleh Zionis Israel pasca peperangan yang terjadi pada tahun 2004 lalu. Tidak sedikit dari rumah warga Gaza yang telah rata dengan tanah. Hingga saat ini pun sebagian warga yang rumahnya telah hancur hidup mengandalkan sisa puing bangunan untuk dijadikan tempat tinggal dengan berdinding seng dan berlantai tanah serta atap yang tertutup daun kurma atau seng tua yang telah berkarat.

Karena blokade ini pun hingga kini mayoritas penduduk Gaza hidup dibawah garis kemiskinan hingga mencapai 80% dari jumlah populasi warga Gaza yang berjumlah lebih dari 2.060.000 jiwa. Penderitaan yang mereka alami membuat Rumah Yatim tergerak untuk membantu dengan melakukan penggalangan dana. Antusiasme warga masyarakat Indonesia terhadap masyarakat Palestina khususnya anak Yatim begitu tinggi. Hingga akhirnya dana yang terkumpul bisa sedikit membantu mereka disana. Dengan bekerjasama dengan Yayasan Nusantara Palestina Center, Rumah Yatim menyalurkan bantuan pada Kamis (05/04).

Ada 4 program bantuan yang diberikan, salah satunya adalah pemberian selimut hangat bagi 155 keluarga miskin dan yatim piatu di berbgai wilayah di Jalur Gaza. Tujuan bantuan selimut hangat ini adalh untuk mendukung para penerima manfaat dengaan dua lapisan selimut tebal dengan berat mencapai 5 Kg agar dapat menghangatkan mereka dan juga anak-anak mereka di musim dingin ini. Menurut Umat, salah satu relawan yang berasal dari Alsaabil Welfare House Palestina kegiatan ini berjalan sangat lancar.

"Respon dari masyarakat pun begitu luar biasa, mereka sangat senang dan berterimakasih karena 1 selimut bisa menuutupi 4 anak yatim saat mereka tidur.", ucap Umat.

Kegiatan penyaluran yang pas saat musim dingin yang sedang berlangsug disana mendapat sambutan dari saah satu anak yatim yang menerima manfaat ini. Muhammad Ulwan, anak laki-laki yang berasal dari Jabalia, Gaza Utara pun merasa senang.

"Saya anak Palestina di Gaza hari ini merasa sangat bahagia karena saya mendapat hadiah dari saudara jauh saya yaitu masyarakat Indonesia. Terimakasih atas kepedulian kalian kepada kami terutama anak yatim. Terimakasih juga kepada Yayasan Rumah Yatim Arrohman Indonesia.", ucap Muhammad.

UPDATE #23
12 April 2018

Musim Dingin Melanda Rumah Yatim Beri Pakaian Hangat 50 Anak Yatim Gaza

Banyak anak-anak Palestina yang menjadi yatim dan di Jalur Gaza saat ini hidup dibawah garis kemiskinan dan juga berasal dari keluarga dhuafa. Anak-anak Yatim ini tersebar di lima titik wilayah, yaitu Gaza Tengah, Gaza City, Gaza Timur, Gaza Utara dan Gaza Selatan. Mereka harus bertahan hidup di segala keterbatasan yang harus mereka hadapi akibat dari pemblokadean yang dilakukan oleh Zionis Israel. Mereka tinggal bersama sanak saudara, neneknya atau pamannya yang masih hidup dan masih memiliki tempat tinggal. Berbeda dengan anak Yatim yang sudah tidak mempunyai satupun keluarga, mereka tak punya pilihan lain selain tinggal di area pengungsian.

Musim dingin sedang melanda Jalur Gaza, saat ini sedang berada di puncak dingin yang luar biasa dan berubah menjadi cuaca ekstrim dengan suhu yang mencapai dibawah 4°C bahkan hingga mencapai 0°C. Hal ini kemudian yang menjadi alasan Rumah Yatim dalam penyaluran bantuan sejumlah 50 paket pakaian musim dingin untuk 50 anak yatim guna membantu mereka agar tetap hangat saat musm dingin dan menjelang awal musim semi. Satu paket terdiri dari jaket, celana panjang, blus dan sepasang sepatu baru. Penyaluran ini diadakan di 2 titik yaitu Madrasah Banin Fatimaah di kota Jabalia dan di pemukiman kumuh Qoryah Badawi di Zaitun, Gaza Selatan.

Anak-anak yatim begitu bahagia saat menerima hadiah berupa bantuan dari Rumah Yatim dan masyarakat Indonesia, karena bisa dikatakan mereka hampir tidak pernah mendapat hadiah seperti ini. Acara yang di adakan Kamis, (05/04) ini berlangsung lancar dan dibantu para relawan dari lembaaga kemanusiaan di Gaza yang bernama Alsabil Welfare House Gaza Palestina.

"Kegiatan ini berlangsung lancar, meskipun tadi tidak sedikit warga dhuafa sekitar yang mendatangi lokasi penyaluran akan tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa.", ujar Omar Najjar, salah satu relawan yang ikut membantu.

Masih ada 24.000 anak yatim di Jalur Gaza yang memerlukan bantuan dari kita. Rumah Yatim tak akan pernah bosan untuk mengajak para donatur dan masyarakat Indonesia untuk selalu mengukir senyuman indah mereka.

UPDATE #22
11 April 2018

Penyaluran 4 Bantuan Program untuk Dhuafa dan Yatim di Gaza

Rumah Yatim Arrohman Indonesia menyalurkan bantuan untuk Yatim dan warga miskin Di Jalur Gaza, Kamis (05/04). Kegiatan penyaluran ini diadakan di dua tempat, yaitu di Madrasah Banin Fatimah tepatnya di kota Jabalia dan satu tempat lagi di pemukiman kumuh yang bernama Qoryah Badawi di Zaitun, Gaza Selatan. Penyaluran ini dilakukan melalui bantuan Yayasan Nusantara Palestina Center. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerjasama antara Rumah Yatim dan Yayasan Nusantara Palestina Center yang di didirikan oleh Abdillah Onim.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Bang Onim, sapaan akrabnya, menjadi pembicara di Seminar yang diadakan Rumah Yatim, Sabtu (17/03) lalu. Saat kunjungannya ke kota Bandung, Rumah Yatim pun menyerahkan bantuan yang berasal dari donasi masyarakat Indonesia yang ditujukan untuk membantu anak yatim dan dhuafa di Jalur Gaza yang memang sedang mengalami situasi sulit akibat pemblokiran yang dilakukan oleh Israel lebih dari 11 tahun.

Ada 4 bantuan program yang diberikan oleh Rumah Yatim melalui Yayasan Nusantara Palestina Center, yaitu di antaranya penyaluran 50 paket pakaian musim dingin untuk 50 anak Yatim, 155 selimut hangat kepada 155 yatim dan keluarga dhuafa, penyediaan obat-obatan di Pusat Layanan Kesehatan Jabalia, dan yang keempatnya adalah pengeboran sumur/sumber air baru di daerah sekitar Masjid Hamed Abu Sitta, kota Khanyounis daerah selatan Jalur Gaza yang nantinya Insyaa Allah sekitar 5000 orang akan merasakan manfaat dari air yang diekstraksi dari sumur tersebut.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini adalah Rumah Yatim dan masyarakat Indonesia dapat membantu meringankan beban anak yatim dan keluarga dhuafa di Jalur Gaza agar bisa hidup dalam kondisi hangat di tengah musim dingin yang suhunya mencapai 4° C bahkan bisa mencapai 0°C apabila suhu cuaca sedang ekstrem. Total penerima manfaat yang ditargetkan dalam kegiatan ini sekitar 5365 warga miskin dan yatim di Jalur Gaza. Salah satu relawan yang membantu penyaluran bernama Omar Najjar (32), berasal dari kota Jabalia menuturkan acara kegiatan berlangsung lancar.
“Kegiatan berlangsung lancar, meskipun tidak sedikit dari keluarga fakir yang mendatangi lokasi tempat penyaluran akan tetapi mereka tidak mendapat bagian.”, ucap Omar.

Hal ini membuktikan bahwa masih banyak lagi keluarga dhuafa dan yatim yang berada di Jalur Gaza sana yang membutuhkan bantuan dari semua pihak. Dan Rumah Yatim tidak akan pernah bosan untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam menyukseskan program-program untuk keluarga kita di Jalur Gaza sana. Anak-anak Gaza pun menyambut bantuan ini dengan begitu bahagia. Karena bagi mereka pakaian hangat baru hampir tidak bisa mereka dapatkan secara gratis , kecuali saaat hari raya dan itupun bantuan dari Negara pendonor termasuk dari Indonesia.

“Ayahku gugur saat terjadi gempuran Israel di Gaza tahun 2014. Alhamdulillah saya seperti mempunyai pengganti dari ayah saya dengan adanya hadiah berupa pakaian hangat dari saudara saya di Indonesia, terimakasih Indonesia.”, ucap Muhammad, salah satu anak yatim yang merupakan seorang hafidz Qur’an yang saat ini berusia 14 tahun saat dia dipersilahkan memilih paket pakaian musim dingin.

UPDATE #21
9 April 2018

11 Tim Medis Terluka Akibat Tindakan Represif Israel di Timur Gaza

Kementrian Kesehatan Palestina mengecam kebijakan pasukan penjajah Zionis yang dilakukan secara sistematis menyerang tim kesehatan di lapangan dengan tujuan untuk menghalangi mereka mengeveluasi korban luka dalam aksi represif yang dilakukan pasukan penjajah Zionis terhadap para demonstran pawai kelangan raya “Great Rerurn Macrh” di perbatasan timur Jalur Gaza.

Juru bicara Kementrian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, Asyraf Qudrah, dalam pernyataan pers hari Sabtu (7/4/2018) mengatakan, “Serangan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis menyebabkan 3 anggota tim medis terluka tembak dan 8 lainnya mengalama sesak nafas akibat tertembak gas air mata.

Dia menyebutkan, dua mobil ambulan untuk pelayanan medis mengalami kerusakan. Dia meminta masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan memberikan perlindungan penuh kepada tim medis dan unit penyelamat sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional dan perjanjian Jenewa IV.

Sebanyak 31 warga gugur, termasuk 3 orang bocah dan lebih dari 2850 lainnya terluka sejak awal aksi pawai “Great Rerurn Macrh” 30 Maret lalu. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #20
5 April 2018

Israel Tangkap 2 Anak Palestina dan Serbu Sejumlah Rumah

Tentara Zionis menyerbu sejumlah wilayah di Tepi Barat dan menggelar penggeledahan terhadap sejumlah rumah. Mereka kembali menyerbu distrik Awarta, sebelah selatan Nablus, utara Tepi Barat. Mereka juga menutup jalan utama dan menyerbu sejumlah wilayah di Hebron selatan.

Ali Luluh asal disrtik Awarta melaporkan, patrol Zionis sebagaimana biasa berkeliling di sekitar Awarta, menggeledah sejumlah rumah dan mencatat penghuninya.

Sejak tengah malam tadi tentara Zionis menyerbu distrik bersamaan dengan patrol rombongan pertama mulai dari Sahal Barat lalu Harah timur, Awarta.

Pasukan yang terdiri dari 10 jeep militer menyerbu Harah Rajbi dan melakukan penggeledahan terhadap sejumlah rumah Muhammad Hasan Awad, Sya’ban Gaits, Kholid Hanafi dan Hamdi Wazur.

Mereka juga menangkap dua bocah dibawah umur, masing-masing Anas Sholah Masaid (13 tahun) dan Muhammad Sholah masaid (14 tahun) adik kakak dari Kamp pengungsian Ayedah, utara Betlehem, selatan Tepi Barat. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #19
3 April 2018

Di Perbatasan Gaza, yang Dilihat Mata Hanya Kepungan

Di iringi senandung lirik syair kepulangan, seorang pemuda bernama Muhammad Madhi berusia 24 tahun mendekati pagar perbatasan di timur Jalur Gaza dengan sepeda motor, yang sudah dilengkapi dengan speaker yang dipasang di punggungnya, mengelilingi zona isolasi dari utara ke selatan sambil mengibarkan bendera Palestina. Dia manantang ancaman yang dilakukan pasukan penjajah Zionis siang dan malam yang mengancam setiap orang Palestina yang mendekati perbatasan.

Sebelum dimulai aksi damai pawai kepulangan rakyat di perbatasan Jalur Gaza, puluhan warga mulai dari laki-laki dan perempuan, anak-anak hingga orang tua, sudang berbondong-bondong mendatangi lima titik yang sudah disiapkan oleh Komite Tinggi Koordinasi Pawai Hak Kembali di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza.

Meskipun berulang kali penjajah Zionis melontarkan ancaman dan berusaha menyerang sejumlah titik di perbatasan dengan meriam dan tembakan senjata, namun semua itu tidak membuat takut dan ragu orang-orang Palestina untuk mendekati pagar perbatasan untuk menggelar aksi besar di sana.

Meskipun Komite Tinggi Koordinasi Pawai Hak Kembali dengan terang dan jelas menegaskan bahwa aksi ini adalah aksi damai semata, namun penjajah Zionis terus berusaha menyeret warga kepada kekerasan dengan ancaman dan menempatkan para penembak jitunya. Mereka juga menyerukan pemukim Yahudi di sekitar Jalur Gaza untuk mempersenjatai diri.

Penjajah Zionis juga memperkuat pasukannya di perbatasan Jalur Gaza. Bahkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Gadi Eizenkot mengatakan, “Para tentara akan menembak setiap orang Palestina yang mendekati perbatasan dan menjadi ancaman.”

Dia menambahkan, “Kami telah menempatkan ratusan sniper yang telah kami pilih dari semua kesatuan militer, terutama dari unit sniper. Mereka memiliki izin menembak untuk menghadapi ancaman yang mematikan.”

“Kami baru pulang ke negeri kami bukan untuk mati.”, demikian kalimat yang diungkapkan seorang nenek, Hajah Ummu Shafi, kepada Pusat Informasi Palestina, saat ditanya soal aksinya yang mendekati perbatasan timur Jalur Gaza, yang bisa mengancam nyawanya dan nyawa anak cucunya.

Nenek berusia 70-an tahun ini mengenakan pakaian Palestina bersulam dengan selandang putih yang menutupi kepalanya, yang menjadi pakaian khas wanita-wanita Palestina sebelum terjadi Nakbah tahun 1948. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak mengkhawatirkan soal nyawa. “Tanah ini sama dengan nyawa. Namun yang ingin kami katakan kepada dunia adalah bahwa kami harus kembali ke negeri kami, kami harus kembali ke tanah kami, dan kami tidak harus memerangi mereka dan mereka tidak harus memerangi kami.”

Namun nyatanya, aksi damai ini berakhir dengan pembantaian yang dilakukan pasukan penjajah Zionis pada Jum’at (30/3/2018) lalu terhadap sejumlah peserta pawai. Sekitar 17 orang peserta pawai gugur dan 1500 lainnya terluka akibat kekerasan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis di perbatasan timur Jalur Gaza. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #18
30 Maret 2018

Israel Tangkap 2 Anak dengan Dalih Melempari Batu ke Jalan

Pasukan penjajah Zionis pada hari Kamis (29/3/2018) menangkap dua anak lelaki bersaudara Amir Abu Ramila (8) dan Hatim Abu Ramila (10) dari rumah mereka di kampung Bet Hanina, wilayah utara al-Quds.

Otoritas penjajah Zionis mengklaim bahwa penangkapan terhadap kedua anak yang masih di bawah umur tersebut dilakukan karena keduanya melempari batu ke jalan nomor 20 di utara al-Quds.

Sebelumnya pasukan penjajah Zionis menangkap seorang anak bernama Muhammad Majdi Athiyah dari Isawiya di tengah kota al-Quds, sebagai bagian dari operasi penangkapan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis terhadap 22 warga di seluruh wilayah propinsi Tepi Barat, termasuk al-Quds, pada Kamis pagi. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #17
29 Maret 2018

Warga Palestina Terluka Ditembak Israel di Timur Gaza

Seorang warga Palestina pada Rabu (28/3/2018) malam terluka ditembak pasukan penjajah Zionis di timur Gaza.

Jurubicara kementrian kesehatan Palestina di Jalur Gaza, Asyraf Qudrah menyebutkan bahwa seorang warga terluka setelah terkena tembak di kakinya olah pasukan penjajah Zionis di timur Gaza.

Semalam, pasukan penjajah Zionis melancarkan serangan tembakan otomatis beberapa kali ke wilayah pertanian dan kerumunan pemuda Palestina di timur Jalur Gaza.

Di saat yang sama, sedang berlangsung kegiatan pemasangan tenda untuk persiapan aksi pawai hak kembali pada 30 Maret mendatang, dalam rangka perinatan hari bumi.

Sebelumnya, pasukan artileri penjajah Zionis melancarkan gempuran ke sejumlah titik perlawanan di wilayah timur kota Gaza. Dua meriam ditembakan ke dua titik perlawanan di timur kampung Zaitun di kota Gaza.

Badan Tinggi Nasional untuk Pawai Hak Kembali dan Pembebasan Blokade menegaskan bahwa aksi kekerasan penjajah Zionis ke Jalur Gaza tidak akan membuat gentar peserta aksi pawai hak kembali, mereka tidak akan bisa meneror rakyat Palestina. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #16
23 Maret 2018

Sejak Deklarasi Trump Israel Tangkap 562 Anak Palestina

Badan Urusan Tawanan Palestina serta mantan tawanan yang telah bebas mendokumentasikan penangkapan yang dilakukan tentara Zionis terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds sejak dideklarasikannya pengakuan Donald Trump, presiden Amerika terhadap Al-Quds sebagai ibu kota Israel atau tepatnya sejak tiga bulan setengah lalu.

Pemerintah Israel masih terus memperluas aksi penangkapannya terhadap anak-anak Palestina sepanjang tahun penjajahan. Mereka telah meningkatkan intensitas penangkapan di kawasan Tepi Barat dan Al Quds selama tiga bulan kemarin. Tercatat 562 anak-anak  ditangkap Zionis sejak deklarasi Trum pada awal Desember tahun lalu.

Sejak deklarasi Trump, jumlah tawanan anak-anak Palestina yang ditangkap serdadu Zionis mencapai 25% dari jumlah keseluruhan tawanan Palestina. Tentara Zionis melakukan aksinya ini dengan penuh kesenangan dan kenikmatan tersendiri bagi mereka. Mereka akan segera memproses anak-anak tersebut dan langsung menjebloskanya ke dalam penjara tanpa kecuali dan dalam tempo yang secepatnya. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #15
20 Maret 2018

Israel Gelar Penangkapan Rutin Di Tepi Barat

Pasukan Israel melakukan penangkapan rutin setiap hari di sejumlah kota dan kawasan Tepi Barat terjajah, Selasa (13/3), dan eskalasinya meningkat sejak deklarasi Amerika mengakui al-Quds sebagai ibukota negara Israel.

Sumber di internal Israel menyebutkan, pasukan Israel menangkap 9 warga Palestina dari sejumlah kawasan Tepi Barat, termasuk seorang mahasiswi fakultas komunikasi Universitas An Najah di Nablus, Ala Marshud (21), setelah melakukan pemanggilan interogasi di kantor intelijen zionis, kemarin sore.

Sementara 4 warga lainnya ditangkap dari kota Hebron dan Bet Kahel, Selatan Tepi Barat.

Menurut sumber di lapangan, pasukan Israel dalam jumlah besar menyerbu kawasan al Basho dan kampus Hebron, kemudian menangkap Muslim al Qawasimi, Hafiz Hisyam Sharif dan membawa keduanya ke penjara Ezion, Utara Hebron.

Pasukan Israel menyerbu kota Bet Kahel, Hebron Barat, dan menangkap mahasiswa kampus Hebron, Lais Ashafira dan Ubaidah Isa Ashafira.

Sementara itu seorang pemuda Palestina mengalami luka-luka, Selasa (13/3) akibat tembakan pasukan Israel, dan 3 orang lainnya ditangkap dalam serbuan ke Nablus, Utara Tepi Barat.

Sumber di lapangan menyebutkan, pasukan Israel menyerbu kawasan Ashira Utara, Nablus Utara, dan menangkap syekh Dhirar Hamadana (57) usai menggerebeg rumahnya, beliau merupakan eks tawanan dan salah satu dari tokoh Palestina yang dideportasi ke Maraj Zuhur tahun 1992.

Serbuan lainnya dilancarkan Israel ke kamp Askar Jadid, Timur Nablus, dan menggerbeg sejumlah rumah, kemudian menangkap dua pemuda Palestina, Adil Qarawi dan Muntasir Arayisya.

Bentrokan sengit berlangsung antara puluhan pemuda melawan pasukan Israel di kawasan Maslakh dekat kamp Askar, pasukan Israel menembaki para pemuda dengan peluru tajam, peluru karet dan gas air mata, seorang pemuda mengalami luka tembak di bagian paha. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #14
18 Maret 2018

Rumah Yatim Serahkan Bantuan untuk Yatim Palestina

Direktur Utama Rumah Yatim Nugroho.  B. Wismono menyerahkan santunan sebanyak 187 juta rupiah kepada Abdillah Onim atau yang akrab disapa Bang Onim. Ia merupakan Aktivis Indonesia untuk Palestina selaku pendiri Yayasan Nusantara Palestina. 

Bantuan ini dari donasi masyarakat Indonesia yang ditujukan untuk membantu anak yatim Palestina di Jalur Gaza yang sedang mengalami situasi sulit dikarenakan wilayah mereka telah di blokade Israel lebih dari 11 tahun.

"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya. Begitu juga dengan kami dari Rumah Yatim dan para donatur turut merasakan duka yang sedang dialami saudara kita di Palestina. Semoga saudara di sana diberikan kekuatan dan kesabaran. Semoga bantuan ini bermanfaat, salam dari Rumah Yatim dan para donatur untuk saudara di Palestina," ungkap Nugroho, Sabtu (17/3).

Bantuan ini diterima Abdullah Onim dengan suka cita. Bang Onim mengungkapkan bantuan ini akan digunakan untuk program sumur, selimut, dan pangan. "Alhamdulillah jazakallah kepada Rumah Yatim dan masyarakat Indonesia yang peduli kepada masyarakat Palestina, insyaAllah bantuan ini akan kami salurkan kepada saudara kita di Palestina. Semoga Allah memberkahi Rumah Yatim dan para donatur.  Kami akan sampaikan salam ini kepada saudara kita di Palestina," tutur Bang Onim.


#savePalestina
#yatimPalestina

UPDATE #13
12 Maret 2018

Hak Anak Palestina untuk Sekolah Dihadang Oleh Senjata Zionis

Ratusan pelajar desa Laban Syarqiyah sempat mengalami langsung kekejaman tentara zionis Israael. Kejadiannya yang berlangsung 2 pekan lalu ini bermula saat para pelajar dikejutkan oleh puluhan serdadu penjajah Zionis yang menghadang jalan mereka, pada saat mereka berangkat ke sekolah. Pasukan penjajah Zionis melarang mereka sampai ke sekolah atas keputusan Zionis pada hari itu.

Penjajah Zionis beralasan bahwa keputusan tersebut diambil karena kendaraan-kendaraan pemukim Yahudi diserang batu. Namun hal ini dibantah oleh dinas pendidikan di Nablus dan menilai bahwa tujuan penjajah Zionis adalah mendeportasi tiga sekolah menengah atas di daerah tersebut untuk keperluan permukiman Yahudi.

Tapi para pelajar berdiri dengan santai di depan tentara penjajah Zionis, dengan bersenjatakan cinta mereka kepada ilmu dan tas sekolah. Sementara itu pasukan penjajah Zionis mulai mendorong para pelajar untuk kembali dan mulai menembakkan bom suara ke arah para pelajar.

Salah seorang pelajar dari sekolah SMU Al-Laban, Ubadah Uweis, kepada koresponden Pusat Informasi Palestina menyatakan, "Tentara penjajah Zionis menghentikan saya untuk berangkat ke sekolah dan menyuruh saya untuk kembali atau mereka akan menangkap saya." Dia menambahkan, “Penjajah Zionis mengklaim bahwa kami melempar batu ke kendaraannya. Ini adalah sebuah kebohongan. Mereka mencoba untuk menyerang kehidupan pendidikan kami. Apalagi kami ini murid di semester akhir SMU. Namun kami bertekad untuk melanjutkan apapun yang telah dilakukan penjajah Zionis." (melayu.palinfo.com)

UPDATE #12
10 Maret 2018

Tentara Israel Tembak Mata Seorang Anak Palestina

Seorang bocah Palestina berusia 14 tahun mengalami kebutaan pada salah satu bola matanya setelah ditembak seorang tentara Israel. Bocah bernama Mohammed Nubani ditembak dengan peluru logam berlapis karet pada 9 Februari lalu. Nubani ditembak ketika tentara Israel menangani sekelompok demonstran Palestina tak bersenjata di dekat Ramallah. Nubani ditembak saat tentara Israel bertindak keras terhadap beberapa lusin bocah Palestina yang demo dengan melempar batu ke sebuah taman bermain. Peluru logam berlapis karet dan gas air mata digunakan tentara Israel pada saat itu.

Nubani kemudian dievakuasi oleh teman-temannya. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Rafidia di Nablus dengan ambulans. Bocah itu juga menerima perawatan lebih lanjut di St. John of Jerusalem Eye Hospital di Yerusalem Timur. Namun, tindakan medis tambahan ini tidak mungkin untuk menyelamatkan salah satu mata Nubani yang diterjang peluru.

Keluarga korban sedih memikirkan masa depan bocah itu tanpa penglihatan yang lengkap. Nubani selalu ingin menangis ketika ditanya ibunya terkait kelanjutan sekolahnya dengan kondisinya yang sekarang.

”Kami harus pergi ke sekolah, kamu sudah ketinggalan banyak materi,” kata Nibin, ibu korban. Ayahnya tak kuasa berbicara melihat kondisi Nubani. Dia memilih untuk diam.

”Saya berdiri di sana dan tiba-tiba saya merasakan sesuatu menghantam wajah saya dengan keras. Saya tidak berteriak, saya tidak menangis, tapi sangat menyakitkan,” kata Nubani menceritakan kejadian yang menghilangkan salah satu matanya.

Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel kepada Haaretz menyampaikan komentar atas kejadian yang dialami bocah Palestina tersebut.

”Pada tanggal 9 Februari 2018, terjadi gangguan publik di Lingkaran Ayosh, di dalam lingkup Divisi Binyamin. Pasukan mengambil tindakan untuk membubarkan demonstrasi tersebut. Kami tidak mengetahui adanya klaim seorang warga Palestina yang terluka. Jika informasi tambahan diterima, maka akan diperiksa secara mendalam,” kata pihak IDF yang dilansir semalam (9/3). (sindonews.com)

UPDATE #11
9 Maret 2018

Seorang Anak Terluka setelah Dikejar-kejar Pasukan Israel di Hebron

Seorang anak Palestina terluka setelah dikejar dan diburu pasukan penjajah Zionis di daerah selatan kota Hebron, wilayah selatan Tepi Barat, Kamis (8/3/2018) petang.

Sumber-sumber medis Palestina di rumah sakit pemerintah Aliyah mengatakan, seorang bocah bernama Khaled Golani berusia 12 tahun terluka setelah terjadi saat dikejar dari diburu pasukan penjajah Zionis.

Akibat aksi brutal pasukan penjajah Zionis ini, korban menderita patah tulang di tangan kiri, pergelangan kakinya retak, dan mengalami luka di wajah. (melayu.palinfo.com)

UPDATE #10
7 Maret 2018

Gerbang Besi Israel Ancam Nyawa 10 Ribu Palestina di al-Fawar

Melalui jalur pertanian yang sulit dan penuh rintangan, menembus lahan-lahan pertanian dan rumah-rumah yang sudah ditinggalkan penghuninya di timur kamp pengungsi Palestina al-Fawar di wilayah selatan Tepi Barat, sebuah gerobak yang dikhususkan untuk mengangkut kotak-kotak sayuran, di tarik seekor kuda. Di dalamnya duduk seorang nenek berusia 74 tahun, Hj. Hasnah Balashi. Yang telah divonis gagal ginjal sejak beberapa bulan yang lalu. Tiap tiga hari sekali harus melakukan cuci darah di rumah sakit pemerintah di kota Hebron, wilayah selatan Tepi Barat.

Gerobak primitif ini membawa nenek Hasnah sampai ke mobil ambulan yang berhenti di gerbang kamp pengungsi Palestina al-Fawar, yang tidak bisa masuk ke dalam kamp karena ditutup gerbang besi sejak 9 hari lalu oleh pasukan penjajah Zionis.

Penutupan Gerbang

Sepuluh ribu jiwa terblokir di dalam kamp pengungsi al-Fawar. Mereka tidak boleh keluar atau masuk kecuali dengan jalan kaki. Karena seluruh gerbang resmi ditutup dengan gerbang-gerbang besi bagi lalu lintas mobil dan bus atas perintah komandan tentara penjajah Zionis Israel. Hal ini dilakukan sebagai bentuk hukuman bagi penduduk kamp pengungsi al-Fawar yang melempari mobil-mobil militer dan mobil-mobil para pemukim Yahudi dengan Batu dan botol kosong.

Pasukan penjajah Zionis menduduh para pemuda intifadhah dari kamp pengungsi al-Fawar mencopot dan merusak kamera pengawas keamanan yang dipasang di tiang-tiang listrik, tiang telepon dan yang dipasang di gerbang kamp.

Ketua Komite Rakyat di Kamp Pengungsi al-Fawar, Afif Ghattasha, menyatakan bahwa aksi penudupan kamp pengungsi al-Fawar bagi mobil dan bus telah menyebabkan kebingungan warga, membuat kacau dan mengganggu aktivitas warga.

Penderitaan Warga

Ghattasha menambahkan, “Ada ribuan pegawai pemerintah, para guru, pelajar/mahasiswa, para pekerja/buruh, para pedagang dan para pasien, terutama mereka yang memiliki penyakit kronis seperti ginjal dan kanker, tidak bisa keluar atau masuk kamp pengungsi al-Fawar dengan menggunakan mobil karena penutupan ini. Mobil ambulan juga tidak boleh masuk ke dalam kamp untuk mengungkut mereka.”

Lebih lanjut Ghattasha mengatakan, “Transportasi untuk mengangkut kasus-kasus warga yang sakit atau melahirkan serta mereka para pasien gagal ginjal diangkut melalui jalan pertanian yang sangat sulit dan berat. Sebabnya adalah karena penjajah Zionis menutup kamp pengungsi al-Fawar dengan gerbang-gerbang besi.”

Ghattasha menyerukan kepada Badan Bantuan dan Pemberdayaan PBB untuk Pengungsi Pelestina (UNRWA), organisasi Palang Merah Internasional, lembaga-lembaga HAM dan Otoritas Palestina untuk bekerja serius dan sungguh-sungguh menekan negara penjajah Zionis agar menghentikan hukuman kolektif yang diberlakukan terhadap penduduk kamp pengungsi al-Fawar di selatan Tepi Barat. (www.melayu.palinfo.com)

UPDATE #9
26 Februari 2018

Teriakan Terakhir pada Kampanye "Selamatkan GAZA"

Minggu (25/02) kemarin di Gaza, di gelar demo yang diikuti puluhan keluarga miskin dan dan korban blockade yang berkumpul di sekitar reflika makam (kuburan tiruan) sebagai symbol dari para korban yang telah gugur sejak 11 tahun yang lalu.

Koordinator komunitas lembaga social Jalur Gaza, Ahmad Kurdi, Minggu (25/2) mengatakan, blockade Israel yang diterapkan pada Gaza sejak tahun 2006 telah menyebabkan wafatnya 1000 korban. Diantaranya anak-anak, wanita dan orang tua karena habisnya obat-obatan bagi mereka.

Ia mengatakan, hingga saat ini mendekati 1000 an orang telah meninggal akibat blockade. Lima bayi yang mendapatkan perawatan di inkubasi beberapa hari kemarin wafat akibat tidak adanya obat-obatan yang layak bagi mereka.

Para demonstran mengusung spanduk dan slogan-slogan yang menyerukan dunia internasional agar segera bertindak menyelamatkan warga Gaza dari kepunahan. Sementara yang lain meminta gerakan cepat untuk segera menghentikan bencana yang luar biasa mencakup segala aspek kehidupan di Gaza.

Kurdi mengatakan, dari sisi kemanusiaan dimana penduduk Gaza tinggal saat ini telah mencapai kondisi yang sangat memprihatinkan, sehingga kami meluncurkan kampanye “selamatkan Gaza”. Kami menyeru setiap orang yang masih punya nurani. Sampai kapan kita menunggu, berapa banyak lagi korban yang harus jatuh hingga kita bergerak?

Ia mengkhawatirkan, akibat kondisi Gaza yang terus memburuk, maka kondisi kesehatanpun bisa tumbang. Penderitaan masih terus berlangsung. Obat-obatan terus berkurang peralatan medis semakin menipis, para pekerja kebersihan mogok, termasuk makanan bagi orang sakit dan perpindahan medis menyebabkan 450 bayi meninggal. Sebanyak 57 bayi meninggal tahun lalu.

Listrik Gaza padam, warga menggunakan lilin, hingga terjadi kebakaran, puluhan orang pun menjadi korban. Jumlah orang miskin di Gaza mencapai 80 %. Jumlah korban dalam rangka mencari kehidupan yang layak mencapai 350 orang. Diantara mereka ada yang tenggelam di laut atau meninggal di ladang pertanian karena ditembak tentara Zionis.

Al-Kurdi menambahkan, apakah tidak cukup 1000 korban sejak dimulainya blockade, apakah kita akan menggu lagi hingga Gaza meledak. Akan tetapi jika meledak, maka tentu yang paling pertama mendapatkan ledakanya adalah Israel. Karena merekalah yang menyebabkan mereka terusir.

Berapa lama lagi masyarakat dunia menunggu korban hingga mereka mau membebaskan Gaza dari blockade. (melayu.palinfo.com)

 

#SaveGAZA

UPDATE #8
21 Februari 2018

Larangan "Azan Tanpa Pengeras Suara" di Palestina

Kabar duka dan menggetarkan hati datang dari saudara kita di Palestina. Ini tentang larangan "Azan Tanpa Pengeras Suara" yang di rekomendasikan oleh Komite hukum pemerintah Israel. Aturan ini membolehkan polisi Israel menyerbu masjid dan menyita pengeras suara, jika digunakan untuk mengumandangkan azan, atau digunakan sejak tengah malam sampai waktu menjelang subuh.

Rekomendasi dari kementerian ini akan dibahas kembali oleh komite undang-undang Israel, selanjutnya dilakukan voting pada rapat paripurna. Di samping ijin bagi polisi menyerbu masjid, juga ditetapkan denda bagi yang melanggar aturan, mengumandangkan azan dengan pengeras suara, yaitu sebesar 10 ribu shekel atau bila di rupiahkan sebesar Rp. 38.838.481,58.

RUU yang diajukan anggota parlemen di Israel ini melarang penggunaan pengeras suara atau mengumandangkan azan menggunakan pengeras suara di masjid, antara jam 11 malam sampai jam 7 pagi. Ada juga anggota parlemen yang bahkan melarang kumandangnya azan secara total, dan melarang menggunakan pengeras suara di masjid.

Bisa dibayangkan bagaimana keadaan saudara kita di Palestina saat ini. Ditengah keterbatasan dibidang ekonomi, kesehatan, sandang, pangan bahkan pendidikan saat ini akibat dari pemblokiran yang dilakukan rezim Israel mereka pun dihadapkan dengan satu ketentuan yang amat mencengangkan. Dengan ini jelaslah bahwa hak mereka sebagai manusia untuk bisa bebas dan merdeka dalam hal apapun telah terenggut. Untuk makanan dan minuman saat ini yang mereka dapatkan dari bantuan dan donasi dari seluruh dunia. Bagaimana mereka bisa membayar 10 ribu shekel ini di saat untuk umat Islam, kumandang azan adalah panggilan atau seruan bagi umat muslim untuk beribadah shalat.

Mari bersama membantu dan mewujudkan kehidupan layak serta kehidupan bebas dengan menyalurkan donasi terbaik anda. Semoga Allah senantiasa memberikan kesabaran bagi sudara kita disana. Serta kemudahan bagi kita semua dalam membantu sesama.

#SavePalestina

UPDATE #7
17 Februari 2018

Sawawin Nagev, Kehidupan Masyarakat di tengah Segala Keterbatasan

Jalan 25 yang berada di kawasan Nagev selatan, wilayah selatan Palestina yang dijajah penjajah Zionis Israel sejak tahun 1948, menuju arah kota Beer Sheba, merupakan urat nadi kehidupan banyak kota-kota dan desa-desa Arab di Nagev. Jalan ini menghubungkan kota-kota dan desa-desa Arab di Nagev dengan daerah sekitarnya. Selain itu di sisi kanan jalan dari Beer Sheba ada sejumlah gerbang sempit di jalan tersebut, setiap saat banyak mobil keluar dan masuk.

Daerah ini bisa dibilang kawasan hidup dan sangat ramai, para pelajar sekolah, para pekerja, kaum wanita, penggembala ternak dan mobil-mobil yang berbaris di sisi jalan yang digunakan untuk transportasi di dalam kawasan pegunungan, tidak pernah keluar ke jalan utama sama sekali, di kalangan penduduk daerah tersebut dikenal dengan kelakar “transportasi umum Sawawin”.

Jarak 7 kilometer, bagi orang yang pertama kali melakukan perjalanan disini seakan menempuh 70 kilometer di kawasan pegunungan yang paling padat penduduk dan terjal tersebut. Karena padatnya jalan ini setiap saatnya.

Desa Sawawin terletak di daerah yang dikelilingi oleh medan berpasir dan bebatuan tajam tanpa jalan beraspal yang menghubungkannya ke jalan utama manapun. Desa ini terletak di sebelah timur Shaqib al-Salam dan sebelah barat desa Abu Talul di seberang pemukiman Yahudi Nafatim. Tempat ini dihuni oleh beberapa klan: Al-Aseem, Al-Nabari, Azazma, Al-Hamamida, Rabai'a, Hamidi, Asla, Atsamin dan lain-lain.

Di desa ini sama sekali tidak ada layanan. Tidak ada jaringan air, sungai, listrik, klinik, dan juga tidak ada jalan-jalan dan sekolah-sekolah serta tidak ada lembaga-lembaga atau institusi lainnya

Sejam perjalanan di waktu pagi dan sejam perjalanan di waktu sore harus ditempuh anak-anak dan remaja dengan menggunakan bus-bus di antara jalan-jalan pegunungan yang terjal. Penumpang di dalam bus merasakan goncangan sepanjang jalan. Hal ini terjadi sepanjang musim, kecuali musim dingin, di mana jalan para pelajar terhalang saat turun hujan. Sekitar 1000 pelajar di berbagai jenjang pendidikan, belajar di sejumlah sekolah di berbagai wilayah sekitar Sawawin. (melayu.palinfo.com)

Untuk mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan, warga Palestina harus berjuang dengan keadaan yang ada. Ketersediaan sarana dan prasarana yang minim akibat pemblokiran yang lama terjadi mengakibatkan banyak nya industri, sekolah, pabrik dan bahkan sekarang pun rumah sakit-rumah sakit disana tidak dapat beroperasi sesuai fungsinya. Mari bersama membangun kembali kehidupan yang layak bagi saudara kita di Palestina agar dapat merasakan kembali kehidupan yang layak.

UPDATE #6
15 Februari 2018

Stok Obat-obatan Habis, 133 Bayi Gaza Terancam Tewas

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Gaza memperingatkan kondisi kesehatan puluhan balita prematur yang masih terancam akibat kehabisan stok obat-obatan khusus untuk mereka di rumah sakit Jalur Gaza.

Juru bicara Kemenkes Dr. Asyraf Al-Qudrah, Sabtu (10/2), mengatakan kepada Quds Press bahwa habisnya obat Calfactant –yang berfungsi menyempurnakan sistem pernapasan balita prematur– mengakibatkan meningkatnya jumlah balita prematur yang meninggal dunia menjadi lima balita.

“Ada 113 balita prematur lain yang masih terancam akibat habisnya 45% obat-obatan primer mereka dan krisis bahan bakar untuk mengoperasikan fasilitas rumah sakit,” terang Dr. Asyraf Al-Qudrah.

Sementara itu, Kepala Departemen Perawatan di Kompleks RS Al-Syifa, Nashir Bulbul, mengatakan kepada Quds Press seorang balita berusia empat hari dari Beit Lahiya, Karam Abu Awad, masuk dalam daftar deretan balita yang tewas akibat kehabisan obat Calfactant – yang berguna untuk pertukaran oksigen dan memperpanjang sistem pernapasan dengan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk bernafas.

Lima balita prematur telah meninggal dunia di rumah sakit itu setelah kehabisan obat tersebut. Nashir menambahkan, obat itu disuntikkan ke dalam paru-paru untuk membantu bayi prematur bernafas karena sistem pernapasan mereka belum berfungsi secara normal.

Dalam beberapa hari terakhir, 20 generator listrik yang berjasa mensuplai energi listrik ke rumah sakit dan pusat kesehatan di Jalur Gaza berhenti berfungsi akibat krisis bahan bakar. Hal ini menyebabkan ditutupnya sejumlah fasilitas medis termasuk tiga rumah sakit penting di Jalur Gaza. (sahabatalaqsa.com)

 

Semoga Allah ta’ala memberikan kesabaran bagi saudara-saudara kita di Palestina, khususnya Gaza. Dan semoga Allah ta’ala memberikan kemudahan bagi kita semua dalam membantu mereka, dan menjaga semangat kita untuk terus berkhidmat dalam membantu sesama.

UPDATE #5
12 Februari 2018

PBB: Krisis Listrik Di Gaza Sangat Parah

PBB mengingatkan bahwa pasokan bahan bakar darurat untuk infrastruktur di Gaza akan habis dalam beberapa hari kedepan, saat ini diharapkan negara-negara donor menyalurkan bantuan untuk menghindari krisis kemanusiaan akibat krisis energi.

Saat ini PBB tengah berkordinasi dengan sejumlah negara donor, untuk membantu ketersediaan bahan bakar darurat, guna mengoperasikan layanan kesehatan dan juga air, untuk menyelamatkan kehidupan di tengah kelangkaan listrik di Gaza, yang diakibatkan blokade Israel.

Sekitar dua juta warga Palestina tinggal di Gaza, lebih dari separuhnya adalah anak-anak, dan suplai listrik hanya mampu pada kisaran 8 jam setiap harinya.

Dibutuhkan sekitar 6.5 juta USD untuk tahun 2018 ini, dalam rangka menyediakan 7,7 juta liter bahan bakar, jumlah ini merupakan batas minimal untuk menghindari terhentinya layanan publik. Dan untuk mengoperasikan layanan publik secara keseluruhan, dibutuhkan dana sekitar 10 juta USD setiap tahunnya.

Layanan darurat di sektor kesehatan saat ini sangat di butuhkan mengingat kelangkaan pasokan energi yang di butuhkan dalam pengoperasian sarana dan prasarana layanan kesehatan. (source:melayu.palinfo.com)

UPDATE #4
2 Februari 2018

Aspek Kesehatan di Jalur Gaza yang Memprihatinkan

Seperti yang sudah di ketahui oleh banyak orang saat ini beberapa aspek yang menunjang keberlangsungan hidup masyarakat Palestina khususnya yang berada di jalur Gaza hampir lumpuh total. Hanya beberapa persen saja yang bisa di optimalkan untuk kelangsungan hidup masyarakatnya. Salah satu hal yang memprihatinkan adalah situasi aspek kesehatan yang bisa dibilang amat sangat membutuhkan bantuan dari dunia luar.

Saat ini situasi kesehatan berada pada tahap kritis. Ini merupakan yang terburuk sejak adanya pemblokadean di tahun 2014 silam. Telah banyak pasien yang meninggal sebelum bertemu keluarga mereka karena kurangnya perawatan bahkan tidak dibolehkan nya bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan oleh otoritas Israel.

Lebih dari 230 jenis pengobatan paling dasar yang dibutuhkan di rumah sakit-rumah sakit di Gaza tidak tersedia. Serta persediaan alat medis dan obat-obatan yang telah habis. Bahkan kebanyakan obat-obatan yang dipakai pun telah melewati tanggal kadaluwarsa. Ini terpaksa di lakukan karena ketersediaan obat-obatan yang memang terbatas akibat pemblokade an yang dilakukan oleh otoritas Israel. Hal ini bisa dibilang salah satu pelanggaran hak asasi manusia dalam mendapatkan pengobatan.

Akibatnya 13.000 pasien kanker yang membutuhkan perawatan terhenti pengobatan nya akibat blokade ini. Adapun hal yang paling mendasar kenapa banyak pasien yang harus dilarikan ke rumah sakit di jalur Gaza adalah karena ratusan perangkat medis penting yang di butuhkan untuk pengobatan tak tersedia akibat tidak adanya izin dari otoritas Israel dalam memasukkan suku cadang untuk alat perawatan medis. Ribuan warga, terutama orang miskin harus bertahan dengan penyakit kronis tanpa tahu kapan bisa mendapat perawatan yang seharusnya.

Hal ini pun di perparah dengan pemadaman listrik yang terjadi. Sehingga untuk bisa beroperasi dibutuhkan bahan bakar untuk menyalakan listrik. Tetapi ini pun tidak bisa menjadi jalan keluar karena kekurangannya bahan bakar. Saatnya bagi kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk peduli pada penderitaan saudara kita di jalur Gaza sana. Saatnya bagi kita bersama-sama untuk membantu meringankan beban mereka dengan menunaikan kewajiban kita dalam membantu saudara kita disana.

UPDATE #3
9 Januari 2018

Rumah Yatim Kembali Salurkan Bantuan untuk Yatim Palestina

Di awal Januari 2018, Rumah Yatim  kembali menyalurkan bantuan dana untuk Yatim Palestina. Nugroho selaku Direktur Utama Rumah Yatim menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Syeh Mohab Alamawi selaku Direktur Bidang Program Yatim untuk Asia Pasifik pada  lembaga kemanusiaan Palestina Hayir Kapilari. Penyerahan bantuan ini dilakukan di kantor pusat Rumah Yatim Jl. Terusan Antapani No. 212.

“Ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia dan Rumah Yatim kepada  bangsa Palestina khususnya  anak yatim di sana, walaupun dalam jumlah bantuan yang belum begitu besar tapi semoga apa yang kami berikan bisa meringankan beban hidup anak yatim dan keluarganya di sana,” ujar Nugroho.

Bantuan sebesar Rp. 30 juta tersebut diserahkan secara simbolis  untuk membantu beberapa kebutuhan anak yatim di Gaza sesuai dengan ajuan dari Lembaga Hayir Kapilari beberapa waktu lalu. Rencananya pertengahan Januari 2018, bantuan ini diserahkan secara langsung kepada anak-anak yatim di sana.

Syeh Mohab Alamawi menginformasikan kondisi terbaru palestina dan kondisi anak-anak yatim di sana. Tak lupa ia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim dan masyarakat Indonesia yang memiliki kepedulian luar biasa kepada bangsa Palestina khususnya anak yatim disana. 

“Terima kasih kepada Rumah Yatim dan seluruh donatur atas semua kebaikan dan kepeduliannya, semoga Allah memberikan rahmat dan kasih sayangnya kepada seluruh donatur dan umat Islam di Indonesia,” ungkap Syeh Mohab Alamawi dengan bahasa Arabnya.


Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. _Ali bin Abi Thalib_


Sahabat, saat nya kita menjawab kesabaran saudara kita disana dengan menunaikan kewajiban sebagai sesama muslim ...

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #2
23 Desember 2017

Yatim Palestina - Ujian Semakin Bertambah di Musim Dingin Tahun Ini

Setiap tahunnya wilayah Syam khususnya Palestina melewati empat musim yaitu musim panas, musim semi, musim gugur dan musim dingin. Masing-masing musim akan berlangsung selama 3 hingga 4 bulan lamanya. Untuk saat ini warga Palestina disana tengah menghadapi musim dingin, selain juga kezaliman yang makin bertambah dari Israel dan sekutunya.

Selain minim bahan makanan dan pakaian musim dingin yang tidak layak, warga Palestina juga tidak memiliki tempat berteduh dan berlindung. Penderitaan yang makin bertambah ini justru terjadi saat warga Palestina menghadapi musim dingin. Ancaman musim dingin ini juga luar biasa karena umumnya masyarakat Palestina tidak memiliki rumah yang bisa memadai untuk bertahan dari cuaca dingin.

Hal yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina saat ini adalah bahan makanan yang memang sangat sulit didapat di musim dingin, selimut dan baju hangat. Keperluan tersebut lebih mendesak dibutuhkan oleh anak-anak terutama balita untuk bisa bertahan hidup pada musim yang sangat dingin di tahun ini.

“Kita bisa bayangkan, ditengah intimidasi dan kondisi yang kacau, warga Palestina pun sedang dilanda musim yang sangat dingin, merekapun harus bertahan dengan ujian yang semakin bertambah. Rumah Yatim di akhir tahun ini memiliki program untuk membantu warga Palestina di sana terutama untuk anak-anak Yatim, adapun bantuan yang diperlukan saat ini adalah selimut tebal, baju hangat dan bahan makanan.” Papar Timbul Yuwono selaku Direktur Pendayagunaan Rumah Yatim saat ditemui di ruang kerjanya.

Saat ditanya berapa harga kebutuhan setiap itemnya beliau menyampaikan bahwa untuk selimut tebal senilai Rp.250.000/pcs dan untuk bahan makanan pokok senilai Rp.500.000/keluarga yang berisi 17 bahan makanan pokok.

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

 

UPDATE #1
19 Desember 2017

Sekelumit kisah pengorbanan bocah Palestina

TEPI BARAT - Mohammed Tamimi, bocah 14 tahun asal Palestina, berada dalam kondisi koma setelah kepalanya ditembak tentara Israel dari jarak dekat. Bocah itu ditembak dengan peluru karet saat demo di Tepi Barat menentang pengakuan Amerika Serikat (AS) soal Yerusalem Ibu Kota Israel.

Penembakan terjadi pada hari Jumat (15/12) pekan lalu. Manal Tamimi, 43, sepupu perempuan korban, mengatakan peluru karet tentara Israel menembus wajah korban melalui bawah hidungnya dan mematahkan rahang sebelum masuk ke tengkorak.

”Darah itu mengalir dari wajahnya seperti air mancur,” kata ibu empat anak itu kepada Al Jazeera pada hari Minggu(17/12).

”Itu sangat menakutkan, tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan. Kami takut untuk memindahkannya. Dia telah pingsan dan kami takut dia sudah meninggal,” ujarnya Manal Tamimi.

Dengan luka yang menyebabkan pendarahan internal, Mohammed menjalani prosedur operasi enam jam yang melibatkan tujuh ahli bedah Palestina di Rumah Sakit Istishari dekat Ramallah.

Para dokter mengeluarkan peluru itu dan memulihkan kondisi rahangnya. Namun, Mohammed kini koma secara medis dalam 72 jam terakhir.

”Situasinya sangat buruk,” kata Manal. ”Dokter khawatir dia mungkin telah menderita akibat penglihatan dan pendengarannya,” lanjut dia.

Keluarga tersebut tidak akan mengetahui tingkat keparahan yang dialami bocah itu. Suami Manal, Billal, telah menjelaskan kondisi Mohammed kepada warga Nabi Saleh yang memadati rumah sakit tersebut sebagai bentuk solidaritas kepada keluarga Mohammed selama operasi. Banyak dari warga yang menyumbangkan darahnya.

Peluru karet banyak digunakan oleh pasukan keamanan Israel sebagai senjata kontrol ketika terjadi kerumunan massa. Penggunaan senjata itu telah memicu protes dari kelompok hak asasi manusia dan aktivis karena dampaknya yang mematikan.

Penggunaan peluru tersebut sejatinya dilarang di Israel dan Kota Yerusalem sejak lebih dari satu dekade yang lalu setelah sebuah penyelidikan diluncurkan atas pembunuhan sedikitnya 12 warga Palestina pada tahun 2000.

Sebagai gantinya, pasukan keamanan Israel mulai menggunakan peluru berbentuk spons atau “plastik” di wilayah Israel dan Yerusalem. Tapi, pasukan negara Yahudi itu ternyata masih terus menggunakan peluru karet di Tepi Barat.

”Mereka (Israel) mengklaim bahwa peluru ini tidak berbahaya dan hanya digunakan untuk menakut-nakuti pemrotes. Tapi, itu tidak benar, peluru ini bisa membunuh” kata Manal. - (sumber:sindonews.com)

Sahabat, Mohammed Tamimi hanyalah salah satu dari sekian ribu anak Palestina yang mengalami dampak kekerasan.Mereka telah berani menjadi benteng bagi Al-Aqsha dengan jiwa raga mereka.

Mari bantu anak anak Palestina agar tetap hidup dan bisa meraih masa depan mereka yang lebih baik
Salurkan donasi terbaik anda .
Cara mudah bantu mereka dengan klik: www.donasionline.id
Call center 081 221 200 900

Tanggal Nominal
Hamba Allah
2 Desember 2017
Rp 20.890
Bintang
11 Desember 2017
Rp 20.391
Hamba Allah
14 Desember 2017
Rp 200.317
Hamba Allah
16 Desember 2017
Rp 25.776
Hamba Allah
20 Desember 2017
Rp 200.682
Hamba Allah
20 Desember 2017
Rp 350.589
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 100.302
Hamba Allah
22 Desember 2017
Rp 50.232
Hamba Allah
25 Desember 2017
Rp 50.375
Hamba Allah
28 Desember 2017
Rp 200.683
Diena ilma
28 Desember 2017
Rp 250.135
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 100.731
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 100.628
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 50.000
Hamba Allah
1 Januari 2018
Rp 200.671
Hamba Allah
4 Januari 2018
Rp 150.956
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 25.454
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 50.484
Hamba Allah
9 Januari 2018
Rp 150.296
Nurhandi Aziz
10 Januari 2018
Rp 100.461
mulyadi
10 Januari 2018
Rp 500.751
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 150.124
Hamba Allah
13 Januari 2018
Rp 150.000
Hamba Allah
13 Januari 2018
Rp 200.756
Hamba Allah
13 Januari 2018
Rp 300.845
Hamba Allah
14 Januari 2018
Rp 50.225
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 50.297
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 500.862
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 10.461
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 50.111
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 100.171
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 50.663
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 100.748
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 150.342
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 250.219
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 200.942
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 20.268
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 150.646
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
29 Januari 2018
Rp 150.469
Muhammad Herry Ismail
29 Januari 2018
Rp 300.810
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 100.926
Adi Pradana YP
29 Januari 2018
Rp 200.711
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 50.744
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 150.391
Muhammad Herry Ismail
2 Februari 2018
Rp 20.164
AHMAD FAHMI SYAM
2 Februari 2018
Rp 300.499
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 500.200
vidia meiranda akib
5 Februari 2018
Rp 250.795
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 100.227
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 25.842
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 200.411
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 200.426
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 50.540
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 50.188
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 250.147
Hamba Allah
13 Februari 2018
Rp 150.370
Megaloman
14 Februari 2018
Rp 200.914
Hamba Allah
15 Februari 2018
Rp 250.840
Hamba Allah
19 Februari 2018
Rp 1.000.000
Hamba Allah
19 Februari 2018
Rp 100.550
Hamba Allah
21 Februari 2018
Rp 194.763
Hamba Allah
23 Februari 2018
Rp 10.815
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 250.105
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 200.875
Hamba Allah
23 Februari 2018
Rp 200.253
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 50.829
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 100.824
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 250.668
Tuti
24 Februari 2018
Rp 100.258
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 100.713
Hamba Allah
25 Februari 2018
Rp 37.977
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 100.225
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 200.114
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 200.552
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 100.437
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 100.236
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 200.864
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 250.916
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 100.208
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 100.487
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 75.153
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 40.292
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 150.183
Hamba Allah
6 Maret 2018
Rp 25.356
Hamba Allah
6 Maret 2018
Rp 200.829
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 120.390
Hamba Allah
7 Maret 2018
Rp 75.791
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 50.345
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 50.450
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 30.678
Hamba Allah
14 Maret 2018
Rp 200.303
Hamba Allah
14 Maret 2018
Rp 250.633
Hamba Allah
15 Maret 2018
Rp 100.917
IRSAN JAELANI
18 Maret 2018
Rp 100.565
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 500.698
Hamba Allah
21 Maret 2018
Rp 200.903
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 150.748
Desi wahyuni
23 Maret 2018
Rp 50.580
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 350.632
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 10.777
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 200.369
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 15.264
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 2.000.595
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 50.709
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.138
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 100.712
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 100.585
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 300.755
Ike Windi Astuti
29 Maret 2018
Rp 132.000
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 50.470
Hamba Allah
1 April 2018
Rp 100.950
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 50.141
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 300.824
Silvia Damayanti
4 April 2018
Rp 220.753
Hamba Allah
5 April 2018
Rp 100.946
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 100.757
Unipic Studio
6 April 2018
Rp 200.551
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 100.149
Qorie karlina
6 April 2018
Rp 50.805
ARIEF ZULVY ARRAKHMAN
7 April 2018
Rp 50.747
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 100.920
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 100.599
Hamba Allah
10 April 2018
Rp 50.730
Hamba Allah
10 April 2018
Rp 50.549
Hamba Allah
10 April 2018
Rp 31.747
Diyan Said
11 April 2018
Rp 1.000.100
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 100.436
Hamba Allah
12 April 2018
Rp 30.624
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 100.799
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 100.851
Hamba Allah
15 April 2018
Rp 105.439
wiwi widiyawati
16 April 2018
Rp 50.133
Hamba Allah
17 April 2018
Rp 200.347
Swasti Nadia
17 April 2018
Rp 300.950
Hamba Allah
17 April 2018
Rp 50.937
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 1.000.716
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 150.719
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 50.472
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 125.575
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 50.998
Hamba Allah
22 April 2018
Rp 300.978
Hamba Allah
23 April 2018
Rp 100.764
Hamba Allah
23 April 2018
Rp 150.727
Hamba Allah
23 April 2018
Rp 100.222
Hamba Allah
24 April 2018
Rp 346.647

Total donatur : 147 orang