Detail Layanan

zakat maal

Zakat Emas, Perak, dan Uang

Dana Terhimpun : Rp 1.000.982


Rp


UPDATE LAPORAN TERBARU
7 Maret 2018

RY Harap Santunan Da'i Lebih Tepat Sasaran di 2018

“Insya Allah pada tahun 2018 ini kami akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang menaungi para da’i,” papar Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim NTB. 

Menurut pengalaman yang ia rasakan tahun lalu, tak mudah menyalurkan santunan da’i dengan tepat sasaran. Oleh sebab itu, ini menjadi salah satu resolusi untuk program memuliakan para da’i yang ikhlas di tahun 2018. Amir ingin lebih selektif, lebih luas penyalurannya dan yang paling utama memilih da’i yang benar-benar membutuhkan bantuan dana. 

Meski tak dipungkiri selama tahun 2017, ia bersama tim sudah berupaya menyalurkan santunan kepada da’i-dai terpilih sesuai dengan kriteria. Penyaluran pun berlangsung pada akhir tahun 2017, di mana Amir menyalurkan santunan untuk 5 da’i, terdiri dari 2 da’i daerah Longseran, 2 da’I dari Nyangget dan 1 da’i dari Karang Kemong.

Ia memaparkan semua da’i merupakan da’i sukarelawan yang tak berpenghasilan, dan mendapat penghasilan seikhlasnya saja dari masyarakat bahkan tidak sama sekali.

Salah satunya, Fahrudin (60), seorang buruh tani yang membagikan ilmu agamanya untuk masyarakat sekitar Nyangget, meski pun sudah cukup berumur namun ia tidak pernah pensiun. Padahal beliau sudah mampu mencetak generasi, di mana anak muridnya sudah menggantikannya mengajar bersamanya. Kecintaannya akan mengajar tetap beliau laksanakan setiap harinya. 

Semua da’i yang didapatkan merupakan da’i-da'i yang dikenal baik oleh kemitraan Rumah Yatim, karena itu mereka pun tahu betul kehidupan dan sepak terjang para da’i tersebut.

“Alhamdulillah, kami dibantu oleh kemitraan, jadi santunan da’i kali ini berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya. 


Indahnya kebersamaan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.

#ZakatUntukPerubahan
#LAZNasional


Deskripsi Layanan


Hadist yang diriwayatkan dari Ali ra, dia berkata, telah bersabda Rasulullah saw:

“Jika kamu mempunyai 200 dirham dan sudah cukup setahun maka zakatnya adalah 5 dirham, dan emas hanya dikenakan zakat bila sudah mencapai 20 dinar dan sudah cukup setahun, maka zakatnya adalah ½ dinar setiap bertambah maka dengan hitungan tersebut. Tidak wajib zakat kecuali sampai cukup masa setahun”. (H.R Abu Daud)

Kategori Zakat Emas dan Perak

Harta lain yang juga termasuk kategori emas dan perak :

  1. Logam/batu mulia dan Mata uang
  2. Simpanan seperti : Tabungan, deposito, cek atau surat berharga lainnya.

Syarat Zakat Emas & Perak

  • Sampai nishob.
  • Berlalu satu tahun.
  • Bebas dari hutang yang menyebabkan kurang dari nishob.
  • Surplus dari kebutuhannya.
    • Jika perhiasan tersebut sebagai simpanan atau investasi, wajib dikeluarkan zakatnya 2.5% dengan syarat nishob dan haul.
    • Perhiasan yang haram digunakan dan terbuat dari emas & perak, wajib dikeluarkan zakatnya.
    • Jika perhiasan tersebut untuk dipakai dan dalam batas yang wajar, tidak dikenakan zakat, jika berlebihan termasuk katagori pertama.
    • Penentuan nishabnya adalah senilai dengan nishab emas 85 gram.

Nishab dan kadar zakat emas, perak dan uang

  • Nishab emas 20 dinar, 1 dinar = 4,25 gram, maka nishab emas adalah 20 X 4,25 gram = 85 gram.
  • Nishab Perak adalah 200 dirham, 1 dirham = 2,975 gram, maka nishab perak adalah 200 X 2,975 gram = 595 gram.
  • Demikian juga macam jenis harta yang merupakan harta simpanan dan dapat dikategorikan dalam emas dan perak, seperti uang tunai, tabungan, cek, saham, surat berharga ataupun bentuk lainnya. Maka nishab dan zakatnya sama dengan ketentuan emas dan perak. Artinya jika seseorang memiliki bermacam-macam bentuk harta dan jumlah akumulasinya lebih besar atau sama dengan nishab (85 gram emas) maka ia telah terkena kewajiban zakat (2.5%).
UPDATE #1
7 Maret 2018

RY Harap Santunan Da'i Lebih Tepat Sasaran di 2018

“Insya Allah pada tahun 2018 ini kami akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang menaungi para da’i,” papar Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim NTB. 

Menurut pengalaman yang ia rasakan tahun lalu, tak mudah menyalurkan santunan da’i dengan tepat sasaran. Oleh sebab itu, ini menjadi salah satu resolusi untuk program memuliakan para da’i yang ikhlas di tahun 2018. Amir ingin lebih selektif, lebih luas penyalurannya dan yang paling utama memilih da’i yang benar-benar membutuhkan bantuan dana. 

Meski tak dipungkiri selama tahun 2017, ia bersama tim sudah berupaya menyalurkan santunan kepada da’i-dai terpilih sesuai dengan kriteria. Penyaluran pun berlangsung pada akhir tahun 2017, di mana Amir menyalurkan santunan untuk 5 da’i, terdiri dari 2 da’i daerah Longseran, 2 da’I dari Nyangget dan 1 da’i dari Karang Kemong.

Ia memaparkan semua da’i merupakan da’i sukarelawan yang tak berpenghasilan, dan mendapat penghasilan seikhlasnya saja dari masyarakat bahkan tidak sama sekali.

Salah satunya, Fahrudin (60), seorang buruh tani yang membagikan ilmu agamanya untuk masyarakat sekitar Nyangget, meski pun sudah cukup berumur namun ia tidak pernah pensiun. Padahal beliau sudah mampu mencetak generasi, di mana anak muridnya sudah menggantikannya mengajar bersamanya. Kecintaannya akan mengajar tetap beliau laksanakan setiap harinya. 

Semua da’i yang didapatkan merupakan da’i-da'i yang dikenal baik oleh kemitraan Rumah Yatim, karena itu mereka pun tahu betul kehidupan dan sepak terjang para da’i tersebut.

“Alhamdulillah, kami dibantu oleh kemitraan, jadi santunan da’i kali ini berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya. 


Indahnya kebersamaan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.

#ZakatUntukPerubahan
#LAZNasional

Tanggal Nominal
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 1.000.982

Total muzaki : 1 orang