Detail Layanan

infaq/sedekah terikat

Nadzar

Dana Terhimpun : Rp 8.525.554


Rp


UPDATE LAPORAN TERBARU
21 Mei 2018

Anak Asuh Rumah Yatim Rutin Panjatkan Doa untuk Para Donatur

Mensyukuri nikmat atas segala yang diterima menjadi salah satu keharusan umat muslim. Menjadi berkah saat doa terus terpanjatkan atas segala limpahan nikmat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hal inilah yang selalu diterapkan anak asuh Rumah Yatim Asrama BSD, Jalan Villa Melati Mas Raya Blok P1 No. 9 Jelupang Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Anak asuh BSD setiap harinya selalu memanjatkan doa untuk seluruh donatur dan masyarakat umum. Doa ini merupakan salah satu cara bagi mereka untuk bersyukur dalam menerima segala kebaikan. Pembiasaan inilah yang diterapkan, agar anak asuh bisa membalas kebaikan para donatur.

Kepala Asrama BSD, Syahid Abdillah mengatakan, anak asuhnya senantiasa meluangkan waktu untuk memanjatkan doa. Atas segala kebaikan yang diterima oleh anak. Selain itu, doa tersebut juga diperuntukan bagi seluruh keluarga anak asuh agar selalu dalam lindungan Allah.

"Untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwasannya doa itu sangat penting untuk kehidupan dunia maupun akhirat," ungkapnya.

Menurut Syahid, tujuan dibiasakannya berdoa tersebut agar anak-anak terbiasa, baik untuk diri mereka pribadi maupun orang lain. Karena, Allah berfirman bahwasannya siapa orang yang tidak berdoa itu termasuk kategori orang yang sombong. 

"Dan mengajarkan kepada mereka juga bahwasannya keinginan dan usaha harus dibarengi dengan doa. Karena usaha tanpa doa adalah bohong," lanjutnya.

Ia berharap, anak asuh yang dibimbingnya bisa mewujudkan seluruh cita-cita yang diharapkan. Lewat doa dan usaha setiap anak senantiasa menjadi dua hal yang beriringan dalam setiap kegiatan. "Harapannya agar mereka senantiasa selalu berdoa dalam melakukan hal apapun. Dan supaya apa yang menjadi hajat donatur tercapai," pungkas Syahid.

 


Deskripsi Layanan


‘Barangsiapa yang bernadzar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nadzar tersebut. Barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah memaksiati-Nya. ” (HR. Bukhari no. 6696)

Nadzar adalah mewajibkan suatu perkara atau perbuatan yang asalnya tidak wajib secara syariah. Seperti, bernazar melakukan shalat sunnah, berpuasa sunnah, bersedekah pada orang miskin apabila yang dikehendakinya tercapai. Niat utama adalah untuk semakin mendekatkan diri pada Allah (qurbah)

Syarat perkara yang dijadikan nadzar (al mandzur bihi)

  1. Perkara ibadah. Seperti shalat sunnah, puasa sunnah, sadaqah. Perkara yang bukan bersifat ibadah seperti perkara maksiat atau perkara mubah (seperti makan dan minum) tidak sah nadzarnya.
  2. Harta yang dijadikan nadzar harus menjadi hak milik pelaku nadzar saat bernadzar.
  3. Bukan perkara fardhu atau wajib. Seperti shalat 5 waktu atau puasa Ramadan.

Hukum menunaikan/melaksanakan nadzar

  1. Nazar taat dan ibadah, hukumnya wajib ditunaikan dan bila dilanggar harus membayar kaffarah (tebusan).
  2. Nazar mubah, yaitu bernazar untuk melakukan suatu perkara yang mubah/diperbolehkan dan bukan ibadah maka boleh memilih melaksanakannya atau membayar kafarah. Sebagian ulama bahkan membolehkan untuk tidak menunaikan nadzarnya dan tidak perlu membayar kafarah (tebusan).
  3. Nazar maksiat, nazarnya sah tapi tidak boleh dilaksanakan dan harus membayar kaffarah. Sebagian ulama berpendapat tidak perlu membayar kafarah (tebusan) berdasarkan hadits Nabi: 
    “ Tidak ada nadzar dalam maksiat pada Allah ... (HR Muslim).
  4. Nazar makruh, yaitu bernazar untuk melakukan perkara yang makruh maka memilih antara melaksanakannya atau membayar kaffarah.
  5. Nazar syirik, yaitu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada selain Allah maka nazarnya tidak sah dan tidak ada kaffarah, akan tetapi harus bertaubat karena dia telah berbuat syirik akbar.

Hukum mengingkari Nadzar

Apabila orang yang bernadzar tidak melakukan nadzarnya baik karena tidak mampu atau tidak mau, maka konsekuensinya melihat dulu jenis nadzarnya apakah termasuk nadzar ibadah, mubah, maksiat, makruh atau syirik.  Intinya, harus membayar kafarah yamin (tebusan sumpah). 

Urutan Kafarah Yamin (tebusan sumpah) bagi yang tidak melaksanakan nadzar adalah sebagai berikut (pilih salah satu, prioritas berdasar urutan):

a. Memberi makan kepada sepuluh orang miskin, atau
b. Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, atau
c. Memerdekakan satu orang budak
d. Jika tidak mampu ketiga hal di atas, barulah menunaikan pilihan berpuasa selama tiga hari.

UPDATE #20
21 Mei 2018

Anak Asuh Rumah Yatim Rutin Panjatkan Doa untuk Para Donatur

Mensyukuri nikmat atas segala yang diterima menjadi salah satu keharusan umat muslim. Menjadi berkah saat doa terus terpanjatkan atas segala limpahan nikmat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hal inilah yang selalu diterapkan anak asuh Rumah Yatim Asrama BSD, Jalan Villa Melati Mas Raya Blok P1 No. 9 Jelupang Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Anak asuh BSD setiap harinya selalu memanjatkan doa untuk seluruh donatur dan masyarakat umum. Doa ini merupakan salah satu cara bagi mereka untuk bersyukur dalam menerima segala kebaikan. Pembiasaan inilah yang diterapkan, agar anak asuh bisa membalas kebaikan para donatur.

Kepala Asrama BSD, Syahid Abdillah mengatakan, anak asuhnya senantiasa meluangkan waktu untuk memanjatkan doa. Atas segala kebaikan yang diterima oleh anak. Selain itu, doa tersebut juga diperuntukan bagi seluruh keluarga anak asuh agar selalu dalam lindungan Allah.

"Untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwasannya doa itu sangat penting untuk kehidupan dunia maupun akhirat," ungkapnya.

Menurut Syahid, tujuan dibiasakannya berdoa tersebut agar anak-anak terbiasa, baik untuk diri mereka pribadi maupun orang lain. Karena, Allah berfirman bahwasannya siapa orang yang tidak berdoa itu termasuk kategori orang yang sombong. 

"Dan mengajarkan kepada mereka juga bahwasannya keinginan dan usaha harus dibarengi dengan doa. Karena usaha tanpa doa adalah bohong," lanjutnya.

Ia berharap, anak asuh yang dibimbingnya bisa mewujudkan seluruh cita-cita yang diharapkan. Lewat doa dan usaha setiap anak senantiasa menjadi dua hal yang beriringan dalam setiap kegiatan. "Harapannya agar mereka senantiasa selalu berdoa dalam melakukan hal apapun. Dan supaya apa yang menjadi hajat donatur tercapai," pungkas Syahid.

 

UPDATE #19
2 Mei 2018

Anak Asuh Nonmukim Dapat Perhatian Pemenuhan Nutrisi dan Kebersihan Diri

Pemberian nutrisi terbaik untuk anak asuhnya adalah sesuatu yang sangat diperhatikan oleh Rumah Yatim Surabaya. Khususnya untuk anak asuh mukim dan umumnya untuk anak asuk nonmukim. Tak hanya nutrisi, kebersihan diri anak-anak asuh pun turut menjadi perhatian. 

Sebagai bukti, pada Minggu (29/4) Rumah Yatim Surabaya menyalurkan susu untuk pemenuhan nutrisi anak asuh nonmukim dan perlengkapan kebersihan diri. Hal itu dilakukan karena Rumah Yatim Surabaya memiliki stok yang cukup untuk diberikan kepada mereka.

“Alhamdulillah kami menerima amanah dari donatur berupa susu dan juga perlengkapan kebersihan diri, karena anak-anak asrama semuanya sudah kebagian dan mencukupi, maka kami pun berinisiatif memberikannya secara langsung kepada anak asuh nonmukim,” papar Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad Yusuf.

Ia memaparkan, kegiatan ini baru pertama kali dia lakukan selama menjadi Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya. Biasanya anak asuh tersebut hanya mendapatkan beasiswa dhuafa saja.

“Ada 10 anak asuh yang kami berikan, insya Allah mudah-mudahan ke depannya kegiatan ini bisa konsisten, dan semuanya tergantung amanah dari donatur dan stok yang ada di Rumah Yatum,” ujarnya.

UPDATE #18
30 April 2018

Tingkatkan Kemampuan Diniyah Anak Asuh dengan Tes Hafalan Rutin

Asrama Cemara Rumah Yatim mengadakan tes kemampuan diniyah, Sabtu (28/4). Kegiatan ini dilaksanakan di Asrama Cemara, Jalan Cemara No. 23, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung. Tes ini dimaksudkan untuk memantau pengetahuan diniyah anak asuh secara rutin.

Menurut Koordinator Asrama Putri Rumah Yatim Jawa Barat, Siti Nur Azizah, kegiatan awal dalam pengetesan tersebut meliputi pembacaan Asmaul Husna. Setelah itu anak asuh melakukan murojaah tersebih dahulu. Tes diniyah ini meliputi juz satu, juz 29, dan juz 30. Materi tes meliputi membaca dua surat secara penuh dari awal hingga akhir, melanjutkan ayat, menebak surat, serta melanjutkan surat.

"Alhamdulillah anak-anak ada yang sudah mampu menghafal enam juz dan sedang proses tujuh juz," papar Azizah -sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, pada proses pengetesan, 85 persen dari anak asuh lancar menjawab setiap pertanyaan. Anak asuh juga terlihat antusias saat tes berlangsung. Hal ini, kata dia, terlihat saat kegiatan awal dimulai pada saat murojaah. "Yang paling sedikit hafalannya sekarang proses dua juz," ujarnya.

Di samping itu ada sejumlah hambatan dalam pengetesan tersebut. Salah satunya, kata Azizah, ada beberapa anak yang mengalami kesulitan mengingat hafalannya. Hambatan ini, sebelumnya ia memberikan satu kali kesempatan untuk pengetesan ulang. Pengetesan ini juga bertujuan untuk menguji sejauh mana yang sudah dikuasai oleh anak asuh. "Serta mengevaluasi setiap lantunan ayat yang dibacakan anak," jelasnya.

Azizah berharap, anak asuh mampu menjadikan Alquran sebagai sahabat setianya. Agar, kemana pun dan dimana pun anak pergi, Alquran yang selalu dijadikan prioritas setelah Allah. "Sehingga menjadi generasi Qurani yang berakhlakul karimah," ungkapnya.

UPDATE #17
23 April 2018

Lewat Mabit, Rumah Yatim Cetak Pemimpin Berakhlakul Karimah

Anak asuh Rumah Yatim Asrama Kiaracondong dan Cemara mengadakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Asrama Cemara, Jalan Cemara No. 23, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung. Kegiatan ini juga hanya dikhususkan bagi anak asuh yang duduk di kelas sembilan hingga menengah atas.

Menurut penjelasan pengasuh asrama Rumah Yatim, Siti Nur Azizah, kegiatan yang dilaksanakan meliputi muhadoroh, dan ceramah singkat (Cekat). Melalui kegiatan ini, hal yang ditekankan meliputi sejumlah aspek. Di antaranya aspek perkembangan karakter anak, aspek sosial emosional, kognitif, bahasa, dan spiritual.

Pada kegiatan ini juga yang berperan aktif didominankan kepada anak asuh. Hal ini dilakukan agar anak asuh bisa merasakan makna setiap kegiatan atau agenda yang disiapkan. Pada kegiatan tersebut juga ada sejumlah penampilan perorangan bagi anak asuh. Melalui kegiatan Cekat, anak asuh dituntut membawakan materi pengetahuan keagamaan.

"Karenanya dalam kegiatan Mabit ini bukan hanya saya yang berperan aktif 'teacher center' melainkan anak yang lebih berperan aktif 'student center'," papar Azizah -sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, tujuan kegiatan ini ialah untuk mengevaluasi pengetahuan diniyah anak asuh. Selain itu juga untuk mempererat jalinan silaturahmi antar anak asrama Rumah Yatim. Dia berharap, lewat kegiatan tersebut ukhuwah antar asrama bisa semakin erat. Sehingga, perbedaan asrama bukan menjadi alasan untuk saling membatasi.

Selain itu, kata Azizah, dalam kegiatan ini pula yang diutamakan ialah memberikan ruang untuk tampil kepada anak asuh. Agar anak asuh mampu percaya diri untuk tampil di depan umum. Sehingga, bisa mengemukakan pendapat dengan percaya diri serta memiliki karakter pemimpin yang berakhlak karimah.

 

UPDATE #16
17 April 2018

Ukur Kemampuan Diniyah Anak Asuh, Asrama Arcamanik Gelar LCC

Asrama Rumah Yatim Arcamanik mengadakan Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat anak asuh di Asrama Arcamanik, Jalan Golf Timur No. 48, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung. Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan anak asuh mukim Asrama Arcamanik.

Menurut pemaparan pengasuh Asrama Arcamanik, Siti Nur Azizah, kegiatan yang dilaksanakan tidak jauh berbeda dengan LCC pada umumnya. Namun, kata dia, pada kegiatan kali ini lebih ditekankan soal tahfidz. Sehingga, anak-anak akan terdorong untuk bisa menjawab dengan baik dan benar.

Selain itu, materi LCC yang diujikan meliputi pengetahuan diniyah pada umumnya. Di antaranya ialah fiqih, hadits, sejarah Islam, sirah nabawiyah, serta tajwid. Kegiatan LCC ini pula merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan Asrama Arcamanik. "Pernah juga dilaksanakan ketika anak-anak libur semester lalu," ujarnya.

Ia menyampaikan, dengan dilaksanakannya kegiatan LCC ini. anak asuh menjadi selalu siap siaga untuk ilmu yang telah didapatkannya. Karena, kata dia, kegiatan LCC tersebut dilaksanakan secara mendadak. Sehingga, anak asuh Arcamanik dituntut untuk siap dalam kondisi apapun. "Untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan spiritual anak," papar Azizah -sapaan akrabnya.

Ia pun berharap melalui kegiatan LCC tersebut bisa menjadi alat ukur pengetahuan yang telah didapatkan anak asuh Arcamanik. Selain itu, bisa menjadi evaluasi bagi dirinya dalam penyampaian materi pada anak-anak. Kegiatan LCC ini juga dilakukan secara berkelompok sehingga, bisa mengukur kerjasama dan pengetahuan secara tim.

"Saya bisa melihat dan mengukur sejauh mana pemahaman anak mengenai materi yang sudah saya sampaikan dan anak-anak dapatkan," ungkapnya.

UPDATE #15
11 April 2018

Kepala Asrama Ajarkan Kemandirian Lewat Proses Menjahit

Dilatih sejak dini untuk menjadi mandiri merupakan salah satu pembiasaan yang ada di Asrama Rumah Yatim Lodaya. Kini, pembiasaan itu diterima oleh anak asuh yang belajar mengoperasikan mesin jahit. Walaupun mereka laki-laki, namun kepandaian untuk menguasai segala bidang harus tetap dipelajari.

Menurut Kepala Asrama Lodaya, Dhian, kegiatan pembelajaran mandiri ini sangat sederhana. Hal ini dia terapkan untuk awal memperbaiki celana dengan mesin jahit. Selain itu, kata dia, pembelajaran ini sebagai bahan belajar dalam menjaga amanah.

Ia menambahkan, sebelumnya proses kemandirian anak hanya dilakukan secara manual. Hal ini, kata dia, mesin jahit yang digunakan saat ini sebelumnya belum ada. Sehingga, segala aktivitas seperti pemasangan atribut sekolah dan sebagainya dilakukan secara manual. Namun, anak asuh Lodaya tetap diberikan modal awal untuk saling mandiri. "Kegiatan tersebut baru di laksanakan karena baru mendapatkan fasilitas mesin jahit," ujarnya.

Ia juga mengatakan, kegiatan sederhana ini merupakan cara dirinya melatih kemandirian anak asuh. Serta, untuk mengajarkan rasa tanggungjawab yang diberikan oleh Rumah Yatim. Sehingga, anak asuh selalu menjaga seluruh fasilitas yang diterima oleh mereka. "Ini untuk bekal mereka, meskipun mereka lelaki tapi itu menjadi penting bagi masa depannya," jelas Dhian.

UPDATE #14
6 April 2018

Beasiswa Rumah Yatim Bantu Yatim dan Dhuafa Tidak Putus Sekolah

Sebanyak 10 anak mendapat beasiswa yatim dan dhuafa dari Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Pemberian beasiswa ini dilakukan di salah satu kantor layanan, Jalan KH. Muhammad Nuh, Bubulak, Bogor Barat. Pemberian beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam mendukung operasional pendidikan anak yatim dan dhuafa.

Menurut Kasie Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek Muslihudin, penerima beasiswa terdiri dari siswa sekolah dasar dan menengah pertama. Beasiswa ini, kata dia, diberikan kepada anak-anak yang tinggal di sekitaran kantor layanan Rumah Yatim Cabang Bubulak Bogor.

Ia menambahkan, beasiswa yatim dan dhuafa ini diberikan setiap bulan. Untuk lokasinya, kata dia, tetap sama yaitu di wilayah sekitaran kantor layanan. Seluruh penerima merupakan siswa yatim dan dhuafa yang terdaftar sebagai anak asuh nonmukim Rumah Yatim.

Ia juga mengungkapkan, pemberian beasiswa ini diharapkan bisa meringankan para siswa yang terdaftar di Rumah Yatim. Agar setiap anak yang menerima beasiswa tidak putus sekolah. Sehingga, kata dia, bantuan dari Rumah Yatim bisa membantu program pemerintah dalam pendidikan dasar 12 tahun. "Membantu mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.

Dia berharap, anak-anak yang saat ini mendapat beasiswa ke depannya bisa mempunyai wawasan yang luas. Sehingga, kata dia, mereka bisa mandiri dan memiliki kemampuan untuk bersaing di masa mendatang.

"Mandiri dan memiliki skill sehingga tidak bergantung pada uluran tangan orang lain," ungkapnya.

UPDATE #13
3 April 2018

Minim Sarana MCK, Rumah Yatim Beri Bantuan di Dusun Pace B

Minimnya keberadaan jamban untuk Mandi Cuci Kakus (MCK) di Dusun Pace B, Kel. Hargomulyo, Kec. Gedangsari, Gunung Kidul menjadi perhatian Rumah Yatim Area Yogyakarta. Pasalnya, sebagian besar warga di sana hanya memanfaatkan aliran sungai untuk MCK sehari-harinya. 

Rumah Yatim Area Yogyakarta yang diwakili Ecep salah satu relawannya menyerahkan bantuan sarana publik berupa semen, pipa dan closet untuk membantu menyelesaikan pembangunan jamban yang sudah lama belum selesai. Bantuan diserahkan kepada Sukijo selaku ketua pembangunan jamban ini .

“Semoga apa yang Rumah Yatim berikan kepada warga di Dusun Pace B bisa menjadi manfaat besar,” ungkap Ecep ketika menyerahkan bantuan, Sabtu (31/3).

Ia mengatakan, jika pembangunan jamban ini didanai oleh dana swadaya masyarakat. Jika tidak memperoleh dana terpaksa mereka memberhentikan pembangunan. Tidak hanya itu, sebagian dari dana pembangunan ini belum dibayar alias ngutang.

“Alhamdulillah terima kasih atas kebaikan dan kepedulian Rumah Yatim dan para donatur kepada kami, insyaAllah bantuan ini akan sangat membantu kami. Semoga apa yang diberikan bisa menjadi keberkahan dan ladang pahala,” ungkap Sukijo.

Ecep mengungkapkan, di Yogyakarta khususnya di wilayah pelosoknya masih banyak lagi dusun yang tidak mempunyai fasilitas jamban umum. Mereka memanfaatkan air sungai untuk aktivitas MCK. Ia berharap, ke depannya semakin banyak lagi wilayah pelosok yang tidak mempunyai jamban umum mendapat bantuan dari Rumah Yatim.

UPDATE #12
31 Maret 2018

Bantuan Keranda Diberikan untuk Masyarakat Kampung Girang Deukeut

Program bantuan sarana publik kembali dilaksanakan oleh Rumah Yatim Area Jawa Barat. Kali ini bantuan berupa keranda jenazah diberikan kepada Masjid Al Ikhlas, Kampung Girang Deukeut, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Program ini dijalankan untuk memenuhi fasilitas yang belum lengkap di masjid tersebut.

Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat, Solehudin, bantuan sarana publik ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah ini. Semoga kata dia, apa yang diberikan Rumah Yatim bisa bermanfaat bagi masyarakat di RW 09. "Ketika ada yang meninggal, tidak usah lagi mencari-cari keranda," ujarnya.

Menurut Solehudin, kondisi masjid yang masih dalam proses pembangunan memang masih kekurangan sarana tersebut. Pemberian bantuan sarana keranda ini, sebelumnya telah dilakukan di beberapa wilayah lain. 

Pemberian bantuan ini pula, kata dia, tidak semena-mena hanya diberikan. Dirinya telah melakukan survei ke lokasi untuk memastikan di lingkungan itu membutuhkan fasilitas tersebut.

Selain itu, kegiatan ini mendapat tanggapan Ketua RW 09 Sargono. Dia mengatakan, sebagai pengurus lingkungan dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Rumah Yatim. Bantuan ini, kata dia, memang sedang diperlukan oleh masyarakat.

"Semoga ini bisa bermanfaat untuk semua dan bisa berguna untuk warga semuanya," jelas Asep.

UPDATE #11
29 Maret 2018

Anak Asuh Kaliurang Giliran Bercerita Sejarah Rasul Agar Jadi Teladan

Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya memiliki akhlak yang baik berlandaskan ajaran agama. Begitu juga dengan Kepala Asrama Rumah Yatim Kaliurang Yogyakarta Tohsin, sebagai orangtua dari 10 anak asuhnya, ia menginginkan anak asuhnya bisa memiliki akhlak yang berlandarkan pada ajaran Islam.

Untuk merealisasikannya, Tohsin menerapkan kegiatan bercerita sejarah Rasul dan sahabat Rasul kepada anak asuhnya. Kegiatan ini digelar setiap ba’da magrib selepas kegiatan mendoakan donatur. Menurut Tohsin, setiap harinya ada anak asuh yang mendapat giliran bercerita sebuah kisah sejarah Rasul maupun sahabat Rasul.

“Biasanya saya menunjuk salah satu anak asuh untuk bercerita di hari sebelumnya, hal ini saya lakukan supaya ia bisa mempersiapkan materi sejarahnya,” kata Tohsin, Rabu (28/3).

Ia mengungkapkan, jika materi sejarah sudah dipersiapkan pihak asrama, anak asuh yang mendapat giliran bercerita tinggal membaca dan memahami sejarahnya saja. Selain ditugaskan bercerita, anak asuh pun ditugaskan untuk membuat pertanyaan seputar sejarah tersebut, nantinya pertanyaan tersebut akan diberikan kepada anak asuh lainnya. “Kami ingin lakukan ted kepada mereka, apakah mereka menyimak atau tidak,” ungkap Tohsin.

Ia berharap, kegiatan bercerita sejarah ini bisa membantu meningkatkan kecintaan anak asuh kepada Allah, Rasulullah dan kepada sahabat Rasul, membangun rasa optimis pada anak asuh, menyempurnakan pemahaman anak asuh tentang sunah, dan meneladani ucapan, perilaku dan sifat-sifat Rasul dan sahabat Rasul seperti taat kepada perintah Allah, berani, sabar, adil, jujur, penyayang, tegas, disiplin berpihak pada yang benar, berbuat baik pada sesama dan masih banyak lagi.

“Kami berharap setelah mereka bercerita dan menyimak sejarah Rasul dan sahabat Rasul, mereka bisa mengambil banyak pelajaran dan meneladani ucapan, sifat dan perilaku rasul dan para sahabatnya,” pungkas Tohsin.

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Qs. Yusuf:111)

UPDATE #10
26 Maret 2018

Anak Asuh Pekanbaru Rutin Setor Hafalan Alquran Setiap Hari

Anak asuh Asrama Pekanbaru rutin setor hafalan ayat Alquran. Setiap harinya di Asrama Pekanbaru, Jalan Durian No.13, Labuh Baru Tim, Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, anak asuh silih berganti untuk setor ayat ke salah seorang mentor.

Menurut pengasuh asrama Nursidik, metode setor ayat kepada mentor ini agar anak asuh tetap mendapat perhatian khusus. Anak asuh, kata dia, dalam sehari minimal harus menghafalkan satu ayat. Namun, sambung dia, kegiatan sekolah yang mulai full day menjadi salah satu hambatan bagi anak asuh. "Jadi sepulang sekolah mereka agak susah untuk menghafal," jelasnya.

Namun, ia tetap memberikan motivasi dan arahan kepada anak asuh. Agar, setiap waktu luang harus digunakan dengan maksimal. Sehingga, kata dia, anak asuhnya bisa tetap menghafal dengan teratur.

"Saya tekankan tiap ada waktu luang untuk digunakan menghafal contoh waktu istirahat sekolah," ujarnya.

Nursidik menyampaikan, agar setiap anak asuh tetap menjaga hafalan ayatnya. Agar tidak mudah untuk hilang. Selain itu, dirinya tetap medorong anak asuh yang masih belum hafal untuk tidak patah semangat. "Harapan saya tetaplah istiqomah dalam berikhtiar," jelasnya.

UPDATE #9
23 Maret 2018

Bazar Gratis Rumah Yatim untuk Masyarakat Pandeglang Banten

Bazar gratis dibuka Rumah Yatim Regional Jabodetabek di Kelurahan Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kamis (22/3). Pada bazar gratis ini sejumlah perlengkapan harian serta kebutuhan perlengkapan sekolah diberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat yang hadir di lokasi bazar.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Jabodetabek Ali Ridwan, antusias masyarakat sudah terlihat sejak pagi hari saat stand bazar dibuka. Menurut dia, kegiatan ini guna membantu keperluan perlengkapan harian masyarakat yang membutuhkan. "Pakaian layak pakai, ada sepatu, dan tas," ujarnya.

Ali mengungkapkan, Kelurahan Karyasari dipilih karena di daerah tersebut tingkat ekonominya masih di bawah rata-rata. Apalagi, pekerjaan masyarakatnya sebagai buruh tani. Hal ini merupakan, kata dia, hasil tindak lanjut program yang telah dijalankan beberapa waktu yang lalu.

Ia berharap, kegiatan bazar gratis ini bisa membantu masyarakat untuk kebutuhan sandangnya. Selain itu, kata dia, bantuan ini bisa membantu siswa yang ada di wilayah tersebut dalam segi peralatan kebutuhan sekolah.

"Bisa membantu masyarakat untuk kebutuhannya, terutama untuk masyarakat prasejahtera," jelas Ali.

UPDATE #8
22 Maret 2018

Masjid Istiqomah Dwikora Rasakan Manfaat Bantuan Rumah Yatim

Rumah Yatim melalui program renovasi masjid dan mushola akan terus berupaya membantu memperbaiki dan memperindah tempat ibadah masyarakat muslim Indonesia. Bantuan yang digulirkan pun beragam, di antaranya bantuan semen, pasir, cat, kayu, toren, pipa dan masih banyak lagi. 

Bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan bahan yang sedang dibutuhkan masjid, biasanya tim dari Rumah Yatim akan melakukan survei agar mengetahui bahan material apa saja yang sedang dibutuhkan masjid tersebut. Sudah ratusan masjid yang tersebar di beberapa kota sampai pelosok desa telah merasakan manfaat dari program ini.

Salah satu masjid yang sudah merasakan manfaat dari program renovasi masjid atau mushola Rumah Yatim adalah masjid Istiqomah yang terletak di Desa Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Masjid tua ini telah mendapat bantuan puluhan semen dari Rumah Yatim Cabang Medan.

Dikatakan Kepala cabang Rumah Yatim Medan Harun, sudah satu tahun lebih masjid ini di renovasi. Namun belum ada perubahan secara signifikan terlihat dalam proses renovasi tersebut. Setelah ditanyakan kepada Ketua DKM Istiqomah Abas, ternyata dana yang menjadi penyebab terhambatnya renovasi masjid. 

“Sudah puluhan tahun masjid ini berdiri. Dari ukuran sampai model masih tetap sama, palingan ada yang direnovasi sedikit. Sekarang sudah waktunya di renovasi, diperbesar agar tidak ada lagi jemaah yang menunggu di luar untuk melakukan shalat. Ruangannya untuk dijadikan madrasah,” ungkap Abas.

Ia mengungkapkan, biaya renovasi masjid ini diperoleh dari dana swadaya masyarakat, dominan masyarakat di sini bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan pas-pasan. Jadinya untuk mengumpulkan dana yang cukup besar membutuhkan waktu lama.

“Alhamdulillah Rumah Yatim sigap membantu kami, sebelumnya kami dari pihak DKM berencana akan mengirim proposal bantuan kepada Rumah Yatim, namun sebelum proposal ini diberikan Rumah Yatim sudah memberikan bantuan. Terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur, bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami. Mohon doanya agar proses renovasi ini segera selesai,” paparnya.

Ia mengatakan, Rumah Yatim mengetahui informasi mengenai kondisi masjid ini dari Lurah setempat Irfan. Kedekatannya dengan Rumah Yatim menjadikan Irfan tak sungkan untuk meminta bantuan.

UPDATE #7
21 Maret 2018

Rumah Yatim Tegal Bantu Renovasi Masjid Bersejarah

 

Masjid Al-Munawar sudah berdiri 100 tahun. Untuk melestarikan masjid tersebut, masyarakat Kejambon senantiasa merenovasinya. Agar terjaga dan terlihat sama seperti saat berdiri pada 100 tahun yang lalu. 

Melihat kesungguhan masyarakat Kejambon, Rumah Yatim Tegal pun memberikan bantuan renovasi masjid. Dari keterangan Ketua RT 01 Ubaidilah memaparkan, kondisi masjid yang sudah sangat tua membuatnya sering mengalami kerusakan. Karena itu diperlukan renovasi yang cukup besar. Seperti renovasi pada tahun ini yang cukup banyak memerlukan perbaikan, di antaranya perbaikan atap dan pondasi bagian depan. Untuk merenovasi semua itu dibutuhkan dana sekitar 25 juta rupiah lagi.

Ketua DKM Faruk, senantiasa mengupayakan agar masjid ini terjaga, karena selain bangunan bersejarah masjid ini pun menjadi pusat peribadatan masyarakat Kejambon. Terbukti pengajian ibu-ibu, bapak-bapak hingga anak-anak dilaksanakan di sana.

Setelah melakukan diskusi dengan kedua pihak tersebut, Rumah Yatim Tegal menanyakan apa yang paling dibutuhkan untuk membantu meringankan beban renovasi masjid tersebut. Maka diajukanlah semen oleh mereka, karena untuk saat ini, hal itulah yang paling mendesak. Maka Rumah Yatim pun pada hari Jumat (16/3) berkunjung ke masjid tersebut untuk langsung menyalurkan bantuan renovasi berupa semen kepada pihak masjid yang diwakili oleh Ketua RT 01.

“Selain membantu renovasi, dengan bantuan ini pun berarti kita sudah menjaga kelestarian masjid bersejarah ini,” ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim  Tegal Jajang Khoeruman, yang secara langsung memberikan bantuan renovasi tersebut.

UPDATE #6
14 Maret 2018

Rumah Yatim Serahkan Bantuan Sarana Publik Lewat Dinsos Kota Bandung

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan sarana publik bagi masyarakat di Kota Bandung. Bantuan ini diserahkan oleh Rumah Yatim Area Jawa Barat melalui Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung, di Jalan Cipamokolan No.109, Cipamokolan, Rancasari, Kota Bandung, Selasa (13/3). 

Bantuan yang diserahkan Rumah Yatim Area Jawa Barat di antaranya, dua buah kursi roda serta keranda jenazah. Pemberian bantuan sarana publik ini bukan kali pertama. Di bulan sebelumnya Rumah Yatim Jawa Barat menyerahkan pula bantuan kursi roda untuk disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Kasie Pemberdayaan Jawa Barat Solehudin, kerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung ini sudah berjalan sejak 2009. Menurut dirinya, kerjasama ini guna menyelaraskan setiap bantuan yang akan disalurkan ke masyarakat. Sehingga, tambah dia, sasaran penerima manfaat sesuai yang dibutuhkan.

"Dinsos mempunyai data yang akurat, dan kami percaya kepada Dinsos," jelas Solehudin kepada jurnalis Rumah Yatim, sesaat setelah pemberian bantuan.

Ia menambahkan, sebelum bantuan sarana publik tersebut diserahkan. Rumah Yatim Jawa Barat telah menerima ajuan dari Dinsos Kota Bandung. Ajuan ini, sambung dia, kemudian ditindaklanjuti dengan melihat data dan fakta penerima bantuan manfaat tersebut. Selain itu, kata dia, setiap kegiatan yang dilakukan Rumah Yatim Jawa Barat selalu dikoordinasikan dengan Dinsos Kota Bandung.

"Kursi roda dan keranda itu memang permintaan dari Dinsos, karena ada warga yang membutuhkan," ujarnya.

Untuk ke depannya, Solehudin berharap jalinan silaturahmi dengan pemerintah seperti ini bisa tetap berjalan. Sehingga setiap program Rumah Yatim Jawa Barat bisa tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

"Untuk ke depannya jalinan silaturahmi ini akan tetap dijaga. Sehingga Rumah Yatim bisa menyalurkan bantuan sesuai sasaran yang disarankan Dinsos," pungkasnya.


#BantuanSaranaPublik

UPDATE #5
12 Maret 2018

Anak Asuh BSD Rutin Muhadoroh Guna Latih Kepercayaan Diri

Selepas shalat isya, anak asuh Asrama Rumah Yatim BSD Tangerang, rutin melaksanakan muhadoroh, di Asrama BSD, Minggu (11/3). Kegiatan ini dilaksanakan guna melatih anak untuk tampil di depan umum dengan percaya diri tanpa rasa grodi atau pun minder.

Kepala Asrama BSD Syarif mengungkapkan, kegiatan ini diadakan bertujuan agar anak bisa berbicara di depan umum, serta dapat membangun mental keberanian anak asuh. Selain itu, setiap minggunya, setiap anak diberi amanah untuk menyiapkan materi yang akan disampaikan pada muhadoroh minggu depan. 

“Agar kelak nanti anak-anak tidak merasa malu atau kurang percaya diri ketika tampil di depan umum,” ungkapnya, Minggu (11/3).   

Kemudian, sambung dia, kegiatan ini dipersiapkan pula anak asuh yang bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu berjalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Ada yang ditugaskan membaca ayat suci Alquran. Dilanjut dengan mengisi ceramah yang ditugaskan kepada tiga orang. Setelah rangkaian acara selesai, maka kegiatan ditutup dengan doa bersama. 

Menurutnya, ini termasuk dalam kategori kegiatan rohani. Karena melalui kegiatan ini, ia mengajarkan kepada anak-anak akan pentingnya memahami ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari serta untuk masa depan. Kendati demikian, ia berharap anak-anak tidak merasa malu lagi atau kurang percaya diri, ketika sudah tampil di hadapan publik.  

“Jadi saya sampaikan dalam kegiatan ini adalah agar mereka bisa lebih mengerti dalam hal agama,” pungkasnya.

UPDATE #4
7 Maret 2018

Indahnya Lukisan Amal Dapat Apresiasi Pengurus Asrama

Amalkan merupakan salah satu anak asuh Rumah Yatim yang mulai menunjukan bakat terpendamnya, Jumat (2/3). Sebuah karya indah terlihat dari hasil karya orisinilnya, yakni lukisan bertema alam semesta dengan gambar matahari dan komet berdampingan. 

Berawal dari tugas adik kelasnya yang ada di SMP yang diminta sekolahnya untuk menggambarkan komet. Lalu meminta bimbingan Amalkan yang saat ini bersekolah di kelas 1 SMA. Tugas adiknya itu menginsirasi Amal -sapaan akrabnya untuk membuat karya seni miliknya. Maka terciptalah lukisan tersebut.

Lukisan itu sangat diapresiasi pengurus Rumah Yatim NTB Azis yang selama ini menjadi kakak sekaligus pembimbing Amal. Azis mengakui, Amal memang anak yang pintar dan cukup ahli dalam segala hal. Meski begitu Azis pun mengungkapkan kekurangan Amal yang sering moody. 

“Dia anaknya memang pintar, maka tak heran dia bisa membuat karya yang kami tidak menyangka ternyata dia bisa,” paparnya.

Selain Azis, Kepala Cabang Rumah Yatim NTB Amir Sumarna pun mengapresiasi karya Amal. Bahkan di kesempatan lain pernah dipercaya Amir untuk melukis ruangan belakang asrama agar lebih indah. “Kami ingin mengembangkan potensi anak-anak kami, meski saat ini belum ada fasilitas yang cukup memadai,” paparnya.  

 

UPDATE #3
12 Februari 2018

Anak Asuh Banjarmasin Rutin Thalabul Ilmi Selepas Shalat Isya

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka untuk menuntut ilmu, maka Allah SWT akan mudahkan baginya jalan ke surga. Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid di antara masjid-masjid Allah SWT, mereka membaca Kitabullah serta saling mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenangan dan rahmat serta diliputi oleh para malaikat. Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat.” (HR. Muslim).

Usai melaksanakan rutinitas pendidikan dari pagi hingga petang, anak asuh Rumah Yatim Banjarmasin melaksanakan kegiatan thalabul ilmi, secara rutin dari Senin hingga Sabtu setelah shalat isya di Asrama Banjarmasin, Kamis (8/2).

Salah seorang pengurus asrama Apip menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan setiap malam ini, diisi oleh anak asuh dan para pengurus yang bermukim di asrama. Tujuannya, melalui kegiatan tersebut, baik anak asuh maupun pengurus bisa membagikan ilmu yang mereka dapatkan di sekolah atau di manapun untuk disampaikan kembali kepada anak-anak. 

Sementara itu, sambungnya, selain sharing pengetahuan, pihak asrama juga mengajarkan kepada anak asuh untuk melatih kepercayaan diri anak asuh untuk bisa public speaking.

“Ya selain sharing pengetahuan, kita sekalian melatih public speaking anak anak,” imbuhnya, Kamis (8/2). 

Selain itu, kata apip, materi yang disampaikan berupa materi pengetahuan umum, seperti sejarah kebudayaan islam, pengetahuan bahasa dan lainnya. Namun sebagian besar, diisi dengan materi tentang akhlak dan fiqih. Terlebih di sekolah, mereka tidak mendapatkan ilmu agama secara lebih. “Tapi sebelum doa, kita ada evaluasi, dan sebagian besar tentang akhlaq dan fiqih,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini bisa menambah wawasan anak asuh serta hal itu dapat bermanfaat untuk orang lain. Kemudian apa yang mereka dapatkan melalui thalabul ilmi ini, dapat menjadi bekal untuk mereka di akhirat nanti.

UPDATE #2
23 Januari 2018

Kepala Asrama Bekasi Didik Anak Asuh Lewat Ibadah Sunah

Menjadi kepala asrama sekaligus ayah anak yatim memang bukan pekerjaan mudah. Membiasakan dan mendidik akhlak anak menjadi lebih baik merupakan nilai utama. Hal itulah yang terus dijalani Kepala Asrama Rumah Yatim Bekasi.

Dialah Yayan, sosok di balik teladannya anak asuh di Asrama Bekasi. Menurut pemaparan Yayan, membiasakan anak yatim untuk tetap menjalankan ibadah merupakan suatu keharusan. Hal ini untuk mendidik anak agar tetap taat menjalankan perintah Allah SWT.

"Seperti untuk shalat tahajud harus dibiasakan, insya Allah mereka akan terbiasa," paparnya.

Menurut Yayan, proses itulah yang harus ditempuh dirinya dalam mendidik anak yatim. Terkadang, tambah dia, banyak kendala dalam mengingatkan untuk shalat malam kepada anak asuhnya. Salah satunya ialah, sulitnya membangunkan untuk shalat.

"Setelah tidur kadang tidur lagi, tapi tetap dibangunkan lagi," jelas dia.

Ia menambahkan, pembiasaan tersebut guna melatih anak-anak kepada hal-hal yang positif. Sehingga nantinya akan terbawa hingga dewasa. "Harus dimulai dari hal terkecil dulu," tambahnya.

Namun, dalam prosesnya tersebut ada bumbu yang dirasakan Yayan. Sehingga perlu tenaga ekstra untuk tetap menuntun anak asuhnya dalam menjalankan ibadah. Terkadang, kata Yayan, ada hal lucu saat shalat malam. "Misalnya masih mengantuk, sujud dan gak bangun-bangun," ujarnya.

Selain itu, ada trik khusus yang dilakukan Yayan. Agar anak asuhnya tetap terjaga dalam melakukan ibadah di sepertiga malam. Salah satunya ialah melakukan olahraga kecil.

"Mereka tetap dibangunkan disuruh cuci muka atau olahraga sebentar untuk menghilangkan ngantuk," ungkapnya.

Yayan berharap, apa yang dilakukannya tersebut bisa mengubah anak asuhnya menjadi lebih baik. Sehingga mereka bisa tetap mengamalkan ibadah sunah Rasulullah SAW.


“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

UPDATE #1
9 Januari 2018

Mengetuk Surga Ar Rayyan di Rumah Yatim Kaliurang

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya 'Ar-Rayyan', yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. Dikatakan: manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi.” (HR Bukhori dan Muslim)

Selain bisa memasuki surga Ar-Rayyan, banyak sekali keutamaan yang bisa diraih dari puasa senin kamis, di antaranya dapat menyehatkan tubuh, mengendalikan hawa nafsu dan masih banyak lagi. Mengetahui bahwa banyak sekali fadilah yang dapat diambil dari puasa senin kamis, pengurus Rumah Yatim menginstruksikan seluruh anak asuhnya untuk rutin melakukan puasa sunah tersebut.

Asrama Kaliurang salah satunya, setiap hari Senin dan Kamis, anak asuhnya rutin berpuasa. Kegiatan ini bahkan telah menjadi suatu pembiasaan untuk mereka. Menurut Nurma Madjid salah satu pengurus asrama, banyak sekali manfaat yang telah mereka peroleh, satu di antaranya mereka tidak gampang terkena sakit, lebih peka terhadap lingkungan sekitar, lebih sabar dan lebih disiplin. Rutin menjalankan puasa senin kamis membuat anak-anak terbiasa bangun pukul 03:00 WIB untuk menjalankan shalat tahajud.

“Anak-anak selalu bersemangat menjalankan puasa ini, Alhamdulillah mereka tidak pernah mengeluh lapar, capek atau haus meskipun jarak ke sekolah jauh,” ujarnya.

Ia berharap, anak asuh dapat terus istiqomah menjalankan puasa senin kamis ini agar mereka memperoleh banyak manfaat dari kebiasaannya tersebut.


"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." — (QS.2:245)

Tanggal Nominal
Hamba Allah
27 Desember 2017
Rp 500.908
Lia amalia
2 Januari 2018
Rp 100.516
Revy Febryanth
5 Januari 2018
Rp 200.955
Hamba Allah
17 Januari 2018
Rp 200.620
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 100.369
Hamba Allah
8 Februari 2018
Rp 500.000
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 95.000
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 100.780
Hamba Allah
10 Maret 2018
Rp 1.000.967
Slamet Winaryo
20 Maret 2018
Rp 1.500.303
Hamba Allah
22 Maret 2018
Rp 1.000.385
ferryhendiky
6 April 2018
Rp 300.448
Hamba Allah
16 April 2018
Rp 200.316
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 1.000.746
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 170.425
Syafaruddin Siregar
9 Mei 2018
Rp 200.402
Hamba Allah
12 Mei 2018
Rp 100.742
Hamba Allah
15 Mei 2018
Rp 400.000
Mila Anggraeni
15 Mei 2018
Rp 500.784
Fausta Nanda
20 Mei 2018
Rp 50.888

Total muzaki : 21 orang