Detail Layanan

infaq/sedekah terikat

Nadzar

Dana Terhimpun : Rp 1.603.368


Rp


UPDATE LAPORAN TERBARU
12 Februari 2018

Anak Asuh Banjarmasin Rutin Thalabul Ilmi Selepas Shalat Isya

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka untuk menuntut ilmu, maka Allah SWT akan mudahkan baginya jalan ke surga. Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid di antara masjid-masjid Allah SWT, mereka membaca Kitabullah serta saling mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenangan dan rahmat serta diliputi oleh para malaikat. Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat.” (HR. Muslim).

Usai melaksanakan rutinitas pendidikan dari pagi hingga petang, anak asuh Rumah Yatim Banjarmasin melaksanakan kegiatan thalabul ilmi, secara rutin dari Senin hingga Sabtu setelah shalat isya di Asrama Banjarmasin, Kamis (8/2).

Salah seorang pengurus asrama Apip menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan setiap malam ini, diisi oleh anak asuh dan para pengurus yang bermukim di asrama. Tujuannya, melalui kegiatan tersebut, baik anak asuh maupun pengurus bisa membagikan ilmu yang mereka dapatkan di sekolah atau di manapun untuk disampaikan kembali kepada anak-anak. 

Sementara itu, sambungnya, selain sharing pengetahuan, pihak asrama juga mengajarkan kepada anak asuh untuk melatih kepercayaan diri anak asuh untuk bisa public speaking.

“Ya selain sharing pengetahuan, kita sekalian melatih public speaking anak anak,” imbuhnya, Kamis (8/2). 

Selain itu, kata apip, materi yang disampaikan berupa materi pengetahuan umum, seperti sejarah kebudayaan islam, pengetahuan bahasa dan lainnya. Namun sebagian besar, diisi dengan materi tentang akhlak dan fiqih. Terlebih di sekolah, mereka tidak mendapatkan ilmu agama secara lebih. “Tapi sebelum doa, kita ada evaluasi, dan sebagian besar tentang akhlaq dan fiqih,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini bisa menambah wawasan anak asuh serta hal itu dapat bermanfaat untuk orang lain. Kemudian apa yang mereka dapatkan melalui thalabul ilmi ini, dapat menjadi bekal untuk mereka di akhirat nanti.


Deskripsi Layanan


‘Barangsiapa yang bernadzar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nadzar tersebut. Barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah memaksiati-Nya. ” (HR. Bukhari no. 6696)

Nadzar adalah mewajibkan suatu perkara atau perbuatan yang asalnya tidak wajib secara syariah. Seperti, bernazar melakukan shalat sunnah, berpuasa sunnah, bersedekah pada orang miskin apabila yang dikehendakinya tercapai. Niat utama adalah untuk semakin mendekatkan diri pada Allah (qurbah)

Syarat perkara yang dijadikan nadzar (al mandzur bihi)

  1. Perkara ibadah. Seperti shalat sunnah, puasa sunnah, sadaqah. Perkara yang bukan bersifat ibadah seperti perkara maksiat atau perkara mubah (seperti makan dan minum) tidak sah nadzarnya.
  2. Harta yang dijadikan nadzar harus menjadi hak milik pelaku nadzar saat bernadzar.
  3. Bukan perkara fardhu atau wajib. Seperti shalat 5 waktu atau puasa Ramadan.

Hukum menunaikan/melaksanakan nadzar

  1. Nazar taat dan ibadah, hukumnya wajib ditunaikan dan bila dilanggar harus membayar kaffarah (tebusan).
  2. Nazar mubah, yaitu bernazar untuk melakukan suatu perkara yang mubah/diperbolehkan dan bukan ibadah maka boleh memilih melaksanakannya atau membayar kafarah. Sebagian ulama bahkan membolehkan untuk tidak menunaikan nadzarnya dan tidak perlu membayar kafarah (tebusan).
  3. Nazar maksiat, nazarnya sah tapi tidak boleh dilaksanakan dan harus membayar kaffarah. Sebagian ulama berpendapat tidak perlu membayar kafarah (tebusan) berdasarkan hadits Nabi: 
    “ Tidak ada nadzar dalam maksiat pada Allah ... (HR Muslim).
  4. Nazar makruh, yaitu bernazar untuk melakukan perkara yang makruh maka memilih antara melaksanakannya atau membayar kaffarah.
  5. Nazar syirik, yaitu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada selain Allah maka nazarnya tidak sah dan tidak ada kaffarah, akan tetapi harus bertaubat karena dia telah berbuat syirik akbar.

Hukum mengingkari Nadzar

Apabila orang yang bernadzar tidak melakukan nadzarnya baik karena tidak mampu atau tidak mau, maka konsekuensinya melihat dulu jenis nadzarnya apakah termasuk nadzar ibadah, mubah, maksiat, makruh atau syirik.  Intinya, harus membayar kafarah yamin (tebusan sumpah). 

Urutan Kafarah Yamin (tebusan sumpah) bagi yang tidak melaksanakan nadzar adalah sebagai berikut (pilih salah satu, prioritas berdasar urutan):

a. Memberi makan kepada sepuluh orang miskin, atau
b. Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, atau
c. Memerdekakan satu orang budak
d. Jika tidak mampu ketiga hal di atas, barulah menunaikan pilihan berpuasa selama tiga hari.

UPDATE #3
12 Februari 2018

Anak Asuh Banjarmasin Rutin Thalabul Ilmi Selepas Shalat Isya

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka untuk menuntut ilmu, maka Allah SWT akan mudahkan baginya jalan ke surga. Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid di antara masjid-masjid Allah SWT, mereka membaca Kitabullah serta saling mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenangan dan rahmat serta diliputi oleh para malaikat. Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat.” (HR. Muslim).

Usai melaksanakan rutinitas pendidikan dari pagi hingga petang, anak asuh Rumah Yatim Banjarmasin melaksanakan kegiatan thalabul ilmi, secara rutin dari Senin hingga Sabtu setelah shalat isya di Asrama Banjarmasin, Kamis (8/2).

Salah seorang pengurus asrama Apip menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan setiap malam ini, diisi oleh anak asuh dan para pengurus yang bermukim di asrama. Tujuannya, melalui kegiatan tersebut, baik anak asuh maupun pengurus bisa membagikan ilmu yang mereka dapatkan di sekolah atau di manapun untuk disampaikan kembali kepada anak-anak. 

Sementara itu, sambungnya, selain sharing pengetahuan, pihak asrama juga mengajarkan kepada anak asuh untuk melatih kepercayaan diri anak asuh untuk bisa public speaking.

“Ya selain sharing pengetahuan, kita sekalian melatih public speaking anak anak,” imbuhnya, Kamis (8/2). 

Selain itu, kata apip, materi yang disampaikan berupa materi pengetahuan umum, seperti sejarah kebudayaan islam, pengetahuan bahasa dan lainnya. Namun sebagian besar, diisi dengan materi tentang akhlak dan fiqih. Terlebih di sekolah, mereka tidak mendapatkan ilmu agama secara lebih. “Tapi sebelum doa, kita ada evaluasi, dan sebagian besar tentang akhlaq dan fiqih,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini bisa menambah wawasan anak asuh serta hal itu dapat bermanfaat untuk orang lain. Kemudian apa yang mereka dapatkan melalui thalabul ilmi ini, dapat menjadi bekal untuk mereka di akhirat nanti.

UPDATE #2
23 Januari 2018

Kepala Asrama Bekasi Didik Anak Asuh Lewat Ibadah Sunah

Menjadi kepala asrama sekaligus ayah anak yatim memang bukan pekerjaan mudah. Membiasakan dan mendidik akhlak anak menjadi lebih baik merupakan nilai utama. Hal itulah yang terus dijalani Kepala Asrama Rumah Yatim Bekasi.

Dialah Yayan, sosok di balik teladannya anak asuh di Asrama Bekasi. Menurut pemaparan Yayan, membiasakan anak yatim untuk tetap menjalankan ibadah merupakan suatu keharusan. Hal ini untuk mendidik anak agar tetap taat menjalankan perintah Allah SWT.

"Seperti untuk shalat tahajud harus dibiasakan, insya Allah mereka akan terbiasa," paparnya.

Menurut Yayan, proses itulah yang harus ditempuh dirinya dalam mendidik anak yatim. Terkadang, tambah dia, banyak kendala dalam mengingatkan untuk shalat malam kepada anak asuhnya. Salah satunya ialah, sulitnya membangunkan untuk shalat.

"Setelah tidur kadang tidur lagi, tapi tetap dibangunkan lagi," jelas dia.

Ia menambahkan, pembiasaan tersebut guna melatih anak-anak kepada hal-hal yang positif. Sehingga nantinya akan terbawa hingga dewasa. "Harus dimulai dari hal terkecil dulu," tambahnya.

Namun, dalam prosesnya tersebut ada bumbu yang dirasakan Yayan. Sehingga perlu tenaga ekstra untuk tetap menuntun anak asuhnya dalam menjalankan ibadah. Terkadang, kata Yayan, ada hal lucu saat shalat malam. "Misalnya masih mengantuk, sujud dan gak bangun-bangun," ujarnya.

Selain itu, ada trik khusus yang dilakukan Yayan. Agar anak asuhnya tetap terjaga dalam melakukan ibadah di sepertiga malam. Salah satunya ialah melakukan olahraga kecil.

"Mereka tetap dibangunkan disuruh cuci muka atau olahraga sebentar untuk menghilangkan ngantuk," ungkapnya.

Yayan berharap, apa yang dilakukannya tersebut bisa mengubah anak asuhnya menjadi lebih baik. Sehingga mereka bisa tetap mengamalkan ibadah sunah Rasulullah SAW.


“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

UPDATE #1
9 Januari 2018

Mengetuk Surga Ar Rayyan di Rumah Yatim Kaliurang

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya 'Ar-Rayyan', yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. Dikatakan: manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi.” (HR Bukhori dan Muslim)

Selain bisa memasuki surga Ar-Rayyan, banyak sekali keutamaan yang bisa diraih dari puasa senin kamis, di antaranya dapat menyehatkan tubuh, mengendalikan hawa nafsu dan masih banyak lagi. Mengetahui bahwa banyak sekali fadilah yang dapat diambil dari puasa senin kamis, pengurus Rumah Yatim menginstruksikan seluruh anak asuhnya untuk rutin melakukan puasa sunah tersebut.

Asrama Kaliurang salah satunya, setiap hari Senin dan Kamis, anak asuhnya rutin berpuasa. Kegiatan ini bahkan telah menjadi suatu pembiasaan untuk mereka. Menurut Nurma Madjid salah satu pengurus asrama, banyak sekali manfaat yang telah mereka peroleh, satu di antaranya mereka tidak gampang terkena sakit, lebih peka terhadap lingkungan sekitar, lebih sabar dan lebih disiplin. Rutin menjalankan puasa senin kamis membuat anak-anak terbiasa bangun pukul 03:00 WIB untuk menjalankan shalat tahajud.

“Anak-anak selalu bersemangat menjalankan puasa ini, Alhamdulillah mereka tidak pernah mengeluh lapar, capek atau haus meskipun jarak ke sekolah jauh,” ujarnya.

Ia berharap, anak asuh dapat terus istiqomah menjalankan puasa senin kamis ini agar mereka memperoleh banyak manfaat dari kebiasaannya tersebut.


"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." — (QS.2:245)

Tanggal Nominal
Hamba Allah
27 Desember 2017
Rp 500.908
Lia amalia
2 Januari 2018
Rp 100.516
Revy Febryanth
5 Januari 2018
Rp 200.955
Hamba Allah
17 Januari 2018
Rp 200.620
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 100.369
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 500.000

Total muzaki : 6 orang