Detail Program

Pendidikan

Bimbel Dhuafa

Terkumpul
Rp 500.111
Target
Rp 1.700.000.000
Rp
, - 
PERIODE WAKTU:
356 hari

BERAKHIR PADA:
31 Desember 2018
Penerima Manfaat:
840 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
17 Februari 2018

Bimbel Gratis untuk Persiapan Menjelang UN

Menjelang Ujian Nasional 2018, Asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung, mengadakan bimbingan belajar (Bimbel) reguler gratis untuk anak asuh mukim asrama dan anak asuh nonmukim. Kegiatan ini digelar di Asrama Kedaton, Jalan Sultan Agung No 37, Kedaton, Bandar Lampung, Rabu (14/2). Bimbel ini merupakan upaya para pengurus asrama dalam memperdalam kemampuan anak-anak dalam menghadapi Ujian Nasional. Bimbel ini dilaksanakan setiap hari Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu pukul 14.00 hingga 16.00 waktu setempat.

Kepala Asrama Kedaton Hendi mengungkapkan, Bimbel ini diperuntukkan bagi siswa tingkat SD dan SMP, namun yang lebih diutamakan adalah tingkat SD. Bimbel yang sudah ada sejak tahun 2014 ini, dipersiapkan kembali dalam menghadapi Ujian Nasional, dengan mempelajari kisi-kisi.

“Insya Allah kita akan mempersiapkan, dalam menghadapi UN dengan mempelajari kisi-kisi mata pelajaran berupa rangkuman, di sekolah mereka juga ada jam tambahan, khawatirnya jam tambahan itu hanya tinggal capeknya saja, maka kita fokuskan di asrama,” jelasnya.

 

Sementara itu, kata Hendi, pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah, maka di asrama akan diperdalam kembali, dengan memberikan kiat-kiat jitu. Agar anak-anak bisa menyelesaikan soal-soal dengan rumus yang tepat. Adapun mata pelajaran yang menjadi fokus dalam Bimbel ini di antaranya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, dan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk pengajarnya, pihak asrama merekrut dua guru SD dan satu mahasiswa. 

“Gak lama lagi kan mau menghadapi UN, ngasih ancang-ancang persiapan supaya mereka tidak kaget, yaitu dengan dipelajari kisi-kisi, dan cara-cara penyelesaiannya. Karena mereka masih banyak yang kurang, maka harus banyak dilatih lagi,” paparnya. 

Oleh karena itu, sambungnya, berbagai kesulitan dan minimnya pengetahuan anak-anak terhadap rumus penyelesaian soal matematika dan IPA, akan dibantu oleh para pengajar di Bimbel tersebut. Agar nantinya anak asuh bisa mengerjakan soal-soal UN dengan tepat. 

“Semua persoalan di UN yang akan keluar, untuk saat ini kita akan fokus bantu menerapkan untuk anak-anak. Contoh, otomatis kita harus cari rumus, mereka dikenalkan dengan rumusnya dulu, sebelum mereka mengetahui soalnya,” ungkapnya, Kamis (15/2). 

Bukan hanya anak mukim, ia berharap, dengan adanya Bimbel di Rumah Yatim ini, bisa juga dirasakan oleh anak nonmukim di sekitar asrama. Selain itu, adanya Bimbel ini dapat menjadi jembatan bagi anak-anak dalam menghadapi UN 2018. Ia berharap minimnya sarana prasarana yang ada saat ini di asrama, dapat segera terpenuhi.


Deskripsi Program


  • Masih tinggi angka anak putus sekolah di Indonesia, dimana disampaikan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia beberapa waktu yang lalu, bahwa di Indonesia setiap 1 menit 4 anak putus sekolah dan faktor utamanya adalah lemahnya ekonomi keluarga.
  • Bimbel hanya dinikmati sebagian besar mereka yang memiliki kecukupan finansial, sehingga peluang mendapatkan pendidikan berkualitas bagi dhuafa masih terbatas ruang.
  • Mayoritas pembelajaran di sekolah formal masih menganut sistem kolosal, bukan fokus terhadap potensi individu anak.
  • Pendampingan belajar oleh guru BP/ BK masih belum sebanding dengan kebutuhan dan jumlah peserta didik.
  • Mahalnya biaya konsultasi pendidikan terutama di bimbel-bimbel profit, sehingga kegiatan Bimbel hanya bisa dirasakan oleh kalangan tertentu saja.
  • Persaingan antar pelajar yang semakin ketat di kelas-kelas akhir, membutuhkan penguasaan mata pelajaran yang lebih. Hal ini sangat penting bagi anak-anak Yatim dan anak-anak yang berasal dari kalangan keluarga tidak mampu untuk modal mereka, agar bisa mengubah masa depan dan bisa memutus mata rantai kemiskinan di keluarganya.

Tujuan  Program

  • Membangun rasa kepercayaan diri anak (bagi mereka yang dhuafa)
  • Memberikan pelayanan pendidikan terpadu dalam hal aspek akademik dan aspek psikologis
  • Memberikan fasilitas extra learning dalam pembelajaran materi di sekolah
  • Memberikan fasilitas konsultasi pendidikan dan bimbingan untuk memasuki PTN
  • Menyaring siswa grade A dan B sedini mungkin dan memberikan persiapan secara intensif
  • Memberikan wawasan dunia perkuliahan
  • Mempersiapkan mampu bersaing dan berkompetisi di PTN dan dunia kerja

 

 

 

Penerima Manfaat Program

  • 12 Provinsi di Indonesia
  • 960 Anak Dhuafa

 

Bantu memutus rantai Kemiskinan melalui Pendidikan

“Hanya pendidikan yang berkualitas mata rantai kemiskinan itu dapat terputus”

Salurkan donasi terbaik anda untuk membantu pendidikan mereka,

Semoga Allah selalu memberkahi kita semua dan juga keluarga atas niat mulia dan kepedulian kita kepada sesama.

UPDATE #13
17 Februari 2018

Bimbel Gratis untuk Persiapan Menjelang UN

Menjelang Ujian Nasional 2018, Asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung, mengadakan bimbingan belajar (Bimbel) reguler gratis untuk anak asuh mukim asrama dan anak asuh nonmukim. Kegiatan ini digelar di Asrama Kedaton, Jalan Sultan Agung No 37, Kedaton, Bandar Lampung, Rabu (14/2). Bimbel ini merupakan upaya para pengurus asrama dalam memperdalam kemampuan anak-anak dalam menghadapi Ujian Nasional. Bimbel ini dilaksanakan setiap hari Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu pukul 14.00 hingga 16.00 waktu setempat.

Kepala Asrama Kedaton Hendi mengungkapkan, Bimbel ini diperuntukkan bagi siswa tingkat SD dan SMP, namun yang lebih diutamakan adalah tingkat SD. Bimbel yang sudah ada sejak tahun 2014 ini, dipersiapkan kembali dalam menghadapi Ujian Nasional, dengan mempelajari kisi-kisi.

“Insya Allah kita akan mempersiapkan, dalam menghadapi UN dengan mempelajari kisi-kisi mata pelajaran berupa rangkuman, di sekolah mereka juga ada jam tambahan, khawatirnya jam tambahan itu hanya tinggal capeknya saja, maka kita fokuskan di asrama,” jelasnya.

 

Sementara itu, kata Hendi, pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah, maka di asrama akan diperdalam kembali, dengan memberikan kiat-kiat jitu. Agar anak-anak bisa menyelesaikan soal-soal dengan rumus yang tepat. Adapun mata pelajaran yang menjadi fokus dalam Bimbel ini di antaranya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika, dan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk pengajarnya, pihak asrama merekrut dua guru SD dan satu mahasiswa. 

“Gak lama lagi kan mau menghadapi UN, ngasih ancang-ancang persiapan supaya mereka tidak kaget, yaitu dengan dipelajari kisi-kisi, dan cara-cara penyelesaiannya. Karena mereka masih banyak yang kurang, maka harus banyak dilatih lagi,” paparnya. 

Oleh karena itu, sambungnya, berbagai kesulitan dan minimnya pengetahuan anak-anak terhadap rumus penyelesaian soal matematika dan IPA, akan dibantu oleh para pengajar di Bimbel tersebut. Agar nantinya anak asuh bisa mengerjakan soal-soal UN dengan tepat. 

“Semua persoalan di UN yang akan keluar, untuk saat ini kita akan fokus bantu menerapkan untuk anak-anak. Contoh, otomatis kita harus cari rumus, mereka dikenalkan dengan rumusnya dulu, sebelum mereka mengetahui soalnya,” ungkapnya, Kamis (15/2). 

Bukan hanya anak mukim, ia berharap, dengan adanya Bimbel di Rumah Yatim ini, bisa juga dirasakan oleh anak nonmukim di sekitar asrama. Selain itu, adanya Bimbel ini dapat menjadi jembatan bagi anak-anak dalam menghadapi UN 2018. Ia berharap minimnya sarana prasarana yang ada saat ini di asrama, dapat segera terpenuhi.

UPDATE #12
14 Februari 2018

Rumah Yatim Jabodetabek Buka Bimbel Gratis di 14 Kantor Cabang

Rumah Yatim Regional Jabodetabek membuka fasilitas bimbingan belajar (Bimbel) gratis. Bimbel ini rencananya akan buka di 14 kantor cabang Jabodetabek. Salah satu cabang yang sudah membuka ialah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (12/2). Program Bimbel gratis merupakan pemberian bimbingan belajar kepada anak-anak, terutama anak yatim dan dhuafa.

Menurut pemaparan, Tim Pendayagunaan Regional Jabodetabek Rusmanto, Bimbel tersebut memang tidak dipungut biaya. Akan tetapi, tidak mengurangi dari kualitas pendidikan dalam Bimbel tersebut. Program ini, tambah dia, bertujuan agar anak-anak yatim dan dhuafa mendapatkan kesetaraan dalam mendapatkan fasilitas pendidikan. Salah satunya, dengan memberikan pendidikan tambahan di luar sekolah.

"Karena kita tahu bahwa untuk mendapatkan pendidikan tambahan di luar sekolah terutama para orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan," jelasnya.

Ia menambahkan, apalagi sebagian besar masyarakat yang nantinya akan diberikan fasilitas Bimbel gratis ini merupakan berekonomi lemah. Berangkat dari situlah, tambah dia, salah satu tujuan dari program ini diadakan. Agar orangtua anak tidak lagi merasa terbebani dengan mengeluarkan biaya tambahan. Untuk pelaksanaan Bimbel itu sendiri akan dibuka dalam waktu dekat ini. 

"Insya Allah dalam waktu dekat ini, setelah formulir pendaftaran semuanya terkumpul dan kita bisa mengetahui jadwal hari yang mereka isi di formulir yang telah kita sediakan," paparnya.

Selain itu, bimbingan belajar gratis ini akan dibuka untuk siswa sekolah dasar hingga siswa menengah atas. Untuk pelaksanaannya sendiri akan dilakukan setiap hari. Hal ini guna mendukung tambahan materi, apalagi beberapa bulan lagi siswa kelas 6, 9, dan 12 akan menjalani Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). "Kita adakan setiap Hari kecuali hari minggu," ujarnya.

Rusmanto berharap, dengan Rumah Yatim membuka program Bimbel gratis ini, anak-anak menjadi generasi penerus yang berprestasi. Selain itu, program Bimbel gratis ini bisa membantu anak-anak kurang mampu. Sehingga tetap bisa mendapatkan bimbingan belajar dan mengejar cita-cita yang mereka harapkan seperti anak-anak pada umumnya.

 

UPDATE #11
5 Februari 2018

Jelang USBN 2018, Anak Asuh Gencar Bimbel Bahasa Asing

Menjelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018, anak asuh Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, gencar melaksanakan Bimbel Bahasa Inggris di Asrama Banjarbaru, Minggu (4/1). Kegiatan ini rutin dilaksanakan seminggu sekali ketika weekend, untuk mengasah kemampuan anak asuh dalam berbahasa asing. 

Menurut Manajer Area Kalimantan, Indra Abdullah menjelaskan, hal itu dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, karena merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki. Hal itu untuk memudahkan anak-anak dalam memahami Bahasa Inggris

Selain Bahasa Inggris. Indra mengungkapkan keterampilan bahasa yang ditekankan harus dikuasai anak asuh ialah Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Dikarenakan Bahasa Arab merupakan Bahasa Alquran  yang harus dipahami maknanya, dan Bahasa Indonesia juga merupakan mata pelajaran yang akan masuk di USBN mendatang. 

“Keterampilan bahasa yang harus dikuasai, yang jelas Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Indonesia ini adalah mata pelajaran yang akan di USBN kan,” jelasnya kepada jurnalis Rumah Yatim, Minggu (4/1).

 

Perkembangan anak asuh dalam menjalani Bimbel yang sudah berdiri sejak tahun 2017 itu, lanjutnya, sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Terbukti ketika dirinya menguji anak asuh dengan pertanyaan menggunakan Bahasa Inggris, anak-anak langsung menjawabnya dengan respon yang baik dan mengerti. Bahkan 10 menit sebelum dimulai, anak-anak sudah antusias dalam mempersiapkannya.

“Alhamdulillah perkembangannya sudah ada, jadi ketika mereka ditanya sudah nyambung, kadang sama saya juga suka ditanya dengan Bahasa Inggris mereka langsung connect, so far so good lah, ga ada masalah,” terangnya. 

Ia berharap dengan adanya Bimbel ini, dapat membantu dan memudahkan mereka dalam keterampilan berbahasa, sehingga hal itu dapat lebih mudah anak asuh fahami. Kemudian banyak manfaatnya ketika anak asuh memiliki kemampuan berbahasa. 

“Mudah-mudahan mereka menjadi anak-anak yang hebat dan pintar, bisa mahir berbahasa Inggris, sehingga nanti kalau ada olimpiade, dan kalau bule datang, mereka bisa Bahasa Inggris,” pungkasnya.

UPDATE #10
1 Februari 2018

Gedung PPPA Medan, Wadah Baru Anak-anak Belajar

Rumah Yatim Cabang Medan resmi membuka kantor kas dan gedung PPPA baru di Jl. Kapten Muslim No.7, Dwi Kora, Medan Helvetia, Kota Medan. Peresmian ini mendapat apresiasi dan respon positif dari pihak pemerintah, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Kepala Cabang Rumah Yatim Medan Harun mengungkapkan, selain menyediakan kantor layanan zakat, Rumah Yatim pun akan menyediakan tempat bimbingan belajar (Bimbel) untuk mewadahi anak yatim dan dhuafa belajar. “Kegiatan Bimbel ini gratis, tidak dipungut biaya apapun,” ungkapnya, Senin (31/1).

Ia mengaku, pihak Rumah Yatim sudah bekerjasama dengan pihak professional yang nantinya menjadi guru atau mentor anak-anak. Ada sekitar 40 anak yatim dan dhuafa akan mengikuti Bimbel ini.

Ia menjelaskan, lepas dari soft opening, Rumah Yatim masih membenahi sarana prasarananya. Rencananya, Bimbel dilakukan di lantai 2, dan ruangan yang cukup luas ini akan disekat menjadi 3 kelas. 

“Rumah Yatim ingin menjadi bagian dari elemen yang membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. Terutama bagi anak-anak yang sangat membutuhkan, mengingat biaya Bimbel saat ini cukup mahal. Alhamdulillah, respon warga cukup antusias mendengar akan diadakannya Bimbel ini,” ucapnya. 

Harun menegaskan fokus utamanya bertahap mengadakan sarana dan fasilitas. Mengenai kegiatan-kegiatan berikutnya akan menyusul ditentukan kemudian melihat perkembangan dari apa yang anak-anak butuhkan.


"Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya ; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula". (HR. Bukhari dan Muslim)

UPDATE #9
31 Januari 2018

Latih Bahasa Asing, Asrama Bintaro Rutin Gelar Bimbel

Asrama Rumah Yatim Bintaro yang berada di Jalan Cut Mutia II Blok FG2 No. 38 Bintaro Tangerang memiliki jadwal khusus untuk melakukan tes dan melatih kemampuan berbahasa anak-anak asuh mukimnya. 

Kepala Asrama Rumah Yatim Bintaro Dedi Jimah memaparkan, kegiatan bimbingan belajar (Bimbel) Bahasa Inggris ini merupakan salah satu upaya dalam melakukan edukasi berbahasa asing. Agar anak asuh terbiasa dan bisa digunakan dalam kegiatan keseharian.

“Biasanya anak-anak Bimbelnya setiap sehabis ashar sampai menjelang magrib. Semuanya senang dan antusias, Alhamdulillah. Ini termasuk salah satu cara agar anak asuh mampu berbahasa dan tidak hanya belajar di sekolah saja tapi Bimbel di asrama juga," jelas Dedi ketika diwawancarai jurnalis Rumah Yatim, Kamis (26/1).

Ia menambahkan, kegiatan Bimbel ini bermula dari salah satu program yang digencarkan Rumah Yatim dan merupakan bentuk pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Kepala Asrama yang patuh dan mengikuti SOP Rumah Yatim.

“Alhamdulillah setelah terlaksana, Bimbelnya benar-benar bermanfaat. Ada perbedaan yang signifikan kepada anak-anak asuh, terlebih kepada siswa yang SMP, karena mereka sangat membutuhkan Bimbel ini,” tutupnya mengakhiri wawancara.

UPDATE #8
29 Januari 2018

Bimbel Gratis Bagi Yatim dan Dhuafa Februari Mendatang

Rumah Yatim Jawa Barat berencana akan membuka bimbingan belajar (Bimbel) gratis bagi anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini rencananya akan dilakukan di Asrama Antapani serta kantor layanan zakat Rumah Yatim yang berada di Buah Batu. Kegiatan ini, merupakan upaya Rumah Yatim untuk mendukung pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jabar, Solehudin, pelaksanaan kegiatan Bimbel tersebut akan dimulai pada Februari mendatang. Sasaran kegiatan ini merupakan siswa yang duduk di bangku sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas.

"Nanti kegiatan ini untuk siswa kelas enam, sembilan, dan 12," paparnya, saat diwawancarai di sela-sela kegiatan santunan sembako di Antapani, Minggu (28/1).

Sejumlah mata pelajaran yang akan di Bimbelkan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, serta Matematika. Mata pelajaran ini, tambah dia, dipilih agar siswa bisa mendapatkan tambahan materi menjelang ujian mendatang. Sehingga siswa bisa mempersiapkan kemampuan akademiknya menjelang pelaksaaan ujian.

Rencananya, kata Solehudin, kegiatan Bimbel ini akan diadakan dua shift setiap harinya. Untuk shift pertama akan dilaksanakan pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Sedangkan untuk shift kedua akan dilaksanakan pada pukulb16.00 hingga 19.00 WIB. Namun, kata dia, penyesuaian jadwal ini bisa berubah. Hal ini akan dilihat dari kegiatan full day school yang sudah berlanjut di beberapa wilayah. "Jadwal ini bisa berubah, nanti dilihat dari jadwal sekolah pada biasanya," jelasnya.

Ia menambahkan, prioritas utama siswa yang mengikuti Bimbel ini merupakan dari kalangan kurang mampu dan anak yatim. Hal ini guna memberikan ruang akademik lebih yang selama ini belum bisa didapatkan oleh anak-anak tersebut. Selain itu, tambah dia, anak-anak yang berada di sekitaran wilayah asrama Rumah Yatim menjadi sasaran utama. "Jumlahnya hanya akan ada sekitar 60 siswa untuk Bimbel, dan kita pecah di dua lokasi tersebut," ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan, sambung Solehudin, hasil dari masukan sejumlah masyarakat yang berada di setiap wilayah Asrama Rumah Yatim Jabar. Hal itu lantas, menggugah Rumah Yatim untuk memberikan ruang bagi mereka. Sehingga, anak-anak yang mempunyai kemampuan lebih tetapi berekonomi lemah bisa terbantu. "Kebanyakan di luar sana biaya Bimbel cukup mahal, jadi di sini kami berikan gratis," pungkas Solehudin.

UPDATE #7
24 Januari 2018

Anak Asuh Cinere Giat Bimbel Setiap Selasa Malam

Anak asuh Asrama Rumah Yatim Cinere giat mengikuti bimbingan belajar (Bimbel) matematika di Asrama Cinere, Jalan Karang Tengah No.9, Jakarta Selatan, Selasa (23/1) malam. Kegiatan ini merupakan rutinitas asrama guna mendukung dan mematangkan ilmu yang didapatkan anak asuh dari sekolah.

Semangat itu terlihat saat Rivan Febrian Zulfahmi, mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ) memberikan materi. Materi yang disampaikan Rivan meliputi hitungan dasar untuk anak asuh yang duduk di bangku sekolah dasar. Sedangkan untuk anak asuh lainnya, tetap mengikuti proses Bimbel dengan materi yang didapatkan dari sekolah.

Pertanyaan demi pertanyaan, keluar dari sejumlah anak asuh yang belum paham dengan pola matematika yang diberikan. Rivan dengan cekatan dan sabar menjelaskan tahap demi tahap perhitungan yang disampaikannya.

"Butuh kesabaran untuk mengajari anak-anak, karena mereka cepet mengantuk," paparnya.

Selain itu, Rivan merupakan pengajar Bimbel di Asrama Cinere yang sudah memberikan ilmunya sejak lama. Bahkan, menurut Kepala Asrama Cinere, Imanudin, Rivan sudah seperti keluarga bagi penghuni asrama. Sebelumnya, Rivan memberikan pelatihan kepada anak asuh untuk mengoperasikan komputer. Akan tetapi kali ini, ia bersedia pula membagikan ilmu matematikanya. 

Proses pembelajaran matematika di Asrama Cinere pada Selasa malam dan dimulai setelah shalat isya. Hal ini dikarenakan menghindari waktu belajar diniyah yang dilakukan anak asuh. Sesaat sebelumnya, anak asuh memang difokuskan untuk murojaah ayat Alquran maupun hadist yang sudah dihafal.


“Sedekah yang paling utama adalah orang islam yang belajar suatu ilmu kemudian diajarkan ilmu itu kepada orang lain.”(HR. Ibnu Majah)

UPDATE #6
22 Januari 2018

Les Tambahan Tingkatkan Kemampuan Bahasa Asing Anak Asuh

Anak asuh Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung, rutin melaksanakan les Bahasa Inggris, yang dilakukan dua kali dalam seminggu. Hal itu merupakan salah satu keinginan anak asuh, untuk meningkatkan kemampuan lancar berbahasa Inggris, agar bisa bersaing, karena sebelumnya kegiatan tersebut sempat tertunda.   

“Sebenarnya sudah lama, hanya saja kegiatan les ini untuk siswa yang akan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Untuk tahun ini kita mengadakan lagi les Bahasa Inggrisnya, mulai bulan Januari,” papar Pengurus Asrama, Dwi.

Adapun tujuan dari diadakannya les tersebut, kata Dwi, untuk membantu anak asuh dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Terlebih seiring berkembangnya jaman, hal ini dapat menambah wawasan anak asuh. Terutama Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. 

“Untuk belajar agar dapat berbahasa Inggris dan menambah wawasan anak dalam berbahasa asing,” imbuhnya. 

Berawal dari keinginan yang besar untuk bisa lancar berbahasa, ia mengungkapkan anak asuh mengusulkan kepada Kepala Asrama untuk dilaksanakan kembali kegiatan tersebut. Karena anak asuh mulai merasakan betapa pentingnya belajar Bahasa Inggris, terutama untuk mereka yang akan menghadapi USBN. 

Dihadirkannya pengajar dari luar yang merupakan permintaan langsung dari para anak asuh, ia mengaku hal itu membuat anak asuh senang dan bersemangat. Terlebih hal itu dapat membantu mereka dalam memahami setiap kosa kata dan struktur Bahasa Inggris. 

“Alhamdulillah selama les mereka senang, dan enjoy,” ujarnya. 

Dwi berharap, dengan adanya kegiatan rutin tersebut, kelak anak asuh dapat lebih percaya diri dalam berbicara menggunakan Bahasa Inggris, untuk bisa bersaing di dalam negeri hingga di kancah internasional. Terlebih ia mengatakan, dapat lebih baik lagi dalam pembelajaran yang diberikan gurunya, tentunya untuk pendidikan yang lebih baik.


#BimbelDhuafaUntukMendukungPendidikanMerekaYangTakMampu

UPDATE #5
18 Januari 2018

Dukung Anak Pandai Berbahasa, Asrama Fasilitasi Bimbel

Anak asuh Rumah Yatim Duren Sawit mendapatkan bimbingan belajar (Bimbel) Bahasa Inggris. Kegiatan Bimbel diberikan oleh salah seorang donatur di Asrama Duren Sawit, Jalan Kolonel Sugiono, Blok O No.16A, Jakarta Timur, Rabu (17/1).

Menurut pemaparan Kepala Asrama, Yana, Bimbel ini guna mendukung kemampuan akademik anak asuh dalam segi penguasaan bahasa asing. Pemberian materi ini, meliputi materi dasar dan pengucapan kata yang baik dan benar. "Kebetulan anak-anak belum terlalu mengerti pelajaran tersebut," paparnya.

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan secara rutin di asrama. Untuk waktu pelaksanaannya, tambah Yana, akan dilakukan pada Rabu sore pukul 15.00 WIB. Hal ini guna memperlancar kemampuan Bahasa Inggris anak asuh Duren Sawit. "Agar anak -anak menguasai Bahasa Inggris yang baik dan benar," jelasnya.

Yana berharap, kegiatan tersebut akan terus berjalan, serta anak-anak tidak terlalu buta Bahasa Inggris. Sehingga, bisa berprestasi di sekolah maupun masyarakat. Selain itu, ia menambahkan, supaya anak asuhnya tidak kesulitan dalam ujian yang akan dihadapinya nanti.

"Tidak terlalu kesulitan dalam mengisi soal ujian yang di berikan," pungkas Yana.

 

UPDATE #4
17 Januari 2018

Anak Asuh Ikuti Bimbel Persiapan Masuk PTN

Rumah Yatim bidang Pendidikan Nonformal rutin mengadakan Bimbingan Belajar (Bimbel) terhadap 69 anak asuh dari berbagai wilayah, di antaranya Jawa Barat, Jakarta dan Aceh. Bimbel ini, merupakan salah satu cara membantu siswa kelas 12 untuk lebih siap dalam melanjutkan jenjang studi ke tingkat yang lebih tinggi. 

Manajer Pendidikan Nonformal Rumah Yatim Ucu Marlina mengatakan, kegiatan Bimbel ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan serangkaian tes untuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), tes masuk perguruan tinggi, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Mandiri. 

“Sejauh ini bidang pendidikan nonformal ngebantu di ranah situ,” jelas Ina -sapaan akrabnya saat ditemui di sela-sela waktu senggangnya di SD El Fitra, Jumat (12/1).

Ia juga memaparkan, kegiatan Bimbel tahun 2018 ini berbeda dari satu tahun sebelumnya. Tahun ini banyak program dan metode yang digencarkan dalam memfokuskan kegiatan Bimbel, guna meningkatkan pengetahuan dan melatih kebiasaan para siswa. 

“Sistem Bimbel kita diubah. Kalau di sekolah lain pembahasan itu BAB per BAB. Kalau dari kita, BAB tersebut harus diselesaikan dalam satu bulan. Gurunya yang harus pintar menyampaikan kepada anak, pembahasannya tidak jauh dari soal USBN dan soal SBMPTN,” jelasnya. 

Bimbel tersebut diharapkan mampu meningkatkan prestasi siswa serta manjaring siswa untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). “Harapannya seluruh siswa bisa lolos 100% masuk ke PTN,” harap Ina.

Mari bersama mewujudkan masa depan mereka yang lebih cerah melalui pendidikan.

UPDATE #3
13 Januari 2018

Jelang USBN 2018, Anak Asuh Cemara Rutin Bimbel

Anak asuh Rumah Yatim Cemara sedang gencar mendalami beberapa mata pelajaran menjelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mendatang. Kegiatan bimbingan belajar (bimbel) ini dilaksanakan di Asrama Cemara, Jalan Cemara No. 23, Cipaganti, Kota Bandung, Kamis (11/1). Bimbel sendiri merupakan salah satu program yang dilaksanakan SMP IT Bina Insan Unggul.

Menurut pemaparan Kepala Asrama, Safitri, bimbingan belajar tersebut dikhususkan untuk anak asuhnya yang duduk di kelas sembilan. Sejumlah mata pelajaran disajikan setiap harinya dalam kegiatan bimbel tersebut.

"Sudah rutin suka bimbel, itu dari sekolahannya langsung," paparnya.

Ia menambahkan, kegiatan bimbel ini dilaksanakan setiap Senin sampai dengan Jumat. Pelaksanannya, tambah Safitri, dimulai dari pukul tujuh hingga 10 malam. Selain itu, ia mengapresiasi kegiatan bimbel tersebut. Menurutnya, kegiatan bimbel yang dilaksanakan sekolah bisa memaksimalkan potensi akademik anak asuhnya.

"Sangat mengapresiasi, karena untuk melaksanakan ujian-ujian terutama USBN harus di maksimalkan," jelasnya.

Selain itu, kegiatan bimbel tersebut menjadi salah satu penentu kemampaun anak asuh Cemara dalam bidang akademik formal. Hal ini guna menunjang kemampuan belajar mereka selama di sekolah. Sehingga, tambah Safitri, anak asuhnya bisa optimis dalam menghadapi USBN.


Tubuh dibersihkan dengan air. Jiwa dibersihkan dengan air mata. Akal dibersihkan dengan pengetahuan. Dan jiwa dibersihkan dengan cinta. – Ali bin Abi Thalib

#BimbelDhuafaUntukMendukungPendidikanMerekaYangTakMampu

UPDATE #2
11 Januari 2018

Yatim Duren Sawit Antusias Ikuti Les Bahasa Asing

Antusias begitu besar dari sejumlah anak asuh Rumah Yatim Duren Sawit, saat mengikuti les Bahasa Inggris di Asrama Jalam Kolonel Sugiono Blok O No 16 A, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (10/1). Kagiatan ini merupakan bentuk dukungan Rumah Yatim dalam menunjang kemampuan berbahasa anak asuh.

Menurut pemaparan Kepala Asrama, Yana Supriatna, dalam pembelajarannya anak asuh dimulai dengan belajar cara pengucapan huruf yang baik dan benar. Selain itu, anak asuh pula diberikan teori dasar dalam Bahasa Inggris.

"Karena kebetulan anak-anak Asrama Duren Sawit itu bisa dibilang standar, baik bacaan, cara pengucapan apalagi artinya, untuk pelajaran Bahasa Inggris," ungkapnya.

Kegiatan ini, tambah Yana, merupakan perdana dilakukan di Asrama Duren Sawit. Apalagi khususnya les Bahasa Inggris yang secara langsung diberikan oleh orang yang profesional di bidangnya. Selain itu, ia sangat bersyukur dan bahagia atas antusias yang diperlihatkan oleh anak asuhnya.

"Semoga bisa jadi kegiatan rutin, supaya dapat memberikan dampak kepada anak-anak," paparnya.

Yana berharap, dengan kegiatan les seperti ini anak asuhnya mampu membaca, menulis, serta berkomunikasi dengan baik. Sehingga nantinya anak asuh bisa bersaing di tengah masyarakat secara luas. Selain itu, menurut dia, respon anak asuhnya sangat baik. Hal ini diperlihatkan dari antusias anak asuh saat pembelajaran.

"Respon anak-anak alhamdulillah bagus, mereka senang dengan adanya kegiatan ini," pungkasnya.


Langkah pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, lalu diam dan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya. – Sufyan bin Uyainah

Mari memutus rantai kemiskinan melalui Ilmu dengan membantu mereka mendapatkan lebih banyak lagi ilmu lewat program bimbingan belajar.

UPDATE #1
9 Januari 2018

Rumah Yatim Siapkan Bimbel Gratis untuk Yatim dan Dhuafa

Tidak semua anak dapat menikmati fasilitas persiapan UN. Bimbel dan try out kebanyakan hanya dapat dinikmati anak dengan perekonomian orangtua kelas menengah ke atas, karena biaya yang harus dikeluarkan untuk ikut kelas bimbel tidak lah sedikit.

Bagaimanapun, anak yang dapat mengikuti bimbel dan try out adalah anak yang dapat membayar biaya yang cukup mahal. Dalam satu pertemuan mereka harus membayar mentor dengan nominal puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Tentu dengan kenyataan ini tidak semua anak dapat membayarnya.

Melihat permasalahan tersebut, Rumah Yatim yang telah resmi menjadi Lembaga Amil Zakat  (LAZ) Nasional berupaya mendirikan layanan bimbingan belajar (bimbel) cuma-cuma untuk anak-anak yatim dan dhuafa di Indonesia. Rencananya Rumah Yatim akan mendirikan tempat bimbel di seluruh cabang Rumah Yatim yang tersebar di Indonesia.

Menurut Ucu Marlina selaku Manajer Pendidikan Nonformal Rumah Yatim, bimbel ini di prioritaskan untuk anak yatim dan dhuafa yang sudah memasuki kelas akhir dan akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Adapun untuk anak yang masih di kelas awal dan menengah, tetap bisa mengikuti bimbel ini.

Untuk pengajarnya, Ucu menerangkan bahwa Rumah Yatim telah menyediakan pengajar dari kalangan mahasiswa dan guru profesional di bidang mata pelajaran masing-masing.

Tidak hanya memberikan tambahan belajar, di bimbel ini pun akan disediakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak, memberikan pelayanan pendidikan terpadu dalam hal aspek akademik dan aspek psikologis, fasilitas konsultasi pendidikan dan bimbingan untuk memasuki PTN, memberikan wawasan dunia perkuliahan, mempersiapkan anak agar  mampu bersaing dan berkompetisi di PTN dan juga dunia kerja.

“Insya Allah di tahun ini kami berencana mendirikan puluhan tempat bimbel gratis untuk ribuan anak yatim dan dhuafa  di berbagai wilayah di Indonesia, Alhamdulillah di tahun 2017 Rumah Yatim telah mendirikan tempat bimbel di Aceh, Bali dan Bandung," paparnya.

Ia berharap dengan adanya bimbel ini dapat membantu dan memberikan kemudahan anak yatim dan dhuafa untuk menambah pengetahuan pelajaran sekolah, menyelesaikan tugas dan mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian sekolah maupun ujian nasional.

“Mohon doanya, semoga program ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar, semoga langkah kami ini dapat membantu menggapai mimpi mereka," tutup Ucu.

_"Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan."_ Ali bin Abu Thalib

Mari bersama bantu memutus rantai kemiskinan melalui ilmu dan pendidikan mereka. Untuk masa depan mereka yang lebih baik.

 

Tanggal Nominal
Hamba Allah
16 Januari 2018
Rp 500.111

Total donatur : 1 orang