Detail Program

Kemanusiaan

Bersama Bantu Ringankan Derita Gempa Donggala

Terkumpul
Rp 10.766.725
Target
Rp 100.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
32 hari

BERAKHIR PADA:
31 Oktober 2018
Penerima Manfaat:
10.000 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
20 Oktober 2018

Rumah Yatim Telah Salurkan 13.500 Bantuan pada Korban Bencana Sulteng

Pendistribusian bantuan pangan dan logistik telah disalurkan Rumah Yatim sejak Rabu (3/10) hingga Minggu (14/10). Sebanyak 13.500 bantuan telah didistribusikan kepada 1.500 kepala keluarga di Kabupaten Sigi, Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak gempa dan tsunami yang mengalami kekurangan bahan pangan, logistik dan air. 

Adapun bantuan tersebut berupa lima ton beras, air mineral kemasan, biskuit, makanan bayi, popok bayi, minyak goreng, ikan kalengan, paket MCK, dan pakaian perlengkapan wanita. Salah seorang relawan Rumah Yatim, Dadan Rusmana mengungkapkan, bantuan itu disalurkan secara dua tahap dan disebar ke 20 titik pengungsian. 

Bencana yang telah menelan ribuan korban jiwa dan puluhan ribu rumah rusak parah itu mengakibatkan aktivitas warga di Donggala, Sigi dan Palu menjadi lumpuh total. Menurut pantauannya banyak warga yang melakukan urbanisasi ke kota lain karena kota yang menjadi tempat tinggalnya sudah tidak bisa dihuni lagi. 

“Banyak warga yang mengungsi ke daerah pegunungan dan perbukitan yang relatif aman, karena Kota Palu sendiri seperti kota mati tak berpenghuni,” ungkapnya.

Diperkirakan kerugian pun mencapai triliunan rupiah. Sejumlah besar penggalangan telah dikerahkan Rumah Yatim untuk bisa membantu dan disalurkan kepada para korban gempa dan tsunami secara langsung dan tepat sasaran.  

Selain itu, Rumah Yatim membuka posko bencana untuk penyaluran bantuan serta menyediakan bahan-bahan kebutuhan pokok bagi para korban bencana gempa dan tsunami. Oleh karena itu, bantuan ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan. 

 

www.rumah-yatim.org


Deskripsi Program


Luka Palu Luka Bersama - Gempa 7,7 SR dan Tsunami

Sejak gempa yang berkekuatan 7,7 magnitudo yang disusul tsunami menerjang kawasan Sulawesi Tengah (Sulteng), ribuan sarana infrastruktur di wilayah Donggala dan Palu, telah hancur dan rusak. Sekitar 2.045 orang meninggal dunia. Masalah penanganan pasca gempa terkesan jauh dari kata tuntas.

Kondisi yang dilihat langsung oleh tim relawan Rumah Yatim yang berada langsung di lokasi bencana memang sangat memprihatinkan. Yang pengungsi butuhkan adalah bantuan pangan, air mineral dan kebutuhan dasar lainnya. Banyak pekerjaan dan aksi yang dibutuhkan untuk membantu saudara kita disana.

Bencana yang terjadi, bukan hanya meluluh lantakan sarana infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga maupun lainnya. Trauma dan kehilangan yang mereka rasakan dapat menggetarkan hati siapa saja yang melihat. Duka mereka duka kita juga.

Satu pemandangan yang cukup menggugah mata ketika saat belasan warga terdampak gempa, berbondong-bondong mendatangi posko bencana Rumah Yatim di Kampung Nelayan, Talise, Kota Palu. Masyarakat di beberapa titik pengungsian semangat dan antusias membantu tim Rumah Yatim saat packing ribuan bantuan yang akan disalurkan ke ratusan titik pengungsian. 

Dalam kondisi berduka pasca gempa ini, mereka tetap berjuang memperbaiki kondisi psikisnya yang trauma. Lantas apakah kita tak merasa tergugah untuk membantu mereka bangkit dengan mendukung dan terus memberikan bantuan terbaik kita?

Mari berikan bantuan terbaik kita untuk ringankan duka mereka.

Salurkan Bantuan anda dengan cara:
1. Klik tombol hijau "BERI DONASI"
2. Isi data diri dan pilih cara pembayaran.
3. Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui social media anda

UPDATE #19
20 Oktober 2018

Rumah Yatim Telah Salurkan 13.500 Bantuan pada Korban Bencana Sulteng

Pendistribusian bantuan pangan dan logistik telah disalurkan Rumah Yatim sejak Rabu (3/10) hingga Minggu (14/10). Sebanyak 13.500 bantuan telah didistribusikan kepada 1.500 kepala keluarga di Kabupaten Sigi, Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak gempa dan tsunami yang mengalami kekurangan bahan pangan, logistik dan air. 

Adapun bantuan tersebut berupa lima ton beras, air mineral kemasan, biskuit, makanan bayi, popok bayi, minyak goreng, ikan kalengan, paket MCK, dan pakaian perlengkapan wanita. Salah seorang relawan Rumah Yatim, Dadan Rusmana mengungkapkan, bantuan itu disalurkan secara dua tahap dan disebar ke 20 titik pengungsian. 

Bencana yang telah menelan ribuan korban jiwa dan puluhan ribu rumah rusak parah itu mengakibatkan aktivitas warga di Donggala, Sigi dan Palu menjadi lumpuh total. Menurut pantauannya banyak warga yang melakukan urbanisasi ke kota lain karena kota yang menjadi tempat tinggalnya sudah tidak bisa dihuni lagi. 

“Banyak warga yang mengungsi ke daerah pegunungan dan perbukitan yang relatif aman, karena Kota Palu sendiri seperti kota mati tak berpenghuni,” ungkapnya.

Diperkirakan kerugian pun mencapai triliunan rupiah. Sejumlah besar penggalangan telah dikerahkan Rumah Yatim untuk bisa membantu dan disalurkan kepada para korban gempa dan tsunami secara langsung dan tepat sasaran.  

Selain itu, Rumah Yatim membuka posko bencana untuk penyaluran bantuan serta menyediakan bahan-bahan kebutuhan pokok bagi para korban bencana gempa dan tsunami. Oleh karena itu, bantuan ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan. 

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #18
16 Oktober 2018

Tiga Hari Tak Ada Bantuan, Korban Bencana Sambut Kedatangan Rumah Yatim

Sudah tiga hari, korban gempa dan tsunami di Posko Pengungsian Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu tidak menerima bantuan dari manapun. Puluhan kepala keluarga bahagia dan antusias saat tim Rumah Yatim mendistribusikan bantuan peduli bencana, pada Minggu (14/10). Bantuan disalurkan untuk mengembalikan keceriaan warga setempat, terutama anak-anak yang sempat trauma akibat dihantam gempa dan tsunami. 

Bantuan berupa paket sembako, paket MCK, perlengkapan bayi, dan pakaian wanita telah diberikan kepada 29 kepala keluarga. Bantuan tersebut diterima warga dengan penuh suka cita. Salah seorang relawan, Dadan mengungkapkan, distribusi bantuan disalurkan untuk bantu meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami krisis bantuan logistik. 

“Alhamdulillah bantuan diberikan kepada 29 kepala keluarga yang menempati satu tenda itu,” imbuhnya.

Rona bahagia dan keceriaan terpancar dari anak-anak saat tim Rumah Yatim membagikan puluhan paket bantuan. Lebih lanjut ia menuturkan, di musim kemarau ini aktivitas warga sempat terganggu karena tidak ada air bersih. Sebelumnya saluran air bersih telah rusak karena tertimbun reruntuhan bangunan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari warga sempat menampung air hujan pada Sabtu (13/10) lalu. 

“Selain logistik, mereka juga butuh sarana air bersih, itu yang jadi masalah saat ini,” tuturnya.

Kendati demikian, Dadan berharap, warga terdampak bencana segera bangkit dari keterpurukan, mulai dari aspek ekonomi hingga pendidikan. Serta mulai membangun ulang puing-puing rumah yang hancur. Meskipun penanganan dampak gempa dan tsunami ini terkesan jauh dari kata tuntas.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #17
15 Oktober 2018

Meski Jadi Korban Bencana, Belasan Warga Antusias Jadi Relawan

Sejak gempa dan tsunami menerjang kawasan Sulawesi Tengah (Sulteng), ribuan sarana infrastruktur di wilayah Donggala dan Palu, telah hancur dan rusak. Masalah penanganan pasca gempa terkesan jauh dari kata tuntas, sehingga banyak masyarakat yang peduli bahu membahu ringankan duka korban yang sedang dilanda musibah. 

Belasan warga terdampak gempa, berbondong-bondong mendatangi posko bencana Rumah Yatim di Kampung Nelayan, Talise, Kota Palu, membuat masyarakat di beberapa titik pengungsian semangat dan antusias membantu tim Rumah Yatim saat packing ribuan bantuan yang akan disalurkan ke 500 titik pengungsian. 

Menurut salah seorang tim relawan Rumah Yatim, Ridwan mengungkapkan, banyak korban bencana yang tergerak untuk bergabung menjadi relawan Rumah Yatim. Dalam kondisi berduka pasca gempa ini, mereka tetap berjuang memperbaiki kondisi psikisnya yang trauma.   

“Di sini masyarakatnya selain menjadi korban gempa, mereka juga antusias untuk membantu proses pengepakan, yang insya Allah akan kita salurkan di 500 titik pengungsian,” ungkapnya. 

Bencana itu, bukan hanya meluluh lantakan sarana infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga maupun lainnya. Hal senada juga diungkapkan Dadan, banyak warga yang pergi ke wilayah lain dan meninggalkan kawasan Palu karena sudah tidak bisa dihuni lagi. Oleh karena itu, lumpuhnya aktivitas di Palu membuat warga mencari cara untuk mengisi kekosongan aktivitas dengan membantu sesama. 

Ia berharap, saat tim inti kembali ke Bandung, korban sekaligus yang menjadi relawan dapat meneruskan semangat membantu kepada sesama yang membutuhkan.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #16
15 Oktober 2018

342 Kepala Keluarga Terdampak Gempa Terima Bantuan Rumah Yatim

Pendistribusian bantuan terus dilakukan oleh tim relawan Rumah Yatim untuk para korban gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan sekitarnya. Sebanyak 342 kepala keluarga di posko pengungsian Kampung Limboro, Kabupaten Donggala, Sulteng, menerima bantuan peduli bencana yang didistribusikan oleh Rumah Yatim dengan penuh rasa bahagia dan suka cita, Sabtu (13/10). 

Penyaluran bantuan ini, untuk meringankan beban masyarakat terdampak gempa yang masih merasakan duka dan pilu akibat tempat tinggalnya dihantam gempa 7,7 SR. Salah seorang tim relawan Rumah Yatim, Dadan Rusmana menuturkan, bantuan yang diberikan berupa paket sembako, air mineral, paket MCK, paket perlengkapan bayi, dan paket pakaian wanita. 

Sedangkan, kondisi wilayah tersebut, menurut pantauannya di lapangan, Kabupaten Donggala tidak terkena tsunami, namun gempa yang meluluhlantakan tempat tinggal ratusan kepala keluarga. Kondisi di Donggala berbeda dengan Palu, banyaknya rumah yang runtuh dan retak, membuat masyarakat enggan untuk menempatinya karena sudah tidak layak huni.

Hal ini diungkapkan Dadan, kedatangan tim Rumah Yatim disambut antusias dengan penuh suka cita, bahkan warga berbondong-bondong membantu menurunkan ratusan bantuan itu. Menurut informasi yang diperolehnya, terakhir warga menerima bantuan pada Jumat (5/10) lalu. 

“Bantuan yang kita bawa relatif komplit, semuanya dipaketkan agar dibagi rata untuk menjangkau ke masing-masing pengungsi. Mereka sangat antusias sekali dan menyambut kita dengan suka cita,” jelasnya.

Ia berharap, kondisi masyarakat setempat dapat cepat pulih kembali. Walaupun mereka banyak merasakan kehilangan, setidaknya bantuan ini dapat meringankan dukanya saat terkena dampak gempa ini, yang sudah tidak memiliki apapun selain pakaian yang dipakainya berhari-hari.

“Bukan hanya bantuan logistik, bantuan lain pun sangat diharapkan warga untuk menumbuhkan kembali ekonominya,” pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #15
13 Oktober 2018

Ratusan Bantuan Disalurkan Rumah Yatim ke Lima Titik Pengungsian

Ratusan paket bantuan peduli bencana telah didistribusikan Rumah Yatim kepada ratusan korban gempa dan tsunami di lima titik posko pengungsian, Kota Palu, Kamis (12/10). Banyaknya bantuan logistik yang tertunda dan tersendat dari lembaga lain maupun pemerintah, membuat Rumah Yatim berinisiatif mendistribusikan bantuan secara langsung ke tangan ratusan korban bencana tanpa perantara.  

Berlokasi di lima titik pengungsian di antaranya Kampung Nelayan, Marawola, dan Silae yang terdiri dari tiga posko yang didatangi tim relawan. Solehudin salah seorang tim relawan Rumah Yatim menyebutkan, sekitar 150 kepala keluarga menerima bantuan peduli bencana. Bantuan tersebut berupa paket sembako, paket MCK, perlengkapan bayi, dan pakaian wanita. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, bantuan tersebut diberikan sebagai rasa kepedulian Rumah Yatim dan para donatur yang menitipkan donasinya untuk disampaikan secara langsung. Tujuannya agar merasakan pahit getirnya terhadap duka dan pilu yang dirasakan korban di pengungsian. Serta memastikan bahwa bantuan tersebut sampai ke tangan yang tepat. 

“Dari masyarakat pun Alhamdulillah responnya positif, katanya tidak ada bantuan seperti Rumah Yatim. Biasanya mereka menerima bantuan kebanyakan secara tidak langsung, dan baru pertama kali langsung seperti ini,” terangnya, saat dihubungi, Jumat (12/10). 

Sedangkan untuk kondisi masyarakatnya sendiri, menurut pantauannya di lapangan, warga masih merasakan trauma dan masih teringat saat musibah yang melenyapkan rumah dan anggota keluarganya. Selain itu, gempa susulan dengan skala kecil pun masih sering terjadi setiap harinya. 

Meski bantuan ini menurut Solehudin tidak banyak, namun diharapkan Rumah Yatim dapat membantu meringankan beban korban bencana, yang sempat dilanda kesulitan.

“Insya Allah akan kami ratakan penyaluran ini di 500 titik pengungsian,” pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #14
12 Oktober 2018

Rumah Yatim Buka Posko Bencana Bagi Korban Gempa dan Tsunami

Jumlah korban jiwa akibat gempa terus bertambah, korban yang terluka semakin banyak, pengungsian semakin sesak. Fasilitas kesehatan makin terbatas, masalah gempa masih jauh dari tuntas. Oleh karena itu, Rumah Yatim bekerjasama dengan relawan lainnya membuka posko bantuan bagi para korban gempa Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). 

Bertempat di Lapangan Golf Kampung Nelayan, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, posko tersebut didirikan berada di tengah-tengah pengungsian para korban bencana. Pemilihan lokasi tersebut, kata Dadan selaku relawan Rumah Yatim, untuk memudahkan akses bantuan peduli bencana yang akan disalurkan ke ribuan korban bencana. 

“Karena kita harus punya tempat droping barang untuk disalurkan ke tempat yang sangat membutuhkan. Oleh karena itu, posko ini letaknya bergabung dengan para pengungsi,” terangnya.

Saat ini, sambung dia, para korban yang selamat dari bencana mayoritas telah mengungsi ke wilayah pegunungan atau dataran tinggi. Oleh karena itu, pemilihan lokasi ini juga agar lebih dekat dengan pengungsi lainnya untuk merasakan pahit getirnya kehidupan yang dijalani korban di pengungsian. Menurutnya, lokasi yang berada di atas perbukitan ini relatif aman. 

Selain itu, di pengungsian tersebut juga banyak korban bencana yang menjadi relawan. Hal itu karena tingginya rasa kemanusiaan yang ada untuk membantu saudara-saudaranya. Sehingga dalam hal ini, Rumah Yatim memiliki informasi terkait lokasi terparah akibat gempa dan tsunami karena para korban tersebut memiliki akses informasi. 

Dadan berharap, posko bencana ini dapat diteruskan oleh relawan Rumah Yatim yang juga menjadi korban bencana untuk memudahkan akses dalam membantu saudara sesama yang ditimpa musibah. Agar lebih mudah diberikan sehingga dapat terorganisir dengan banyaknya koordinasi bersama tim relawan.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #13
11 Oktober 2018

Ribuan Bantuan Logistik Telah Diberangkatkan Ke Palu

Dua armada truk berisikan ribuan bantuan logistik telah diberangkatkan dari Makassar menuju Kota Palu, pada Selasa (9/10) malam. Bantuan logistik tersebut akan disalurkan secara langsung kepada korban gempa dan tsunami di kawasan Palu dan sekitarnya agar tepat sasaran, tanpa menunda ataupun menunggu.

Pemberangkatan bantuan tahap dua ini diberangkatkan pada pukul 21.00 WITA dengan dibantu oleh 11 relawan di Makassar. Dadan Rusmana, salah satu relawan Rumah Yatim menuturkan bantuan logistik yang dibawa sebanyak 1000 paket bahan pangan, 1000 paket pakaian dalam wanita, 1000 paket MCK dan 1000 paket perlengkapan bayi. 

Barang bantuan tersebut merupakan bahan yang sangat dibutuhkan berdasarkan permintaan korban saat tim relawan mengunjungi pengungsian. Serta akan disalurkan kepada 1000 kepala keluarga. 

“Alhamdulillah kita sudah dapat bantuan dari relawan Makassar. Bantuan logistik pangan dan pakaian dalam telah diberangkatkan. Sesampainya di sana kita juga akan terus berkoordinasi dengan relawan di Palu,” terangnya kepada jurnalis Rumah Yatim, Rabu (10/10). 

Menurut pantauannya di lapangan, saat ini relawan telah sampai Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, serta dipastikan bantuan akan sampai ke lokasi pengungsian besok pagi. Diharapkan pemberangkatan bantuan ke kawasan Palu ini berjalan lancar.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #12
10 Oktober 2018

Rumah Yatim Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa di Petobo

Minimnya pasokan bantuan yang masuk ke ratusan titik pengungsian di wilayah Sigi dan sekitarnya, membuat Rumah Yatim tergerak kembali menyalurkan bantuan peduli bencana kepada ratusan korban gempa dan tsunami di Kampung Petobo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (9/10). 

Relawan Rumah Yatim, Dadan Rusmana menyebutkan, sebanyak kurang lebih 125 kepala keluarga telah menerima bantuan tersebut. Adapun bantuan yang diberikan berupa bahan pangan untuk bantu memenuhi kebutuhan para pengungsi yang sedang dilanda krisis pangan, air bersih dan logistik lainnya. 

Dalam penyaluran ini, kata dia, dibantu oleh para relawan yang sekaligus menjadi korban gempa dan tsunami. Menurutnya, masyarakat sangat bersyukur atas datangnya bantuan ini. Karena bantuan yang masuk ke posko pengungsian tersebut sangat minim. Akses jalan yang sulit membuat pasokan bantuan sulit disalurkan.

“Akses jalan ke sana hancur, jadi kita tetap memaksakan kesana untuk memastikan supaya mereka benar-benar menerima bantuan ini,” ungkapnya, Rabu (10/10). 

Kondisi terkini pengungsian tersebut menurut pantauannya, masyarakat mulai terserang penyakit kulit. Wilayah yang tandus dan berdebu, membuat sebagian warga terserang penyakit pernapasan, terutama bayi dan lansia. Selain itu, banyak pula warga yang memiliki luka berat maupun ringan akibat dari tertimbun reruntuhan saat gempa terjadi. 

Ia berharap, segera ada pembenahan dari pemerintah setempat, karena tenda yang digunakan sebagai tempat tinggal yang dihuni ratusan warga sangat tidak layak dan masyarakat hanya menempati seadanya. 

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #11
9 Oktober 2018

Rumah Yatim Belanja Kebutuhan Bagi Korban Bencana Tahap Dua

Rumah Yatim kembali belanja kebutuhan pangan dan sandang tahap dua untuk didistribusikan kepada ribuan masyarakat korban gempa dan tsunami, Senin (8/10). Hal ini merupakan upaya tanggap darurat Rumah Yatim dalam menangani permasalahan kekurangan pasca bencana. 

Bertempat di Lotte Mart, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, puluhan bahan kebutuhan pangan tengah dibeli untuk disalurkan pada esok hari. Dadan, salah satu relawan Rumah Yatim mengungkapkan pembelian bahan bantuan ini mengikuti kebutuhan para korban di pengungsian. Karena sebelumnya para korban meminta bantuan sarana MCK, kebutuhan perlengkapan bayi, sembako dan pakaian wanita.   

“Untuk sekarang belanjanya disesuaikan dengan kebutuhan para korban, mengikuti apa yang sangat dibutuhkan korban. Hal ini berdasarkan permintaan,” ungkapnya. 

Menurutnya, ada 12 item yang akan dibelanjakan, di antaranya beras, minyak sayur, air mineral, sabun mandi, sarana MCK, popok bayi, pembalut, makanan kemasan dalam kaleng, dan pakaian wanita. Bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan ke wilayah Donggala, Palu dan Sigi. Dari tempat tersebut, kata Dadan, merupakan wilayah terparah yang sangat membutuhkan bantuan. 

“Sebetulnya kita mau belanja di kota terdekat dengan Palu dan Donggala, tapi sepanjang jalan itu hingga ke Sulawesi Barat tidak menemukan untuk kapasitas yang besar, di sana juga terbatas,” jelasnya.

Rencananya, bantuan ini akan didistribusikan kepada 1000 kepala keluarga yang sedang menanti uluran tangan dari berbagai pihak. Kemudian, untuk penyaluran bantuan tahap dua ini akan didistribusikan ke wilayah pegunungan tempat mereka mengungsi. Kini kondisi palu seperti kota mati tak berpenghuni, karena telah ditinggalkan jauh para penghuninya.

Kendati demikian, ia berharap, kondisi korban bisa segera pulih dari luka lara yang menyelimutinya, serta ini menjadi pembelajaran untuk senantiasa ikhlas berbagi dengan menunjukan kepedulian kepada sesama.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #10
8 Oktober 2018

Ratusan Korban Gempa Palu Bahagia Dapat Bantuan Rumah Yatim

Masih banyaknya daerah terdampak gempa dan tsunami yang belum tersentuh bantuan, membuat Rumah Yatim memperluas jangkauan penyaluran bantuan tanggap darurat. Ratusan korban gempa dan tsunami bahagia terima sejumlah bantuan dari Rumah Yatim. Sebanyak 200 jiwa korban gempa di Kampung Talise, Kabupaten Palu, Sulawesi Tengah, telah menerima bantuan, Sabtu (6/10). 

Penyaluran dilakukan guna membantu para korban dan meringankan bebannya. Selain bahan pangan, turut didistribusikan pula bantuan obat-obatan untuk mengobati korban yang terluka karena tertimpa reruntuhan. 

Relawan Rumah Yatim, Solehudin menjelaskan, kedatangan tim Rumah Yatim disambut antusias. Bahkan bantuan yang dibagikan pun turut diterima dengan penuh rasa sukacita dan rasa syukur. Menurut pantauannya di lapangan, kondisi lingkungan pasca gempa hampir 100 persen pemukiman hancur rata dengan tanah akibat disapu tsunami dan gempa. 

“Tidak ada bangunan yang berdiri utuh sama sekali. Daerah yang kita bantu adalah pengungsi dari kampung nelayan, semuanya habis kena tsunami,” ungkapnya saat dihubungi, Sabtu (6/10). 

Sedangkan, kondisi masyarakat saat ini, kata dia, masih dalam kondisi trauma. Bahkan sebagian pengungsi yang telah dievakuasi hingga saat ini masih belum menemukan anggota keluarganya yang hilang pasca bencana. Hal ini membawa kesedihan dan duka yang mendalam bagi korban yang selamat dari bencana tersebut. 

Kedatangan tim Rumah Yatim ini membawa kebahagiaan bagi para korban yang belum menerima bantuan. Sehingga diharapkan hal ini dapat sedikit demi sedikit mengobati kesedihannya dari musibah yang telah dialami.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #9
8 Oktober 2018

Rumah Yatim Beri Bantuan Pangan pada 4000 Korban Gempa di Sigi

Akibat dihantam gempa dan tsunami, kesedihan dan duka adalah hal yang paling nyata dirasakan oleh ratusan ribu masyarakat Sulawesi Tengah. Melihat kondisi tersebut, tim relawan Rumah Yatim menyalurkan sejumlah bantuan pangan kepada 4000 jiwa di Desa Loro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, (5/10). 

Pendistribusian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap ribuan korban yang sedang dilanda musibah, yang berdampak pada kehilangan rumah dan sanak keluarganya. 

Diinformasikan oleh salah seorang relawan, Solehudin menuturkan, saat ini ribuan masyarakat terdampak gempa telah dievakuasi ke posko pengungsian di beberapa titik teraman. Banyaknya daerah yang dihantam gempa, membuat beberapa area belum tersentuh bantuan, salah satunya Desa Loro. Ia menambahkan, di daerah tersebut belum mendapat bantuan. Sehingga Rumah Yatim memberikan bantuan di wilayah ini.

“Masyarakat sangat antusias ketika tim Rumah Yatim datang, karena di situ memang belum mendapat bantuan, maka dari itu kami datang ke sana dan Alhamdulillah mereka senang luar biasa,” terangnya. 

Selain itu, kata dia, kedatangan tim Rumah Yatim disambut antusias oleh warga setempat. Karena begitu banyak warga yang mengharapkan bantuan ini. Bahkan saat ini warga masih menantikan bantuan lainnya. 

Bantuan pangan telah didistribusikan kepada ribuan korban di Desa Loro, kini sambungnya, akan menyalurkan kembali bantuan tersebut kepada korban gempa di wilayah terdampak lainnya. Masyarakat Loro berharap, Rumah Yatim dapat memberikan bantuan bukan hanya bahan pangan, tetapi juga bantuan jenis lainnya. 

“Mereka mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang Rumah Yatim berikan,” pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #8
6 Oktober 2018

Akan Beri Bantuan, Relawan Rumah Yatim Sudah Tiba di Donggala

Banyak sampah bangunan berserakan di jalanan serta bangunan runtuh, akibat dihantam gempa dan tsunami. Hal ini menjadi pemandangan awal kedatangan tim relawan Rumah Yatim yang telah sampai lokasi bencana di Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (5/10) sekitar pukul 15.45 WITA. 

Menurut pantauan relawan di lapangan, Ridwan menjelaskan, kondisi Donggala terkini mengalami kerusakan sangat parah. Hampir semua bangunan rata dengan tanah akibat dihantam tsunami dan gempa. Terutama di pesisir pantai, banyak sekali korban yang mengharapkan bantuan. 

“Alhamdulillah tim relawan Rumah Yatim sudah sampai lokasi dan kami akan sesegera mungkin menyalurkan bantuan ini,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (5/10). 

Diinformasikan olehnya, aktivitas di kawasan tersebut lumpuh total. Sebagian warga telah dievakuasi, dan sebagian korban lainnya belum ditemukan karena masih tertimbun reruntuhan. Rencananya, bantuan tersebut akan dibagikan di beberapa titik di Donggala dan Palu yang memiliki tingkat keparahan tinggi. 

Ridwan berharap, relawan akan secepatnya memberikan bantuan tanggap darurat kepada korban bencana secara langsung agar tepat sasaran dan ikut merasakan langsung kesedihan yang dirasakan oleh korban.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #7
6 Oktober 2018

Relawan Rumah Yatim Susuri Kabupaten Sigi Guna Distribusi Bantuan

Selain Donggala dan Palu yang terkena dampak gempa, Kabupaten Sigi pun menjadi salah satu wilayah yang terdampak bencana gempa dan tsunami, pada Jumat (28/9) lalu. Tim relawan Rumah Yatim telah menyusuri wilayah tersebut untuk memantau kondisi lingkungan dan korban yang telah dievakuasi di pengungsian, Jumat (5/10). 
 
Salah satu relawan Rumah Yatim, Solehudin mengungkapkan, sekitar waktu magrib di sana, dirinya telah sampai di Kabupaten Sigi. Karena sebelumnya tim relawan mengunjungi Kabupaten Donggala untuk melihat kondisi yang nantinya akan didistribusikan bantuan tanggap darurat. 
 
“Alhamdulillah tim relawan telah sampai Kabupaten Sigi, kita lihat juga terdampak gempa di sini sungguh luar biasa,” ungkapnya. 
 
Menurut pantauannya di lapangan, kondisi Kabupaten Sigi pasca dihantam gempa tidak jauh berbeda dengan Donggala dan Palu, banyak mobil dan sampah bangunan bergelimpangan di jalanan. Serta banyak bangunan rusak dan runtuh menjadi pemandangan awal kedatangan tim relawan ke kawasan tersebut. 
 
Kendati demikian, pihaknya bersama relawan lain akan segera melakukan pendistribusian bantuan tanggap darurat bencana ke Kabupaten Sigi, karena di daerah tersebut pun sangat membutuhkan uluran tangan.
 
www.rumah-yatim.org
UPDATE #6
4 Oktober 2018

Rumah Yatim Distribusi Bantuan Pangan Bagi Pengungsi di Donggala

Tim relawan Rumah Yatim melakukan perjalanan ekspedisi menuju lokasi korban gempa dan tsunami di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Perjalanan ini dilakukan oleh tim relawan dari Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (3/10) pukul 18.00 waktu setempat.

Melalui sambungan telepon, salah seorang relawan Rumah Yatim, Ridwan menjelaskan, dirinya akan berangkat menuju lokasi tsunami melalui jalur darat. Dua buah mobil dibawa oleh relawan Rumah Yatim. Satu di antaranya merupakan sebuah truk muatan logistik bantuan untuk para korban.

"Perjalanan diperkirakan kurang lebih akan memakan w

UPDATE #5
4 Oktober 2018

Rumah Yatim Distribusi Bantuan Pangan Bagi Pengungsi di Donggala

Tim relawan Rumah Yatim melakukan perjalanan ekspedisi menuju lokasi korban gempa dan tsunami di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Perjalanan ini dilakukan oleh tim relawan dari Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (3/10) pukul 18.00 waktu setempat.

Melalui sambungan telepon, salah seorang relawan Rumah Yatim, Ridwan menjelaskan, dirinya akan berangkat menuju lokasi tsunami melalui jalur darat. Dua buah mobil dibawa oleh relawan Rumah Yatim. Satu di antaranya merupakan sebuah truk muatan logistik bantuan untuk para korban.

"Perjalanan diperkirakan kurang lebih akan memakan waktu selama dua hari dua malam dengan perjalanan darat," papar Ridwan, kepada jurnalis Rumah Yatim.

Sejumlah bantuan logistik yang disiapkan Rumah Yatim meliputi kebutuhan pangan, kebutuhan dan makanan bayi, air mineral serta lainnya. Sebelumnya, persiapan logistik Rumah Yatim dibantu oleh sejumlah relawan yang ada di Makassar.

Ia menambahkan, jalur darat yang akan ditempuh tim relawan Rumah Yatim yakni menuju Mamuju, Pisang Kayu, setelahnya ke Donggala, dan terakhir akan menurunkan bantuan logistik di Palu. Sedikitnya di daerah terdampak tsunami tersebut kurang lebih ada sekitar 65 ribu jiwa.

"Mudah-mudahan perjalanan ini bisa sampai tujuan dan bisa tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di sana," tuntas Ridwan.

 

#SaveSulawesi #SavePalu #PrayForSulawesi #Tsunami #SiagaBencanaNasional #GempaSulawesi #GempaDonggala #TsunamiPalu #TsunamiSulawesi #GempaPalu

UPDATE #4
3 Oktober 2018

Tim Relawan Tiba di Makasar dan Akan Belanja Kebutuhan Logistik

Selasa (2/10) dini hari tadi, tepatnya pukul 00:55 WITA, tim relawan Rumah Yatim sudah sampai di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Jalan Airport No. 1, Kec. Makassar, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. 

"Insya Allah untuk agenda hari ini kami akan melakukan berbagai persiapan untuk berangkat ke Palu, salah satunya kami akan belanja kebutuhan logistik untuk disalurkan kepada para pengungsi di sana," kata Dadan, salah satu tim relawan Rumah Yatim, Selasa (2/10).

Dadan meminta doa dari keluarga Rumah Yatim, para donatur dan kepada rekan-rekannya, agar ia bersama tim relawan Rumah Yatim diberikan kesehatan, kelancaran dan kemudahan dalam proses penyaluran amanah ini. "Mohon doanya semoga kami bisa menjalankan amanah ini sesuai yang diharapkan," pungkasnya.

 

#SaveSulawesi #SavePalu #PrayForSulawesi #Tsunami #SiagaBencanaNasional #GempaSulawesi #GempaDonggala #TsunamiPalu #TsunamiSulawesi #GempaPalu

UPDATE #3
3 Oktober 2018

Relawan Rumah Yatim Siapkan Kendaraan Berangkat Ke Palu

"Alhamdulillah kami sudah menyiapkan dua buah kendaraan menuju Kota Palu, kedua kendaran ini terdiri dari satu buah truk untuk mengangkut bantuan logistik dan satu buah mobil ranger untuk mengangkut tujuh relawan," kata Ridwan, salah satu relawan Rumah Yatim, Selasa (2/10)

Rencananya, tim relawan Rumah Yatim akan berangkat ke Palu pada Rabu (3/10) besok. Untuk keberangkatan, tim pun akan dikawal oleh pihak aparat keamanan setempat. 

"Insya Allah kami berangkat besok, kami pun akan dikawal pihak keamanan setempat, agar kegiatan penyaluran bantuan bisa terlaksana dengan aman,  tertib dan merata," ungkap Ridwan.

Ia pun mengungkapkan, jika saat ini tim sedang berada di salah satu toko swalayan untuk membeli berbagai keperluan logistik sebagai bahan penyaluran bantuan.

 

#SaveSulawesi #SavePalu #PrayForSulawesi #Tsunami #SiagaBencanaNasional #GempaSulawesi #GempaDonggala #TsunamiPalu #TsunamiSulawesi #GempaPalu

UPDATE #2
3 Oktober 2018

Tim Relawan Sedang Membungkus Bantuan Bagi Korban Gempa

Tim relawan Rumah Yatim yang terdiri dari tiga orang relawan dari Rumah Yatim pusat, dan empat orang relawan dari Makasar sedang sibuk membungkus bingkisan bantuan logistik, Rabu (3/10). Bantuan ini untuk para korban tsunami dan gempa yang sedang mengungsi di wilayah Palu dan Donggala. Ada ratusan bingksan logistik yang sudah dibungkus oleh tim relawan.

"Saat ini kami sedang fokus membungkus bingkisan bantuan, insya Allah hari ini kami akan berangkat ke Palu dan Donggala untuk menyalurkan bantuan ini," kata Rizal, salah satu relawan Rumah Yatim dari Makasar, Rabu (3/10).

Ia mengatakan, jika tim relawan berangkat menggunakan dua buah kendaraan yang terdiri dari satu buah truk untuk mengangkut bantuan ratusan paket logistik, dan satu buah mobil ranger untuk mengangkut tim relawan. Mereka berangkat sembari diiringi pihak aparat keamanan setempat.

"Mohon doanya supaya perjalanan kami diberikan kemudahan, kelancaran dan kami sampai ke lokasi dengan selamat," ungkapnya.

 

#SaveSulawesi #SavePalu #PrayForSulawesi #Tsunami #SiagaBencanaNasional #GempaSulawesi #GempaDonggala #TsunamiPalu #TsunamiSulawesi #GempaPalu  

UPDATE #1
2 Oktober 2018

Relawan Rumah Yatim Berangkat Ke Palu Guna Beri Bantuan

Tiga orang relawan Rumah Yatim diberangkatkan ke Palu, Senin (1/10) petang. Keberangkatan relawan ini untuk membantu masyarakat yang terkena musibah gempa bumi.

Saat ini tim sedang berada di Bandara Husein Sastranegara untuk melakukan penerbangan menuju Makasar. Sesampainya di Makasar, tim akan membeli berbagai kebutuhan untuk para korban bencana. Setelah itu, tim akan melanjutkan perjalanan via darat menuju Palu.

"Sesampainya di Makasar, kami akan menyewa mobil untuk sampai ke Kota Palu. Diperkirakan kami akan menghabiskan waktu sebanyak 13 jam untuk sampai ke lokasi. Semoga perjalanan kami diberikan kelancaran, agar kami dapat sesegera mungkin membantu masyarakat disana," ungkap salah satu relawan Rumah Yatim.

 

www.rumah-yatim.org

Tanggal Nominal
Hamba Allah
29 September 2018
Rp 300.925
Hamba Allah
29 September 2018
Rp 300.000
Ricky Tanjung
29 September 2018
Rp 400.688
Hamba Allah
29 September 2018
Rp 50.870
Hamba Allah
30 September 2018
Rp 50.739
Hamba Allah
30 September 2018
Rp 25.571
Hamba Allah
1 Oktober 2018
Rp 200.384
Hamba Allah
1 Oktober 2018
Rp 150.997
Hamba Allah
1 Oktober 2018
Rp 400.504
Hamba Allah
1 Oktober 2018
Rp 100.516
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 100.837
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 50.887
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 100.500
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 50.385
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 100.285
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 50.236
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 100.703
laras widosari
2 Oktober 2018
Rp 500.191
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 50.566
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 100.512
Hamba Allah
3 Oktober 2018
Rp 185.292
Muhammad bayu kurniawan
4 Oktober 2018
Rp 100.602
Hamba Allah
4 Oktober 2018
Rp 100.442
Hamba Allah
4 Oktober 2018
Rp 400.236
Hamba Allah
4 Oktober 2018
Rp 150.343
Hamba Allah
4 Oktober 2018
Rp 200.863
Hamba Allah
4 Oktober 2018
Rp 100.183
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 50.112
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 25.148
Alvina martalina
5 Oktober 2018
Rp 1.000.485
MIMIN HERWINDA
4 Oktober 2018
Rp 150.000
Silvia fitrinai
5 Oktober 2018
Rp 390.123
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 50.367
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 200.626
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 500.519
Intan
6 Oktober 2018
Rp 500.551
Hamba Allah
7 Oktober 2018
Rp 50.721
Hamba Allah
8 Oktober 2018
Rp 100.143
Hamba Allah
8 Oktober 2018
Rp 50.617
Hamba Allah
9 Oktober 2018
Rp 100.610
Hamba Allah
12 Oktober 2018
Rp 100.949
Hamba Allah
12 Oktober 2018
Rp 50.926
Hamba Allah
13 Oktober 2018
Rp 500.571
Hamba Allah
15 Oktober 2018
Rp 50.990
Hamba Allah
15 Oktober 2018
Rp 30.081
Hamba Allah
15 Oktober 2018
Rp 150.700
Hamba Allah
16 Oktober 2018
Rp 1.500.301
Idan Ramdani
16 Oktober 2018
Rp 50.862
IRSAN JAELANI
17 Oktober 2018
Rp 200.258
Hamba Allah
17 Oktober 2018
Rp 25.117
Hamba Allah
19 Oktober 2018
Rp 100.578
Hamba Allah
20 Oktober 2018
Rp 10.563
Hamba Allah
20 Oktober 2018
Rp 400.550

Total donatur : 53 orang