Detail Layanan

infaq/sedekah terikat

Kifarat

Dana Terhimpun : Rp 151.175


Rp


UPDATE LAPORAN TERBARU
24 Januari 2018

Tingkatkan Hafalan Alquran, Anak Asuh Saling Bimbing

Lelahnya tak pernah ada keluh. Bergantian dan bersuara merdu. Lantunan ayat suci Alquran menggema mengiringi hujan menjelang adzan magrib. Lelah usai sekolah tidak menjadi hambatan yang berarti. Mereka terus bersua dan berbagi ilmu menunggu kumandang adzan di masjid tidak jauh dari Asrama Rumah Yatim Cinere, Jalan Karang Tengah No. 9, Jakarta Selatan.

Sore itu, langit Jakarta kurang bersahabat. Hujan mengguyur setiap sudut kota yang gemerlap. Di sudut lain, ada suara merdu, sayu dan menyejukan sanubari. Suara itu beradu dengan derasnya hujan yang mengguyur Ibu Kota. Ayat demi ayat di baca dengan fasih. Menutup dan membuka kitab suci Alquran hanya untuk memastikan bacaan mereka benar adanya.

Suasana itulah, yang selalu terasa hangat walau hujan mengguyur atap asrama. Kepala Asrama, Imanudin menuturkan, setiap harinya anak asuh tetap semangat membaca dan menghafal Alquran. Walaupun terkadang ada di antara mereka kelelahan karena jadwal sekolah yang seharian.

"Alhamdulillah masih tetap semangat dengan adanya full day school juga," ungkap Imanudin, kepada jurnalis Rumah Yatim, Selasa (23/1) sore.

Namun, ada yang berbeda dengan hafalan pada umumnya. Di Asrama Cinere, anak asuh yang lebih dewasa membimbing anak asuh yang usianya lebih muda. Hal ini, untuk menghafal dan mengulang bacaan ayat Alquran. Metode itulah yang selalu diterapkan oleh Imanudin, agar mereka bisa saling bertanggung jawab satu sama lain.

"Bukan hanya ini saja (hafalan Alquran), tetapi semua kegiatan satu sama lain ada penanggung jawabnya," jelas Imanudin.

Bahkan, dengan cara ini terbukti tingkat hafalan anak asuh Cinere bisa terasa lebih ringan. Karena, mereka tidak merasa canggung untuk setoran ayat ke sesama anak asuh lainnya. Akan tetapi tetap, anak asuh yang lebih dewasa pula harus menyetorkan hafalannya langsung kepada Kepala Asrama.

"Saling bergantian, sehingga nantinya akan kelihatan siapa yang efektif dalam membimbing. Serta, setiap bulannya pun di tukar satu sama lain," paparnya.

Semenjak kedatangan Imanudin kurang lebih setahun yang lalu. Metode ini dirasa efektif untuk meningkatkan hafalan ayat Alquran. Imanudin pula tetap memantau perkembangan anak asuhnya. Walaupun mereka dibimbing oleh sesama anak asuh yang lainnya.


Deskripsi Layanan


Kafarat adalah suatu cara pengganti untuk menebus kesalahan (dosa) yang dilakukan secara sengaja. Kafarat Berasal dari kata dasar kafara (menutupi sesuatu). Merupakan sebuah denda yang wajib ditunaikan yang disebabkan oleh suatu perbuatan dosa, yang bertujuan menutup dosa tersebut sehingga tidak ada lagi pengaruh dosa yang ia perbuat, baik di dunia maupun di akhirat.

A. MELANGGAR SUMPAH (Atas Nama Alloh)

Allah berfirman,

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja.” (Q.s. Al-Maidah: 89)

Makna: “…sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah)…” sebagaimana penjelasan A’isyah adalah kebiasaan orang arab yang mengucapkan “wallaahi…” (demi Allah), namun maksud mereka bukan untuk bersumpah.

Berdasarkan ayat di atas, orang yang bersumpah untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu, dan dia serius dalam sumpahnya, kemudian dia melanggar sumpahnya maka dia berdosa. Untuk menebus dosanya, dia harus membayar kaffarah.

Bentuk kaffarah sumpah telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya,

 “Kaffarahnya adalah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu langgar. ”(Q.s. Al-Maidah: 89)

Berdasarkan ayat di atas, kaffarah sumpah ada 4:

1. Memberi makan 10 Fakir miskin

Memberi makan di sini adalah makanan siap saji, lengkap dengan lauk-pauknya. Hanya saja, tidak diketahui adanya dalil yang menjelaskan batasan makanan yang dimaksudkan selain pernyataan di ayat tersebut: “makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu”.

2. Memberi Pakaian kepada 10 Fakir Miskin

Ulama berselisih pendapat tentang batasan pakaian yang dimaksud. Pendapat Imam Malik dan Imam Ahmad bahwa batas pakaian yang dimaksudkan adalah yang bisa digunakan untuk shalat. Karena itu, harus terdiri dari atasan dan bawahan. Dan tidak boleh hanya peci saja atau jilbab saja.

Karena ini belum bisa disebut pakaian,Mayoritas ulama berpendapat bahwa orang miskin yang berhak menerima dua bentuk kafarah diatas hanya orang miskin yang muslim

3. Membebaskan Budak

Keterangan: Tiga jenis kaffarah di atas, boleh memilih salah satu. Jika tidak mampu untuk melakukan salah satu di antara tiga di atas maka beralih pada kaffarah keempat,

4. Berpuasa selama 3 hari

Pilihan yang keempat ini hanya dibolehkan jika tidak sanggup melakukan salah satu diantara tiga pilihan sebelumnya. Apakah puasanya harus berturut-turut? Ayat di atas tidak memberikan batasan. Hanya saja, madzhab hanafiyah dan hambali mempersyaratkan harus berturut-turut. Pendapat yang kuat dalam masalah ini, boleh tidak berturut-turut, dan dikerjakan semampunya.

B. MELANGGAR LARANGAN SHAUM RAMADHAN

Berdasarkan hadist shahih dari Abu Hurairah ada 3 pilihan jenis kafarat yang disesuaikan dengan kemampuan orang yang akan menjalankan kafarat itu sendiri yaitu ;

  • memerdekakan budak,
  • Berpuasa 2 bulan berturut-turut, dan
  • Memberi makan 60 orang miskin

Dari Abu Hurairah ra, Seorang lelaki datang menemui Nabi saw. dan berkata: Celaka saya, wahai Rasulullah. Beliau bertanya: Apa yang membuat engkau celaka? Lelaki itu menjawab: Saya telah bersetubuh dengan istri saya di siang hari bulan Ramadan. Beliau bertanya: Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memerdekakan seorang budak? Ia menjawab: Tidak punya. Beliau bertanya: Mampukah engkau berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: Tidak mampu. Beliau bertanya lagi: Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memberi makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: Tidak punya. Kemudian ia duduk menunggu sebentar. Lalu Rasulullah saw. memberikan sekeranjang kurma kepadanya sambil bersabda: Sedekahkan lah ini. Lelaki tadi bertanya: Tentunya aku harus menyedekahkannya kepada orang yang paling miskin di antara kita, sedangkan di daerah ini, tidak ada keluarga yang paling memerlukannya selain dari kami. Maka Rasulullah saw. pun tertawa sampai kelihatan salah satu bagian giginya. Kemudian beliau bersabda: Pulanglah dan berikan makan keluargamu (Muttafaq ‘alaih)

1. Memerdekakan Budak

Opsi ini sangat sulit dilakukan, di samping biaya menebus seorang budak sangat mahal juga perbudakan sekarang sudah tidak ada di sekitar kita. Kalau parameter harga budaknya sama dengan yang dikeluarkan oleh Abu Bakar Ash-Shidiq dalam membebaskan bilal bin Rabbah ra orang yang tak punya harta jelas tidak sanggup melaksanakannya.

Abu Bakar As-Shidiq ra Sewaktu membebaskan Bilal bin Rabah ra, Ia membebaskannya dengan harga 9 uqiah* yang setara dengan Rp. 157.842.000,- (9 x 7,4 x Rp. 2.370.000 ). Pertanyaannya apakah kita punya uang sebanyak itu?

*Konversi = 1 uqiyah = 31,74 gr emas = 7,4 dinar , 1 dinar = 4,25 gr, 1 dinar = Rp 2.370.000 juta  dimana 1 dirham = 1/10 dinar = Rp 237.000

2. Melaksanakan puasa 2 bulan penuh

Melaksanakan puasa 2 bulan berturut-turut

3. Memberikan makan kepada 60 Fakir Miskin

Sejumlah makanan yang biaya ia makan setiap harinya

UPDATE #2
24 Januari 2018

Tingkatkan Hafalan Alquran, Anak Asuh Saling Bimbing

Lelahnya tak pernah ada keluh. Bergantian dan bersuara merdu. Lantunan ayat suci Alquran menggema mengiringi hujan menjelang adzan magrib. Lelah usai sekolah tidak menjadi hambatan yang berarti. Mereka terus bersua dan berbagi ilmu menunggu kumandang adzan di masjid tidak jauh dari Asrama Rumah Yatim Cinere, Jalan Karang Tengah No. 9, Jakarta Selatan.

Sore itu, langit Jakarta kurang bersahabat. Hujan mengguyur setiap sudut kota yang gemerlap. Di sudut lain, ada suara merdu, sayu dan menyejukan sanubari. Suara itu beradu dengan derasnya hujan yang mengguyur Ibu Kota. Ayat demi ayat di baca dengan fasih. Menutup dan membuka kitab suci Alquran hanya untuk memastikan bacaan mereka benar adanya.

Suasana itulah, yang selalu terasa hangat walau hujan mengguyur atap asrama. Kepala Asrama, Imanudin menuturkan, setiap harinya anak asuh tetap semangat membaca dan menghafal Alquran. Walaupun terkadang ada di antara mereka kelelahan karena jadwal sekolah yang seharian.

"Alhamdulillah masih tetap semangat dengan adanya full day school juga," ungkap Imanudin, kepada jurnalis Rumah Yatim, Selasa (23/1) sore.

Namun, ada yang berbeda dengan hafalan pada umumnya. Di Asrama Cinere, anak asuh yang lebih dewasa membimbing anak asuh yang usianya lebih muda. Hal ini, untuk menghafal dan mengulang bacaan ayat Alquran. Metode itulah yang selalu diterapkan oleh Imanudin, agar mereka bisa saling bertanggung jawab satu sama lain.

"Bukan hanya ini saja (hafalan Alquran), tetapi semua kegiatan satu sama lain ada penanggung jawabnya," jelas Imanudin.

Bahkan, dengan cara ini terbukti tingkat hafalan anak asuh Cinere bisa terasa lebih ringan. Karena, mereka tidak merasa canggung untuk setoran ayat ke sesama anak asuh lainnya. Akan tetapi tetap, anak asuh yang lebih dewasa pula harus menyetorkan hafalannya langsung kepada Kepala Asrama.

"Saling bergantian, sehingga nantinya akan kelihatan siapa yang efektif dalam membimbing. Serta, setiap bulannya pun di tukar satu sama lain," paparnya.

Semenjak kedatangan Imanudin kurang lebih setahun yang lalu. Metode ini dirasa efektif untuk meningkatkan hafalan ayat Alquran. Imanudin pula tetap memantau perkembangan anak asuhnya. Walaupun mereka dibimbing oleh sesama anak asuh yang lainnya.

UPDATE #1
11 Januari 2018

Anak Asuh Berlomba Membangunkan Untuk Shalat Malam

Langkah kaki mereka mulai terdengar, ramai saling mengetuk kamar dan membangunkan satu sama lain. Setiap di sepertiga malam dengan mata sayu setengah sadar mereka bergegas untuk ke kamar mandi. Berebut air untuk berwudhu dan bersiap untuk shalat malam.

Hal itulah yang sering dilakukan anak asuh asrama Rumah Yatim Arcamanik, Jalan Golf Timur, Arcamanik, Kota Bandung. Setiap malam anak-anak saling mengingatkan satu sama lain untuk bersiap mengerjakan shalat sunah tahajud. Selain itu, di Asrama Arcamanik sudah ada jadwal khusus setiap malamnya untuk membangunkan rekannya yang lain.

"Jadi tiap hari itu anak-anak giliran mendapatkan jadwal membangunkan," ungkap Azizah, pengasuh asrama.

Jadwal memang bukan menjadi aturan baku, kata Azizah, antusias anak asuhnya yang besar membuat siapapun berlomba untuk membangunkan. Namun, jadwal tersebut digunakan sebagai dasar untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab pada anak-anak. Sehingga anak asuhnya peduli terhadap saudaranya.

"Rasa peduli terhadap saudaranya, serta untuk membuat anak disiplin," paparnya.

Ia menambahkan, dirinya selalu menanamkan pemahaman pada anak tentang mengingatkan kebaikan kepada sesama. Sehingga, anak asuhnya selalu berlomba dalam mengingatkan untuk melaksanakan shalat malam. 

"Alhamdulillah anak-anak paham dengan arahan itu. Terlebih rasa care pada anak yang lebih saya tekankan di sini," jelasnya.

Setiap bulan, anak asuhnya diberikan reward. Reward ini merupakan bentuk apreasiasi kepada anak asuhnya yang selalu tekun dalam bangun malam dan melaksanakan shalat malam. Sehingga, tambah Azizah, anak-anak tetap bersemangat dalam menjalankan aktivitas.

"Ceklis tahajud pertama, untuk ceklis itu di akumulasikan setiap satu bulan sekali, dan itu sepaket dengan shalat dhuha. Alhamdulillah ada rewardnya," ujar Azizah.


Bangunlah untuk melaksanakan shalat di gelapnya malam ketika semua orang sedang tertidur, dan lihatlah bagaimana jalan yang kau tempuh menyala dan kehidupanmu mulai bersinar.

#SemangatShodaqohUntukSempurnakanIbadah

Tanggal Nominal
Hamba Allah
15 Desember 2017
Rp 50.302
Hamba Allah
10 Januari 2018
Rp 100.873

Total muzaki : 2 orang