Detail Layanan

infaq/sedekah tidak terikat

Infaq/Sedekah

Dana Terhimpun : Rp 90.394.691


Rp


UPDATE LAPORAN TERBARU
21 Mei 2018

Anak Asuh Gunakan Momen Ramadhan untuk Memperlancar Bacaan Alquran

Anak asuh Asrama Rumah Yatim BSD gencar membaca Alquran setiap hari. Pembiasaan ini diterapkan untuk meningkatkan bacaan Alquran setiap anak. Bertempat di Asrama, Jalan Villa Melati Mas Raya Blok P1 No.9 Jelupang Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim BSD, Syahid Abdillah, pembiasaan baca Alquran setiap hari ini juga dimaksudkan untuk mempraktikkan hukum tajwid yang dibaca. Anak asuh BSD diharapkan bisa menghatamkan Alquran di akhir Ramadhan kali ini. Selain itu, kegiatan ini juga untuk melancarkan hafalan anak asuh.

"Targetnya agar anak-anak semakin lancar dalam membaca Alquran. Sekaligus untuk mempraktikkan hukum tajwid dalam setiap bacaan yang mereka baca," papar Syahid.

Kegiatan rutin ini sengaja lebih diintensifkan bagi anak asuh. Sehingga, anak asuh bisa memanfaatkan waktu luang bulan Ramadhan dengan positif. Di samping itu, anak asuh BSD tetap semangat dalam menjalankan puasa. Walaupun, sejumlah agenda asrama padat setiap harinya.

Ia berharap, kegiatan yang dibiasakannya tersebut bisa membentuk karakter yang positif bagi anak asuh. Sehingga, anak asuh bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Terlepas dari itu semua, kata Syahid, diharapkan anak asuh bisa bertambah lancar dalam membaca Alquran dan memahami isinya.

"Alhamdulillah mereka menjalankan puasa dengan semangat. Dan waktu luangnya diisi dengan kegiatan membaca Alquran, murojaah dan diniyah," ungkapnya.

 


Deskripsi Layanan


Infaq atau sedekah umum (tidak terikat)

Mengeluarkan sebagian harta yang diperintahkan dalam islam untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. 

Sifatnya tidak mengikat baik jumlah yang dikeluarkan maupun obyek mustahik yang akan menerimanya.

Disebut umum karena tidak dibatasi oleh jumlah nominal maupun akad untuk diberikan kepada mustahik kepada program tertentu.

UPDATE #114
21 Mei 2018

Anak Asuh Gunakan Momen Ramadhan untuk Memperlancar Bacaan Alquran

Anak asuh Asrama Rumah Yatim BSD gencar membaca Alquran setiap hari. Pembiasaan ini diterapkan untuk meningkatkan bacaan Alquran setiap anak. Bertempat di Asrama, Jalan Villa Melati Mas Raya Blok P1 No.9 Jelupang Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim BSD, Syahid Abdillah, pembiasaan baca Alquran setiap hari ini juga dimaksudkan untuk mempraktikkan hukum tajwid yang dibaca. Anak asuh BSD diharapkan bisa menghatamkan Alquran di akhir Ramadhan kali ini. Selain itu, kegiatan ini juga untuk melancarkan hafalan anak asuh.

"Targetnya agar anak-anak semakin lancar dalam membaca Alquran. Sekaligus untuk mempraktikkan hukum tajwid dalam setiap bacaan yang mereka baca," papar Syahid.

Kegiatan rutin ini sengaja lebih diintensifkan bagi anak asuh. Sehingga, anak asuh bisa memanfaatkan waktu luang bulan Ramadhan dengan positif. Di samping itu, anak asuh BSD tetap semangat dalam menjalankan puasa. Walaupun, sejumlah agenda asrama padat setiap harinya.

Ia berharap, kegiatan yang dibiasakannya tersebut bisa membentuk karakter yang positif bagi anak asuh. Sehingga, anak asuh bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Terlepas dari itu semua, kata Syahid, diharapkan anak asuh bisa bertambah lancar dalam membaca Alquran dan memahami isinya.

"Alhamdulillah mereka menjalankan puasa dengan semangat. Dan waktu luangnya diisi dengan kegiatan membaca Alquran, murojaah dan diniyah," ungkapnya.

 

UPDATE #113
19 Mei 2018

Taufik, Anak Asuh Rawasari Targetkan Baca Tiga Juz Alquran dalam Sehari

Genggamannya tidak pernah terlepas dari Alquran. Bahkan saat ini menjadi teman di sela waktu kosong setiap kegiatan. Mencoba lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta menjadi satu tujuan dia di Bulan Ramadhan saat ini. Aktivitas yang padat bahkan tidak menjadi alasan bagi dirinya untuk terus melantunkan ayat demi ayat yang terkumpul dalam satu kitab.

Memasuki hari ketiga puasa ini, dia sudah menyelesaikan 11 juz Alquran. Dia adalah Taufik abdul aziz, remaja berusia 16 tahun yang saat ini tinggal di Asrama Rawasari Rumah Yatim. Tidak jauh berbeda dengan anak remaja seusianya. Dia masih suka bermain dan bersua bersama rekan sebayanya. Namun, perbedaan yang menonjol dari dirinya, ialah memanfaatkan waktu senggang untuk membaca Alquran.

Saat ini, Taufik merupakan siswa aktif yang terdaftar di Sekolah Menengah Atas Ksatrya, Jakarta Pusat. Memasuki bulan Ramadhan ini, dia menargetkan harus membaca 3 juz Alquran dalam sehari. Target ini dia sematkan pada dirinya sendiri untuk menjadi acuan meningkatkan ibadah.

Kegiatan sehari-hari Taufik terbilang sangat padat. Kegiatan sekolah dan asrama harus dijalaninya secara bersamaan. Biasanya dalam sehari di bulan biasa, ia tidak mencapai hingga 3 juz. Namun, berbeda saat bulan Ramadhan yang dia habiskan hanya dengan kegiatan asrama saja.

"Bulan Ramadhan ini kebetulan banyak waktu luang karena libur sekolah juga. Karena telah melaksanakan UNBK. Jadi pada waktu luang ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," paparnya.

Menurut Taufik, target yang ia canangkan tersebut akan dijalaninya dengan optimis dan tawakal. Karena ia berkeinginan untuk menjalankan amal sholeh sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan kali ini. 

"Berguna bagi orang lain, membanggakan orangtua. Tentunya sukses dunia wal akhirat," ungkapnya.

 

UPDATE #112
18 Mei 2018

Anak Asuh Kemang Targetkan Sehari Baca Satu Juz Alquran di Bulan Ramadhan

Memperdalam Alquran dengan membacanya setiap waktu menjadi keutamaan di dalam bulan Ramadhan. Hal ini yang coba diterapkan anak-anak asuh Asrama Rumah Yatim Kemang. Bertempat di Asrama Kemang, Jalan Karang Tengah No. 69 Cilandak, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. 

Menurut ibu asuh Asrama Kemang, Shopia Yasmin, kegiatan membaca Alquran ini akan lebih ditingkatkan di dalam bulan Ramadhan. Target utama kegiatan ini bisa membuat anak-anak terbiasa setiap hari untuk membaca Alquran. Hal ini juga agar anak asuh lancar bacaannya.

"Kegiatan seperti ini insya Allah akan berlangsung dan diistiqomahkan selama bulan Ramadhan," papar Shopia.

Ia mengatakan, anak asuh diharapkan bisa menyelesaikan satu juz dalam sehari. Hal ini pula harus ditingkatkan lebih dari satu juz jika banyak waktu luang yang dimiliki. Apalagi, memasuki bulan Ramadhan membaca Alquran menjadi satu keutamaan untuk menambah amalan.

"Harapannya semoga bisa terbiasa setiap hari dengan Alquran dari mulai bangun sampai tidur kembali. Bisa lancar bacaannya," lanjutnya.

Selain itu, aktivitas yang padat di asrama tidak menyurutkan konsistensi anak asuh Kemang dalam menjalankan puasa. Hal ini, kata Shopia, anak asuh sudah terbiasa dengan menjalankan puasa sunah di bulan-bulan sebelumnya. Sehingga, dia berharap, di bulan Ramadhan kali ini bisa lebih memaksimalkan segala bentuk ibadahnya.

"Terutama meningkatkan kualitas keimanan hingga bukan hanya di bulan Ramadhan tapi juga bulan-bulan selanjutnya," ungkapnya.

 

UPDATE #111
17 Mei 2018

Sahur Perdana Asrama Kiaracondong, Pupuk Semangat Berpuasa Anak Asuh

Ramadhan tiba, setiap muslim berlomba-lomba dalam menata dan meningkatkan kualitas ibadahnya. Tidak luput pula dalam keseharian sejumlah anak asuh Asrama Rumah Yatim Kiaracondong. Awal puasa di asrama yang berlokasi di Jalan Kiaracondong No.465, Kebon Kangkung, Kiaracondong, Kota Bandung, ini dijalani anak asuh dengan penuh semangat.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Kiaracondog, Nurul Bayan, anak asuhnya sangat beragam dalam menjalani sahur perdana di bulan Ramadhan ini. Keberagaman ini yang membuat kehangatan asrama begitu terasa. Apalagi bagi anak asuh yang sudah tidak memiliki orangtua. Sejak pukul tiga pagi, satu per satu anak asuh dibangunkan dengan sabar.

"Anak-anak jelang sahur semangat karena mungkin perdana di bulan Ramadhan yang penuh berkah, bulan semua amalan dilipat gandakan dan bulan maghfiroh," ujarnya.

Semangat anak asuh ini, kata Bayan -sapaan akrabnya, diharapkan bisa terus dipertahankan hingga akhir Ramadhan nanti. Saat membangunkan pula tidak semua anak asuh langsung bergegas untuk beranjak. Perlu waktu yang cukup lama dan sabar bagi pengasuh asrama. Namun, momen inilah yang harus dibiasakan agar anak terbiasa.

"Tentunya membangunkannya cukup lumayan. Ada yang menjawab lalu langsung ke air dan ada juga yang menjawab tapi diam dulu," lanjut Bayan.

Ia mengatakan, keragaman inilah yang akan menjadikan anak asuh terbiasa. Semangat dalam menjalankan ibadah puasa menjadi satu rutinitas yang harus dipupuk sejak dini. Sehingga anak asuh bisa tuntas menjalankan ibadah puasa hingga akhir.

"Semoga semangat terus dan senantiasa meningkatkan berbagai hal kebaikan, dan bisa mengambil inti dari puasa di bulan Ramadhan, bulan penuh kemenangan ini," ungkapnya.

UPDATE #110
15 Mei 2018

TPA Al Hidayah Dapat Bantuan Rumah Yatim Berupa Material Bangunan

Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al Hidayah mendapat bantuan Rumah Yatim Cabang Bandar Lampung. Bantuan ini diberikan dalam bentuk material bangunan untuk membangun ruang kelas yang lebih permanen. Lokasi madrasah sendiri berada di Dusun Delapan, Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Menurut Kepala Cabang Bandar Lampung, Herman, sebelum memberikan bantuan kepada madrasah tersebut dilakukan survei terlebih dahulu. Awalnya, di daerah tersebut pernah dilakukan kegiatan santunan untuk para da'i. Dari sanalah, sambung dia, ditemukan kondisi yang kurang layak bagi kegiatan belajar mengajar diniyah.

"Sehingga melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim memberikan bantuan," ujarnya.

Kondisi madrasah yang masih belum permanen menjadi salah satu upaya bantuan tersebut diberikan. Bangunan sederhana tersebut, kata Herman, merupakan hasil dari uluran tangan para donatur. Di madrasah tersebut, kurang lebih ada 50 anak yang mengampu pendidikan diniyah.

Herman menambahkan, bantuan tersebut diterima langsung oleh pembimbing madrasah. Sambutan hangat dan ucapan terima kasih juga disampaikan pembimbing TPA Al Hidayah. Tidak lupa, ucapan terima kasih disampaikan kepada para donatur dan jajaran karyawan Rumah Yatim.

"Mereka mengucapkan terima kasih. Berharap cepat rampung dan ada lagi donatur," lanjutnya.

Ia berharap, bantuan meterial tersebut bisa memberikan kenyamanan dengan dibangunnya secara permanen ruang pembelajaran. Selain itu, bisa memberikan dorongan semangat para anak didik untuk terus belajar ilmu keagamaan. 

"Harapannya anak-anak bisa lebih rajin ngajinya, Rumah Yatim lebih dikenal, biar semua masyarakat Lampung bisa merasakan manfaat keberadaan Rumah Yatim," ungkapnya.

UPDATE #109
11 Mei 2018

Anak Yatim dan Dhuafa Nonmukim Antapani Dapat Santunan Rumah Yatim

Puluhan anak asuh nonmukim mendapatkan santunan dari Rumah Yatim Area Jawa Barat. Bantuan ini diserahkan oleh Rumah Yatim di Kantor Kas Antapani, Jalan Terusan Jakarta No. 241, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. Pemberian santunan ini merupakan salah satu program Rumah Yatim untuk mendukung pendidikan anak.

Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Solehudin, sebanyak 31 anak asuh mendapat santunan pada kesempatan tersebut. Bantuan ini diberikan kepada anak yatim dan dhuafa yang berada di sekitaran Kantor Kas Antapani. Hal ini dikarenakan, kata dia, melihat dari kondisi masyarakat yang masih perlu dibantu.

"Jika dilihat kondisi di sana itu sangat memprihatinkan, jadi banyak anak yatim dan ada yang dhuafa," ujarnya.

Solehudin beraharap, bantuan santunan tersebut bisa digunakan sebaik-baiknya oleh penerima. Apalagi, dia menyarankan agar digunakan untuk kebutuhan perlengkapan sekolah. Selain itu, pemberian bantuan ini juga rutin dilakukan setiap bulannya.

"Ke depannya bantuan untuk lansia dan untuk memberikan kebutuhan tukang becak, ada peduli sesama dan biaya hidup," paparnya.

Ia mengatakan, bantuan dan program yang direalisasikan Rumah Yatim bisa menggapai seluruh anak yatim dan dhuafa yang ada di Kota Bandung. Sehingga, kata dia, lebih banyak lagi daerah yang bisa merasakan manfaat hadirnya Rumah Yatim di Jawa Barat.

"Lebih banyak lagi di daerah lain. Atau di RW dan kelurahan lain. Se-Kota Bandung dan Jawa Barat umumnya, bisa tersantuni yang nonmukim bisa semua," ungkapnya.

UPDATE #108
4 Mei 2018

Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa Kemang Terima Beasiswa Rumah Yatim

Rumah Yatim memberikan bantuan beasiswa kepada anak yatim dan dhuafa di sekitaran Asrama Kemang, Jalan Kemang Utara No. 21A, Bangka, Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan. Pembagian beasiswa ini merupakan bentuk rutinitas Rumah Yatim dalam membantu pendidikan anak.

Menurut Kepala Asrama Kemang sekaligus Person In charge (PIC) kegiatan, Nanang, dengan diberikannya beasiswa tersebut bisa dimanfaatkan untuk dana pendidikan. Sehingga, nantinya bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah. Agar, beban orangtua anak juga bisa sedikit berkurang. 

"Banyak di antara mereka yang ketika ditanya uangnya mau dipakai bayar uang buku sekolah dan membeli peralatan sekolah," ujar Nanang.

Ia mengatakan, penyaluran beasiswa tersebut diberikan kepada 40 anak yatim dan dhuafa. Seluruh penerima merupakan anak-anak yang tinggal di sekitaran Asrama Kemang. Selain itu, pembagian beasiswa ini pula berjalan rutin setiap bulannya.

Alasan utama pemberian beasiswa, kata Nanang, daerah tersebut menjadi sasaran pembagian karena banyaknya anak-anak yang bersusah payah untuk sekolah. Sehingga, beasiswa tersebut layak disalurkan untuk mendukung anak agar tidak putus sekolah.

Ia menambahkan, untuk ke depannya akan ada penyaluran yang serupa. Namun sebelumnya akan dilakukan survei terlebih dahulu untuk target penerima beasiswa yang baru. "Untuk bulan depan nanti mungkin di survei lagi ke dalam-dalamnya biar semakin banyak penerima manfaat beasiswa ini," paparnya.

UPDATE #107
2 Mei 2018

Rumah Yatim Beri Bantuan Renovasi Toilet Bagi TPQ Forum Umat

Rumah Yatim Cabang Bali memberikan bantuan sarana publik untuk Majelis Ta'lim dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) Forum Umat di Astina Selatan, Kelurahan Gianyar, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar Bali. Bantuan tersebut diberikan untuk memperlancar kegiatan keagamaan di forum tersebut.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Bali, Abdullah, bantuan tersebut diberikan berdasarkan hasil survei yang telah dilasanakan bersamaan dengan kegiatan sebelumnya. Kondisi kamar mandi yang kurang nyaman, membuat aktivitas keagamaan sedikit terhambat. Sehingga, bantuan tersebut dirasa layak untuk diberikan.

"Ini kita survei bersamaan dengan penyaluran sembako dan kita lihat kamar mandi yang kurang nyaman kondisinya," ungkapnya.

Bantuan sarana publik tersebut diberikan Rumah Yatim Cabang Bali kepada Pengurus Harian Forum Umat, Bambang. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan material untuk digunakan bagi renovasi kamar mandi tersebut. 

Abdullah berharap, dengan bantuan sarana publik tersebut bisa memberikan kenyamanan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di lokasi tersebut. Apalagi, kata dia, tempat tersebut dipergunakan juga untuk kegiatan diniyah anak-anak. Sehingga, kenyamanan bisa mendukung semangat anak didik untuk menimba ilmu.

"Harapannya mudah-mudahan anak-anaknya lebih nyaman dan tidak kehujanan lagi saat mereka ke kamar mandi walau kondisi sedang hujan," tuturnya.

UPDATE #106
30 April 2018

Anak Asuh Targetkan One Day One Juz Pada Ramdhan Mendatang

Untuk menunjang kemampuan diniyah, anak asuh Rumah Yatim perlu adanya kegiatan rutin yang diterapkan di asrama. Kegiatan rutin tadarus dan hafalan ini selalu dilakukan untuk menunjang dan membimbing kemampuan anak. Hal inilah yang selalu dilaksanakan Asrama Rumah Yatim Arcamanik, Jalan Golf Timur No. 48, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung.

Menurut pemaparan pengasuh asrama, Siti Nur Azizah, perkembangan anak asuh semakin terlihat. Pada mulanya hanya diterapkan satu hari minimal hafal satu lembar. Namun, saat ini anak asuh Arcamanik bisa mencapai tiga hingga empat lembar dalam seharinya. Di luar itu semua, kata dia, dalam bacaannya pula semakin membaik.

"Meskipun ada sebagian anak yang masih belum sempurna dalam pengucapan makhorijul huruf serta tajwidnya," ujar Azizah.

Kegiatan rutin tadarus dan murojaah ini semakin meningkat jelang Bulan Ramadhan mendatang. Sehingga, anak asuh Arcamanik semakin meningkatkan hafalan ayat Alqurannya. Apalagi, kata dia, anak asuh mempunyai target sendiri untuk one day one juz dalam membaca Alquran.

"Tanggapan dari saya sendiri tentu saya merasa bersyukur melihat perubahan anak-anak menjelang Ramadhan semakin baik," tuturnya.

Azizah berharap, dengan semangat anak-anak yang semakin meningkat bisa menjadikanya istiqomah dalam tadarusnya. Sehingga, target untuk one day one juz bisa terlaksana dengan lancar. Agar, menambah keimanan dan ketaqwaan anak asuh Arcamanik. "Serta anak juga mampu mentadaburi per ayat yang mereka baca," paparnya.

UPDATE #105
28 April 2018

Beasiswa Rumah Yatim Beri Semangat Anak Yatim dan Dhuafa

Dua puluh lima anak yatim dan dhuafa mendapat bantuan beasiswa Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Seluruhnya merupakan anak-anak yang tinggal di sekitaran Asrama Duren Sawit dan Kantor Kas Pondok Kelapa, RW 02 Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim, Ali Ridwan, seluruh penerima merupakan anak yatim dan dhuafa yang masih bersekolah. Anak-anak tersebut juga merupakan dari kalangan keluarga kurang beruntung. Pemberian beasiswa tersebut, kata dia, kali kedua di wilayah tersebut.

Ali berharap, beasiswa tersebut bisa membantu dan memberi semangat anak yatim dan dhuafa. Agar, bisa meningkatkan kualitas belajar dan kegiatan lainnya. Selain itu, bantuan ini juga diharapkan bisa mengurangi beban harian keluarga masing-masing penerima manfaat. "Harapan dengan bantuan ini bisa mengurangi beban untuk biaya sekolah mereka," jelasnya.

Ia menambahkan, pemberian beasiswa dhuafa ini menargetkan orang yang berbeda. Sehingga, seluruh anak yang kurang beruntung di wilayah tersebut bisa merasakan manfaat keberadaan Rumah Yatim. Selain itu juga, beasiswa ini dilihat dari kondisi sosial yang dilihat secara langsung ke lokasi tersebut.

"Insya Allah selama program masih berjalan kita akan terus dukung anak-anak yang memang secara ekonomi masih sangat membutuhkan," paparnya.

UPDATE #104
27 April 2018

Rumah Yatim Bagikan Alat Tulis untuk Anak Yatim di Hargo Pancuran

Menjelang libur semester, biasanya anak Indonesia membeli buku baru, alat tulis baru, baju seragam baru, hingga tas dan sepatu pun baru. Namun tidak semua anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan hal serupa. Salah satunya karena faktor ekonomi orangtuanya yang tidak memungkinkan membelinya. 

Untuk memberikan kebahagiaan itu, Rumah Yatim Lampung memberikan paket alat tulis kepada 12 anak yatim yang ada di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Raja Basa, Lampung Selatan. Mereka adalah anak-anak yatim berusia 7 hingga 15 tahun.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton, Hendy Alfazryn, anak yatim tersebut senang dengan bantuan yang diberikan oleh Rumah Yatim Lampung.

“Alhamdulillah mereka senang, mereka khususnya orangtua tidak menyangka Rumah Yatim memberikan bantuan itu,” paparnya.  

Tak hanya memperhatikan kebutuhan sekolahnya. Rumah Yatim pun memberikan kebutuhan nutrisi anak-anak yatim tersebut dengan menyalurkan susu.

UPDATE #103
26 April 2018

Rumah Yatim Tegal Takziyah dan Beri Santunan Bagi Keluarga Iroh

Sudah dua tahun nenek Kasri mendapat santunan rutin dari Rumah Yatim Tegal. Pada 16 April 2018, ia meninggal dunia dan meninggalkan kesedihan kepadaputri semata wayangnya, Iroh.

“Sesungguhnya adalah milik Allah apa yang Dia ambil, dan akan kembali kepada-Nya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya ada jangka waktu tertentu (ada ajalnya). Maka hendaklah engkau bersabar dan mengharap pahala dari Allah SWT.” [HR Muslim].

Takziyah disunahkan Rasul dan Rasul pun mencontohkan untuk membaca hadits di atas. Karena itu, Rumah Yatim pun berkunjung untuk takziyah dan melihat kondisi keluarga yang ditinggalkan.  

Raut kesedihan masih membayangi wajah Iroh. Namun ia ikhlas atas kepergian ibunya. Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim yang sudah memberikan perhatian selama dua tahun kepada ibunya. Bantuan Rumah Yatim sangat membantu keluarganya yang memang hidup dalam kesederhanaan dan tinggal di atas tanah milik PT. KAI, yang pada bulan Mei 2018 mendatang rencananya akan di gusur. “Terima kasih Rumah Yatim sudah memberikan bantuan untuk ibu saya,” ungkapnya.

Iroh bekerja sebagai asisten rumah tangga dan suaminya seorang tukang batu yang memiliki penghasilan tak seberapa. Meski tenaga yang dikeluarkannya sangat besar untuk pekerjaan yang ditekuni. Tapi dengan bantuan dari Rumah Yatim setiap bulannya bagi Iroh itu sangat meringankan dirinya dan keluarga. Terutama almarhum ibunya yang sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi.

Kematian ibunya tak hanya meninggalkan duka namun juga menjadi awal keluarga kecilnya harus meninggalkan rumah yang sudah bertahun-tahun ditempati dirinya dan keluarganya. Teramat sedih hingga Iroh pun bingung entah harus kemana dia tinggal, saat nanti rumahnya di gusur.

“Kami masih bingung,” ujarnya kepada Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman. 

Untuk meringankan beban Iroh yang dirundung kesedihan, Jajang pun akan menjadikan anaknya yang masih duduk di bangku SD menjadi anak asuh nonmukim Rumah Yatim Tegal. “Untuk bantuan sembako mungkin akan kami hentikan karena insya Allah Iroh dan suami cukup untuk keperluan sehari-harinya, tapi yang saat ini urgent dan harus diprioritaskan adalah pendidikan putranya,” papar Jajang.

UPDATE #102
25 April 2018

Usia Belia Tidak Menyurutkan Semangat uuntuk Memimpin Hafalan Hadits

Semangat anak asuh Arcamanik tidak pernah surut, walaupun usianya masih belia. Dibacanya satu demi satu hadits yang sudah mereka hafal. Bertempat di Asrama Rumah Yatim Arcamanik, Jalan Golf Timur No. 48, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung. Kegiatan muroja'ah hadits ini merupakan salah satu program diniyah yang ada di asrama Rumah Yatim.

Rasa bangga terucap dari salah satu pengasuh asrama, Siti Nur Azizah, melihat anak asuhnya yang masih belia tersebut mampu menghafal hadits dengan baik. Bahkan, saat ini anak asuhnya tidak lagi dipimpin oleh dirinya, saat murojaah maupun menghafal hadis. Dia hanya memberikan arahan agar tahapan dalam hafalan tetap berjalan baik.

"Karena anak asuh yang memimpin, dia memiliki kemampuan yang baik dalam hafalannya dari anak-anak lainnya. Begitu pun dalam hal pengetahuan diniyah anak tersebut," ungkapnya.

Memberikan pengalaman dalam mengajar dan membimbing rekan-rekannya yang lain menjadi salah satu keinginan Azizah kepada anak asuhnya tersebut. Sehingga, kata dia, anak asuh yang kini menjadi pengganti dirinya untuk memimpin muroja'ah memiliki pengalaman dalam mengajar dan mengondisikan orang lain.

"Dalam hal ini agar terbentuk karakter kepemimpinan, harapannya anak dapat mengembangkan sikap empati, dan karakter leadership," jelasnya.

Pada awalnya sebelum membaca hadits, anak asuh dibiasakan untuk melafalkan asmaul husna. Setelah itu, hadits dibaca dari awal hingga akhir. Ditambah lagi sejumlah hadits yang harus dihafal berikutnya. Jumlah hadits yang harus di hafal sekitar enam hadits. Setelah itu, anak asuh terus mengulang beberapa hadits agar lancar dan hafal.

Menurutnya, kegiatan membaca hadits secara bersama-sama ini berlangsung dua kali dalam satu minggu. Pada tahap pertemuan pertama anak asuh dikhususkan hanya untuk muroja'ah. Setelah itu, dipertemuan berikutnya jumlah hafalan hadits ditambah. "Namun sebelum tambahan tetap di muroja'ah terlebih dahulu," ujar Azizah.

Ia menambahkan, tidak mudah untuk membimbing anak asuhnya untuk bisa menghafal sejumlah hadits. Perlu konsistensi dalam menerapkan arahan dan bimbingan kepada anak asuh. Sehingga, dengan usia anak asuh yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut, dirinya mampu mencetak generasi yang lebih baik.

UPDATE #101
24 April 2018

Rumah Yatim Beri Bantuan Kepada Majelis Ta'lim Uswatun Hasanah

Memberikan perhatian untuk meningkatkan pendidikan merupakan salah satu konsen yang digerakan Rumah Yatim. Kali ini bentuk perhatian tersebut diberikan oleh Rumah Yatim Regional Jabodetabek kepada Majelis Ta'lim Uswatun Hasanah di Kelurahan Balekambang RT 08 RW 03, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (24/4).

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Ali Ridwan, pemberian bantuan diberikan karena Majelis Ta'lim Uswatun Hasanah tersebut masih memerlukan bahan material dalam tahap pembangunan. Di majelis ta'lim tersebut kurang lebih ada 35 anak yang belajar mengaji setiap pagi dan sore. "Yang pertama madrasah ini mengajukan bantuan, dan setelah di survei memang betul," ujarnya.

Ali menambahkan, kondisi madrasah memang aktif dalam memberikan pembelajaran keagamaan. Selain itu, madrasah tersebut juga aktif dalam aktivitas masyarakat umum lainnya. Sehingga, bantuan yang diberikan agar bisa memberikan efektivitas dalam kegiatan keagamaan.

Ia berharap, bantuan madrasah tersebut bisa memberikan percepatan pembangunan. Sehingga, seluruh anak bisa belajar dengan nyaman dan efektif. Bantuan yang diberikan meliputi bahan material bangunan yang dibutuhkan oleh Madrasah Uswatun Hasanah.

"Berharap dengan bantuan ini bisa membantu percepatan pambangunan sehingga bisa lebih maksimal dalam kegiatan," ungkapnya.

UPDATE #100
23 April 2018

Bantuan Renovasi Masjid Baiturrahman Ringankan Beban Masyarakat

Rumah Yatim Cabang Riau memberikan bantuan renovasi untuk Masjid Baiturrahman di Jalan Nelayan RT 04 RW 01, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kabupaten Riau. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk peduli Rumah Yatim dalam mendukung aktivitas beribadah di wilayah tersebut.

Menurut pemaparan Staf Pemberdayaan Rumah Yatim Cabang Riau, Hilman Ali, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan material guna proses mempercepat pembangunan. Bantuan ini diterima langsung oleh Sekretaris DKM Baiturrahman, Syafi'i. Bantuan tersebut diharapkan bisa memberikan keringanan dalam proses pembanguanan masjid setempat.

"Atas dasar kepedulian kami sesama umat Islam, harus saling membantu. Terutama dalam pembangunan masjid. Karena itu sarana tempat ibadah," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi masjid yang berada di perkampungan membuat masjid terkendala biaya untuk membangun. Sehingga, proses pembangunan berjalan lambat. Karena itu, kata dia, pemberian bantuan renovasi masjid ini dirasa tepat diberikan untuk Masjid Baiturrahman.

Ia berharap, bantuan tersebut bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat sekitar. Sehingga bisa melaksanakan kegiatan keagamaan dengan lancar dan khusyu. Agar, menambah dorongan untuk masyarakat tetap beribadah dengan rajin di Masjid Baiturrahman.

"Semoga sedikitnya bisa membantu, dan semoga khususnya warga Jalan Nelayan itu bisa semakin rajin untuk beribadah dan shalat. Umumnya kita semua," ungkapnya.

UPDATE #99
21 April 2018

Anak Asuh Arcamanik Rutin Bersihkan Lingkungan Asrama Setiap Pekan

Semangat itu tidak pernah luntur, bahkan bertambah saat libur sekolah tiba. Bukan untuk bersenang-senang dan bermain. Seluruh anak asuh Asrama Rumah Yatim Arcamanik dengan cekatan membersihkan lingkungan sekitar asrama di Golf Timur No. 48, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung. 

Rumput liar yang menghalangi indahnya pandangan disingkirkan oleh tangan halus mereka. Relatif enggan pada awalnya untuk sekedar membersihkan halaman asrama. Namun seiring berjalannya waktu, kini anak asuh Asrama Arcamanik berinisiatif sendiri untuk membersihkan lingkungan asrama hampir setiap pekan.

Kegiatan rutin ini tidak terlepas dari bimbingan dan motivasi yang terus diberikan oleh seluruh pengasuh Asrama Arcamanik. Salah seorang pengasuh Asrama, Siti Nur Azizah, terus memberikan motivasi dan contoh kepedulian terhadap lingkungan. Cara ini, kata dia, efektif membuat anak asuhnya lebih menjaga lingkungan sekitar.

"Sebetulnya ini atas dorongan kami pengurus. Namun, selebihnya anak-anak yang banyak berinisiatif ketika proses membereskannya. Seperti bagian untuk memotong rumput, mencangkul," ungkapnya.

Azizah merasa bangga dengan antusias yang diperlihatkan anak asuhnya setiap pekan ini. Bahkan, dirinya berharap kebiasaan ini bisa terus diterapkan oleh anak asuhnya hingga dewasa nanti. Selain itu, di antara anak asuh ada yang bisa memberikan dorongan dan mengondisikan teman-temannya yang lain. Hal ini, memberikan kebanggaan tersendiri bagi Azizah.

"Dari kegiatan itu yang terlihat antusias dan inisiatif yaitu Azmi dan Zahra, terlihat dari ketika mereka mampu mengondisikan anak-anak yang lainnya untuk membereskan di salah satu bagian," paparnya.

UPDATE #98
20 April 2018

Program Ekonomi Produktif Rumah Yatim Akan Dorong Peningkatan UKM

Rumah Yatim sedang mengembangkan ekonomi produktif untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Pengembangan usaha ini dilakukan melalui program bantuan berupa pemberian modal usaha. Sebanyak 30 orang rencananya akan menerima bantuan program ekonomi produktif Rumah Yatim tersebut.

Menurut pemaparan Person In Charge (PIC) Ekonomi Produktif Rumah Yatim, Dwi Kistiawan, seluruh penerima bantuan program tersebut akan mendapat bantuan  dalam bentuk sarana usaha, pelatihan, dan pendampingan. Program ini berujuan agar para UKM bisa didorong menjadi lebih mandiri dalam menjalankan usahanya.

"Target dari program ini adalah adanya perubahan status mereka dari mustahik menjadi munfiq dan muzakki dalam kurun waktu tertentu," jelas Dwi, melalui pesan singkat kepada Jurnalis Rumah Yatim, Kamis (19/4).

Program ekonomi produktif ini sendiri bekerjasama dengan Bank DKI Syariah. Lewat sinergi program yang ada di kedua belah pihak, akhirnya realisasi untuk menyejahterakan UKM bisa terlaksana. Sejauh ini, proses pengembangan ekonomi produktif baru mencapai 40 persen. 

"Jika tahap awal sukses, kita akan melanjutkan ke tahap berikutnya. Untuk lebih banyak lagi UKM yang bisa kita bantu," paparnya.

Dwi menambahkan, program pengembangan ekonomi produktif ini juga untuk memberikan wawasan kepada wirausaha untuk meningkatkan kualitasnya. Peningkatan ini meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) dan keterampilan dalam hal berjualan. Ia berharap, program ini bisa bermanfaat bagi UKM untuk mengembangkan diri.

"Khususnya supaya UKM bisa berkembang dan meningkatkan nilai jual yang lebih terhadap masyarakat," tutup Dwi.

UPDATE #97
19 April 2018

Puluhan Anak di Tiga Tempat Pendidikan Diniyah Dapat Bantuan Alquran

Bantuan peduli sesama dalam bentuk penyaluran kitab suci Alquran dan Iqra diberikan Rumah Yatim Cabang Aceh. Pemberian bantuan ini difokuskan di tiga tempat berbeda yang berada di wilayah Gampong Keutapang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. Pemberian bantuan Alqruan dan Iqra ini guna mendukung perkembangan dan pertumbuhan pendidikan keagamaan yang berbada di wilayah tersebut.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Rumah Yatim Aceh, Dewi, ketiga tempat yang mendapat bantuan tersebut di antaranya ialah Balai Pengajian Al Muslim, Raujatul Jannah, dan Balai Al Annasiriah. Masing-masing tempat mendapatkan bantuan dengan jumlah yang bervariasi tergantung jumlah murid dan kebutuhannya.

Penerima bantuan Alquran dan Iqra tersebut rata-rata merupakan anak yang berusia empat sampai 19 tahun. Seluruhnya merupakan anak yang menempuh pendidikan diniyah di tiga lokasi tersebut. Bantuan tersebut akan dipergunakan oleh 70 anak untuk mengampu pengajaran keagamaan.

"Ada relawan Rumah Yatim yang mengajukan agar balai pengajian tersebut diberi bantuan Alquran dan Iqro, karena selain mereka membutuhkan pengajian kampung ini pun ramai," ujar Dewi, pada jurnalis Rumah Yatim melalui pesan singkat.

Ia berharap dengan diberikannya bantuan tersebut, bisa dipergunakan dengan sebaiknya. Serta bisa bermanfaat bagi anak-anak di wilayah tersebut. Agar, bisa terus memperdalam bacaan Alquran dan Iqra. Sehingga, bisa menambah pahala dari setiap huruf yang dibaca. Selain bantuan tersebut, Dewi berharap bisa membantu kondisi bangunan lokasi tempat mengaji tersebut.

"Harapannya Rumah Yatim dapat membantu balai pengajian yang tempatnya sudah reyot dan tua, bangunan kayu-kayunya yang sudah mulai rapuh dapat dibantu," ungkapnya.

UPDATE #96
17 April 2018

Masjid Ponpes Roudhatu Shibyan Dapat Bantuan Renovasi dari Rumah Yatim

Pada kunjungannya di Kelurahan Banyuasih, Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan sejumlah bantuan. Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah kalangan. Salah satunya bantuan renovasi masjid di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudhatu Shibyan RT 02, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Bogor.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim, Nurul Fitri, kondisi masjid yang belum memiliki tempat wudhu dan toilet, membuat Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan sejumlah bahan material. Seluruh bahan material tersebut diserahkan kepada salah seorang pengasuh pesantren. 

Selain itu, ia mengatakan, lewat bantuan tersebut tim Rumah Yatim Jabodetabek ingin menyampaikan betapa pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Sehingga, warga sekitar bisa berperilaku sehat. Hal ini, guna mendukung seluruh aktivitas yang berada di wilayah pondok pesantren tersebut. "Sanitasi lingkungan dan edukasi warga masyarakat pentingnya lingkungan sehat," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut pula, disalurkan sejumlah bantuan bagi masyarakat prasejahtera. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk kegiatan bazar gratis, pemberian susu Bebelac bagi balita, serta bantuan alat tulis sekolah bagi siswa kurang mampu. Sejumlah kegiatan tersebut diberikan untuk mendukung kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat prasejahtera.

#BantuanSaranaPublik

UPDATE #95
16 April 2018

Puluhan Balita di Kelurahan Banyuasih Terima Susu Bebelac Gratis

Beberapa hari lalu, Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan susu formula kepada puluhan balita di Kelurahan Banyuasih. Bantuan ini merupakan program pemenuhan gizi bagi anak yang bekerjasama dengan Bebelac. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Bogor.

Menurut informasi yang didapatkan jurnalis Rumah Yatim, susu Bebelac tersebut diserahkan kepada anak yang berusia satu sampai tiga tahun. Sedikitnya sebanyak 30 anak menerima bantuan susu formula tersebut. Penyerahan bantuan ini berbarengan pula dengan kagiatan lain di wilayah tersebut.

Menurut relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Nurul Fitri, seluruh penerima bantuan susu Bebelac merupakan rekomendasi dari kader posyandu setempat. Sebelumnya, kata dia, wilayah tersebut menjadi rekomendasi dari aparatur Kecamatan Cigudeg. Rekomendasi tersebut disampaikan saat survei yang dilakukan sebelum kegiatan dilaksanakan.

"Ya data sudah ada di para kader, juga diumumkan di masjid dan surau," papar Nurul, kepada jurnalis Rumah Yatim melaui pesan singkat.

Ia menambahkan, kegiatan pemberian susu Bebelac ini merupakan program pemenuhan gizi anak. Agar, kata dia, pemenuhan tumbuh kembang anak dari keluarga prasejahtera bisa terbantu. Program ini pula sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah daerah di Jabodetabek. "Terpenuhinya gizi tambahan untuk anak. Anak sehat terhindar dari gizi buruk," ujarnya.

UPDATE #94
15 April 2018

MI Nurul Huda Terima Bantuan Renovasi Rumah Yatim Jabodetabek

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan bantuan renovasi kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda di Jalan Karang Tengah Raya No. 47, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (13/4). Pemberian bantuan renovasi ini diberikan karena berdekatan dengan salah satu asrama Rumah Yatim.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Cinere sekaligus yang mewakili Rumah Yatim, Imanudin, pemberian bantuan ini berupa bahan material untuk proses pembangunan madrasah. Hal ini, karena sebelumnya sudah dilakukan koordinasi dengan pihak madrasah untuk keperluan pembangunan. "Peduli lingkungan, dan karena dekat dengan asrama," ujarnya.

Selain itu, pemberian bantuan ini pula melibatkan anak asuh. Hal ini guna mengajarkan agar tetap peduli kepada sesama. Bantuan ini pula diterima langsung oleh para pengurus madrasah. Ia berharap, bantuan ini bisa memberikan dorongan semangat dalam proses pembangunan.

Iman -sapaan akrabnya menambahkan, dengan bantuan yang diberikan oleh Rumah Yatim tersebut bisa mendorong siswa lebih termotivasi dengan fasilitas yang layak. Sehingga, bisa mencetak generasi yang baik untuk masa depan. Apalagi, untuk mencetak generasi muslim yang bisa bersaing lebih luas. "Harapannya supaya bisa memfasilitasi anak-anak dengan layak," jelasnya.

UPDATE #93
13 April 2018

Lewat Memasak, Anak Asuh Bintaro Diajarkan Berbagi

Anak asuh Rumah Yatim Bintaro membuat makanan ringan rumahan. Pembuatan makanan ringan ini dilakukan di Asrama Bintaro, Jalan Cut Meutia 2 Blok FG 2 No. 38, Jurang Mangu, Tangerang Selatan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kreasi untuk menunjang potensi anak asuh.

Menurut Kepala Asrama Bintaro, Dedi, kegiatan yang dilaksanakan di sela waktu sekolah dan asrama ini berjalan penuh antusias. Seluruh anak asuh terlibat secara langsung dalam proses pembuatan maupun persiapan. Kegiatan ini, kata Dedi, didampingi oleh Guru Prakarya, Sinta. "Resepnya ditentukan oleh guru sesuai dengan materi yang sudah di berikan," ujarnya.

Ia menyampaikan, makanan yang dibuat pada kesempatan itu untuk dikonsumsi sendiri. Selain itu, kata dia, sebagian yang lain akan dibawa ke sekolah anak asuh untuk dibagikan ke teman kelas masing-masing. Sehingga, anak-anak diajarkan berbagi dengan sesama lewat kegiatan itu pula.

Kegiatan prakarya ini, sambung Dedi, sangat positif bagi anak asuhnya. Apalagi sejumlah manfaat untuk bekal anak-anak bisa didapatkan pada kegiatan tersebut. Di antaranya, kata dia, bisa melatih kesabaran, tanggungjawab dan ketekunan anak asuh Bintaro.

"Banyak sekali pelajaran dari kegiatan ini salah satunya anak-anak diajarkan untuk kerja sama," paparnya.

UPDATE #92
12 April 2018

Ringankan Beban Orangtua Lewat Beasiswa Yatim dan Dhuafa

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan beasiswa kepada anak yatim dan dhuafa. Pemberian beasiswa ini dilakukan untuk anak yang berada disekitara Kantor Kas Kledener, Jalan Duren Sawit Raya No. 38, RT 006 RW 008, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (11/4). Pemberian besiswa ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa.

Menurut salah seorang relawan Rumah Yatim, Ali Ridwan, sebanyak 20 orang anak menerima beiasiswa pada kesempatan kali ini. Seluruh anak merupakan hasil data prioritas dari tingkatan sekolah dasar hingga menengah atas. Pembagian beasiswa ini, kata dia, merupakan kali pertama dilakukan di wilayah tersebut. "Baru yang pertama tapi sebelumnya ada program lain seperti santunan da'i," paparnya.

Ia menambahkan, pemberian beasiswa ini akan dilakukan rutin setiap bulan. Akan tetapi, kata dia, penerima beasiswa yatim dan dhuafa ini akan berganti selama kurun waktu tiga bulan sekali. Hal ini, kata dia, agar seluruh anak bisa merasakan manfaat hadirnya Rumah Yatim di lingkungan setempat.

Ali berharap, dengan diberikannya beasiswa ini bisa memotivasi anak untuk tetap bersekolah. Selain itu, lewat beasiswa ini pula agar bisa membantu meringankan beban pendidikan bagi orangtua siswa. Sehingga, anak yatim dan dhuafa bisa merasakan sekolah pada umumnya.

"Kita berharap seperti itu dan pesan buat anak-anak kita, supaya lebih semangat lagi untuk menuntut ilmu," jelas Ali.

UPDATE #91
11 April 2018

Anak Asuh Belajar Membuat Kerajinan Tangan Sebagai Bekal Masa Depan

Sejumlah anak asuh Asrama Rumah Yatim Bintaro mengisi waktu luang dengan membuat kerajinan tangan. Kerajinan ini merupakan inisiatif dari salah seorang guru Bimbel yang rutin memberikan tambahan pelajaran kepada anak asuh. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Bintaro, Jalan Cut Meutia 2 Blok FG 2 No 38, Jurang Mangu, Tangerang Selatan.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Dedi, kegiatan ini merupakan inisiatif guru Bimbel yang mengajar salah seorang temannya untuk berbagi ilmu di asrama. Sebenarnya, kata dia, guru Bimbel tersebut hanya memberikan tambahan materi akademik jelang ujian. Namun, di sela waktu kosong, temannya tersebut mengisi dengan berbagi ilmu kerajinan.

Sembilan orang anak asuh Bintaro diajarkan cara menghias tas yang terbuat dari anyaman. Bahan yang digunakan, kata Dedi, terdiri dari kayu, tisu, koas, dan spon. Kerajinan ini pula merupakan kegiatan yang memberikan tambahan softskill pada anak asuh Bintaro. Sehingga, keseimbangan muatan akademik formal akan didukung kemampuan yang semakin berkembang.

Dedi berharap, dengan kegiatan kerajinan sederhana ini bisa memberian efek positif kepada anak. Sehingga, kata dia, anak asuhnya bisa berkembang lebih kreatif. Selain itu, dia menyampaikan, kegiatan seperti hal tersebut akan menjadi agenda rutin yang akan dijalankan di asrama Bintaro.

"Alhamdulillah kegiatan ini sangat menunjang sekali buat skil anak-anak, jadi nanti anak-anak punya bekal ketika sudah dewasa," ujarnya.

UPDATE #90
10 April 2018

Rumah Yatim Tegal Selamatkan Masa Depan Syahrul

“Saya putus asa pak, sampai kepikiran ingin menjual anak saya,” keluh Yuda Kusumandari kepada Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman. 

Keputusannya untuk menjual anak bungsunya Tarisi (3) adalah karena dia merasa sudah tidak sanggup lagi membiayai putranya itu. Sebagai buruh lepas yang banyak menganggurnya, pria kelahiran Tegal, 10 Sepember 1976 ini hidup dalam kemiskinan. Sudah empat kali dia pindah-pindah tempat kontrakan, karena sering dikeluarkan oleh pemilik kontrakan. Ia tidak mampu membayar. Kini dia bersama dua anak dan istrinya Siti Shofuroh mendapatkan kontrakan yang lebih murah. Tapi dia pun masih kebingungan membayarnya di bulan depan. 

Untuk membayar kontrakan sebelumnya dan juga kebutuhan sehari-hari, dia bercerita mendapatkan warisan dari orang tuanya. Warisan itu dia belikan motor untuk modal, bayar kontrakan dan biaya sehari-hari. Namun semuanya habis terjual dan kini dirinya tidak memiliki apapun untuk dijual. Kini dia tinggal di kontrakan dengan luas tiga meter persegi. Hartanya hanya kasur busa lepet dan anak istrinya saja, tak ada lemari tak ada barang-barang yang berharga. Bahkan untuk sehari-hari, dia bingung dengan apa anaknya akan makan. 

Kondisi kemiskinan itu, membuat salah satu anaknya Muhammad Syahrul Ndatiromadon yang akrab disapa Syahrul merasa minder. Menurut keterangan Yuda, sudah satu bulan Syahrul tidak ke sekolah. Banyak faktor yang membuat Syahrul tidak ke sekolah. Yuda menuturkan, mungkin karena kontrakan yang sekarang jauh dari sekolahnya tidak seperti dulu, ditambah karena fasilitas sekolah Syahrul yang berbeda dengan teman-temannya. “Mungkin dia minder, tas sekolahnya juga sudah robek-robek,” ungkapnya kepada Jajang.

Untuk mendapatkan uang jajan, Syahrul pun sering mencari pekerjaan menjadi suruhan dari para tetangganya. Karena dia tidak mungkin meminta uang kepada kedua orangtuanya. Jangankan untuk  uang jajan untuk kebutuhan sekolahnya pun orangtuanya tidak sanggup membiayai.

Karena itu Yuda pun menuturkan, keinginannya untuk menitipkan anaknya ke Rumah Yatim sebagai upayanya agar kehidupan anaknya bisa lebih baik dari pada dirinya. Dia berharap Rumah Yatim bisa membantu keluarganya agar keluar dari kesulitan. 

Setelah melakukan survei ke rumah Yuda, selanjutnya ke sekolah Syahrul dan mendapatkan kebenaran yang sangat miris kondisi Syahrul yang tidak pergi sekolah selama satu bulan. Ternyata menurut keterangan gurunya, Syahrul pun belum membayar buku LKS dan lain sebagainya. Karena itu, pihak sekolah pun amat sangat berterima kasih kepada Rumah Yatim yang sudah menyelematkan masa depan Syahrul yang hampir putus sekolah.

“Alhamdulillah kini Syahrul sudah tinggal di asrama, awalnya dia tidak betah dan ingin pulang terus, tapi setelah keempat harinya dia mulai beradaptasi dan senang diam di Rumah Yatim,”

Banyak perubahan positif semenjak satu minggu Syahrul tinggal di Rumah Yatim. Kini dia lebih rapih, lebih terawat dan lebih ceria ketimbang sebelumnya.

UPDATE #89
8 April 2018

Beasiswa Rumah Yatim Ringankan Beban Keluarga Anak Nonmukim

Anak asuh nonmukim Asrama Rumah Yatim Rawasari mendapat beasiswa yatim dan dhuafa. Pemberian beasiswa ini dilakukan di Asrama Rawasari, Jalan Rawasari Selatan No. 28, RT 12 RW 9, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pemberian beasiswa ini merupakan bentuk dorongan Rumah Yatim dalam mendukung pendidikan anak.

Menurut Kepala Asrama Rawasari Ikin, sebanyak 21 anak mendapatkan beasiswa pada kesempatan tersebut. Seluruh penerima merupakan siswa dari tingkatan sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas. Beasiswa ini, kata dia, disalurkan rutin setiap enam bulan sekali. "Sama karena per enam bulan dari program pemberdayaannya," jelas Ikin.

Ia berharap, dengan diberikannya bantuan tersebut bisa meringankan beban penerima manfaat. Sehingga, kata dia, bisa sedikit membantu kebutuhan pendidikan anak. Serta, membantu meringankan beban keluarga siswa tersebut. Agar setiap anak bisa merasakan pendidikan, guna menunjang masa depan anak.

"Semoga bantuan dari Rumah Yatim bisa sedikit membantu biaya pendidikan anak-anak dan meringankan keluarga mereka," tuturnya.

UPDATE #88
7 April 2018

Beasiswa Rumah Yatim Diberikan Kepada Anak Asuh Nonmukim Cirendeu

Belasan beasiswa diberikan kepada anak asuh nonmukim yatim dan dhuafa di sekitaran Kantor Kas Rumah Yatim Cirendeu, Jalan Cirendeu Raya No. 57, Tangerang Selatan. Beasiswa tersebut diberikan rutin oleh Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Pemberian beasiswa tersebut guna memberikan keringanan dalam mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa.

Menurut pemaparan salah satu Kasie Pendayagunaan Rumah Yatim Jabodetabek Muslihudin, beasiswa tersebut diberikan kepada 16 anak yang berada di wilayah kantor kas Cirendeu. Penerima beasiswa tersebut, kata dia, merupakan siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama.

Muslihudin berharap, dengan bantuan beasiswa tersebut bisa memberikan keringanan kepada para penerima. Sehingga, bisa terus bersemangat dalam menuntut ilmu. Selain itu, dengan adanya program ini setiap anak yang menerima beasiswa bisa termotivasi dalam mengenyam pendidikan.

"Harapannya kita pengen lebih banyak lagi siswa yang kita berikan beasiswa," ungkapnya, kepada jurnalis Rumah Yatim.

Rumah Yatim sendiri merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional yang konsen dalam mengolah zakat, infaq dan sedekah. Selain itu, mendukung sejumlah kegiatan keagamaan dan memberikan perhatian pada kesejahteraan sosial. Tidak lupa memberikan perhatian kepada dunia pendidikan anak yatim dan dhuafa.

UPDATE #87
6 April 2018

Kegiatan Diniyah di Asrama Pertajam Pengetahuan Agama Anak Asuh

Jika sekolah menjadi tempat untuk mempertajam pengetahuan umum, maka asrama melengkapinya dengan penajaman pengetahuan keislaman. Ada berbagai program yang dilaksanakan rutin setiap harinya di asrama. Salah satunya program diniyah.

Program diniyah merupakan kegiatan pembelajaran keislaman yang disampaikan oleh pengurus asrama kepada anak-anak asuhnya. Biasanya kegiatan ini digelar rutin selepas shalat magrib. Salah satu asrama Rumah Yatim yang telah menerapkan program ini adalah asrama Rumah Yatim Monjali Yogyakarta.

Di asrama yang berada di Jl. Monjali No. 138A Ngemplak, Karangjati, Mlati Sleman Yogyakarta ini rutin melaksanakan kegiatan diniyah setiap selepas kegiatan tausiyah magrib. Materi yang dipelajari pun berbeda setiap harinya.

Antara lain materi tentang mengenal sahabat Nabi, sejarah Islam, hukum fiqih sehari-hari, tahsin, tajwid dan ragam materi lainnya. Semua mengikuti kurikulum yang sudah disusun sebelumnya oleh Rumah Yatim. 

“Usai kegiatan tausiyah anak-anak,  kegiatan dilanjutkan dengan kediniyahan. Biasanya kami dari para pengurus bergantian untuk memberikan materi seputar kediniyahan,” ungkap salah satu pengurus asrama Nuryeni, Kamis (5/4).

Ia berharap, kegiatan ini bisa menjadi bekal anak-anak di masa depan. Ia pun berharap ilmu yang diperoleh anak asuhnya bisa dibagikan kepada adik asuh, keluarga, saudara dan teman mereka.

UPDATE #86
5 April 2018

Anak Yatim dan Dhuafa Bintaro Terima Beasiswa Rumah Yatim

Beasiswa yatim dan dhuafa diberikan kepada 36 orang anak di sekitaran Asrama Rumah Yatim Bintaro, Jalan Cut Meutia 2 Blok FG 2 No. 38 Jurang Mangu, Tangerang Selatan. Pemberian beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap pendidikan anak.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Bintaro, Dedi Jimah, seluruh penerima beasiswa adalah siswa dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama. Penyaluran ini dilakukan di Asrama Bintaro. Bahkan, antusias anak terlihat sumringah gembira wajahnya.

Dedi menambahkan, beasiswa tersebut diberikan rutin setiap dua bulan sekali. Untuk target dan lokasinya, kata dia, masih tetap sama. Hal ini dikarenakan, penerima manfaat beasiswa sudah memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan Rumah Yatim. "Di Bintaro ada yang berhak menerimanya sesuai amanah yang dititipkan oleh para donatur," katanya.

Ia berharap, dengan diberikannya beasiswa dhuafa ini bisa bermanfaat bagi penerima. Serta, kata dia, Rumah Yatim bisa memberikan beasiswa lebih banyak lagi. Sehingga, anak-anak kurang mampu bisa merasakan dan terbantu.

UPDATE #85
4 April 2018

Motivasi Sederhana Kepala Asrama Lewat Hafalan Alquran

Memberikan pendidikan diniyah sejak dini menjadi keharusan. Agar, setiap anak bisa menjadi generasi islami secara baik. Membimbing, mengarahkan, serta memotivasi agar anak bisa berkembang secara baik merupakan kewajiban setiap orang. Hal inilah yang selalu diterapkan di Asrama Rumah Yatim Cemara,  Jalan Cemara No. 23, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung.

Kepala Asrama Cemara Safitri menjelaskan, dirinya selalu mengingatkan anak asuh untuk tetap membaca Alquran. Salah satunya, kata dia, dengan melakukan tes hafalan serta muroja'ah rutin kepada anak asuh. Sehingga, sambungnya, agar setiap anak bisa menghafal dengan baik. 

"Kita muroja'ah hafalan yang sekiranya agak lupa, baik itu haditsnya atau pun ayat suratnya hingga kami hafal," ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan, dirinya selalu memberikan tambahan hafalan kepada anak. Hal ini, guna menambah wawasan dan pengetahuan anak asuhnya. Selain itu, dalam sehari anak asuh Cemara disarankan bisa menghafal sebanyak satu lembar. Namun, sejak padatnya aktivitas full day school, target tersebut belum tercapai secara penuh.

"Belum tercapai dikarenakan waktu yang begitu singkat jadi sebagian anak saja yang mampu menyetorkan hafalan satu kaca (halaman)," jelas Safitri.

Ia mengatakan, untuk kegiatan tes hafalan, dirinya menjadwalkan dua hari sekali. Namun, di samping itu sejumlah hambatan masih tetap ada saat memberikan pembiasaan hafalan tersebut. Apalagi, kata dia, saat anak asuh sudah merasa lelah akibat aktivitas yang padat.

"Ketika mereka sudah mulai cape dikarenakan mungkin banyak kegiatan jadi mereka pada gak semangat, terkadang anak-anaknya pun kurang fokus," ungkapnya.

Namun, Safitri tetap memberikan motivasi kepada anak asuhnya. Serta memberikan penjelasan kepada anak tentang keutamaan dalam menghafal Alquran. Apalagi, kata dia, sebagian besar anak asuhnya bercita-cita ingin menjadi hafidz Quran.

"Selalu diingatkan kembali bahwa hafalan mereka itu salah satu harapan yang besar bagi orangtuanya di masa yang akan datang," kata Safitri.

UPDATE #84
3 April 2018

Muroja'ah Alquran Jadi Suntikan Semangat Belajar Anak Asuh Arcamanik

Sejumlah anak asuh Rumah Yatim Arcamanik sedang fokus melakukan pendalaman materi jelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pendalaman meteri ini dilakukan di sekolah serta asrama Arcamanik, di Jalan Golf Timur No.48, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung. Selain fokus terhadap USBN mendatang, anak asuh Arcamanik pula harus berbagi waktu untuk menghafal ayat Alquran.

Menurut Pengasuh Asrama Arcamanik Siti Nur Azizah, di asrama anak asuhnya mendapatkan pendalaman lewat bimbel gratis. Namun, kata dia, di sela-sela kegiatan pendalaman materi anak asuhnya tetap fokus dan melakukan hafalan Alquran. Akan tetapi, tambah Azizah, saat ini anak asuhnya hanya diharuskan untuk melakukan muroja'ah saja.

"Karena awalnya mau tambah hafalan, cuman karena melihat hafalan anak-anak juga sudah banyak jadi di fokuskan buat muroja'ah saja dulu," ujarnya.

Azizah mengatakan, kegiatan muroja'ah yang dilakukan setiap hari menjadi pendorong semangat anak asuhnya. Apalagi, kata dia, hafalan anak asuh Arcamanik yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut sudah terbilang banyak. "Dan Alhamdulillah justru dengan adanya muroja'ah itu anak-anak makin semangat belajar," ungkapnya.

Setiap harinya, lima orang anak asuh Arcamanik yang saat ini duduk di kelas enam terus bersemangat dalam menjalani hari. Padatnya kegiatan sekolah dan asrama jelang ujian, tidak menyurutkan semangat kelima anak tersebut.

UPDATE #83
2 April 2018

Rumah Yatim Beri Bantuan Pembangunan Jalan di Kampung Girang Deukeut

Jalan setapak yang tak kunjung mendapat bantuan menjadi keluhan masyarakat di Kampung Girang Deukeut, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Rusaknya jalan menjadi salah satu penghambat ekonomi dan sosial di daerah tersebut. Apalagi sebelumnya jembatan yang digunakan masyarakat saat ini hasil dari dana gotong royong.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan material untuk membangun jalan. Bantuan ini diberikan langsung oleh Tim Rumah Yatim Area Jawa Barat kepada masyarakat. Menurut Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat Solehudin, bantuan itu merupakan respon cepat atas ajuan masyarakat.

"Alhamdulillah dengan seijin Allah SWT kita sampai di sini untuk memberikan bantuan sarana publik," ujar Solehudin.

Ia berharap, dengan bantuan yang diberikan Rumah Yatim Area Jawa Barat bisa memberikan efek positif bagi masyarakat. Sehingga, kata dia, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitar bisa berjalan dengan lancar. Dia menambahkan, hadirnya Rumah Yatim bisa memberikan kontribusi di Jawa Barat pada khususnya.

Kegiatan ini pula mendapat tanggapan Sekretaris RW 04, Erman El Hakim. Ia menyampaikan, rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan Rumah Yatim Area Jawa Barat. Apalagi, kata dia, sebelumnya tidak ada perhatian secara khusus dari lembaga sosial lain.

"Jarang ada lembaga sosial yang datang ke sini, saya harap Rumah Yatim tetap konsisten dengan kemandirian yang cinta terhadap sosial," jelasnya.

Menurut Erman, bantuan ini merupakan kali pertama yang diterima oleh masyarakat untuk memperbaiki akses jalan yang rusak. Sebelumnya, kata dia, masyarakat secara sukarela mengeluarkan dana untuk memperbaiki sarana publik ini.

"Baru pertama kali mendapat dana bantuan dari Rumah Yatim. Sebelumnya kami memakai dana partisipasi masyarakat," paparnya.


#BantuanSaranaPublik

UPDATE #82
31 Maret 2018

Anak Yatim Sidoarjo Terima Santunan Biaya Hidup Rumah Yatim

Rumah Yatim Surabaya memberikan santunan itu kepada anak-anak yatim yang ada di daerah Sidoarjo Jawa Timur.

Alasan Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya Agus Muhammad Yusuf memberikan santunan tersebut, karena anak-anak yatim yang ia temui kebanyakan hidup sebatangkara dan hanya menggantungkan hidup kepada sanak saudaranya saja. Contohnya Kayla dan Fayrel, kakak beradik ini yatim piatu. Sudah sejak lama ibunya meninggal dunia dan baru beberapa bulan ayahnya pun meninggal dunia. Kini mereka tinggal bersama saudaranya. 

“Kondisinya sangat mengharukan, maka kami pun memberikan mereka santunan biaya hidup, mudah-mudahan bisa meringankan mereka,” ungkap Agus.

Tak hanya kedua anak itu, ada 14 anak lainnya yang mendapatkan santunan tersebut. Agus berharap, ke depannya bisa kembali datang dan dapat memberikan mereka santunan beasiswa dhuafa. Karena dengan kondisi itu, tentu mereka sangat membutuhkan biaya.

“Insya Allah, kami ada rencana untuk memberikan santunan beasiswa dhuafa untuk mereka,” ujarnya.

UPDATE #81
30 Maret 2018

Jelang Ramadhan, Rumah Yatim Bantu Renovasi Masjid Al Hidayah

Bantuan renovasi masjid diberikan oleh Rumah Yatim Regional Jabodetabek ke wilayah Jalan Bulak Cabe Barat RT 05 RW 09, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/3). Bantuan itu diberikan untuk membantu percepatan dalam proses renovasi Masjid Al Hidayah.

Menurut salah seorang dari tim Pendayagunaan Regional Jabodetabek, Rusmanto, bantuan tersebut diserahkan langsung dan diterima oleh Bagian Humas Masjid Al Hidayah, Muhammad Syarifudin. Menurut Rusmanto, sebelumnya bagian atap masjid mengalami kerusakan. Sehingga, dia bersama tim Rumah Yatim Jabodetabek, berinisiatif untuk membantu.

Selain itu, kata Rusmanto, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah digelar di wilayah tersebut. Saat kegiatan, kata dia, temuan masjid ini merupakan hasil laporan masyarakat. Sehingga, tim Rumah Yatim menindaklanjuti laporan tersebut.

Rusmanto berharap, dengan bantuan yang diberikan Rumah Yatim Jabodetabek bisa sedikit membantu Masjid Al Hidayah. Sehingga aktivitas masjid serta kegiatan keagamaan di dalamnya bisa berjalan lebih ramai. Apalagi, saat jelang bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan datang.

"Supaya masjid bisa segera di perbaiki agar jamaah masjid ibadahnya nyaman," jelasnya.

UPDATE #80
29 Maret 2018

Anak Asuh Nonmukim Raden Saleh Dapat Santunan Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Kedaton Lampung kembali menyalurkan santunan rutin kepada anak asuh nonmukimnya, jika sebelumnya lembaga amil zakat ini menyalurkan santunan di wilayah Kedaton, Tunggul Ametung dan Kimaja, kini menyalurkan santunan di wilayah Raden Saleh.

Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Hendi mengungkapkan, jika kegiatan ini digelar di kediaman Tomblo koordinator anak asuh wilayah Pertama. Sebanyak 45 anak yatim dan dhuafa di wilayah tersebut telah menerima santunan rutin dari Rumah Yatim. 

“Alhamdulillah penyaluran berjalan dengan sukses dan lancar, anak-anak pun tampak sangat senang ketika menerima santunan ini. Semoga santunan ini bisa menjadi manfaat besar untuk mereka. Terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan zakatnya kepada Rumah Yatim, insya Allah zakat yang dititipkan sudah dirasakan anak asuh kami,” paparnya, Selasa (27/3).


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #79
28 Maret 2018

Kepala Asrama Cinere Bentuk Karakter Anak Asuh Mandiri Sejak Dini

Banyak cara memberikan kemandirian pada anak asuh Rumah Yatim. Selain mendapatkan dukungan secara pendidikan formal dan diniyah, anak asuh pula diajarkan untuk selalu mandiri. Salah satunya yang diterapkan di asrama Rumah Yatim Cinere, Jalan Karang Tengah No. 69 Cilandak, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Kemandirian inilah yang ditanamkan Kepala Asrama Cinere Imanudin, kepada anak asuhnya. Untuk mengisi waktu luang, kata Imanudin, anak asuh diajarkan untuk merakit meja. Meja tersebut sengaja dibeli dalam bentuk rakitan, agar anak bisa mandiri dan belajar. "Karena masih dalam keadaan belum terpasang masih acak-acakan," paparnya.

Menurut Imanudin, belajar mandiri merupakan salah satu keharusan bagi anak laki-laki. Apalagi, kata dia, di asrama Cinere seluruh anak adalah laki-laki. Sehingga, kemandirian jelang menjadi kepala keluarga harus ditanamkan sejak dini. 

"Belajar untuk mandiri  karena yang namanya laki-laki, harus serba bisa, jangan mengandalkan orang lain," jelasnya.

Dia berharap, kemandirian ini bisa terus diterapkan kepada anak asuhnya. Sehingga, anak asuh Cinere, bisa melakukan segala hal tanpa harus meminta bantuan orang lain. Kemandirian inilah yang menjadi nilai utama yang selalu diterapkan di Asrama Cinere.

UPDATE #78
27 Maret 2018

 40 Dus Susu Formula Disalurkan Rumah Yatim di Tlogoadi

Selain sukses menyelenggarakan penyaluran bantuan di wilayah Purwosari, Kec. Girimulyo, Kab. Kulonprogo, Yogyakarta, Rumah Yatim Area Yogyakarta pun sukses menyalurkan bantuan di wilayah Tlogoadi , Kec. Mlati, Sleman.

Jika di Purwosari, lembaga amil zakat ini sukses menyalurkan empat program bantuan yakni sembako, perlengkapan sekolah, beasiswa yatim dan dhuafa, serta bantuan susu formula. Di Tlogoadi, Rumah Yatim sukses menyalurkan bantuan 40 dus susu formula kepada 40 bayi di bawah tiga tahun (batita) yatim dan dhuafa.

Salah satu relawan Rumah Yatim Yogyakarta Magfiroh menuturkan, kegiatan ini digelar di kediaman Kepala Dukuh Sanggrahan, Yulianto. Sanggrahan merupakan salah satu dukuh di wilayah Tlogoadi.

Magfiroh pun mengungkapkan, meski sempat dilanda hujan deras, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat orangtua penerima bantuan. “Alhamdulillah meski dilanda hujan deras, kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar, para ibu penerima bantuan tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya. Selain mendapat apresiasi dari warga setempat, kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Yulianto.

 “Alhamdulillah,  saya selaku perwakilan orangtua penerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim, Bebelac dan para donatur yang telah membantu kami. Bantuan susu formula ini merupakan bantuan pertama yang kami terima, bantuan ini sangatlah membantu kami. Semoga anak-anak kami yang menerima bantuan susu ini,  bisa menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kelak akan membanggakan Indonesia,” tuturnya.

#PemenuhanGiziYatimdanDhuafa

UPDATE #77
26 Maret 2018

Anak Asuh Nonmukim Gunakan Santunan untuk Ringankan Beban Ibunya

Rumah Yatim Cabang Lampung yang diwakili Kepala Asrama Tanjung Karang Weli menyerahkan santunan rutin kepada 28 anak asuh nonmukim di wilayah Teluk Gulak Galik. Penyerahan ini digelar pada Jumat (23/3) sore.

“Alhamdulillah penyaluran berjalan dengan lancar, seperti biasa mereka tampak kegirangan ketika menerima santunan ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika santunan tersebut biasanya digunakan anak-anak untuk membantu orangtua memenuhi kebutuhan sekolah. Di antaranya dipergunakan untuk ongkos, bayar uang renang atau uang buku. Kadang pula santunan tersebut mereka gunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

“Mayoritas mereka itu statusnya yatim dan ibunya hanya bekerja sebagai buruh serabutan, biasanya santunan ini mereka gunakan untuk membantu meringankan beban ibunya,” kata Weli. Ia berharap santunan tersebut bisa menunjang semangat mereka untuk terus bersekolah.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #76
25 Maret 2018

Penarik Becak Malioboro Dapat Berkah Jumat Rumah Yatim

“Alhamdullillah setiap Jumat ada donatur yang suka memberikan nasi kotak banyak. Supaya rezeki ini bisa dirasakan sesama, maka kami selalu membagikannya kepada anak asuh nonmukim dan penarik becak di Malioboro,” ungkap Manajer Rumah Yatim Area Yogyakarta Arifin, Sabtu (24/3).

Ia menurutkan, Jumat sore ada donatur yang memberikan 100 buah nasi kotak. Dikarenakan di asrama sudah ada makanan, maka nasi kotak tersebut dibagikan tim relawan kepada anak asuh nonmukim di wilayah asrama dan kepada penarik becak di wilayah Malioboro.

Ia pun mengungkapkan, pemberian nasi kotak ini disambut bahagia para penerima. Terkhusus para penarik becak yang saat itu sedang melamun dikarenakan sepi pelanggan. “Ketika kami menemui para penarik becak, mereka mengatakan bahwa akhir-akhir ini sedang sepi pelanggan. Hal tersebut sangat berpengaruh pada pendapatan mereka, kadang mereka mesti menahan lapar dan menginap di becak supaya bisa pulang sembari membawa uang,” kata Arifin.

Ia pun mengatakan, jika para penarik becak tersebut teramat sangat sumringah ketika tim memberikan nasi kotak. “Mereka tampak sangat bahagia ketika kami memberikan nasi kotak ini, semoga nasi kotak ini bisa menjadi berkah untuk mereka para penarik becak, terutama untuk para donatur yang memberikan ini,” paparnya.

“Alhamdulillah kebetulan sekali saya belum makan, terima kasih atas semua kebaikan ini, semoga Allah membalas semuanya,” ujar salah satu penarik becak.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #75
24 Maret 2018

Nenek 16 Cucu Senang Dapat Pakaian dari Bazar Gratis Rumah Yatim

Usianya tidak lagi muda, berjalan tertatih menghampiri bazar gratis Rumah Yatim Regional Jabodetabek di Kelurahan Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Kamis (22/3). Baju merah bermotif bunga dipakainya dengan kerudung coklat dan kacamata yang membalut kulit keriput dirinya.

Dialah Nenek Tukwen (83), salah seorang warga yang datang untuk memilah dan memilih pakaian di bazar Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Usianya yang tidak lagi muda tidak menendurkan Nenek Tuwen untuk berleha-leha. Sisa tenaga yang ada dia pergunakan untuk mengais rezeki.

Setiap harinya, ia harus berjalan sejauh tiga kilometer untuk menjajakan dagangannya. Penghasilan yang pas-pasan tidak membuat Nenek Tuwen berhenti untuk bekerja. Bahkan diusianya yang sekarang, Nenek Tuwen harus menafkahi anaknya yang sakit tidak berdaya.

Dia terlihat senang, tumpukan pakaian anak dilihat dan dipilihnya. Baju dewasa tidak disentuhnya sama sekali. Bahkan dirinya hanya fokus untuk memilih baju anak-anak yang akan diberikan kepada 16 cucunya.

Wajah sumringah, senang bercampur haru terlihat saat tangannya memegang satu persatu pakaian yang dipilahnya. Sesekali dia bentangkan pakaian yang dipegangnya. Berkhayal, 16 cucunya memakai pakaian yang dipilihnya. Bahkan, dirinya merasa senang dan terbantu dengan bazar gratis yang dilaksanakan Rumah Yatim Regional Jabodetabek.

"Nenek sangat bahagia karena bisa memberikan baju untuk sang cucu," paparnya dengan nada pelan, kepada tim Rumah Yatim Regional Jabodetabek.

UPDATE #74
23 Maret 2018

Anak Asuh Kedaton Latihan Taekwondo Setiap Minggu dan Selasa Sore

Setelah dua tahun vakum, Rumah Yatim Cabang Lampung kembali mengadakan pelatihan taekwondo untuk anak asuh mukim dan nonmukimnya. Kegiatan ini digelar di halaman asrama setiap Minggu dan Selasa sore. 

Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Hendi mengungkapkan, alasan kegiatan ini kembali digalakan. Menurutnya, kegiatan ini sangatlah bermanfaat dan berdampak positif kepada anak asuhnya. Tidak hanya itu, keinginan anak asuh untuk kembali berlatih taekwondo menjadi alasan utamanya kembali menggalakan kegiatan ini.

“Mereka terus meminta saya untuk mengadakan latihan taekwondo, mereka mengatakan keinginannya untuk bisa seperti kakak asuhnya yang telah mendapatkan banyak piala dan sertifikat dari pertandingan taekwondo,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini sudah berlangsung selama satu bulan. Ada sebanyak 20 anak asuh mukim dan nonmukim yang mengikuti kegiatan ini. Mereka belajar ilmu bela diri ini dengan seorang guru taekwondo profesional. Hendi berharap, kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat untuk anak asuhnya.

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #73
22 Maret 2018

Target Hafalan Anak Asuh Surabaya Minimal Satu Ayat Sehari

Kegiatan anak asuh Asrama Rumah Yatim Surabaya cukup padat setiap harinya. Meskipun padat, mereka tidak melupakan kewajiban untuk menghafal Alquran. Setiap anak memiliki target minimal hafal satu ayat dalam satu hari.

“Mencoba meringankan beban hafalan anak-anak yakni dengan menghafal satu ayat satu hari,” kata Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya, Agus Kurnia.

Ia melanjutkan, target itu merupakan batas minimal anak-anak menghafal Alquran, semuanya dikembalikan kepada kemampuan anak asuh sendiri. Jika anak mampu untuk lebih banyak, maka pihak asrama pun mengapresiasinya. Tapi jika hanya mampu menjalankan batas minimalnya Agus tidak memaksa anak.

“Kemampuan anak itu berbeda-beda, meskipun ditarget satu ayat satu hari, Alhamdulillah ada anak-anak yang suka melaporkan lebih banyak setiap muroja’ah,” ungkapnya. 

Salah satunya adalah Lisa, anak kelas 1 SMA ini mampu menghafal lebih dari satu ayat dalam sehari. Dia bisa menghafal tiga hingga lima ayat, tergantung dari panjang ayat tersebut. Selain itu Lisa pun termasuk anak yang paling rajin muroja'ah. Dalam sehari, dia muroja'ah dua sampai tiga kali. Padahal menurut Agus, jadwal muroja'ah di asrama adalah setiap seminggu dua kali. Jadwal itu pun disesuaikan dengan kegiatan anak-anak yang cukup padat terutama sekolah mereka yang fullday. Alhasil karena rajinnya Lisa menghafal dalam satu bulan, Lisa bisa menghafal dua surat yakni Surat Al Haaqqoh dan Al Qolam.

UPDATE #72
21 Maret 2018

Makmurkan Masjid, Anak Asuh Aceh Safari Subuh Setiap Minggu

Rumah Yatim Cabang Aceh rutin melibatkan anak asuhnya dalam kegiatan safari subuh (sebelumnya subuh keliling). Kegiatan ini digelar setiap hari Minggu dengan tujuan untuk memakmurkan masjid di Banda Aceh dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat Banda Aceh yang melakukan shalat subuh berjamaah.

Menurut Ibu Asrama Rumah Yatim Aceh Dewi, program ini digalakkan oleh Dinas Syariat Islam Banda Aceh, di mana berbagai dayah (balai pengajian) berikut masyarakat diajak untuk shalat subuh berjamaah di masjid yang telah ditentukan. Setiap minggunya, lokasi masjid berpindah-pindah. Sehingga disebutlah dengan 'keliling'.

Anak-anak Rumah Yatim yang mendapatkan kehormatan untuk mengikuti safari subuh selalu menyambut kegiatan ini dengan semangat. Setiap Minggu pagi, sepuluh menit sebelum adzan subuh berkumandang, rombongan Rumah Yatim pun berangkat menuju masjid dengan menggunakan mobil berlogo Rumah Yatim.

“Di hari minggu kemarin, bapak asrama dan anak-anak melakukan safari subuh di Masjid Syeih Abdurrauf, Jl. Iskandar Muda, Blang Oi, seperti biasa mereka selalu bersemangat menyambut kegiatan ini,” ungkap Dewi.

Ia mengungkapkan, jika kegiatan ini diisi dengan shalat subuh berjamaah, ceramah agama dan berbagi informasi. Kadang sebelum anak-anak pulang, mereka di traktir sarapan pagi oleh salah satu ustadz dan warga yang mengikuti kegiatan ini. 

“Biasanya sepulang anak-anak safari subuh, saya dan bapak asrama selalu mengevaluasi mengenai materi yang mereka dapat. Saya melakukan ini agar tahu apakah mereka menyimak atau tidak, Alhamdulillah di setiap saya mengevaluasi, mereka selalu bisa menjelaskan kembali materi yang tadi disampaikan,” kata Dewi.

 

UPDATE #71
20 Maret 2018

Anak Asuh Rumah Yatim Surabaya Tekun Kursus Menjahit

Anak asuh Rumah Yatim Surabaya terlihat tekun memotong kain-kain yang akan dijadikan gamis. Setelah cukup lama menguasai teori menjahit, ini untuk pertama kalinya mereka praktik menggunakan bahan kain. Maka tak heran mereka sangat antusias dan senang. 

“Alhamdulillah, akhirnya mereka mulai menggunakan kain sebagai bahan jahitnya,” papar Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya Agus Kurnia.

Sudah cukup lama anak-anak belajar teori menjahit, bahkan mereka sudah vakum tiga bulan tidak belajar menjahit karena kesibukan pengajarnya yakni donatur Rumah Yatim Nurul Islami. Meski sempat vakum, tapi nyatanya anak-anak cukup pandai mengingat semua teori yang sudah diberikan. Dibimbing Nurul, anak-anak mulai mengukur badan, terus membuat pola dalam koran, mengaplikasikannya ke kain, memotong kain dan menjelujur kain dengan jarum jahit.

Kegiatan yang cukup menyita waktu itu tak membuat anak-anak merasa bosan bahkan mereka sangat tidak sabar untuk menjahitnya dengan mesin jahit. Tapi karena di asrama tidak ada fasilitasnya, rencananya minggu depan anak asuh akan mengunjungi rumah Nurul untuk praktik secara langsung.   

Di tengah-tengah proses belajar, tak lupa Nurul pun sharing pengalaman mengenai bisnis pakaian yang dia miliki. Suka dukanya serta sukar dan kemudahannya. Menurut Agus, apa yang ia sampaikan untuk anak asuh sangat bermanfaat bagi masa depan mereka. Karena tak hanya memiliki skill menjahit, mereka pun mengetahui trik and tipsnya terjun di dunia bisnis pakaian.

“Kegiatan ini adalah bekal untuk mereka, setidaknya setelah mereka lulus sekolah, mereka tidak harus kebingungan mencari pekerjaan, karena Rumah Yatim sudah membekali mereka skill," pungkasnya.

UPDATE #70
19 Maret 2018

Rumah Yatim Beri Perlengkapan Sekolah untuk Korban Banjir Cingised

Jebolnya tanggul Sungai Cironggeng di Cingised, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, beberapa hari yang lalu menyisakan sejumlah permasalahan di daerah tersebut. Salah satunya ialah terdampak pada anak-anak yang kehilangan sejumlah perlengkapan sekolah. Melihat kondisi tersebut Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan alat sekolah, Kamis (15/3).

Menurut pemaparan Direktur Utama Rumah Yatim Nurgoro B. Wismoro, sejumlah perlengkapan sekolah milik anak korban banjir itu hanyut terbawa derasnya air. Hal ini, sambung dia, menurut hasil keterangan dari Lurah Cisaranten Endah dan Camat Arcamanik sehari sebelum pemberian bantuan tersebut.

Meninjau hal tersebut, Rumah Yatim Area Jawa Barat bekerjasama dengan Pemerintahan Kecamatan Arcamanik menyiapkan puluhan paket sekolah. Nantinya, kata Nugroho, alat sekolah tersebut akan disalurkan kepada anak-anak yang berada di wilayah terdampak banjir Cingised.

"Karena dari banjir ini yang masih meninggalkan sejumlah dampak yang harus ditangani," jelasnya, kepada jurnalis Rumah Yatim, di sela-sela kegiatan.

Menurut Nugroho, bukan hanya memberikan bantuan alat sekolah. Rumah Yatim pula pada kesempatan yang sama memberikan bantuan pengobatan gratis bagi korban banjir dan masyarakat umum. Kegiatan ini pula didukung oleh sejumlah elemen pemerintahan. Di antaranya Dinsos Kota Bandung, Pemerintahan Kecamatan Arcamanik, Kelurahan Cisaranten Endah, Polri, TNI, Baznas Kota Bandung, Pemadam Kebakaran dan BNPB.

#BantuanBencana

UPDATE #69
18 Maret 2018

Masjid Wahdatul Ummah Dapat Bantuan Renovasi dari Rumah Yatim

Program bantuan renovasi masjid dilakukan oleh Rumah Yatim Cabang Riau. Program ini diberikan untuk Masjid Wahdatul Ummah, Jalan Kamboja Garuda Sakti, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Pemberian bantuan ini merupakan salah satu kepedulian Rumah Yatim Cabang Riau untuk memperlancar jalannya pembangunan masjid.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau Ramdan Burhanudin, pemberian bantuan itu berupa bahan material untuk bangunan masjid. Karena, sambung dia, bantuan tersebut merupakan perhatian dari Rumah Yatim Cabang Riau untuk memperlancar kegiatan ibadah warga sekitar.

Ia menambahkan, bantuan tersebut dirasa penting agar proses pembangunan prasarana pelengkap masjid bisa segera selesai. Sehingga, aktivitas masjid bisa berjalan dengan maksimal.  Bantuan tersebut, kata Ramdan, diterima langsung oleh pengurus Masjid Wahdatul Ummah, Sandi. 

"Melihat begitu pentingnya sarana prasana WC dan tempat wudhu maka kami dari Rumah Yatim segera menyerahkan bantuan sarana publik," jelas Ramdan.

Ia berharap, besar kecilnya bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi pembangunan masjid. Sehingga, tambah dia, bantuan yang diberikan Rumah Yatim Cabang Riau bangunan fasilitas masjid bisa cepat selelsai. Serta, bisa digunakan oleh masyarakat setempat.

 

UPDATE #68
16 Maret 2018

Tingkatkan Kualitas Agama, Asrama Medan Gelar Kegiatan Diniyah Rutin

Asrama Rumah Yatim Medan rutin mengadakan kegiatan kediniyahan untuk meningkatkan kualitas agama anak asuh mukim dan nonmukimnya, biasanya kegiatan ini digelar setiap sore selepas shalat ashar sampai menjelang magrib.

Berbagai kegiatan digelar dalam kediniyahan ini. Di antaranya baca tulis Alquran, belajar tajwid, hafalan Alquranan, hadits dan doa, serta mendengarkan kisah sejarah Nabi dan Rasul. Untuk pengajarnya sendiri terdiri dari para pengurus asrama, karyawan, dan para relawan yang bergantian mengajari anak asuh.

Kepala Asrama Rumah Yatim Medan Iwan Gunawan menuturkan, setiap harinya anak asuh akan diajarkan untuk membaca dan menulis Alquran, serta diwajibkan menghafal ayat Alquran. Sedangkan untuk kegiatan belajar tajwid, hafalan doa, hadits dan mendengarkan kisah sejarah sudah dijadwalkan harinya.

Dalam satu hari, anak asuh mampu menghafal sebanyak empat ayat Alquran dengan metode menghafal talqin atau guru membacakan ayat hafalan terlebih dahulu, baru diucapkan anak asuh. Sampai tulisan ini dibuat, mereka sudah mampu menghafal sebanyak dua juz Alquran.

“Alhamdulillah, semenjak anak asuh ikut kegiatan diniyah, hafalan mereka bertambah banyak, kemampuan menulis dan membaca Alquran semakin baik, serta pengetahuan mereka mengenai sejarah Nabi dan Rasul semakin banyak," ungkap Iwan, Kamis (15/3).

UPDATE #67
15 Maret 2018

Kreativitas Anak Asuh Cinere Buat Perahu dari Stik Eskrim

Kreativitas karya tangan selalu muncul di lingkungan Asrama Cinere, Jalan Karang Tengah No.69 Cilandak, RT 01 RW 06, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Segala keterbatasan yang menyertai, tidak serta merta mengendurkan potensi dari anak asuh Cinere. Terbukti sejumlah karya tangan sederhana tercipta dari tangan dingin anak asuh Cinere.

Kali ini, salah seorang anak asuh Cinere Gilang Herdiansyah, membuat perahu yang terbuat dari stik eskrim. Hanya bermodalkan stik eskrim, lem lilin,  pisau, serta cat semprot. Gilang berhasil membuat karya tangan sederhana yang apik. 

Pengerjaanya pula pertama-tama, Gilang harus memotong dan menyesuaikan ukuran stik ekstrim tersebut. Hal ini, guna menyesuaikan kerangka awal pembuatan perahu. Tidak lupa, Gilang melihat contoh di dalam buku yang sudah ia pelajari sebelumnya.

Siswa kelas lima sekolah dasar ini dengan telaten membelah dan menyusun stik eskrim dengan menggunakan lem lilin. Lem digunakan agar, kerangka yang dipasang tidak bergeser. Selain itu warna lem yang bening membuat tekstur alami dari stik eskrim tetap muncul.

Kegiatan ini senantiasa diberikan ruang oleh Kepala Asrama Cinere Imanudin. Menurut dirinya, kegiatan semacam inilah yang memompa potensi anak asuhnya. Sehingga, bisa melatih kemampuan anak tidak hanya secara akademik. Akan tetapi, lewat kemampuan yang berbasis softskill. "Sangat bagus mereka bisa mengasah skillnya masing-masing," ujarnya.

Kebiasaan-kebiasaan inilah, kata Imanudian, sering dikerjakan oleh anak asuhnya. Namun, kata dia, sebelumnya tidak ada rencana khusus dalam proses pengerjaannya. Sehingga, dilakukan secara spontanitas semata.

 

UPDATE #66
14 Maret 2018

Menghafal Alquran Sambil Memasak, Cara Unik Anak Asuh Cinere

Banyak cara unik yang diterapkan anak asuh Rumah Yatim Cinere dalam menghafal ayat Alquran. Salah satunya, menghafal ayat Alquran sambil memasak. Maklum, di Asrama Cinere, Jalan  Karang Tengah No.69 Cilandak, RT 01 RW 6, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, seluruh anak asuhnya laki-laki. Jadi, setiap anak harus pandai dalam mengolah bahan mentah untuk dikonsumsi.

Kegiatan itu pula tidak mengenyampingkan hafalan yang harus mereka cicil setiap harinya. Hafalan unik ini sering kali diterapkan oleh anak asuh Cinere. Salah satunya yang diterapkan Iki, remaja yang saat ini sudah hafal tujuh juz. Iki merupakan salah satu anak asuh yang paling dewasa.  

Kebiasaan menghafal ini ternyata telah diterapkan oleh Iki sejak lama. Selain tetap mendukung aktivitas keseharian. Cara unik sambil memasak ini pula melatih konsentrasi Iki untuk melaksanakan keduanya secara maksimal.

"Karena udah kebiasaan setiap waktu luang dipakai sebaik mungkin," papar Kepala Asama Cinere Imanudin.

Ia menyampaikan, kebiasaan unik ini selalu dilakukan Iki. Bahkan, diikuti anak asuh lainnya. Kebiasaan lainnya, sambung dia, yang umum diterapkan anak asuh ialah menghafal sebelum tidur. Penerapan pembiasaan hafalan ini agar anak asuh terlatih dalam membaca ayat Alquran. "Sangat baik karena bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin," jelasnya.

UPDATE #65
13 Maret 2018

Dapat Bantuan Rumah Yatim, Jannah Pengidap Epilepsi Berangsur Sembuh

Raudathul Jannah, gadis berusia 9 tahun yang sudah bertahun-tahun mengidap penyakit epilepsi atau kejang. Kini kondisinya sudah berangsur-angsur membaik. Semenjak mendapat perhatian lebih dari tim Rumah Yatim Cabang Lampung, kejangnya sudah jarang kambuh.

Pada Jumat (9/3) lalu, Rumah Yatim Cabang Lampung yang diwakili Herman berkunjung ke kediaman Jannah untuk melihat kondisi terbaru Jannah sembari memberikan santunan 14 botol obat sirup epilepsi dan dua susu bubuk. Menurut Herman, kondisi Jannah jauh lebih baik dibandingkan ketika ia pertama kali bertemu dengan gadis kecil ini.

Ketika ditemui, Jannah tampak sangat ceria dan ia sudah bisa diajak berbincang dengan baik. Menurut informasi dari Engkun selaku orangtua Jannah, kejang yang dialami putrinya sudah jarang sekali kambuh semenjak Rumah Yatim memeriksakan Jannah ke dokter spesialis dan memberikannya obat khusus epilepsi.

Hanya saja, Jannah belum bisa mengontrol diri ketika tertawa maupun tepuk tangan. Ya, Jannah memang sosok yang sangat istimewa, di mana ia sangat sulit sekali menahan diri ketika tertawa maupun tepuk tangan. Ia pun tidak dapat berkonsentrasi, sehingga Jannah belum bisa bersekolah di sekolah pada umumnya.

Herman menuturkan, selama dua tahun Jannah mesti mengonsumsi obat tersebut secara terus menerus, tentunya dengan dosis yang sudah dokter tentukan. Namun jika selama dua tahun itu Jannah mengalami banyak perubahan, maka dosis tersebut perlahan-lahan akan dikurangi sampai Jannah benar-benar sembuh. “InsyaAllah Jannah akan sembuh dan akan masuk sekolah,” ungkap Herman kepada Jannah dan Engkun.

Tampak raut wajah bahagia ditunjukkan Jannah dan Engkun ketika mendengar ucapan tersebut. “Jazakallah terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur atas semua perhatian dan kepeduliannya kepada Jannah, semoga Allah membalas semuanya. Doakan semoga Jannah bisa sembuh dan bisa sekolah seperti anak seusianya,” ujar Engkun.


#ShodaqohRefleksikanIman

UPDATE #64
12 Maret 2018

Rumah Yatim Bantu Ringankan Biaya Hidup Dhuafa Lampung

Rumah Yatim Lampung menyalurkan program santunan dhuafa kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, di Kelurahan Gotong Royong, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Sabtu (10/3). Penyaluran itu dilaksanakan guna membantu kondisi ekonomi kaum dhuafa yang layak mendapatkan bantuan. 

Staf Pemberdayaan Cabang Lampung Dwi Apriana mengungkapkan, ini merupakan program Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ), yang berkewajiban memenuhi hak-hak mustahik untuk menerima bantuan dari dana zakat tersebut. Tak luput juga pihaknya menyosialisasikan keberadaan Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat. 

“Adanya program santunan dhuafa, untuk menjalankan kewajiban kita sebagai LAZ, karena berkewajiban memenuhi hak mustahik,” ungkapnya, Sabtu (10/3).

Ia menyebutkan, ada sekitar 132 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim dan dhuafa. Adapun bantuan yang diberikan berupa donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya hidup mereka. Dalam hal ini, Rumah Yatim peduli terhadap kondisi masyarakat tidak mampu. 

Ia berharap melalui program ini, Rumah Yatim dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat Lampung terhadap LAZ Rumah Yatim. Menurutnya, besar kecilnya bantuan ini, dapat membantu kebutuhan hidup sehari-hari para mustahik.

UPDATE #63
10 Maret 2018

Susu Formula Bebelac Disalurkan untuk Balita di Perkampungan Nelayan

Rumah Yatim Regional Jabodetabek kembali menyalurkan bantuan susu formula Bebelac kepada balita dalam program pemenuhan gizi di perkampuangan nelayan, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara.

Program tersebut merupakan bentuk kerjasama antara Rumah Yatim dan perusahaan susu Bebelac. 

Relawan Rumah Yatim Jabodetabek Ali Ridwan mengatakan, program ini dalam rangka membantu para balita yang sedang dalam masa pertumubuhan. Hal inu untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, dalam mendukung pertumbuhan balita. Terlebih lokasi tersebut merupakan tempat pelelangan ikan yang banyak dihuni oleh para nelayan. Ada sekitar 111 balita yang menerima bantuan susu formula. 

“Sesuai dengan tagline kita, untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak di kampung nelayan ini,” ungkapnya. 

Adapun kondisi ekonomi masyarakat setempat, sambung dia, bermata pencaharian sebagai nelayan yang berpenghasilan tidak tetap. Sehingga hal itu menurutnya, sangat perlu dibantu dalam memperbaiki gizi anak-anak para nelayan. Terlebih menurut masyarakat setempat, susu termasuk dalam nutrisi minuman yang sangat mahal. 

Kendati demikian, kata Ali, penyaluran hanya dilaksanakan di satu RT. Walaupun hanya satu RT, dihuni oleh lebih dari 500 kepala keluarga. Ia menambahkan, memilih lokasi tersebut karena pihaknya ingin menjamah ke daerah pinggiran ibu kota Jakarta yaitu pantai. Salah satunya perkampungan nelayan yang perlu mendapat uluran tangan dari donatur. 

“Kita hanya di satu RT saja, padat penduduk, karena di satu RT saja lebih dari 500 KK,” paparnya. 

Ia berharap, bantuan yang diberikan ini, dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memperbaiki gizi anak-anak yang berlatar belakang keluarga tidak mampu. Ia menambahkan, Rumah Yatim bisa menjamah tempat lain yang luput dari perhatian pemerintah.

#PemenuhaGiziYatimdanDhuafa
#Ifsho

UPDATE #62
9 Maret 2018

Biasakan Kegiatan Positif Kembangkan Intelektual dan Spiritual Anak Asuh

Tidak sekadar menetap, anak asuh mukim yang tinggal di asrama juga diberikan berbagai kegiatan pembiasaan yang dapat menunjang perkembangan mereka. Baik itu perkembangan intelektual maupun spiritualnya. Pembiasaan ini  juga yang diterapkan di Asrama Rumah Yatim Yogyakarta.

Setiap harinya anak asuh mulai beraktivitas pukul tiga dini hari. Kegiatan pertama setelah bangun tidur adalah melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) berjamaah. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan do’a bersama, tadarus,  shalat subuh berjamaah, tausiyah dari salah satu anak asuh, melafalkan asmaul husna, tilawah surat Al Waqiah, Al Kahfi dan Ar Rahman . Selepas itu kegiatan dilanjutkan dengan piket asrama, sarapan dan melakukan persiapan untuk sekolah.

Menurut Kepala Asrama Yogyakarta Tosin Koswara, kegiatan hafalan dilakukan anak asuh ketika mempunyai waktu kosong, untuk tes hafalan dan kegiatan kediniyahan dilakukan usai shalat magrib. Sedangkan untuk kegiatan belajar dan mengerjakan tugas sekolah dilakukan usai makan malam.

Ia mengungkapkan, kegiatan ini diterapkan dengan tujuan untuk memberikan penguatan tauhid pada anak-anak asuh. Di samping itu, kegiatan keagamaan ini juga menjadi ajang pembiasaan akhlak yang baik. Anak-anak juga belajar istiqomah dengan terus rutin melakukan aktivitas ibadah sehingga selalu ingat pada Allah SWY dan memiliki tameng akidah yang kuat.

UPDATE #61
8 Maret 2018

Santunan Yatim dan Dhuafa Beri Manfaat untuk Masa Depan

“Dengan santunan ini, Alhamdulillah anak-anak asuh nonmukim sudah ada yang lulus SMA bahkan ada yang sudah kuliah,” papar Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya, Agus Kurnia.

Sudah bertahun-tahun lamanya Agus memberikan santunan yatim dan dhuafa kepada anak asuh nonmukim Surabaya. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Agus saat menyampaikan titipan dari donatur. Apalagi mengetahui bahwa apa yang diamanahkan tersebut bermanfaat dan dimanfaatkan oleh anak asuh nonmukim. Terbukti dengan anak-anak asuh yang kini sudah lulus SMA kemudian mulai bekerja atau sebagian dari mereka bisa melanjutkan kuliah.

“Alhamdulillah dengan itu, sedikitnya anak-anak asuh sudah lebih baik dari pada orang tuanya, mereka punya pendidikan dan dengan itu mereka bisa bekerja di tempat yang layak bahkan ada yang bisa kuliah juga.” ucapnya.

Latar belakang orangtua mereka kebanyakan adalah buruh cuci, asisten rumah tangga dan pekerja buruh lainnya. Seringkali Agus menyaksikan kehidupan mereka saat mendatangi ke rumah-rumahnya untuk memberikan santunan tersebut. Karena selain dikumpulkan di tempat koordinator nonmukim, anak asuh pun sesekali didatangi Agus secara pribadi ke rumah mereka.  

“Ada dua tempat yang di koordinir oleh koordinator nonmukim. Namun ada sebagian anak yang harus saya temui secara pribadi karena jaraknya yang cukup jauh dari tempat penyaluran atau jadwal sekolah mereka tidak sama dengan anak asuh nonmukim lainnya, sehingga tidak bisa hadir,” ungkapnya.

Pada bulan Februari ini contohnya Rumah Yatim menyalurkan santunan yatim dan dhuafa kepada 20 anak asuh nonmukim, 18 anak di antaranya dikumpulkan di tempat koordinator nonmukim, dan dua orang lainnya Agus sengaja mengunjunginya ke rumah mereka karena mereka tidak bisa datang ke tempat koordinator dikarenakan jadwal sekolah mereka berbeda.

UPDATE #60
7 Maret 2018

Sebelum Tidur, Anak Asuh Rutin Baca Surat Al Mulk dan Al Waqi'ah

Menutup aktivitas sepanjang hari, sebelum tidur, anak asuh Rumah Yatim Pamulang rutin melaksanakan tadarus surat Al Mulk dan Al Waqi’ah. Hal ini guna membiasakan anak-anak untuk senantiasa membaca Alquran. Mulai dari bangun tidur, hingga tidur lagi, di Asrama Pamulang Tangerang. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan,” (H.R. An Nasa’i dan Al Hakim).

Menurut Kepala Asrama Pamulang Mustofa mengungkapkan, surat tersebut dibaca setiap malam sebelum tidur sekaligus menutup kegiatan satu hari itu. Hal itu diterapkan agar anak-anak bisa memahami keutamaan dari membaca surat tersebut sebelum tidur. 

“Hal ini memang sudah lama kami terapkan kepada anak-anak agar sebelum tidur baca surat itu,” ungkapnya, Senin (5/3).   

Sementara itu, ia menambahkan, alasan diterapkannya kegiatan tersebut, agar anak asuh terbiasa dan membiasakan diri tilawah sebelum tidur. Agar manfaat yang dirasakan dapat bermakna bagi kehidupan anak asuh nantinya. Serta terhindar dari hal-hal yang buruk saat tidur. 

Kendati demikian, ia menyebutkan, keutamaan dari membaca surat tersebut sebelum tidur di antaranya, terhindar dari siksa kubur, diampuni dosanya, menjauhkan diri dari maksiat, serta menjadikan diri sebagai pribadi yang bertawakal kepada Allah SWT.

Ia berharap, anak-anak bisa mengetahui keutamaan membaca surat Al Mulk. Agar dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta melalui kegiatan ini, dapat menghantarkan anak asuh kepada keshalehan yang berakhlakul karimah. 

“Semoga dengan mengetahui hal ini, anak-anak bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya.

UPDATE #59
6 Maret 2018

Asrama Banjarbaru Gencar Tadarus Al Kahfi Setiap Jumat Malam

Salah satu amalan khusus yang paling diistimewakan pada hari Jumat adalah membaca surat Al Kahfi. Itulah yang dilakukan anak asuh Asrama Rumah Yatim Banjarbaru gencar melaksanakan tadarus Al Kahfi setiap malam Jumat di Asrama Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (1/3). Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jumat.” (H.R Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

Manajer Area Kalimantan Indra Abdullah menjelaskan, hal itu dilakukan untuk mengamalkan amalan sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Mengingat banyak sekali keutamaan yang didapat dari amalan tersebut apabila rutin melaksanakannya dengan ikhlas. 

“Melaksanakan sunah Nabi Muhammad yang sangat dianjurkan pada malam Jumat,” imbuhnya, Kamis (1/3).

Selain itu, kegiatan ini menurutnya, dapat mengedukasi dan mengajarkan anak-anak untuk mulai mengamalkannya sedini mungkin. Karena harus sedini mungkin agar anak-anak terbiasa, selain terbiasa membaca surat Yasin di Malam Jumat, membaca Al Kahfi pun perlu di ajarkan.

Ia berharap melalui kegiatan ini, anak-anak bisa menjadi pribadi yang cinta terhadap Alquran dan sunah-sunah Nabi Muhammad SAW. Serta terbiasa untuk selalu mengamalkan apa yang diperintahkan Allah SWT dan yang dianjurkan Rasul. 

UPDATE #58
5 Maret 2018

Kantor Kas Radio Dalam Salurkan Beasiswa Yatim dan Dhuafa

Banyak cara untuk memberikan bantuan dan memperlihatkan rasa peduli kepada yang membutuhkan. Salah satunya ialah memberikan beasiswa kepada anak yatim dan dhuafa yang dilakukan oleh salah satu kantor kas Rumah Yatim, di Jalan Radio Dalam No. 47 A, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut pemaparan Penanggung Jawab Kantor Kas Radio Dalam, Firman, pemberian beasiswa ini merupakan kegiatan rutin setiap bulannya. Sasaran utama penerima bantuan beasiswa ialah anak-anak yang berada di sekitaran Kantor Kas Radio Dalam. "Kali ini buat 13 anak yatim dan dhuafa tingkat SD sama SMP," paparnya.

Ia menambahkan, pemberian beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam mendukung operasional untuk akademik siswa. Selain itu, bantuan ini pula diberikan bagi anak berprestasi di sekitaran kantor kas. "Membantu anak yatim dhuafa sekitar, khususnya yang berprestasi," ungkapnya.

Selain itu, kata Firman, hadirnya Rumah Yatim agar bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Sehingga, masyarakat bisa merasa terbantu dan diringankan beban kesehariannya. 

"Bisa dirasakan manfaatnya minimal oleh anak yatim dhuafa di sekitar Kantor Kas Radio Dalam," ujarnya.

UPDATE #57
3 Maret 2018

Asrama Bintaro Beri Beasiswa untuk Anak Asuh Nonmukim

Upaya memenuhi kebutuhan sekolah anak kurang mampu, Asrama Rumah Yatim Bintaro Tangerang menyalurkan program santunan beasiswa dhuafa untuk anak asuh nonmukim. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Bintaro, Rabu (28/2). Program ini dilaksanakan dalam rangka membantu anak yang kurang mampu dalam membiayai kebutuhan sekolahnya. 

Kepala Asrama Bintaro Dedi mengungkapkan, pemberian beasiswa ini untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu serta sedikitnya bisa merasakan kebahagiaan seperti anak-anak mukim yang tinggal di asrama. Ada sekitar 36 anak asuh nonmukim yang menerima santunan tersebut. “Ada sekitar 36 anak nonmukim area Bintaro dan warga sekitar asrama,” ungkapnya, Rabu (28/2).

Selain itu, sambung dia, pemberian beasiswa ini untuk menyampaikan amanah dari donatur yang sudah mendonasikan sebagian hartanya kepada Rumah Yatim. Dalam hal ini, Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat, memiliki kewajiban untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan kembali dana zakat dari masyarakat. 

Seperti yang dikatakan Dedi, santunan ini sudah rutin dilaksanakan setiap bulannya. Adapun anak-anak yang menerima santunan tersebut ialah berasal dari lingkungan sekitar asrama Bintaro. Kemudian pihaknya mengundang anak-anak tersebut untuk hadir ke asrama. 

Ia berharap pemberian santunan ini, sedikitnya dapat meringankan beban orangtua dalam memenuhi kebutuhan biaya sekolah, seperti dalam hal pembelian alat tulis dalam menunjang sarana yang digunakan untuk sekolah. 

“Supaya Rumah Yatim semakin berkembang agar banyak orang yang dapat merasakan keberadaan Rumah Yatim,” pungkasnya.

UPDATE #56
1 Maret 2018

Santunan Rutin Rumah Yatim Bagi Anak Asuh Nonmukim Kaliurang

Memberikan santunan kepada anak asuh nonmukim merupakan kegiatan wajib yang rutin dilakukan pengurus asrama Rumah Yatim. Setiap bulannya, para pengurus asrama selalu mengundang anak asuh nonmukim ke asrama untuk diberikan santunan uang tunai. Adapun anak asuh yang tempat tinggalnya berjauhan dengan asrama, maka santunan akan diberikan langsung ke kediaman anak asuh tersebut.

Rumah Yatim Kaliurang merupakan salah satu cabang Rumah Yatim yang rutin menggelar kegiatan tersebut. Dipimpin Tosin Koswara, Rumah Yatim Kaliurang menggelar kegiatan pemberian santunan kepada 68 anak asuh nonmukimnya yang berada di wilayah Blekik, Mriyunan,  Tempursari, Drono, Rejosari, Blusan, Jetisbaran. Penyerahan santunan digelar di asrama pukul 15:00 – 20:00 WIB.

“Penyerahan santunan digelar usai anak-anak pulang sekolah, dikarenakan waktu pulang sekolah mereka beda-beda jadinya proses penyerahan santunan digelar secara bertahap. Meskipun begitu, penyerahan santunan berjalan lancar,” ujarnya.

Ia mengatakan, santunan yang diberikan biasanya dipergunakan anak-anak untuk membeli kebutuhan sekolah. Namun ada juga beberapa anak yang menabungkan uang santunannya untuk tambahan biaya melanjutkan sekolah dan membeli peralatan sekolah baru.

“Alhamdulillah anak-anak selalu menggunakan uang santunan untuk hal yang positif, semoga santunan ini bisa menjadi salah satu penunjang mereka dalam menuntut ilmu,” ungkap Tosin.

UPDATE #55
28 Februari 2018

Tak Punya Tempat Wudhu, Rumah Yatim Beri Bantuan Material

Tempat wudhu, adalah salah satu sarana yang wajib ada untuk menunjang beribadah di masjid. Sebab tempat wudhu sangat diperlukan baik bagi jamaah laki-laki atau perempuan untuk bersuci sebelum melakukan ibadah shalat. 

Namun, apa jadinya jika sebuah masjid atau mushola tidak mempunyai sarana tempat wudhu. Padahal jamaah di masjid tersebut sangatlah banyak dan aktivitas yang digelar di tempat tersebut sangatlah aktif.

Masjid Himatusa'adah salah satunya, masjid yang berada di Pondok Pesantren Himatusa’adah Dukuh Nogosari, Kel. Purwosari, Kec. Girimulyo, Kab. Kulon Progo, ini sudah bertahun-tahun tidak mempunyai sarana tempat wudhu. Padahal mushola ini aktif dipakai oleh para santri untuk shalat berjamaah, mengaji dan menghafal Alquran.

Manajer Area Rumah Yatim Yogyakarta Nur Arifin mengatakan, faktor ekonomilah yang menjadi penyebab ketidakberadaan tempat wudhu di masjid tersebut. Untuk sekadar wudhu, para santri mesti antre di kamar mandi pondok yang jaraknya cukup jauh dengan masjid.

Sebagai bentuk perhatian dan kepeduliannya, Arifin bersama timnya menyalurkan bantuan seperangkat material bangunan untuk membuat tempat wudhu. Bantuan tersebut terdiri dari semen, batu bata, pasir, keran, dan toren air.

Bantuan ini langsung diterima oleh Mukhlas selaku Ketua DKM Himatusa’adah. Ia mengatakan, bantuan yang diberikan Rumah Yatim ini sangatlah membantu pihak pondok. Ia juga mengungkapkan jika dalam waktu dekat akan diadakan kegiatan khataman Alquran santri. Mukhlas berharap pembangunan tempat wudhu ini bisa selesai sebelum acara khataman dimulai.

“Jazakallah atas semua bantuannya, semoga kebaikan Rumah Yatim dan para donatur ini bisa menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Insya Allah bantuan ini akan langsung kami gunakan untuk membangun tempat wudhu, mohon doanya semoga sebelum acara khataman tiba, tempat wudhu ini sudah jadi,” tuturnya.

UPDATE #54
27 Februari 2018

Cepat Tanggap Rumah Yatim Beri Bantuan Bencana Kuningan

Hujan deras mengguyur Kabupaten Kuningan Jawa Barat sejak Kamis (22/2) sore hingga malam, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah desa. Dalam hal ini, Rumah Yatim Area Jawa Barat melaksanakan penyaluran berupa bantuan sembako dan bantuan pakaian layak pakai untuk para korban banjir di Kampung Rindusari, Kabupaten Kuningan, Minggu (25/2). 

Menurut Staf Pemberdayaan Jawa Barat Tara mengungkapkan, program ini merupakan aksi cepat tanggap Rumah Yatim dalam membantu para korban bencana. Ada sekitar 120 kepala keluarga menerima bantuan tersebut. Terkait hal itu, saat ini Rumah Yatim baru bisa menyalurkan bantuan di satu desa dari 14 desa yang terdampak banjir dan longsor.

Sementara itu, sejumlah relawan dikerahkan untuk membantu para warga yang sedang gotong royong membereskan puing-puing serta kotoran akibat dari bencana banjir dan longsor. Kunjungan tim Rumah Yatim pada Minggu (25/2), kata Tara, hal itu dilakukan untuk mensurvei ulang wilayah mana yang paling urgent untuk mendapatkan bantuan.

“Kemarin kami survei terkait kondisi di sana seperti apa, kami juga melaksanakan penyaluran untuk bantu warga gotong royong,” imbuhnya. 

Rencananya, sambung dia, Rumah Yatim Jawa Barat akan mengadakan kembali penyaluran bantuan sembako, baju layak pakai dan pemberian bantuan material untuk renovasi sarana publik di Desa Kawung Luwuk dan Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan. Menurut hasil survei, kedua kampung itu merupakan wilayah yang paling banyak mengalami kerusakan parah.

“Untuk membantu para korban bencana yang ada di sana, sementara dua lokasi dulu. Rencananya akan ada penyaluran lagi untuk dua atau tiga hari ke depan,” ungkapnya saat dihubungi jurnalis Rumah Yatim, Senin (26/2). 

Ia menambahkan, dengan bantuan tersebut, diharapkan dapat bermanfaat untuk para korban bencana. Sedikitnya hal itu dapat membantu kekurangan yang dialami warga. Sehingga besar kecilnya bantuan yang diberikan, dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

UPDATE #53
25 Februari 2018

Semangat Anak Asuh Bekasi Diiringi Doa di Pagi Hari

Lalu lalang kendaraan mulai terlihat, suara bising knalpot sepeda motor mulai terdengar. Asap mulai mengepul beriringan dengan dinginnya pagi di Asrama Rumah Yatim Bekasi, Jalan Raya Jatimulya No. 23, RT 005 RW 006, Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi.

Anak-anak mulai ramai, bergantian, bergegas untuk ke kamar mandi. Tidak lupa serangkaian doa telah mereka ucapkan mengiringi setiap langkah kegiatan. Baju dan buku mereka ambil, disiapkan sepatu yang sudah bersih untuk dipakai hari itu. Lagi, di antara kegiatan doa selalu menjadi teman keseharian anak asuh Bekasi. Inilah yang mereka aplikasikan, dari kesederhanaan doa mereka percaya adalah lindungan dan ridha Allah SWT di dalamnya.

Pembiasaan berdoa dan melafalkan bismillah sudah menjadi teman harian anak asuh Bekasi. Apalagi saat sebelum mereka berpamitan untuk berangkat sekolah. Berkumpul, berbaris di pelatan asrama itulah ciri khas setiap anak asuh sebelum berangkat menuntut ilmu. Pembiasaan seperti inilah yang seyogyanya menjadi nilai positif yang diajarkan Kepala Asrama Bekasi, Yayan.

Setiap pagi, ia membiasakan anak asuhnya untuk berdoa sebelum melakukan aktivitas, salah satunya berangkat ke sekolah. Menurutnya, hal ini agar terbiasa hingga dewasa nanti. Ikhtiar yang dilakukan anak asuh, kata Yayan, harus senantiasa diiringi doa. "Kalau berhasil Alhamdulillah. Kalau gagal tidak putus asa," ungkapnya.

Yayan merasa banggga dengan anak asuhnya yang selalu melakukan pembiasaan positif itu. Apalagi kepada anak asuhnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Mungkin, kata dia, banyak anak-anak di luar sana yang seusia mereka saat ini belum tentu seperti anak asuhnya.

"Seusia mereka kalau zaman sekarang banyak tetlihat sudah pegang telepon genggam android. Tapi mereka pegang Quran dan menghafal," ujarnya.

Ia berharap, setiap langkah anak asuhnya selalu diiringi doa. Agar usaha dan cita-cita mereka bisa terwujud. karena, kata dia, usaha yang diiringi doa adalah hal yang luar biasa. "Asalkan kegiatan yang positif harus diiringi dengan doa," ujarnya.

UPDATE #52
23 Februari 2018

Puluhan Paket Alat Tulis Sekolah untuk Siswa Desa Cihujan

Tim Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan puluhan paket alat tulis bagi siswa di Kampung Simpang Garung, Desa Cihujan, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Kamis (22/2). Pemberian bantuan alat tulis ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim Jabodetabek dalam mendukung pendidikan anak.

Menurut pemaparan Kasie Pendayagunaan Jabodetabek Musihudin, sebanyak 50 paket alat tulis itu, dialokasikan ke tiga sekolah dasar berbeda yang berada di Desa Cihujan. Pemberian bantuan ini pula, kata dia, dilihat dari kebutuhan penerima. Di mana siswa di sekolah tersebut memang layak untuk dibantu.

"Kondisi alat tulis yang dimiliki anak-anak sudah layak untuk dibantu," jelasnya.

Selain itu, ia berharap, dengan bantuan yang diberikan Rumah Yatim Jabodetabek, bisa meringankan beban orangtua siswa. Sehingga, memacu semangat anak-anak di wilayah tersebut untuk tetap rajin dalam belajar.

Selain, program bantuan alat tulis untuk siswa sekolah dasar. Sejumlah program pula dilaksanakan di Kecamatan Cijaku. Di antaranya ialah program bantuan untuk 100 jompo, happy bazar, serta bantuan untuk madrasah. Bantuan-bantuan tersebut, kata Muslihudin, merupakan tindak lanjut dari bantuan yang diberikan sebelumnya (gempa di lebak).

UPDATE #51
22 Februari 2018

Rumah Yatim Silaturahmi dan Beri Bantuan Pesantren Mirrozatul

Rumah Yatim NTB rela menyusuri daerah Lombok Barat untuk mencari pesantren yang benar-benar layak untuk mendapatkan bantuan. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalankan program bantuan sarana publik.

Untuk itu, Rumah Yatim pun bekerjasama dengan komunitas NTN, di mana mereka adalah sekelompok mahasiswa yang mengabdikan dirinya untuk masyarakat yang membutuhkan. Didapatlah satu tempat yakni Pesantren Mirrozatul yang ada di daerah tersebut.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, sesudah mendapatkan informasi, Rumah Yatim beserta komunitas NTN pun langsung menuju tempat tersebut untuk bersilaturahmi dan meninjau lokasi. Agar mengetahui sejauh mana pesantren tersebut layak untuk mendapatkan bantuan dari para donatur Rumah Yatim. 

“Kemarin kami hanya bersilaturahmi saja, memastikan apakah informasi yang kami dapatkan benar atau tidak,” ujar Amir.

Selanjutnya, ia memaparkan, kondisi pesantren tersebut memang layak untuk dibantu, dari segi fisik bangunan jauh dikatakan layak sebagai pesantren yang menampung 70 santri. Santri-santri itu saat ini tidur di dalam satu kamar dengan jumlah 20 santri perkamar. Dari segi pembiayaan, pesantren ini hanya mengandalkan subsidi silang dari santri yang mampu. Sedangkan santri yang mampu hanya segelintir orang, kebanyakan santri tidak mampu.

Pihak pesantren pun sudah mencari bantuan. Namun, semuanya tidak ada tanggapan. Dari 40 guru yang mengajar anak-anak, bersisa 10 orang saja yang masih bertahan. Karena itu, pihak Rumah Yatim pun sangat menyayangkan. Bangunan yang seharusnya pantas untuk mencetak generasi-generasi islami yang unggul harus tinggal dalam pesantren yang semuanya terbatas.    

Amir dan tim pun memiliki banyak rencana selain membantu dalam program sarana publik dan ke depannya menjadi mitra Rumah Yatim. “Mungkin kami harus menyiapkan rencana anggarannya terlebih dahulu untuk membantu sarana prasarana mereka, selanjutnya insya Allah kami akan menjadikan mereka mitra,” papar Amir. 


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #50
21 Februari 2018

Masyarakat Sukamiskin Antusias Terima Bebelac Gratis dari Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Jawa Barat menyalurkan susu formula kepada balita dan anak-anak di Kelurahan Sukamiskin.

Pembagian ini dilakukan di Kantor Kelurahan Sukamiskin, Jalan Pacuan Kuda, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (20/2). Pembagian susu ini merupakan program pemenuhan gizi balita yang bekerjasama dengan Bebelac.

Menurut Kasie Pemberdayaan  Rumah Yatim Jawa Barat, Solehudin, sebanyak 280 kotak susu Bebelac diberikan kepada masyarakat Sukamiskin.  Pada kesempatan pembagian ini masyarakat begitu antusias. Dikatakan Solehudin, masyarakat sudah berdatangan sejak pukul 10 pagi ke lokasi pembagian.

"Alhamdulillah responnya baik, masyarakat semangat semua," papar Solehudin, di sela-sela pembagian bantuan.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu program untuk mendukung kesehatan balita dan anak-anak. Sehingga, sambung dia, asupan gizi mereka bisa sedikit terpenuhi. Selain itu, kegiatan ini dihadiri pula oleh Lurah Sukamiskin, Farida Agustini. 

Ia berharap, susu formula untuk masyarakat bisa menunjang kesehatan balitanya. Sehingga, bisa menanggulangi datangnya penyakit. Untuk ke depannya, kata Selehudin, Rumah Yatim Jawa Barat akan mengadakan pengobatan gratis untuk 500 kepala keluarga. "Insya Allah akan dilaksanakan bulan Maret minggu kedua," jelasnya.


#Ifsho
#SedekahRefleksikanIman
#PemenuhanGiziYatimDanDhuafa

UPDATE #49
20 Februari 2018

Rihlah ke Puntang, Segarkan Tubuh dan Pikiran Anak Asuh Lodaya

Pasca menjalani rutinitas yang padat dan memasuki libur akhir pekan, anak asuh Rumah Yatim Lodaya Bandung, melaksanakan rihlah ke kaki gunung Puntang, Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/2). Rihlah tersebut dilakukan untuk meningkatkan jasmani anak asuh, agar lebih peduli dalam menjaga kesehatannya. 

Menanggapi hal itu, Staf Pendidikan dan Kesehatan (Pendkes) Asrama Lodaya, Ruslan menjelaskan selain meningkatkan kesehatan, rihlah ini juga dilakukan untuk menguji mental anak asuh. Agar memiliki karakter strength leadership, dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. Maka dari itu, pengurus asrama berupaya memenuhi kebutuhan mental dan jasmani anak asuh. 

Menurutnya perjalanan dari Asrama menuju Banjaran menempuh waktu dua jam, dengan berangkat subuh. Kemudian ketika tiba dilokasi, diisi dengan hiking yang hanya sampai kaki gunung, dan bermain sepak bola. Hal itu dilakukan agar anak-anak tidak merasa jenuh dengan padatnya aktivitas di sekolah maupun di asrama. 

“Rihlahnya ke Puntang, tapi enggak ke puncaknya,” imbuhnya saat diwawancarai, Minggu (18/2). 

Tarkait hal itu, kata Ruslan anak asuh sangat antusias dan semangat dalam mengikuti rihlah. Karena kegiatan itu dapat merefresh pikiran masing-masing anak asuh dengan suasana alam dan udara yang menyegarkan tubuh dan pikiran. Bukan hanya sekedar jalan-jalan, rihlah ini mengedukasi anak asuh dengan kegiatan hikingnya agar lebih dekat dengan alam. 

Ia berharap rihlah ini dapat meningkatkan jasmani anak-anak semakin bugar, serta dapat meningkatkan kualitas mental anak asuh menjadi pribadi dengan karakter yang kuat. Ada pepatah yang mengatakan di balik tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. 

“Dengan rihlah ini, mental anak asuh semakin terasah, agar ke depannya memiliki mental yang pantang menyerah terhadap suatu keadaan,” pungkasnya.

UPDATE #48
19 Februari 2018

Anak Asuh Kemang Rutin Berlatih Silat di Minggu Pagi

Banyak cara untuk mengisi waktu senggang di sela-sela kegiatan asrama dan sekolah. Salah satunya memanfaatkan waktu libur Minggu dengan melakukan kegiatan positif dan bermanfaat. Hal inilah yang dilakukan anak asuh Asrama Rumah Yatim Kemang, di pelataran asrama, Jalan Kemang Utara, No. 21A, Jakarta Selatan, Minggu (18/2).

Sejak pagi, Asrama Kemang sudah kedatangan salah seorang alumni Rumah Yatim, Yuli Harisman. Ia sengaja datang untuk memberikan latihan silat kepada anak asuh Kemang. Sengaja dia pilih di Minggu pagi, karena kondisi anak asuh masih segar dan bersemangat. 

Menurut Kepala Asrama Kemang Nanang, kegiatan tersebut sudah menjadi rutinitas di Asrama Kemang. Setiap libur sekolah di Minggu pagi, anak asuhnya mendapatkan bekal latihan silat dari Yuli. Bela diri yang diajarkan pun meliputi teknik dasar dalam silat.

Nanang sangat mengapresiasi kegiatan silat yang diberikan oleh Yuli Harisman. Karena, kata dia, pembekalan bela diri sejak dini merupakan hal positif untuk diri anak asuh. Sehingga, sambung dia, selain anak asuhnya calon hafidz Quran. Mereka pula bisa menjadi hafidz yang kuat.

"Saya sih senang dengan adanya kegiatan ini, terutama untuk di asrama putra Kemang jadi bagus mereka dibekali bela diri," paparnya.

Ia berharap, dengan kegiatan positif seperti ini anak asuh bisa terus semangat dalam belajar. Apalagi, Yuli Harisman, merupakan salah satu alumni Rumah Yatim yang sering meraih prestasi dalam ajang silat. Sehingga anak asuh Kemang tidak hanya unggul dalam segi akademik. Akan tetapi, berprestasi pula dalam bidang lainnya. "Insya Allah bisa ditularkan kepada anak-anak," ujar Nanang.

UPDATE #47
15 Februari 2018

Ratusan Susu Formula Dibagikan untuk Balita Sukapura

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali membagikan susu formula untuk balita dan anak-anak. Kegiatan pembagian susu ini bekerjasama dengan Bebelac dalam program pemenuhan gizi anak. Bantuan susu formula tersebut dilaksanakan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Senin (12/2). 

Menurut Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, sebanyak 150 balita dan anak-anak mendapat susu formula yang diberikan secara gratis. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda. Pembagian susu formula yang pertama dilakukan di Kantor Kelurahan Sukapura. Sedangkan, sebagian lainnya dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu datang ke lokasi dengan cara home visit.

Selain itu, program tersebut bertujuan untuk membantu anak dan balita dalam memenuhi kesehatannya. Kegiatan ini pula, sambung dia, merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam pemenuhan gizi anak. “Program ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi gizi anak-anaknya,” papar Deni.

Ia menambahkan, sebelumnya belum lama ini kegiatan serupa pernah dilakukan Rumah Yatim Jawa Barat di Kelurahan Antapani Tengah. Kegiatan pembagian susu formula, kata dia, akan terus dijalankan di beberapa daerah di Kota Bandung. Apalagi, kata dia, untuk wilayah yang padat penduduk dan kategori masyarakat kurang mampu.

"Tidak semua orang mampu untuk membeli susu, kami hanya membantu agar anak mereka tercukupi dalam hal gizi," ujarnya.

Selain itu, wilayah Kelurahan Sukapura, kata Deni, termasuk ke dalam lingkungan yang padat penduduk. Sehingga hal itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Tidak tersecuali, kata dia, bagi balita maupun anak-anak yang didukung dari segi pemenuhan gizinya. “Mudah-mudahan untuk ke depannya bisa memberikan yang lebih banyak lagi,” harapnya.


#SedekahRefleksikanIman

"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." ( QS Saba : 39 )

UPDATE #46
14 Februari 2018

Anak Asuh Arcamanik Makin Giat Hafalkan Alquran Jelang USBN

Rutinitas mulai padat bagi sejumlah anak asuh Rumah Yatim Asrama Arcamanik. Padatnya kegiatan sekolah dan aktivitas tersebut tidak menjadikan anak asuh Arcamanik bermalas-malasan dalam menghafal ayat suci Alquran. Hal ini terbukti dari giatnya anak asuh dalam menghafal Alquran.

Menurut pemaparan pengasuh asrama Siti Nur Azizah, dengan padatnya kegiatan anak asuh di sekolah tidak mengurangi semangat mereka dalam menghafal. Walaupun kata dia, sebagian besar anak asuh duduk di kelas enam. Akan tetapi, keenam anak asuh tersebut yang saat ini jumlah hafalannya paling banyak dari anak asuh lainnya.

"Alhamdulillah anak yang kelas 1 sudah proses dua juz, kelas 2 proses menyelesaikan satu juznya. Selebihnya yang udah lebih dari tiga juz itu muroja'ah," papar Azizah, Senin (12/2).

Ia menambahkan, bahkan saat ini anak asuhnya lebih semangat dalam menghafal Alquran. Hal itu karena, kata Azizah, anak asuhnya berprinsip dengan jumlah hafalan yang semakin banyak akan mempermudah mereka dalam belajar. Apalagi bagi anak asuh yang saat ini duduk di kelas enam, yang akan menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Selain itu, sambungnya, anak asuh Arcamanik mempunyai harapan tinggi dalam menghafal ayat suci Alquran. Mereka, kata dia, ingin menghadiahkan hafalan tersebut untuk keluarganya. Anak asuh juga meyakini jika nilai akademik kurang memuaskan, maka mereka akan memuaskannya pada hafalan. Apalagi anak asuh meyakini dengan hafalannya bisa mereka semakin dekat dengan Alla SWT.

"Lalu yang paling haru dari mereka itu karena mereka yakini kalau Allah SWT udah dekat dengan kita maka apapun yang di inginkan akan cepat terkabul," tutupnya.

UPDATE #45
13 Februari 2018

Ratusan Susu Formula Dibagikan Gratis untuk Balita Sukapura

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali membagikan susu formula untuk balita dan anak-anak. Kegiatan pembagian susu ini bekerjasama dengan Bebelac dalam program pemenuhan gizi anak. Bantuan susu formula tersebut dilaksanakan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Senin (12/2). 

Menurut Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, sebanyak 150 balita dan anak-anak mendapat susu formula yang diberikan secara gratis. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda. Pembagian susu formula yang pertama dilakukan di Kantor Kelurahan Sukapura. Sedangkan, sebagian lainnya dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu datang ke lokasi dengan cara home visit.

Selain itu, program tersebut bertujuan untuk membantu anak dan balita dalam memenuhi kesehatannya. Kegiatan ini pula, sambung dia, merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam pemenuhan gizi anak. “Program ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi gizi anak-anaknya,” papar Deni.

Ia menambahkan, sebelumnya belum lama ini kegiatan serupa pernah dilakukan Rumah Yatim Jawa Barat di Kelurahan Antapani Tengah. Kegiatan pembagian susu formula, kata dia, akan terus dijalankan di beberapa daerah di Kota Bandung. Apalagi, kata dia, untuk wilayah yang padat penduduk dan kategori masyarakat kurang mampu.

"Tidak semua orang mampu untuk membeli susu, kami hanya membantu agar anak mereka tercukupi dalam hal gizi," ujarnya.

Selain itu, wilayah Kelurahan Sukapura, kata Deni, termasuk ke dalam lingkungan yang padat penduduk. Sehingga hal itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Tidak tersecuali, kata dia, bagi balita maupun anak-anak yang didukung dari segi pemenuhan gizinya. “Mudah-mudahan untuk ke depannya bisa memberikan yang lebih banyak lagi,” harapnya.

UPDATE #44
12 Februari 2018

Bantuan Sarana Publik Bagi Masyarakat Antapani

Bantuan sarana publik diberikan Rumah Yatim Area Jawa Barat kepada masyarakat RW 03, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jumat (9/2). Bantuan ini merupakan bentuk peduli Rumah Yatim Jawa Barat atas kebutuhan sarana publik di wilayah tersebut.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, dan Kasie Pemberdayaan Jawa Barat, Solehudin, kepada Ketua RW 23, Adan Sujana. Selain keranda jenazah, sebelumnya Rumah Yatim Jawa Barat pula memberikan bantuan susu formula untuk pemenuhan gizi bagi anak-anak di wilayah tersebut. "Semoga nantinya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin," jelasnya.

Selain itu, rencananya Rumah Yatim pula akan memberikan keranda jenazah serupa kepada Kementrian Agama Jawa Barat, serta di wilayah lainnya. Di wilayah ini pula rencananya akan diadakan pelayanan kesehatan gratis dan bantuan sembako bagi masyarakat kelurahan Antapani Tengah. "Nanti kita agendakan untuk hal tersebut," tegasnya.

Solehudin menambahkan, selain keranda jenazah, Rumah Yatim Jawa Barat memberikan bantuan sejumlah kitab untuk dipergunakan di RW 23. Kitab tersebut meliputi, Kamus Bahasa Arab, Kitab Tijan, Kitab Safinah, dan Kitab Suci Alquran. Selain itu, diberikan pula papan tulis untuk dipergunakan dalam proses belajar keagamaan.

Rumah Yatim Jawa Barat memang sedang konsen dalam memberikan sejumlah bantuan sarana publik di beberapa daerah. Selain itu, sejumlah bantuan, diantaranya bantuan sembako, peduli sesama, kesehatan gratis, sarana publik dan pendidikan terus di konsenkan agar masyarakat kurang mampu bisa menerimanya.

UPDATE #43
8 Februari 2018

Muhadoroh, Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak Asuh BSD

Muhadoroh merupakan kegiatan rutin anak-anak asuh Rumah Yatim Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang. Kegiatan rutin ini, dilakukan setiap hari Minggu sore, mulai pukul 17.00 sampai menjelang adzan magrib. 

Di asrama BSD ini, muhadoroh dilakukan dalam menggunakan Bahasa Indonesia. Anak-anak asuh saling bergantian melaksanakan sesuai dengan aturan dalam pelaksanaan muhadoroh. Seluruh anak asuh akan mendapatkan gilirannya untuk melaksanakan muhadoroh.

Kepala Asrama Rumah Yatim BSD Syahid Habibilah, saat diwawancarai oleh jurnalis Rumah Yatim Selasa (6/1) menuturkan, dilaksanakannya kegiatan muhadoroh ini bertujuan untuk membentuk sebuah pelatihan skill mengenai publik speaking dan meningkatkan kepercayaan diri anak asuh. 

“Dengan mereka membaca kemudian menghafal, itu kan dapat wawasan baru juga. Anak-anak dilatih untuk bisa berbicara di depan umum agar percaya diri,” jelas Syahid sapaan akrabnya.

Menurutnya, kegiatan muhadoroh ini dirasa sangat bermanfaat untuk mengembangkan bakat anak asuh dalam bidang public speaking. Ia juga menambahkan, dampak yang diterima anak-anak asuh sudah mulai terlihat perkembangannya.

“Alhamdulillah sih ada saja dampaknya, mereka jadi lebih berani,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini akan melahirkan anak-anak yang cerdas secara intelektual dan keislaman. Melalui muhadoroh dapat menjadikan anak-anak asuh bermanfaat untuk banyak orang. “Ya semoga aja kepakai, di masyarakat juga bisa tampil dan percaya diri,” tutup Syahid. 


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #42
7 Februari 2018

Rumah Yatim Riau Bantu Kebutuhan Hidup Korban Kebakaran

Rumah Yatim Cabang Riau memberikan sejumlah bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Rajawali, Gg. Mawar Ujung, RT 04 RW 03, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Senin (5/1) sore. Pemberian bantuan ini diberikan langsung kepada keluarga korban bencana kebakaran tersebut.

Bantuan yang diberikan Rumah Yatim Cabang Riau kepada keluarga korban yang rumahnya terlalap 'si jago merah'. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok sembako, serta pakaian layak pakai. Bantuan itu, guna meringankan beban akibat kebakaran yang menghabiskan seluruh isi rumah.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau Ramdan Burhanudin, bantuan yang diberikan Rumah Yatim untuk mengurangi rasa sedih korban. Serta, bantuan tersebut bukti perhatian Rumah Yatim  yang tidak hanya bergerak dalam bidang zakat. Tetapi aktif pula dalam kegiatan sosial dan pemberian bantuan seperti halnya tesebut. Apalagi jarak lokasi kebakaran tidak jauh dari Kantor Rumah Yatim Cabang Riau.

"Semoga bantuan yang kami berikan dapat mengurangi rasa sedih korban, dan  membuat mereka tersenyum kembali untuk senantiasa bangkit," ungkap Ramdan.

Ia menambahkan, kondisi seperti itu masih dalam ranah Rumah Yatim. Apalagi Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat tidak hanya konsen dalam mengolah zakat, infak, dan sedekah semata. Rumah Yatim aktif pula dalam kegiatan sosial dan bantuan untuk bencana lainnya.

Bantuan yang diberikan Rumah Yatim tersebut mendapat tanggapan dari kepala keluarga korban, Faried Rachman. Pada kesempatan yang berbeda, Faried merasa bersyukur ada perhatian khusus dari Rumah Yatim. Sehingga, dirinya dan keluarga bisa terbantu dengan pemberian dari Rumah Yatim.

"Kami terima dengan tulus kebetulan cuma pakaian ini yang tersisa," ujar Faried, sambil menunjukkan baju lusuh yang ia kenakan.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #41
5 Februari 2018

Anak Yatim Bekasi Perdalam Hadits Guna Bentuk Karakter Diri

Anak asuh Asrama Rumah Yatim Bekasi giat hafalkan hadits. Hadits yang dihafal merupakan Hadits Arbain. Kegiatan hafalan ini rutin dilakukan anak asuh Bekasi setiap harinya. Kegiatan yang dilakukan di asrama, Jalan Raya Pekayon No. 45 B Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

Menurut pemaparan Kepala Asrama, Yayan, setiap hari anak asuhnya menghafal di waktu-waktu tertentu. Di antaranya ialah pada ba'da subuh, ba'da ashar sampai magrib, dan ba'da magrib sampai isya. Menurutnya, anak asuh Bekasi pun murojaah 30 sampai 50 ayat Alquran.

"Ba'da subuh itu Alquran juz 1, 2, 3 dan seterusnya, ba'da ashar hadits dan doa. Ba'da magrib juz 30, kalau hadist biasa murojaah lima hadits," papar Yayan.

Ia menambahkan, untuk hadits idealnya anak-anak menambah hafalan satu hadits perhari. Setiap ada penambahan, akan ada pengulangan hafalan yang telah dihafal sehari sebelumnya. Pengulangan ini biasanya dilakukan sebanyak lima kali, untuk memperlancar hafalan anak asuhnya.

Yayan menjelaskan, ada kesulitan tesendiri untuk membimbing anak asuhnya dalam menghafal hadits. Menurutnya, kesulitan tersebut sangat bervariasi pada diri setiap anak. Adanya target hafalan-hafalan hadits itu agar anak bisa mengamalkan isi makna dari hadits tersebut.

"Ada yang cepat hafal cepat lupa, ada yang lambat hafal dan lambat lupa, ada yang lambat hafal cepat lupa, ada yang kurang konsentrasi," tuturnya.

Ia berharap, anak yang hafal hadits semoga menjadi kader bangsa yang berkarakter. Serta, menjadi awal untuk memperdalam lagi, mempelajari akhlak karimah dan menjadi calon pemimpin bangsa yang unggul. 

"Anak akan menjadi berakhlakul karimah dan selalu mengubah amalan ibadahnya menjadi lebih baik dan berkualitas. Selalu menempatkan sesuatu pada tempatnya," tutup Yayan.

 

UPDATE #40
3 Februari 2018

Belajar Bersama Tumbuhkan Empati Antar Anak Asuh

Anak asuh Rumah Yatim Pamulang Tangerang terdiri dari 11 anak asuh mukim yang beberapa di antaranya merupakan gabungan dari siswi SD, SMP dan SMA. Walau adanya perbedaan jenjang pendidikan, anak asuh Rumah Yatim Pamulang telah memiliki  jiwa empati alami dalam seluruh aspek, terlebih mengenai kegiatan belajar bersama.

Diwawancarai via sambungan telepon pada Rabu (31/1), Kepala Asrama Rumah Yatim Pamulang Mustofa, membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, jiwa empati alami ini telah dimiliki anak asuh Pamulang sudah sejak lama. Hal itu ketika anak asuh dilatih untuk menumbuhkan kesadaran bahwa saling membantu merupakan sebuah kewajiban.

“Awalnya agak susah buat ngaturnya, karena masing-masing orang juga punya cara yang berbeda kalau belajar. Tapi karena memang ada rencana dan tujuan yang baik, yang awal mulanya gak biasa kemudian kita biasakan, jadi ya udah jadi budaya, gak sulit lagi,” paparnya.

Kegiatan belajar bersama ini merupakan kegiatan yang diusung oleh Kepala Asrama Rumah Yatim Pamulang. Hal ini bermula dari adanya kesulitan yang dialami oleh siswi SD ketika hendak mengerjakan PR. Maka, dengan arahan dan bimbingan Mustofa, ia mengaku anak-anak yang sudah di jenjang SMA mulai terbiasa secara alami memberikan bantuan kepada adik-adik kelasnya.

“Udah biasa, dari yang SD, SMP, dan  SMA saling ngajarin satu sama lain. Kalau ada tugas ya belajar buat persiapan besok. Tiap ada PR, belajar bersama kakak kelas sama adik kelas semua digabung,” ujarnya.

Ia mengaku, kegiatan belajar bersama ini sangat efektif untuk menumbuhkan empati antar anak yang lebih tua kepada adik kelasnya. Ia juga menambahkan, kegiatan ini termasuk ke dalam salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak asuh. 

“Ini bentuk upaya saya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Alhamdulillah kakak kelasnya juga udah punya kesadaran bahwa adik-adik kelas itu tanggung jawab mereka,” tutupnya.

 

UPDATE #39
2 Februari 2018

Anak Asuh Banjarbaru Semangat Jalani Puasa Senin Kamis

Aktivitas padat, tak menjadikan anak asuh Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, lelah menjalani puasa sunah Senin Kamis yang dicontohkan Rasulullah SAW. Hal itu, justru mereka jalani dengan semangat dan istiqomah setiap minggunya. Pengurus asrama mengajarkan manfaat dan keutamaan dari puasa sunah tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Seluruh amal disetor pada hari Senin dan Kamis, maka aku lebih menyukai saat setor amal tersebut dalam keadaan berphuasa. (H.R Tirmidzi). 

Asrama Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, gencar melaksanakan puasa sunah Senin Kamis. Hal ini rutin anak asuh laksanakan setiap minggunya. Bahkan setiap menjelang puasa sunah, anak asuh lah yang mengajak para pengurus asrama untuk melaksanakan puasa sunah. Amalan sunah itulah yang menjadikan mereka untuk tetap istiqomah dan menjadi sesuatu hal yang terbiasa. 

“Kami sudah mengajarkan puasa sunah Senin Kamis, sekarang malah anak-anak yang ngajak, bahkan anak-anak sering ngajak puasa sama karyawannya juga,” imbuh Staf Pendidikan dan Kesehatan Asrama Banjarbaru, Dahliani

Sementara itu, ia menjelaskan kegiatan sunah itu sudah lama diterapkan sejak anak-anak pertama kali tinggal di asrama. Pihak asrama mengajarkan makna dari puasa sunah itu, agar anak-anak bisa memahami manfaat puasa sunah itu sendiri, mulai dari melatih kesabaran, menahan hawa nafsu dari segala emosi, hingga memberikan kesehatan pencernaan yang dapat melancarkan sirkulasi darah. 

“Bisa memahami manfaat puasa dan bisa melatih kesabaran, memberikan istirahat untuk organ pencernaan yang lebih manfaatnya,” jelasnya, kepada tim jurnalis Rumah Yatim.

Lebih lanjut ia menuturkan, kini anak asuh menjalankan ibadah puasa sudah semakin bagus, dan menjaga keistiqomahannya. Hal ini terlihat dari respon anak asuh yang semangat, senang dan giat melaksanakan ibadah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW itu. 

“Alhamdullillah anak-anak menjalankannya semakin bagus, sekarang anak-anak senang kalau diajak puasa,” ujarnya. 

Bukan hanya itu, kata Dahliani, anak-anak antusias menjalankannya, bahkan tidak ada satu orangpun yang mengeluh. Walaupun aktivitas mereka sangat padat di sekolah maupun di asrama. Semua itu, tidak dijadikan beban oleh anak asuh, tetapi sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan. 

“Alhamdulillah tidak ada kendala, bahkan anak-anak antusias untuk puasa dan semangat,” katanya.  

Ia berharap, dengan puasa sunah itu, anak-anak bisa terlatih keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Secara perlahan anak-anak bisa mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW, serta hal itu dapat melatih kemandirian anak asuh. 

UPDATE #38
1 Februari 2018

Rumah Yatim Riau Bantu Korban Kebakaran di Kelurahan Bandar

Asap masih mengepul dan menghitam, tembok serta kayu yang habis terlalap 'si jago merah'. Sejumlah orang masih mencari barang berharga, sisa kebakaran yang menimpa pemukiman warga di Jalan Perdagangan RT 01 RW 01, Kelurahan Bandar, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, pada Minggu (28/1) sore. Itulah gambaran saat tim Rumah Yatim Cabang Riau datang mengunjungi lokasi tersebut.

Kebakaran ini mengakibatkan belasan rumah hangus terpanggang. Kebakaran yang diduga akibat arus pendek listrik ini, setidaknya meninggalkan beban bagi korban. Selain 16 rumah yang hangus terbakar, sejumlah keperluan utama seperti pakaian dan kebutuhan pangan ikut terlalap.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Riau memberikan sejumlah bantuan paket sembako serta pakaian layak pakai. Pada Senin (29/1) siang, Rumah Yatim datang untuk melihat kondisi korban. Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, semua korban berada di masjid yang lolos dari tragedi naas itu.

"Memang semuanya benar-benar hangus terbakar. Ada satu masjid yang alhamdulillah gak terbakar," paparnya.

Selain itu, tim Rumah Yatim Cabang Riau bersama warga sekitar membersihkan sisa kebakaran. Kedatangan tim Rumah Yatim Riau sebelumnya disambut baik salah satu perwakilan korban. Rasa haru terlihat saat santunan paket sembako diserahkan kepada seluruh warga.

Selain itu, dia berharap, bantuan dari Rumah Yatim bisa sedikit mengurangi beban yang dialami warga yang rumahnya habis termakan 'si jago merah'. "Mudah-mudahan dengan bantuan yang kami berikan sedikit menghibur dan mengurangi rasa kesedihan yang ada," jelas Ramdan.


“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

UPDATE #37
30 Januari 2018

Fasilitas Asrama Rumah Yatim BSD Sudah Mumpuni

Rumah Yatim saat ini telah menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional yang legal dan profesional. Selain memberikan pelayanan pada bidang penyaluran zakat, Rumah Yatim juga memiliki banyak program untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa.

Di Asrama Rumah Yatim Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, sarana dan prasarananya sudah mumpuni. Seluruh kebutuhaan anak asuh disiapkan dengan begitu apik dan lengkap dan telah terpenuhi sesuai dengan visi dan misi Rumah Yatim. Fasilitas yang nyaman akan membuat kenyamanan pula terhadap keseharian anak-anak asuh di asrama.

Asrama yang terletak di pinggir jalan ini, merupakan asrama yang sudah lengkap. Mulai dari pemenuhan sarana belajar, anak asuh disiapkan seluruh perlengkapan sekolah, pemenuhan kenyamanan tempat tidur, anak-anak asuh diberikan kasur dan fasilitas lain yang menunjang untuk kenyamanan berisitirahat. Untuk pemenuhan sarana keseharian, anak asuh diberikan sepeda dan uang saku dalam menunjang kegiatan keseharian.

Asrama Rumah Yatim BSD pun memberikan pemenuhan gizi 3x24 jam dalam sehari terhadap anak asuh. Pemenuhan kesehatan dan program program lain, Rumah Yatim BSD Tangerang memberikan penuh pelayanan kepada anak-anak asuhnya.

“Sebenarnya jadi anak asuh itu enak, semua perlengkapan dan peralatan sudah disiapkan dari Rumah Yatim,” jelas Syahid Habibilah selaku kepala asrama.

Rumah Yatim telah  menjadi lembaga yang menaungi anak-anak yatim untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan, dan kebutuhan keseharian sebagai salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim. Rumah Yatim juga mencoba memberikan pelayanan dan pengasuhan terbaik untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Agar mereka tidak kehilangan arah dalam meraih masa depan yang lebih cemerlang.


#SedekahBerartiSegalaSesuatuYangBaikYangDiLakukan
#SedekahRefleksikanIman
#BerbagiUntukKehidupanMerekaYangLebihBaik

UPDATE #36
29 Januari 2018

Anak Asuh di Latih Puasa Sunah Sejak Dini

Puasa sunah Senin dan Kamis sudah menjadi rutinitas yang tak asing bagi anak asuh di Asrama Rumah Yatim Bintaro Tangerang. Walau umur anak-anak asuh masih belia,  berusia sekitar 8-12 tahun, namun hal tersebut tak mengurungkan niat bocah-bocah kecil itu untuk terus melaksanakan puasa sunah. 

Sejuknya sore hari di pusat kota Tangerang, dinikmati semua anak asuh. Dengan antusias, anak asuh berkumpul ketika tim jurnalis Rumah Yatim datang berkunjung ke kediaman anak-anak asuh Rumah Yatim Bintaro. Suka cita bergembira, menyambut hangat kedatangan tim jurnalis Rumah Yatim yang berkunjung untuk bersilaturahmi. 

Sembari menunggu adzan magrib berkumandang, anak-anak asuh duduk di  ruangan satu petak, yang sering mereka sebut musholla. Ada yang membawa Al-quran dan mukenanya, ada pula yang hanya ikut duduk dan mendengarkan tim jurnalis yang sedang berbagi pengalaman. 

Beberapa anak asuh, dua di antaranya merupakan siswi SMP kelas tujuh, sisanya, masih duduk dibangku sekolah dasar kelas tiga sampai kelas enam. Semua sama rata, Kepala Asrama tidak membeda-bedakan tingkatan kelas untuk melakukan rutinitas puasa sunah Senin dan Kamis.

“Kalau puasa Senin Kamis emang rutin, mau anak kelas tiga SD, anak kelas enam, atau anak SMP juga sama. Semuanya puasa, dan Alhamdulillah semuanya bisa mengimbangi,” jelas kepala Asrama Bintaro Dedi, saat diwawancarai, Kamis (26/1).

Ia juga menambahkan, kegiatan puasa Senin Kamis ini, merupakan salah satu cara Kepala Asrama dalam meningkatkan mental anak-anak asuh. Agar terbiasa melaksanakan puasa sejak dini. Sehingga ketika sudah dewasa nanti tidak akan merasa kaget dan sudah menjadi kegiatan yang disenangi.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

UPDATE #35
27 Januari 2018

Aktivitas Anak Asuh Kiaracondong di Sepertiga Malam

Jam menunjukkan pukul tiga pagi, anak asuh Rumah Yatim Kiaracondong bergegas bangun dengan mata sayu dan terkantuk-kantuk. Semua bergiliran mandi dan berwudhu untuk melaksanakan shalat tahajud. Dilanjut dengan tadarus hingga suara kumandang adzan subuh lantang terdengar. Walaupun sang fajar belum menampakkan sinarnya, tapi anak-anak selalu semangat menunaikan ibadah shalat sunah dan menghafal Alquran.    

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah SWT di manapun kamu berada, dan iringilah perbuatan jelek itu dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskannya (dosa), dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji”. (H.R. Bukhari)  

Kebiasaan rutin anak asuh ini dilaksanakan setiap hari, agar anak asuh lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Menurut salah seorang pengurus asrama Anida menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan agar anak-anak terbiasa melakukan amalan yang disenangi Allah SWT. Selain itu, dalam tadarusnya, untuk meningkatkan kualitas bacaan Alquran supaya lebih baik lagi dengan ketepatan pelafalan makharijul hurufnya. 

“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas bacaan Alquran anak asuh, baik kelancaran, ketepatan dalam bacaan,” jelasnya. 

Selain amalan sunah lainnya, pihak asrama juga mengajarkan anak-anak untuk menghafal doa-doa. Tujuannya kata Anida, agar anak terbiasa berdoa dalam menjalankan aktivitasnya serta terbiasa mendoakan sekecil apapun perbuatan yang dilakukan orang lain kepada anak asuh. 

“Doa yg dilakukan tiap hari, supaya anak terbiasa untuk berdoa dan mendoakan,” ujarnya, saat diwawancarai Kamis (25/1)

Lebih lanjut, ia menerangkan doa merupakan amalan yang sangat penting dan sangat dianjurkan dalam Islam. Maka, pengurus asrama memberikan kesadaran, bahwa tidak ada zat lain  selain Allah yang Maha Berkuasa atas semua kejadian makhluk di muka bumi ini.

Menurutnya, kegiatan ini pun untuk meningkatkan kualitas anak-anak dari segi kediniyahan, kemampuan serta potensi anak. 

“Karena doa itu sangat penting.  Intinya kegiatan yang dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kualitas anak-anak, baik dari segi diniyah, skill, potensi anak,” paparnya. 

Anida berharap dengan adanya rutinitas seperti ini, dapat terus meningkatkan ketaqwaan anak asuh terhadap Allah SWT. Serta bisa terus menjaga keistiqomahannya dalam menjalankan amalan sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW. 


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #34
25 Januari 2018

Rutinitas Saat Fajar di Asrama Cinere

Bergegas mereka terbangun dengan mata sayu dan kantuk yang menerka. Alarm berbunyi, seruan doa di waktu subuh sudah berkumandang di masjid tidak jauh dari asrama. Suasana begitu sejuk, saat pintu rumah di buka. Bau tanah akibat hujan semalam masih terasa. Segar dan sedikit dingin menusuk sanubari. 

Saat itu, waktu baru menunjukkan pukul empat pagi. Langkah kaki anak asuh Asrama Rumah Yatim Cinere terdengar jelas. Pintu kamar mandi bergantian tertutup dan terbuka. Satu per satu mereka bergegas bangun dan bersiap-siap.

Namun tetap, ada bumbu yang berbeda. Salah seorang anak asuh butuh waktu ekstra untuk membangunkan rekannya. Maklum, malam tadi anak asuh Cinere tidur hampir menjelang tengah malam. Hal ini, mereka gunakan untuk menghafal Alquran, Bimbel, dan mengerjakan tugas sekolah.

Waktu sekolah yang panjang hingga menjelang petang, memaksa anak asuh pintar berbagi waktu. Apalagi mereka harus menjalankan kewajibannya di asrama. Sehingga, hanya sedikit waktu santai bagi mereka. Perjuangan inilah yang selalu diperlihatkan dengan semangat yang tidak pernah surut.

Aktivitas pagi menjadi rutinitas bersama. Mereka, memiliki jadwal tersendiri. Berbagi dan bergantian membersihkan ruangan atau hanya sekedar menyapu halaman. Dengan cekatan tangan mereka bekerja, terbiasa dengan kerapihan.

"Setiap pagi kita beres-beres, ada yang ngepel, buang sampah dan lain-lain," papar salah satu anak asuh, Aldi.

Sesaat sebelumnya, anak asuh asrama mengisi mushola mini untuk melantunkan ayat suci Alquran. Hal ini, sudah menjadi pembiasaan anak Cinere setiap ba'da subuh.

Menjaga kebersihan seperti itulah yang menjadi suatu keharusan setiap anak asuh. Hal ini guna menjaga kenyamanan untuk mendukung setiap kegiatan di asrama. Inilah yang selalu diterapkan oleh Kepala Asrama Cinere kepada anak asuhnya.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #33
24 Januari 2018

Santunan Biaya Hidup untuk Anak Yatim Kekait

Rumah Yatim Cabang NTB memberikan santunan biaya hidup kepada 13 anak yatim yang berada di Desa Kekait, Gunungsari, Lombok Timur, NTB.

Tiga belas anak yatim tersebut merupakan anak-anak dari bapak dan ibu yang kurang mampu. Menurut salah satu pengurus Rumah Yatim NTB Salma Hasanah, mereka dipilih sesuai dengan kriteria yang diberikan yakni yatim yang benar-benar membutuhkan. Dibantu oleh Kepala Dusun Kekait Yusram, Salma pun menyalurkan santunan biaya hidup dan perlengkapan sekolah. 

Anak-anak tersebut terdiri dari anak pra sekolah berusia tiga tahun, hingga yang paling besar anak kelas satu SMA. Mereka sangat gembira sembari malu-malu saat mengambil bingkisan dan juga amplop.

Selain anak yatim, Yusram menuturkan bahwa ada sekitar 80 fakir miskin di wilayahnya yang patut untuk dibantu, tapi karena sebagai Rumah Yatim yang senantiasa memberikan fasilitas untuk anak-anak yatim, Salma pun memprioritaskan anak yatim untuk diberikan santunan. Meskipun Salma berharap suatu saat nanti, tim Rumah Yatim NTB akan kembali ke sana untuk memberikan santunan yang lebih bermanfaat.

“Kami harap Rumah Yatim dapat kembali memberikan santunan untuk warga di sini," ungkapnya.


#SedekahRefleksikanIman

“Tidak seorangpun yang menyedekahkan hartanya yang halal dimana Allah menerimanya dengan kananNya (dengan baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma tersebut akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan unta (semakin hari semakin besar).” ( HR. Muslim )

 

UPDATE #32
22 Januari 2018

Rumah Yatim BSD Tangerang Rutinkan Tadarus Keliling

“Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid dari masjid-masjid Allah, untuk membaca Alquran dan saling mempelajarinya di antara mereka melainkan akan di turunkan kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, di kelilingi malaikat dan mereka di sebut-sebut Allah di hadapan makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya (para malaikat).

Hadits di atas merupakan keutamaan dan manfaat dari tadarus Alquran. Asrama Rumah Yatim Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang merutinkan tadarus keliling setiap hari dalam rangka program yang dicanangkan Asrama Rumah Yatim BSD Tangerang di Jalan Villa Melati Mas Raya Blok P1 No. 9 Serpong Tangerang.

Kepala Asrama Rumah Yatim BSD Tangerang Syahid Habibillah mengatakan, kegiatan tadarus keliling ini dilaksanakan setiap hari setelah shalat subuh dan diikuti oleh seluruh anak asuh Rumah Yatim BSD Tangerang yang berjumlah delapan orang.

“Semua anak ikut, setiap hari satu anak itu tadarus dua ayat. Berurutan dari surat Al-Baqarah, sekarang sudah sampai surat Al-Maidah,” papar Syahid panggilan akrabnya, saat dimintai keterangan via sambungan telepon, Minggu (21/1).

Syahid juga menambahkan, kegiatan tadarus keliling ini merupakan kegiatan yang digencarkan di Asrama Rumah Yatim BSD Tangerang agar mencapai target dan sesuai dengan harapan. “Targetannya itu tadarusnya harus sampai khatam dan hafalin Alqurannya bareng-bareng dengan cara metode keliling,” jelasnya.

Kegiatan tadarus keliling ini, dilaksanakan setiap setengah jam setelah shalat subuh secara konsisten dan tidak pernah absen dari kegiatan tadarus ini. ”Walaupun sehari dua ayat, tapi yang terpenting ada yang dibaca, walaupun sedikit tapi yang penting konsisten, enggak perlu banyak tapi seminggu sekali,” pungkas Syahid.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #31
20 Januari 2018

Beri Kebahagiaan Orang Tua, Chairul Berprestasi di Berbagai Bidang

Banyak jalan menuju Roma, segala keterbatasan bukanlah halangan untuk terus berkarya. Remaja berusia 16 tahun berhasil meraih penghargaan terbaik dalam kategori Diskusi Penyuluhan Peduli IV “Stop Nikah Muda dan Hamil di Luar Nikah”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung, Minggu (14/1) di Aula Kemenag. Meskipun awalnya sulit, ia bisa mengumpulkan berbagai literasi untuk bahan diskusinya. 

Inilah sekilas sosok remaja yang mendapat penghargaan terbaik. Ia adalah Chairul Anam, anak asuh Asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung, lahir di Tangerang 10 Februari 2001. Putra pasangan Zaeni dan Darmini ini merupakan anak ke tujuh dari sembilan bersaudara. Adapun ayahnya bekerja sebagai tukang becak dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. 

Chairul -sapaan akrabnya, saat ini menempuh pendidikan kelas X di SMA Surya Darma Bandar Lampung. Usianya yang menginjak fase remaja ini, ia sudah pandai berargumen mengemukakan pendapatnya di hadapan khalayak umum. Bukan hanya itu, ia juga pandai berbicara, bukan sekedar 'tong kosong berbunyi nyaring' tetapi lebih kepada jiwanya yang sangat komunikatif. 

Terbukti dalam hasil diskusi yang diselenggarakan Kemenag Kota Bandar Lampung ini, dapat dicernanya dengan baik. Saat diwawancarai oleh jurnalis Rumah Yatim, Chairul mengatakan di Indonesia, hampir 80 persen penyebab pergaulan bebas disebabkan oleh media sosial atau internet, karena tidak dimanfaatkan dengan baik. Akibatnya banyak generasi muda seperti pelajar yang paling mendominasi, terjebak dalam pergaulan bebas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan akibat dari pergaulan bebas itu, serta tidak dimanfaatkannya internet dengan baik, berefek pada banyaknya pelajar yang putus sekolah. Padahal banyak di luar sana anak-anak yang ingin sekolah hanya karena terhambat masalah ekonomi. Namun hal itu, malah disalahgunakan oleh mereka yang sudah putus sekolah. 

Maka dari itu, ia menuturkan jika internet digunakan dengan baik, maka bisa dijadikan untuk berkarya dan berprestasi. Sehingga, ia akan mencari cara agar dirinya meraih prestasi, kesuksesan, tidak mengecewakan orang tuanya, serta menjaga nama baik Rumah Yatim yang sudah membinanya selama tiga tahun ini. 

“Saya tidak mau seperti itu, saya hanya berpikir panjang, untuk membahagiakan keluarga saya dan menjaga nama baik Rumah Yatim,” paparnya. 

Kecerdasannya menghantarkan Chairul, pada prestasi yang pernah ia raih di bidang olahraga yakni menjuarai olahraga taekwondo tingkat provinsi. Ini merupakan kebanggaannya bersama keluarga tercinta. Serta diraih pula peringkat 4 besar di sekolahnya. 

Hal senada diakui Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung, Hendi mengungkapkan ia merupakan salah satu anak yang paling menonjol, terutama kecerdasannya dalam pelajaran  kediniyahan. “Ia pintar di pelajaran diniyahnya, saat ini sudah hafal juz 30, 28, 1 dan 29,” imbuhnya.

Faktor ekonomi yang terbatas, dan ibunya yang sering sakit, membuatnya bercita-cita menjadi pengusaha sukses sekaligus Hafidz Quran. Agar suatu saat ia bisa membantu perekonomian keluarganya, terutama semua hafalannya ingin memberikan mahkota terbaik untuk kedua orang tuanya.

 

#SedekahRefleksikanIman

 

UPDATE #30
19 Januari 2018

Kesibukan Anak Asuh Sambut Pembukaan Kantor Baru

Anak asuh mukim dan nonmukim Rumah Yatim Cabang Medan sedang disibukan dengan kegiatan latihan untuk menyambut pembukaan kantor layanan zakat baru pada 28 Januari 2018 mendatang.

Di antara mereka ada yang sibuk menghafal shalawat, memperbagus bacaan Alquran dan masih banyak lagi. Menurut Iwan Gunawan selaku Kepala Asrama, kegiatan ini berlangsung di asrama setiap usai kegiatan diniyah magrib, ada 20 anak asuh yang akan tampil di acara pembukaan nanti.

“Anak-anak lagi semangat-semangatnya latihan untuk pembukaan kantor layanan zakat baru nanti, mereka mengatakan bahwa akan menampilkan penampilan terbaiknya, semoga penampilan mereka nanti disukai tamu undangan,” papar Iwan.


#SedekahRefleksikanIman

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

UPDATE #29
18 Januari 2018

Setiawan, Si Kecil yang Rajin Membangunkan Tahajud

Ada banyak sekali perubahan positif yang terjadi pada Setiawan (12) setelah satu tahun lebih tinggal dan menjadi anak asuh Rumah Yatim Medan. Jika dulu, ia jarang melaksanakan shalat tahajud, kini ia rutin menjalankannya, bahkan ia selalu menjadi anak yang paling pertama bangun dan membangunkan teman dan kakak asuhnya.

Tidak hanya itu, sebelum ke Rumah Yatim ia susah menghafal Alquran, namun kini ia menjadi salah satu anak yang paling semangat banyak hafalannya. Sampai tulisan ini dimuat, Setiawan sudah mampu menghafal 2 juz. Dalam segi pendidikan pun ada perubahan, jika sebelumnya tulisannya itu tidak rapi, kini sudah rapi dan ia rajin mengulang pelajaran selama di sekolah.

“Alhamdulillah selama di Rumah Yatim, banyak sekali perubahan yang terjadi pada Setiawan. Awalnya dia itu susah sekali bangun untuk shalat tahajud, tapi seiring berjalannya waktu ia semakin berani, bahkan sekarang ia paling duluan bangun dan suka membangunkan teman dan kakak asuhnya,” kata Marni, Ibu Asrama. 

Menurut Marni, Iwan -sapaan akrabnya, masuk ke Rumah Yatim sejak ia kelas 5 SD, sekarang Setiawan sudah kelas 6.  Di asrama dan sekolah, ia dikenal sebagai anak yang aktif dan ceria, ia pun dikenal sebagai anak yang ramah dan disukai banyak orang. Marni berharap, Iwan bisa istiqomah dengan perubahannya dan bisa menjadi contoh baik untuk teman-temannya.


#SedekahRefleksikanIman

“Dan berikanlah infak di jalan Allah dan janganlah engkau menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang yang berbuat baik.”( QS Al Baqarah 195 )

UPDATE #28
17 Januari 2018

Alat Tulis Gratis untuk Anak Jembatan Dua Bogor

 

Senyum riang anak-anak kala menyambut Rumah Yatim Jabodetabek yang mengunjungi kediaman mereka di Kampung Jembatan Dua, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sereal, Bogor, Kamis (11/1). Kunjungan ini merupakan kegiatan untuk memberikan bantuan perlengkapan sekolah.

 

Antusias tersebut terlihat saat stand Rumah Yatim dibuka. Puluhan anak-anak dari berbagai tingkatan sekolah langsung menyerbu stand bazar. Padahal, kegiatan bazar ini sempat tidak akan terlaksana karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, melihat antusias yang cukup besar dari masyarakat kegiatan bazar dan pembagian perlengkapan sekolah ini tetap berjalan.

Menurut pemaparan salah seorang dari tim Rumah Yatim, Nurul Fitri, bantuan perlengkapan sekolah tersebut diberikan kepada masyarakat dari kalangan prasejahtera. Sebanyak 60 anak (santri), tambah dia, dari usia pra sekolah hingga SMA mendapat bantuan dari Rumah Yatim.  

Selain itu, ia menambahkan, pembagian perlengkapam sekolah ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam membantu masyarakat prasejahtera. Sehingga bisa sedikit mengurangi beban ekonomi. Terutama bisa terbantu dalam segi kebutuhan pendidikannya.

"Selain pembagian alat tulis, ada juga bazar pakaian layak pakai untuk masyarakat," paparnya.

Untuk ke depannya Rumah Yatim Jabodetabek akan mempersiapkan program lain. Seperti pelayanan kesehatan gratis, dan pembagian sembako untuk daerah Bubulak Bogor.

#SedekahRefleksikanIman

“Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan Alhamdulillah akan memenuhi timbangan, subhanallah walhamdulillah akan memenuhi ruangan langit dan bumi, shalat adalah cahaya, dan shodaqoh (sedekah) itu merupakan bukti.” (HR. Muslim)

UPDATE #27
13 Januari 2018

Rumah Yatim Jabodetabek Gelar Happy Bazar di Bogor

Rumah Yatim Regional Jabodetabek menggelar kegiatan Happy Bazar di Jalan Cilebut Raya RT 03 RW 02, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, Kamis (11/1). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat sekitar.

Salah seorang dari tim Rumah Yatim Jabodetabek, Nurul Fitri menjelaskan, pada kegiatan Happy Bazar ini disajikan sejumlah perlengkapan baju muslim, sepatu anak-anak serta kebutuhan lainnya. Menurutnya, respon masyarakat begitu besar dengan adanya kegiatan ini.

"Alhamdulilah dalam program Happy Bazar ini kami bisa membuat mereka tersenyum bahagia, ini adalah salah satu program baru di Jabodetabek," papar Nurul.

Menurutnya, kegiatan bazar tersebut sempat tidak akan terlaksana karena kendala cuaca yang kurang mendukung. Namun, tambah dia, melihat antusias masyarakat cukup besar, kegiatan bazar tetap berjalan lancar tanpa kedala.

"Sempet gak akan terlaksana karena akan hujan, tapi pas waktu kita mulai acaranya alhamdulillah tidak hujan," jelasnya.

Sebelumnya, sambung Nurul, Rumah Yatim Jabodetabek telah memberikan sejumlah bantuan ke Yayasan Bambu Tua Hidayatul Idrusiyah. Bantuan tersebut meliputi penyerahan karpet serta Alquran untuk membantu berjalannya pendidikan di yayasan tersebut.

"Semoga saja kami dari Rumah Yatim bisa membantu lebih dari sebelumnya," tutupnya.


Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula keturunanmu yang akan mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, akan tetapi hanya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh. – (Q.S Saba’: 37)

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #26
11 Januari 2018

Rumah Yatim Banjarbaru Ajari Anak Asuh Berdoa Sebelum Beraktivitas

Anak asuh Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, rutin melaksanakan doa pagi bersama sebelum berangkat sekolah, di teras asrama Rumah Yatim Banjarbaru, Rabu (10/1). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ibadah yang diajarkan pihak asrama, sebelum memulai aktivitas, diawali dengan berdoa. 

Indra Abdullah, selaku Manajer Area Kalimantan mengungkapkan kegiatan doa bersama sebelum berangkat sekolah ini, agar anak-anak terbiasa melakukannya setiap hari, sehingga bisa menambah kebaikan untuk semakin dekat dengan Allah SWT.

“Jadi sebelum berangkat mereka kumpul dulu, doa bersama untuk menuntut ilmu,” imbuh Indra saat diwawancarai tim jurnalis. 

Lebih lanjut ia memaparkan, selain berikhtiar, anak-anak juga harus menyertakan Allah SWT dalam setiap aktivitasnya, agar ilmu yang anak dapatkan, bisa menjadi berkah. Sehingga menambah ketaatan dan ketaqwaan mereka kepada Allah.  

“Mereka juga harus menyertakan Allah dalam setiap aktivitas, agar kebekahan menyertai langkah mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, doa bersama ini merupakan sebuah kegiatan positif yang harus dibiasakan, dikembangkan, dan dilestarikan, agar menambah kertaqwaan dan ketaatan. 

Ia berharap, dengan doa bersama ini, Allah memberikan kecerdasan dalam keimanan anak asuhnya. Serta dengan doa tersebut anak asuhnya bisa selamat dalam perjalanan ke sekolah hingga kembali lagi ke asrama dalam keadaan sehat wal’afiat.


“Barang siapa yang membelai kepala anak yatim kerana Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)

#BantuCerahkanMasaDepanMereka
InsyaAllah mereka lah yang akan mengambil andil besar dalam membantj berat nya timbangan amal kebaikan kita nanyi disana...

UPDATE #25
10 Januari 2018

Teladani Rasul, Anak Asuh Jalani Puasa Senin Kamis

Puasa senin kamis merupakan puasa yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Karena hari tersebut merupakan hari dilahirkannya Nabi Muhammad SAW dan hari diutus-Nya sebagai nabi akhir zaman. Kegiatan puasa senin kamis ini rutin dilaksanakan anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung. 

Asrama Tanjung Karang menerapkan puasa sunah maupun kegiatan sunah lainnya, sebagai rutinitas yang terbiasa dilakukan. Pihak asrama juga mengajarkan amalan-amalan sunah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. 

Menurut salah seorang pengurus, Dwi Apriana mengungkapkan, puasa sunah yang sudah menjadi rutinitasnya setiap minggu, tidak membuat anak-asuh binaan Rumah Yatim ini, menjadi lelah. Mereka menjalankannya dengan niat karena ibadah kepada Allah SWT. Istiqomahlah yang menjadi kunci dasar anak-asuh tetap enjoy menjalaninya. 

“Alhamdulilah, pada senang dan semangat, karena itu sudah menjadi rutinitas kita dan insya Allah istiqomah,” imbuhnya kepada jurnalis Rumah Yatim, Selasa (9/1). 

Seperti halnya yang dipaparkan Dwi, menjalani puasa sunah dengan ikhlas, membuat anak-anak tetap semangat, bahkan tidak cepat mengeluh.

“Alhamdulilah enggak, mereka semua menjalankan puasa senin kamis dengan semangat,” terangnya. 

Belajar dari hal terkecil membuat anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang semangat dan antusias. Pihak asrama mengajarkan hal-hal yang terkecil, agar anak asuhnya merasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Sedikit dan sebanyak apapun yang mereka miliki, tetap harus disyukuri, karena itu yang akan mengantarkan anak asuhnya kepada keberkahan dan pribadi yang taat kepada Allah. 

“Insya Allah, kami di sini belajar sunah dari hal yang terkecil, dan alhamdulilah juga itu menjadi rutinitas kita yang sudah seperti budaya puasa senin kamisnya,” jelasnya.

Ia berharap walaupun kegiatan puasa senin kamis ini masih dalam tahap pembelajaran, anak-anak bisa terus belajar istiqomah, karena istiqomah adalah sesuatu hal yang sulit untuk terus dipertahankan, tentunya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam menjalankan setiap sunah Rasul-Nya. 

“Semoga, kegiatan yang ada di Rumah Yatim ini kita dapat menjalankannya dengan baik dan tentunya belajar istiqomah. Karena istiqomah adalah hal yang sulit, tetapi kita harus belajar sedikit demi sedikit, agar nantinya menjadi lebih baik lagi di mata Allah,” pungkasnya.

 

"Puasa adalah perisai, yang akan melindungimu dari api neraka dan menjagamu dari perbuatan dosa." (HR. Bukhori)

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #24
9 Januari 2018

Anak Asuh Kaliurang Semangat Hafal Alquran

Hafalan Alquran atau tahfidz merupakan salah satu kegiatan wajib di asrama Rumah Yatim,  di bawah bimbingan pengurus asrama, biasanya kegiatan ini berlangsung dua kali sehari yakni ba’da shalat isya dan ba’da shalat subuh. Salah satu asrama Rumah Yatim yang rutin menggelar tahfidz adalah Asrama Kaliurang, Yogyakarta.

Di dua waktu tersebut, Asrama Kaliurang yang dihuni anak asuh putra ini rutin menggelar hafalan Alquran. Menurut Nurma Madjid salah satu pengurus asrama, dalam sehari anak-anak mampu menghafal sebanyak lima ayat bahkan ada yang mampu menghafal sebanyak satu halaman Alquran. “ Dalam sehari paling sedikit mereka ngafalin lima ayat, tapi kalau lagi semangatnya tinggi mereka mampu menghafal satu halaman,” ujarnya, Senin (8/1).

Selain menghafal, di dua waktu tersebut anak-anak pun terbiasa untuk memurojaah hafalannya, agar selain menambah hafalan mereka, juga agar tidak lupa dengan hafalan yang sebelumnya. Biasanya kegiatan murojaah dimulai setelah kegiatan menghafal dimulai.

“ Alhamdulillah anak-anak istiqomah menghafal di dua waktu tesebut, sekarang mereka sudah mampu menghafal sebanyak tiga juz,” pungkasnya.


Penting untuk membiasakan keberhasilan. Cara termudah untuk memulainya adalah berhasil dalam suatu hal, sekecil apapun, setiap hari, perlahan namun pasti perbesar tingkatan ambisi dan keberhasilan.

#BersamaDampingiMerekaUntukMeraihPrestasi

UPDATE #23
5 Januari 2018

30 Anak Non Mukim Rutin Dapat Beasiswa Pendidikan

Sebanyak 30 anak asuh non mukim Rumah Yatim Surabaya, kembali mendapat beasiswa pendidikan rutin di akhir tahun 2017, Minggu (31/12). 

Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya Agus Kurnia memaparkan, sekitar 27 anak asuh yang mendapat santunan tersebut merupakan anak-anak yatim dan dhuafa yang ada di sekitar asrama.

“Kami prioritaskan anak-anak yatim, jadi untuk yang dhuafa hanya 20 persen saja," ujarnya.

Selain yatim, yang menjadi kriteria utama juga adalah anak-anak yang dekat dengan asrama, meskipun banyak juga anak yang jauh dari asrama tetap diperhatikan. Jarak antara asrama dan rumah mereka sekitar enam km. Setiap ada santunan biasanya mereka datang bersama kedua orang tuanya. Terkadang juga Agus yang datang ke rumah mereka, seperti pada kesempatan akhir tahun lalu, Agus menyengaja datang untuk memberikan santunan kepada mereka.

“Kasian kalau mereka harus datang terus ke asrama, terkadang saya memberikan langsung ke rumah mereka,” paparnya.                                             Pada kesempatan itu, santunan non  mukim ini diberikan Agus kepada perorangan. Rencananya pada awal tahun ini mereka akan disatukan pada event pembukaan kantor Rumah Yatim Surabaya.

“Insya Allah, ada rencana akan menggelar santunan non mukim kembali setiap bulan dan pada awal tahun ini akan disatukan di event pembukaan kantor Rumah Yatim Surabaya, bahkan kami akan mengundang semua kemitraan," ungkapnya.


Allah tak melihat bentuk rupa dan mal kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #22
4 Januari 2018

Santunan Non Mukim, Langkah Awal RY Tanjung Karang di 2018

Memasuki awal tahun 2018, Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung menyalurkan santunan non mukim kepada 86 orang non mukim di Asrama Tanjung Karang Bandar Lampung, Kamis (4/1). Penyaluran santunan ini merupakan agenda rutinan setiap bulannya.

“Insya Allah rutin setiap bulannya,” kata Weli, Kepala Asrama.

Pemberian santunan ini berupa pemberikan bantuan biaya hidup kepada anak-anak di sekitar asrama setiap bulannya. Karena secara administrasi anak non mukim tersebut sudah terdata sejak berdirinya Rumah Yatim Tanjung Karang. 

Ia mengungkapkan santunan non mukim ini diberikan, mudah-mudahan dapat mengurangi beban anak-anak dari kalangan masyarakat prasejahtera.

“Setidaknya kan ini dapat memberikan kebahagiaan untuk mereka, bentar lagi kan masuk sekolah,” ungkapnya, saat diwawancarai, Kamis (4/1). 

Weli mengaku, respon penerima santunan non mukim ini begitu antusias dan bahagia, karena ketika libur, anak non mukim ini mendapat bantuan donasi berupa uang. 

Adapun 86 orang non mukim yang menerima santunan ini berasal dari sekitar Kelurahan Gotong Royong, Kelurahan Gulagalih, Kelurahan Kebun Jeruk, dan Kelurahan Gudang Lelang. 

Ia berharap, Rumah Yatim bisa memberikan santunan donasi maupun santunan lainnya lebih banyak lagi kepada anak-anak di wilayah Bandar Lampung. Karena masih banyak masyarakat di sekitar Bandar Lampung sendiri belum mendapat santunan. 

Ia menambahkan para donatur juga bisa terus memberikan donasinya ke Rumah Yatim, untuk disalurkan kembali kepada yang lebih membutuhkan.

 

#SedekahRefleksikanIman
Jadi bagian dari #PejuangKebaikan bersama #MencerahkanMasaDepanYatimIndonesia

Link Donasi : http://www.donasionline.id/ziswaf/infaq-sedekah-tidak-terikat

UPDATE #21
3 Januari 2018

RY NTB, Solusi Penyaluran Dana CSR Perusahaan

Sebagian perusahaan kebingungan mencari tempat penyaluran dana CSR perusahaan. Begitu pun yang dirasakan oleh Plaza Bangunan NTB. Banyak tempat penyaluran dana namun tidak semua sesuai dengan program CSR perusahaan. Rumah Yatim di undang ke lokasi Plasa Bangunan, Sabtu (30/12) dan dapat memenuhi keinginan pihak Plaza Bangunan untuk menghadirkan 350 anak asuh. Sejak itu mereka pun percaya dan yakin bahwa dana CSR dapat sampai ke tangan yang tepat.

“Sebelumnya kami bingung harus menyalurkan dana ke mana, tapi rupanya Rumah Yatim memiliki banyak anak ya, insya Allah ke depannya kami akan menyalurkannya pada Rumah Yatim,” ungkap perwakilan Plaza Bangunan.

Menurut Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, undangan ini merupakan undangan kedua kalinya. Sebelumnya, pihak Plaza Bangunan mengundang 100 anak pada bulan ramadhan, dan sebuah kehormatan pada akhir tahun ini Rumah Yatim kembali mendapat undangan.

Sekitar 350 anak asuh memadati kantor Plaza Bangunan, sebelum sampai ke lokasi,  anak-anak dikumpulkan di asrama dan difasilitasi enam truk besar untuk mengangkut anak-anak serta empat mobil pick up yang didatangkan langsung dari Longserang dan Ranjok untuk menjemput anak sekitar daerah tersebut.

Sesampainya di lokasi, anak-anak pun disambut oleh pihak panitia. Setelah suasana kondusif, acara dimulai dengan beberapa sambutan, salah satunya dari Amir Sumarna, dan ceramah yang disampaikan Raiman, salah satu kemitraan Rumah Yatim. Ada pula pembagian santunan kepada anak asuh berupa alat tulis sekolah dan pemberian sembako kepada pihak Rumah Yatim.

“Alhamdulillah acara berlangsung lancar, terima kasih atas kepercayaannya kepada kami,” ungkap Amir.

 

#SedekahRefleksikanIman
#LAZRumahYatim

UPDATE #20
2 Januari 2018

Isi Pergantian Tahun dengan Beri Santunan Pendidikan Yatim

Di momen pergantian tahun ini terpancar senyum ceria dari ratusan anak yatim, saat mendatangi Kantor Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (31/12). Di Kantor inilah anak yatim dari 12 RW menerima bantuan pendidikan dari Rumah Yatim.

Kegiatan yang berlangsung malam hari ini, sekaligus menyambut momen pergantian tahun. Menurut penjelasan salah seorang relawan Rumah Yatim, Nurul, sebanyak 100 anak yatim dan dhuafa dari 12 RW senantiasa meramaikan kegiatan malam itu.  Kegiatan ini pula untuk mengisi malam tahun baru dengan hal yg positif.

"Dengan santunan ini kita bisa melihat mereka tersenyum meskipun tidak dengan meniup terompet," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan sinergisitas program dengan pemerintah setempat. Sehingga sinergi program dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan bisa berjalan bedampingan.

"Kebetulan kantor layanan laznas Rumah Yatim ada di wilayah kelurahan Cipinang Cempedak yang tidak jauh jaraknya," paparnya.

Selain itu, kegiatan ini pula untuk mencegah perilaku negatif yang mungkin akan dilakukan anak-anak di wilayah itu. Sehingga, tambah Nurul, tujuan utama pemberian bantuan di akhir tahun 2017 bisa menjadi momen pembeda bagi anak-anak tersebut.

"Harapannya semoga apa yang Rumah Yatim kasih bisa bermanfaat dan semoga tahun depan Rumah Yatim bisa menyantuni lebih banyak lagi ke depannya," jelasnya.

Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional tidak hanya menerima, mengelola, dan menyalurkan zakat semata. Lembaga yang telah memiliki cabang di 14 provinsi ini, senantiasa rutin memberikan perhatian kepada anak yatim dan dhuafa dalam menunjang pendidikannya.

 

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #19
1 Januari 2018

RY Tangerang dan LKSA Beri Santunan Kemitraan

Rumah Yatim Area Tangerang bekerjasama dengan Lembaga Sosial Kesejahteraan Anak (LKSA) mengadakan santunan kemitraan di Jalan Beringin Raya Nomor 94 Karawachi Baru Kota Tangerang Banten, Jumat (29/12). Kegiatan ini diikuti oleh 4 LKSA dari berbagai daerah di wilayah Tangerang.

Santuan kemitraan ini berlangsung lancar, kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.  Santunan ini, merupakan program yang terbentuk sejak dulu yang diusung oleh Rumah Yatim dan LKSA Kota Tangerang dan memiliki agenda rutin setiap dua bulan sekali.

“Tujuan diadakan kegiatan ini adalah sinergitas dengan forum panti sebagai pelaku sosial yang bergerak dibidang kesejahteraan sosial dan membantu untuk pemenuhan sarana prasarana pendidikan dilingkungan LKSA,” papar Muslihudin selaku Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Tangerang.

Ia mengatakan, kegiatan ini seharusnya diikuti oleh lima mitra, tetapi satu mitra berhalangan hadir. Ia berharap, dengan diadakan kegiatan ini Rumah Yatim dapat mensejahterakan dan memenuhi kebutuhan setiap mitra.

“Terpenuhinya sarana prasarana pendidikan, kesejahteraan panti, karena dengan hal tersebut akan membuahkan kualitas pendidikan sehingga melahirkan generasi yang handal guna menyongsong masa depan,” ungkapnya.

Muslih sapaan akrabnya, mengatakan, semoga bantuan ini dapat mengurangi beban dari operasional pendidikan di LKSA, terlebih kepada seluruh pengelola, pengasuh dan keluarga dapat diberikan kesehatan dan dimurahkan rezekinya.

“Semoga bantuan ini dapat membantu, seluruh yang berkontribusi baik pada pendidikan anak atau yang lainnya dapat disehatkan dan dimurahkan rezekinya, semoga anak-anak binaannya pada soleh dan solehah,” harapnya.


#BersamaCerahkanMasaDepanMereka
#SinergiKemitraan

UPDATE #18
30 Desember 2017

Tahfidz, Cara Isi Libur RY Tanjung Karang

Anak asuh asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan tahfidz, yang dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis. Kegiatan tahfidz tersebut merupakan cara Asrama Tanjung Karang dalam mengisi waktu libur sekolah dengan hal yang bermanfaat. 

Kepala Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung, Weli mengatakan kegiatan tahfidz ini dilaksanakan agar anak-anak bisa menjaga hafalannya dengan baik. Selain itu, supaya anak-anak bisa terus mengamalkan hafalan yang mereka miliki. 

“Supaya anak-anak bisa terus mengingat apa yang mereka hafal,” ungkapnya, saat diwawancarai, Jum’at (29/12). 

Ia juga menjelaskan target hafalan anak asuh dalam sehari paling sedikit dua hingga lima ayat, yang dimulai dari juz ke-30. Apabila juz 30 sudah bisa dihafal, maka dilanjutkan dengan juz 29 dan 28 untuk dimuroja’ah. 

“Kita targetkan sehari 2 sampai 5 ayat,” kata Weli. 

Sebanyak 11 anak asuh yang mengikuti kegiatan tahfidz ini. Dari sebelas anak, ia menyebutkan ada lima orang yang sudah hafal 5 juz, dan satu orang yang sudah hafal 4 juz. 

Ia berharap dengan kegiatan hafalan ini, anak-anak bisa berkarya melalui tahfidz, serta bisa terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 

Lebih lanjut, ia menambahkan dengan hafalan yang mereka miliki, ada prestasi yang bisa anak-anak torehkan untuk kebermanfaatan dirinya sendiri, tentunya membuat bangga Rumah Yatim.  

“Dengan tahfidz ini semoga anak-anak bisa berkarya, bisa mengembangkan keimanan dan ketaqwaan, ada prestasi yang bisa di torehkan,” pungkasnya.


#bersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #17
28 Desember 2017

Anak Asuh Non Mukim RY Lampung Terima Santunan

Ada 132 anak asuh non-mukim menerima santunan donasi, di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Selasa (26/12). Santunan tersebut adalah santunan biaya hidup untuk anak asuh non mukim. 

Pemberian santunan donasi untuk non mukim ini merupakan salah satu program rutinan Rumah Yatim setiap bulannya, yang disalurkan ke beberapa wilayah di Lampung. Namun saat ini disalurkan bersamaan dengan penyerahan bantuan sembako. 

Kepala Asrama Rumah Yatim Lampung, Hendi memaparkan bukan hanya orang tua saja yang merasakan keberadaan Rumah Yatim. Tetapi anak-anak juga harus mengetahuinya, karena mereka tidak bisa merasakan apa yang dirasakan anak-anak mukim di asrama. Walaupun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, setidaknya mereka ikut merasakan kebahagiaannya juga. 

“Kita harus adil, bukan hanya orang tua saja, tetapi anak-anak juga bisa ikut merasakan adanya Rumah Yatim,” papar Hendi.

Lebih lanjut ia menambahkan, dana yang diberikan donatur bukan hanya untuk anak-anak mukim. Tetapi anak non-mukim juga berhak menerimanya. Apa yang tidak didapat di asrama, anak non mukim juga perlu merasakan kebahagiaan yang dirasakan anak mukim. 

“Ya walaupun tidak seberapa, tapi setidaknya dua pihak ikut merasakan, kita bisa membantu dan berbagi dengan mereka,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (26/12).

Ia mengaku santunan untuk anak mukim dikurangi, karena hampir setiap hari di asrama ada kegiatan donatur, maka dari itu, dialihkan ke anak non mukim di sekitar asrama. 

Hendi berharap dengan adanya santunan non mukim ini, bisa mengobati rasa sulit bagi orang tuanya yang dalam kategori prasejahtera. Walaupun tidak seberapa, kebahagiaan bisa sama-sama dirasakan antara anak dan orang tua.


#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #16
28 Desember 2017

Anak Asuh Antusias Ikuti Lomba Antar Asrama

Di momen libur sekolah kali ini, anak asuh Rumah Yatim area Yogyakarta yang berada di Asrama Kaliurang dan Monjali sedang sibuk berlatih menyambut kegiatan perlombaan antar asrama yang akan digelar pada Jumat sampai Sabtu (29-30/12) mendatang. 

Di antara mereka ada yang sibuk dan serius latihan pidato, memasak, dan menghafalan Al Qur’an. Saking seriusnya, ada di antara mereka yang selalu membawa teks pidato, buku pelajaran, dan Al Qur’an. Ada pula di antara mereka yang sibuk di dapur untuk mengolah berbagai jenis makanan.

Menurut Nuryeni salah satu pengurus Rumah Yatim, kegiatan perlombaan akan digelar di Asrama Monjali, dengan kegiatan lomba pidato, cerdas cermat, tahfidz quran dan lomba masak. Peserta yang terlibat adalah seluruh anak asuh mukim di asrama Kaliurang dan Monjali.

“Alhamdulillah anak-anak terlihat sangat antusias dan serius latihan untuk mengikuti perlombaan ini,” ujarnya, Rabu (27/12).

Nuryeni pun menuturkan bahwa tujuan diadakan perlombaan tersebut adalah untuk meningkatkan kreatifitas, ketangkasan, mental dan kepercayaan diri anak asuh. Ia berharap kegiatan lomba ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar.


#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #15
28 Desember 2017

RY NTB Intensifkan Hafalan Al Quran di Hari Libur

“Saya ingin anak-anak tak hanya sekedar hafal, dan selanjutnya lupa dengan hafalan yang sudah mereka pelajari,” ungkap Salma Hasanah, Pengurus Rumah Yatim NTB yang mengeluhkan hafalan Al-Qur’an anak asuhya. Karena hafalan anak asuhnya tersebut sudah sangat jauh, namun saat kembali di murojaah, ada saja ayat yang lupa.

Untuk menyiasati hal tersebut, Salma pun berinisiatif mengulang kembali hafalan mereka dari awal yakni juz 30. Target perminggunya, iabmenetapkan setiap anak harus hafal 1 surat untuk surat yang panjang dan 2 ayat untuk ayat yang pendek. Selain itu  murojaah anak-anak pun ditingkatkan khususnya pada liburan semester kali ini. Biasanya murojaah dilaksanakan seusai shalat magrib saja, namun kini selama libur, anak-anak akan melakukan murojaah selama 3 waktu yakni, sesudah shalat subuh, shalat magrib dan ashar.

Meski agenda cukup padat, sampai detik ini Salma belum mendengar keluhan dari anak-anak, bahkan anak-anak cenderung bersemangat dan berusaha menambah hafalannya dan juga menyempurnakan bacaannya. Ia pun mengungkapkan anak-anak masih harus diperbaiki dan disempurnakan lagi bacaannya, untuk itu Salma dan pengurus lainnya mengajarkan kembali tajwidnya. 

“Selain mengulang dan murojaah secara intensif, tak lupa bacaan mereka pun diperhatikan dengan mengingatkan kembali tentang tajwidnya,” ujarnya.

#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka
#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #14
27 Desember 2017

Kenang Tragedi Tsunami, RY Aceh Ziarah

Mengenang 13 tahun peristiwa tsunami Aceh, Rumah Yatim Cabang Aceh melakukan dzikir dan do’a bersama di kuburan massal Ulelehue dan Siron, Banda Aceh, Selasa (26/12). Do’a bersama ini dalam rangka mengenang sekaligus ziarah untuk mendo’akan masyarakat Aceh yang telah wafat ketika peristiwa tsunami lalu.

Menurut pengurus Rumah Yatim Aceh, Dewi memaparkan kegiatan tersebut sudah menjadi kegiatan tahunan masyarakat Aceh, terutama Rumah Yatim Aceh untuk mendo’akan para korban pasca tragedi tsunami, 26 Desember 2004 silam.

“Kegiatan itu memang sudah menjadi kegiatan tahunan di sini pasca tragedi tsunami tahun 2004," papar Dewi.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, Rumah Yatim sendiri ikut terlibat dengan membawa anak asuh dalam acara dzikir dan do’a bersama yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota.

Kunjungan ke Ulelehue dan Siron ini, agar mengingatkan kepada anak-anak akan tragedi tsunami, sebagai orang tua harus mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

“Kita sebagai orang tua harus mengingatkan, setiap yang bernyawa pasti akan meninggal," ungkap Dewi saat diwawancarai tim jurnalis Rumah Yatim.

Selain mengenang, Rumah Yatim juga ikut peduli dengan tragedi 13 tahun silam, untuk dijadikan sebuah momen penting sepanjang sejarah, yaitu dengan empati yang sedalam-dalamnya.

Dewi berharap, dengan ikut terlibatnya dalam ziarah ini, Rumah Yatim Aceh sendiri bisa menanamkan nilai-nilai kepedulian kepada anak, agar anak lebih peduli terhadap sesama. Selebihnya mengingatkan kepada kematian.

“Menanamkan nilai-nilai kepedulian ke anak-anak agar tidak cuek,” pungkasnya.

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #13
27 Desember 2017

Alat Tulis Gratis untuk Anak Asuh RY Tangerang

Rumah Yatim Beringin Tangerang Banten memberikan santunan alat tulis gratis untuk 90 anak asuh non mukim. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Rumah Yatim Tangerang, pada Rabu (19/12).

Santunan ini merupakan kegiatan rutin yg dilakukan Rumah Yatim Beringin setiap satu bulan sekali dan merupakan salah satu kegiatan yang betujuan untuk menambah semangat belajar anak asuh.

"Mereka baru saja mendapatkan nilai raport. Semoga saja ke depannya anak-anak dapat termotivasi untuk semangat belajar," ujar Ikin selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Beringin Tangerang Banten.

Ia berharap, semoga anak-anak semakin bisa memaknai arti bersyukur. "Walaupun tidak seberapa, baik sedikit atau banyak, semoga tetap bersyukur," ucapnya.

Ikin juga berpesan agar anak-anak senantiasa meraih prestasi dengan sungguh-sungguh. "Semoga anak-anak juga tidak meninggalkan shalat 5 waktu," tutupnya.

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #12
27 Desember 2017

Teladani Akhlak Terpuji, Anak Asuh Nobar Film Sahabat Rasul

Anak asuh mukim Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung melakukan kegiatan nobar (nonton bareng) film sahabat Rasul Umar bin Khattab di Asrama Lodaya pada Sabtu (23/12). Kegiatan nobar tersebut, merupakan kegiatan rutin anak-anak asuh Lodaya dalam mengisi waktu kosong pada Sabtu malam. 

Staff PendKes (Pendidikan dan Kesehatan) Asrama Rumah Yatim Lodaya, Ruslan Effendi menjelaskan, nobar tersebut diikuti lebih dari 30 anak asuh mukim  dan menjadi salah satu cara untuk memberi motivasi dan contoh akhlak terpuji dari sosok sahabat Rasul.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, terutama untuk anak-anak. Pelajaran ini cocok sekali untuk seumuran mereka. Karena mereka masih mencari sosok teladan bagi kehidupan mereka. Melalui film ini, anak-anak diharapkan dapat mencontoh akhlak yang ada pada diri sahabat Rasul tersebut,” paparnya.

Selain itu, Ruslan juga mengaku alasan ia memilih film Umar bin Khattab. Karena, film mengenai kisah sahabat Rasul memilki banyak pesan atau pun akhlak-akhlak terpuji yang bisa dicontoh atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebenarnya memilih film ini tujuannya untuk meneladani sikap-sikap yang ada pada para sahabat Rasul di masa itu,” pungkasnya.

 

#sedekahRefleksikanIman
#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #11
27 Desember 2017

Anak Asuh RY Coreng Wajah Jika Salah Tes Hafalan Qur'an

Tidak ada habisnya ide kreatif dari anak asuh Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung. Mengisi hari libur, anak-anak asuh Lodaya rutin menyetor hafalan Qur’an setiap satu minggu sekali. Kegiatan rutin ini dilakukan di mushola Asrama Rumah Yatim Lodaya.

Ada yang unik dan berbeda pada Jumat (22/12) dalam kegiatan setor hafalan Al-Quran kali ini. Anak-anak yang keliru atau memiliki kesalahan dalam bacaan Qur’annya, maka wajah mereka harus rela dicoreng dengan tepung yang dicairkan. 

Dhian Risdhian selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung memaparkan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melatih anak untuk konsentrasi, tanggung jawab, dan tentunya untuk melatih sejauh mana hafalan Al-Qur’an tersebut dapat dibacakan kembali.

“Melakukan tes ayat dengan cara melempar ayat yang akan dibacakan oleh siapa saja, dan mereka harus melanjutkan hafalan yang dilontarkan. Kalau ada yang salah di antara mereka, harus rela dicoreng dengan cairan tepung,” jelasnya. 

Ia juga menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk konsekuensi apabila anak-anak kurang teliti dalam menyampaikan beberapa tes hafalan tersebut serta untuk mengukur sejauh mana anak-anak dapat menjaga hafalannya. Selain itu, hal ini juga merupakan salah satu selingan dan hiburan untuk anak-anak.

“Anak-anak senang, seru, antusias, dan semua semangat. Kalau yang banyak coretannya ya malu juga,” tutupnya. 

 

#sedekahRefleksikanIman
#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #10
26 Desember 2017

Asrama Antapani Isi Liburan dengan Mereview Pelajaran

Anak asuh Rumah Yatim Antapani Bandung mengisi waktu liburan dengan belajar bersama, mereview kembali pelajaran yang telah dipelajari di sekolah. Melakukan review kembali merupakan cara Asrama Rumah Yatim Antapani mengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan yang produktif.

Kepala Asrama Rumah Yatim Antapani, Irwan mengungkapkan cara tersebut bertujuan untuk mengasah otak anak tetap produktif, serta terus mengingat pelajaran yang dipelajari di sekolah.

Menurut Irwan, anak asuh mengisi waktu luang hanya kegiatan diniyah.

"Mengisi waktu luang lebih kepada kediniyahan." Ungkap Irwan, Sabtu (23/12).

Selain mereview pelajaran, Asrama Antapani juga mengisi waktu luang dengan kerja bakti dengan seluruh anak asuh.

Irwan berharap mengisi waktu luang dengan hal yang produktif dapat meningkatkan daya ingat anak-anak terhadap mata pelajaran yang telah dipelajari, serta mengasah kemampuan anak-anak untuk bisa berprestasi.

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #9
26 Desember 2017

Yatim Cemara Sulap Barang Bekas Jadi Bernilai Estetika

Banyak cara untuk mengisi waktu libur sekolah, salah satunya dengan berkreasi melalui barang bekas. Hal inilah yang dilakukan oleh anak asuh asrama Rumah Yatim Jalan Cemara No 23, Cipaganti, Kota Bandung, Senin (25/12). Kegiatan positif ini menjadi tempat untuk menuangkan ide kreatif anak asuh.

Kepala Asrama Cemara, Safitri menjelaskan, semuanya bahan yang digunakan ialah barang bekas yang ada di sekitar asrama. Sejumlah kreasi dituangkan anak asuh dengan membuat sejumlah hiasan cantik dan berestetika. Salah satunya membuat bunga kertas untuk menghiasi meja.

Kegiatan positif ini merupakan inisiatif anak asuh. Namun, sebelumnya menurut Safitri, kegiatan ini menjadi salah satu agenda dihari libur sekolah agar anak-anak tidak merasa jenuh.

"Ini kesepakatan bersama, jadi sebelum kita bikin kita berencana dulu," jelas Safitri.

Selain bunga hias dari kertas dan plastik, anak asuh Cemara membuat hiasan pintu dari sisa Compact Disk (CD). Beragam warna dan corak menjadi ciri khas setiap kreasi anak asuh. CD bekas ditangan anak asuh cemara disulap dengan diberikan hiasan kertas sehingga membentuk pola seperti hewan.

Kegiatan ini selain memberikan nilai estetika untuk asrama, juga bermanfaat untuk mengurangi limbah sampah yang tidak terpakai. Selain itu, anak asuh asrama Cemara ini pula sedang membuat mading dari bahan barang-barang bekas. Tapi, sambung Safitri, mading tersebut masih dalam proses pembuatan.

UPDATE #8
23 Desember 2017

Asrama Tanjung Karang Isi Waktu Luang dengan Buat Kue

Anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang mengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan membuat kue, di Asrama Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis (21/12). Mengisi waktu luang tersebut merupakan cara asrama agar anak asuhnya melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Menurut salah satu pengurus, Umi Ramasari mengungkapkan melihat dari tidak adanya kegiatan di asrama, membuat anak-anak bosan. Kegiatan pembuatan kue dalam rangka mengisi waktu kosong saat liburan sekolah.

“Kebetulan asrama Kedaton terima telur banyak dari donatur, nah sekalian ngisi kegiatan libur, dari pada anak-anak ngelamun, jadi kita buat kue, dengan telur dari donatur," papar Umi, saat diwawancarai, Jum’at (22/12).

Adapun kue yang dibuat ialah kue bolu, dan kue telur gabus. Hal ini membuat anak asuh merasa senang, sebab mereka bisa diajarkan bagaimana proses pembuatan kue yang enak.

“Alhamdulilah anak-anak senang sekali, karena buatnya bareng-bareng,” kata Umi.

Ia berharap dengan mengisi luang seperti itu, bisa menambah kreativitas anak asuhnya. Terutama sebagai perempuan, dengan kodratnya untuk bisa berkreativitas dalam hal membuat masakan.

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #7
22 Desember 2017

Rumah Yatim Terapkan Budaya One Day One Juz Kepada Anak Asuh

Seperti yang sudah banyak kita ketahui, membaca Al - Quran memiliki banyak faedah yang dapat dirasakan oleh manusia, baik dalam segi jasmani maupun dalam segi spiritual. Keutamaan yang akan didapatkan dengan membaca Alquran pun sangat banyak, salah satunya seperti mendapat pahala yang berlimpah. Lantaran ganjaran satu huruf dalam Al-Quran yang dibaca dibalas dengan 10 kebaikan.

Berdasarkan sebuah literatur, jumlah huruf dalam Al-Quran itu adalah 325.015 huruf. Jadi, jika sekali mengkhatamkan Al-Quran itu artinya kita akan mendapat pahala kebaikan 10 kali lipat dari 325.015, yaitu 3.250.150. Untuk meraih itu, satu-satunya cara adalah dengan memperbanyak baca Al-Quran setiap hari untuk mengkhatamkannya dalam satu bulan, bisa juga 2 bulan sekali, tiga bulan sekali, dan bahkan banyak ulama yang sampai mampu mengkhatamkan Al-Quran 1 minggu sekali.

Itulah yang menjadi motivasi bagi para pengurus di Rumah Yatim Monjali Yogyakarta, untuk menerapkan budaya one day one juz bagi anak asuhnya. Kegiatan yang dimulai sebelum maghrib ini diikuti oleh semua pengurus Rumah Yatim Yogya dan anak asuhnya.

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #6
22 Desember 2017

Libur Sekolah, Putra Rumah Yatim Lodaya Belajar Membuat Kue Bolu

“Siapa bilang anak laki-laki tidak bisa masak?” ungkap anak asuh Rumah Yatim Lodaya, Bandung. Menurut mereka, memasak bukan hanya pekerjaan perempuan saja, akan tetapi laki-laki juga bisa mengerjakannya bahkan bisa jauh lebih enak.

Setiap hari libur sekolah, anak putra Rumah Yatim Lodaya selalu meluangkan waktu untuk belanja dan memasak. Pada kesempatan kali ini, Sabtu (16/09) anak-anak berbelanja lalu membuat kue bolu untuk pertama kalinya.

Dibimbing ibu asrama, mereka pun mulai memasukan bahan-bahan dan mengolah bahan kue tersebut. "Meskipun baru pertama kali, namun hasilnya patut diacungi jempol. Rasanya enak, tekstur bolunya pun lembut.” Ungkap Dhian, selaku abi asrama Rumah Yatim Lodaya.

Anak - anak yang notabene berusia remaja ini merasa senang dan puas dengan hasil karya yang bisa mereka nikmati sendiri.

“Seru, bikin kami ketagihan membuat bolu lagi.” kata Dani, salah satu anak asuh.

Usai membuat bolu, Dani pun memotong kue tersebut menjadi beberapa bagian lalu membagikannya kepada teman-teman dan pengurus asramanya.

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #5
22 Desember 2017

Isi Libur Sekolah, Rumah Yatim Kiaracondong Ajak Anak Asuh Jalan Santai

Sabtu kemarin (16/09), Kepala Asrama Rumah Yatim Kiaracondong Harun, mengajak anak-anak untuk melakukan jalan santai ke gedung Sate. Sebelum jalan santai Harun menginstruksikan anak-anak untuk pemanasan, agar tidak terjadi cedera maupun sakit badan pasca jalan santai.

Rute jalan yang diambil dimulai dari jalan Ibrahim Adjie, lalu ke Jl. Jakarta, menuju Jl. WR Supratman lalu ke Jl. Diponegoro dan sampai ke gedung Sate. Sesampainya disana, Harun membebaskan anak-anak untuk melakukan aktifitas di lapangan gasibu setelah itu Harun mengajak mereka untuk makan bersama sembari berbagi cerita.

Harun yang sudah seperti ayah bagi anak asuhnya ini, selalu membangun kebersamaan dengan 18 anak asuhnya terutama di hari libur. Setiap hari libur, Harun selalu mengajak anak-anak untuk melakukan beragam aktivitas seperti memasak, berbagi cerita dan banyak lagi.

Melalui kegiatan tersebut, Ia berharap apa yang telah mereka lakukan dapat mempererat ukhuwah atar sesama, dan menjadi bagian pengalaman yang menyenangkan utuk 18 anak asuhnya.

Ayo, bantu wujudkan yatim Indonesia yang Berpestasi,Mandiri, dan berkarakter melalui kitabisa.com

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #4
22 Desember 2017

Masa Liburan, Masa Berkarya Anak Asuh Rumah Yatim Monjali

Setelah disibukan dengan aktivitas dan tugas sekolah, hari liburlah saat yang tepat untuk melepas lelah. Banyak yang memanfaatkan hari liburnya dengan mengunjungi tempat rekreasi, berjalan-jalan, silaturahmi ke rumah keluarga dan kerabat maupun memanfaatkan hobi.

Ada pula sebagian orang yang memanfaatkan hari liburnya dengan membuat karya, seperti yang dilakukan anak asuh putri Rumah Yatim Monjali, Yogyakarta. Mereka sibuk membuat karya gantungan kunci dari plastik mika bekas tempat kue bolu.

Menurut Nuryeni salah satu pengurus asrama, ide membuat gantungan kunci dari plastik mika diperoleh dari internet. Bahan-bahan yang diperlukan pun sangatlah mudah didapat, yakni hanya spidol permanen, plastik mika, gantungan kunci besi, perforator dan setrika.

Dibimbing Nuryeni, anak-anak melakukan kegiatannya, ada yang membuat gambar, menggunting, mewarnai dan menyetrika. “ harusnya sih di oven, tapi karena ovennya ngga ada jadinya kita setrika saja plastik mika yang sudah digambar dan digunting tersebut,” Kata Nuryeni, Kamis (21/12

Proses penyetrikaannya pun tidak seperti menyetrika baju biasa, plastik mika harus ditutup dengan kertas terlebih dahulu sebelum disetrika. Jika langsung, maka plastik akan menempel di setrika.

Tampak keseriusan anak-anak ketika membuat gantungan kunci tersebut, meskipun hasilnya belum sebagus yang di internet, namun anak-anak tetap senang dan mereka mengatakan akan terus mencoba. Mereka bilang kalau sudah berhasil membuat gantungan kunci yang bagus, mereka akan menjualnya di sekolah. Mereka ingin belajar berwirausaha dengan karya dari tangan mereka sendiri.

“ semoga harapan mereka bisa menjual gantungan kunci buatan sendiri bisa terwujud, insyaAllah kami dari pengurus akan mendukungnya,” pungkas Nuryeni.

 

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #3
22 Desember 2017

Anak Asuh RY Medan Antusias Belajar Tajwid

"Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan).” (Q.S. Al-Muzzammil [73] : 4).

Penggalan ayat diatas menjelaskan bahwa, umat islam wajib untuk membaca Al-Quran dengan tartil atau membaca dengan memperhatikan panjang pendek dan tajwidnya.

Mengetahui hal tersebut, Iwan Gunawan selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Medan menginstruksikan anak asuh mukim dan non mukim dekat asrama, untuk belajar tajwid di asrama. Ada 20 anak asuh dari tingkat SD dan SMP mengikuti kegiatan yang berlangsung setiap ba’da magrib sampai menjelang shalat isya.

Menurut Iwan, untuk pengajarnya, ia mengandalkan kemampuan para pengurus, karyawan dan anak asuh yang sudah besar, mereka secara bergantian mengajari anak asuh ilmu tajwid.

Tidak hanya mengajari ilmu tajwid, mereka pun selalu mengajari mereka ilmu agama, di antaranya fikih, akidah akhlak, sejarah islam, doa harian, hafalan Al-Qur’an dan baca tulis Al-Qur’an.

“ Alhamdulillah anak-anak bersemangat belajar ilmu agama, semoga kedepannya ilmu yang kami berikan bisa bermanfaat dan bisa diamalkan oleh mereka,” pungkasnya, Jum'at (22/12).

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #2
22 Desember 2017

Mengisi Waktu Libur Sekolah Anak Asuh Kaliurang Perindah Asrama

Libur sekolah telah tiba, banyak dari anak-anak Indonesia yang memanfaatkan libur panjangnya untuk berkunjung ke tempat wisata bersama keluarganya.

Namun tidak untuk anak asuh Rumah Yatim Kaliurang, mereka memanfaatkan momen libur sekolahnya dengan memperindah asrama dengan bersih-bersih, menyiram tanaman dan mengecat asrama.

Tosin Koswara selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Kaliurang mengatakan bahwa liburan kali ini dimanfaatkan untuk memperbanyak hafalan, memperindah asrama dan menyalurkan hobi anak seperti menggambar, bermain bola dan masak.

Ia menuturkan bahwa anak asuhnya tersebut tampak sangat menikmati waktu libur sekolahnya, meski tidak berkunjung ke tempat wisata. “Alhamdulillah anak-anak sangat menikmati momen berliburnya, meski hanya di asrama saja,” pungkasnya, Jum'at (22/12).

 

#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #1
22 Desember 2017

Madrasah Gratis Program Bersama Mitra RY

Sejak siang hingga petang, bangunan sederhana di Jalan Lodaya tampak lengang. Kegiatan belajar mengajar dimulai kembali setelah magrib. Anak non mukim Rumah Yatim selalu bersemangat mempelajari ilmu agama di Madrasah Diniyah Ar-Rum Al-Jihad.

Madrasah ini dan Rumah Yatim, bermitra sejak tahun 2015. Salah satu pengurus madrasah, Ayi mengatakan santunan yang diberikan Rumah Yatim untuk anak non mukim sangat bermanfaat bagi perkembangan madrasah. Karena anak-anak bisa mengaji dan belajar di tempat tersebut tanpa dipungut biaya.

"Selama ini, alhamdulillah, santunan yang diberikan Rumah Yatim itu sangat luar biasa bagi kami, karena dimana anak-anak yang mengaji ini kan tidak sepeserpun dipungut biaya," jelas Ayi.

Menurutnya, segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pengeluaran madrasah, Rumah Yatim lah yang mengcover semuanya.

"Segala sesuatunya kan pasti harus ada biaya yang dikeluarkan, baik itu untuk sarana prasarana, buat guru bantu atau alat-alat tulis," terangnya, saat diwawancarai Tim Jurnalis Rumah Yatim, Kamis (21/12).

Berkat adanya bantuan dari Rumah Yatim, pengurus madrasah bisa membimbing anak-anak yang tadinya tidak bisa mengaji, menjadi lancar mengaji. Ketika di sekolah hanya sedikit mendapat pendidikan agama Islam, di madrasah ini lah mereka bisa mendapatkan pembelajaran yang lebih.

Jumlah anak non mukim yang disantuni yakni 22 anak dari total keseluruhan 56 anak. Kemudian anak yang mendapat santunan tersebut ikut berbagi dengan 56 anak lainnya. Tetapi yang diutamakan tetap anak yatim untuk dipenuhi segala kebutuhannya.

"Disini ada 56 anak, kemudian yang mendapat santunan 22 anak, nah yang mendapat santunan 22 anak itu, yg menikmati semua," paparnya.

Teknis pemberian santunan untuk non mukim ini, pihak madrasah menerima uang, dalam bentuk LPJ tertulis. Kemudian ditandatangani dengan pihak yang bersangkutan untuk disalurkan kepada anak non mukim.

"Jadi rezeki yang diberikan Rumah Yatim itu betul-betul sangat membantu bagi perkembangan terselenggaranya kegiatan belajar mengajar disini," ujar wanita 48 tahun itu.

Seperti yang diungkapkan Ayi, bantuan yang diberikan Rumah Yatim untuk operasional madrasah, para orang tua harus mengetahuinya, khususnya orang tua yang menitipkan anaknya di madrasah tersebut.

"Selama ini operasional yang didapat madrasah untuk mendukung madrasah diniyah itu mendapat bantuan Rumah Yatim," jelas Ayi.

Ia berharap ingin terus dibimbing dan dibina oleh Rumah Yatim, ingin tetap berkolaborasi dengan nama Al-Jihad, berkolaborasi dengan tempat yang lain, kemudian menyerap tenaga kerja yang benar-benar satu ideologi dengan Rumah Yatim yakni satu visi misi dengan mencari Ridho Allah.

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

Tanggal Nominal
Hamba Allah
25 November 2017
Rp 10.888
Hamba Allah
9 Desember 2017
Rp 10.432
Hamba Allah
15 Desember 2017
Rp 50.539
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 20.153
Fajar Maulana Sidik
10 Desember 2017
Rp 13.652
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 50.369
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 100.841
Puspita Lintang Sari
11 Desember 2017
Rp 20.226
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 50.367
dangki saepurohman
10 Desember 2017
Rp 20.679
SITI MARWIYAH
11 Desember 2017
Rp 30.214
Dwi Apriana
15 Desember 2017
Rp 20.000
Hamba Allah
11 Desember 2017
Rp 5.000
Hasanudin
11 Desember 2017
Rp 15.860
dani shaleh
12 Desember 2017
Rp 15.268
Hamba Allah
12 Desember 2017
Rp 10.908
Siti Patonah
18 Desember 2017
Rp 20.918
Hamba Allah
18 Desember 2017
Rp 1.000.941
Hamba Allah
20 Desember 2017
Rp 300.418
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 50.244
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 80.405
Hamba Allah
22 Desember 2017
Rp 250.796
Hamba Allah
24 Desember 2017
Rp 420.888
Hamba Allah
26 Desember 2017
Rp 200.196
Hamba Allah
26 Desember 2017
Rp 50.582
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 100.738
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 100.823
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 50.631
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 200.761
Hamba Allah
31 Desember 2017
Rp 10.711
Hamba Allah
2 Januari 2018
Rp 100.619
Hamba Allah
2 Januari 2018
Rp 15.484
Hamba Allah
4 Januari 2018
Rp 90.752
Hamba Allah
4 Januari 2018
Rp 300.674
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 356.470
Almunawar
6 Januari 2018
Rp 100.113
Marfaza
7 Januari 2018
Rp 100.000
Lemon Rams Al Hiqbal
7 Januari 2018
Rp 500.000
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 50.183
Khoiruddin Siregar
5 Januari 2018
Rp 50.000
Jamaah Metalliyah
10 Januari 2018
Rp 900.448
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
12 Januari 2018
Rp 750.765
Hamba Allah
13 Januari 2018
Rp 500.524
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 200.607
ERRI DWI SETYAWAN
16 Januari 2018
Rp 200.105
Hamba Allah
17 Januari 2018
Rp 20.654
Asty kartika
17 Januari 2018
Rp 200.495
Angger Rahmanto
14 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 100.645
Aisy nur eskari
18 Januari 2018
Rp 200.422
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 50.432
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 50.928
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 300.393
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 1.111.359
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 300.000
Angger Rahmanto
7 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 300.000
Angger Rahmanto
22 Januari 2018
Rp 50.000
Satria Yanuar Akbar
23 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 200.164
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 20.689
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 10.592
Wibi wimala
24 Januari 2018
Rp 40.768
Hamba Allah
24 Januari 2018
Rp 50.732
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 49.936
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 300.000
Muhammad Akbar Amiruddin
25 Januari 2018
Rp 100.430
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 150.915
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 108.566
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 50.298
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 150.190
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 25.236
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 500.723
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 50.868
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 50.910
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 100.896
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 100.212
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 50.839
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 20.996
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 100.000
Rekha maharani
1 Februari 2018
Rp 200.223
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 100.435
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 300.000
Bayu
1 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 500.212
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 25.433
Handi Rai Pamungkas
2 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 165.272
Eko Fitriandri
2 Februari 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 100.778
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 15.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 50.292
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 250.583
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 20.305
jabbar
3 Februari 2018
Rp 100.350
Hamba Allah
4 Februari 2018
Rp 250.744
Hamba Allah
4 Februari 2018
Rp 507.787
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 160.695
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 50.115
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 50.318
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 150.847
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 200.618
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 50.397
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 90.952
Aji Saputro
5 Februari 2018
Rp 100.000
Yana Heryana
5 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 50.399
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 20.487
Risna Nur Anita
2 Februari 2018
Rp 100.000
Tri Kurniawan
2 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
9 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
9 Februari 2018
Rp 100.703
Handi Rai Pamungkas
9 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 250.942
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 14.322
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
13 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
13 Februari 2018
Rp 10.727
Hamba Allah
14 Februari 2018
Rp 300.769
Hamba Allah
15 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
15 Februari 2018
Rp 50.975
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 20.435
Hamba Allah
17 Februari 2018
Rp 1.000.317
Hamba Allah
17 Februari 2018
Rp 100.380
Hamba Allah
18 Februari 2018
Rp 200.866
Hamba Allah
18 Februari 2018
Rp 300.000
Handi Rai Pamungkas
19 Februari 2018
Rp 30.000
Fitri Yanti
19 Februari 2018
Rp 16.000
Hamba Allah
21 Februari 2018
Rp 300.000
Aldy izarghalib
21 Februari 2018
Rp 50.362
Hamba Allah
23 Februari 2018
Rp 50.815
Muhammad Darryl S
23 Februari 2018
Rp 100.000
erien
24 Februari 2018
Rp 108.939
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 130.882
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 300.000
Lusi Supriyati
24 Februari 2018
Rp 155.000
Fitri Yanti
24 Februari 2018
Rp 15.000
Hamba Allah
25 Februari 2018
Rp 100.450
Hamba Allah
26 Februari 2018
Rp 50.286
Hamba Allah
26 Februari 2018
Rp 50.479
Hamba Allah
26 Februari 2018
Rp 15.440
Hamba Allah
26 Februari 2018
Rp 250.601
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 150.638
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 300.000
Rekha maharani
27 Februari 2018
Rp 200.124
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 12.000
Ade Priyono
28 Februari 2018
Rp 100.877
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 250.810
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 195.000
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 75.718
Rachman firmansyah abdurahman
1 Maret 2018
Rp 300.694
Linggar Dwi Tamala
1 Maret 2018
Rp 50.182
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 50.931
RLW
1 Maret 2018
Rp 105.251
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 100.215
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 100.409
Handi Rai Pamungkas
1 Maret 2018
Rp 80.000
Novita Kristina
2 Maret 2018
Rp 200.162
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 10.574
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 50.935
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 150.420
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 50.875
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 50.946
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 50.410
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 195.000
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 400.237
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 100.859
Yulia Sari
1 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 300.000
Fitri Yanti
2 Maret 2018
Rp 17.000
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 15.597
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 150.839
Nugroho Adityo
4 Maret 2018
Rp 165.869
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 90.935
Hani Bassyasy
5 Maret 2018
Rp 100.402
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 50.390
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 100.644
Hamba Allah
6 Maret 2018
Rp 100.700
Hamba Allah
6 Maret 2018
Rp 98.548
Hamba Allah
7 Maret 2018
Rp 150.936
Nita Yustina
7 Maret 2018
Rp 100.850
Yana Heryana
7 Maret 2018
Rp 50.000
Fitri Yanti
7 Maret 2018
Rp 30.000
Priatna Nugraha
4 Maret 2018
Rp 100.000
Harry A Zulhadji
7 Maret 2018
Rp 10.000
Vicka Cassandra
8 Maret 2018
Rp 100.300
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 300.136
Ibrahim Galih Akbar
9 Maret 2018
Rp 100.000
Gita Novera Hapsari
9 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
9 Maret 2018
Rp 195.000
Hamba Allah
10 Maret 2018
Rp 1.000.536
Aji Saputro
10 Maret 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
11 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
11 Maret 2018
Rp 42.815
Hamba Allah
11 Maret 2018
Rp 50.434
Hamba Allah
12 Maret 2018
Rp 200.256
Gita Novera Hapsari
12 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
13 Maret 2018
Rp 5.000.222
AVI ANGGRI AWAN
13 Maret 2018
Rp 10.926
Hamba Allah
14 Maret 2018
Rp 300.000
Lusi Supriyati
14 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
14 Maret 2018
Rp 100.115
Hamba Allah
15 Maret 2018
Rp 20.811
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 100.730
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 500.786
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 100.509
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 35.140
Handi Rai Pamungkas
17 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
17 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
19 Maret 2018
Rp 50.777
Ibrahim Galih Akbar
16 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 194.351
Hamba Allah
21 Maret 2018
Rp 100.613
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 50.106
Hamba Allah
21 Maret 2018
Rp 100.285
Fitri Yanti
21 Maret 2018
Rp 16.000
INDRA PINANDITA
21 Maret 2018
Rp 10.000
Yuana Wati
20 Maret 2018
Rp 250.479
Hamba Allah
21 Maret 2018
Rp 35.678
Hamba Allah
21 Maret 2018
Rp 500.279
Hamba Allah
22 Maret 2018
Rp 50.245
INDRA PINANDITA
22 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
22 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 50.930
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 100.000
INDRA PINANDITA
23 Maret 2018
Rp 10.000
Retno Astriyani
23 Maret 2018
Rp 150.000
Gita Novera Hapsari
22 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 40.790
Muhammad Akbar Amiruddin
23 Maret 2018
Rp 150.305
Isna Latif
23 Maret 2018
Rp 500.533
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 50.778
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 113.264
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 200.989
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 200.820
Ahmad Fahmi Syam
23 Maret 2018
Rp 300.000
INDRA PINANDITA
25 Maret 2018
Rp 10.000
Lusi Supriyati
24 Maret 2018
Rp 165.000
Pitu Wulandari
24 Maret 2018
Rp 1.000.000
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 50.395
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 250.145
Khoirul Rifai
26 Maret 2018
Rp 50.000
INDRA PINANDITA
26 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 50.559
wisnu wage
26 Maret 2018
Rp 1.000.430
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 300.975
Adi Wibowo
26 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 500.205
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 150.721
INDRA PINANDITA
24 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 150.323
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 95.000
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 10.154
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.490
Team budi
28 Maret 2018
Rp 6.000.410
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 200.378
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.295
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.413
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 50.825
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 200.533
INDRA PINANDITA
29 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 300.000
Madya Wibisana
29 Maret 2018
Rp 500.565
INDRA PINANDITA
28 Maret 2018
Rp 10.000
Reynaldi Ramadhana
28 Maret 2018
Rp 125.000
Heri Kiswanto
28 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 200.388
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 50.483
Rekha maharani
29 Maret 2018
Rp 200.538
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 150.959
INDRA PINANDITA
31 Maret 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
27 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 50.863
Ibrahim Galih Akbar
31 Maret 2018
Rp 50.000
Gita Novera Hapsari
30 Maret 2018
Rp 10.000
Ade Homsah Ramadhan
31 Maret 2018
Rp 200.000
INDRA PINANDITA
31 Maret 2018
Rp 10.000
Wibi wimala
31 Maret 2018
Rp 10.329
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 100.955
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 50.858
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 500.684
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 150.794
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 150.873
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 150.365
Furqon Yoga Setiawan
31 Maret 2018
Rp 10.873
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 50.901
Rizky Trianti
2 April 2018
Rp 50.578
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 100.501
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 50.566
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 100.381
Fitri Yanti
3 April 2018
Rp 18.000
INDRA PINANDITA
3 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 90.207
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 350.841
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 10.978
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 50.156
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 1.000.502
Hamba Allah
1 April 2018
Rp 300.000
INDRA PINANDITA
1 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
2 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
2 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 50.453
INDRA PINANDITA
4 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 10.202
INDRA PINANDITA
5 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
5 April 2018
Rp 100.841
Aji Saputro
3 April 2018
Rp 100.000
Gita Novera Hapsari
3 April 2018
Rp 10.000
Ragil Bagus Wicaksono
5 April 2018
Rp 160.000
INDRA PINANDITA
6 April 2018
Rp 10.000
Handi Rai Pamungkas
6 April 2018
Rp 50.000
Anita Maulida
5 April 2018
Rp 10.000
Furqon Yoga Setiawan
5 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 150.349
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 50.313
INDRA PINANDITA
7 April 2018
Rp 10.000
Furqon Yoga Setiawan
7 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 50.949
sukma
9 April 2018
Rp 50.473
IRSAN JAELANI
8 April 2018
Rp 100.821
Wibi wimala
8 April 2018
Rp 10.414
Hamba Allah
8 April 2018
Rp 100.844
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 200.365
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 350.675
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 400.771
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 300.000
Furqon Yoga Setiawan
7 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
8 April 2018
Rp 10.000
Abdurahman Falahuddin
8 April 2018
Rp 175.000
Furqon Yoga Setiawan
8 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
10 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
10 April 2018
Rp 300.000
Heri Herdian P
10 April 2018
Rp 50.901
Aris Anwar Hadinata
10 April 2018
Rp 100.395
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 50.858
INDRA PINANDITA
9 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 100.213
Furqon Yoga Setiawan
10 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
11 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 50.936
Tri Kurniawan
11 April 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
12 April 2018
Rp 50.896
Hamba Allah
12 April 2018
Rp 100.504
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 300.000
Gita Novera Hapsari
12 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
12 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
13 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 500.993
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 50.395
Edra Putri A.
13 April 2018
Rp 100.387
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 250.212
Anggrek
14 April 2018
Rp 50.969
Hamba Allah
14 April 2018
Rp 50.275
Hamba Allah
14 April 2018
Rp 100.355
Hamba Allah
14 April 2018
Rp 30.375
Hamba Allah
15 April 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
16 April 2018
Rp 300.000
INDRA PINANDITA
14 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
15 April 2018
Rp 10.000
Nuning Ambar Ningrum
15 April 2018
Rp 400.000
INDRA PINANDITA
16 April 2018
Rp 10.000
Furqon Yoga Setiawan
16 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
17 April 2018
Rp 100.540
INDRA PINANDITA
17 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
17 April 2018
Rp 50.987
Fitri Yanti
18 April 2018
Rp 19.000
INDRA PINANDITA
18 April 2018
Rp 10.000
Cresna Ponthy
18 April 2018
Rp 1.350.000
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 100.946
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 10.242
Rizal izmi ksw
18 April 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 10.541
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 250.827
INDRA PINANDITA
19 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 300.000
BagusHaryanto
19 April 2018
Rp 300.496
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 50.573
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 110.000
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 50.452
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 100.159
Hamba Allah
21 April 2018
Rp 14.705
INDRA PINANDITA
20 April 2018
Rp 10.000
Lisa Laila Kissuarini
20 April 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
22 April 2018
Rp 300.000
INDRA PINANDITA
23 April 2018
Rp 10.000
Lisa Laila Kissuarini
13 April 2018
Rp 100.000
INDRA PINANDITA
21 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
22 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
24 April 2018
Rp 10.979
Bremi pertiwi
25 April 2018
Rp 100.340
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 10.411
INDRA PINANDITA
25 April 2018
Rp 10.000
Gita Novera Hapsari
25 April 2018
Rp 10.000
Lusi Supriyati
25 April 2018
Rp 150.000
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 300.000
INDRA PINANDITA
24 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 100.545
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 10.834
Darwin Kianto
26 April 2018
Rp 15.000
Indra Pinandita
26 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 10.669
Lidya Margaretha (Annisa Alfiona)
26 April 2018
Rp 150.000
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 50.857
Arsya Annisa
25 April 2018
Rp 100.000
Rizki Oky Ari Satrio
26 April 2018
Rp 125.000
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 10.507
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 350.574
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 500.794
Handi Rai Pamungkas
27 April 2018
Rp 30.000
INDRA PINANDITA
27 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 100.109
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 200.764
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 10.938
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 25.834
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 5.000.562
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 10.942
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 100.268
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 50.356
Arifatul Ilmi
27 April 2018
Rp 100.575
Hamba Allah
28 April 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
28 April 2018
Rp 10.954
Hadi Prasetyo
29 April 2018
Rp 800.485
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 100.819
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 10.164
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 150.264
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 300.422
INDRA PINANDITA
28 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
29 April 2018
Rp 10.000
Fitri Yanti
29 April 2018
Rp 15.000
Hendra Chaya Yulian
27 April 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 50.629
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 10.805
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 10.943
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 10.632
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 10.543
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 10.881
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 10.501
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 100.480
Indra Bayu Kamajaya
30 April 2018
Rp 200.642
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 50.750
Rekha maharani
30 April 2018
Rp 200.568
Hamba Allah
1 Mei 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
1 Mei 2018
Rp 24.208
Hamba Allah
1 Mei 2018
Rp 100.506
Hamba Allah
2 Mei 2018
Rp 10.297
AM_Corps
2 Mei 2018
Rp 10.388
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 100.000
INDRA PINANDITA
30 April 2018
Rp 10.000
Aji Saputro
2 Mei 2018
Rp 100.000
INDRA PINANDITA
1 Mei 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
2 Mei 2018
Rp 10.000
Handi Rai Pamungkas
2 Mei 2018
Rp 70.000
Indri Handriyani
2 Mei 2018
Rp 50.000
Anita Maulida
2 Mei 2018
Rp 10.000
Angger Rahmanto
2 Mei 2018
Rp 50.000
Hagiar Adhitama
2 Mei 2018
Rp 150.000
Tri Kurniawan
3 Mei 2018
Rp 50.000
INDRA PINANDITA
3 Mei 2018
Rp 10.000
Bagus wanda habibullah
3 Mei 2018
Rp 500.954
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 250.578
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 50.763
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 50.164
Safitri Nur Rahmi
3 Mei 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 100.936
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 900.570
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 200.777
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 90.789
Bambang Irawan
4 Mei 2018
Rp 50.518
AM_Corps
4 Mei 2018
Rp 20.488
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 10.375
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 50.938
Lisa Laila Kissuarini
4 Mei 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 200.957
Hamba Allah
5 Mei 2018
Rp 50.934
Statuskim
4 Mei 2018
Rp 600.679
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 50.616
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 1.000.487
Hamba Allah
5 Mei 2018
Rp 10.160
Yana Heryana
5 Mei 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
6 Mei 2018
Rp 250.760
Hamba Allah
6 Mei 2018
Rp 500.851
Hamba Allah
6 Mei 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 50.573
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 300.824
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 100.000
Handi Rai Pamungkas
7 Mei 2018
Rp 50.000
Gita Novera Hapsari
8 Mei 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
8 Mei 2018
Rp 10.000
Handi Rai Pamungkas
8 Mei 2018
Rp 40.000
Rahman Firmansyah
8 Mei 2018
Rp 25.000
INDRA PINANDITA
9 Mei 2018
Rp 10.000
Anggreni
9 Mei 2018
Rp 50.669
Hamba Allah
9 Mei 2018
Rp 160.719
Deasy Mutiara Putri
6 Mei 2018
Rp 100.600
Mega Giantini
4 Mei 2018
Rp 30.000
Cika Irlia Azzahra
4 Mei 2018
Rp 100.000
Darwin Kianto
3 Mei 2018
Rp 15.000
Gita Novera Hapsari
3 Mei 2018
Rp 10.000
Lusi Supriyati
4 Mei 2018
Rp 15.000
INDRA PINANDITA
10 Mei 2018
Rp 10.000
Ismail Ramud
10 Mei 2018
Rp 50.000
Rachma Utami Fauzi
10 Mei 2018
Rp 36.000
INDRA PINANDITA
11 Mei 2018
Rp 10.000
Darwin Kianto
11 Mei 2018
Rp 17.000
INDRA PINANDITA
4 Mei 2018
Rp 10.000
Lisa Laila Kissuarini
11 Mei 2018
Rp 150.000
Hamba Allah
11 Mei 2018
Rp 780.114
Hamba Allah
12 Mei 2018
Rp 100.343
Cika Irlia Azzahra
11 Mei 2018
Rp 100.000
INDRA PINANDITA
12 Mei 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
14 Mei 2018
Rp 15.177
Hamba Allah
14 Mei 2018
Rp 10.768
Handi Rai Pamungkas
15 Mei 2018
Rp 30.000
Hamba Allah
16 Mei 2018
Rp 10.510
SUMIAH
16 Mei 2018
Rp 200.234
Hamba Allah
16 Mei 2018
Rp 1.100.000
Hamba Allah
16 Mei 2018
Rp 28.574
Hamba Allah
16 Mei 2018
Rp 100.922
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 300.792
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 400.768
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 10.210
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 200.399
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 10.813
AVI ANGGRI AWAN
17 Mei 2018
Rp 10.474
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 200.745
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 50.187
Darwin Kianto
18 Mei 2018
Rp 17.000
AM_Corps
18 Mei 2018
Rp 50.716
Hamba Allah
18 Mei 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
18 Mei 2018
Rp 50.250
Hamba Allah
19 Mei 2018
Rp 10.494
Hamba allah
19 Mei 2018
Rp 100.221
Hamba Allah
19 Mei 2018
Rp 100.823
Hamba Allah
19 Mei 2018
Rp 50.571
Hamba Allah
19 Mei 2018
Rp 50.898
Hamba Allah
20 Mei 2018
Rp 50.379
Hamba Allah
20 Mei 2018
Rp 25.894
Hamba Allah
21 Mei 2018
Rp 38.107
Hamba Allah
21 Mei 2018
Rp 10.572

Total muzaki : 554 orang