Detail Program

Kemanusiaan

Selamatkan Masa Depan Yatim Palestina

Terkumpul
Rp 10.294.648
Target
Rp 250.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
385 hari

BERAKHIR PADA:
31 Maret 2018
Penerima Manfaat:
1.500 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
17 Februari 2018

Sawawin Nagev, Kehidupan Masyarakat di tengah Segala Keterbatasan

Jalan 25 yang berada di kawasan Nagev selatan, wilayah selatan Palestina yang dijajah penjajah Zionis Israel sejak tahun 1948, menuju arah kota Beer Sheba, merupakan urat nadi kehidupan banyak kota-kota dan desa-desa Arab di Nagev. Jalan ini menghubungkan kota-kota dan desa-desa Arab di Nagev dengan daerah sekitarnya. Selain itu di sisi kanan jalan dari Beer Sheba ada sejumlah gerbang sempit di jalan tersebut, setiap saat banyak mobil keluar dan masuk.

Daerah ini bisa dibilang kawasan hidup dan sangat ramai, para pelajar sekolah, para pekerja, kaum wanita, penggembala ternak dan mobil-mobil yang berbaris di sisi jalan yang digunakan untuk transportasi di dalam kawasan pegunungan, tidak pernah keluar ke jalan utama sama sekali, di kalangan penduduk daerah tersebut dikenal dengan kelakar “transportasi umum Sawawin”.

Jarak 7 kilometer, bagi orang yang pertama kali melakukan perjalanan disini seakan menempuh 70 kilometer di kawasan pegunungan yang paling padat penduduk dan terjal tersebut. Karena padatnya jalan ini setiap saatnya.

Desa Sawawin terletak di daerah yang dikelilingi oleh medan berpasir dan bebatuan tajam tanpa jalan beraspal yang menghubungkannya ke jalan utama manapun. Desa ini terletak di sebelah timur Shaqib al-Salam dan sebelah barat desa Abu Talul di seberang pemukiman Yahudi Nafatim. Tempat ini dihuni oleh beberapa klan: Al-Aseem, Al-Nabari, Azazma, Al-Hamamida, Rabai'a, Hamidi, Asla, Atsamin dan lain-lain.

Di desa ini sama sekali tidak ada layanan. Tidak ada jaringan air, sungai, listrik, klinik, dan juga tidak ada jalan-jalan dan sekolah-sekolah serta tidak ada lembaga-lembaga atau institusi lainnya

Sejam perjalanan di waktu pagi dan sejam perjalanan di waktu sore harus ditempuh anak-anak dan remaja dengan menggunakan bus-bus di antara jalan-jalan pegunungan yang terjal. Penumpang di dalam bus merasakan goncangan sepanjang jalan. Hal ini terjadi sepanjang musim, kecuali musim dingin, di mana jalan para pelajar terhalang saat turun hujan. Sekitar 1000 pelajar di berbagai jenjang pendidikan, belajar di sejumlah sekolah di berbagai wilayah sekitar Sawawin. (melayu.palinfo.com)

Untuk mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan, warga Palestina harus berjuang dengan keadaan yang ada. Ketersediaan sarana dan prasarana yang minim akibat pemblokiran yang lama terjadi mengakibatkan banyak nya industri, sekolah, pabrik dan bahkan sekarang pun rumah sakit-rumah sakit disana tidak dapat beroperasi sesuai fungsinya. Mari bersama membangun kembali kehidupan yang layak bagi saudara kita di Palestina agar dapat merasakan kembali kehidupan yang layak.


Deskripsi Program


Berdasarkan data dari berbagai organisasi kemanusiaan di Palestina, jumlah anak yatim yang mendiami wilayah Jalur Gaza mencapai lebih dari 25.000 jiwa. Sebuah angka yang memerlukan perhatian lebih dari berbagai pihak. Terlebih dalam

Bagi anak-anak yatim dan fakir, yang telah kehilangan sosok yang selama ini bertanggung jawab dan peduli terhadap hidup mereka. Mimpi untuk mengenyam pendidikan yang layak, kesehatan yang terpelihara, dan seluruh kebutuhan hidup yang terpenuhi, seolah terkubur seiring terkuburnya jasad orang tua mereka.

Hari demi hari yang mereka lalui harus bertaruh dengan kondisi terjajah, tertindas, pengusiran merajalela, penggusuran rumah menjadi hal biasa dan misteri pembunuhan terhadap rakyat Palestina seolah hal lumrah, dilakukan oleh para penjajah tanah Palestina.

Tidaklah mudah untuk bertahan hidup di Jalur Gaza ,jalur Gaza dengan luas hanya 367 KM persegi seluas Ibu Kota Jakarta dengan jumlah penduduk 2.000.000 jiwa, 1,5 juta jiwa hidup dibawah garis kemiskinan. Jalur Gaza tidak hanya menjadi wilayah perang, namun blokade yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, mengubahnya menjadi penjara terbesar di dunia.

Israel terus mengganggu proses belajar mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia yang penduduknya bergelar doctor (S3),hal ini dilihat dari jumlah prosentase penduduknya.

Satu lagi keunikan dan kehebatan bangsa Palestina,mereka adalah para pecinta Al Qur’an. Sejak tahun 2008 angka penghafal Quran dipalestina semakin bertambah dari angka 4.000 orang hafidz setahun kemudian telah bertambah menjadi lebih 12.000 orang termasuk anak-anak menjadi hafidz Al Qur’an. Dari jumlah itu sebagian syahid pada saat agresi militer Israel pada saat itu. Namun, meskipun agresi dilakukan tidak menyurutkan kaum Muslim Palestina untuk menjadi hafidz. Hingga saat ini ada sekitar 24.000 anak menjadi hafidz di jalur Gaza.

Melalui Program Yatim Global ,Rumah Yatim memiliki sebuah tekad untuk bisa membantu mewujudkan kualitas hidup mereka yang lebih baik, melalui program pemberian bantuan pangan dan pendidikan, Rumah Yatim berharap mereka kelak bisa menjadi sosok yang mandiri ,berpendidikan dan berkarakter sehingga bisa membangun kembali bangsanya yang terjajah.

Adapun besaran dana yang dibutuhkan bagi setiap anak Yatim Palestina untuk kebutuhan pendidikan dan pangan mereka tidak kurang dari Rp.500.000; perbulannya

 

UPDATE #7
17 Februari 2018

Sawawin Nagev, Kehidupan Masyarakat di tengah Segala Keterbatasan

Jalan 25 yang berada di kawasan Nagev selatan, wilayah selatan Palestina yang dijajah penjajah Zionis Israel sejak tahun 1948, menuju arah kota Beer Sheba, merupakan urat nadi kehidupan banyak kota-kota dan desa-desa Arab di Nagev. Jalan ini menghubungkan kota-kota dan desa-desa Arab di Nagev dengan daerah sekitarnya. Selain itu di sisi kanan jalan dari Beer Sheba ada sejumlah gerbang sempit di jalan tersebut, setiap saat banyak mobil keluar dan masuk.

Daerah ini bisa dibilang kawasan hidup dan sangat ramai, para pelajar sekolah, para pekerja, kaum wanita, penggembala ternak dan mobil-mobil yang berbaris di sisi jalan yang digunakan untuk transportasi di dalam kawasan pegunungan, tidak pernah keluar ke jalan utama sama sekali, di kalangan penduduk daerah tersebut dikenal dengan kelakar “transportasi umum Sawawin”.

Jarak 7 kilometer, bagi orang yang pertama kali melakukan perjalanan disini seakan menempuh 70 kilometer di kawasan pegunungan yang paling padat penduduk dan terjal tersebut. Karena padatnya jalan ini setiap saatnya.

Desa Sawawin terletak di daerah yang dikelilingi oleh medan berpasir dan bebatuan tajam tanpa jalan beraspal yang menghubungkannya ke jalan utama manapun. Desa ini terletak di sebelah timur Shaqib al-Salam dan sebelah barat desa Abu Talul di seberang pemukiman Yahudi Nafatim. Tempat ini dihuni oleh beberapa klan: Al-Aseem, Al-Nabari, Azazma, Al-Hamamida, Rabai'a, Hamidi, Asla, Atsamin dan lain-lain.

Di desa ini sama sekali tidak ada layanan. Tidak ada jaringan air, sungai, listrik, klinik, dan juga tidak ada jalan-jalan dan sekolah-sekolah serta tidak ada lembaga-lembaga atau institusi lainnya

Sejam perjalanan di waktu pagi dan sejam perjalanan di waktu sore harus ditempuh anak-anak dan remaja dengan menggunakan bus-bus di antara jalan-jalan pegunungan yang terjal. Penumpang di dalam bus merasakan goncangan sepanjang jalan. Hal ini terjadi sepanjang musim, kecuali musim dingin, di mana jalan para pelajar terhalang saat turun hujan. Sekitar 1000 pelajar di berbagai jenjang pendidikan, belajar di sejumlah sekolah di berbagai wilayah sekitar Sawawin. (melayu.palinfo.com)

Untuk mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan, warga Palestina harus berjuang dengan keadaan yang ada. Ketersediaan sarana dan prasarana yang minim akibat pemblokiran yang lama terjadi mengakibatkan banyak nya industri, sekolah, pabrik dan bahkan sekarang pun rumah sakit-rumah sakit disana tidak dapat beroperasi sesuai fungsinya. Mari bersama membangun kembali kehidupan yang layak bagi saudara kita di Palestina agar dapat merasakan kembali kehidupan yang layak.

UPDATE #6
15 Februari 2018

Stok Obat-obatan Habis, 133 Bayi Gaza Terancam Tewas

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Gaza memperingatkan kondisi kesehatan puluhan balita prematur yang masih terancam akibat kehabisan stok obat-obatan khusus untuk mereka di rumah sakit Jalur Gaza.

Juru bicara Kemenkes Dr. Asyraf Al-Qudrah, Sabtu (10/2), mengatakan kepada Quds Press bahwa habisnya obat Calfactant –yang berfungsi menyempurnakan sistem pernapasan balita prematur– mengakibatkan meningkatnya jumlah balita prematur yang meninggal dunia menjadi lima balita.

“Ada 113 balita prematur lain yang masih terancam akibat habisnya 45% obat-obatan primer mereka dan krisis bahan bakar untuk mengoperasikan fasilitas rumah sakit,” terang Dr. Asyraf Al-Qudrah.

Sementara itu, Kepala Departemen Perawatan di Kompleks RS Al-Syifa, Nashir Bulbul, mengatakan kepada Quds Press seorang balita berusia empat hari dari Beit Lahiya, Karam Abu Awad, masuk dalam daftar deretan balita yang tewas akibat kehabisan obat Calfactant – yang berguna untuk pertukaran oksigen dan memperpanjang sistem pernapasan dengan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk bernafas.

Lima balita prematur telah meninggal dunia di rumah sakit itu setelah kehabisan obat tersebut. Nashir menambahkan, obat itu disuntikkan ke dalam paru-paru untuk membantu bayi prematur bernafas karena sistem pernapasan mereka belum berfungsi secara normal.

Dalam beberapa hari terakhir, 20 generator listrik yang berjasa mensuplai energi listrik ke rumah sakit dan pusat kesehatan di Jalur Gaza berhenti berfungsi akibat krisis bahan bakar. Hal ini menyebabkan ditutupnya sejumlah fasilitas medis termasuk tiga rumah sakit penting di Jalur Gaza. (sahabatalaqsa.com)

 

Semoga Allah ta’ala memberikan kesabaran bagi saudara-saudara kita di Palestina, khususnya Gaza. Dan semoga Allah ta’ala memberikan kemudahan bagi kita semua dalam membantu mereka, dan menjaga semangat kita untuk terus berkhidmat dalam membantu sesama.

UPDATE #5
12 Februari 2018

PBB: Krisis Listrik Di Gaza Sangat Parah

PBB mengingatkan bahwa pasokan bahan bakar darurat untuk infrastruktur di Gaza akan habis dalam beberapa hari kedepan, saat ini diharapkan negara-negara donor menyalurkan bantuan untuk menghindari krisis kemanusiaan akibat krisis energi.

Saat ini PBB tengah berkordinasi dengan sejumlah negara donor, untuk membantu ketersediaan bahan bakar darurat, guna mengoperasikan layanan kesehatan dan juga air, untuk menyelamatkan kehidupan di tengah kelangkaan listrik di Gaza, yang diakibatkan blokade Israel.

Sekitar dua juta warga Palestina tinggal di Gaza, lebih dari separuhnya adalah anak-anak, dan suplai listrik hanya mampu pada kisaran 8 jam setiap harinya.

Dibutuhkan sekitar 6.5 juta USD untuk tahun 2018 ini, dalam rangka menyediakan 7,7 juta liter bahan bakar, jumlah ini merupakan batas minimal untuk menghindari terhentinya layanan publik. Dan untuk mengoperasikan layanan publik secara keseluruhan, dibutuhkan dana sekitar 10 juta USD setiap tahunnya.

Layanan darurat di sektor kesehatan saat ini sangat di butuhkan mengingat kelangkaan pasokan energi yang di butuhkan dalam pengoperasian sarana dan prasarana layanan kesehatan. (source:melayu.palinfo.com)

UPDATE #4
2 Februari 2018

Aspek Kesehatan di Jalur Gaza yang Memprihatinkan

Seperti yang sudah di ketahui oleh banyak orang saat ini beberapa aspek yang menunjang keberlangsungan hidup masyarakat Palestina khususnya yang berada di jalur Gaza hampir lumpuh total. Hanya beberapa persen saja yang bisa di optimalkan untuk kelangsungan hidup masyarakatnya. Salah satu hal yang memprihatinkan adalah situasi aspek kesehatan yang bisa dibilang amat sangat membutuhkan bantuan dari dunia luar.

Saat ini situasi kesehatan berada pada tahap kritis. Ini merupakan yang terburuk sejak adanya pemblokadean di tahun 2014 silam. Telah banyak pasien yang meninggal sebelum bertemu keluarga mereka karena kurangnya perawatan bahkan tidak dibolehkan nya bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan oleh otoritas Israel.

Lebih dari 230 jenis pengobatan paling dasar yang dibutuhkan di rumah sakit-rumah sakit di Gaza tidak tersedia. Serta persediaan alat medis dan obat-obatan yang telah habis. Bahkan kebanyakan obat-obatan yang dipakai pun telah melewati tanggal kadaluwarsa. Ini terpaksa di lakukan karena ketersediaan obat-obatan yang memang terbatas akibat pemblokade an yang dilakukan oleh otoritas Israel. Hal ini bisa dibilang salah satu pelanggaran hak asasi manusia dalam mendapatkan pengobatan.

Akibatnya 13.000 pasien kanker yang membutuhkan perawatan terhenti pengobatan nya akibat blokade ini. Adapun hal yang paling mendasar kenapa banyak pasien yang harus dilarikan ke rumah sakit di jalur Gaza adalah karena ratusan perangkat medis penting yang di butuhkan untuk pengobatan tak tersedia akibat tidak adanya izin dari otoritas Israel dalam memasukkan suku cadang untuk alat perawatan medis. Ribuan warga, terutama orang miskin harus bertahan dengan penyakit kronis tanpa tahu kapan bisa mendapat perawatan yang seharusnya.

Hal ini pun di perparah dengan pemadaman listrik yang terjadi. Sehingga untuk bisa beroperasi dibutuhkan bahan bakar untuk menyalakan listrik. Tetapi ini pun tidak bisa menjadi jalan keluar karena kekurangannya bahan bakar. Saatnya bagi kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk peduli pada penderitaan saudara kita di jalur Gaza sana. Saatnya bagi kita bersama-sama untuk membantu meringankan beban mereka dengan menunaikan kewajiban kita dalam membantu saudara kita disana.

UPDATE #3
9 Januari 2018

Rumah Yatim Kembali Salurkan Bantuan untuk Yatim Palestina

Di awal Januari 2018, Rumah Yatim  kembali menyalurkan bantuan dana untuk Yatim Palestina. Nugroho selaku Direktur Utama Rumah Yatim menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Syeh Mohab Alamawi selaku Direktur Bidang Program Yatim untuk Asia Pasifik pada  lembaga kemanusiaan Palestina Hayir Kapilari. Penyerahan bantuan ini dilakukan di kantor pusat Rumah Yatim Jl. Terusan Antapani No. 212.

“Ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia dan Rumah Yatim kepada  bangsa Palestina khususnya  anak yatim di sana, walaupun dalam jumlah bantuan yang belum begitu besar tapi semoga apa yang kami berikan bisa meringankan beban hidup anak yatim dan keluarganya di sana,” ujar Nugroho.

Bantuan sebesar Rp. 30 juta tersebut diserahkan secara simbolis  untuk membantu beberapa kebutuhan anak yatim di Gaza sesuai dengan ajuan dari Lembaga Hayir Kapilari beberapa waktu lalu. Rencananya pertengahan Januari 2018, bantuan ini diserahkan secara langsung kepada anak-anak yatim di sana.

Syeh Mohab Alamawi menginformasikan kondisi terbaru palestina dan kondisi anak-anak yatim di sana. Tak lupa ia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim dan masyarakat Indonesia yang memiliki kepedulian luar biasa kepada bangsa Palestina khususnya anak yatim disana. 

“Terima kasih kepada Rumah Yatim dan seluruh donatur atas semua kebaikan dan kepeduliannya, semoga Allah memberikan rahmat dan kasih sayangnya kepada seluruh donatur dan umat Islam di Indonesia,” ungkap Syeh Mohab Alamawi dengan bahasa Arabnya.


Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. _Ali bin Abi Thalib_


Sahabat, saat nya kita menjawab kesabaran saudara kita disana dengan menunaikan kewajiban sebagai sesama muslim ...

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #2
23 Desember 2017

Yatim Palestina - Ujian Semakin Bertambah di Musim Dingin Tahun Ini

Setiap tahunnya wilayah Syam khususnya Palestina melewati empat musim yaitu musim panas, musim semi, musim gugur dan musim dingin. Masing-masing musim akan berlangsung selama 3 hingga 4 bulan lamanya. Untuk saat ini warga Palestina disana tengah menghadapi musim dingin, selain juga kezaliman yang makin bertambah dari Israel dan sekutunya.

Selain minim bahan makanan dan pakaian musim dingin yang tidak layak, warga Palestina juga tidak memiliki tempat berteduh dan berlindung. Penderitaan yang makin bertambah ini justru terjadi saat warga Palestina menghadapi musim dingin. Ancaman musim dingin ini juga luar biasa karena umumnya masyarakat Palestina tidak memiliki rumah yang bisa memadai untuk bertahan dari cuaca dingin.

Hal yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina saat ini adalah bahan makanan yang memang sangat sulit didapat di musim dingin, selimut dan baju hangat. Keperluan tersebut lebih mendesak dibutuhkan oleh anak-anak terutama balita untuk bisa bertahan hidup pada musim yang sangat dingin di tahun ini.

“Kita bisa bayangkan, ditengah intimidasi dan kondisi yang kacau, warga Palestina pun sedang dilanda musim yang sangat dingin, merekapun harus bertahan dengan ujian yang semakin bertambah. Rumah Yatim di akhir tahun ini memiliki program untuk membantu warga Palestina di sana terutama untuk anak-anak Yatim, adapun bantuan yang diperlukan saat ini adalah selimut tebal, baju hangat dan bahan makanan.” Papar Timbul Yuwono selaku Direktur Pendayagunaan Rumah Yatim saat ditemui di ruang kerjanya.

Saat ditanya berapa harga kebutuhan setiap itemnya beliau menyampaikan bahwa untuk selimut tebal senilai Rp.250.000/pcs dan untuk bahan makanan pokok senilai Rp.500.000/keluarga yang berisi 17 bahan makanan pokok.

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

 

UPDATE #1
19 Desember 2017

Sekelumit kisah pengorbanan bocah Palestina

TEPI BARAT - Mohammed Tamimi, bocah 14 tahun asal Palestina, berada dalam kondisi koma setelah kepalanya ditembak tentara Israel dari jarak dekat. Bocah itu ditembak dengan peluru karet saat demo di Tepi Barat menentang pengakuan Amerika Serikat (AS) soal Yerusalem Ibu Kota Israel.

Penembakan terjadi pada hari Jumat (15/12) pekan lalu. Manal Tamimi, 43, sepupu perempuan korban, mengatakan peluru karet tentara Israel menembus wajah korban melalui bawah hidungnya dan mematahkan rahang sebelum masuk ke tengkorak.

”Darah itu mengalir dari wajahnya seperti air mancur,” kata ibu empat anak itu kepada Al Jazeera pada hari Minggu(17/12).

”Itu sangat menakutkan, tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan. Kami takut untuk memindahkannya. Dia telah pingsan dan kami takut dia sudah meninggal,” ujarnya Manal Tamimi.

Dengan luka yang menyebabkan pendarahan internal, Mohammed menjalani prosedur operasi enam jam yang melibatkan tujuh ahli bedah Palestina di Rumah Sakit Istishari dekat Ramallah.

Para dokter mengeluarkan peluru itu dan memulihkan kondisi rahangnya. Namun, Mohammed kini koma secara medis dalam 72 jam terakhir.

”Situasinya sangat buruk,” kata Manal. ”Dokter khawatir dia mungkin telah menderita akibat penglihatan dan pendengarannya,” lanjut dia.

Keluarga tersebut tidak akan mengetahui tingkat keparahan yang dialami bocah itu. Suami Manal, Billal, telah menjelaskan kondisi Mohammed kepada warga Nabi Saleh yang memadati rumah sakit tersebut sebagai bentuk solidaritas kepada keluarga Mohammed selama operasi. Banyak dari warga yang menyumbangkan darahnya.

Peluru karet banyak digunakan oleh pasukan keamanan Israel sebagai senjata kontrol ketika terjadi kerumunan massa. Penggunaan senjata itu telah memicu protes dari kelompok hak asasi manusia dan aktivis karena dampaknya yang mematikan.

Penggunaan peluru tersebut sejatinya dilarang di Israel dan Kota Yerusalem sejak lebih dari satu dekade yang lalu setelah sebuah penyelidikan diluncurkan atas pembunuhan sedikitnya 12 warga Palestina pada tahun 2000.

Sebagai gantinya, pasukan keamanan Israel mulai menggunakan peluru berbentuk spons atau “plastik” di wilayah Israel dan Yerusalem. Tapi, pasukan negara Yahudi itu ternyata masih terus menggunakan peluru karet di Tepi Barat.

”Mereka (Israel) mengklaim bahwa peluru ini tidak berbahaya dan hanya digunakan untuk menakut-nakuti pemrotes. Tapi, itu tidak benar, peluru ini bisa membunuh” kata Manal. - (sumber:sindonews.com)

Sahabat, Mohammed Tamimi hanyalah salah satu dari sekian ribu anak Palestina yang mengalami dampak kekerasan.Mereka telah berani menjadi benteng bagi Al-Aqsha dengan jiwa raga mereka.

Mari bantu anak anak Palestina agar tetap hidup dan bisa meraih masa depan mereka yang lebih baik
Salurkan donasi terbaik anda .
Cara mudah bantu mereka dengan klik: www.donasionline.id
Call center 081 221 200 900

Tanggal Nominal
Hamba Allah
2 Desember 2017
Rp 20.890
Bintang
11 Desember 2017
Rp 20.391
Hamba Allah
14 Desember 2017
Rp 200.317
Hamba Allah
16 Desember 2017
Rp 25.776
Hamba Allah
20 Desember 2017
Rp 200.682
Hamba Allah
20 Desember 2017
Rp 350.589
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 100.302
Hamba Allah
22 Desember 2017
Rp 50.232
Hamba Allah
25 Desember 2017
Rp 50.375
Hamba Allah
28 Desember 2017
Rp 200.683
Diena ilma
28 Desember 2017
Rp 250.135
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 100.731
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 100.628
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 50.000
Hamba Allah
1 Januari 2018
Rp 200.671
Hamba Allah
4 Januari 2018
Rp 150.956
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 25.454
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 50.484
Hamba Allah
9 Januari 2018
Rp 150.296
Nurhandi Aziz
10 Januari 2018
Rp 100.461
mulyadi
10 Januari 2018
Rp 500.751
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 150.124
Hamba Allah
13 Januari 2018
Rp 150.000
Hamba Allah
13 Januari 2018
Rp 200.756
Hamba Allah
13 Januari 2018
Rp 300.845
Hamba Allah
14 Januari 2018
Rp 50.225
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 50.297
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 500.862
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 10.461
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 50.111
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 100.171
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 50.663
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 100.748
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 150.342
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 250.219
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 200.942
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 20.268
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 150.646
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
29 Januari 2018
Rp 150.469
Muhammad Herry Ismail
29 Januari 2018
Rp 300.810
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 100.926
Adi Pradana YP
29 Januari 2018
Rp 200.711
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 50.744
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 150.391
Muhammad Herry Ismail
2 Februari 2018
Rp 20.164
AHMAD FAHMI SYAM
2 Februari 2018
Rp 300.499
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 500.200
vidia meiranda akib
5 Februari 2018
Rp 250.795
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 100.227
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 25.842
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 200.411
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 200.426
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 50.540
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 50.188
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 250.147
Hamba Allah
13 Februari 2018
Rp 150.370
Megaloman
14 Februari 2018
Rp 200.914
Hamba Allah
15 Februari 2018
Rp 250.840
Hamba Allah
19 Februari 2018
Rp 1.000.000
Hamba Allah
19 Februari 2018
Rp 100.550

Total donatur : 62 orang