Detail Layanan

infaq/sedekah terikat

Kifarat

Dana Terhimpun : Rp 5.169.382


Rp


UPDATE LAPORAN TERBARU
16 April 2018

Masyarakat Bubulak Bogor Dapat Bantuan Sembako Rumah Yatim

Puluhan mustahik di sekitaran Kantor Kas Rumah Yatim Cabang Bubulak Bogor mendapatkan bantuan paket sembako. Kegiatan yang berlasung di Kantor Kas Bubulak Bogor, Jalan Raya KH. Abdullah Bin Nuh No. 89, Sabtu (14/4). Kegiatan ini, merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat prasejahtera.

Menurut relawan Rumah Yatim, Nurul Fitri, pada kesempatan tersebut sebanyak 50 orang menerima bantuan paket sembako. Seluruh penerima merupakan masyarakat yang tinggal di sekitaran Kantor Kas Bubulak Bogor. Pembagian tersebut, kata dia, dilakukan pada sore hari. Namun, antusias masyarakat sangat besar.

"Masyarakat sangat antusias dengan pembagian sembako gratis tersebut dan datang tepat pada waktu yang sudah di tentukan pukul 16:00 WIB," tulisnya, kepada jurnalis Rumah Yatim melalui pesan singkat WhatsApp.

Nurul berharap, dengan bantuan sembako yang diberikan Rumah Yatim ini, bisa memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Khususnya, kata dia, bagi mereka yang tinggal tidak jauh dari kantor kas Rumah Yatim. Sehingga, keberadaan Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan dampak positif. "Agar masyarakat setempat merasakan keberadaan kantor kas Rumah Yatim," paparnya.

Ke depannya, sambung Nurul, akan ada program lanjutan untuk kegiatan tersebut. Program yang akan diberikan merupakan kegiatan yang berbeda bagi masyarakat. Serta, kata dia, untuk penerima manfaatnya pula akan berganti. Hal ini, guna memberikan pemerataan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.


Deskripsi Layanan


Kafarat adalah suatu cara pengganti untuk menebus kesalahan (dosa) yang dilakukan secara sengaja. Kafarat Berasal dari kata dasar kafara (menutupi sesuatu). Merupakan sebuah denda yang wajib ditunaikan yang disebabkan oleh suatu perbuatan dosa, yang bertujuan menutup dosa tersebut sehingga tidak ada lagi pengaruh dosa yang ia perbuat, baik di dunia maupun di akhirat.

A. MELANGGAR SUMPAH (Atas Nama Alloh)

Allah berfirman,

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja.” (Q.s. Al-Maidah: 89)

Makna: “…sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah)…” sebagaimana penjelasan A’isyah adalah kebiasaan orang arab yang mengucapkan “wallaahi…” (demi Allah), namun maksud mereka bukan untuk bersumpah.

Berdasarkan ayat di atas, orang yang bersumpah untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu, dan dia serius dalam sumpahnya, kemudian dia melanggar sumpahnya maka dia berdosa. Untuk menebus dosanya, dia harus membayar kaffarah.

Bentuk kaffarah sumpah telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya,

 “Kaffarahnya adalah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu langgar. ”(Q.s. Al-Maidah: 89)

Berdasarkan ayat di atas, kaffarah sumpah ada 4:

1. Memberi makan 10 Fakir miskin

Memberi makan di sini adalah makanan siap saji, lengkap dengan lauk-pauknya. Hanya saja, tidak diketahui adanya dalil yang menjelaskan batasan makanan yang dimaksudkan selain pernyataan di ayat tersebut: “makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu”.

2. Memberi Pakaian kepada 10 Fakir Miskin

Ulama berselisih pendapat tentang batasan pakaian yang dimaksud. Pendapat Imam Malik dan Imam Ahmad bahwa batas pakaian yang dimaksudkan adalah yang bisa digunakan untuk shalat. Karena itu, harus terdiri dari atasan dan bawahan. Dan tidak boleh hanya peci saja atau jilbab saja.

Karena ini belum bisa disebut pakaian,Mayoritas ulama berpendapat bahwa orang miskin yang berhak menerima dua bentuk kafarah diatas hanya orang miskin yang muslim

3. Membebaskan Budak

Keterangan: Tiga jenis kaffarah di atas, boleh memilih salah satu. Jika tidak mampu untuk melakukan salah satu di antara tiga di atas maka beralih pada kaffarah keempat,

4. Berpuasa selama 3 hari

Pilihan yang keempat ini hanya dibolehkan jika tidak sanggup melakukan salah satu diantara tiga pilihan sebelumnya. Apakah puasanya harus berturut-turut? Ayat di atas tidak memberikan batasan. Hanya saja, madzhab hanafiyah dan hambali mempersyaratkan harus berturut-turut. Pendapat yang kuat dalam masalah ini, boleh tidak berturut-turut, dan dikerjakan semampunya.

B. MELANGGAR LARANGAN SHAUM RAMADHAN

Berdasarkan hadist shahih dari Abu Hurairah ada 3 pilihan jenis kafarat yang disesuaikan dengan kemampuan orang yang akan menjalankan kafarat itu sendiri yaitu ;

  • memerdekakan budak,
  • Berpuasa 2 bulan berturut-turut, dan
  • Memberi makan 60 orang miskin

Dari Abu Hurairah ra, Seorang lelaki datang menemui Nabi saw. dan berkata: Celaka saya, wahai Rasulullah. Beliau bertanya: Apa yang membuat engkau celaka? Lelaki itu menjawab: Saya telah bersetubuh dengan istri saya di siang hari bulan Ramadan. Beliau bertanya: Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memerdekakan seorang budak? Ia menjawab: Tidak punya. Beliau bertanya: Mampukah engkau berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: Tidak mampu. Beliau bertanya lagi: Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memberi makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: Tidak punya. Kemudian ia duduk menunggu sebentar. Lalu Rasulullah saw. memberikan sekeranjang kurma kepadanya sambil bersabda: Sedekahkan lah ini. Lelaki tadi bertanya: Tentunya aku harus menyedekahkannya kepada orang yang paling miskin di antara kita, sedangkan di daerah ini, tidak ada keluarga yang paling memerlukannya selain dari kami. Maka Rasulullah saw. pun tertawa sampai kelihatan salah satu bagian giginya. Kemudian beliau bersabda: Pulanglah dan berikan makan keluargamu (Muttafaq ‘alaih)

1. Memerdekakan Budak

Opsi ini sangat sulit dilakukan, di samping biaya menebus seorang budak sangat mahal juga perbudakan sekarang sudah tidak ada di sekitar kita. Kalau parameter harga budaknya sama dengan yang dikeluarkan oleh Abu Bakar Ash-Shidiq dalam membebaskan bilal bin Rabbah ra orang yang tak punya harta jelas tidak sanggup melaksanakannya.

Abu Bakar As-Shidiq ra Sewaktu membebaskan Bilal bin Rabah ra, Ia membebaskannya dengan harga 9 uqiah* yang setara dengan Rp. 157.842.000,- (9 x 7,4 x Rp. 2.370.000 ). Pertanyaannya apakah kita punya uang sebanyak itu?

*Konversi = 1 uqiyah = 31,74 gr emas = 7,4 dinar , 1 dinar = 4,25 gr, 1 dinar = Rp 2.370.000 juta  dimana 1 dirham = 1/10 dinar = Rp 237.000

2. Melaksanakan puasa 2 bulan penuh

Melaksanakan puasa 2 bulan berturut-turut

3. Memberikan makan kepada 60 Fakir Miskin

Sejumlah makanan yang biaya ia makan setiap harinya

UPDATE #7
16 April 2018

Masyarakat Bubulak Bogor Dapat Bantuan Sembako Rumah Yatim

Puluhan mustahik di sekitaran Kantor Kas Rumah Yatim Cabang Bubulak Bogor mendapatkan bantuan paket sembako. Kegiatan yang berlasung di Kantor Kas Bubulak Bogor, Jalan Raya KH. Abdullah Bin Nuh No. 89, Sabtu (14/4). Kegiatan ini, merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat prasejahtera.

Menurut relawan Rumah Yatim, Nurul Fitri, pada kesempatan tersebut sebanyak 50 orang menerima bantuan paket sembako. Seluruh penerima merupakan masyarakat yang tinggal di sekitaran Kantor Kas Bubulak Bogor. Pembagian tersebut, kata dia, dilakukan pada sore hari. Namun, antusias masyarakat sangat besar.

"Masyarakat sangat antusias dengan pembagian sembako gratis tersebut dan datang tepat pada waktu yang sudah di tentukan pukul 16:00 WIB," tulisnya, kepada jurnalis Rumah Yatim melalui pesan singkat WhatsApp.

Nurul berharap, dengan bantuan sembako yang diberikan Rumah Yatim ini, bisa memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Khususnya, kata dia, bagi mereka yang tinggal tidak jauh dari kantor kas Rumah Yatim. Sehingga, keberadaan Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan dampak positif. "Agar masyarakat setempat merasakan keberadaan kantor kas Rumah Yatim," paparnya.

Ke depannya, sambung Nurul, akan ada program lanjutan untuk kegiatan tersebut. Program yang akan diberikan merupakan kegiatan yang berbeda bagi masyarakat. Serta, kata dia, untuk penerima manfaatnya pula akan berganti. Hal ini, guna memberikan pemerataan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.

UPDATE #6
30 Maret 2018

Lansia di RW 23 Antapani Tengah Terima Bantuan Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan peduli sesama kepada lansia di RW 23, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Rabu (28/3). Pemberian bantuan ini merupakan bentuk peduli Rumah Yatim dalam menyejahterakan masyarakat kurang mampu.

Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat Solehudin, sebanyak delapan orang lansia menerima bantuan pada program peduli sesama kali ini. Kedelapan orang penerima, kata dia, merupakan rekomendasi dari Ketua RW, Adan Sujana. Seluruh penerima pula merupakan lansia yang rata-rata tinggal seorang diri. "Bantuan peduli sesama ini ditentukan oleh RW, sehingga tepat sasaran," ujar Solehudin.

Ia menambahkan, kegiatan pemberian bantuan peduli sesama ini diserahkan langsung ke masing-masing tempat tinggal lansia. Hal ini, kata dia, agar Rumah Yatim bisa mengetahui secara langsung kondisi penerima manfaat. Ia pun berharap, bantuan peduli sesama ini bisa memberikan manfaat dan kesenangan bagi para penerima. "Harapannya mudah-mudahan penerima senang dan gembira," ungkapnya.

Selain menyerahkan bantuan peduli sesama kepada lansia di RW 23. Rumah Yatim Area Jawa Barat pula memberikan bantuan mikrofon untuk dipergunakan di dua masjid yang berada di RW 23. 

UPDATE #5
27 Maret 2018

Gizi Buruk Meningkat, Rumah Yatim Beri Susu Formula di Kulonprogo

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo mencatat, ada sebanyak 75 kasus gizi buruk dialami anak-anak berusia di bawah lima tahun (balita) pada 2013 lalu. Angka itu kemudian turun lebih dari 46% hingga menjadi hanya 35 kasus pada 2014. 

Namun, grafiknya ternyata tidak lantas terus menurun pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2015 hanya 24 kasus dan 2016 menjadi 29 kasus, kemudian meningkat menjadi 34 kasus pada  2017.

Penyebabnya bukan karena kondisi kekurangan pangan,melainkan adanya penyakit kronis yang diderita anak. Balita yang mengidap penyakit kronis cenderung kurang nafsu makan sehingga kondisi tubuhnya tidak mendapat asupan gizi yang layak.

Menangani persoalan tersebut, Rumah Yatim yang sebelumnya telah bekerjasama dengan Bebelac menyalurkan 200 dus susu formula kepada 200 balita di wilayah Kulonprogo. Penyaluran ini digelar di SD Jatiroto, Kel. Purwosari, Kec. Girimulyo, Kab. Kulonprogo, Yogyakarta, Minggu (25/3).

 "Alhamdulillah, sebanyak 200 dus susu formula telah kami salurkan kepasa 200 balita yatim dan dhuafa di wilayah Kulonprogo. Semoga apa yang kami berikan ini bisa membantu memenuhi asupan mereka,” ungkap Manajer Rumah Yatim Area Yogyakarta Nur Arifin ketika diwawancarai tim Jurnalis, Senin (26/3).

Ia mengungkapkan, meski sempat dilanda hujan deras, namun hal tersebut tidak melunturkan antusias para ibu dan anaknya untuk hadir ke lokasi penyaluran. Para ibu tersebut, tidak menyangka jika anaknya bisa mendapat bantuan susu dari Rumah Yatim.  

“Kami tidak menyangka bisa mendapat bantuan susu ini, penghasilan kami dari bertani tidak cukup untuk membeli susu ini. Semoga bantuan ini bisa menjadikan anak-anak kami tumbuh sehat, cerdas dan gizinya terpenuhi,” ungkap salah satu ibu penerima bantuan.

Dalam kegiatan tersebut, tampak raut wajah ceria dari para ibu dan balita ketika menerima bantuan. Bahkan ada beberapa balita yang ingin terus mendekap dus susu tersebut.

#PemenuhanGiziYatimdanDhuafa

UPDATE #4
19 Maret 2018

Ngaji One Day One Juz Jadi Ajang Silaturahmi dan Bertukar Cerita

Rumah Yatim Area Yogyakarta jadikan kegiatan mengaji one day one juz sebagai ajang mempererat tali silaturahmi. Kegiatan yang diikuti seluruh pengurus, anak asuh mukim dan karyawan ini digelar setiap Kamis sore sampai malam.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Kaliurang Tosin Koswara, kegiatan ini rutin digelar di asrama putri Monjali.  Adapun kegiatan ini diisi dengan tausiyah dari Manajer Rumah Yatim Area Yogyakarta, berbagi informasi, buka puasa bersama, shalat berjamaah dan mengaji one day one juz. 

Tosin pun mengatakan, hanya di momen tersebut, dirinya bisa bertukar cerita, berbagi informasi dan saling memotivasi dengan anak asuh, pengurus dan karyawan lainnya. 

“Di Rumah Yatim Area Yogyakarta itu ada dua asrama dan satu kantor kas, setiap hari kami yang ditugaskan di tiga tempat tersebut disibukan dengan beberapa tugas yang diemban, sehingga kami jarang sekali bertemu untuk berbagi cerita dan informasi dengan yang lainnya. Alhamdulillah di momen ini kami bisa bertemu, bertukar cerita, saling memotivasi dan saling menyampaikan informasi,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat mempererat ukhuwah antara pengurus, anak asuh mukim dan karyawan Rumah Yatim Area Yogyakarta.

 

UPDATE #3
8 Maret 2018

Terhenti Pembangunannya, Mushola Al Ikhlas Dapat Tandon dari Rumah Yatim

Rumah Yatim Surabaya menyalurkan dana renovasi masjid untuk Mushola Al Ikhlas di Kedung Rukem pada Jumat (2/3). 

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya Agus Kurnia, yang melakukan survei ke tempat tersebut, sudah satu tahun lamanya Mushola Al Ikhlas terhenti pembangunanya. Lantai dua mushola belum terbangun, kondisi penyediaan tempat air juga belum selasai dikerjakan. Hal itu diakibatkan dana swadaya dari masyarakat yang selama ini dikumpulkan sudah habis dan belum terkumpul lagi. Meski begitu, kebutuhan akan masjid di lingkungan ini cukup besar. Banyak jama’ah yang datang untuk melakukan shalat Jumat dan shalat wajib lainnya dengan memanfaatkan lantai satu mushola. 

Pengurus DKM Al Ikhlas Fathurrohman memaparkan, hal yang paling mendesak dibutuhkan untuk pembangunan mushola ini adalah sarana air atau fasilitas untuk wudhu yakni penampungan air atau tandon (torn). 

Berusaha untuk memberikan sesuai keinginan, tim Rumah Yatim pun mencari tandon yang sesuai dengan dana yang disediakan oleh Rumah Yatim. Tapi setelah mencari ke beberapa tempat, harga tandon cukup mahal. Maka agar amanah dari para donatur ini tetap tersalurkan dan sesuai dengan kebutuhan, Rumah Yatim pun memberikan santunan sarana publik itu secara tunai. Dengan harapan nanti pada saat terkumpul, pihak mushola pun memanfaatkan sesuai amanah. “Terima kasih banyak sudah berkunjung dan sudah memberikan bantuan renovasi ini," paparnya.

UPDATE #2
24 Januari 2018

Tingkatkan Hafalan Alquran, Anak Asuh Saling Bimbing

Lelahnya tak pernah ada keluh. Bergantian dan bersuara merdu. Lantunan ayat suci Alquran menggema mengiringi hujan menjelang adzan magrib. Lelah usai sekolah tidak menjadi hambatan yang berarti. Mereka terus bersua dan berbagi ilmu menunggu kumandang adzan di masjid tidak jauh dari Asrama Rumah Yatim Cinere, Jalan Karang Tengah No. 9, Jakarta Selatan.

Sore itu, langit Jakarta kurang bersahabat. Hujan mengguyur setiap sudut kota yang gemerlap. Di sudut lain, ada suara merdu, sayu dan menyejukan sanubari. Suara itu beradu dengan derasnya hujan yang mengguyur Ibu Kota. Ayat demi ayat di baca dengan fasih. Menutup dan membuka kitab suci Alquran hanya untuk memastikan bacaan mereka benar adanya.

Suasana itulah, yang selalu terasa hangat walau hujan mengguyur atap asrama. Kepala Asrama, Imanudin menuturkan, setiap harinya anak asuh tetap semangat membaca dan menghafal Alquran. Walaupun terkadang ada di antara mereka kelelahan karena jadwal sekolah yang seharian.

"Alhamdulillah masih tetap semangat dengan adanya full day school juga," ungkap Imanudin, kepada jurnalis Rumah Yatim, Selasa (23/1) sore.

Namun, ada yang berbeda dengan hafalan pada umumnya. Di Asrama Cinere, anak asuh yang lebih dewasa membimbing anak asuh yang usianya lebih muda. Hal ini, untuk menghafal dan mengulang bacaan ayat Alquran. Metode itulah yang selalu diterapkan oleh Imanudin, agar mereka bisa saling bertanggung jawab satu sama lain.

"Bukan hanya ini saja (hafalan Alquran), tetapi semua kegiatan satu sama lain ada penanggung jawabnya," jelas Imanudin.

Bahkan, dengan cara ini terbukti tingkat hafalan anak asuh Cinere bisa terasa lebih ringan. Karena, mereka tidak merasa canggung untuk setoran ayat ke sesama anak asuh lainnya. Akan tetapi tetap, anak asuh yang lebih dewasa pula harus menyetorkan hafalannya langsung kepada Kepala Asrama.

"Saling bergantian, sehingga nantinya akan kelihatan siapa yang efektif dalam membimbing. Serta, setiap bulannya pun di tukar satu sama lain," paparnya.

Semenjak kedatangan Imanudin kurang lebih setahun yang lalu. Metode ini dirasa efektif untuk meningkatkan hafalan ayat Alquran. Imanudin pula tetap memantau perkembangan anak asuhnya. Walaupun mereka dibimbing oleh sesama anak asuh yang lainnya.

UPDATE #1
11 Januari 2018

Anak Asuh Berlomba Membangunkan Untuk Shalat Malam

Langkah kaki mereka mulai terdengar, ramai saling mengetuk kamar dan membangunkan satu sama lain. Setiap di sepertiga malam dengan mata sayu setengah sadar mereka bergegas untuk ke kamar mandi. Berebut air untuk berwudhu dan bersiap untuk shalat malam.

Hal itulah yang sering dilakukan anak asuh asrama Rumah Yatim Arcamanik, Jalan Golf Timur, Arcamanik, Kota Bandung. Setiap malam anak-anak saling mengingatkan satu sama lain untuk bersiap mengerjakan shalat sunah tahajud. Selain itu, di Asrama Arcamanik sudah ada jadwal khusus setiap malamnya untuk membangunkan rekannya yang lain.

"Jadi tiap hari itu anak-anak giliran mendapatkan jadwal membangunkan," ungkap Azizah, pengasuh asrama.

Jadwal memang bukan menjadi aturan baku, kata Azizah, antusias anak asuhnya yang besar membuat siapapun berlomba untuk membangunkan. Namun, jadwal tersebut digunakan sebagai dasar untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab pada anak-anak. Sehingga anak asuhnya peduli terhadap saudaranya.

"Rasa peduli terhadap saudaranya, serta untuk membuat anak disiplin," paparnya.

Ia menambahkan, dirinya selalu menanamkan pemahaman pada anak tentang mengingatkan kebaikan kepada sesama. Sehingga, anak asuhnya selalu berlomba dalam mengingatkan untuk melaksanakan shalat malam. 

"Alhamdulillah anak-anak paham dengan arahan itu. Terlebih rasa care pada anak yang lebih saya tekankan di sini," jelasnya.

Setiap bulan, anak asuhnya diberikan reward. Reward ini merupakan bentuk apreasiasi kepada anak asuhnya yang selalu tekun dalam bangun malam dan melaksanakan shalat malam. Sehingga, tambah Azizah, anak-anak tetap bersemangat dalam menjalankan aktivitas.

"Ceklis tahajud pertama, untuk ceklis itu di akumulasikan setiap satu bulan sekali, dan itu sepaket dengan shalat dhuha. Alhamdulillah ada rewardnya," ujar Azizah.


Bangunlah untuk melaksanakan shalat di gelapnya malam ketika semua orang sedang tertidur, dan lihatlah bagaimana jalan yang kau tempuh menyala dan kehidupanmu mulai bersinar.

#SemangatShodaqohUntukSempurnakanIbadah

Tanggal Nominal
Hamba Allah
15 Desember 2017
Rp 50.302
Hamba Allah
10 Januari 2018
Rp 100.873
Hamba Allah
15 Maret 2018
Rp 100.959
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 900.815
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 60.744
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 1.600.526
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 100.929
Hamba Allah
9 Mei 2018
Rp 50.928
Hamba Allah
15 April 2018
Rp 200.351
Hamba Allah
2 Mei 2018
Rp 200.450
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 150.758
Hamba Allah
6 Mei 2018
Rp 150.509
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 1.200.628
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 300.610

Total muzaki : 14 orang