Detail Layanan

infaq/sedekah

Infaq/Sedekah

Dana Terhimpun : Rp 21.679.158


Rp


UPDATE LAPORAN TERBARU
20 Februari 2018

Rihlah ke Puntang, Segarkan Tubuh dan Pikiran Anak Asuh Lodaya

Pasca menjalani rutinitas yang padat dan memasuki libur akhir pekan, anak asuh Rumah Yatim Lodaya Bandung, melaksanakan rihlah ke kaki gunung Puntang, Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/2). Rihlah tersebut dilakukan untuk meningkatkan jasmani anak asuh, agar lebih peduli dalam menjaga kesehatannya. 

Menanggapi hal itu, Staf Pendidikan dan Kesehatan (Pendkes) Asrama Lodaya, Ruslan menjelaskan selain meningkatkan kesehatan, rihlah ini juga dilakukan untuk menguji mental anak asuh. Agar memiliki karakter strength leadership, dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. Maka dari itu, pengurus asrama berupaya memenuhi kebutuhan mental dan jasmani anak asuh. 

Menurutnya perjalanan dari Asrama menuju Banjaran menempuh waktu dua jam, dengan berangkat subuh. Kemudian ketika tiba dilokasi, diisi dengan hiking yang hanya sampai kaki gunung, dan bermain sepak bola. Hal itu dilakukan agar anak-anak tidak merasa jenuh dengan padatnya aktivitas di sekolah maupun di asrama. 

“Rihlahnya ke Puntang, tapi enggak ke puncaknya,” imbuhnya saat diwawancarai, Minggu (18/2). 

Tarkait hal itu, kata Ruslan anak asuh sangat antusias dan semangat dalam mengikuti rihlah. Karena kegiatan itu dapat merefresh pikiran masing-masing anak asuh dengan suasana alam dan udara yang menyegarkan tubuh dan pikiran. Bukan hanya sekedar jalan-jalan, rihlah ini mengedukasi anak asuh dengan kegiatan hikingnya agar lebih dekat dengan alam. 

Ia berharap rihlah ini dapat meningkatkan jasmani anak-anak semakin bugar, serta dapat meningkatkan kualitas mental anak asuh menjadi pribadi dengan karakter yang kuat. Ada pepatah yang mengatakan di balik tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. 

“Dengan rihlah ini, mental anak asuh semakin terasah, agar ke depannya memiliki mental yang pantang menyerah terhadap suatu keadaan,” pungkasnya.


Deskripsi Layanan


Infaq atau sedekah umum (tidak terikat)

Mengeluarkan sebagian harta yang diperintahkan dalam islam untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. 

Sifatnya tidak mengikat baik jumlah yang dikeluarkan maupun obyek mustahik yang akan menerimanya.

Disebut umum karena tidak dibatasi oleh jumlah nominal maupun akad untuk diberikan kepada mustahik kepada program tertentu.

UPDATE #49
20 Februari 2018

Rihlah ke Puntang, Segarkan Tubuh dan Pikiran Anak Asuh Lodaya

Pasca menjalani rutinitas yang padat dan memasuki libur akhir pekan, anak asuh Rumah Yatim Lodaya Bandung, melaksanakan rihlah ke kaki gunung Puntang, Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/2). Rihlah tersebut dilakukan untuk meningkatkan jasmani anak asuh, agar lebih peduli dalam menjaga kesehatannya. 

Menanggapi hal itu, Staf Pendidikan dan Kesehatan (Pendkes) Asrama Lodaya, Ruslan menjelaskan selain meningkatkan kesehatan, rihlah ini juga dilakukan untuk menguji mental anak asuh. Agar memiliki karakter strength leadership, dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. Maka dari itu, pengurus asrama berupaya memenuhi kebutuhan mental dan jasmani anak asuh. 

Menurutnya perjalanan dari Asrama menuju Banjaran menempuh waktu dua jam, dengan berangkat subuh. Kemudian ketika tiba dilokasi, diisi dengan hiking yang hanya sampai kaki gunung, dan bermain sepak bola. Hal itu dilakukan agar anak-anak tidak merasa jenuh dengan padatnya aktivitas di sekolah maupun di asrama. 

“Rihlahnya ke Puntang, tapi enggak ke puncaknya,” imbuhnya saat diwawancarai, Minggu (18/2). 

Tarkait hal itu, kata Ruslan anak asuh sangat antusias dan semangat dalam mengikuti rihlah. Karena kegiatan itu dapat merefresh pikiran masing-masing anak asuh dengan suasana alam dan udara yang menyegarkan tubuh dan pikiran. Bukan hanya sekedar jalan-jalan, rihlah ini mengedukasi anak asuh dengan kegiatan hikingnya agar lebih dekat dengan alam. 

Ia berharap rihlah ini dapat meningkatkan jasmani anak-anak semakin bugar, serta dapat meningkatkan kualitas mental anak asuh menjadi pribadi dengan karakter yang kuat. Ada pepatah yang mengatakan di balik tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. 

“Dengan rihlah ini, mental anak asuh semakin terasah, agar ke depannya memiliki mental yang pantang menyerah terhadap suatu keadaan,” pungkasnya.

UPDATE #48
19 Februari 2018

Anak Asuh Kemang Rutin Berlatih Silat di Minggu Pagi

Banyak cara untuk mengisi waktu senggang di sela-sela kegiatan asrama dan sekolah. Salah satunya memanfaatkan waktu libur Minggu dengan melakukan kegiatan positif dan bermanfaat. Hal inilah yang dilakukan anak asuh Asrama Rumah Yatim Kemang, di pelataran asrama, Jalan Kemang Utara, No. 21A, Jakarta Selatan, Minggu (18/2).

Sejak pagi, Asrama Kemang sudah kedatangan salah seorang alumni Rumah Yatim, Yuli Harisman. Ia sengaja datang untuk memberikan latihan silat kepada anak asuh Kemang. Sengaja dia pilih di Minggu pagi, karena kondisi anak asuh masih segar dan bersemangat. 

Menurut Kepala Asrama Kemang Nanang, kegiatan tersebut sudah menjadi rutinitas di Asrama Kemang. Setiap libur sekolah di Minggu pagi, anak asuhnya mendapatkan bekal latihan silat dari Yuli. Bela diri yang diajarkan pun meliputi teknik dasar dalam silat.

Nanang sangat mengapresiasi kegiatan silat yang diberikan oleh Yuli Harisman. Karena, kata dia, pembekalan bela diri sejak dini merupakan hal positif untuk diri anak asuh. Sehingga, sambung dia, selain anak asuhnya calon hafidz Quran. Mereka pula bisa menjadi hafidz yang kuat.

"Saya sih senang dengan adanya kegiatan ini, terutama untuk di asrama putra Kemang jadi bagus mereka dibekali bela diri," paparnya.

Ia berharap, dengan kegiatan positif seperti ini anak asuh bisa terus semangat dalam belajar. Apalagi, Yuli Harisman, merupakan salah satu alumni Rumah Yatim yang sering meraih prestasi dalam ajang silat. Sehingga anak asuh Kemang tidak hanya unggul dalam segi akademik. Akan tetapi, berprestasi pula dalam bidang lainnya. "Insya Allah bisa ditularkan kepada anak-anak," ujar Nanang.

UPDATE #47
15 Februari 2018

Ratusan Susu Formula Dibagikan untuk Balita Sukapura

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali membagikan susu formula untuk balita dan anak-anak. Kegiatan pembagian susu ini bekerjasama dengan Bebelac dalam program pemenuhan gizi anak. Bantuan susu formula tersebut dilaksanakan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Senin (12/2). 

Menurut Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, sebanyak 150 balita dan anak-anak mendapat susu formula yang diberikan secara gratis. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda. Pembagian susu formula yang pertama dilakukan di Kantor Kelurahan Sukapura. Sedangkan, sebagian lainnya dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu datang ke lokasi dengan cara home visit.

Selain itu, program tersebut bertujuan untuk membantu anak dan balita dalam memenuhi kesehatannya. Kegiatan ini pula, sambung dia, merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam pemenuhan gizi anak. “Program ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi gizi anak-anaknya,” papar Deni.

Ia menambahkan, sebelumnya belum lama ini kegiatan serupa pernah dilakukan Rumah Yatim Jawa Barat di Kelurahan Antapani Tengah. Kegiatan pembagian susu formula, kata dia, akan terus dijalankan di beberapa daerah di Kota Bandung. Apalagi, kata dia, untuk wilayah yang padat penduduk dan kategori masyarakat kurang mampu.

"Tidak semua orang mampu untuk membeli susu, kami hanya membantu agar anak mereka tercukupi dalam hal gizi," ujarnya.

Selain itu, wilayah Kelurahan Sukapura, kata Deni, termasuk ke dalam lingkungan yang padat penduduk. Sehingga hal itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Tidak tersecuali, kata dia, bagi balita maupun anak-anak yang didukung dari segi pemenuhan gizinya. “Mudah-mudahan untuk ke depannya bisa memberikan yang lebih banyak lagi,” harapnya.


#SedekahRefleksikanIman

"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." ( QS Saba : 39 )

UPDATE #46
14 Februari 2018

Anak Asuh Arcamanik Makin Giat Hafalkan Alquran Jelang USBN

Rutinitas mulai padat bagi sejumlah anak asuh Rumah Yatim Asrama Arcamanik. Padatnya kegiatan sekolah dan aktivitas tersebut tidak menjadikan anak asuh Arcamanik bermalas-malasan dalam menghafal ayat suci Alquran. Hal ini terbukti dari giatnya anak asuh dalam menghafal Alquran.

Menurut pemaparan pengasuh asrama Siti Nur Azizah, dengan padatnya kegiatan anak asuh di sekolah tidak mengurangi semangat mereka dalam menghafal. Walaupun kata dia, sebagian besar anak asuh duduk di kelas enam. Akan tetapi, keenam anak asuh tersebut yang saat ini jumlah hafalannya paling banyak dari anak asuh lainnya.

"Alhamdulillah anak yang kelas 1 sudah proses dua juz, kelas 2 proses menyelesaikan satu juznya. Selebihnya yang udah lebih dari tiga juz itu muroja'ah," papar Azizah, Senin (12/2).

Ia menambahkan, bahkan saat ini anak asuhnya lebih semangat dalam menghafal Alquran. Hal itu karena, kata Azizah, anak asuhnya berprinsip dengan jumlah hafalan yang semakin banyak akan mempermudah mereka dalam belajar. Apalagi bagi anak asuh yang saat ini duduk di kelas enam, yang akan menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Selain itu, sambungnya, anak asuh Arcamanik mempunyai harapan tinggi dalam menghafal ayat suci Alquran. Mereka, kata dia, ingin menghadiahkan hafalan tersebut untuk keluarganya. Anak asuh juga meyakini jika nilai akademik kurang memuaskan, maka mereka akan memuaskannya pada hafalan. Apalagi anak asuh meyakini dengan hafalannya bisa mereka semakin dekat dengan Alla SWT.

"Lalu yang paling haru dari mereka itu karena mereka yakini kalau Allah SWT udah dekat dengan kita maka apapun yang di inginkan akan cepat terkabul," tutupnya.

UPDATE #45
13 Februari 2018

Ratusan Susu Formula Dibagikan Gratis untuk Balita Sukapura

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali membagikan susu formula untuk balita dan anak-anak. Kegiatan pembagian susu ini bekerjasama dengan Bebelac dalam program pemenuhan gizi anak. Bantuan susu formula tersebut dilaksanakan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Senin (12/2). 

Menurut Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, sebanyak 150 balita dan anak-anak mendapat susu formula yang diberikan secara gratis. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda. Pembagian susu formula yang pertama dilakukan di Kantor Kelurahan Sukapura. Sedangkan, sebagian lainnya dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu datang ke lokasi dengan cara home visit.

Selain itu, program tersebut bertujuan untuk membantu anak dan balita dalam memenuhi kesehatannya. Kegiatan ini pula, sambung dia, merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam pemenuhan gizi anak. “Program ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi gizi anak-anaknya,” papar Deni.

Ia menambahkan, sebelumnya belum lama ini kegiatan serupa pernah dilakukan Rumah Yatim Jawa Barat di Kelurahan Antapani Tengah. Kegiatan pembagian susu formula, kata dia, akan terus dijalankan di beberapa daerah di Kota Bandung. Apalagi, kata dia, untuk wilayah yang padat penduduk dan kategori masyarakat kurang mampu.

"Tidak semua orang mampu untuk membeli susu, kami hanya membantu agar anak mereka tercukupi dalam hal gizi," ujarnya.

Selain itu, wilayah Kelurahan Sukapura, kata Deni, termasuk ke dalam lingkungan yang padat penduduk. Sehingga hal itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Tidak tersecuali, kata dia, bagi balita maupun anak-anak yang didukung dari segi pemenuhan gizinya. “Mudah-mudahan untuk ke depannya bisa memberikan yang lebih banyak lagi,” harapnya.

UPDATE #44
12 Februari 2018

Bantuan Sarana Publik Bagi Masyarakat Antapani

Bantuan sarana publik diberikan Rumah Yatim Area Jawa Barat kepada masyarakat RW 03, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jumat (9/2). Bantuan ini merupakan bentuk peduli Rumah Yatim Jawa Barat atas kebutuhan sarana publik di wilayah tersebut.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, dan Kasie Pemberdayaan Jawa Barat, Solehudin, kepada Ketua RW 23, Adan Sujana. Selain keranda jenazah, sebelumnya Rumah Yatim Jawa Barat pula memberikan bantuan susu formula untuk pemenuhan gizi bagi anak-anak di wilayah tersebut. "Semoga nantinya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin," jelasnya.

Selain itu, rencananya Rumah Yatim pula akan memberikan keranda jenazah serupa kepada Kementrian Agama Jawa Barat, serta di wilayah lainnya. Di wilayah ini pula rencananya akan diadakan pelayanan kesehatan gratis dan bantuan sembako bagi masyarakat kelurahan Antapani Tengah. "Nanti kita agendakan untuk hal tersebut," tegasnya.

Solehudin menambahkan, selain keranda jenazah, Rumah Yatim Jawa Barat memberikan bantuan sejumlah kitab untuk dipergunakan di RW 23. Kitab tersebut meliputi, Kamus Bahasa Arab, Kitab Tijan, Kitab Safinah, dan Kitab Suci Alquran. Selain itu, diberikan pula papan tulis untuk dipergunakan dalam proses belajar keagamaan.

Rumah Yatim Jawa Barat memang sedang konsen dalam memberikan sejumlah bantuan sarana publik di beberapa daerah. Selain itu, sejumlah bantuan, diantaranya bantuan sembako, peduli sesama, kesehatan gratis, sarana publik dan pendidikan terus di konsenkan agar masyarakat kurang mampu bisa menerimanya.

UPDATE #43
8 Februari 2018

Muhadoroh, Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak Asuh BSD

Muhadoroh merupakan kegiatan rutin anak-anak asuh Rumah Yatim Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang. Kegiatan rutin ini, dilakukan setiap hari Minggu sore, mulai pukul 17.00 sampai menjelang adzan magrib. 

Di asrama BSD ini, muhadoroh dilakukan dalam menggunakan Bahasa Indonesia. Anak-anak asuh saling bergantian melaksanakan sesuai dengan aturan dalam pelaksanaan muhadoroh. Seluruh anak asuh akan mendapatkan gilirannya untuk melaksanakan muhadoroh.

Kepala Asrama Rumah Yatim BSD Syahid Habibilah, saat diwawancarai oleh jurnalis Rumah Yatim Selasa (6/1) menuturkan, dilaksanakannya kegiatan muhadoroh ini bertujuan untuk membentuk sebuah pelatihan skill mengenai publik speaking dan meningkatkan kepercayaan diri anak asuh. 

“Dengan mereka membaca kemudian menghafal, itu kan dapat wawasan baru juga. Anak-anak dilatih untuk bisa berbicara di depan umum agar percaya diri,” jelas Syahid sapaan akrabnya.

Menurutnya, kegiatan muhadoroh ini dirasa sangat bermanfaat untuk mengembangkan bakat anak asuh dalam bidang public speaking. Ia juga menambahkan, dampak yang diterima anak-anak asuh sudah mulai terlihat perkembangannya.

“Alhamdulillah sih ada saja dampaknya, mereka jadi lebih berani,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini akan melahirkan anak-anak yang cerdas secara intelektual dan keislaman. Melalui muhadoroh dapat menjadikan anak-anak asuh bermanfaat untuk banyak orang. “Ya semoga aja kepakai, di masyarakat juga bisa tampil dan percaya diri,” tutup Syahid. 


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #42
7 Februari 2018

Rumah Yatim Riau Bantu Kebutuhan Hidup Korban Kebakaran

Rumah Yatim Cabang Riau memberikan sejumlah bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Rajawali, Gg. Mawar Ujung, RT 04 RW 03, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Senin (5/1) sore. Pemberian bantuan ini diberikan langsung kepada keluarga korban bencana kebakaran tersebut.

Bantuan yang diberikan Rumah Yatim Cabang Riau kepada keluarga korban yang rumahnya terlalap 'si jago merah'. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok sembako, serta pakaian layak pakai. Bantuan itu, guna meringankan beban akibat kebakaran yang menghabiskan seluruh isi rumah.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau Ramdan Burhanudin, bantuan yang diberikan Rumah Yatim untuk mengurangi rasa sedih korban. Serta, bantuan tersebut bukti perhatian Rumah Yatim  yang tidak hanya bergerak dalam bidang zakat. Tetapi aktif pula dalam kegiatan sosial dan pemberian bantuan seperti halnya tesebut. Apalagi jarak lokasi kebakaran tidak jauh dari Kantor Rumah Yatim Cabang Riau.

"Semoga bantuan yang kami berikan dapat mengurangi rasa sedih korban, dan  membuat mereka tersenyum kembali untuk senantiasa bangkit," ungkap Ramdan.

Ia menambahkan, kondisi seperti itu masih dalam ranah Rumah Yatim. Apalagi Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat tidak hanya konsen dalam mengolah zakat, infak, dan sedekah semata. Rumah Yatim aktif pula dalam kegiatan sosial dan bantuan untuk bencana lainnya.

Bantuan yang diberikan Rumah Yatim tersebut mendapat tanggapan dari kepala keluarga korban, Faried Rachman. Pada kesempatan yang berbeda, Faried merasa bersyukur ada perhatian khusus dari Rumah Yatim. Sehingga, dirinya dan keluarga bisa terbantu dengan pemberian dari Rumah Yatim.

"Kami terima dengan tulus kebetulan cuma pakaian ini yang tersisa," ujar Faried, sambil menunjukkan baju lusuh yang ia kenakan.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #41
5 Februari 2018

Anak Yatim Bekasi Perdalam Hadits Guna Bentuk Karakter Diri

Anak asuh Asrama Rumah Yatim Bekasi giat hafalkan hadits. Hadits yang dihafal merupakan Hadits Arbain. Kegiatan hafalan ini rutin dilakukan anak asuh Bekasi setiap harinya. Kegiatan yang dilakukan di asrama, Jalan Raya Pekayon No. 45 B Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

Menurut pemaparan Kepala Asrama, Yayan, setiap hari anak asuhnya menghafal di waktu-waktu tertentu. Di antaranya ialah pada ba'da subuh, ba'da ashar sampai magrib, dan ba'da magrib sampai isya. Menurutnya, anak asuh Bekasi pun murojaah 30 sampai 50 ayat Alquran.

"Ba'da subuh itu Alquran juz 1, 2, 3 dan seterusnya, ba'da ashar hadits dan doa. Ba'da magrib juz 30, kalau hadist biasa murojaah lima hadits," papar Yayan.

Ia menambahkan, untuk hadits idealnya anak-anak menambah hafalan satu hadits perhari. Setiap ada penambahan, akan ada pengulangan hafalan yang telah dihafal sehari sebelumnya. Pengulangan ini biasanya dilakukan sebanyak lima kali, untuk memperlancar hafalan anak asuhnya.

Yayan menjelaskan, ada kesulitan tesendiri untuk membimbing anak asuhnya dalam menghafal hadits. Menurutnya, kesulitan tersebut sangat bervariasi pada diri setiap anak. Adanya target hafalan-hafalan hadits itu agar anak bisa mengamalkan isi makna dari hadits tersebut.

"Ada yang cepat hafal cepat lupa, ada yang lambat hafal dan lambat lupa, ada yang lambat hafal cepat lupa, ada yang kurang konsentrasi," tuturnya.

Ia berharap, anak yang hafal hadits semoga menjadi kader bangsa yang berkarakter. Serta, menjadi awal untuk memperdalam lagi, mempelajari akhlak karimah dan menjadi calon pemimpin bangsa yang unggul. 

"Anak akan menjadi berakhlakul karimah dan selalu mengubah amalan ibadahnya menjadi lebih baik dan berkualitas. Selalu menempatkan sesuatu pada tempatnya," tutup Yayan.

 

UPDATE #40
3 Februari 2018

Belajar Bersama Tumbuhkan Empati Antar Anak Asuh

Anak asuh Rumah Yatim Pamulang Tangerang terdiri dari 11 anak asuh mukim yang beberapa di antaranya merupakan gabungan dari siswi SD, SMP dan SMA. Walau adanya perbedaan jenjang pendidikan, anak asuh Rumah Yatim Pamulang telah memiliki  jiwa empati alami dalam seluruh aspek, terlebih mengenai kegiatan belajar bersama.

Diwawancarai via sambungan telepon pada Rabu (31/1), Kepala Asrama Rumah Yatim Pamulang Mustofa, membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, jiwa empati alami ini telah dimiliki anak asuh Pamulang sudah sejak lama. Hal itu ketika anak asuh dilatih untuk menumbuhkan kesadaran bahwa saling membantu merupakan sebuah kewajiban.

“Awalnya agak susah buat ngaturnya, karena masing-masing orang juga punya cara yang berbeda kalau belajar. Tapi karena memang ada rencana dan tujuan yang baik, yang awal mulanya gak biasa kemudian kita biasakan, jadi ya udah jadi budaya, gak sulit lagi,” paparnya.

Kegiatan belajar bersama ini merupakan kegiatan yang diusung oleh Kepala Asrama Rumah Yatim Pamulang. Hal ini bermula dari adanya kesulitan yang dialami oleh siswi SD ketika hendak mengerjakan PR. Maka, dengan arahan dan bimbingan Mustofa, ia mengaku anak-anak yang sudah di jenjang SMA mulai terbiasa secara alami memberikan bantuan kepada adik-adik kelasnya.

“Udah biasa, dari yang SD, SMP, dan  SMA saling ngajarin satu sama lain. Kalau ada tugas ya belajar buat persiapan besok. Tiap ada PR, belajar bersama kakak kelas sama adik kelas semua digabung,” ujarnya.

Ia mengaku, kegiatan belajar bersama ini sangat efektif untuk menumbuhkan empati antar anak yang lebih tua kepada adik kelasnya. Ia juga menambahkan, kegiatan ini termasuk ke dalam salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak asuh. 

“Ini bentuk upaya saya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Alhamdulillah kakak kelasnya juga udah punya kesadaran bahwa adik-adik kelas itu tanggung jawab mereka,” tutupnya.

 

UPDATE #39
2 Februari 2018

Anak Asuh Banjarbaru Semangat Jalani Puasa Senin Kamis

Aktivitas padat, tak menjadikan anak asuh Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, lelah menjalani puasa sunah Senin Kamis yang dicontohkan Rasulullah SAW. Hal itu, justru mereka jalani dengan semangat dan istiqomah setiap minggunya. Pengurus asrama mengajarkan manfaat dan keutamaan dari puasa sunah tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Seluruh amal disetor pada hari Senin dan Kamis, maka aku lebih menyukai saat setor amal tersebut dalam keadaan berphuasa. (H.R Tirmidzi). 

Asrama Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, gencar melaksanakan puasa sunah Senin Kamis. Hal ini rutin anak asuh laksanakan setiap minggunya. Bahkan setiap menjelang puasa sunah, anak asuh lah yang mengajak para pengurus asrama untuk melaksanakan puasa sunah. Amalan sunah itulah yang menjadikan mereka untuk tetap istiqomah dan menjadi sesuatu hal yang terbiasa. 

“Kami sudah mengajarkan puasa sunah Senin Kamis, sekarang malah anak-anak yang ngajak, bahkan anak-anak sering ngajak puasa sama karyawannya juga,” imbuh Staf Pendidikan dan Kesehatan Asrama Banjarbaru, Dahliani

Sementara itu, ia menjelaskan kegiatan sunah itu sudah lama diterapkan sejak anak-anak pertama kali tinggal di asrama. Pihak asrama mengajarkan makna dari puasa sunah itu, agar anak-anak bisa memahami manfaat puasa sunah itu sendiri, mulai dari melatih kesabaran, menahan hawa nafsu dari segala emosi, hingga memberikan kesehatan pencernaan yang dapat melancarkan sirkulasi darah. 

“Bisa memahami manfaat puasa dan bisa melatih kesabaran, memberikan istirahat untuk organ pencernaan yang lebih manfaatnya,” jelasnya, kepada tim jurnalis Rumah Yatim.

Lebih lanjut ia menuturkan, kini anak asuh menjalankan ibadah puasa sudah semakin bagus, dan menjaga keistiqomahannya. Hal ini terlihat dari respon anak asuh yang semangat, senang dan giat melaksanakan ibadah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW itu. 

“Alhamdullillah anak-anak menjalankannya semakin bagus, sekarang anak-anak senang kalau diajak puasa,” ujarnya. 

Bukan hanya itu, kata Dahliani, anak-anak antusias menjalankannya, bahkan tidak ada satu orangpun yang mengeluh. Walaupun aktivitas mereka sangat padat di sekolah maupun di asrama. Semua itu, tidak dijadikan beban oleh anak asuh, tetapi sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan. 

“Alhamdulillah tidak ada kendala, bahkan anak-anak antusias untuk puasa dan semangat,” katanya.  

Ia berharap, dengan puasa sunah itu, anak-anak bisa terlatih keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Secara perlahan anak-anak bisa mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW, serta hal itu dapat melatih kemandirian anak asuh. 

UPDATE #38
1 Februari 2018

Rumah Yatim Riau Bantu Korban Kebakaran di Kelurahan Bandar

Asap masih mengepul dan menghitam, tembok serta kayu yang habis terlalap 'si jago merah'. Sejumlah orang masih mencari barang berharga, sisa kebakaran yang menimpa pemukiman warga di Jalan Perdagangan RT 01 RW 01, Kelurahan Bandar, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, pada Minggu (28/1) sore. Itulah gambaran saat tim Rumah Yatim Cabang Riau datang mengunjungi lokasi tersebut.

Kebakaran ini mengakibatkan belasan rumah hangus terpanggang. Kebakaran yang diduga akibat arus pendek listrik ini, setidaknya meninggalkan beban bagi korban. Selain 16 rumah yang hangus terbakar, sejumlah keperluan utama seperti pakaian dan kebutuhan pangan ikut terlalap.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Riau memberikan sejumlah bantuan paket sembako serta pakaian layak pakai. Pada Senin (29/1) siang, Rumah Yatim datang untuk melihat kondisi korban. Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, semua korban berada di masjid yang lolos dari tragedi naas itu.

"Memang semuanya benar-benar hangus terbakar. Ada satu masjid yang alhamdulillah gak terbakar," paparnya.

Selain itu, tim Rumah Yatim Cabang Riau bersama warga sekitar membersihkan sisa kebakaran. Kedatangan tim Rumah Yatim Riau sebelumnya disambut baik salah satu perwakilan korban. Rasa haru terlihat saat santunan paket sembako diserahkan kepada seluruh warga.

Selain itu, dia berharap, bantuan dari Rumah Yatim bisa sedikit mengurangi beban yang dialami warga yang rumahnya habis termakan 'si jago merah'. "Mudah-mudahan dengan bantuan yang kami berikan sedikit menghibur dan mengurangi rasa kesedihan yang ada," jelas Ramdan.


“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

UPDATE #37
30 Januari 2018

Fasilitas Asrama Rumah Yatim BSD Sudah Mumpuni

Rumah Yatim saat ini telah menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional yang legal dan profesional. Selain memberikan pelayanan pada bidang penyaluran zakat, Rumah Yatim juga memiliki banyak program untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa.

Di Asrama Rumah Yatim Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, sarana dan prasarananya sudah mumpuni. Seluruh kebutuhaan anak asuh disiapkan dengan begitu apik dan lengkap dan telah terpenuhi sesuai dengan visi dan misi Rumah Yatim. Fasilitas yang nyaman akan membuat kenyamanan pula terhadap keseharian anak-anak asuh di asrama.

Asrama yang terletak di pinggir jalan ini, merupakan asrama yang sudah lengkap. Mulai dari pemenuhan sarana belajar, anak asuh disiapkan seluruh perlengkapan sekolah, pemenuhan kenyamanan tempat tidur, anak-anak asuh diberikan kasur dan fasilitas lain yang menunjang untuk kenyamanan berisitirahat. Untuk pemenuhan sarana keseharian, anak asuh diberikan sepeda dan uang saku dalam menunjang kegiatan keseharian.

Asrama Rumah Yatim BSD pun memberikan pemenuhan gizi 3x24 jam dalam sehari terhadap anak asuh. Pemenuhan kesehatan dan program program lain, Rumah Yatim BSD Tangerang memberikan penuh pelayanan kepada anak-anak asuhnya.

“Sebenarnya jadi anak asuh itu enak, semua perlengkapan dan peralatan sudah disiapkan dari Rumah Yatim,” jelas Syahid Habibilah selaku kepala asrama.

Rumah Yatim telah  menjadi lembaga yang menaungi anak-anak yatim untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan, dan kebutuhan keseharian sebagai salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim. Rumah Yatim juga mencoba memberikan pelayanan dan pengasuhan terbaik untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Agar mereka tidak kehilangan arah dalam meraih masa depan yang lebih cemerlang.


#SedekahBerartiSegalaSesuatuYangBaikYangDiLakukan
#SedekahRefleksikanIman
#BerbagiUntukKehidupanMerekaYangLebihBaik

UPDATE #36
29 Januari 2018

Anak Asuh di Latih Puasa Sunah Sejak Dini

Puasa sunah Senin dan Kamis sudah menjadi rutinitas yang tak asing bagi anak asuh di Asrama Rumah Yatim Bintaro Tangerang. Walau umur anak-anak asuh masih belia,  berusia sekitar 8-12 tahun, namun hal tersebut tak mengurungkan niat bocah-bocah kecil itu untuk terus melaksanakan puasa sunah. 

Sejuknya sore hari di pusat kota Tangerang, dinikmati semua anak asuh. Dengan antusias, anak asuh berkumpul ketika tim jurnalis Rumah Yatim datang berkunjung ke kediaman anak-anak asuh Rumah Yatim Bintaro. Suka cita bergembira, menyambut hangat kedatangan tim jurnalis Rumah Yatim yang berkunjung untuk bersilaturahmi. 

Sembari menunggu adzan magrib berkumandang, anak-anak asuh duduk di  ruangan satu petak, yang sering mereka sebut musholla. Ada yang membawa Al-quran dan mukenanya, ada pula yang hanya ikut duduk dan mendengarkan tim jurnalis yang sedang berbagi pengalaman. 

Beberapa anak asuh, dua di antaranya merupakan siswi SMP kelas tujuh, sisanya, masih duduk dibangku sekolah dasar kelas tiga sampai kelas enam. Semua sama rata, Kepala Asrama tidak membeda-bedakan tingkatan kelas untuk melakukan rutinitas puasa sunah Senin dan Kamis.

“Kalau puasa Senin Kamis emang rutin, mau anak kelas tiga SD, anak kelas enam, atau anak SMP juga sama. Semuanya puasa, dan Alhamdulillah semuanya bisa mengimbangi,” jelas kepala Asrama Bintaro Dedi, saat diwawancarai, Kamis (26/1).

Ia juga menambahkan, kegiatan puasa Senin Kamis ini, merupakan salah satu cara Kepala Asrama dalam meningkatkan mental anak-anak asuh. Agar terbiasa melaksanakan puasa sejak dini. Sehingga ketika sudah dewasa nanti tidak akan merasa kaget dan sudah menjadi kegiatan yang disenangi.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

UPDATE #35
27 Januari 2018

Aktivitas Anak Asuh Kiaracondong di Sepertiga Malam

Jam menunjukkan pukul tiga pagi, anak asuh Rumah Yatim Kiaracondong bergegas bangun dengan mata sayu dan terkantuk-kantuk. Semua bergiliran mandi dan berwudhu untuk melaksanakan shalat tahajud. Dilanjut dengan tadarus hingga suara kumandang adzan subuh lantang terdengar. Walaupun sang fajar belum menampakkan sinarnya, tapi anak-anak selalu semangat menunaikan ibadah shalat sunah dan menghafal Alquran.    

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah SWT di manapun kamu berada, dan iringilah perbuatan jelek itu dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskannya (dosa), dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji”. (H.R. Bukhari)  

Kebiasaan rutin anak asuh ini dilaksanakan setiap hari, agar anak asuh lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Menurut salah seorang pengurus asrama Anida menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan agar anak-anak terbiasa melakukan amalan yang disenangi Allah SWT. Selain itu, dalam tadarusnya, untuk meningkatkan kualitas bacaan Alquran supaya lebih baik lagi dengan ketepatan pelafalan makharijul hurufnya. 

“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas bacaan Alquran anak asuh, baik kelancaran, ketepatan dalam bacaan,” jelasnya. 

Selain amalan sunah lainnya, pihak asrama juga mengajarkan anak-anak untuk menghafal doa-doa. Tujuannya kata Anida, agar anak terbiasa berdoa dalam menjalankan aktivitasnya serta terbiasa mendoakan sekecil apapun perbuatan yang dilakukan orang lain kepada anak asuh. 

“Doa yg dilakukan tiap hari, supaya anak terbiasa untuk berdoa dan mendoakan,” ujarnya, saat diwawancarai Kamis (25/1)

Lebih lanjut, ia menerangkan doa merupakan amalan yang sangat penting dan sangat dianjurkan dalam Islam. Maka, pengurus asrama memberikan kesadaran, bahwa tidak ada zat lain  selain Allah yang Maha Berkuasa atas semua kejadian makhluk di muka bumi ini.

Menurutnya, kegiatan ini pun untuk meningkatkan kualitas anak-anak dari segi kediniyahan, kemampuan serta potensi anak. 

“Karena doa itu sangat penting.  Intinya kegiatan yang dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kualitas anak-anak, baik dari segi diniyah, skill, potensi anak,” paparnya. 

Anida berharap dengan adanya rutinitas seperti ini, dapat terus meningkatkan ketaqwaan anak asuh terhadap Allah SWT. Serta bisa terus menjaga keistiqomahannya dalam menjalankan amalan sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW. 


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #34
25 Januari 2018

Rutinitas Saat Fajar di Asrama Cinere

Bergegas mereka terbangun dengan mata sayu dan kantuk yang menerka. Alarm berbunyi, seruan doa di waktu subuh sudah berkumandang di masjid tidak jauh dari asrama. Suasana begitu sejuk, saat pintu rumah di buka. Bau tanah akibat hujan semalam masih terasa. Segar dan sedikit dingin menusuk sanubari. 

Saat itu, waktu baru menunjukkan pukul empat pagi. Langkah kaki anak asuh Asrama Rumah Yatim Cinere terdengar jelas. Pintu kamar mandi bergantian tertutup dan terbuka. Satu per satu mereka bergegas bangun dan bersiap-siap.

Namun tetap, ada bumbu yang berbeda. Salah seorang anak asuh butuh waktu ekstra untuk membangunkan rekannya. Maklum, malam tadi anak asuh Cinere tidur hampir menjelang tengah malam. Hal ini, mereka gunakan untuk menghafal Alquran, Bimbel, dan mengerjakan tugas sekolah.

Waktu sekolah yang panjang hingga menjelang petang, memaksa anak asuh pintar berbagi waktu. Apalagi mereka harus menjalankan kewajibannya di asrama. Sehingga, hanya sedikit waktu santai bagi mereka. Perjuangan inilah yang selalu diperlihatkan dengan semangat yang tidak pernah surut.

Aktivitas pagi menjadi rutinitas bersama. Mereka, memiliki jadwal tersendiri. Berbagi dan bergantian membersihkan ruangan atau hanya sekedar menyapu halaman. Dengan cekatan tangan mereka bekerja, terbiasa dengan kerapihan.

"Setiap pagi kita beres-beres, ada yang ngepel, buang sampah dan lain-lain," papar salah satu anak asuh, Aldi.

Sesaat sebelumnya, anak asuh asrama mengisi mushola mini untuk melantunkan ayat suci Alquran. Hal ini, sudah menjadi pembiasaan anak Cinere setiap ba'da subuh.

Menjaga kebersihan seperti itulah yang menjadi suatu keharusan setiap anak asuh. Hal ini guna menjaga kenyamanan untuk mendukung setiap kegiatan di asrama. Inilah yang selalu diterapkan oleh Kepala Asrama Cinere kepada anak asuhnya.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #33
24 Januari 2018

Santunan Biaya Hidup untuk Anak Yatim Kekait

Rumah Yatim Cabang NTB memberikan santunan biaya hidup kepada 13 anak yatim yang berada di Desa Kekait, Gunungsari, Lombok Timur, NTB.

Tiga belas anak yatim tersebut merupakan anak-anak dari bapak dan ibu yang kurang mampu. Menurut salah satu pengurus Rumah Yatim NTB Salma Hasanah, mereka dipilih sesuai dengan kriteria yang diberikan yakni yatim yang benar-benar membutuhkan. Dibantu oleh Kepala Dusun Kekait Yusram, Salma pun menyalurkan santunan biaya hidup dan perlengkapan sekolah. 

Anak-anak tersebut terdiri dari anak pra sekolah berusia tiga tahun, hingga yang paling besar anak kelas satu SMA. Mereka sangat gembira sembari malu-malu saat mengambil bingkisan dan juga amplop.

Selain anak yatim, Yusram menuturkan bahwa ada sekitar 80 fakir miskin di wilayahnya yang patut untuk dibantu, tapi karena sebagai Rumah Yatim yang senantiasa memberikan fasilitas untuk anak-anak yatim, Salma pun memprioritaskan anak yatim untuk diberikan santunan. Meskipun Salma berharap suatu saat nanti, tim Rumah Yatim NTB akan kembali ke sana untuk memberikan santunan yang lebih bermanfaat.

“Kami harap Rumah Yatim dapat kembali memberikan santunan untuk warga di sini," ungkapnya.


#SedekahRefleksikanIman

“Tidak seorangpun yang menyedekahkan hartanya yang halal dimana Allah menerimanya dengan kananNya (dengan baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma tersebut akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan unta (semakin hari semakin besar).” ( HR. Muslim )

 

UPDATE #32
22 Januari 2018

Rumah Yatim BSD Tangerang Rutinkan Tadarus Keliling

“Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid dari masjid-masjid Allah, untuk membaca Alquran dan saling mempelajarinya di antara mereka melainkan akan di turunkan kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, di kelilingi malaikat dan mereka di sebut-sebut Allah di hadapan makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya (para malaikat).

Hadits di atas merupakan keutamaan dan manfaat dari tadarus Alquran. Asrama Rumah Yatim Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang merutinkan tadarus keliling setiap hari dalam rangka program yang dicanangkan Asrama Rumah Yatim BSD Tangerang di Jalan Villa Melati Mas Raya Blok P1 No. 9 Serpong Tangerang.

Kepala Asrama Rumah Yatim BSD Tangerang Syahid Habibillah mengatakan, kegiatan tadarus keliling ini dilaksanakan setiap hari setelah shalat subuh dan diikuti oleh seluruh anak asuh Rumah Yatim BSD Tangerang yang berjumlah delapan orang.

“Semua anak ikut, setiap hari satu anak itu tadarus dua ayat. Berurutan dari surat Al-Baqarah, sekarang sudah sampai surat Al-Maidah,” papar Syahid panggilan akrabnya, saat dimintai keterangan via sambungan telepon, Minggu (21/1).

Syahid juga menambahkan, kegiatan tadarus keliling ini merupakan kegiatan yang digencarkan di Asrama Rumah Yatim BSD Tangerang agar mencapai target dan sesuai dengan harapan. “Targetannya itu tadarusnya harus sampai khatam dan hafalin Alqurannya bareng-bareng dengan cara metode keliling,” jelasnya.

Kegiatan tadarus keliling ini, dilaksanakan setiap setengah jam setelah shalat subuh secara konsisten dan tidak pernah absen dari kegiatan tadarus ini. ”Walaupun sehari dua ayat, tapi yang terpenting ada yang dibaca, walaupun sedikit tapi yang penting konsisten, enggak perlu banyak tapi seminggu sekali,” pungkas Syahid.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #31
20 Januari 2018

Beri Kebahagiaan Orang Tua, Chairul Berprestasi di Berbagai Bidang

Banyak jalan menuju Roma, segala keterbatasan bukanlah halangan untuk terus berkarya. Remaja berusia 16 tahun berhasil meraih penghargaan terbaik dalam kategori Diskusi Penyuluhan Peduli IV “Stop Nikah Muda dan Hamil di Luar Nikah”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung, Minggu (14/1) di Aula Kemenag. Meskipun awalnya sulit, ia bisa mengumpulkan berbagai literasi untuk bahan diskusinya. 

Inilah sekilas sosok remaja yang mendapat penghargaan terbaik. Ia adalah Chairul Anam, anak asuh Asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung, lahir di Tangerang 10 Februari 2001. Putra pasangan Zaeni dan Darmini ini merupakan anak ke tujuh dari sembilan bersaudara. Adapun ayahnya bekerja sebagai tukang becak dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. 

Chairul -sapaan akrabnya, saat ini menempuh pendidikan kelas X di SMA Surya Darma Bandar Lampung. Usianya yang menginjak fase remaja ini, ia sudah pandai berargumen mengemukakan pendapatnya di hadapan khalayak umum. Bukan hanya itu, ia juga pandai berbicara, bukan sekedar 'tong kosong berbunyi nyaring' tetapi lebih kepada jiwanya yang sangat komunikatif. 

Terbukti dalam hasil diskusi yang diselenggarakan Kemenag Kota Bandar Lampung ini, dapat dicernanya dengan baik. Saat diwawancarai oleh jurnalis Rumah Yatim, Chairul mengatakan di Indonesia, hampir 80 persen penyebab pergaulan bebas disebabkan oleh media sosial atau internet, karena tidak dimanfaatkan dengan baik. Akibatnya banyak generasi muda seperti pelajar yang paling mendominasi, terjebak dalam pergaulan bebas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan akibat dari pergaulan bebas itu, serta tidak dimanfaatkannya internet dengan baik, berefek pada banyaknya pelajar yang putus sekolah. Padahal banyak di luar sana anak-anak yang ingin sekolah hanya karena terhambat masalah ekonomi. Namun hal itu, malah disalahgunakan oleh mereka yang sudah putus sekolah. 

Maka dari itu, ia menuturkan jika internet digunakan dengan baik, maka bisa dijadikan untuk berkarya dan berprestasi. Sehingga, ia akan mencari cara agar dirinya meraih prestasi, kesuksesan, tidak mengecewakan orang tuanya, serta menjaga nama baik Rumah Yatim yang sudah membinanya selama tiga tahun ini. 

“Saya tidak mau seperti itu, saya hanya berpikir panjang, untuk membahagiakan keluarga saya dan menjaga nama baik Rumah Yatim,” paparnya. 

Kecerdasannya menghantarkan Chairul, pada prestasi yang pernah ia raih di bidang olahraga yakni menjuarai olahraga taekwondo tingkat provinsi. Ini merupakan kebanggaannya bersama keluarga tercinta. Serta diraih pula peringkat 4 besar di sekolahnya. 

Hal senada diakui Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung, Hendi mengungkapkan ia merupakan salah satu anak yang paling menonjol, terutama kecerdasannya dalam pelajaran  kediniyahan. “Ia pintar di pelajaran diniyahnya, saat ini sudah hafal juz 30, 28, 1 dan 29,” imbuhnya.

Faktor ekonomi yang terbatas, dan ibunya yang sering sakit, membuatnya bercita-cita menjadi pengusaha sukses sekaligus Hafidz Quran. Agar suatu saat ia bisa membantu perekonomian keluarganya, terutama semua hafalannya ingin memberikan mahkota terbaik untuk kedua orang tuanya.

 

#SedekahRefleksikanIman

 

UPDATE #30
19 Januari 2018

Kesibukan Anak Asuh Sambut Pembukaan Kantor Baru

Anak asuh mukim dan nonmukim Rumah Yatim Cabang Medan sedang disibukan dengan kegiatan latihan untuk menyambut pembukaan kantor layanan zakat baru pada 28 Januari 2018 mendatang.

Di antara mereka ada yang sibuk menghafal shalawat, memperbagus bacaan Alquran dan masih banyak lagi. Menurut Iwan Gunawan selaku Kepala Asrama, kegiatan ini berlangsung di asrama setiap usai kegiatan diniyah magrib, ada 20 anak asuh yang akan tampil di acara pembukaan nanti.

“Anak-anak lagi semangat-semangatnya latihan untuk pembukaan kantor layanan zakat baru nanti, mereka mengatakan bahwa akan menampilkan penampilan terbaiknya, semoga penampilan mereka nanti disukai tamu undangan,” papar Iwan.


#SedekahRefleksikanIman

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

UPDATE #29
18 Januari 2018

Setiawan, Si Kecil yang Rajin Membangunkan Tahajud

Ada banyak sekali perubahan positif yang terjadi pada Setiawan (12) setelah satu tahun lebih tinggal dan menjadi anak asuh Rumah Yatim Medan. Jika dulu, ia jarang melaksanakan shalat tahajud, kini ia rutin menjalankannya, bahkan ia selalu menjadi anak yang paling pertama bangun dan membangunkan teman dan kakak asuhnya.

Tidak hanya itu, sebelum ke Rumah Yatim ia susah menghafal Alquran, namun kini ia menjadi salah satu anak yang paling semangat banyak hafalannya. Sampai tulisan ini dimuat, Setiawan sudah mampu menghafal 2 juz. Dalam segi pendidikan pun ada perubahan, jika sebelumnya tulisannya itu tidak rapi, kini sudah rapi dan ia rajin mengulang pelajaran selama di sekolah.

“Alhamdulillah selama di Rumah Yatim, banyak sekali perubahan yang terjadi pada Setiawan. Awalnya dia itu susah sekali bangun untuk shalat tahajud, tapi seiring berjalannya waktu ia semakin berani, bahkan sekarang ia paling duluan bangun dan suka membangunkan teman dan kakak asuhnya,” kata Marni, Ibu Asrama. 

Menurut Marni, Iwan -sapaan akrabnya, masuk ke Rumah Yatim sejak ia kelas 5 SD, sekarang Setiawan sudah kelas 6.  Di asrama dan sekolah, ia dikenal sebagai anak yang aktif dan ceria, ia pun dikenal sebagai anak yang ramah dan disukai banyak orang. Marni berharap, Iwan bisa istiqomah dengan perubahannya dan bisa menjadi contoh baik untuk teman-temannya.


#SedekahRefleksikanIman

“Dan berikanlah infak di jalan Allah dan janganlah engkau menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang yang berbuat baik.”( QS Al Baqarah 195 )

UPDATE #28
17 Januari 2018

Alat Tulis Gratis untuk Anak Jembatan Dua Bogor

 

Senyum riang anak-anak kala menyambut Rumah Yatim Jabodetabek yang mengunjungi kediaman mereka di Kampung Jembatan Dua, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sereal, Bogor, Kamis (11/1). Kunjungan ini merupakan kegiatan untuk memberikan bantuan perlengkapan sekolah.

 

Antusias tersebut terlihat saat stand Rumah Yatim dibuka. Puluhan anak-anak dari berbagai tingkatan sekolah langsung menyerbu stand bazar. Padahal, kegiatan bazar ini sempat tidak akan terlaksana karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, melihat antusias yang cukup besar dari masyarakat kegiatan bazar dan pembagian perlengkapan sekolah ini tetap berjalan.

Menurut pemaparan salah seorang dari tim Rumah Yatim, Nurul Fitri, bantuan perlengkapan sekolah tersebut diberikan kepada masyarakat dari kalangan prasejahtera. Sebanyak 60 anak (santri), tambah dia, dari usia pra sekolah hingga SMA mendapat bantuan dari Rumah Yatim.  

Selain itu, ia menambahkan, pembagian perlengkapam sekolah ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam membantu masyarakat prasejahtera. Sehingga bisa sedikit mengurangi beban ekonomi. Terutama bisa terbantu dalam segi kebutuhan pendidikannya.

"Selain pembagian alat tulis, ada juga bazar pakaian layak pakai untuk masyarakat," paparnya.

Untuk ke depannya Rumah Yatim Jabodetabek akan mempersiapkan program lain. Seperti pelayanan kesehatan gratis, dan pembagian sembako untuk daerah Bubulak Bogor.

#SedekahRefleksikanIman

“Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan Alhamdulillah akan memenuhi timbangan, subhanallah walhamdulillah akan memenuhi ruangan langit dan bumi, shalat adalah cahaya, dan shodaqoh (sedekah) itu merupakan bukti.” (HR. Muslim)

UPDATE #27
13 Januari 2018

Rumah Yatim Jabodetabek Gelar Happy Bazar di Bogor

Rumah Yatim Regional Jabodetabek menggelar kegiatan Happy Bazar di Jalan Cilebut Raya RT 03 RW 02, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, Kamis (11/1). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat sekitar.

Salah seorang dari tim Rumah Yatim Jabodetabek, Nurul Fitri menjelaskan, pada kegiatan Happy Bazar ini disajikan sejumlah perlengkapan baju muslim, sepatu anak-anak serta kebutuhan lainnya. Menurutnya, respon masyarakat begitu besar dengan adanya kegiatan ini.

"Alhamdulilah dalam program Happy Bazar ini kami bisa membuat mereka tersenyum bahagia, ini adalah salah satu program baru di Jabodetabek," papar Nurul.

Menurutnya, kegiatan bazar tersebut sempat tidak akan terlaksana karena kendala cuaca yang kurang mendukung. Namun, tambah dia, melihat antusias masyarakat cukup besar, kegiatan bazar tetap berjalan lancar tanpa kedala.

"Sempet gak akan terlaksana karena akan hujan, tapi pas waktu kita mulai acaranya alhamdulillah tidak hujan," jelasnya.

Sebelumnya, sambung Nurul, Rumah Yatim Jabodetabek telah memberikan sejumlah bantuan ke Yayasan Bambu Tua Hidayatul Idrusiyah. Bantuan tersebut meliputi penyerahan karpet serta Alquran untuk membantu berjalannya pendidikan di yayasan tersebut.

"Semoga saja kami dari Rumah Yatim bisa membantu lebih dari sebelumnya," tutupnya.


Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula keturunanmu yang akan mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, akan tetapi hanya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh. – (Q.S Saba’: 37)

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #26
11 Januari 2018

Rumah Yatim Banjarbaru Ajari Anak Asuh Berdoa Sebelum Beraktivitas

Anak asuh Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, rutin melaksanakan doa pagi bersama sebelum berangkat sekolah, di teras asrama Rumah Yatim Banjarbaru, Rabu (10/1). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ibadah yang diajarkan pihak asrama, sebelum memulai aktivitas, diawali dengan berdoa. 

Indra Abdullah, selaku Manajer Area Kalimantan mengungkapkan kegiatan doa bersama sebelum berangkat sekolah ini, agar anak-anak terbiasa melakukannya setiap hari, sehingga bisa menambah kebaikan untuk semakin dekat dengan Allah SWT.

“Jadi sebelum berangkat mereka kumpul dulu, doa bersama untuk menuntut ilmu,” imbuh Indra saat diwawancarai tim jurnalis. 

Lebih lanjut ia memaparkan, selain berikhtiar, anak-anak juga harus menyertakan Allah SWT dalam setiap aktivitasnya, agar ilmu yang anak dapatkan, bisa menjadi berkah. Sehingga menambah ketaatan dan ketaqwaan mereka kepada Allah.  

“Mereka juga harus menyertakan Allah dalam setiap aktivitas, agar kebekahan menyertai langkah mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, doa bersama ini merupakan sebuah kegiatan positif yang harus dibiasakan, dikembangkan, dan dilestarikan, agar menambah kertaqwaan dan ketaatan. 

Ia berharap, dengan doa bersama ini, Allah memberikan kecerdasan dalam keimanan anak asuhnya. Serta dengan doa tersebut anak asuhnya bisa selamat dalam perjalanan ke sekolah hingga kembali lagi ke asrama dalam keadaan sehat wal’afiat.


“Barang siapa yang membelai kepala anak yatim kerana Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)

#BantuCerahkanMasaDepanMereka
InsyaAllah mereka lah yang akan mengambil andil besar dalam membantj berat nya timbangan amal kebaikan kita nanyi disana...

UPDATE #25
10 Januari 2018

Teladani Rasul, Anak Asuh Jalani Puasa Senin Kamis

Puasa senin kamis merupakan puasa yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Karena hari tersebut merupakan hari dilahirkannya Nabi Muhammad SAW dan hari diutus-Nya sebagai nabi akhir zaman. Kegiatan puasa senin kamis ini rutin dilaksanakan anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung. 

Asrama Tanjung Karang menerapkan puasa sunah maupun kegiatan sunah lainnya, sebagai rutinitas yang terbiasa dilakukan. Pihak asrama juga mengajarkan amalan-amalan sunah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. 

Menurut salah seorang pengurus, Dwi Apriana mengungkapkan, puasa sunah yang sudah menjadi rutinitasnya setiap minggu, tidak membuat anak-asuh binaan Rumah Yatim ini, menjadi lelah. Mereka menjalankannya dengan niat karena ibadah kepada Allah SWT. Istiqomahlah yang menjadi kunci dasar anak-asuh tetap enjoy menjalaninya. 

“Alhamdulilah, pada senang dan semangat, karena itu sudah menjadi rutinitas kita dan insya Allah istiqomah,” imbuhnya kepada jurnalis Rumah Yatim, Selasa (9/1). 

Seperti halnya yang dipaparkan Dwi, menjalani puasa sunah dengan ikhlas, membuat anak-anak tetap semangat, bahkan tidak cepat mengeluh.

“Alhamdulilah enggak, mereka semua menjalankan puasa senin kamis dengan semangat,” terangnya. 

Belajar dari hal terkecil membuat anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang semangat dan antusias. Pihak asrama mengajarkan hal-hal yang terkecil, agar anak asuhnya merasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Sedikit dan sebanyak apapun yang mereka miliki, tetap harus disyukuri, karena itu yang akan mengantarkan anak asuhnya kepada keberkahan dan pribadi yang taat kepada Allah. 

“Insya Allah, kami di sini belajar sunah dari hal yang terkecil, dan alhamdulilah juga itu menjadi rutinitas kita yang sudah seperti budaya puasa senin kamisnya,” jelasnya.

Ia berharap walaupun kegiatan puasa senin kamis ini masih dalam tahap pembelajaran, anak-anak bisa terus belajar istiqomah, karena istiqomah adalah sesuatu hal yang sulit untuk terus dipertahankan, tentunya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam menjalankan setiap sunah Rasul-Nya. 

“Semoga, kegiatan yang ada di Rumah Yatim ini kita dapat menjalankannya dengan baik dan tentunya belajar istiqomah. Karena istiqomah adalah hal yang sulit, tetapi kita harus belajar sedikit demi sedikit, agar nantinya menjadi lebih baik lagi di mata Allah,” pungkasnya.

 

"Puasa adalah perisai, yang akan melindungimu dari api neraka dan menjagamu dari perbuatan dosa." (HR. Bukhori)

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #24
9 Januari 2018

Anak Asuh Kaliurang Semangat Hafal Alquran

Hafalan Alquran atau tahfidz merupakan salah satu kegiatan wajib di asrama Rumah Yatim,  di bawah bimbingan pengurus asrama, biasanya kegiatan ini berlangsung dua kali sehari yakni ba’da shalat isya dan ba’da shalat subuh. Salah satu asrama Rumah Yatim yang rutin menggelar tahfidz adalah Asrama Kaliurang, Yogyakarta.

Di dua waktu tersebut, Asrama Kaliurang yang dihuni anak asuh putra ini rutin menggelar hafalan Alquran. Menurut Nurma Madjid salah satu pengurus asrama, dalam sehari anak-anak mampu menghafal sebanyak lima ayat bahkan ada yang mampu menghafal sebanyak satu halaman Alquran. “ Dalam sehari paling sedikit mereka ngafalin lima ayat, tapi kalau lagi semangatnya tinggi mereka mampu menghafal satu halaman,” ujarnya, Senin (8/1).

Selain menghafal, di dua waktu tersebut anak-anak pun terbiasa untuk memurojaah hafalannya, agar selain menambah hafalan mereka, juga agar tidak lupa dengan hafalan yang sebelumnya. Biasanya kegiatan murojaah dimulai setelah kegiatan menghafal dimulai.

“ Alhamdulillah anak-anak istiqomah menghafal di dua waktu tesebut, sekarang mereka sudah mampu menghafal sebanyak tiga juz,” pungkasnya.


Penting untuk membiasakan keberhasilan. Cara termudah untuk memulainya adalah berhasil dalam suatu hal, sekecil apapun, setiap hari, perlahan namun pasti perbesar tingkatan ambisi dan keberhasilan.

#BersamaDampingiMerekaUntukMeraihPrestasi

UPDATE #23
5 Januari 2018

30 Anak Non Mukim Rutin Dapat Beasiswa Pendidikan

Sebanyak 30 anak asuh non mukim Rumah Yatim Surabaya, kembali mendapat beasiswa pendidikan rutin di akhir tahun 2017, Minggu (31/12). 

Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya Agus Kurnia memaparkan, sekitar 27 anak asuh yang mendapat santunan tersebut merupakan anak-anak yatim dan dhuafa yang ada di sekitar asrama.

“Kami prioritaskan anak-anak yatim, jadi untuk yang dhuafa hanya 20 persen saja," ujarnya.

Selain yatim, yang menjadi kriteria utama juga adalah anak-anak yang dekat dengan asrama, meskipun banyak juga anak yang jauh dari asrama tetap diperhatikan. Jarak antara asrama dan rumah mereka sekitar enam km. Setiap ada santunan biasanya mereka datang bersama kedua orang tuanya. Terkadang juga Agus yang datang ke rumah mereka, seperti pada kesempatan akhir tahun lalu, Agus menyengaja datang untuk memberikan santunan kepada mereka.

“Kasian kalau mereka harus datang terus ke asrama, terkadang saya memberikan langsung ke rumah mereka,” paparnya.                                             Pada kesempatan itu, santunan non  mukim ini diberikan Agus kepada perorangan. Rencananya pada awal tahun ini mereka akan disatukan pada event pembukaan kantor Rumah Yatim Surabaya.

“Insya Allah, ada rencana akan menggelar santunan non mukim kembali setiap bulan dan pada awal tahun ini akan disatukan di event pembukaan kantor Rumah Yatim Surabaya, bahkan kami akan mengundang semua kemitraan," ungkapnya.


Allah tak melihat bentuk rupa dan mal kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #22
4 Januari 2018

Santunan Non Mukim, Langkah Awal RY Tanjung Karang di 2018

Memasuki awal tahun 2018, Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung menyalurkan santunan non mukim kepada 86 orang non mukim di Asrama Tanjung Karang Bandar Lampung, Kamis (4/1). Penyaluran santunan ini merupakan agenda rutinan setiap bulannya.

“Insya Allah rutin setiap bulannya,” kata Weli, Kepala Asrama.

Pemberian santunan ini berupa pemberikan bantuan biaya hidup kepada anak-anak di sekitar asrama setiap bulannya. Karena secara administrasi anak non mukim tersebut sudah terdata sejak berdirinya Rumah Yatim Tanjung Karang. 

Ia mengungkapkan santunan non mukim ini diberikan, mudah-mudahan dapat mengurangi beban anak-anak dari kalangan masyarakat prasejahtera.

“Setidaknya kan ini dapat memberikan kebahagiaan untuk mereka, bentar lagi kan masuk sekolah,” ungkapnya, saat diwawancarai, Kamis (4/1). 

Weli mengaku, respon penerima santunan non mukim ini begitu antusias dan bahagia, karena ketika libur, anak non mukim ini mendapat bantuan donasi berupa uang. 

Adapun 86 orang non mukim yang menerima santunan ini berasal dari sekitar Kelurahan Gotong Royong, Kelurahan Gulagalih, Kelurahan Kebun Jeruk, dan Kelurahan Gudang Lelang. 

Ia berharap, Rumah Yatim bisa memberikan santunan donasi maupun santunan lainnya lebih banyak lagi kepada anak-anak di wilayah Bandar Lampung. Karena masih banyak masyarakat di sekitar Bandar Lampung sendiri belum mendapat santunan. 

Ia menambahkan para donatur juga bisa terus memberikan donasinya ke Rumah Yatim, untuk disalurkan kembali kepada yang lebih membutuhkan.

 

#SedekahRefleksikanIman
Jadi bagian dari #PejuangKebaikan bersama #MencerahkanMasaDepanYatimIndonesia

Link Donasi : http://www.donasionline.id/ziswaf/infaq-sedekah-tidak-terikat

UPDATE #21
3 Januari 2018

RY NTB, Solusi Penyaluran Dana CSR Perusahaan

Sebagian perusahaan kebingungan mencari tempat penyaluran dana CSR perusahaan. Begitu pun yang dirasakan oleh Plaza Bangunan NTB. Banyak tempat penyaluran dana namun tidak semua sesuai dengan program CSR perusahaan. Rumah Yatim di undang ke lokasi Plasa Bangunan, Sabtu (30/12) dan dapat memenuhi keinginan pihak Plaza Bangunan untuk menghadirkan 350 anak asuh. Sejak itu mereka pun percaya dan yakin bahwa dana CSR dapat sampai ke tangan yang tepat.

“Sebelumnya kami bingung harus menyalurkan dana ke mana, tapi rupanya Rumah Yatim memiliki banyak anak ya, insya Allah ke depannya kami akan menyalurkannya pada Rumah Yatim,” ungkap perwakilan Plaza Bangunan.

Menurut Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, undangan ini merupakan undangan kedua kalinya. Sebelumnya, pihak Plaza Bangunan mengundang 100 anak pada bulan ramadhan, dan sebuah kehormatan pada akhir tahun ini Rumah Yatim kembali mendapat undangan.

Sekitar 350 anak asuh memadati kantor Plaza Bangunan, sebelum sampai ke lokasi,  anak-anak dikumpulkan di asrama dan difasilitasi enam truk besar untuk mengangkut anak-anak serta empat mobil pick up yang didatangkan langsung dari Longserang dan Ranjok untuk menjemput anak sekitar daerah tersebut.

Sesampainya di lokasi, anak-anak pun disambut oleh pihak panitia. Setelah suasana kondusif, acara dimulai dengan beberapa sambutan, salah satunya dari Amir Sumarna, dan ceramah yang disampaikan Raiman, salah satu kemitraan Rumah Yatim. Ada pula pembagian santunan kepada anak asuh berupa alat tulis sekolah dan pemberian sembako kepada pihak Rumah Yatim.

“Alhamdulillah acara berlangsung lancar, terima kasih atas kepercayaannya kepada kami,” ungkap Amir.

 

#SedekahRefleksikanIman
#LAZRumahYatim

UPDATE #20
2 Januari 2018

Isi Pergantian Tahun dengan Beri Santunan Pendidikan Yatim

Di momen pergantian tahun ini terpancar senyum ceria dari ratusan anak yatim, saat mendatangi Kantor Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (31/12). Di Kantor inilah anak yatim dari 12 RW menerima bantuan pendidikan dari Rumah Yatim.

Kegiatan yang berlangsung malam hari ini, sekaligus menyambut momen pergantian tahun. Menurut penjelasan salah seorang relawan Rumah Yatim, Nurul, sebanyak 100 anak yatim dan dhuafa dari 12 RW senantiasa meramaikan kegiatan malam itu.  Kegiatan ini pula untuk mengisi malam tahun baru dengan hal yg positif.

"Dengan santunan ini kita bisa melihat mereka tersenyum meskipun tidak dengan meniup terompet," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan sinergisitas program dengan pemerintah setempat. Sehingga sinergi program dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan bisa berjalan bedampingan.

"Kebetulan kantor layanan laznas Rumah Yatim ada di wilayah kelurahan Cipinang Cempedak yang tidak jauh jaraknya," paparnya.

Selain itu, kegiatan ini pula untuk mencegah perilaku negatif yang mungkin akan dilakukan anak-anak di wilayah itu. Sehingga, tambah Nurul, tujuan utama pemberian bantuan di akhir tahun 2017 bisa menjadi momen pembeda bagi anak-anak tersebut.

"Harapannya semoga apa yang Rumah Yatim kasih bisa bermanfaat dan semoga tahun depan Rumah Yatim bisa menyantuni lebih banyak lagi ke depannya," jelasnya.

Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional tidak hanya menerima, mengelola, dan menyalurkan zakat semata. Lembaga yang telah memiliki cabang di 14 provinsi ini, senantiasa rutin memberikan perhatian kepada anak yatim dan dhuafa dalam menunjang pendidikannya.

 

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #19
1 Januari 2018

RY Tangerang dan LKSA Beri Santunan Kemitraan

Rumah Yatim Area Tangerang bekerjasama dengan Lembaga Sosial Kesejahteraan Anak (LKSA) mengadakan santunan kemitraan di Jalan Beringin Raya Nomor 94 Karawachi Baru Kota Tangerang Banten, Jumat (29/12). Kegiatan ini diikuti oleh 4 LKSA dari berbagai daerah di wilayah Tangerang.

Santuan kemitraan ini berlangsung lancar, kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.  Santunan ini, merupakan program yang terbentuk sejak dulu yang diusung oleh Rumah Yatim dan LKSA Kota Tangerang dan memiliki agenda rutin setiap dua bulan sekali.

“Tujuan diadakan kegiatan ini adalah sinergitas dengan forum panti sebagai pelaku sosial yang bergerak dibidang kesejahteraan sosial dan membantu untuk pemenuhan sarana prasarana pendidikan dilingkungan LKSA,” papar Muslihudin selaku Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Tangerang.

Ia mengatakan, kegiatan ini seharusnya diikuti oleh lima mitra, tetapi satu mitra berhalangan hadir. Ia berharap, dengan diadakan kegiatan ini Rumah Yatim dapat mensejahterakan dan memenuhi kebutuhan setiap mitra.

“Terpenuhinya sarana prasarana pendidikan, kesejahteraan panti, karena dengan hal tersebut akan membuahkan kualitas pendidikan sehingga melahirkan generasi yang handal guna menyongsong masa depan,” ungkapnya.

Muslih sapaan akrabnya, mengatakan, semoga bantuan ini dapat mengurangi beban dari operasional pendidikan di LKSA, terlebih kepada seluruh pengelola, pengasuh dan keluarga dapat diberikan kesehatan dan dimurahkan rezekinya.

“Semoga bantuan ini dapat membantu, seluruh yang berkontribusi baik pada pendidikan anak atau yang lainnya dapat disehatkan dan dimurahkan rezekinya, semoga anak-anak binaannya pada soleh dan solehah,” harapnya.


#BersamaCerahkanMasaDepanMereka
#SinergiKemitraan

UPDATE #18
30 Desember 2017

Tahfidz, Cara Isi Libur RY Tanjung Karang

Anak asuh asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan tahfidz, yang dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis. Kegiatan tahfidz tersebut merupakan cara Asrama Tanjung Karang dalam mengisi waktu libur sekolah dengan hal yang bermanfaat. 

Kepala Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung, Weli mengatakan kegiatan tahfidz ini dilaksanakan agar anak-anak bisa menjaga hafalannya dengan baik. Selain itu, supaya anak-anak bisa terus mengamalkan hafalan yang mereka miliki. 

“Supaya anak-anak bisa terus mengingat apa yang mereka hafal,” ungkapnya, saat diwawancarai, Jum’at (29/12). 

Ia juga menjelaskan target hafalan anak asuh dalam sehari paling sedikit dua hingga lima ayat, yang dimulai dari juz ke-30. Apabila juz 30 sudah bisa dihafal, maka dilanjutkan dengan juz 29 dan 28 untuk dimuroja’ah. 

“Kita targetkan sehari 2 sampai 5 ayat,” kata Weli. 

Sebanyak 11 anak asuh yang mengikuti kegiatan tahfidz ini. Dari sebelas anak, ia menyebutkan ada lima orang yang sudah hafal 5 juz, dan satu orang yang sudah hafal 4 juz. 

Ia berharap dengan kegiatan hafalan ini, anak-anak bisa berkarya melalui tahfidz, serta bisa terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 

Lebih lanjut, ia menambahkan dengan hafalan yang mereka miliki, ada prestasi yang bisa anak-anak torehkan untuk kebermanfaatan dirinya sendiri, tentunya membuat bangga Rumah Yatim.  

“Dengan tahfidz ini semoga anak-anak bisa berkarya, bisa mengembangkan keimanan dan ketaqwaan, ada prestasi yang bisa di torehkan,” pungkasnya.


#bersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #17
28 Desember 2017

Anak Asuh Non Mukim RY Lampung Terima Santunan

Ada 132 anak asuh non-mukim menerima santunan donasi, di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Selasa (26/12). Santunan tersebut adalah santunan biaya hidup untuk anak asuh non mukim. 

Pemberian santunan donasi untuk non mukim ini merupakan salah satu program rutinan Rumah Yatim setiap bulannya, yang disalurkan ke beberapa wilayah di Lampung. Namun saat ini disalurkan bersamaan dengan penyerahan bantuan sembako. 

Kepala Asrama Rumah Yatim Lampung, Hendi memaparkan bukan hanya orang tua saja yang merasakan keberadaan Rumah Yatim. Tetapi anak-anak juga harus mengetahuinya, karena mereka tidak bisa merasakan apa yang dirasakan anak-anak mukim di asrama. Walaupun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, setidaknya mereka ikut merasakan kebahagiaannya juga. 

“Kita harus adil, bukan hanya orang tua saja, tetapi anak-anak juga bisa ikut merasakan adanya Rumah Yatim,” papar Hendi.

Lebih lanjut ia menambahkan, dana yang diberikan donatur bukan hanya untuk anak-anak mukim. Tetapi anak non-mukim juga berhak menerimanya. Apa yang tidak didapat di asrama, anak non mukim juga perlu merasakan kebahagiaan yang dirasakan anak mukim. 

“Ya walaupun tidak seberapa, tapi setidaknya dua pihak ikut merasakan, kita bisa membantu dan berbagi dengan mereka,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (26/12).

Ia mengaku santunan untuk anak mukim dikurangi, karena hampir setiap hari di asrama ada kegiatan donatur, maka dari itu, dialihkan ke anak non mukim di sekitar asrama. 

Hendi berharap dengan adanya santunan non mukim ini, bisa mengobati rasa sulit bagi orang tuanya yang dalam kategori prasejahtera. Walaupun tidak seberapa, kebahagiaan bisa sama-sama dirasakan antara anak dan orang tua.


#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #16
28 Desember 2017

Anak Asuh Antusias Ikuti Lomba Antar Asrama

Di momen libur sekolah kali ini, anak asuh Rumah Yatim area Yogyakarta yang berada di Asrama Kaliurang dan Monjali sedang sibuk berlatih menyambut kegiatan perlombaan antar asrama yang akan digelar pada Jumat sampai Sabtu (29-30/12) mendatang. 

Di antara mereka ada yang sibuk dan serius latihan pidato, memasak, dan menghafalan Al Qur’an. Saking seriusnya, ada di antara mereka yang selalu membawa teks pidato, buku pelajaran, dan Al Qur’an. Ada pula di antara mereka yang sibuk di dapur untuk mengolah berbagai jenis makanan.

Menurut Nuryeni salah satu pengurus Rumah Yatim, kegiatan perlombaan akan digelar di Asrama Monjali, dengan kegiatan lomba pidato, cerdas cermat, tahfidz quran dan lomba masak. Peserta yang terlibat adalah seluruh anak asuh mukim di asrama Kaliurang dan Monjali.

“Alhamdulillah anak-anak terlihat sangat antusias dan serius latihan untuk mengikuti perlombaan ini,” ujarnya, Rabu (27/12).

Nuryeni pun menuturkan bahwa tujuan diadakan perlombaan tersebut adalah untuk meningkatkan kreatifitas, ketangkasan, mental dan kepercayaan diri anak asuh. Ia berharap kegiatan lomba ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar.


#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #15
28 Desember 2017

RY NTB Intensifkan Hafalan Al Quran di Hari Libur

“Saya ingin anak-anak tak hanya sekedar hafal, dan selanjutnya lupa dengan hafalan yang sudah mereka pelajari,” ungkap Salma Hasanah, Pengurus Rumah Yatim NTB yang mengeluhkan hafalan Al-Qur’an anak asuhya. Karena hafalan anak asuhnya tersebut sudah sangat jauh, namun saat kembali di murojaah, ada saja ayat yang lupa.

Untuk menyiasati hal tersebut, Salma pun berinisiatif mengulang kembali hafalan mereka dari awal yakni juz 30. Target perminggunya, iabmenetapkan setiap anak harus hafal 1 surat untuk surat yang panjang dan 2 ayat untuk ayat yang pendek. Selain itu  murojaah anak-anak pun ditingkatkan khususnya pada liburan semester kali ini. Biasanya murojaah dilaksanakan seusai shalat magrib saja, namun kini selama libur, anak-anak akan melakukan murojaah selama 3 waktu yakni, sesudah shalat subuh, shalat magrib dan ashar.

Meski agenda cukup padat, sampai detik ini Salma belum mendengar keluhan dari anak-anak, bahkan anak-anak cenderung bersemangat dan berusaha menambah hafalannya dan juga menyempurnakan bacaannya. Ia pun mengungkapkan anak-anak masih harus diperbaiki dan disempurnakan lagi bacaannya, untuk itu Salma dan pengurus lainnya mengajarkan kembali tajwidnya. 

“Selain mengulang dan murojaah secara intensif, tak lupa bacaan mereka pun diperhatikan dengan mengingatkan kembali tentang tajwidnya,” ujarnya.

#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka
#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #14
27 Desember 2017

Kenang Tragedi Tsunami, RY Aceh Ziarah

Mengenang 13 tahun peristiwa tsunami Aceh, Rumah Yatim Cabang Aceh melakukan dzikir dan do’a bersama di kuburan massal Ulelehue dan Siron, Banda Aceh, Selasa (26/12). Do’a bersama ini dalam rangka mengenang sekaligus ziarah untuk mendo’akan masyarakat Aceh yang telah wafat ketika peristiwa tsunami lalu.

Menurut pengurus Rumah Yatim Aceh, Dewi memaparkan kegiatan tersebut sudah menjadi kegiatan tahunan masyarakat Aceh, terutama Rumah Yatim Aceh untuk mendo’akan para korban pasca tragedi tsunami, 26 Desember 2004 silam.

“Kegiatan itu memang sudah menjadi kegiatan tahunan di sini pasca tragedi tsunami tahun 2004," papar Dewi.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, Rumah Yatim sendiri ikut terlibat dengan membawa anak asuh dalam acara dzikir dan do’a bersama yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota.

Kunjungan ke Ulelehue dan Siron ini, agar mengingatkan kepada anak-anak akan tragedi tsunami, sebagai orang tua harus mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

“Kita sebagai orang tua harus mengingatkan, setiap yang bernyawa pasti akan meninggal," ungkap Dewi saat diwawancarai tim jurnalis Rumah Yatim.

Selain mengenang, Rumah Yatim juga ikut peduli dengan tragedi 13 tahun silam, untuk dijadikan sebuah momen penting sepanjang sejarah, yaitu dengan empati yang sedalam-dalamnya.

Dewi berharap, dengan ikut terlibatnya dalam ziarah ini, Rumah Yatim Aceh sendiri bisa menanamkan nilai-nilai kepedulian kepada anak, agar anak lebih peduli terhadap sesama. Selebihnya mengingatkan kepada kematian.

“Menanamkan nilai-nilai kepedulian ke anak-anak agar tidak cuek,” pungkasnya.

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #13
27 Desember 2017

Alat Tulis Gratis untuk Anak Asuh RY Tangerang

Rumah Yatim Beringin Tangerang Banten memberikan santunan alat tulis gratis untuk 90 anak asuh non mukim. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Rumah Yatim Tangerang, pada Rabu (19/12).

Santunan ini merupakan kegiatan rutin yg dilakukan Rumah Yatim Beringin setiap satu bulan sekali dan merupakan salah satu kegiatan yang betujuan untuk menambah semangat belajar anak asuh.

"Mereka baru saja mendapatkan nilai raport. Semoga saja ke depannya anak-anak dapat termotivasi untuk semangat belajar," ujar Ikin selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Beringin Tangerang Banten.

Ia berharap, semoga anak-anak semakin bisa memaknai arti bersyukur. "Walaupun tidak seberapa, baik sedikit atau banyak, semoga tetap bersyukur," ucapnya.

Ikin juga berpesan agar anak-anak senantiasa meraih prestasi dengan sungguh-sungguh. "Semoga anak-anak juga tidak meninggalkan shalat 5 waktu," tutupnya.

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #12
27 Desember 2017

Teladani Akhlak Terpuji, Anak Asuh Nobar Film Sahabat Rasul

Anak asuh mukim Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung melakukan kegiatan nobar (nonton bareng) film sahabat Rasul Umar bin Khattab di Asrama Lodaya pada Sabtu (23/12). Kegiatan nobar tersebut, merupakan kegiatan rutin anak-anak asuh Lodaya dalam mengisi waktu kosong pada Sabtu malam. 

Staff PendKes (Pendidikan dan Kesehatan) Asrama Rumah Yatim Lodaya, Ruslan Effendi menjelaskan, nobar tersebut diikuti lebih dari 30 anak asuh mukim  dan menjadi salah satu cara untuk memberi motivasi dan contoh akhlak terpuji dari sosok sahabat Rasul.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, terutama untuk anak-anak. Pelajaran ini cocok sekali untuk seumuran mereka. Karena mereka masih mencari sosok teladan bagi kehidupan mereka. Melalui film ini, anak-anak diharapkan dapat mencontoh akhlak yang ada pada diri sahabat Rasul tersebut,” paparnya.

Selain itu, Ruslan juga mengaku alasan ia memilih film Umar bin Khattab. Karena, film mengenai kisah sahabat Rasul memilki banyak pesan atau pun akhlak-akhlak terpuji yang bisa dicontoh atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebenarnya memilih film ini tujuannya untuk meneladani sikap-sikap yang ada pada para sahabat Rasul di masa itu,” pungkasnya.

 

#sedekahRefleksikanIman
#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #11
27 Desember 2017

Anak Asuh RY Coreng Wajah Jika Salah Tes Hafalan Qur'an

Tidak ada habisnya ide kreatif dari anak asuh Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung. Mengisi hari libur, anak-anak asuh Lodaya rutin menyetor hafalan Qur’an setiap satu minggu sekali. Kegiatan rutin ini dilakukan di mushola Asrama Rumah Yatim Lodaya.

Ada yang unik dan berbeda pada Jumat (22/12) dalam kegiatan setor hafalan Al-Quran kali ini. Anak-anak yang keliru atau memiliki kesalahan dalam bacaan Qur’annya, maka wajah mereka harus rela dicoreng dengan tepung yang dicairkan. 

Dhian Risdhian selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung memaparkan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melatih anak untuk konsentrasi, tanggung jawab, dan tentunya untuk melatih sejauh mana hafalan Al-Qur’an tersebut dapat dibacakan kembali.

“Melakukan tes ayat dengan cara melempar ayat yang akan dibacakan oleh siapa saja, dan mereka harus melanjutkan hafalan yang dilontarkan. Kalau ada yang salah di antara mereka, harus rela dicoreng dengan cairan tepung,” jelasnya. 

Ia juga menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk konsekuensi apabila anak-anak kurang teliti dalam menyampaikan beberapa tes hafalan tersebut serta untuk mengukur sejauh mana anak-anak dapat menjaga hafalannya. Selain itu, hal ini juga merupakan salah satu selingan dan hiburan untuk anak-anak.

“Anak-anak senang, seru, antusias, dan semua semangat. Kalau yang banyak coretannya ya malu juga,” tutupnya. 

 

#sedekahRefleksikanIman
#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #10
26 Desember 2017

Asrama Antapani Isi Liburan dengan Mereview Pelajaran

Anak asuh Rumah Yatim Antapani Bandung mengisi waktu liburan dengan belajar bersama, mereview kembali pelajaran yang telah dipelajari di sekolah. Melakukan review kembali merupakan cara Asrama Rumah Yatim Antapani mengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan yang produktif.

Kepala Asrama Rumah Yatim Antapani, Irwan mengungkapkan cara tersebut bertujuan untuk mengasah otak anak tetap produktif, serta terus mengingat pelajaran yang dipelajari di sekolah.

Menurut Irwan, anak asuh mengisi waktu luang hanya kegiatan diniyah.

"Mengisi waktu luang lebih kepada kediniyahan." Ungkap Irwan, Sabtu (23/12).

Selain mereview pelajaran, Asrama Antapani juga mengisi waktu luang dengan kerja bakti dengan seluruh anak asuh.

Irwan berharap mengisi waktu luang dengan hal yang produktif dapat meningkatkan daya ingat anak-anak terhadap mata pelajaran yang telah dipelajari, serta mengasah kemampuan anak-anak untuk bisa berprestasi.

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #9
26 Desember 2017

Yatim Cemara Sulap Barang Bekas Jadi Bernilai Estetika

Banyak cara untuk mengisi waktu libur sekolah, salah satunya dengan berkreasi melalui barang bekas. Hal inilah yang dilakukan oleh anak asuh asrama Rumah Yatim Jalan Cemara No 23, Cipaganti, Kota Bandung, Senin (25/12). Kegiatan positif ini menjadi tempat untuk menuangkan ide kreatif anak asuh.

Kepala Asrama Cemara, Safitri menjelaskan, semuanya bahan yang digunakan ialah barang bekas yang ada di sekitar asrama. Sejumlah kreasi dituangkan anak asuh dengan membuat sejumlah hiasan cantik dan berestetika. Salah satunya membuat bunga kertas untuk menghiasi meja.

Kegiatan positif ini merupakan inisiatif anak asuh. Namun, sebelumnya menurut Safitri, kegiatan ini menjadi salah satu agenda dihari libur sekolah agar anak-anak tidak merasa jenuh.

"Ini kesepakatan bersama, jadi sebelum kita bikin kita berencana dulu," jelas Safitri.

Selain bunga hias dari kertas dan plastik, anak asuh Cemara membuat hiasan pintu dari sisa Compact Disk (CD). Beragam warna dan corak menjadi ciri khas setiap kreasi anak asuh. CD bekas ditangan anak asuh cemara disulap dengan diberikan hiasan kertas sehingga membentuk pola seperti hewan.

Kegiatan ini selain memberikan nilai estetika untuk asrama, juga bermanfaat untuk mengurangi limbah sampah yang tidak terpakai. Selain itu, anak asuh asrama Cemara ini pula sedang membuat mading dari bahan barang-barang bekas. Tapi, sambung Safitri, mading tersebut masih dalam proses pembuatan.

UPDATE #8
23 Desember 2017

Asrama Tanjung Karang Isi Waktu Luang dengan Buat Kue

Anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang mengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan membuat kue, di Asrama Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis (21/12). Mengisi waktu luang tersebut merupakan cara asrama agar anak asuhnya melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Menurut salah satu pengurus, Umi Ramasari mengungkapkan melihat dari tidak adanya kegiatan di asrama, membuat anak-anak bosan. Kegiatan pembuatan kue dalam rangka mengisi waktu kosong saat liburan sekolah.

“Kebetulan asrama Kedaton terima telur banyak dari donatur, nah sekalian ngisi kegiatan libur, dari pada anak-anak ngelamun, jadi kita buat kue, dengan telur dari donatur," papar Umi, saat diwawancarai, Jum’at (22/12).

Adapun kue yang dibuat ialah kue bolu, dan kue telur gabus. Hal ini membuat anak asuh merasa senang, sebab mereka bisa diajarkan bagaimana proses pembuatan kue yang enak.

“Alhamdulilah anak-anak senang sekali, karena buatnya bareng-bareng,” kata Umi.

Ia berharap dengan mengisi luang seperti itu, bisa menambah kreativitas anak asuhnya. Terutama sebagai perempuan, dengan kodratnya untuk bisa berkreativitas dalam hal membuat masakan.

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #7
22 Desember 2017

Rumah Yatim Terapkan Budaya One Day One Juz Kepada Anak Asuh

Seperti yang sudah banyak kita ketahui, membaca Al - Quran memiliki banyak faedah yang dapat dirasakan oleh manusia, baik dalam segi jasmani maupun dalam segi spiritual. Keutamaan yang akan didapatkan dengan membaca Alquran pun sangat banyak, salah satunya seperti mendapat pahala yang berlimpah. Lantaran ganjaran satu huruf dalam Al-Quran yang dibaca dibalas dengan 10 kebaikan.

Berdasarkan sebuah literatur, jumlah huruf dalam Al-Quran itu adalah 325.015 huruf. Jadi, jika sekali mengkhatamkan Al-Quran itu artinya kita akan mendapat pahala kebaikan 10 kali lipat dari 325.015, yaitu 3.250.150. Untuk meraih itu, satu-satunya cara adalah dengan memperbanyak baca Al-Quran setiap hari untuk mengkhatamkannya dalam satu bulan, bisa juga 2 bulan sekali, tiga bulan sekali, dan bahkan banyak ulama yang sampai mampu mengkhatamkan Al-Quran 1 minggu sekali.

Itulah yang menjadi motivasi bagi para pengurus di Rumah Yatim Monjali Yogyakarta, untuk menerapkan budaya one day one juz bagi anak asuhnya. Kegiatan yang dimulai sebelum maghrib ini diikuti oleh semua pengurus Rumah Yatim Yogya dan anak asuhnya.

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #6
22 Desember 2017

Libur Sekolah, Putra Rumah Yatim Lodaya Belajar Membuat Kue Bolu

“Siapa bilang anak laki-laki tidak bisa masak?” ungkap anak asuh Rumah Yatim Lodaya, Bandung. Menurut mereka, memasak bukan hanya pekerjaan perempuan saja, akan tetapi laki-laki juga bisa mengerjakannya bahkan bisa jauh lebih enak.

Setiap hari libur sekolah, anak putra Rumah Yatim Lodaya selalu meluangkan waktu untuk belanja dan memasak. Pada kesempatan kali ini, Sabtu (16/09) anak-anak berbelanja lalu membuat kue bolu untuk pertama kalinya.

Dibimbing ibu asrama, mereka pun mulai memasukan bahan-bahan dan mengolah bahan kue tersebut. "Meskipun baru pertama kali, namun hasilnya patut diacungi jempol. Rasanya enak, tekstur bolunya pun lembut.” Ungkap Dhian, selaku abi asrama Rumah Yatim Lodaya.

Anak - anak yang notabene berusia remaja ini merasa senang dan puas dengan hasil karya yang bisa mereka nikmati sendiri.

“Seru, bikin kami ketagihan membuat bolu lagi.” kata Dani, salah satu anak asuh.

Usai membuat bolu, Dani pun memotong kue tersebut menjadi beberapa bagian lalu membagikannya kepada teman-teman dan pengurus asramanya.

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #5
22 Desember 2017

Isi Libur Sekolah, Rumah Yatim Kiaracondong Ajak Anak Asuh Jalan Santai

Sabtu kemarin (16/09), Kepala Asrama Rumah Yatim Kiaracondong Harun, mengajak anak-anak untuk melakukan jalan santai ke gedung Sate. Sebelum jalan santai Harun menginstruksikan anak-anak untuk pemanasan, agar tidak terjadi cedera maupun sakit badan pasca jalan santai.

Rute jalan yang diambil dimulai dari jalan Ibrahim Adjie, lalu ke Jl. Jakarta, menuju Jl. WR Supratman lalu ke Jl. Diponegoro dan sampai ke gedung Sate. Sesampainya disana, Harun membebaskan anak-anak untuk melakukan aktifitas di lapangan gasibu setelah itu Harun mengajak mereka untuk makan bersama sembari berbagi cerita.

Harun yang sudah seperti ayah bagi anak asuhnya ini, selalu membangun kebersamaan dengan 18 anak asuhnya terutama di hari libur. Setiap hari libur, Harun selalu mengajak anak-anak untuk melakukan beragam aktivitas seperti memasak, berbagi cerita dan banyak lagi.

Melalui kegiatan tersebut, Ia berharap apa yang telah mereka lakukan dapat mempererat ukhuwah atar sesama, dan menjadi bagian pengalaman yang menyenangkan utuk 18 anak asuhnya.

Ayo, bantu wujudkan yatim Indonesia yang Berpestasi,Mandiri, dan berkarakter melalui kitabisa.com

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #4
22 Desember 2017

Masa Liburan, Masa Berkarya Anak Asuh Rumah Yatim Monjali

Setelah disibukan dengan aktivitas dan tugas sekolah, hari liburlah saat yang tepat untuk melepas lelah. Banyak yang memanfaatkan hari liburnya dengan mengunjungi tempat rekreasi, berjalan-jalan, silaturahmi ke rumah keluarga dan kerabat maupun memanfaatkan hobi.

Ada pula sebagian orang yang memanfaatkan hari liburnya dengan membuat karya, seperti yang dilakukan anak asuh putri Rumah Yatim Monjali, Yogyakarta. Mereka sibuk membuat karya gantungan kunci dari plastik mika bekas tempat kue bolu.

Menurut Nuryeni salah satu pengurus asrama, ide membuat gantungan kunci dari plastik mika diperoleh dari internet. Bahan-bahan yang diperlukan pun sangatlah mudah didapat, yakni hanya spidol permanen, plastik mika, gantungan kunci besi, perforator dan setrika.

Dibimbing Nuryeni, anak-anak melakukan kegiatannya, ada yang membuat gambar, menggunting, mewarnai dan menyetrika. “ harusnya sih di oven, tapi karena ovennya ngga ada jadinya kita setrika saja plastik mika yang sudah digambar dan digunting tersebut,” Kata Nuryeni, Kamis (21/12

Proses penyetrikaannya pun tidak seperti menyetrika baju biasa, plastik mika harus ditutup dengan kertas terlebih dahulu sebelum disetrika. Jika langsung, maka plastik akan menempel di setrika.

Tampak keseriusan anak-anak ketika membuat gantungan kunci tersebut, meskipun hasilnya belum sebagus yang di internet, namun anak-anak tetap senang dan mereka mengatakan akan terus mencoba. Mereka bilang kalau sudah berhasil membuat gantungan kunci yang bagus, mereka akan menjualnya di sekolah. Mereka ingin belajar berwirausaha dengan karya dari tangan mereka sendiri.

“ semoga harapan mereka bisa menjual gantungan kunci buatan sendiri bisa terwujud, insyaAllah kami dari pengurus akan mendukungnya,” pungkas Nuryeni.

 

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #3
22 Desember 2017

Anak Asuh RY Medan Antusias Belajar Tajwid

"Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan).” (Q.S. Al-Muzzammil [73] : 4).

Penggalan ayat diatas menjelaskan bahwa, umat islam wajib untuk membaca Al-Quran dengan tartil atau membaca dengan memperhatikan panjang pendek dan tajwidnya.

Mengetahui hal tersebut, Iwan Gunawan selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Medan menginstruksikan anak asuh mukim dan non mukim dekat asrama, untuk belajar tajwid di asrama. Ada 20 anak asuh dari tingkat SD dan SMP mengikuti kegiatan yang berlangsung setiap ba’da magrib sampai menjelang shalat isya.

Menurut Iwan, untuk pengajarnya, ia mengandalkan kemampuan para pengurus, karyawan dan anak asuh yang sudah besar, mereka secara bergantian mengajari anak asuh ilmu tajwid.

Tidak hanya mengajari ilmu tajwid, mereka pun selalu mengajari mereka ilmu agama, di antaranya fikih, akidah akhlak, sejarah islam, doa harian, hafalan Al-Qur’an dan baca tulis Al-Qur’an.

“ Alhamdulillah anak-anak bersemangat belajar ilmu agama, semoga kedepannya ilmu yang kami berikan bisa bermanfaat dan bisa diamalkan oleh mereka,” pungkasnya, Jum'at (22/12).

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #2
22 Desember 2017

Mengisi Waktu Libur Sekolah Anak Asuh Kaliurang Perindah Asrama

Libur sekolah telah tiba, banyak dari anak-anak Indonesia yang memanfaatkan libur panjangnya untuk berkunjung ke tempat wisata bersama keluarganya.

Namun tidak untuk anak asuh Rumah Yatim Kaliurang, mereka memanfaatkan momen libur sekolahnya dengan memperindah asrama dengan bersih-bersih, menyiram tanaman dan mengecat asrama.

Tosin Koswara selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Kaliurang mengatakan bahwa liburan kali ini dimanfaatkan untuk memperbanyak hafalan, memperindah asrama dan menyalurkan hobi anak seperti menggambar, bermain bola dan masak.

Ia menuturkan bahwa anak asuhnya tersebut tampak sangat menikmati waktu libur sekolahnya, meski tidak berkunjung ke tempat wisata. “Alhamdulillah anak-anak sangat menikmati momen berliburnya, meski hanya di asrama saja,” pungkasnya, Jum'at (22/12).

 

#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #1
22 Desember 2017

Madrasah Gratis Program Bersama Mitra RY

Sejak siang hingga petang, bangunan sederhana di Jalan Lodaya tampak lengang. Kegiatan belajar mengajar dimulai kembali setelah magrib. Anak non mukim Rumah Yatim selalu bersemangat mempelajari ilmu agama di Madrasah Diniyah Ar-Rum Al-Jihad.

Madrasah ini dan Rumah Yatim, bermitra sejak tahun 2015. Salah satu pengurus madrasah, Ayi mengatakan santunan yang diberikan Rumah Yatim untuk anak non mukim sangat bermanfaat bagi perkembangan madrasah. Karena anak-anak bisa mengaji dan belajar di tempat tersebut tanpa dipungut biaya.

"Selama ini, alhamdulillah, santunan yang diberikan Rumah Yatim itu sangat luar biasa bagi kami, karena dimana anak-anak yang mengaji ini kan tidak sepeserpun dipungut biaya," jelas Ayi.

Menurutnya, segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pengeluaran madrasah, Rumah Yatim lah yang mengcover semuanya.

"Segala sesuatunya kan pasti harus ada biaya yang dikeluarkan, baik itu untuk sarana prasarana, buat guru bantu atau alat-alat tulis," terangnya, saat diwawancarai Tim Jurnalis Rumah Yatim, Kamis (21/12).

Berkat adanya bantuan dari Rumah Yatim, pengurus madrasah bisa membimbing anak-anak yang tadinya tidak bisa mengaji, menjadi lancar mengaji. Ketika di sekolah hanya sedikit mendapat pendidikan agama Islam, di madrasah ini lah mereka bisa mendapatkan pembelajaran yang lebih.

Jumlah anak non mukim yang disantuni yakni 22 anak dari total keseluruhan 56 anak. Kemudian anak yang mendapat santunan tersebut ikut berbagi dengan 56 anak lainnya. Tetapi yang diutamakan tetap anak yatim untuk dipenuhi segala kebutuhannya.

"Disini ada 56 anak, kemudian yang mendapat santunan 22 anak, nah yang mendapat santunan 22 anak itu, yg menikmati semua," paparnya.

Teknis pemberian santunan untuk non mukim ini, pihak madrasah menerima uang, dalam bentuk LPJ tertulis. Kemudian ditandatangani dengan pihak yang bersangkutan untuk disalurkan kepada anak non mukim.

"Jadi rezeki yang diberikan Rumah Yatim itu betul-betul sangat membantu bagi perkembangan terselenggaranya kegiatan belajar mengajar disini," ujar wanita 48 tahun itu.

Seperti yang diungkapkan Ayi, bantuan yang diberikan Rumah Yatim untuk operasional madrasah, para orang tua harus mengetahuinya, khususnya orang tua yang menitipkan anaknya di madrasah tersebut.

"Selama ini operasional yang didapat madrasah untuk mendukung madrasah diniyah itu mendapat bantuan Rumah Yatim," jelas Ayi.

Ia berharap ingin terus dibimbing dan dibina oleh Rumah Yatim, ingin tetap berkolaborasi dengan nama Al-Jihad, berkolaborasi dengan tempat yang lain, kemudian menyerap tenaga kerja yang benar-benar satu ideologi dengan Rumah Yatim yakni satu visi misi dengan mencari Ridho Allah.

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

Tanggal Nominal
Hamba Allah
25 November 2017
Rp 10.888
Hamba Allah
9 Desember 2017
Rp 10.432
Hamba Allah
15 Desember 2017
Rp 50.539
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 20.153
Fajar Maulana Sidik
10 Desember 2017
Rp 13.652
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 50.369
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 100.841
Puspita Lintang Sari
11 Desember 2017
Rp 20.226
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 50.367
dangki saepurohman
10 Desember 2017
Rp 20.679
SITI MARWIYAH
11 Desember 2017
Rp 30.214
Dwi Apriana
15 Desember 2017
Rp 20.000
Hamba Allah
11 Desember 2017
Rp 5.000
Hasanudin
11 Desember 2017
Rp 15.860
dani shaleh
12 Desember 2017
Rp 15.268
Hamba Allah
12 Desember 2017
Rp 10.908
Siti Patonah
18 Desember 2017
Rp 20.918
Hamba Allah
18 Desember 2017
Rp 1.000.941
Hamba Allah
20 Desember 2017
Rp 300.418
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 50.244
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 80.405
Hamba Allah
22 Desember 2017
Rp 250.796
Hamba Allah
24 Desember 2017
Rp 420.888
Hamba Allah
26 Desember 2017
Rp 200.196
Hamba Allah
26 Desember 2017
Rp 50.582
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 100.738
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 100.823
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 50.631
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 200.761
Hamba Allah
31 Desember 2017
Rp 10.711
Hamba Allah
2 Januari 2018
Rp 100.619
Hamba Allah
2 Januari 2018
Rp 15.484
Hamba Allah
4 Januari 2018
Rp 90.752
Hamba Allah
4 Januari 2018
Rp 300.674
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 356.470
Almunawar
6 Januari 2018
Rp 100.113
Marfaza
7 Januari 2018
Rp 100.000
Lemon Rams Al Hiqbal
7 Januari 2018
Rp 500.000
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 50.183
Khoiruddin Siregar
5 Januari 2018
Rp 50.000
Jamaah Metalliyah
10 Januari 2018
Rp 900.448
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
12 Januari 2018
Rp 750.765
Hamba Allah
13 Januari 2018
Rp 500.524
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 200.607
ERRI DWI SETYAWAN
16 Januari 2018
Rp 200.105
Hamba Allah
17 Januari 2018
Rp 20.654
Asty kartika
17 Januari 2018
Rp 200.495
Angger Rahmanto
14 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 100.645
Aisy nur eskari
18 Januari 2018
Rp 200.422
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 50.432
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 50.928
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 300.393
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 1.111.359
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 300.000
Angger Rahmanto
7 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 300.000
Angger Rahmanto
22 Januari 2018
Rp 50.000
Satria Yanuar Akbar
23 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 200.164
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 20.689
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 10.592
Wibi wimala
24 Januari 2018
Rp 40.768
Hamba Allah
24 Januari 2018
Rp 50.732
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 49.936
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 300.000
Muhammad Akbar Amiruddin
25 Januari 2018
Rp 100.430
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 150.915
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 108.566
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 50.298
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 150.190
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 25.236
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 500.723
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 50.868
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 50.910
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 100.896
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 100.212
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 50.839
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 20.996
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 100.000
Rekha maharani
1 Februari 2018
Rp 200.223
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 100.435
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 300.000
Bayu
1 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 500.212
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 25.433
Handi Rai Pamungkas
2 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 165.272
Eko Fitriandri
2 Februari 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 100.778
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 15.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 50.292
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 250.583
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 20.305
jabbar
3 Februari 2018
Rp 100.350
Hamba Allah
4 Februari 2018
Rp 250.744
Hamba Allah
4 Februari 2018
Rp 507.787
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 160.695
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 50.115
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 50.318
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 150.847
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 200.618
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 50.397
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 90.952
Aji Saputro
5 Februari 2018
Rp 100.000
Yana Heryana
5 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 50.399
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 20.487
Risna Nur Anita
2 Februari 2018
Rp 100.000
Tri Kurniawan
2 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
9 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
9 Februari 2018
Rp 100.703
Handi Rai Pamungkas
9 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 250.942
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 14.322
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
13 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
13 Februari 2018
Rp 10.727
Hamba Allah
14 Februari 2018
Rp 300.769
Hamba Allah
15 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
15 Februari 2018
Rp 50.975
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 20.435
Hamba Allah
17 Februari 2018
Rp 1.000.317
Hamba Allah
17 Februari 2018
Rp 100.380
Hamba Allah
18 Februari 2018
Rp 200.866
Hamba Allah
18 Februari 2018
Rp 300.000
Handi Rai Pamungkas
19 Februari 2018
Rp 30.000
Fitri Yanti
19 Februari 2018
Rp 16.000

Total muzaki : 134 orang