Detail Layanan

zakat penghasilan

Zakat Penghasilan

Dana Terhimpun : Rp 268.880.176


Rp


UPDATE LAPORAN TERBARU
21 Juli 2018

Lansia di Lombok Timur Terima Santunan Biaya Hidup Rumah Yatim NTB

 

Lombok Timur menjadi salah satu wilayah yang dijadikan tempat penyaluran santunan oleh Rumah Yatim Cabang Nusa Tenggara Barat (NTB). Beberapa kali mengadakan santunan di sekitar Lombok Timur, Rumah Yatim pun cukup dikenal. Salah satunya di Dusun Beririjarak Wana Saba Lombok Timur. 

Menurut Kepala Cabang NTB, Amir Sumarna, Lombok Timur merupakan tempat kelahiran anak asuh Rumah Yatim. Bahkan, sampai saat ini masih banyak anak asuh di sana. Pada kesempatan kali ini, Rumah Yatim NTB berkunjung bukan untuk mendatangi anak asuhnya, tapi ingin menyalurkan santunan biaya hidup untuk 27 mustahik yang sudah menunggu.

Semua yang hadir adalah wanita yang sudah lanjut usia. Pada saat Rumah Yatim datang, mereka sudah duduk di dalam mushola dengan pakaian muslimahnya. Mereka tampak tenang, namun menurut Amir ternyata ada hal di luar perkiraannya. Yakni jumlah lansia yang sudah menunggu itu tidak sesuai dengan permintaan. Amir meminta kepada pihak kemitraan untuk mengumpulkan 27 mustahik, tapi yang hadir justru lebih.

“Ini kan santunan biaya hidup, jadi biasanya kalau program ini disediakan sesuai budget yang sudah ditetapkan,” paparnya.

Meski begitu, ia tak mau mengecewakan lansia yang sudah hadir.“Kami tak mau mengecewakan mereka, karena dilihat juga mereka layak untuk mendapatkan bantuan,” pungkasnya.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik


Deskripsi Layanan


Zakat Penghasilan dikenal dengan istilah zakah rawatib al-muwazhaffin (zakat gaji pegawai) atau zakah kasb al-‘amal wa al-mihan al-hurrah (zakat hasil pekerjaan dari berbagai profesi). Zakat Penghasilan didefinisikan sebagai zakat yang dikenakan pada tiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendiri maupun bersama orang atau lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) yang memenuhi nishab.

Zakat Penghasilan merupakan perkembangan dan Ijtihad  kontemporer, yaitu disebabkan adanya penghasilan uang. Misalnya profesi dokter, konsultan, advokat, dosen, arsitek, dan sebagainya.

Kadar Zakat
Dari berbagai pendapat dinyatakan bahwa landasan zakat penghasilan dianalogikan kepada zakat hasil pertanian yaitu dibayarkan ketika mendapatkan hasilnya, demikian juga dengan nishobnya yaitu sebesar 520 kg makanan pokok, dan dibayarkan dari pendapatan kotor. Sedangkan tarifnya adalah dianalogikan kepada zakat emas dan perak yaitu sebesar 2,5 %, atas dasar kaidah “Qias Asysyabah”.

Cara Menghitung
Terdapat 2 cara menghitung Zakat Penghasilan, yaitu:

  1. Menghitung dari pendapatan kasar (brutto)
    Pendapatan total keseluruhan (dalam sebulan) x 2,5 %
  1. Menghitung dari pendapatan Bersih
    Pengeluaran bulanan* x 2,5%

*Pengeluaran perbulan adalah pengeluaran kebutuhan sandang, pangan, papan dan cicilan hutang pribadi

UPDATE #142
21 Juli 2018

Lansia di Lombok Timur Terima Santunan Biaya Hidup Rumah Yatim NTB

 

Lombok Timur menjadi salah satu wilayah yang dijadikan tempat penyaluran santunan oleh Rumah Yatim Cabang Nusa Tenggara Barat (NTB). Beberapa kali mengadakan santunan di sekitar Lombok Timur, Rumah Yatim pun cukup dikenal. Salah satunya di Dusun Beririjarak Wana Saba Lombok Timur. 

Menurut Kepala Cabang NTB, Amir Sumarna, Lombok Timur merupakan tempat kelahiran anak asuh Rumah Yatim. Bahkan, sampai saat ini masih banyak anak asuh di sana. Pada kesempatan kali ini, Rumah Yatim NTB berkunjung bukan untuk mendatangi anak asuhnya, tapi ingin menyalurkan santunan biaya hidup untuk 27 mustahik yang sudah menunggu.

Semua yang hadir adalah wanita yang sudah lanjut usia. Pada saat Rumah Yatim datang, mereka sudah duduk di dalam mushola dengan pakaian muslimahnya. Mereka tampak tenang, namun menurut Amir ternyata ada hal di luar perkiraannya. Yakni jumlah lansia yang sudah menunggu itu tidak sesuai dengan permintaan. Amir meminta kepada pihak kemitraan untuk mengumpulkan 27 mustahik, tapi yang hadir justru lebih.

“Ini kan santunan biaya hidup, jadi biasanya kalau program ini disediakan sesuai budget yang sudah ditetapkan,” paparnya.

Meski begitu, ia tak mau mengecewakan lansia yang sudah hadir.“Kami tak mau mengecewakan mereka, karena dilihat juga mereka layak untuk mendapatkan bantuan,” pungkasnya.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #141
20 Juli 2018

Bantuan Rumah Yatim Kurangi Beban Harian Jompo dan Janda di Desa Jelegong

 

Rumah Yatim Area Jawa Barat menyalurkan bantuan biaya hidup kepada masyarakat prasejahtera, jompo, serta janda yang berada di Kampung Pasar Malang RT 01 RW 07, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (18/7). Pemberian bantuan ini untuk meringankan secara ekonomi harian masyarakat kurang mampu.

Pada saat pembagian suasana berjalan tertib dan lancar. Bahkan, antusias warga yang mayoritas janda dan jompo ini sudah menunggu kedatangan tim relawan. Selain itu, wilayah tersebut dipilih untuk pembagian bantuan biaya hidup, karena memang kondisi ekonomi masyarakatnnya masih lemah. Bahkan, mayoritas penerima bantuan biaya hidup ini juga bekerja sebagai buruh tani.

"Dikarenakan kondisi ekonomi di wilayah tersebut di bawah rata-rata dan kebanyakan masyarakat tersebut kerjanya tani," papar Budi, relawan Rumah Yatim Area Jawa Barat, kepada jurnalis.

Ia berharap, bantuan yang diberikan Rumah Yatim bisa bermanfaat bagi penerima. Agar, masyarakat bisa sedikit terbantu secara kebutuhan ekonomi hariannya. Di samping itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi upaya jalinan silaturahmi antara Rumah Yatim dengan masyarakat sekitar. Supaya, kata dia, Rumah Yatim bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat prasejahtera.

"Semoga bisa mengurangi beban mereka walaupun hanya sedikit, tapi bisa manfaat serta barokah," ungkapnya.

Tanggapan masyarakat juga sangat beragam dengan adanya pembagian bantuan biaya hidup tersebut. Namun, kata Budi, masyarakat sangat mendukung adanya kegiatan ini. Di samping itu, masyarakat juga berharap akan ada bantuan serupa maupun yang lainnya di wilayah itu.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #140
17 Juli 2018

Mengajar Secara Sukarela, Guru Ngaji di Fajar Baru Dapat Santunan Rumah Yatim

Tiga belas guru ngaji terpilih di Kelurahan Fajar Baru, Kec. Jati Agung, Kab. Lampung Selatan, mendapat santunan dari Rumah Yatim atas kontribusinya dalam mengajar ngaji secara sukarela. Santunan ini diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Herman, di Balai Desa Fajar Baru, Sabtu (14/7) lalu.

"Bantuan ini digulirkan sebagai bentuk apresiasi kami terhadap dedikasi mereka yang telah sukarela mengajarkan ilmu agama dan Alquran kepada anak-anak di Fajar Baru," kata Herman.

Menurut salah satu guru ngaji, Nurjaman, mayoritas warga Fajar Baru bekerja sebagai buruh serabutan yang mempunyai penghasilan minim. Sehingga untuk membayar jasa guru ngaji, mereka kewalahan. Oleh karena itu, ia membebaskan biaya para muridnya agar mereka tetap bisa menuntut ilmu agama.

 “Sebenarnya kami pun bekerja sebagai serabutan, tapi kami tidak ingin generasi penerus di Kelurahan Fajar Baru tidak dapat mengaji,” paparnya.

Biasanya, Nurjaman mulai mengajar setelah ia pulang bekerja. Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepadanya dan dua belas rekannya.

“Alhamdulillah terima kasih telah peduli kepada kami, semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” ungkapnya.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #139
16 Juli 2018

Apresiasi Semangat Para Guru di Medan, Rumah Yatim Beri Santunan

Rumah Yatim Medan menyalurkan bantuan program santunan dai di Jalan Datuk Rubiah, Rengas Pulas, Lingkungan 28, Medan Merelan, Sumatera Utara, Sabtu (14/7). Pemberian santunan ini merupakan bentuk apresiasi Rumah Yatim terhadap para guru yang sudah mengabdikan dirinya membantu anak-anak kurang mampu.

Kepala Cabang Medan, Harun menuturkan, penyaluran santunan ini juga merupakan sebagai salah satu bentuk perhatian Rumah Yatim kepada para ustadz yang sudah mendedikasikan diri dan waktunya mengajar untuk mencerdaskan anak bangsa. Sebanyak 22 guru menerima bantuan ini. 

“Bentuk apresiasi kita kepada guru yang telah mendedikasikan diri bagi anak yatim dhuafa,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, kondisi para guru tersebut sangat memprihatinkan karena mereka tidak dibayar sedikitpun. Para guru dengan ikhlas menyumbangkan waktu dan ilmunya kepada lebih dari 20 yatim dan dhuafa. Untuk sarana kegiatan belajar mengajar pun hanya mengandalkan sumbangan. 

“Kondisinya bisa dibilang sangat memprihatinkan, karena tempat yang kita tuju mayoritas warganya tidak mampu,” jelasnya Sabtu, (14/7).

Ia berharap, dengan adanya bantuan dari Rumah Yatim ini, dapat membantu memenuhi kebutuhannya serta menambah semangat para guru dalam membangun kecerdasan generasi penerus bangsa yang berintelektual.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #138
14 Juli 2018

Rumah Yatim Jabodetabek Salurkan Bantuan untuk Empat Mitra

Rumah Yatim Regional Jabodetabek menyalurkan bantuan kemitraan untuk empat yayasan pendidikan. Penyaluran ini dilakukan di kantor kas Rumah Yatim, Jalan Beringin Raya No. 94, Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/7). Bantuan ini disalurkan guna mendukung kegiatan belajar mengajar di empat yayasan tersebut. Agar kegiatan yang berlangsung berjalan lancar. 

Kasie Pendayagunaan Jabodetabek, Muslih mengungkapkan, bantuan ini juga untuk menunjang sarana pendidikan di empat yayasan yang masih memiliki kekurangan sarana prasarana untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Adapun bantuan yang diberikan berupa donasi para muzakki yang diamanatkan kepada Rumah Yatim.

“Ini merupakan santunan program bantuan sosial berupa uang tunai untuk menunjang sarana pendidikan,” ungkapnya saat diwawancarai, Kamis, (12/7).

Kemudian, kata dia, yayasan yang diberi bantuan di antaranya Yayasan Miftahul Ilmi, Yayasan Media Kasih, Yayasan Assholatiyah, dan Yayasan Daarul Irfan. Keempat yayasan tersebut sudah bermitra dengan Rumah Yatim sejak 2017. 

Ia berharap, ke depannya melalui bantuan ini Rumah Yatim dan mitra bisa bersinergi dalam bekerjasama mencerdaskan kehidupan bangsa di bidang pendidikan. Sehingga bisa saling mendukung program satu sama lain untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berintelektual islami.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #137
11 Juli 2018

Santunan Rumah Yatim Jadi Dorongan Semangat Bagi Para Da'i

10-Juli-2018, RY Area Jabodetabek

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan santunan kepada sejumlah da'i yang berada di wilayah Kayuringin, Bekasi, Selasa (10/7). Kegiatan penyaluran tersebut dimaksudkan untuk memberikan dukungan kepada para ulama yang mengabdikan diri di jalan agama.

Menurut pemaparan, Person In Charge (PIC) kegiatan tersebut, Rusmanto, penyaluran berjalan lancar. Selain itu, antusias para da'i terlihat dengan kegiatan tersebut. Sedikitnya sebanyak 18 da'i menerima santunan Rumah Yatim di hari itu. Bantuan ini juga, kata dia, untuk memberikan motivasi bagi para da'i.

"Salah satu bentuk dukungan untuk para da'i yang sudah memberikan kontribusinya kepada masyarakat," paparnya.

Di samping itu, para da'i tersebut juga merupakan ujung tombak untuk menyiarkan dan memberikan pendidikan agama kepada masyarakat. Selain itu, sebagian dari da'i merupakan guru ngaji bagi anak-anak yang ada di daerah tersebut. 

Rusmanto berharap, dengan santunan yang diberikan Rumah Yatim bisa memberikan dampak positif. Di samping, untuk memberikan dorongan secara moril lewat bantuan tersebut. Sehingga, para da'i tersebut bisa terus semangat dalam mengajar dan memberikan ilmunya kepada masyarakat.

"Harapanya agar bisa membantu meringankan kebutuhan hidup para da'i," ujarnya.

Para da'i juga bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh donatur lewat Rumah Yatim. Apalagi, kata sebagian da'i, tidak menyangka bisa ada lembaga yang memberikan perhatian kepada mereka.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanDai
#Fiisabilillah

UPDATE #136
7 Juli 2018

Bantuan Rumah Yatim Disalurkan Bagi Warga di Tiga Wilayah Tegal

04-Juli-2018, RY Cabang Tegal

Rumah Yatim Tegal kembali menyalurkan bantuan biaya hidup untuk 58 mustahiknya. Dilakukan di tiga tempat yang berbeda yakni warga Harjawinangun, Buka Teja dan Mindaka. Meski dilakukan di tiga tempat sekaligus, namun penyaluran berlangsung lancar dan menggembirakan warga di sana.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan mapping,” ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman.

Ia menuturkan, terpilihnya tiga tempat tersebut dengan alasan karena daerah tersebut termasuk daerah rawan pangan. Apalagi untuk Kecamatan Balupalang yang di dalamnya Desa Bukateja dan Harjawinangun. Karena itu, Rumah Yatim pun sudah beberapa kali mengadakan santunan serupa dan juga santunan lainnya di kecamatan itu.

Seperti biasa, santunan peduli sesama dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, tapi berbeda untuk Kecamatan Mindaka yang sengaja dikumpulkan di rumah aparat setempatnya. Kedatangan Rumah Yatim yang cukup mendadak membuat mereka sangat bahagia. Mereka sambut dengan tangan terbuka dan tak lupa ucapan terima kasih pun mengalir dari semua yang hadir maupun yang didatangi secara langsung.

“Alhamdulillah semua sangat menyambut baik kami dan mereka sangat berterima kasih,” tuturnya.

Untuk penyaluran ini, ia membaginya ke dalam dua tim yaitu satu tim yang dilakukan oleh para relawan menuju Kecamatan Balupalang dan tim satunya lagi yang dipimpin oleh Jajang sendiri ke Mindaka. 

Semua mustahik yang dikunjungi kebanyakan adalah lansia dan para janda, sebagian fakir dan miskin yang memang layak untuk mendapatkan santunan tersebut. Apalagi di daerah Balupalang yang kebanyakan bekerja sebagai buruh serabutan, tukang rongsokan dan asisten Rumah Tangga. Selain itu, Rumah Yatim Tegal pun tetap memberikan santunan tersebut untuk anak yatim. Ada sekitar 18 warga Harjawinagun, 10 warga Bukateja dan 25 warga Mindaka.

“Untuk selanjutnya kami akan terus memberikan santunan untuk wilayah ini, karena menurut data yang kami dapatkan masih banyak sekali warga yang patut mendapatkan bantuan,” ungkapnya.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup

UPDATE #135
6 Juli 2018

Dana Kemitraan Rumah Yatim Dimanfaatkan untuk Membuat Perpustakaan

03-Juni-2018, RY Cabang Surabaya

Taman Pendidikan Quran (TPQ) Al Falah merupakan salah satu kemitraan Rumah Yatim Surabaya akan mengalokasikan dana yang diberikan oleh Rumah Yatim pada Selasa (3/7) untuk membuat perpustakaan di Mushola Al Falah tempat anak-anak belajar.

Menurut Kepala TPQ, Umi, sebelumnya di TPQ ada perpustakaan, tapi buku-buku yang ada sering di pinjam dan tak pernah dikembalikan. Hal itu membuat perpustakaan miliknya itu kehilangan koleksinya. Karena itu, ia pun ingin memanfaatkan dana yang diberikan oleh Rumah Yatim untuk mendongkrak minat baca anak didiknya dengan kembali membuat perpustakaan. 

Di TPQ Al Falah sendiri ada 150 peserta didik dari usia TK hingga usia SMP, mereka melakukan aktivitas belajar dari pukul 15.30 hingga menjelang maghrib. Pendidikan yang didapatkan, biasanya seputar keterampilan membaca Alquran. Agar anak-anak memiliki wawasan luas mengenai ilmu agama Islam, Umi pun ingin membuat perpustakaan yang di dalamnya terdapat buku-buku tentang pengetahuan agama Islam. 

“Kami akan memanfaatkan dana ini untuk membeli buku-buku Islam dan juga lemari buku,” ungkapnya.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya, Agus, bantuan ini sudah dua kali diberikan kepada TPQ Al Falah, yang pertama dimanfaatkan untuk kesejahteraan para gurunya yang selama ini bekerja seikhlasnya dan tidak pernah mendapatkan imbalan. Dan yang kedua dimanfaatkan untuk membuat perpustakaan.  

“Alhamdulillah dana titipan dari donatur ini sangat bermanfaat buat mereka,” tuturnya.

Rencananya Rumah Yatim Surabaya, akan mencari kembali kemitraan yang bisa diajak bersinergi dan membantu mereka supaya jauh lebih mandiri. Karena sebelum ini, Rumah Yatim Surabaya pun memiliki satu mitra yang sudah mampu dilepas.

“Satu kemitraan yang akan kami lepas dan menggantinya dengan yang baru, karena menurut kami mereka kini sudah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dari kami,” ungkapnya.

 

#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanKemitraan

UPDATE #134
4 Juli 2018

Santunan Rumah Yatim, Wujud Penghargaan Jasa Para Da'i di Lombok Tengah

30-Juni-2018, Rumah Yatim NTB

Rumah Yatim NTB memberikan bantuan untuk para da’i asal Lombok Tengah yang sudah mendedikasikan dirinya untuk mencerdaskan generasi bangsa dan mendidik moral bangsa dengan mengajarkan pendidikan dasar agama.

Sabtu (30/6), para da'i berkumpul di kediaman Hasan sebagai salah satu mitra Rumah Yatim NTB. Darinya pula didapatkan data para da'i yang sudah cukup lama menjadi da'i di daerah tersebut. Mereka adalah Husen Sudrazat, Sutrisno, Edi Armian, Junaedi, Halik Rahadi, Hanan Nurdin, Suharto, Eliza Haumahu.  

Junaedi misalnya, ia sudah 20 tahun menjadi pengajar. Kehidupannya sangat sederhana, bahkan tempat mengajar pun sangat sederhana. Setiap hari, ia mengajar di teras rumahnya yang kecil. Menurut pengakuannya, pihak orangtua murid sudah mau membangunkan tempat yang lebih baik. Namun, ia menolak karena khawatir saat bangunannya menjadi bagus maka prioritas dan niat mengajar pun berubah. 

"Saya takut jika bangunannya sudah bagus saya jadi berubah pikiran," tuturnya.

Pengajian itu bermula dari Junaedi  yang merasakan perlunya pendidikan agama buat anaknya. Kala tempat mengaji  anaknya cukup jauh jaraknya yakni harus keluar dari kampung dan mengaji di kampung sebelah. Kekhawatiran pun muncul dan memberikan inisiatif untuk mendidik anaknya sendiri dengan ilmu agama yang dia miliki. Setelah berjalan beberapa lama, kegiatannya pun cukup diminati warga sekitar. Sehingga mereka akhirnya menitipkan anak-anaknya untuk diajari membaca Alquran.

"Tak terasa kini sudah puluhan tahun," kenangnya.

Meski sudah sekitar 20 tahun, namun dia tak pernah mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Ia mengajar seikhlasnya, tanpa meminta imbalan dari pihak orangtua atau pun pihak pemerintah. Untuk menafkahi keluarganya, ia gantungkan hidup dari kerja serabutannya. 

Melihat betapa ikhlasnya ia mengajar, maka Rumah Yatim NTB pun memberikan santunan da'i sebagai wujud penghargaan atas jasa para da’i yang berada di Rerorong Jonggat dan sekitarnya.

"Kami memilih da'i yang benar-benar berjuang namun mereka tidak memiliki penghasilan yang mencukupi untuk keluarganya, dan bapak Junaedi  termasuk di dalamnya," ungkap pengurus Rumah Yatim, Salma Hasanah.

#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanDa'i

UPDATE #133
3 Juli 2018

Santunan Biaya Hidup Disalurkan untuk Warga Prasejahtera Desa Tanjung Layar

30-Juni-2018, RY Medan

Rumah Yatim Cabang Medan menyalurkan bantuan biaya hidup kepada 50 mustahik di Desa Tanjung Layar, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (30/6). Penyaluran ini dalam rangka untuk berbagi senyum kepada warga prasejahtera yang berada di lingkungan tersebut. 

Kepala Cabang Medan, Harun menuturkan, masyarakat yang diberi santunan terdiri dari jompo, lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, penyaluran ini juga bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat prasejahtera yang mengalami kekurangan finansial. 

“Ya, setidaknya kita bisa memberikan sesuatu yang dapat menambah semangat mereka,” ujarnya saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim.

Ia menambahkan, sebagian warga dikumpulkan untuk menerima penyaluran, dan sebagian lainnya dilakukan dengan cara door to door. Karena ada sebagian mustahik yang tidak bisa mendatangi posko berkumpulnya para mustahik. 

Harun berharap, penyaluran ini dapat digunakan sebaik mungkin dan bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, serta dapat membantu lebih banyak lagi untuk ke depannya.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup

UPDATE #132
2 Juli 2018

Lansia di Desa Citerep Terima Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim

30-Juni-2018, RY Jawa Barat

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan kepada puluhan lansia di Kampung Leuwi Bandung, Desa Citerep, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (30/6). Pemberian bantuan ini merupakan salah satu upaya untuk memberi keringanan kepada masyarakat sekitar.

Menurut Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Solehudin, pada kegiatan penyaluran yang dilaksanakan Sabtu lalu itu sebanyak 78 lansia menerima bantuan biaya hidup. Menurut dia, bantuan tersebut sengaja menyasar wilayah tersebut karena cukup banyak lansia yang perlu dibantu.

Di samping itu, penyaluran bantuan biaya hidup ini juga merupakan satu dari sejumlah program yang rutin dilaksanakan Rumah Yatim Area Jawa Barat. Sasaran utamanya merupakan wilayah yang masih tergolong lemah dalam keadaan ekonomi. Sehingga, bantuan Rumah Yatim bisa tepat sasaran. Bahkan, sambung Solehudin, bantuan yang diberikan siang itu mendapat respon masyarakat sekitar.

"Alhamdulillah berjalan lancar. Mereka senang mendapat bantuan," ujarnya.

Ia berharap, bantuan yang disalurkan lewat dirinya tersebut bisa memberikan keringanan secara ekonomi. Bahkan, bantuan tersebut bisa digunakan untuk menyambung keseharian masyarakat. Sehingga, kata dia, hadirnya Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan dampak yang lebih baik.

"Semoga bisa terus memberikan hal yang sama untuk orang yang berbeda di wilayah lain," ungkapnya.

Selain bantuan biaya hidup, Rumah Yatim juga rutin memberikan sejumlah bantuan untuk mendukung dan membantu masyarakat secara luas. Bantuan tersebut juga terus diberikan di setiap cabang Rumah Yatim yang ada di Indonesia. Harapannya, hadirnya Rumah Yatim di setiap provinsi dan daerah tersebut bisa memberikan kebahagiaan bagi masyarakat.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanBiayaHidup

UPDATE #131
30 Juni 2018

Lansia dan Penyandang Disabilitas Kali Pertama Terima Bantuan Biaya Hidup

29-Juni-2018, RY Pekanbaru

Bersamaan dengan pembagian sembako pada Jumat 29 Juni kemarin, Rumah Yatim Cabang Pekanbaru memberikan pula bantuan biaya hidup. Sasaran utama kegiatan ini merupakan lansia dan penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut dilakasanakan di Jalan Bhakti RT 003 RW 010, Desa Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.

Pada kegiatan tersebut sedikitnya sebanyak 24 orang lansia dan penyandang disabilitas menerima bantuan biaya hidup. Bantuan ini diberikan guna memberikan perhatian dan dorongan secara ekonomi. Hal ini dikarenakan, seluruh penerima sudah tidak bisa bekerja secara biasanya. Melihat dari sanalah bantuan tersebut disalurkan.

Selain itu, diakui Person In Charge (PIC) kegiatan tersebut, Hilman, sebagian besar peneriman bantuan diwakilkan oleh keluarganya. Hal ini dikarenakan, penerima tersebut tidak bisa mendatangi lokasi pembagian bantuan. Namun, kegiatan tersebut tetap berlangsung dengan lancar dan disambut senyum bahagia penerima manfaat.

"Untuk yang lumpuh diwakilkan dari kelaurganya. Kami dipastikan dengan datang langsung ke rumahnya juga." papar Hilman.

Hilman berharap bantuan yang diberikan Rumah Yatim bisa digunakan sebaiknya oleh penerima manfaat. Sehingga, bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban harian yang dijalani penerima. Apalagi, kata dia, bantuan tersebut bisa digunakan pula untuk memberikan bantuan untuk berobat. Diakui juga salah satu penerima bantuan biaya hidup baru pertama kali diterima oleh mereka.

"Mereka sangat berterimakasih kepada Rumah Yatim. Senang dan berharap dapat lagi," jelas Hilman.


Berikan Suntikan Semangat Para Da'i, Rumah Yatim Berikan Santunan

29-Juni-2018, RY Pekanbaru

Berlokasi di dekat pantai yang jaraknya lebih dari 300 kilometer dari ibu kota Povinsi Riau. Masyarakat Desa Panipahan Darat terima sejumlah bantuan dari Rumah Yatim Cabang Pekanbaru. Bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat di rumah kepala desa Panipahan Darat, Jalan Bhakti RT 003 RW 010, Desa Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Jumat (29/6).

Salah satu bantuan yang diberikan Rumah Yatim ialah santunan bagi da'i. Bantuan tersebut diberikan kepada 10 orang da'i yang mengabdikan diri untuk memberikan pengajaran keagamaan bagi anak-anak dan masyarakat sekitar.

"Kalo kemarin ada guru ngaji dan guru MDA," papar Hilman, Person In Chgarge (PIC) kegiatan tersebut.

Disamping itu, bantuan itu dirasa perlu diberikan untuk mendukung dan memberikan motivasi kepada para da'i tersebut. Hal ini dikarenakan kegiatan keagamaan di wilayah tersebut sangat aktif. Kahususnya kegiatan diniyah bagi anak-anak sekitar.

Disamping itu, kata Hilman, seluruh pengajar tersebut tidak diberikan intensif yang sesuai dan tetap. Sehingga, bantuan tersebut diharapkan bisa memberikan sedikit keringanan untuk para penerima. Apalagi, bisa sampai memberikan motivasi agar tetap istiqomah dalam mengajar.

"Sukarela memberikan pendidikan. Bentuk motivasi untuk mereka," ujar Hilman.

Bantuan lain pula diberikan Rumah Yatim Cabang Pekanbari diantaranya ialah ratusan paket sembako dan santunan biaya hidup. Seluruh bantuan diberikan bagi masyarakay Desa Panipahan Darat. Selain itu, wilayah tersebut juga kali pertama menerima bantuan dari Rumah Yatim.

 

#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup
#SantunanDa'i

UPDATE #130
29 Juni 2018

Rumah Yatim NTB Salurkan 2 Program Bantuan di 3 Dusun

28-Juli-2018, Kamis

Sekitar 27 mustahik yang tersebar di 3 dusun di daerah Lombok Tengah, NTB menerima bantuan berupa santunan peduli sesama dan santunan Da'i pada Kamis (28/6). Rumah Yatim NTB melakukan kegiatan penyaluran di 3 dusun, di antaranya Karang Besolo, Penyambung dan Dusun Nawa Motong Are, Lombok Tengah.

Kegiatan penyaluran ini berdasarkan informasi yang didapat tim relawan Rumah Yatim akan keadaan beberapa warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Sebanyak 17 penerima manfaat berupa santunan peduli sesama terdiri dari lansia dan juga anak-anak yatim yang mana berasal dari keluarga tidak mampu. Dan 10 orang Da'i yang menerima bantuan santunan Da'i. Suka cita dan tangis harus kebahagiaan pun terlihat saat penyaluran berlangsung.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim cabang NTB, Amir berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hariannya,

"Harapannya Rumah Yatim dapat menjadi bagian dari masyarakat dalam memberikan bantuan dan juga mensejahterakan para mustahik." ujarnya saat di wawancarai via sambungan suara.

Ucapan terimakasih pun terucap dari semua penerima manfaat atas bantuan yang telah Rumah Yatim NTB berikan. Dan tak lupa Rumah Yatim pun mengucapkan terimakasih banyak atas kontribusi serrta yang utama adalah kepercayaan dari para donatur yang telah menitipkan Zakat nya kepada kami. Semoga semakin banyak yang berkontribusi, semakin banyak pula penerima manfaat yang dapat di bantu.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanPeduliSesama
#SantunanDa'i

UPDATE #129
17 Juni 2018

Rumah Yatim Berbagi Kebahagian bersama Warga Madiun di Momen Lebaran

17-06-2018, Rumah Yatim Cabang Surabaya

Rumah Yatim Cabang Surabaya menyalurkan bantuan peduli sesama, Minggu (17/6). Kegiatan penyaluran ini berlangsung di Kampung Jetis desa Bibis Kec. Sokomoro Magetan Kab. Madiun pada pagi hari tadi. Kegiatan yang baru pertama kali di lakukan di Kabupaten Madiun ini mendapat sambutan baik dari warga sekitar.

Kegiatan penyaluran secara door to door ini dilakukan dengan harapan bahwa Rumah Yatim Cabang Surabaya dapat menjangkau dan membantu warga kurang mampu yang berada jauh dari kantor cabang di Surabaya. Seperti di sampaikan oleh kepala cabang Rumah Yatim Agus Amy, kegiatan ini selain untuk membantu dalam kehidupan sehari-harinya juga mempunyai tujuan dan target yang lebih luas dari biasanya.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah ingin menyampaikan pada masyarakat luas bahwa meskipun jauh dari kantor kami di Surabaya tetapi tak menjadi halangan bagi Rumah Yatim untuk berbagi kebahagiaan di momen Lebaran ini." ujar Agus.

Kegiatan yang berlangsung baik dan lancar ini mentargetkan penerima manfaat yang bekerja mencari nafkah dengan berkebun. Warga di Kampung Jetis ini masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan sehingga ini menjadi alasan dipilihnya wilayah tersebut.

Harapan kedepannya semoga kedepannya Rumah Yatim khususnya cabang Surabaya adalah dapat lebih lebar lagi dalam mengepakkan sayapnya hingga ke seluruh pelosok Jawa Timur. Sehingga semakin banyak warga tidak mampu yang dapat di bantu.

Target penerima manfaat dalam program santunan peduli sesama ini sekitar 18 warga. Yang terbagi menjadi dua tempat penyaluran, 10 untuk warga Madiun dan sisanya akan diberikan pada warga di Sidoarjo yang kegiatan penyalurannya akan segera di lakukan.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#RumahYatimCabangSurabaya

UPDATE #128
16 Juni 2018

Rumah Yatim Bahagiakan Lansia Lewat Program Santunan Biaya Hidup

12-06-2018, Rumah Yatim Cabang Lampung

Ramadhan menjadi keberkahan tersendiri bagi masyarakat prasejahtera di Desa Sri Pendwo dan Desa Karang Sari, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Pada bulan yang penuh berkah ini Rumah Yatim Cabang Lampung memberikan santunan biaya hidup bagi warga di dua desa tersebut.

Menurut penjelasan Kepala Cabang Lampung, Herman, pada kesempatan tersebut sedikitnya ada 55 orang prasejahtera menerima bantuan santunan biaya hidup. Pemberian santunan ini disasarkan pada lansia yang sudah tidak bisa bekerja secara maksimal.

Selain itu, pemberian santunan biaya hidup ini merupakan salah satu dari sejumlah program yang disalurkan di desa tersebut. Pada pembagian santunan tersebut juga melibatkan aparatur pemerintahan terkait. Sehingga, data yang didapatkan bisa sesuai yang diharapkan Rumah Yatim Cabang Lampung.

"Semoga bermanfaat dan memberikan kebahagiaan di Ramadhan ini," papar Herman.

Ia berharap, bantuan santunan biaya hidup tersebut bisa sedikit memberikan keringanan kepada penerima manfaat. Apalagi, saat ini Ramadhan sudah di penghujung bulan. Sehingga, diharapkan bantuan santunan biaya hidup bisa memberikan kebahagiaan para masyarakat prasejahtera.

Bantuan lainnya juga turut disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Lampung di wilayah tersebut. Meliputi paket iftar bagi ratusan yatim dan dhuafa. Seluruh bantuan tersebut merupakan upaya Rumah Yatim untuk memberikan kebahagiaan bagi masyarakat.

 


"Jika tujuan shaum itu membentuk ketaqwaan, maka sesungguhnya KEMENANGAN seorang mukmin itu sangat tergantung seberapa kuat ia memelihara dan mempertahankan ketaqwaannya sampai ia bertemu Allah."

Keluarga besar Rumah Yatim mengucapkan ;

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H
Mohon maaf lahir dan bathin

"Taqabbalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiyamakum"

UPDATE #127
11 Juni 2018

Jelang Lebaran, Rumah Yatim Yogyakarta Salurkan 400 Paket Sembako

Memenuhi kebutuhan warga dhuafa menjelang Hari Raya Idul Fitri, para mustahik berbondong-bondong mendatangi posko pembagian bantuan sembako yang disalurkan oleh Rumah Yatim Area Yogyakarta. Kegiatan ini bertempat di Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, Minggu (10/9). 

“Sebanyak 400 paket sembako untuk para mustahik telah tersalurkan,” kata Arifin selaku Kepala Area Yogyakarta. 

Ia menjelaskan, bantuan ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam membantu masyarakat prasejahtera di lingkungan setempat dengan berbagi kebahagiaan, untuk memenuhi kebutuhan sembako yang akan dinikmati hari raya.  

Selain itu, sambung dia, masyarakat sangat antusias saat kedatangan Rumah Yatim ke lingkungan tersebut. Sehingga ia berharap, bantuan ini dapat bermanfaat untuk mereka dan berbagi keceriaan di bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari menuju lebaran.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatItuMensucikan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #126
5 Juni 2018

Rumah Yatim Kerjasama dengan Karang Taruna Salurkan Santunan Biaya Hidup

Kehadiran Rumah Yatim di Masjid Al-Huda Gresik, disambut baik oleh pemuda Karang Taruna Sukerejo, Kecamatan Sedayu, Gresik Jawa Timur. Kehadiran Rumah Yatim ini dalam rangka memberikan santunan biaya hidup untuk warga RT 01 RW 02.  

Bekerjasama dengan karang taruna yang sangat peduli terhadap kepentingan warganya itu, Rumah Yatim pun mendapat 20 mustahik santunan biaya hidup. Teknisnya, Rumah Yatim membagi kepada dua sesi yakni sesi pertama santunan diberikan kepada 10 mustahik yang disalurkan langsung di Masjid Al-Huda oleh pengurus Rumah Yatim Surabaya Agus Kurnia, dan sesi kedua diberikan ke rumah-rumah mustahik oleh Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad Yusuf didampingi oleh pihak Karang Taruna, Kusnendi.

"Agar efektif dan efisien, kami membagi dua tim,” papar Agus Muhammad Yusuf. 

Sedangkan, Agus Kurnia memaparkan, meski cukup banyak yang harus didatangi, namun dirinya merasa jauh lebih puas. Karena bisa merasakan dan melihat secara langsung kondisi para mustahik. Apalagi mustahik yang ditemui olehnya merupakan mustahik yang benar-benar tidak bisa datang dikarenakan sudah lanjut usia dan juga sakit.

“Kami menemui orang-orang yang sakit struk sehingga mereka hanya berbaring di kasur saja,” tuturnya. 

Santuan biaya hidup ini memiliki peranan penting bagi 20 mustahik ini, karena santunan ini sangat membantu mereka yang sedang mencari uang untuk buka puasa bersama keluarga mereka. Kusnendi pun mengucapkan terima kasihnya kepada Rumah Yatim. Sebagai karang taruna, pihaknya tak bisa terlalu berbuat banyak terhadap warganya, sehingga apa yang dilakukan Rumah Yatim dan para donatur dapat membantu masyarakat Sukerejo. “Terima kasih banyak, ini sangat membantu warga kami,” ujarnya.

 

UPDATE #125
4 Juni 2018

Manfaat Kehadiran Rumah Yatim Semakin Dirasakan Oleh Warga Klampis


“Alhamdulillah Rumah Yatim sudah semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Klampis,” ujar Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad Yusuf, saat penyaluran santunan biaya hidup, Kamis (31/5). 

Agus mengakui, kantor Rumah Yatim Surabaya ini harus senantiasa mengadakan kegiatan. Baik itu kegiatan rutinan tiap hari seperti bimbel, maupun kegiatan rutin tiap bulan seperti penyaluran santunan. Khusus di bulan Ramadhan, Rumah Yatim mengawalinya dengan program santuan biaya hidup.

Santunan biaya hidup ini diberikan kepada 10 mustahik dengan kriteria fakir dan miskin. “Alhamdulillah amanah dari donatur ini sudah kami sampaikan,” paparnya. 



Salah satu mustahik tersebut adalah Lianah yang bekerja sebagai tukang sapu di Jl. Klampis. Setiap hari, dia selalu rajin menyapu ruko-ruko yang berjejer di Jl. Klampis, salah satunya adalah ruko yang ditinggali oleh Rumah Yatim Surabaya. Ia pun memiliki kehidupan yang patut dicontoh, kerja kerasnya dia lakukan semata-mata untuk menghidupi orangtuanya yang sudah sangat renta. Padahal secara fisik, Lianah juga sudah tua. Namun, ia tidak menyerah dan terus berusaha untuk membahagiakan kedua orangtuanya. 

Untuk itu, Rumah Yatim Surabaya ingin memberikan penghargaan kepadanya, yakni memberikan santunan biaya hidup, dengan harapan dapat meringankan beban hidupnya selama ini.

“Mudah-mudahan santunan biaya hidup ini dapat meringankan beban para penerimanya,” harap Agus.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #124
31 Mei 2018

Masyarakat Kelurahan Kebon Besar Tangerang Dapat Bantuan Biaya Hidup

Ada suasana berbeda yang dialami warga Kelurahan Kebon Besar. Saat jelang buka puasa di akhir pekan kemarin, warga sudah berkumpul di Mushola An Nisriyah, Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Masyarakat yang datang merupakan warga prasejahtera yang akan menerima bantuan biaya hidup Rumah Yatim Regional Jabodetabek.a

Menurut Staf Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Rusmanto, bantuan biaya hidup tersebut diperuntukan membantu meringankan kebutuhan sejumlah warga. Apalagi, saat ini memasuki Ramadhan, Rumah Yatim ingin memberikan kebahagiaan bagi masyarakat prasejahtera. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 22 orang menerima bantuan.

"Kita gelar di tempat itu karena ini merupakan tindak lanjut dari program yang sebelumnya," papar Rusmanto.

Selain itu, pemilihan wilayah tersebut untuk bantuan biaya hidup karena sebagian dari warganya merupakan pekerja buruh. Sehingga, bantuan biaya hidup juga diberikan agar memberikan keringanan bagi warga tersebut. Di samping itu, ia berharap, di momen Ramadhan saat ini apa yang telah diberikan Rumah Yatim bisa menjadi keberkahan.

"Semoga apa yang diberikan dari para donatur untuk para mustahik, Allah ganti dengan yang jauh lebih banyak dan lebih barokah lagi," ungkapnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup

UPDATE #123
30 Mei 2018

Kebahagiaan Warga Praya Dapat Santunan Biaya Hidup Rumah Yatim

Keberkahan bulan Ramadhan dirasakan oleh masyarakat Praya yang mendapatkan santunan biaya hidup dari Rumah Yatim NTB. Bekerjasama dengan komunitas NTN (Nusa Tenggara Nusantara), Rumah Yatim berhasil mengumpulkan 37 orang, yang terdiri dari tujuh anak yatim dan 30 lansia yang kurang mendapat perhatian. Salah satu tokoh masyarakat, Marlan mengucapkan, rasa terima kasihnya dan berharap Rumah Yatim bisa terus berkontribusi membantu warganya yang membutuhkan. 

“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas bantuannya untuk warga kami,” tuturnya.

Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, Amir Sumarna, melihat warga yang hadir sangat bergembira dengan kehadiran Rumah Yatim, serta tim komunitas NTN yang sudah membantu untuk mencari lokasi penyaluran, pendataan dan juga mengondisikan para mustahik yang hadir. 

Amir mengakui, kerjasama dengan NTN ini semakin erat sejak empat bulan ke belakang. Sejak itu, Rumah Yatim dan NTN sudah melakukan empat kali penyaluran ke wilayah yang cukup memprihatinkan untuk membantu warga miskin yang ada di NTB. 

“Komunitas NTN memiliki kepedulian terhadap warga fakir miskin, kita memiliki satu tujuan yang sama dan Alhamdulillah dengan tujuan yang sama itu kita bisa bekerjasama dengan solid,” paparnya.

Karena kerjasama yang baik itu pun, rencananya Rumah Yatim NTB akan kembali menggandeng Komunitas NTN untuk penyaluran santunan lainnya pada bulan Ramadhan ini.

“Insya Allah kerjasama ini akan terus terjalin, salah satunya santunan sembako pada bulan Ramadhan,” ungkapnya.

 

Kebahagiaan Warga Praya Dapat Santunan Biaya Hidup Rumah Yatim

Keberkahan bulan Ramadhan dirasakan oleh masyarakat Praya yang mendapatkan santunan biaya hidup dari Rumah Yatim NTB. Bekerjasama dengan komunitas NTN (Nusa Tenggara Nusantara), Rumah Yatim berhasil mengumpulkan 37 orang, yang terdiri dari tujuh anak yatim dan 30 lansia yang kurang mendapat perhatian. Salah satu tokoh masyarakat, Marlan mengucapkan, rasa terima kasihnya dan berharap Rumah Yatim bisa terus berkontribusi membantu warganya yang membutuhkan. 

“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas bantuannya untuk warga kami,” tuturnya.

Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, Amir Sumarna, melihat warga yang hadir sangat bergembira dengan kehadiran Rumah Yatim, serta tim komunitas NTN yang sudah membantu untuk mencari lokasi penyaluran, pendataan dan juga mengondisikan para mustahik yang hadir. 

Amir mengakui, kerjasama dengan NTN ini semakin erat sejak empat bulan ke belakang. Sejak itu, Rumah Yatim dan NTN sudah melakukan empat kali penyaluran ke wilayah yang cukup memprihatinkan untuk membantu warga miskin yang ada di NTB. 

“Komunitas NTN memiliki kepedulian terhadap warga fakir miskin, kita memiliki satu tujuan yang sama dan Alhamdulillah dengan tujuan yang sama itu kita bisa bekerjasama dengan solid,” paparnya.

Karena kerjasama yang baik itu pun, rencananya Rumah Yatim NTB akan kembali menggandeng Komunitas NTN untuk penyaluran santunan lainnya pada bulan Ramadhan ini.

“Insya Allah kerjasama ini akan terus terjalin, salah satunya santunan sembako pada bulan Ramadhan,” ungkapnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup

 

UPDATE #122
28 Mei 2018

Sukirno, Buruh Tani Kerja Keras Demi Hidupi Ketiga Anaknya

Rumah itu terbuat dari anyaman bambu yang usang. Dinding bambu itu sudah banyak yang bolong, kayu penyangganya pun hampir roboh. Sehingga bila dilihat secara langsung rumah yang berukuran 4X8 meter persegi itu pun tampak condong dan disangga oleh kayu yang juga sama usangnya dengan rumah itu. 

Pemilik rumah itu bernama Sukirno. Menurutnya jika musim penghujan datang, rumah warisan orangtuanya itu akan mengalami kebocoran di sana-sini. Namun dia tak mampu berbuat apa-apa, dia hanya bisa pasrah karena setiap penghasilan yang dia dapatkan hanya cukup untuk membiayai kesehariannya saja. Tak ada biaya lebih untuk memperbaiki rumahnya. Karena itu pada saat Rumah Yatim datang menemui dia di rumahnya yang terletak di Batu Agung, Sukirno menyangka pihak Rumah Yatim adalah pihak pemerintah yang akan membedah rumahnya.

“Saya kira, ini dari pemerintah yang mau membedah rumah,” ungkapnya kepada Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman.

Untuk itu, Jajang pun menjelaskan maksud dan tujuan dirinya berkunjung di mana salah satu tujuannya adalah untuk bersilaturahmi dan ingin memberikan bantuan peduli sesama. Meski tidak sesuai dengan harapannya, namun Sukirno pun tetap menyambut gembira kedatangan Rumah Yatim.

Sebenarnya penghasilan lelaki paruh baya ini tak begitu kecil, sebagai buruh cangkul di sawah perhari dia dapatkan 50 ribu. Tapi pekerjaannya kini sudah jarang dibutuhkan, diakibatkan pemilik tanah lebih memilih menggunakan mesin traktor ketimbang tenaga manusia. Karena itu Sukirno jarang sekali mendapatkan pekerjaan. Beruntung dirinya dibantu sang istri yang juga bekerja sebagai buruh tani yakni buruh penanam padi yang belum tergantikan oleh mesin. Tapi penghasilan istrinya hanya 30 ribu perhari.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terkadang dirinya terpaksa mencari dedaunan yang ada di sawah atau di kebun milik orang lain untuk lauk pauknya. Karena ada ketiga buah hati yang masih kecil yang tentu membutuhkan nutrisi. Anak pertamanya Yusman Basri duduk di kelas 2 SMP, Wisnu masih kelas 3 SD dan Rendi masih TK. Untuk keperluan sekolah, Sukirno sangat terbantu oleh program wajib pemerintah, sedikitnya untuk pembayaran SPP, dirinya tak harus mengeluarkan biaya. Hanya cukup menyediakan peralatan sekolah saja yang cukup membebaninya. Meski begitu, dia pantang ngemis, sebisa mungkin dia berusaha mencari rezeki yang halal untuk keluarganya. 

Karena kerja kerasnya itu, Jajang pun tersentuh oleh perjalanan hidupnya yang tidak pernah menyerah untuk terus berjuang dan terus bersyukur atas rezeki yang Allah berikan kepadanya. “Banyak pelajaran yang saya dan tim dapat darinya, ia pekerja keras dan berusaha sekuat tenaga mendapatkan harta yang halal,” papar Jajang.

Untuk itu, ia memberikan bantuan peduli sesama, sebagai bentuk kepedulian kepada Sukirno yang sudah berusaha, tanpa mengeluh dan memiliki cita-cita luhur untuk anak-anaknya. Selain itu Rumah Yatim pun berencana akan menjadikan anak-anaknya sebagai anak asuh nonmukim yang mendapatkan ATM mustahik.

“Saat ini kami sedang melakukan pendataan untuk ATM mustahik, insya Allah anak-anak Bapak Sukirno rencananya akan mendapatkan ATM mustahik tersebut,” ungkapnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanPeduliSesama

UPDATE #121
27 Mei 2018

Santunan Rumah Yatim Ringankan Kebutuhan Bulan Ramadhan Warga Tegal

Biaya hidup di awal bulan Ramadhan biasanya cukup tinggi dengan kenaikan harga pangan. Maka Rumah Yatim Tegal pun menyalurkan santunan peduli sesama untuk masyarakat Kota Tegal yang berada di Tegal Timur,  Desa Panggung dan Batu Agung. 

Alasan Rumah Yatim memilih tiga tempat itu adalah karena salah satunya wilayah Tegal Timur merupakan daerah terdekat dengan Rumah Yatim, yakni terdapat lima mustahik. Di Desa Panggung ada dua keluarga yang kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga layak mendapat santunan. Sedangkan, di Batu Agung terdapat 11 mustahik. Salah satunya nenek Kawi yang menangis saat Rumah Yatim kembali datang ke rumahnya.

“Nenek Kawi menangis saat kami memberikan  santunan peduli sesama tersebut,” papar Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman. 

Tak hanya nenek Kawi, hampir semua mustahik yang dijumpai di rumah mereka itu amat terharu akan kedatangan Rumah Yatim yang di luar dugaan. Mereka terdiri dari lansia, anak yatim dan orang-orang yang lemah karena sakit, mengucapkan banyak terima kasih karena bantuan dari Rumah Yatim yang sangat membantu mereka di bulan Ramadhan ini. 

“Terima kasih banyak, atas bantuannya kepada keluarga kami,” ungkap Yuda, salah satu mustahik dari Desa Panggung yang bekerja serabutan.

Karena pembagian santunan ini di tiga tempat, Rumah Yatim pun harus membagi tim, hal itu agar penyaluran bisa berjalan efektif, efisien, dan semua pengurus bisa merasakan langsung bagaimana kehidupan para mustahik yang sesungguhnya.

“Alhamdulillah karena kami membaginya ke dalam tiga tim jadi penyaluran berjalan dengan lancar,” ungkap Jajang.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanPeduliSesama

UPDATE #120
21 Mei 2018

Rumah Yatim Berbagi Kebahagiaan Bersama Mustahik Pekayon Jaya

Bulan Ramadhan ini dijadikan momen berbagi untuk Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Salah satunya kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kas Rumah Yatim Pekayon Jaya, Jalan Raya Pekayon No. 45 B, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan ialah menyalurkan puluhan paket sembako untuk masyarakat kurang mampu di sekitaran kantor kas.

Menurut Peson In Charge (PIC) kegiatan tersebut, Hilman, kegiatan yang berlangsung di bulan Ramadhan tersebut berlangsung lancar. Walaupun dalam kondisi ibadah shaum para mustahik tetap semangat dalam menerima bantuan. Pada kegiatan tersebut sebanyak 50 orang menerima bantuan sembako Rumah Yatim.

"Mengawali Ramadhan, bulan penuh berkah dengan berbagi kepada mustahik di mulai dari kantor layanan zakat Rumah Yatim," paparnya.

Raut wajah bahagia pula terpancar dari setiap mustahik saat menerima paket sembako. Apalagi, pemberian bantuan ini diterima saat menghadapi bulan Ramadhan. Selain itu, kata Hilman, bantuan tersebut bisa memberikan kebahagiaan dan sedikit memenuhi kebutuhan harian dalam menjalani ibadah puasa.

Di samping itu, pemberian bantuan ini juga merupakan upaya mendekatkan diri kepada masyarakat di sekitaran kantor kas Rumah Yatim. Sehingga, keberadaan Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat bisa dirasakan secara langsung. Apalagi, kegiatan ini sesuai tema besar Rumah Yatim yaitu 'Ramadhan Saatnya Menebar Kebaikan'.

"Karena keberadaan Laznas Rumah Yatim di mana pun berada akan selalu memperhatikan warga sekitar yang membutuhkan bantuan," ungkapnya.

UPDATE #119
17 Mei 2018

Lansia di Sekitar Asrama Pekanbaru Terima Bantuan Rumah Yatim

Memberikan kebaikan terhadap sesama menjadi rutinitas hadirnya Rumah Yatim di setiap cabang yang ada di Indonesia. Lewat bulan yang penuh berkah ini, Rumah Yatim Cabang Riau memberikan bantuan peduli sesama kepada lansia. Pemberian bantuan dilakukan di Asrama Pekanbaru, Jalan Durian No. 13, Labuh Baru Timur, Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Pada kesempatan yang berbahagia tersebut, sebanyak 15 lansia mendapat bantuan dari Rumah Yatim Cabang Riau. Bantuan tersebut, diterima dengan senyum bahagia masing-masing mustahik. Apalagi, saat ini bulan penuh berkah datang untuk kaum muslim.

"Dari kalangan lansia yang kurang mampu dari sudut ekonomi," papar Nursidik, Person In Charge (PIC) kegiatan.

Penyaluran bantuan peduli sesama ini memang diutamakan bagi masyarakat yang berada di sekitaran Kantor Kas Rumah Yatim Cabang Riau. Hal ini, agar hadirnya Rumah Yatim Bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Pemberian bantuan ini juga, diberikan kepada lansia yang sudah tidak bisa bekerja.

Ia berharap, kegiatan penyaluran bantuan peduli sesama ini bisa meringankan beban para penerima. Namun, di samping itu, ia juga berharap kegiatan tersebut bisa terus berjalan dan menyasar masyarakat yang berbeda di daerah lainnya.

"Harapannya dengan bantuan ini sedikit bisa membantu meringankan beban yang mereka pikul. Dan membuat mereka tersenyum," ujarnya.

 

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanPeduliSesama

UPDATE #118
16 Mei 2018

Kegiatan Rumah Yatim Dapat Apresiasi Ketua RW 08 Kelurahan Antapani Tengah

Aparatur pemerintahan Kelurahan Antapani Tengah mengapresiasi kegiatan bantuan biaya hidup dari Rumah Yatim Area Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung di RW 08, Jalan Antapani Lama, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Selasa (15/5). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam membantu kebutuhan harian masyarakat prasejahtera.

Ketua RW 08 Kelurahan Antapani Tengah, Sutisna, mengucapkan terima kasih atas kegiatan sosial yang ditunjukan untuk warganya. Apalagi, bantuan biaya hidup ini diberikan Rumah Yatim Area Jawa Barat jelang Ramadhan. Sehingga, kata dia, bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan harian saat masuk puasa.

"Semoga apa yang diberikan kepada warga kami menjadi manfaat dan berkah. Apalagi saat ini akan mendekati bulan Ramadhan," ujar Sutisna.

Ia mengatakan, pada kegiatan yang dilaksanakan siang ini tersebut sebanyak 27 orang mendapat bantuan. Seluruh penerima merupakan lansia yang notabene sudah tidak bisa bekerja. Sehingga, sambung dia, layak untuk menerima bantuan biaya hidup Rumah Yatim Area Jawa Barat.

Ia berharap, masyarakat penerima bantuan biaya hidup bisa mempergunakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bisa bermanfaat dan membantu kebutuhan harian para penerima tersebut.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanBiayaHidup

UPDATE #117
15 Mei 2018

Bantuan Rumah Yatim Sasar Lansia dan Petani Buruh Lepas di Lampung

Rumah Yatim Cabang Bandar Lampung menyalurkan bantuan peduli sesama kepada masyarakat Desa Sukasajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Penyaluran bantuan ini merupakan upaya membantu masyarakat prasejahtera yang ada di daerah tersebut.

Menurut Person In Charge (PIC) kegiatan tersebut, Dwi Apriana, sebelum melakukan pembagian, dirinya bersama tim melakukan survei terlebih dahulu. Hal ini guna memastikan data para mustahik yang sesuai. Pada kegiatan tersebut sebanyak 23 mustahik menerima bantuan dari Rumah Yatim Cabang Bandar Lampung.

"Agar kita mengetahui secara langsung bagaimana keadaan warga sekitar desa, apakah memang benar-benar layak atau tidak," paparnya.

Ia mengatakan, bantuan peduli sesama yang diberikan Rumah Yatim agar memberikan keringanan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu. Bantuan ini juga diterima oleh lansia serta petani buruh lepas. Selain itu, masih banyak warga yang memang kekurangan dalam hal ekonomi. Sehingga, bantuan tersebut sesuai diberikan di wilayah itu.

Dwi berharap, dengan diberikannya bantuan tersebut bisa membantu warga sekitar yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, sambung dia, semoga bantuan tersebut bisa kembali diberikan kepada masyarakat yang lebih banyak lagi. Sehingga, hadirnya Rumah Yatim bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

"Lebih banyak penerima manfaatnya dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas dan pastinya memang dikhususkan untuk yang benar-benar tidak mampu," ungkapnya.

UPDATE #116
12 Mei 2018

Jelang Ramadhan, Masyarakat Cawang Dapat Bantuan Sembako

Rumah Yatim Regional Jabodetabek membagikan paket sembako bagi masyarakat prasejahtera di sekitaran Kantor Kas Rumah Yatim, Jalan Cawang Baru No. 30 Blok E.I Kaveling No. 639 RT 001 RW 010, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. Pemberian paket sembako ini juga guna membantu keperluan ekonomi masyarakat jelang Ramadhan.

Menurut Person In Charge (PIC) kegiatan ini, Nurul Fitri, kegiatan yang berlangsung Rabu (9/5) ini berjalan lancar dan tertib. Sehari sebelumnya, masyarakat penerima bantuan paket sembako telah di data sesuai prioritas keadaan ekonominya. Pada kegiatan ini, sambung dia, sekitar 50 paket diberikan untuk masyarakat prasejahtera.

"Untuk tempat penyaluran tidak hanya di daerah Cawang saja, akan tetapi kita menyebar di seluruh kantor cabang Jabodetabek dalam rangka greating Ramadhan," ujar Nurul.

Ia berharap, pembagian paket sembako ini bisa bermanfaat bagi para penerima. Selain itu, sebagai salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang berada di sekitaran kantor kas. Apalagi, kata dia, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Harapannya semoga dengan adanya Rumah Yatim bisa dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar yang memang membutuhkan," paparnya.

UPDATE #115
7 Mei 2018

Kiki, Remaja Pengidap Gagal Ginjal Berjuang Untuk Sembuh

Sejak lahir hingga usia 10 tahun, ia tak bisa jalan. Gendongan sang ayah menjadi pelipur lara aktivitasnya sehari-hari. Tinggal di pinggirin Kota Bandung, membuat Kiki Anugrah (16) hanya mendapatkan pengobatan seadanya. Perjuangan sang ayah menjadi usaha terakhir, saat ibunda Kiki dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Sebenarnya, Kiki sudah bisa berjalan saat usianya menginjak 10 hingga 15 tahun. Namun, setahun ke belakang dirinya kembali mengalami kelumpuhan hampir secara total. Kini, ia hanya bisa berbaring. Bahkan, hanya untuk memegang sendok makan, dirinya tak kuasa. Sejumlah pengobatan telah ditempuh Kiki dari hasil bekerja sang ayah sebagai tukang reparasi barang bekas.

Penghasilan yang minim membuat Kiki hanya mengandalkan asuransi kesehatan yang disediakan program pemerintah. Tangis itu pecah, saat sang ayah bertutur cerita tentang perjuangannya selama ini merawat Kiki. Di sisa usianya yang saat ini, tubuh lusuhnya terus berjuang memberikan pengobatan yang terbaik untuk sang anak.

"Berobat terus-terusan dan sekarang dengan kondisi umur saya yang sudah tua tidak bisa memenuhi segalanya. Karena saya tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. Hanya memungut barang bekas, dan kemudian dijual kembali," ungkap sang ayah, saat disambangi oleh Tim Rumah Yatim.

Saat ini, Kiki harus mondar-mandir dengan sepeda yang dikayuh sang ayah ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Menurut sang ayah, dokter mendiagnosa Kiki mengidap penyakit gagal ginjal. Sontak, kabar tersebut membuat dirinya tidak percaya. Namun, semangat dirinya yang terus membara, membuat orang-orang di sekelilingnya memberikan dukungan. Bahkan tidak jarang, kata dia, dirinya meminta bantuan kepada tokoh masyarakat sekitar.

"Karena rezeki anak sudah ada saja, kadang ada sedekah dari masyarakat untuk anak saya," papar sang ayah.

Kini, sang ayah hanya memasrahkan diri dan anaknya kepada Allah. Senandung doa telah dipanjatkan dirinya siang dan malam. Bahkan, air matanya sudah kering tak kuasa melihat sang anak yang tidak bisa berjalan layaknya anak seusianya. Hanya doa dan harapan bantuan yang kini dituangkan dalam harinya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik

UPDATE #114
2 Mei 2018

Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim Harap Ringankan Beban Harian Lansia

Ratusan orang prasejahtera mendapat bantuan biaya hidup Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Pemberian bantuan ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Cihujan, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak. Pemberian bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam mendukung kebutuhan masyarakat.

Pada pelaksanaannya yang bersamaan dengan kegiatan lain tersebut, sebanyak 100 orang dari sejumlah kalangan mendapat bantuan. Seluruh penerima merupakan dari kalangan lansia, jompo, dan difabel. Suasana pembagian yang tertib, namun penuh antusias dari para penerima manfaat.

Kasie Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memenuhi hajat kebutuhan harian masyarakat. Apalagi, seluruh penerima merupakan orang-orang yang sudah tidak bisa bekerja secara maksimal. Maka dari itu, pemberian bantuan biaya hidup sangat tepat untuk disalurkan di wilayah tersebut.

"Karena mereka sudah tidak bekerja dan termasuk angka ketergantungan dalam keluarga," jelasnya.

Ia berharap, dengan bantuan biaya hidup yang diberikan Rumah Yatim bisa sedikit mengurangi beban penerima manfaat. Selain itu, lewat kegiatan ini juga bisa lebih mendekatkan diri lagi. Sehingga, hadirnya Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat bisa terasa secara langsung.

Selain itu, sejumlah kegiatan juga dilaksanakan pada kesempatan yang bersamaan. Di antaranya, bazar gratis bagi masyarakat umum, serta bazar gratis pendidikan. Seluruh kegiatan di hari itu berjalan lancar dan mendapat respon positif masyarakat maupun aparatur pemerintahan setempat.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanBiayaHidup

UPDATE #113
30 April 2018

Lansia Prasejahtera di Bugaya Kangin Bali Terima Bantuan Biaya Hidup

Puluhan lansia prasejahtera di Kelurahan Bugaya Kangin, mendapat bantuan biaya hidup Rumah Yatim Cabang Bali. Pembagian bantuan biaya hidup dilakukan dengan cara mengunjungi dari rumah ke rumah di Banjar Dinas Kecicang Islam, Desa Bugaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Bali Abdullah, bantuan ini diberikan untuk membantu masyarakat dalam kondisi ekonominya. Selain itu, dalam pembagiannya tim Rumah Yatim dibagi menjadi dua tim. Sehingga, penyaluran yang dilakukan bisa berjalan efektif dan tepat sasaran. "Penerima tersebut jompo, janda, dan duda prasejahtera," papar Abdullah.

Ia menambahkan, bantuan tersebut diberikan karena melihat kondisi masyarakat yang masih perlu uluran tangan. Apalagi, pembagian dengan cara mengunjungi rumah menjadi tepat. Agar, setiap penerima bantuan biaya hidup sesuai dengan target yang direncanakan. "Semoga sedikit membantu kebutuhan mereka sehari-hari," ujarnya.

Ia berharap, bantuan tersebut bisa memberikan rasa bahagia kepada para penerima bantuan biaya hidup. Apalagi, penerima bantuan merupakan lansia yang sudah tidak bisa bekerja. Sehingga, hanya mengharapan dari uluran tangan orang lain.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup

UPDATE #112
28 April 2018

Burayah dan Supariyah Bertahan Hidup Jadi Pengasuh Anak dan Penjual Nasi

Bekerja sebagai pengasuh anak dan penjual nasi, tidak menjadikan dua orang janda bersaudara ini putus semangat. Tinggal di Jalan Galunggung RT 01 RW 021, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Tangerang, keduanya menggantungkan hidup lewat pekerjaan tersebut. Keduanya pula sama-sama ditinggal meninggal suami.

Burayah dan Supariyah, kini tinggal berdua di satu atap yang sama-sama berjuang bertahan hidup. Sebelumnya, Burayah bekerja sebagai buruh cuci gosok. Namun, saat ini pekerjaan tersebut sudah tidak lagi digeluti olehnya. Hal ini dikarenakan beberapa waktu yang lalu, ia jatuh sakit akibat terpeleset.

Kini jalan Burayah sedikit terpincang-pincang. Pekerjaan mengasuh anak dilakukannya di rumah. Karena, kata dia, pekerjaan ini tidak memerlukan tenaga ekstra untuk berjalan. Sedangkan adik iparnya, Supariyah, bekerja sebagai penjual nasi. Lewat pekerjaan tersebut mereka terus bertahan hingga kini.

"Terkadang ada juga dari anak-anak indekos yang beli nasinya dibayar akhir bulan," ujar Supariyah.

Dari hasil kerja kerasnya tersebut, keduanya hanya mencukupi kebutuhan mereka berdua sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan bantuan peduli sesama. Diharapkan bantuan tersebut memberikan manfaat dan sedikit mengurangi beban keduanya.

Di samping itu, Supariyah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Rumah Yatim atas bantuan yang telah diberikan. Dia berharap, Rumah Yatim bisa menjadi lembaga yang diberikan keberkahan oleh Allah. "Terima kasih Rumah Yatim, terima kasih para donatur, semoga apa yang diberikan, Allah gantikan dengan jauh lebih baik dan jauh lebih banyak lagi," ungkapnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanYangLebihBaik
#BantuanPeduliSesama

UPDATE #111
27 April 2018

Warga Prasejahtera Cibodasari Dapat Bantuan Rumah Yatim

Program bantuan peduli sesama disalurkan Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat prasejahtera di wilayah Jalan Galunggung RT 01 RW 021, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Tangerang. Seluruh penerima merupakan mustahik yang direkomendasikan oleh aparatur pemerintahan setempat.

Menurut pemaparan Staf Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Rusmanto, pada realisasi program peduli sesama ini sebanyak 20 orang menerima manfaat. Seluruh penerima merupakan janda prasejahtera. Sehingga, kata dia, layak untuk diberikan bantuan peduli sesama. Selain itu, pemberian bantuan ini merupakan bentuk perhatian Rumah Yatim yang berkantor di sekitaran wilayah tersebut. "Lokasi tersebut merupakan lokasi yang dekat dengan kantor kas," ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh penerima merupakan yang berusia sekitar 45 hingga 60 tahun. Di antaranya juga merupakan penjual nasi uduk, pengumpul barang bekas, buruh cuci, serta pengasuh anak. Dia berharap, dengan bantuan yang diberikan bisa memberikan sedikit keringanan bagi masyarakat yang menerima.

Ke depannya, sambung Rusmanto, berharap bisa memberikan bantuan lebih banyak lagi bagi masyarakat dengan program yang berbeda. Selain itu, target penerimanya juga merupakan mustahik yang berbeda pula. Agar, kata dia, seluruh orang bisa merasakan manfaat dari keberadaan kantor Rumah Yatim di wilayah tersebut.

"Mudah-mudahan kita bisa tetap membantu mereka ke depannya dengan program bantuan yang berbeda dari sebelumnya," pungkas Rusmanto.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanPeduliSesama

UPDATE #110
26 April 2018

Masyarakat Harjawinangun Dapat Santunan Biaya Hidup Rumah Yatim

Rumah Yatim Tegal memberikan santunan biaya hidup kepada 28 mustahik yang berada di Harjawinangun. Menurut keterangan Sekertaris Desa Harjawinangun, Imam Baihaki, daerahnya itu merupakan pemukiman masyarakat menengah ke bawah. Di mana membutuhkan bantuan seperti yang Rumah Yatim Tegal berikan.

“Terima kasih sudah mau membantu warga kami,” tuturnya

Setelah melakukan survei dan meminta data mustahik di desa tersebut, Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman langsung melakukan penyaluran secara door to door ke rumah mustahiknya. Selain ingin lebih dekat dengan mustahik, hal tersebut perlu dilakukan agar Rumah Yatim bisa semakin dirasakan kehadirannya oleh masyarakat Tegal.

“Alhamdulillah penyaluran berjalan lancar, dan semua musthik yang direkomendasikan mendapatkan haknya,” papar Jajang.

Para mustahik tersebut terdiri dari para lansia, janda yang berpenghasilan tidak mencukupi, dan tuna netra. Rata-rata pekerjaan mereka adalah buruh kasar dan petani, karena itu penghasilan mereka di bawah rata-rata UMR Kota Tegal. Kehadiran Rumah Yatim untuk memberikan santunan biaya hidup sangat disambut antusias oleh warga.

“Terima kasih banyak, ini sangat membantu,” papar salah satu mustahik. 

Jajang memaparkan, ada kesenjangan sosial di daerah tersebut. Karena ada beberapa bangunan yang cukup bagus. Meski begitu, mustahik yang dia temui cukup memprihatinkan, kondisi rumahnya pun sebagian sudah rusak dan tidak layak huni.

“Untuk penyaluran ini kami sudah melakukan banyak proses agar tepat sasaran, dan Alhamdulillah usaha kami sesuai dengan apa yang kami harapkan, mudah-mudahan bermanfaat untuk para mustahik dan menjadi amal ibadah untuk kami dan para donatur yang sudah memberikan donasinya,” harap Jajang.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup

UPDATE #109
25 April 2018

Rumah Yatim Dorong Yayasan Subul El Salam Berkembang

Rumah Yatim Regional Jabodetabek rutin memberikan bantuan kepada Yayasan Pendidikan Subul El Salam, salah satu pesantren tua di Tangerang tepatnya di Kampung Parung Ceuri RT 02 RW 01, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Tangerang. Bantuan tersebut berupa pemberian dukungan kemitraan secara operasional maupun sarana dan prasarana yang ada di pondok pesantren tersebut. 

Menurut pemaparan Tim Pemberdayaan Rumah Yatim Jabodetabek, Rusmanto, bantuan yang diberikan kepada pondok pesantren tersebut sudah dilakukan beberapa kali. Bantuan ini diberikan karena sesuai program Rumah Yatim dalam menjalin kemitraan dengan lembaga pendidikan.

"Sebagai jalinan kemitraan, Rumah Yatim memberikan support dalam bentuk materi untuk kelancaran operasional yayasan pendidikan tersebut," papar Rusmanto.

Ia menambahkan, pondok pesantren tersebut bergerak dengan pendidikan gratis bagi anak yatim dan dhuafa. Sehingga, kata dia, Rumah Yatim perlu mendukung dan memberikan bantuan guna kelancaran pendidikan. Agar, setiap anak bisa melanjutkan pendidikan dengan tidak putus sekolah.

Selain itu, sejumlah prestasi juga dimiliki oleh Yayasan Subul El Salam. Salah satunya ialah, berhasil mencetak anak yang kini sudah bisa menghafal 17 juz. Bantuan kemitraan ini, kata dia, akan diberikan selama satu tahun. Kemudian setelah itu akan diberikan bantuan pada program lainnya.

"Harapannya yayasan tersebut berkembang dan maju di bidang pendidikan agar anak-anak yang kurang mampu bisa tetap melanjutkan pendidikannya," ungkap Rusmanto.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Kemitraan
#PerlengkapanPendidikan

UPDATE #108
24 April 2018

Warga Kampung Pinang Bersyukur Atas Bantuan Rumah Yatim

Rasa syukur terpancar dari seorang yang menerima bantuan biaya hidup Rumah Yatim Cabang Riau. Pembagian bantuan biaya hidup ini dilakukan di Kantor Desa Kampung Pinang, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Minggu (22/4). Bantuan biaya hidup diberikan untuk sedikit membantu meringankan beban kebutuhan para mustahik.

Dia adalah Fatimah, dirinya merasa terbantu dengan apa yang diberikan Rumah Yatim Cabang Riau. Saat ini Fatimah hanya tinggal seorang diri. Apalagi beban hidup Fatimah ditambah dengan sang cucu yang tinggal bersama dia. Hidup seadanya membuat Fatimah hanya bisa mengharapkan pemberian para tetangga.

Fatimah merupakan warga asli Kampar. Di usianya yang kini menginjak 65 tahun dia harus bertahan hidup dengan keadaan seadanya. Bantuan yang diberikan Rumah Yatim, kata dia, akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Bahkan, dia akan menyisihkannya untuk keperluan sekolah cucunya.

"Saya merasa senang saya bisa belanja, bisa membeli kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Rumah Yatim Cabang Riau dalam kegiatan ini juga memberikan bantuan sembako kepada 150 kepala keluarga dan 15 orang mendapat bantuan biaya hidup. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Kampung Pinang tersebut berlangsung tertib dan lancar. Pelaksanaan ini juga dibantu sejumlah aparatur desa setempat.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantuanBiayaHidup

UPDATE #107
23 April 2018

Berjuang Jalani Hidup dengan Keterbatasan Diri di Masa Tua

Rumah panggung bilik bambu itu terlihat kumuh dan tua. Beratapkan asbes yang hancur dengan penyangga 'kaki panggung' yang sudah rapuh menyapa. Sekilas rumah tersebut tidak berpenghuni dan terlantar. Bahkan jendela kayu yang lapuk tidak bisa menahan dinginnya angin saat malam. Kondisi memprihatinkan ini berada di Dusun Pelangi RT 01 RW 07, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. 

Rumah itu milik Nenek Saedah yang tinggal berdua bersama anak laki-lakinya, Zainal Abidin. Di masa tuanya yang hampir seabad ini, Saedah harus berjuang menjalani hidup untuk menyambung napas. Rumahnya yang sudah lapuk dan tidak layak huni ini berada jauh dari permukiman warga di daerah tersebut. Ditambah lagi tidak ada aliran listrik bagi rumahnya.

Kondisi ekonomi yang kurang, membuat Saedah harus hidup sangat sederhana. Segala keterbatasan hidup yang dirasakan Saedah, tidak lantas membuat nenek satu ini berputus asa. Melalui tanaga seadanya, Saedah berjuang agar dirinya bisa makan setiap hari. Bahkan, nasi putih dan garam menjadi teman penyambung Saedah setiap saat. 

Ia mengatakan, kerap kali dirinya merasakan kedinginan saat hujan mengguyur rumah lapuknya tersebut. Karena, dinding bilik anyaman bambu tidak kuat menahan hujan serta angin. Setiap hari, ia harus mencari kayu bakar tidak jauh dari rumahnya. Dipergunakannya untuk memasak di tungku sederhana miliknya.

Kondisi inilah yang membuat Rumah Yatim Cabang Medan tertegun. Sejumlah bantuan diberikan Rumah Yatim kepada kepada Saedah dan Zainal Abidin. Bantuan itu diharapkan bisa menyambung hidup Saedah di masa tuanya yang sangat memprihatinkan. Rasa haru pecah saat bantuan tersebut diberikan kepada Saedah dan Zaenal Abidin. Sejenak tidak ada kata-kata, hanya ucap syukur dan terima kasih sangat pelan keluar dari mulutnya atas bantuan yang diterimanya di hari itu.

"Terima kasih Rumah Yatim atas bantuannya semoga bantuan ini bermanfaat," ungkap Saedah.

Senyum itu tidak pernah lepas dari wajahnya yang keriput mengiringi perjalanan pulang tim Rumah Yatim Cabang Medan. Pekerja keras dan murah hati menjadikan Saedah pribadi yang mandiri, dengan keserhanaan yang kini dia lalui di masa tuanya.

 

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#MustahikFakirMiskin

UPDATE #106
21 April 2018

Rumah Yatim Tegal Selamatkan Keluarga Rahayu

Akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan korban minuman keras oplosan yang menewaskan puluhan orang di sejumlah wilayah  di Indonesia. Para korban itu tak pernah berpikir apa yang dilakukannya itu sudah sangat menyusahkan keluarga. Hal ini dirasakan betul oleh Rahayu, istri salah satu korban.

Masih tergambar dibenaknya, saat suaminya over dosis akibat minuman oplosan tersebut. Meski sudah sembilan tahun berlalu, namun penderitaan selama suaminya kecanduan, membuatnya harus mengalami berbagai kesulitan. Apalagi saat itu putra-putrinya masih sangat kecil-kecil. “Kami sering ditelantarkan,” ungkap Rahayu.

Penderitaanya tak berhenti setelah suaminya meninggal. Kehilangan suami, sama juga dengan kehilangan penghasilannya. Sejak itu, dia banting tulang mencari pekerjaan menjadi asisten rumah tangga. Karena pekerjaan yang harus dia kerjakan setiap harinya, tubuh Rahayu pun tumbang. Ia tak mampu lagi menanggung semuanya. Rahayu sakit stuk, sebelah tangannya mati rasa, tak bisa digerakan lagi. Meski kakinya masih bisa bergerak. Karena itu dia pun terpaksa berhenti bekerja, padahal anaknya masih duduk di kelas 3 SD dan 4 SD. 

Kebutuhannya masih banyak, namun dia sudah tak mampu berbuat apa-apa. Ibu kelahiran 1966 ini pun akhirnya hanya bisa mengandalkan kakaknya, Udin. Kondisi Udin berbeda dengan manusia pada umumnya. Akibat kondisinya tersebut, Udin terpaksa harus mengemis untuk membantu adiknya yang dirundung kemalangan.

“Kakak saya kurang sehat, tapi dari dialah saya mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Rahayu pilu.

Rumah Yatim hadir ke tengah keluarga mereka, mencoba membantu supaya anak-anaknya bisa diselamatkan. Agar anaknya itu tidak menjadi generasi yang lemah.

Setelah mendengar riwayat kehidupan Rahayu, Tim Rumah Yatim pun segera menjadikan kedua anaknya menjadi anak asuh Rumah Yatim. Agar kehidupan mereka khususnya pendidikannya bisa terselamatkan dan dapat mengubah nasib keluarganya.

Di samping menjadikan anak-anak Rahayu menjadi anak asuh, Jajang pun memberikan santunan biaya hidup untuk Rahayu. Bantuan itu sedikitnya dapat meringankan bebannya selama ini. Rahayu pun mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya. "Alhamdulillah, terima kasih banyak,” ungkapnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup

UPDATE #105
20 April 2018

Home Visit, Cara Rumah Yatim Silaturahmi dengan Masyarakat Kemang

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan bantuan peduli sesama kepada lansia dan masyarakat prasejahtera di sekitaran Asrama Kemang, Jalan Kemang Utara 1 RT 03 RW 01, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pemberian bantuan peduli sesama ini dilakukan dengan cara home visit.

Menurut pemaparan Kasie SDM Umum dan Legal Formal, Firman, untuk sementara baru tujuh orang yang mendapatkan bantuan peduli sesama ini. Data ini juga merupakan hasil rekomendasi dari pihak pemerintahan setempat. Hal ini guna memastikan penerima memang benar dalam kondisi yang membutuhkan. Home visit dilakukan guna meninjau secara langsung kondisi penerima manfaat.

"Kuotanya untuk di sekitar Asrama Kemang harapannya bisa sebanyak- banyaknya, karena banyak juga yang harus kita bantu," ujarnya.

Mayoritas penerima bantuan ini merupakan lansia yang sudah tidak bisa mencari nafkah sendiri. Di samping itu ada pula yang kondisi fisiknya sudah tidak normal seperti pada umumnya. Sehingga, Rumah Yatim dirasa perlu memberikan bantuan peduli sesama tersebut. Apalagi, salah satu kantor cabang berada di wilayah tersebut.

"Membantu warga sekitar yang tidak mampu, agar merasa diperhatikan dengan adanya Rumah Yatim," paparnya.

Bantuan ini juga merupakan bentuk silaturahmi antara Rumah Yatim dengan masyarakat yang berada di sekitaran Kantor Cabang Kemang. Bantuan peduli sesama ini, kata dia, diharapkan bisa mengedukasi para muzzaki untuk lebih peka terhadap kepedulian sosial.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#ProgramBantuanPeduliSesama

UPDATE #104
19 April 2018

Tiga Wilayah Di Kecamatan Bandar Baru Dapat Bantuan Sembako

Rumah Yatim Cabang Aceh memberikan puluhan paket sembako di tiga lokasi berbeda di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Pemberian paket sembako ini merupakan salah satu program Rumah Yatim dalam memberikan perhatian kepada masyarakat prasejahtera yang berada di wilayah tersebut.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Aceh, Dewi, kegiatan yang berlangsung beberapa hari yang lalu tersebut berjalan tertib dan teratur. Wilayah yang mendapat bantuan paket sembako di antaranya Gampong Meunasah Gampong, Gamping Meunasah Nyong, dan Gampong Meunasah Baro. Rata-rata penerima bantuan tersebut merupakan lansia.

Selain itu, kata Dewi, lokasi tersebut dipilih karena Rumah Yatim sebelumnya mengunjungi lokasi yang pernah dilanda gempa tersebut. Sehingga, hasil kunjungan terbaru itu kondisi masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan. Karena, rata-rata pekerjaan warga sebagai petani bahkan menggarap tanah milik orang lain.

"Warga setempat sebelumnya sudah menunggu lebih awal sebelum rombongan Rumah Yatim datang, karena rombongan Rumah Yatim telat jadi mereka pergi ke sawah lagi," jelas Dewi.

Ia berharap, dengan diberikannya bantuan paket sembako tersebut bisa menambah keberkahan untuk Rumah Yatim. Selain itu, bisa meringankan beban para mustahik di Kecamatan Bandar Baru. Kegiatan ini juga merupakan upaya Rumah Yatim untuk berinteraksi secara langsung dengan sekitar. Sehingga, bisa mengetahui keperluan yang dibutuhkan oleh Rumah Yatim. "Kami jadi tahu kebutuhan yang perlu dibantu Rumah Yatim," paparnya.

 

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanPangan

UPDATE #103
16 April 2018

Da'i di Sekitar Kantor Pusat Rumah Yatim Terima Santunan

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan santunan da'i bagi para pengajar diniyah di RW 14, Jalan Jatiwangi No. 11, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Sabtu (14/4). Pemberian santunan ini merupakan salah satu program yang direalisasikan Rumah Yatim untuk masyarakat yang berada di wilayah Kantor Rumah Yatim.

Menurut informasi yang didapatkan jurnalis Rumah Yatim, sebanyak 10 orang da'i mendapat bantuan. Seluruhnya, merupakan para pengajar diniyah anak-anak yang berada di RW 14. Apalagi, wilayah tersebut merupakan daerah yang berdekatan dengan kantor pusat Rumah Yatim.

Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Solehudin menyampaikan, para da'i tersebut dipilih karena ikhlas mengajar anak-anak yang ada di wilayah tersebut. Sehingga, kata dia, seluruh pengajar tersebut layak mendapat perhatian Rumah Yatim Area Jawa Barat. Agar, seluruh penerima bantuan bisa termotivasi dalam memberikan pengetahuan pada anak.

"Harapannya supaya lebih semangat dan termotivasi. Selain itu, mengedukasi anak dan mengembangkan ilmunya kepada anak di wilayah tersebut," ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap santunan da'i ini juga bisa memberikan semangat untuk tetap berdakwah. Ke depannya, kata dia, akan ada bantuan lain yang diberikan oleh Rumah Yatim. Apalagi, masjid di wilayah tersebut sedang dilakukan pembangunan. "Dan kegiatan lainnya bisa berkelanjutan. Apalagi masjid tersebut sedang menjalani renovasi," jelas Solehudin.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanDa'i
#Fiisabilillah

UPDATE #102
15 April 2018

Penarik Becak di Surabaya Dapat Bantuan Rumah Yatim

Setiap hari para penarik becak itu melewati Asrama Rumah Yatim Surabaya, di Jalan Darmo Indah Barat. Sesekali mereka terlihat memungut rongsokan berupa botol dan gelas plastik bekas, juga hal-hal yang bisa di daur ulang. 

Melihat kerja keras yang mereka lakukan setiap hari, Rumah Yatim dengan program peduli sesamanya, mengumpulkan para penarik becak di asrama, Sabtu (14/4) pagi. “Mereka senang sekali, sampai-sampai mereka datang bareng-bareng,” ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya Agus Muhammad Yusuf. 

Penerima bantuan ini hanya empat penarik becak yang sudah bertahun-tahun menekuni profesinya. Usia para penarik beca ini sekitar 50 hingga 70 tahun. Setiap pagi hingga petang, mereka mangkal di Jalan Darmo Indah Barat. Mengais rezeki demi sesuap nasi untuk keluarganya. Karena penghasilan mereka tidak tetap. Bahkan, seringkali mereka pulang tak membawa uang. Oleh sebab itu, mereka pun memungut rongsokan agar dapur rumah mereka tetap berasap.

Apa yang diberikan Rumah Yatim sangat berarti bagi mereka. “Terima kasih banyak, semoga Rumah Yatim semakin sukses, anak-anaknya semakin pintar,” kata salah satu penarik becak.

Selain penarik becak, bantuan peduli sesama ini, rencananya akan diberikan kepada lansia yang sakit dan lansia sebatang kara yang masih bekerja keras. “Kami menargetkan tujuh mustahik yang akan mendapatkan santunan ini, Alhamdulillah sudah empat, tinggal tiga lagi yang akan digelar sore ini. Ketiga mustahik itu di antaranya, lansia yang bekerja jadi satpam, lansia yang sakit dan penarik becak yang belum sempat kebagian,” ujar Agus.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanPeduliSesama
#Surabaya

UPDATE #101
13 April 2018

Kartumi Tulus Bantu Nenek Simah sebagai Bentuk Ibadah

“Beribadahlah kepada Allah SWT dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapakmu, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (Q.S. Annisa: 36).

Ayat tersebut mengingatkan kita betapa pentingnya berbuat baik kepada sesama yang membutuhkan. Salah satunya adalah kepada tetangga. Perbuatan baik tersebut tidak diabaikan Kartumi. Bertahun-tahun lamanya Kartumi mengurus nenek sebatang kara yang hidup dekat dengan rumahnya. 

Meski Kartumi bekerja sebagai pengrajin pohon randu untuk dijadikan isian kasur, bantal dan guling dengan penghasilan yang tak seberapa. Namun dia tidak mengabaikan tetangganya begitu saja. 

“Saya mengurus Nenek Simah sejak beliau sakit, hal itu bukan karena saya banyak uang, tapi karena saya ikhlas membantu,” ungkap Kartumi.

Nenek Simah hidup sendirian di rumahnya, anak-anaknya sudah besar dan mengabaikannya karena perekonomian. Mereka pun tidak bisa diandalkan, bukan hanya untuk ibunya saja, untuk keluarga kecil mereka pun sulit. Karena itu Simah harus ikhlas ditinggalkan sebatang kara tanpa ada seorang keluarga yang menemaninya.

Sudah cukup lama Simah mengidap penyakit struk, anggota badannya semua lumpuh, tak bisa digerakan sama sekali. Pendengaran dan penglihatannya sudah mulai tidak berfungsi, namun Allah SWT masih memberikannya umur sebagai amal baik untuk Kartumi.

Tak hanya kebutuhan makan saja, untuk keperluan sehari-harinya, kebersihan diri Simah pun semuanya dilakukan oleh Kartumi. Tak hanya itu, bahkan rumahnya yang sudah tua, Kartumi rawat agar Nenek Simah betah dan tetap sehat. 

Menurut Kepala Cabang Tegal Jajang Khoeruman, untuk membantu kehidupan keluarga Kartumi dan Simah, Rumah Yatim pun memberikan santunan sembako rutin. Pada acara pembagian bantuan biaya hidup pun, nenek Simah mendapatkan bantuan tersebut. 

“Karena dia hidup sebatang kara dan sudah tidak mampu berbuat apa-apa, maka kami ingin membantu ibu tersebut, karena sangat menyedihkan sekali di usia tuanya beliau tidak mampu berbuat apa-apa," ujarnya.

Selain itu, ia sangat mengapresiasi pengorbanan Kartumi untuk tetangganya karena sudah bertahun-tahun merawat nenek yang sudah dianggap ibunya sendiri itu, tanpa mengharapkan imbalan.

“Subhanallah, meski beliau juga bukan orang yang kaya tapi beliau sudi membantu sesamanya,” papar Jajang.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanBiayaHidup

UPDATE #100
12 April 2018

Rumah Yatim Dukung Program Kemitraan di Yayasan Pendidikan Al Muwafakoh

Rumah Yatim Area Jawa Barat melakukan safari kemitraan di daerah Kabupaten Bandung. Silaturahmi tersebut merupakan salah satu rutinitas yang sedang digencarkan di bulan ini. Pada kunjungan tersebut, Yayasan Pendidikan Al Muwafakoh menjadi mitra ketiga yang dikunjungi, Senin (9/4).

Kunjungan Rumah Yatim Area Jawa Barat ini diterima langsung oleh Pembina Yayasan, Syarifullah. Pada kunjungan tersebut, sejumlah perkembangan terlihat, baik dari segi sarana maupun pemenuhan pendukung akademik. 

Ia menyampaikan, rasa syukurnya telah bermitra dengan Rumah Yatim. 

Menurut dia, sejumlah manfaat bisa dirasakan oleh yayasan yang dibinanya tersebut. Manfaat bisa terlihat dari sarana dan prasarana, serta legalitas yang saat ini dipegang oleh Yayasan Al Muwafakoh.

"Dulu belum punya tempat bermain anak-anak sekarang sudah ada. Beli alat-alat permainannya. Selian itu perlengkapan kantor lainnya," jelas Syarifullah.

Sebelumnya, kata dia, yayasan pendidikan yang dibinanya belum memiliki legal formal. Namun, sejak tahun 2013 dirinya bermitra dengan Rumah Yatim, satu demi satu pemenuhan legal formal bisa dia jalani. Apalagi, seiring perkembangan tersebut jumlah siswa yang mengampu pendidikan di Yayasan Al Muhafakoh semakin bertambah.

"Sedikit demi sedikit kami usahakan membuat yayasan. Sehingga bisa mendirikan RA/TK, dan PAUD, dan jumlah siswa semakin banyak," ujarnya.

Syarifullah berharap, jalinan silaturahmi tersebut bisa terjalin secara merata di waktu yang akan datang. Sehingga, sejumlah program antara yayasan dan Rumah Yatim tetap bisa disinergikan. "Ke depannya jalinan silaturahmi ada bantuan lain seperti pelatihan, dan kegiatan Ramadhan bisa berjalan lebih erat lagi," tutupnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#ProgramKemitraan

UPDATE #99
11 April 2018

Saleh Idap Hidrosepalus 23 Tahun, Rumah Yatim Beri Bantuan

Di usia 23 tahun, Muhammad Saleh masih terbaring. Dia masih dimandikan orang lain, bahkan keperluan hajat hidupnya pun masih dilakukan oleh orang lain. Itu tentu bukan keinginannya, kehendak yang Maha Kuasalah yang menakdirkan dirinya seperti itu.

Sejak masih bayi, Saleh -sapaan akrabnya, menderita hidrosepalus. Karena tak ada biaya, ia pun dibiarkan begitu saja. Selain itu, ibunya meninggal dunia, membuatnya tak mendapatkan perawatan yang maksimal. Keberadaan ayahnya yang tak tau entah kemana membuat dia yatim piatu sejak lama. 

Kini, dia diasuh oleh neneknya Inaq Edeng. Meski sudah tua, nenek yang bekerja sebagai petani ini berusaha untuk mengurus cucu kesayangannya yang semakin hari semakin lemah. Kaki-kakinya semakin mengecil, begitu pula dengan tangannya. Tapi Edeng tak sendiri, dengan sanak saudaranya di daerah Jembatan Kemba Gunung Gundil, dia mengurus Saleh secara bergantian meski dalam keterbatasan ekonomi.

Kondisi Saleh dan neneknya tersebut pun akhirnya menggerakan tim Rumah Yatim untuk datang menemui, memberikan perhatian yang belum diberikan oleh pihak manapun.

Salah satu tim Rumah Yatim NTB Salma Hasanah, yang berkunjung merasa tidak tega melihat kondisi Saleh yang sudah tak berdaya. Akhirnya memutuskan untuk memberikan dua santunan sekaligus yakni bantuan sembako dan santunan biaya hidup. Meski begitu, Rumah Yatim NTB berencana akan kembali memberikan santunan lainnya untuk Saleh dan neneknya dan akan mengupayakan penggalangan dana untuk Saleh agar bisa terbantu. “Kondisinya sangat memprihatinkan, kami akan mengupayakan penggalangan dana untuknya,” papar Salma.

 

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik
#NTB

UPDATE #98
10 April 2018

Hidup Sendiri dengan Keterbatasan Fisik, Ema Ning Dapat Bantuan Rumah Yatim

Berjalan tertatih dengan tongkat yang dipegangnya, mendatangi balai RW 05, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Kerudung hitam menutup wajahnya yang semakin keriput. Bahkan, dia datang diaping oleh tetangga yang berbaik hati padanya.

Dialah Ema Ning, nenek berusia 63 tahun. Kondisi fisik yang sudah mulai tidak sempurna mengharuskan Ema Ning berjalan menggunakan tongkat. Saat ini Ema Ning tinggal seorang diri di rumahnya. Namun, kata Ema Ning, sebelumnya dirinya tinggal bersama sang anak. Akan tetapi, sejak anaknya menikah, dirinya harus menghabiskan hari dengan sendirian.

Kini, ia melakukan segala aktivitasnya dengan penuh keterbatasan. Ditambah lagi, kedua matanya mengalami rabun yang menyebabkan dirinya tidak bisa melihat dengan normal. Bahkan, diakui dia, mata kirinya yang hanya bisa digunakan untuk melihat. Hal ini, dikarenakan pernah dilakukan operasi sebelumnya.

Hidup Ema Ning semakin lara, saat sang suami meninggalkan dirinya empat tahun lalu. Setahun sejak dirinya jatuh saat berjualan makanan keliling. Inilah, kata dia, yang menyebabkan kedua kakinya tidak bisa berjalan dengan sempurna. Bahkan, sejumlah pengobatan sudah pernah ditempuh oleh dirinya. Namun, kedua kakinya masih tetap sama, tidak bisa berjalan dan berdiri tanpa tongkat.

"Sakit asem urat sehingga tidak bisa berjalan dengan baik. Bahkan kedua mata Ema sudah tidak bisa melihat lagi," paparnya.

Dia menjadi salah seorang yang menerima bantuan biaya hidup Rumah Yatim Area Jawa Barat. Dirinya merasa bersyukur dengan perhatian yang diberikan Rumah Yatim bagi dirinya. Apalagi, bantuan tersebut sangat diperlukan oleh Ema Ning yang kini hidup sendiri. Ia menyampaikan, rasa syukurnya atas bantuan yang diterimanya. Bahkan, dia hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang sudah berbaik hati.

"Alhamdulillah ada bantuan, diterima, semoga dilancarkan seluruh rezekinya Rumah Yatim, dan Ema yang menerima semoga disehatkan fisiknya," ucapnya, kepada jurnalis Rumah Yatim.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanBiayaHidup
#Jabar

UPDATE #97
9 April 2018

Masyarakat RW 05 Cisaranten Kulon Dapat Bantuan Biaya Hidup

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan biaya hidup bagi masyarakat prasejahtera di RW 05, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan, Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (7/3). Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim Area Jawa Barat untuk meringankan beban masyarakat.

Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat Solehudin, sebanyak 26 orang menerima bantuan tersebut. Selain itu, pembagian bantuan biaya hidup ini diberikan di RW 05, karena berdekatan dengan sejumlah fasilitas yang dimiliki Rumah Yatim. Selain itu, kondisi masyarakat yang mayoritas janda dan lansia menjadi sasaran utama.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan di wilayah tersebut bukan kali pertama. Jauh sebelumnya, ada kegiatan bantuan bagi masyarakat setempat. Bantuan tersebut, berupa paket sembako untuk meringankan beban harian masyarakat. 

Dari pantauan jurnalis Rumah Yatim, sebagian besar penerima merupakan lansia yang sudah tidak bisa bekerja. Namun, pada saat pembagian bantuan biaya hidup masyarakat secara tertib menerima bantuan. Selain itu, tidak lupa masyarakat mengucapkan rasa syukurnya kepada Rumah Yatim dan para donatur yang senantiasa bisa berbagi dengan mereka.

Ia juga mengungkapkan, rencananya akan ada kegiatan lanjutan yang dilakukan di wilayah tersebut. Apalagi fasilitas klinik milik Rumah Yatim jaraknya tidak jauh dari lokasi kegiatan kali ini. Hal ini, kata dia, melihat kebutuhan yang ada pada masyarakat di wilayah tersebut. "Insya Allah untuk nanti akan ada pengobatan gratis di daerah ini," jelas Solehudin.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanBiayaHidup
#JawaBarat

UPDATE #96
8 April 2018

Lumpuh 12 Tahun, Minang Dapat Bantuan Rumah Yatim Tiap Tahun

Tubuhnya terus terbaring di atas tempat tidur. Kedatangan Rumah Yatim Jabodetabek hanya disambut senyum dari Minang. Berbaring di tempat tidur menjadi satu-satunya yang bisa Minang lakukan. Hal ini karena tubuhnya mengalami kelumpuhan sejak 2006 silam.

Minang saat ini berusia 55 tahun, namun fisiknya yang lumpuh memaksa dirinya tetap berbaring. Bahkan, saat berbincang dengan tim Rumah Yatim Jabodetabek, dirinya mengakui hanya untuk memiringkan badan sudah tidak bisa dia lakukan. Kondisi ini, bahkan hanya bisa diterima Minang dengan pasrah.

Ia saat ini hanya tinggal di gubuk sederhana miliknya, di Jalan Cirende Indah, Kelurahan Pisangan, Tangerang Selatan. Minang tinggal dan ditemani sang adik yang berjualan warung lapak sederhana. Setiap harinya, ia hanya diurusi oleh adiknya. Hal itu dimulai saat istri Minang meninggalkannya sejak dia jatuh sakit. Kondisi ini memperburuk keadaan, karena penghasilan sang adik dari hasil warung hanya cukup untuk makan.

Melihat kondisi tersebut Rumah Yatim Jabodetabek memberikan bantuan peduli sesama kepada Minang. Sebelumnya, Rumah Yatim Jabodetabek telah memberikan sejumlah bantuan. Di antaranya Minang mendapatkan bantuan biaya hidup, parsel lebaran, dan program lainnya. Bantuan ini diberikan karena Minang dirasa sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Tidak ada gerak tubuh dari Minang saat bantuan diberikan. Air mata hanya bercucuran dari kedua matanya. Rasa haru pecah saat Minang tahu sejumlah bantuan tersebut untuk dirinya. Bahkan, dengan tangis Minang mengucapkan rasa syukurnya kepada Rumah Yatim yang telah memberikan bantuan untuknya.

"Terima kasih sebanyak-banyaknya atas apa yang telah Rumah Yatim berikan untuk saya," ucap Minang.

Ia mengakui Rumah Yatim telah membantu dirinya setiap bulan dan tahun. Bahkan, kata dia, Rumah Yatim tidak sungkan untuk menjenguknya yang hanya berbaring di tempat tidur. Namun, sakit yang diderita Minang tidak melepaskan dirinya untuk mengingat Allah SWT. Lantunan dzikir dan asma Allah SWT keluar dari mulutnya. "Dengan sakitnya saya saat ini, saya hanya bisa bersabar dan berdoa kepada Allah," ungkapnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik
#Jabodetabek

UPDATE #95
7 April 2018

Nenek 80 Tahun Banting Tulang Demi Biayai Sekolah Lima Cucu

Suara bising kereta yang melintas sudah menjadi teman keseharian nenek Mini Darwati (80). Jarak rumahnya tidak jauh dari rel kereta, tepat di belakang Stasiun Tanah Tinggi, Jalan Peron Utara RT 04 RW 012. Kesehariannya dihabiskan untuk mencari nafkah sebagai penjual sandal.

Penghasilan yang tidak seberapa dari hasil menjual sandal, Mini harus memutar otak agar kelima cucunya bisa mendapatkan kebutuhan harian. Mini, kini tinggal seorang diri di rumah yang tidak jauh dari rel kereta api. Dirinya hanya ditemani lima orang cucu, yang ditinggal oleh seluruh orang tuanya.

"Saya tinggal sendiri dan mengurus lima cucu yang masih sekolah," ungkapnya, saat ditemui Tim Rumah Yatim Regional Jabodetabek.

Menurut Mini, cucunya tersebut kini tinggal bersama dirinya. Bahkan, dia harus membiayai seluruh cucunya untuk sekolah. Namun, kata dia, pada awalnya orangtua dari cucunya itu meminta izin untuk bekerja. Akan tetapi, mirisnya sampai saat ini tidak kunjung pulang. Kini Mini, hanya bisa berusaha semaksimal mungkin dengan sisa tenaga di usianya yang sudah delapan dasawarsa. "Mereka ditinggalkan orangtuanya dan ada juga yang sudah meninggal," paparnya.

Obrolan itu larut dalam kesedihan yang ada pada diri Mini. Waktu yang beranjak sore, mengharuskan tim Rumah Yatim Jabodetabek menyudahi pertemuan hari itu. Bahkan, suara nyaring kereta lewat menjadi penutup salam yang bercampur dengan suara bising. Sebelumnya, Mini menyempatkan untuk mengucapkan rasa syukurnya atas apa yang dia terima hari itu.

Mini, sangat gembira dan senang. Karena Rumah Yatim Jabodetabek telah memberikan penyambung hidup bagi dirinya. Dia pula mengucapkan terima kasih kepada para donatur Rumah Yatim yang senantiasa selalu memberikan perhatian kepada masyarakat seperti dirinya. "Saya merasa terbantu dengan adanya bantuan ini," tutup Mini.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik

UPDATE #94
6 April 2018

Sembilan Janda di Belakang Stasiun Dapat Bantuan Rumah Yatim

Memberikan perhatian kepada sesama merupakan salah satu konsentrasi Rumah Yatim dalam mendukung kesejahteraan sosial. Hal ini, turut dilakukan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Kamis (5/4). Pada kesempatan tersebut program bantuan peduli sesama diluncurkan di belakang Stasiun Tanah Tinggi, Jalan Peron Utara RT 04 RW 012, Tangerang.

Program peduli sesama diberikan kepada para janda prasejahtera yang tinggal di daerah tersebut. Sebanyak sembilan orang janda prasejahtera mendapat bantuan dari Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim, dalam membantu para janda untuk meringankan beban hariannya.

Menurut pemaparan salah seorang dari Tim Pendayagunaan Rumah Yatim Rusmanto, daerah belakang stasiun dipilih, karena permukiman tersebut padat dan kumuh. Selain itu, kata dia, penerima manfaat juga merupakan janda yang berusia sekitar 60 hingga 70 tahun. Hal ini dikhususkan bagi penerima yang tidak maksimal secara fisik maupun ekonominya.

Ia berharap, dengan bantuan tersebut dirinya mewakili Rumah Yatim bisa meringankan beban para janda. Apalagi, melilhat kondisi fisik dan usia yang sudah tidak mendukung untuk bekerja secara keras. Sehingga, bantuan peduli sesama tersebut dianggap tepat untuk masyarakat tersebut. "Mudah-mudahan kita bisa menggelar program lagi di daerah tersebut," ujarnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanPeduliSesama

UPDATE #93
4 April 2018

Masyarakat Gianyar Bali Terima Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Bali memberikan bantuan biaya hidup kepada masyarakat prasejahtera. Pemberian bantuan tersebut diserahkan di Majelis Format, di Jalan Astina Selatan, Kelurahan Gianyar, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar Bali. Bantuan tersebut diserahkan kepada 26 orang di lokasi yang berbeda.

Kepala Cabang Bali Rumah Yatim, Abdullah menjelaskan, pemberian bantuan tersebut difokuskan kepada beberapa kalangan. Di antaranya, janda, duda, jompo serta tuna netra. Seluruh penerima manfaat tersebut sebanyak 26 orang yang merupakan hasil dari data prioritas yang diterima oleh Rumah Yatim Cabang Bali.

Selain itu, kegiatan terebut dilakukan pula dengan cara home visit. Sehingga, lansia yang sudah lelah berjalan ke lokasi kegiatan bisa tetap menerima bantuan. Pada home visit tersebut sebanyak 10 orang menerima bantuan dari Rumah Yatim Cabang Bali. "Format yang 10 lagi home visit, lokasi sama dengan program yang lain," paparnya.

Abdullah berharap, bantuan biaya hidup tersebut bisa memberikan keringanan pada penerima manfaat. Namun, kata dia, besar kecilnya bantuan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sehingga, orang-orang prasejahtera dan lansia maupun yang berkebutuhan khusus masih bisa merasakan kebahagiaan.

"Harapan kami semoga bantuan itu bisa meringankan beban hidup yang dihadapi oleh mereka," ungkapnya.

Selain itu, sejumlah kegiatan pula dilaksanakan pada kesempatan yang sama. Beberapa kegiatan yang dilakukan tersebut antara lain bantuan sembako, santunan da'i, serta bantuan kitab Alquran. Sejumlah program tersebut dilaksanakan Rumah Yatim guna mendukung dan memberikan perhatian kepada masyarakat dan penerima manfaat.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup

 

 

UPDATE #92
3 April 2018

Dina Hidupi Sembilan Anak, Rumah Yatim Beri Bantuan

Wanita berdaster kumal itu duduk sembari berbincang dengan ibu-ibu lainnya. Staf Fundrising Rumah Yatim Area Kalimantan Tohimbul mengajak ibu itu berbincang. Tohimbul sedang mencari mustahik. Ia bertanya kepada ibu yang terlihat lemas itu. “Ibu bisa bantu saya mencari orang-orang yang membutuhkan?” tanya Imul -sapaan akrabnya.

Harapnya, ibu itu akan memberikan jawaban bahwa dirinyalah yang patut dibantu. Tapi kata itu tak keluar darinya, malah dia mengajak Imul untuk menemui Ibu RT 16 Kelurahan Mekarsari. Bersama Ibu RT, Imul pun menemui mustahik yang sesuai kriteria penyaluran bantuan peduli sesama. Tapi karena Imul sudah berniat untuk memberikannya kepada ibu itu  dia pun menyisikan satu amplop untuknya.

Seolah diingatkan, Ibu RT pun langsung mengiyakan dan menceritakan sedikit tentang kehidupan ibu yang sudah ikhlas mengantarkan tim Rumah Yatim untuk menemui para mustahik. Padahal dirinya juga sama-sama membutuhkan, seperti mustahik yang dikunjungi. 

Ibu itu bernama Dina, di rumahnya yang sempit dia membesarkan sembilan anak. Di antaranya, ada empat cucu yang dia urus. Untuk menghidupi sembilan anggota keluarganya itu  dia harus meminta pekerjaan ke warga sekitarnya. Barangkali ada yang bisa menggunakan jasanya sebagai buruh cuci atau asisten rumah tangga. 

Ia mengatakan, suaminya seorang tukang bangunan yang kadang bekerja kadang tidak. Kondisinya itu, memaksa Dina untuk bekerja menjadi buruh cuci. Karena gaji suaminya tak mencukupi untuk kebutuhan anak-anak yang masih sekolah dan cucu-cucunya yang masih kecil.

Saat mendapat bantuan tersebut, dia langsung tersenyum. Wajahnya yang lemas hampir putus asa, seolah mendapatkan rezeki nomplok saat itu. “Terima kasih banyak,” ujarnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik
#BantuanPeduliSesama

UPDATE #91
2 April 2018

Tiga Wilayah di Kalimantan Timur Dapat Bantuan Rumah Yatim

Bantuan peduli sesama Rumah Yatim diberikan untuk warga Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (28/3). Kehadiran Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat sangat disambut baik oleh warga. Menurut tim penyaluran Rumah Yatim Area Kalimantan Timur Thohimbul, untuk mendapatkan mustahik tersebut, dirinya bekerjasama dengan pihak aparat setempat, sebagian bekerjasama dengan donatur, dan sebagian dicari oleh dirinya dan tim.

Ada tiga wilayah yang mendapat bantuan. Pertama, satu orang di wilayah Siaga Atas, yakni seorang lansia yang masih bekerja meski usianya sudah sangat tua. Kedua, empat orang di Jl. RE Martadinata, terdiri dari tiga lansia dan satu warga kurang mampu. Ketiga, lima orang di Impres Dua, terdiri dari tiga fakir miskin dan dua anak yatim. 

Ketua RT 16 Kelurahan Mekarsari sangat mengapresiasi langkah Rumah Yatim untuk membantu warga kurang mampu. Bahkan, ia pun rela mengantarkan Thohimbul menuju rumah-rumah warganya itu. “Program ini sangat bagus, saya sangat bahagia karena warga saya bisa dibantu oleh Rumah Yatim," paparnya.

Selain itu, ia pun merekomendasikan satu tempat yang memiliki banyak mustahik yakni di KM.10. Menurutnya, di sana banyak sekali warga yang belum terbantu dan berharap Rumah Yatim akan memberikan bantuan kepada masyarakat di sana. Thohimbul pun menyambut usulannya dan berencana akan memberikan manfaat untuk warga yang direkomendasikan.

“Setelah ini akan ada lagi bantuan, tapi sebelum kami menyalurkan ke tempat itu, kami harus mensurveinya terlebih dahulu,” imbuhnya.

 


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Balikpapan
#BantuanPeduliSesama

UPDATE #90
31 Maret 2018

Warga Sidoarjo Bahagia Atas Kedatangan Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Surabaya menyalurkan santunan biaya hidup kepada 22 warga Sidoarjo, Selasa (27/3). Agar lebih dekat dengan para mustahiknya, tim Rumah Yatim Surabaya yang dipimpin Agus Muhammad Yusuf mengunjungi tiap rumah mustahik itu. 

Menurut Agus, Sidoarjo termasuk kota yang cukup besar dan maju, kehidupan masyarakat di sana pun berkembang. Namun sampai saat ini kemiskinan tidak pernah hilang begitu saja.

Untuk mendapatkan mustahik tersebut, tim Rumah Yatim Surabaya harus mencari rumah yang berada di gang-gang sempit dan dekat sungai yang kondisinya cukup kumuh. Rumah-rumah yang ditemui cukup tua dan memprihatinka. Untuk santunan biaya hidup ini, Rumah Yatim Surabaya memilih lansia sebagai penerimanya dan sebagian besar diperuntukkan untuk anak yatim. 

“Di sini banyak lansia yang sebatang kara,” papar Agus.

Karena sebatang kara itulah Agus pun langsung memberikan santunan tersebut. Mereka pun sangat bahagia atas santunan biaya hidup. Kebahagiaan itu mereka ungkapkan kepada donatur Rumah Yatim yang turut terlibat membagikan santunan itu. “Terimavkasih banyak,” ungkap salah satu mustahik.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup

UPDATE #89
30 Maret 2018

Terima Santunan Biaya Hidup, Suratun Tak Henti Ucap Syukur

Di masa tuanya, nenek 80 tahun ini hanya hidup dengan satu cucu saja. Sebagai seorang buruh cuci, cucu nenek Suratun hanya bisa memenuhi untuk keperluan makan sehari-hari. Tak berharap banyak, bagi Suratun cukup hidup dalam kesederhanaan saja. Ia sudah tak mampu berbuat apa-apa sehari-harinya. Suratun hanya mampu berdiam diri di kasur. Segala keperluan hajat hidupnya sepenuhnya ditanggung oleh cucunya.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya Agus Muhammad Yusuf, ada hal lain yang ia ambil pelajaran dari kehidupan nenek yang biasa disapa mbah ini. Mbah Suratun sangat bersahaja dan penuh dengan syukur.

“Beliau sosok yang penuh dengan rasa syukur,” ujar Agus. 

Rasa syukur yang didapatkan Suratun adalah implementasi dari kesehariannya yang rajin beribadah. Ia tidak pernah lupa untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim, meski saat ini ia sudah tak mampu melihat dengan awas, dan tak mampu mendengar dengan jelas. Bahkan saat Agus dan tim mengajak dirinya berbincang, obrolannya pun sudah tidak nyambung. Namun dia sudah cukup berinvestasi untuk dirinya yakni dengan investasi akhirat untuk masa depannya, kelak di saat menghadap Sang Kuasa. 

Pertemuan yang singkat namun berarti itu, Rumah Yatim pun memberikan Suratun santunan biaya hidup baginya.

Sembari mengenggam tangan relawan Rumah Yatim, Suratun pun tak berhenti mengucapkan rasa syukur dan lantunan doa mengalir dari mulutnya, doa kebaikan untuk Rumah Yatim dan para donaturnya. “Sampai kami melepas tangannya dia tak berhenti berdoa,” papar Agus.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik
#SantunanBiayaHidup

UPDATE #88
29 Maret 2018

Santunan Da'i Rumah Yatim Diberikan Bagi Para Pengajar di Pangalengan

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan santunan da'i bagi para pengajar di RW 08, Kampung Pangharep, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Selasa (27/3). Pemberian santunan ini merupakan bentuk peduli Rumah Yatim dalam mendukung operasional.

Menurut Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat Solehudin, sebanyak delapan orang mendapat bantuan santunan da'i pada kesempatan kali ini. Tujuan diberikannya bantuan ini, kata dia, sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian Rumah Yatim atas jasa yang diberikan para da'i untuk mendidik anak-anak di wilayah tersebut.

Ia menambahkan, masih kurangnya perhatian kepada para da'i ataupun pengajar tersebut menjadi salah satu tergugahnya Rumah Yatim. Karena, kata dia, beberapa pengajar hanya bekerja secara sukarela tanpa adanya bayaran atau upah yang tetap. Padahal, sambung dia, pengabdian setiap da'i maupun pengajar tersebut guna mendidik generasi yang cerdas dan berkarakter.

"Pemberian ini sebagai bentuk motivasi bagi para da'i sehingga bersemangat saat menjalani tugasnya," papar Solehudin.

Ia berharap, dengan diberikannya bantuan santunan da'i ini bisa menjadi pendorong bagi para pengajar. Untuk senantiasa memberikan ilmu dan bimbingannya kepada setiap anak yang ada di wilayah tersebut. Besar kecilnya bantuan, kata dia, mudah-mudahan menjadi suntikan bagi penerima manfaat.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanDa'i
#Fiisabilillah

UPDATE #87
28 Maret 2018

Tiga Anaknya Alami Stunting, Anisa Dapat Bantuan Rumah Yatim

Kehidupan yang jauh dari standar kesehatan, ternyata masih dialami warga Pidie, Aceh. Setidaknya, hal itu yang dirasakan oleh Anisa, janda tiga anak dari Puli, Kec. Pidie, Kab. Pidie. Ironisnya, dia tidak banyak mendapatkan bantuan dan jaminan dari pemerintah.

Sudah 12 tahun, janda berusia 38 tahun ini menjadi tulang punggung ketiga anaknya yakni Ekayani (15), Rajab (14) dan Fikran (13). Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia rela bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan seadanya. 

Kondisi perekonomian yang minim inilah yang menyebabkan ketiga anak Anisa mesti mengalami stunting (kurangnya tinggi badan) atau mempunyai masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Umumnya, karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Kondisi ini membuat tubuh ketiga anak Anisa menjadi mungil. Ekayani si sulung yang berusia 15 tahun tampak seperti anak berusia 7 tahun, putra kedua Rajab berusia 14 tahun tampak seperti anak berusia 6 tahun, dan si bungsu Fikran berusia 13 tahun tampak seperti anak berusia 5 tahun. 

Kondisi perekonomian yang kurang membuat Anisa tidak dapat membawa ketiga anaknya diperiksa ke Puskesmas ataupun rumah sakit terdekat.

Tidak hanya menderita stunting, ketiga anak Anisa pun terpaksa berhenti sekolah dikarenakan Anisa sudah tidak mampu membiayai kebutuhan sekolah ketiga anaknya.

“Penghasilan saya yang hanya cukup untuk makan mereka saja, itu pun makanan yang ala kadarnya jauh dari kata bergizi. Saya selalu merasa bersalah pada mereka,” ungkap Anisa kepada tim Relawan Rumah Yatim Cabang Aceh yang sedang berkunjung ke kediaman sederhananya, Selasa (27/3).

Anisa berharap, pihak pemerintah ataupun dermawan mau memerhatikan ketiga anaknya. Ia sangat ingin melihat ketiga anaknya tumbuh sehat dan bisa bersekolah.

Menanggapi hal tersebut, Rumah Yatim yang diwakili salah satu tim relawan Rumah Yatim Dewi menyalurkan paket sembako dan bahan makanan kepada Anisa dan ketiga anaknya. Tampak raut wajah sumringan ditunjukan ketiga anaknya dan raut wajah haru ditunjukan Anisa.

“Alhamdulillah, senang sekali melihat senyuman mereka. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Anisa, semoga ke depannya kami bisa terus membantu mereka,” pungkas Dewi.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik

UPDATE #86
27 Maret 2018

Bantuan Rumah Yatim Disalurkan Bagi 600 Warga Purwosari

Rumah Yatim Area Yogyakarta sukses menyalurkan empat program bantuan kepada 600 warga prasejahtera di Kel. Purwosari, Kec. Girimulyo, Kab. Kulonprogo, Yogyakarta. 

Keempat bantuan tersebut langsung diserahkan Manajer Area Rumah Yatim Yogyakarta Nur Arifin kepada ratusan warga. Di antaranya lansia, anak yatim dan dhuafa di wilayah tersebut. Kegiatan ini sukses digelar di SD Jatiroto, Minggu (25/3).

Nur Arifin menuturkan, jika kegiatan ini dilakukan serentak di satu lokasi yang terbagi dalam tiga pos penyaluran. Di pos pertama, Rumah Yatim menyalurkan bantuan sembako kepada 200 lansia. Pos kedua menyalurkan bantuan susu formula kepada 200 balita, dan di pos ketiga menyalurkan bantuan paket peralatan sekolah dan beasiswa pendidikan kepada 200 anak yatim dan dhuafa. 

“Alhamdulillah kegiatan penyaluran bantuan berjalan dengan sukses dan lancar, terima kasih kepada pihak pemerintah, keamanan, warga dan anggota karang taruna setempat yang telah membantu kami menyukseskan kegiatan ini. Semoga apa yang kami berikan ini bisa menjadi manfaat dan berkah untuk para penerimanya,” papar Arifin -sapaan akrabnya, Senin (26/3).


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#ProgramBantuanRumahYatim

UPDATE #85
26 Maret 2018

Tanpa Pamrih, 12 Tahun Nurhasan Mengabdi di Jalan Agama

Mengabdikan diri untuk memberikan pengetahuan agama telah menjadi bagian hidupnya. Selama 12 tahun, ia terus mendermakan dan berbagi ilmu dengan masyarakat yang ada di Kelurahan Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang. 

Dialah Nurhasan (48), warga asli Pandeglang yang sehari-hari mengajar ngaji untuk anak hingga orangtua. Sedikitnya, ada 135 orang dari anak hingga orang tua yang mendapat sharing ilmu keagamaan dari dirinya. Menurut dia, selama mengabdikan diri sebagai pengajar ngaji, tidak ada upah menentu yang didapatkannya. 

Hasil keringatnya, kata Nurhasan, hanya dibayar dari keikhlasan masyarakat. Sejak 2006 hingga saat ini, walaupun penghasilannya tidak menentu, Nurhasan tetap konsisten memberikan ilmu agama kepada masyarakat.

"Kalau untuk gaji sendiri, saya tidak ada sama sekali, kecuali ada sedekah dari ibu-ibu dan itu seikhlasnya saja dan tanpa saya minta sepeserpun," ujarnya, kepada tim Rumah Yatim Jabodetabek.

Ia mengatakan, bantuan program santunan da'i Rumah Yatim Jabodetabek tersebut sangat membantu dirinya beserta para pengajar lain. Namun, besar kecilnya bantuan dari Rumah Yatim sangat berarti bagi penerima. Dia pula menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur Rumah Yatim yang senantiasa terus mendukung.

Selain itu, Nurhasan pula menanggapi bantuan lain yang diberikan Rumah Yatim Jabodetabek untuk masyarakat di Kelurahan Karyasari. Semoga, kata dia, bantuan yang diberikan Rumah Yatim bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. 

"Kami sekali lagi berterima kasih dan sangat gembira sekali, semoga masyarakat di sini bisa lebih maju lagi," papar Nurhasan. 

Selain itu, pada kesempatan yang sama sejumlah rangkaian program kegiatan dilaksanakan Rumah Yatim Jabodetbek di Kelurahan Karyasari. Kegiatan tersebut di antaranya ialah bazar gratis, susu formula untuk balita, dan santunan da'i.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Fiisabilillah

UPDATE #84
24 Maret 2018

Masyarakat Kelurahan Maharatu Terima Bantuan Peduli Sesama

Berbarengan dengan pembagian sembako bagi masyarakat prasejahtera di Kelurahan Maharatu, Kamis (22/3). Rumah Yatim Cabang Riau juga menyalurkan bantuan peduli sesama untuk sejumlah masyarakat di Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Kabupaten Pekanbaru.

Kegiatan penyaluran bantuan peduli sesama ini dilakukan secara Door To Door ke rumah setiap penerima manfaat. Kunjungan tim Rumah Yatim Cabang Riau juga didampingi oleh Ketua Forum RT dan RW Kelurahan Maharatu.

Menurut Kepala Cabang Riau Ramdan Burhanudin, bantuan peduli sesama ini dilakukan karena keluarga yang dibantu dalam kondisi kurang dalam segi ekonomi. Selain itu, kata dia, pembagian bantuan peduli sesama ini diberikan kepada tujuh orang. Rata-rata penerima manfaat, sambung dia, berusia di atas 50 tahun.

"Orang-orang yang ekonominya lemah, karena mereka tidak mempunyai pekerjaan yang tetap," ujarnya.

Salah seorang penerima manfaat juga, kata Ramdan, bekerja sebagai buruh cuci, serta pencari cacing untuk dijual ke tempat pemancingan. Ia berharap, dengan diberikannya bantuan tersebut senantiasa bisa menjadikan para penerima manfaat senang dan terbantu.

"Harapannya mudah-mudahan apa yang Rumah Yatim berikan senantiasa menjadikan mereka tersenyum dan bahagia dan membantu beban mereka," paparnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanPeduliSesama

UPDATE #83
23 Maret 2018

785 Kepala Keluarga Terima Bantuan Kebutuhan Harian dari Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan kepada korban banjir bandang di Kota Bandung. Bantuan ini diserahkan langsung melalui posko utama bencana di Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (22/3). Bantuan itu merupakan permintaan dari para korban yang disampaikan sehari sebelumnya.

Bantuan yang diberikan Rumah Yatim Area Jawa Barat meliputi kebutuhan harian, makanan bagi balita, serta kebutuhan kebersihan. Sehari sebelumnya, Rumah Yatim Jawa Barat beserta Kepala Dinas Sosial Kota Bandung kunjungi korban banjir. Dari hasil kunjungan itu, sejumlah permintaan datang.

"Kita berikan sesuai apa yang para korban minta, karena itu memang yang mereka perlukan," ujar Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat, Solehudin.

Ia memaparkan, bantuan tersebut nantinya akan disalurkan oleh penanggung jawab posko bencana banjir. Agar, masyarakat korban banjir bandang bisa merata dalam penerimaan bantuan tersebut. 

Sedikitnya, sebanyak empat kecamatan di Kota Bandung terdampak banjir bandang pada Selasa (20/3) sore. Di antaranya Kelurahan Cicaheum Kecamatan Kiaracondong, Kelurahan Jatihandap Kecamatan Mandalajati, Kelurahan Pasir Layung Kecamatan Cibeunying Kidul, dan Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler.

Sebanyak 785 kepala keluarga menjadi korban dalam bencana banjir bandang kali ini. Selain itu, banjir pula menghancurkan sejumlah rumah yang ada di empat wilayah tersebut. Bahkan, air bercampur lumpur itu menerjang sejumlah tempat peribadatan dan tempat umum lainnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanBencana

UPDATE #82
22 Maret 2018

Bantuan Rumah Yatim Disalurkan Kepada 160 Warga Pematang Tengah

Rumah Yatim kembali berkunjung ke wilayah Pematang Tengah Kec.Tanjung Pura Kab. Langkat Sumatera Utara untuk menindaklanjuti survei yang dilakukan pada minggu lalu.

Dalam kunjungannya, Rumah Yatim yang ditemani anggota Brimob Sumatera Utara dan tim relawan dari beberapa mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dan siswa SMA Darussalam, menyalurkan bantuan sembako kepada 160 warga prasejahtera yang terdiri dari lansia, pekerja buruh sawit, pedagang kecil dan buruh serabutan.

Kepala Cabang Rumah Yatim Medan Harun menuturkan, penyaluran ini digelar di halaman kediaman salah satu tim relawan mahasiswa USU Diana. Setengah jam sebelum kegiatan dimulai, para warga yang menerima bantuan sudah berada di lokasi penyaluran, mereka tampak sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini.

“Alhamdulillah warga Pematang Tengah tampak sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini, sebelum kami datang mereka sudah ada di lokasi dan menyambut kami dengan hangat,” kata Harun, Rabu (21/3).

Ia mengungkapkan, kegiatan yang berlangsung dari pukul 09:00 hingga 12:00 WIB ini telah sukses digelar dengan tertib dan lancar. “Alhamdulillah sesuai dengan agenda, kegiatan penyaluran sembako kepada 160 warga Pematang Tengah berlangsung dengan sukses dan tepat waktu. Semoga bantuan yang kami gulirkan ini bisa bermanfaat untuk warga, terima kasih kepada anggota Brimob Sumut dan para tim relawan yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini, semoga kebaikan mereka dibalas oleh Allah SWT,” tuturnya.

UPDATE #81
21 Maret 2018

Dua Tahun Lumpuh, Kulsum Dapat Kursi Roda dari Rumah Yatim

Sudah hampir dua tahun lamanya dirinya hanya terbaring di atas tempat tidur. Kedua kakinya lumpuh tidak kuat menopang tubuh di usianya yang memasuki 51 tahun. Dialah, Kulsum, ibu dari empat anak yang tinggal di Kampung Bedeng RT 02 RW 03, Limo, Depok.

Jauh sebelum sakit, Kulsum bekerja sebagai sales barang-barang material. Kini, dirinya hanya mengandalkan biaya hidup dari sang suami, Suahanto yang bekerja sebagai supir dengan penghasilan tidak menentu setia harinya. Sejumlah pengobatan sudah ditempuh oleh Kulsum, agar dirinya bisa kembali normal. Namun, karena terbentur masalah biaya sejumlah pengobatan dihentikan.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan satu buah kursi roda. Bantuan ini diharapkan bisa membantu keseharian yang dilakukan oleh Kulsum. Bantuan kursi roda ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim Regional Jabodetabek dalam membantu sesama.

"Alhamdulillah Rumah Yatim bisa memberikan bantuan kursi roda untuk mempermudah aktivitas beliau," papar relawan Rumah Yatim Ali Ridwan, Selasa (20/3).


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#PeduliSesama

UPDATE #80
20 Maret 2018

Sejahterakan Lansia Yogyakarta, Rumah Yatim Beri Santunan Bentuk Peduli

Menyantuni lansia prasejahtera merupakan salah satu langkah yang dilakukan Rumah Yatim Yogyakarta untuk menunjukkan kepedulian dan kasih sayangnya. Setiap bulannya, Lembaga Amil Zakat (LAZ) ini selalu menyambangi wilayah pelosok untuk menyalurkan santunan kepada lansia.

Manajer Rumah Yatim Area Yogyakarta Nur Arifin bersama tim, sukses menyalurkan santunan tunai biaya hidup kepada 32 lansia prasejahtera di wilayah Ngaran II, Kel. Banjarsari, Kec. Samigaluh Kulonprogo.

"Alhamdulillah meski sempat dilanda hujan deras dan mati lampu, acara penyaluran santunan berjalan dengan lancar dan sukses," ungkapnya.

Ia mengatakan, kondisi hujan deras dan mati lampu ketika penyaluran membuat pihak pemerintah setempat tidak dapat turut menyaksikan proses penyaluran. Walapun begitu, pihak pemerintah setempat mengucapkan apresiasinya terhadap aksi Rumah Yatim melalui pesan singkat kepada Nur Arifin. 

"Alhamdulillah pihak pemerintah mengucapkan apresiasinya kepada aksi yang kami lakukan, semoga apa yang kami lakukan ini bisa membantu meringankan beban para lansia, dan membantu mewujudkan program pemerintah untuk menyejahterakan lansia Yogyakarta," paparnya.

Ia pun mengungkapkan jika penyaluran ini digelar di salah satu kediaman penerima santunan. Para lansia yang mayoritas berusia 70 tahun ini diantar para warga menuju lokasi penyaluran.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup
#LansiaYogyakarta

UPDATE #79
19 Maret 2018

Beasiswa Yatim dan Dhuafa Diberikan Bagi Siswa Kelurahan Cakung Barat

Rumah Yatim Regional Jabodetabek kembali memberikan beasiswa bagi anak yatim dan dhuafa. Penyaluran beasiswa ini dilakukan di RT 006 RW 08, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Jumat (16/3). Beasiswa ini diberikan guna membantu meringankan operasional sekolah anak yatim dan dhuafa dalam dukungan akademiknya.

Menurut pemaparan Ali Ridwan, sebanyak 20 beasiswa dhuafa diberikan untuk anak-anak di wilayah tersebut. Beasiswa tersebut diberikan secara rutin, namun lokasi dan penerima beasiswa setiap bulannya berbeda-beda. Hal ini, kata Ali, agar penerima manfaat bisa merata dan dirasakan oleh seluruh masyarakat. "Mengingat masih banyak wilayah yang mesti mendapat bantuan," jelasnya.

Ia berharap, dengan diberikannya beasiswa dhuafa ini bisa memacu semangat anak-anak yang menerima. Beasiswa ini pula merupakan bentuk perhatian Rumah Yatim terhadap pendidikan para dhuafa. "Tetap semangat meski serba kekurangan," ujarnya.

Pada hari yang sama beasiswa dhuafa pula disalurkan untuk anak-anak yang berada di daerah Bubulak Bogor. Serta beasiswa dhuafa ini akan diberikan untuk  394 anak yatim dan dhuafa di seluruh wilayah Jabodetabek.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLLebihBaik
#FakirMiskin

UPDATE #78
18 Maret 2018

Rumah Yatim Jabodetabek Salurkan Beasiswa Dhuafa di Bubulak Bogor

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan beasiswa dhuafa untuk anak-anak di sekitaran kantor kas cabang Bubulak, Jalan Raya KH. Abdullah Bin Nuh No. 89, Bubulak, Bogor, Jumat (16/3). Pemberian beasiswa ini disalurkan untuk anak yatim di wilayah tersebut.

Menurut pemaparan salah seorang dari Tim Pendayagunaan Jabodetabek Rusmanto, beasiswa itu diberikan untuk 10 anak yatim setingkat usia sekolah dasar. Beasiswa ini pula, sambung dia, disalurkan setiap persatu semester. Untuk target penerima manfaat sendiri setiap pemberian beasiswa selalu berbeda. "Untuk target bisa berbeda, karena agar lebih merata pembagiannya untuk  lokasinya tetap sama," jelasnya.

Ia menambahkan, pemberian beasiswa itu dilakukan di setiap lokasi kantor layanan Rumah Yatim. Sehingga keberadaan Rumah Yatim di setiap daerah bisa terasa manfaatnya bagi setiap warga sekitar kantor layanan Rumah Yatim. "Harapannya untuk program beasiswa dhuafa bisa terus berkelanjutan," ujarnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#FakirMiskin

UPDATE #77
16 Maret 2018

Kedua Termiskin di Sumut, Warga Langkat Akan Terima Bantuan

Rumah Yatim Cabang Medan akan menyalurkan bantuan sembako dan bantuan peduli sesama kepada 170 warga prasejahtera di wilayah Langkat Sumatera Utara. Rencananya penyaluran ini akan digelar di salah satu kediaman relawan Rumah Yatim, di Desa Pematang Tengah Kec.Tanjung Pura Kab. Langkat Sumatera Utara, Minggu (18/3) mendatang.

Diungkapkan Kepala cabang Rumah Yatim Medan Harun, alasannya memilih Langkat dikarenakan di wilayah tersebut masih mayoritas warga prasejahtera yang kebanyakan bekerja sebagai buruh serabutan dan pekerja sawit. Tidak hanya itu, status Langkat yang merupakan Kabupaten termiskin kedua setelah Kota Medan di Sumatera Utara (Sumut) menjadi alasan utama Rumah Yatim menyalurkan bantuan di wilayah tersebut.

“Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, ada sebanyak 114,19 ribu jiwa penduduk miskin tinggal di Kabupaten Langkat. Jumlah ini memang lebih sedikit dari jumlah penduduk miskin di Kota Medan yang mencapai 206,87 ribu jiwa. Sebelumnya kami rutin menyalurkan bantuan di wilayah Kota Medan, sekarang giliran Langkat yang mendapat bantuan,” paparnya, Kamis (15/3).

Harun juga mengungkapkan, sebelumnya ia bersama tim relawan telah menyurvei wilayah tersebut. Pada saat itu, ia bersama tim menyambangi kantor Kelurahan Pematang untuk meminta data penduduk prasejahtera di Pematang serta menyurvei beberapa kediaman calon penerima bantuan.

“Survei ini kami lakukan untuk mengetahui data dan kondisi langsung calon penerima bantuan, agar bantuan yang akan kami salurkan bisa sampai tepat sasaran. Mohon doanya semoga penyaluran ini berjalan sukses dan lancar,” pungkasnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SumateraUtara

UPDATE #76
15 Maret 2018

Korban Banjir Cingised Terima Bantuan Rumah Yatim Jabar

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan sejumlah bantuan kepada korban banjir di Cingised, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (15/3).  Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan sejumlah elemen pemerintah Kota Bandung.

Sejumlah bantuan yang diberikan berupa peralatan alat sekolah, sembako, serta kebutuhan lainnya.  Sebelumnya, Rumah Yatim Area Jawa Barat berkordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bandung. Bencana banjir yang menimpa kawasan Cingised ini, akibat tanggul jebol Sungai Cironggeng. 

Direktur Utama Rumah Yatim Nugroho, pemberian bantuan bencana banjir ini merupakan agenda rutin setiap ada bencana alam. Setiap tahun, sambung dia, pemberian bantuan bencana ini bukan hanya di wilayah Kota Bandung. "Setiap tahun Rumah Yatim memberikan bantuan kepada Bandung Selatan," papar Nugroho, saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, bantuan ini merupakan upaya kebutuhan yang diperlukan korban bencana banjir. Karena, sambung dia, sebagian besar alat kebutuhan hidup dan sekolah habis tersapu banjir.  Ini pula, merupakan satu upaya untuk menyalurkan dana infak dan sedekah dari para donatur. 

Selain itu, pada kegiatan ini pula disiapkan bantuan layanan kesehatan gratis bagi korban banjir. Sedikitnya, sebanyak 155 kepala keluarga di Cingised menjadi korban akibat tanggul jebol.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanBencana

UPDATE #75
14 Maret 2018

Santunan Biaya Hidup Bagi Tarnudin Penjaga Rumah di Sukajadi

Baju loreng itu dipakainya saat memasuki Asrama Rumah Yatim Cemara. Nada bicaranya pun tidak lagi fasih. Tubuhnya begitu lemas saat disapa kabar dan tempat tinggal. Dirinya berjalan tidak jauh dari Asrama Rumah Yatim Cemara untuk menerima bantuan santunan biaya hidup dari Rumah Yatim Area Jawa Barat, di Asrama Cemara, Jalan Cemara, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (13/3).

Ialah Tarnudin (59), laki-laki paruh baya yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga rumah di Sukajadi. Penghasilannya yang minim membuat Tarnudin harus memutar otak guna meminimalisir pengeluaran. Kini, Tarnudin, hanya tinggal berdua dengan anak bungsunya yang baru saja menikah. Maklum, sudah sejak lama dirinya ditinggal sang istri menghadap Ilahi.

Penghasilan Tarnudin dari menjaga rumah tersebut hanya 25 ribu rupiah setiap harinya. Menurut dia, pengasilan tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, bantuan santunan biaya hidup dari Rumah Yatim Jawa Barat sangat membantu. 

"Alhamdulillah saya sangat berterima kasih atas bantuan ini," ujarnya kepada jurnalis Rumah Yatim.

Selain itu, kondisi fisik yang tidak lagi sehat terkadang menghambat Tarnudin dalam bekerja. Maklum, fisiknya itu sudah menjaga rumah tersebut sejak kepindahannya dari Garut ke Bandung pada tahun 1998. Terhitung dari situlah, dirinya menjaga rumah milik salah seorang pengusaha di Kota Bandung. "Semoga ke depannya ada bantuan kesehatan bagi warga seperti saya," paparnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#SantunanBiayaHidup

UPDATE #74
13 Maret 2018

Masyarakat RW 03 Pasteur Terima Bantuan Biaya Hidup

Rumah Yatim Area Jawa Barat menyalurkan bantuan biaya hidup bagi masyarakat di RW 03, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (13/3). Bantuan biaya hidup ini merupakan program reguler Rumah Yatim Jawa Barat.

Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat, Solehudin, kegiatan pemberian bantuan biaya hidup ini merupakan program untuk masyarakat prasejahtera. Menurut dia, penerima manfaat setiap kegiatan berbeda. Hal ini dikarenakan, agar setiap orang bisa merasakan manfaat kehadiran Rumah Yatim.

Pada kegiatan kali ini sebanyak 28 mustahik dari sejumlah kalangan menerima bantuan biaya hidup. Bantuan diserahkan langsung oleh Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi. Kegiatan ini pula berlangsung di Asrama Rumah Yatim Cemara. "Semoga bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh para penerima," jelas Solehudin.

Selain itu, ia menambahkan, rencana ke depannya di wilayah tersebut akan dilaksanakan kegiatan pengobatan gratis, serta bantuan sembako. Hal ini, guna membantu meringankan beban masyarakat di sekitaran asrama Rumah Yatim. "Insya Allah akan kami agendakan untuk penyaluran tersebut," ujarnya.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanBiayaHidup

UPDATE #73
12 Maret 2018

Rumah Yatim Lampung Salurkan Bantuan Peduli Sesama Door to Door

Rumah Yatim Lampung menyalurkan program bantuan peduli sesama kepada warga prasejahtera khususnya lansia, di Desa Keteguhan, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Jumat (9/3). Program itu dilaksanakan untuk membantu keadaan warga sekitar dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Staf Pemberdayaan Cabang Lampung Dwi Apriana menjelaskan, program ini dilaksanakan dengan cara door to door. Tujuannya untuk melihat dan menilai kondisi masyarakat secara langsung  terutama dalam ekonomi yang serba kekurangan. Sehingga hal itu bisa menjadi kejelasan arah target penerima manfaat. Ada sembilan mustahik yang menerima bantuan tersebut. 

“Agar kita mengetahui secara langsung bagaimana keadaan warga sekitar, layak atau tidak. Karena kita menyalurkan bantuan peduli sesama ini dikhususkan untuk warga yang memang benar-benar tidak mampu,” jelasnya kepada jurnalis Rumah Yatim, Sabtu (10/3).

Selain penyaluran, sambung dia, tujuan yang lainnya adalah silaturahmi kepada warga sekitar, sekaligus menyosialisasikan keberadaan Rumah Yatim, dengan menyampaikan beberapa program. Saat ini keberadaan Rumah Yatim bukan hanya menyantuni anak yatim, tetapi juga menghimpun dan mengelola dana zakat dari masyarakat. 

Kemudian kata Dwi, kondisi masyarakat desa setempat kebanyakan bermata pencaharian sebagai kuli bangunan dan bekerja serabutan, dengan penghasilan sekitar 60 ribu rupiah perhari. Penghasilan yang tidak menetap tentu tidaklah cukup untuk membiayai keluarga, terlebih harus membiayai anak-anaknya agar tidak putus sekolah.   

“Kebanyakan mereka hanya bekerja sebagai kuli bangunan yang sehari 60 ribu, ada yang nelayan, itu pun musiman,  jadi untuk kebutuhan sehari-hari mereka sangatlah kurang,” paparnya. 

Kendati demikian, ia berharap dengan program bantuan ini, dapat membantu warga sekitar yang sangat membutuhkan. Kemudian semakin banyak pula yang merasakan manfaat dari keberadaan Rumah Yatim ini.

Rumah Yatim Lampung menyalurkan program bantuan peduli sesama kepada warga prasejahtera khususnya lansia, di Desa Keteguhan, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Jumat (9/3). Program itu dilaksanakan untuk membantu keadaan warga sekitar dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Staf Pemberdayaan Cabang Lampung Dwi Apriana menjelaskan, program ini dilaksanakan dengan cara door to door. Tujuannya untuk melihat dan menilai kondisi masyarakat secara langsung  terutama dalam ekonomi yang serba kekurangan. Sehingga hal itu bisa menjadi kejelasan arah target penerima manfaat. Ada sembilan mustahik yang menerima bantuan tersebut. 

“Agar kita mengetahui secara langsung bagaimana keadaan warga sekitar, layak atau tidak. Karena kita menyalurkan bantuan peduli sesama ini dikhususkan untuk warga yang memang benar-benar tidak mampu,” jelasnya kepada jurnalis Rumah Yatim, Sabtu (10/3).

Selain penyaluran, sambung dia, tujuan yang lainnya adalah silaturahmi kepada warga sekitar, sekaligus menyosialisasikan keberadaan Rumah Yatim, dengan menyampaikan beberapa program. Saat ini keberadaan Rumah Yatim bukan hanya menyantuni anak yatim, tetapi juga menghimpun dan mengelola dana zakat dari masyarakat. 

Kemudian kata Dwi, kondisi masyarakat desa setempat kebanyakan bermata pencaharian sebagai kuli bangunan dan bekerja serabutan, dengan penghasilan sekitar 60 ribu rupiah perhari. Penghasilan yang tidak menetap tentu tidaklah cukup untuk membiayai keluarga, terlebih harus membiayai anak-anaknya agar tidak putus sekolah.   

“Kebanyakan mereka hanya bekerja sebagai kuli bangunan yang sehari 60 ribu, ada yang nelayan, itu pun musiman,  jadi untuk kebutuhan sehari-hari mereka sangatlah kurang,” paparnya. 

Kendati demikian, ia berharap dengan program bantuan ini, dapat membantu warga sekitar yang sangat membutuhkan. Kemudian semakin banyak pula yang merasakan manfaat dari keberadaan Rumah Yatim ini.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#PeduliSesama
#Lampung

 

UPDATE #72
9 Maret 2018

Rumah Yatim Bantu Kembangkan Ekonomi Produktif Peternakan Sapi

Rumah Yatim yang kini menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) membantu mengembangkan peternakan sapi yang diurus oleh seorang buruh ternak sapi di Kampung Purbasari, Desa Wanasuka, Kecamatan Pangalengan, Bandung Barat. Agung warga prasejahtera yang bekerja sebagai buruh ternak sapi, merupakan penerima manfaat program ekonomi produktif Rumah Yatim. 

Pada awal tahun 2017, Rumah Yatim telah menyalurkan bantuan berupa lima ekor sapi untuk buruh ternak yang bermitra dengan program ekonomi produktif Rumah Yatim. Selama kurun waktu tersebut, belum memasuki usia yang cukup untuk dijadikan sapi perah. Karena ke depannya bila sapi tersebut telah matang, akan dijadikan sapi potong yang siap untuk dijadikan qurban pada idul adha mendatang. 

“Sementara ini masih pembesaran sapi dulu, belum ada hasil, karena bermitra dengan Rumah Yatimnya baru,” kata Agung.

Dalam hal ini, Rumah Yatim berupaya meningkatkan kualitas kesejahteraan umat, salah satunya membantu mengembangkan ekonomi produktif masyarakat. Ia mengaku, melalui program yang disalurkan Rumah Yatim, hal itu sangat membantu kehidupan ekonominya. 

Menanggapi hal itu, Rumah Yatim juga akan memberi perhatian lebih kepada masyarakat prasejahtera yang memiliki usaha kecil, untuk dibina dan dibantu dalam mengembangkan usahanya menjadi ekonomi produktif, yang nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Manfaat yang dirasakan berupa ekonomi sangat terbantu sekali, Alhamdulillah, diberikan kesempatan untuk mengurusi sapi-sapi ini,” tuturnya, saat diwawancarai, Rabu (7/3). 

Setiap pagi, ia mengendarai motornya yang telah usang termakan zaman, mencari rumput untuk dijadikan santapan lezat bagi sapi-sapinya. Kemudian ia bersama rekannya yang sesama buruh ternak juga, ikut mengurusi kelima ekor sapi tersebut. 

“Alhamdulillah rumput di sini banyak, perjalanan juga lumayan satu km dari sini, untuk ngurusin sapi-sapi ini, mulai dari ngasih makan sampai ngebersihin, ada dua orang termasuk saya yang ngurusin.

Kendati demikian, bantuan yang diberikan ini, kata Agung, setidaknya membantu dirinya bersama satu orang rekannya mendapatkan pekerjaan dengan memberikan lima ekor sapi ini. Kemudian ia berharap untuk ke depannya, terutama di Kampung tersebut ikut juga merasakan apa yang dibantu oleh Rumah Yatim.

Ia menambahkan, sisa dari lima ekor tersebut dijual untuk ditukar dengan sapi-sapi yang masih kecil. Sehingga bertambah banyak jumlah sapinya. Kemudian hal itu juga menurutnya bisa menambah lapangan pekerjaan juga bagi orang lain. Agar yang mengurusinya semakin bertambah dan pemeliharaannya pun semakin efisien. 

Terkait hal itu, ia berterima kasih kepada Rumah Yatim yang telah membantunya dengan memberikan sapi-sapi sehat itu, yang nantinya dijadikan sebagai ladang usaha bagi masyarakat prasejahtera yang tinggal di lingkungan setempat.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#EkonomiProduktif
#BidangPeternakan

UPDATE #71
8 Maret 2018

Rumah Yatim Bantu Petani Kembangkan Ekonomi Produktif Tanaman Kopi

Rumah Yatim yang kini menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) membantu mengembangkan lahan perkebunan kopi yang digarap seorang buruh tani di Desa Cineber, Kecamatan Tanjungkerta, Ciwidey, Kabupaten Bandung Barat. Aris warga prasejahtera yang bekerja sebagai buruh tani panggilan, merupakan penerima program ekonomi produktif.

Pada 2015, Rumah Yatim bersama pemerintah kabupaten, telah menyalurkan bantuan kepada petani kopi yang bermitra dengan program ekonomi produktif Rumah Yatim. Selama kurun waktu tiga tahun itu, belum memasuki musim panen, karena proses pemupukkan dan pemeliharaan yang begitu lama. Saat ini baru memasuki tahun ketiga masa proses pemeliharaan untuk panen. 

Dalam hal ini, Rumah Yatim berupaya membantu memberikan berupa bibit kopi dan pupuk untuk proses penanaman dengan berbagai jenis kopi, dua di antaranya sigaluntang, yang biasa disebut jenis kopi coklat arabika, lini es bibit kopi dari india. 

Oleh karena itu, Rumah Yatim akan fokus kepada pengembangan program ekonomi produktif petani kopi. Kemudian petani tersebut akan menerima pembiayaan seputar pemeliharaan tanaman kopi. Adapun pemupukkan dilaksanakan maksimal dua kali dalam satu tahun untuk menghasilkan bibit kopi yang unggul.

“Kalau belum panen, baru tiga tahun prosesnya, dari nanam sampe sekarang. Pemupukan setiap tahun satu kali, atau dua kali maksimal, baru bagus. Kalau sekarang kan kurang normal,” ungkap Aris, Rabu (7/3). 

Sementara itu, ia mengaku kesulitan soal tenaga kerja yang mengurusi lahan tersebut, karena upah yang masih minim membuatnya mengelola seorang diri. Sehingga untuk  mengurusi pemeliharaannya masih terkendala karena hanya dilakukan satu orang. Kemudian cuaca yang tidak menentu pun menjadi salah satu kendalanya.  

“Pemeliharaannya oleh bapak sendiri. Kesulitan pemupukan dengan pemeliharaan lahan yang besar pun terkendala karena hanya satu orang. Sulit tenaga kerja, karena upahnya masih belum cukup,” paparnya yang juga bekerja menjadi kuli ditempat lain. 

Kendati demikian, manfaat yang dirasakan atas bantuan Rumah Yatim, kata Aris, setidaknya membantu proses pemeliharaan dan penambahan bibit. Kemudian ia berharap suatu saat nanti, sudah memasuki musim panen. Hasil dari panen tersebut dapat bermanfaat, serta bisa menyerap tenaga kerja untuk pemeliharaan lahan perkebunan itu agar bisa lebih produktif lagi. 

Terkait hal itu, ia berterima kasih kepada Rumah Yatim yang telah membantu membina dan mengembangkan ekonomi produktif lahan perkebunan kopi garapannya. Ia menambahkan, hal ini bisa menjadi ladang pahala untuk membantu umat. 

“Terima kasih kepada Rumah Yatim sudah membantu bapak, sedikitnya bantuan untuk kehidupan bapak ke depannya. Semoga ini berhasil untuk bapak, supaya jadi manfaat dari dua pihak,” pungkasnya.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#LAZNas
#EkonomiProduktif

UPDATE #70
8 Maret 2018

Kakek Tua Renta Hidup Sebatang Kara di Gubuk Buatan Warga

Sungguh malang nasib Syahrul Irwan (70), di usia senjanya ia mesti hidup sebatang kara di gubuk spanduk buatan para warga dikarenakan kakek yang sedang menderita stroke ini telah diusir oleh pihak keluarganya. Menurut penuturan Kepala Cabang Rumah Yatim Medan Harun yang saat itu sedang berkunjung ke gubuk tersebut, sudah dua bulan kakek ini tinggal di gubuk spanduk berukuran 200 x 120 cm buatan para warga, gubuk ini hanya  beratapkan spanduk, bertiang bambu dan beralaskan karpet tipis.

“Sudah dua bulan kakek Syahrul tinggal di gubuk ini, ia telah diusir keluarga besarnya dikarenakan keluarganya tidak mau mengurusi kakek yang saat ini sedang mengalami stroke,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kakek renta ini hanya bisa mengandalkan uluran tangan dari para warga. “Alhamdulillah warga di sini itu baik-baik, tidak hanya bergantian memberikan makan kakek Syahrul, mereka pun membuatkan kakek ini kamar mandi sederhana,” katanya.

Saat ditemui Harun, kondisi Syahrul tampak sehat, namun kondisi tempat tinggalnya sangatlah tidak layak huni. Belum lagi ditambah dengan aroma menyengat yang berasal dari sampah dan air kencing kakek ini. 

“Kondisi gubuk yang hanya satu ruangan kecil ini sangatlah memprihatinkan, para warga yang mempunyai urusan lain belum bisa mengurusi kebersihan kakek dan gubuknya,” ungkapnya.

Ia memaparkan, para warga sudah pernah mengajukan bantuan kepada pemerintah setempat untuk keberlangsungan hidup kakek ini. Namun, sampai saat ini pengajuan tersebut belum ditanggapi. 

“Para warga inginnya pihak pemerintah bisa mengurusi kakek ini, entah dengan memperingati keluarganya agar mau mengurusi kakek ini ataupun dengan membawa kakek ini ke panti sosial. Tidak sebatang kara seperti ini,” paparnya.

Dalam kunjungannya, Harun beserta tim Rumah Yatim Cabang Medan memberikan bantuan berupa biskuit, kue, susu, dan nasi kotak kepada kakek ini. Santunan tersebut diterima Syahrul dengan penuh haru, ia tak menyangka masih banyak orang yang peduli terhadapnya. 

“Terima kasih atas semua kebaikan dan kepeduliannya, semoga Allah membalas semua kebaikannya. Doakan kakek agar selalu diberi kesehatan oleh Allah,” ungkap kakek sembari meneteskan air mata.

Diungkapkan Harun, kakek renta ini tinggal sebatang kara di gubuk spanduk depan ruko kosong di Jalan Banteng, Dwikora, Medan Helvetia. Saat ini kakek renta tersebut sangatlah membutuhkan bantuan dari berbagai pihak.

 

UPDATE #69
6 Maret 2018

Sakit, Memaksa Nurshori Jadikan Istrinya Tulang Punggung Keluarga

Sakit yang menggerogoti dirinya hingga dia tak mampu lagi berjalan, membuat Nurshori tidak mampu bekerja lagi. Untuk memenuhi kehidupannya, bapak lima anak ini pun terpaksa harus mengandalkan istrinya yang setia menjadi tulang punggung keluarga.

Nushori sudah lima bulan sakit struk. Berbagai cara sudah ditempuh untuk menyembuhkan sakitnya. Namun karena tidak ada perkembangan, dia dan keluarga pun harus berpasrah diri dan tidak lagi memeriksakan diri ke dokter. Dia merasa sedih karena sejak dia tidak bekerja, istrinya harus banting tulang mencari nafkah dengan berjualan di pasar. Selain di pasar, istrinya yang pekerja keras itu pun mencari rongsokan sepanjang jalan menuju perjalanan pulang menuju rumah. Penghasilannya yang didapat berkisar 30 ribu rupiah hingga 60 ribu rupiah, dia dapatkan setiap harinya. Namun dengan kondisi anak-anaknya yang masih usia sekolah dan kebutuhan sehari-hari semakin mahal, tentu itu terasa berat baginya.

Anak pertama dan keduanya sudah berumah tangga, namun karena kondisi perekonomian mereka cukup sulit, Nushori pun tak bisa meminta bantuan kepada kedua anaknya. “Kami tak bisa mengandalkan mereka, karena kehidupan mereka pun cukup susah,” ungkapnya. 

Selain kedua anaknya, tanggungan Nushori pun ada tiga orang lagi. Putri ketiganya masih duduk di bangku kelas 2 SMA, putri keempatnya bersekolah di tingkat SMP dan satu lagi putra bungsunya masih kelas 4 SD. Rumah Yatim datang ke rumahnya yang ada di Desa Mindaka Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal dalam rangka memberikan santunan biaya hidup. Nushori dan istri pun mengungkapkan permohonannya untuk membantu dirinya membiayai pendidikan salah satu putranya, karena dengan kondisi Nushori yang tidak bekerja, beban di pundak istrinya terlalu berat. 

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman pun menanggapi positif dengan berencana menjadikan putra bungsunya menjadi salah satu anak asuh nonmukim yang akan mendapatkan santunan rutin beasiswa yatim dan dhuafa.

“Rencananya pada tahun ini kita akan menambah jumlah anak asuh nonmukim, dan insya Allah salah satu anak bapak Nushori yang bungsu akan kita jadikan anak asuh nonmukim,” paparnya.

 

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik
#Tegal

UPDATE #68
5 Maret 2018

Lansia, Sasaran Utama Santunan Biaya Hidup Rumah Yatim Tegal

Lansia selalu menjadi sasaran utama penyaluran santunan biaya hidup. Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Koeruman lansia adalah orang yang paling membutuhkan biaya tersebut, di samping mereka tidak bekerja, kebanyakan mereka sudah sangat lemah dan hanya menggantungkan hidup kepada orang lain saja.  

Sehingga, Rumah Yatim menyalurkan santunan biaya hidup itu kepada lansia. Di antaranya ada 18 orang mustahik yang berada di daerah Desa Kalijambe, Desa Mindaka, Desa Pekiringan dan Desa Cangkringan. Ia menuturkan, selain lansia pihaknya pun menyalurkan kepada orang yang sakit, karena itu jumlah santunan pun disesuaikan dengan kebutuhan para mustahik itu sendiri.

Jajang sangat bersyukur santunan yang digelar selama tiga hari berturut-turut tersebut sangat berjalan lancar. Salah satu timnya adalah Untung Prasetyo, salah satu alumni Rumah Yatim Tegal yang diberdayakan menjadi stafffront office, karena penyaluran tersebut Untung menuturkan rasa bahagianya sekaligus merasa bersyukur karena dirinya jauh lebih beruntung ketimbang mustahik yang diberikan santunan.

“Berbagi itu menyenangkan, perasaannya luar biasa tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” paparnya.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik
#SantuanBiayaHidup

UPDATE #67
3 Maret 2018

Peduli Sesama, Rumah Yatim Surabaya Santuni Janda Tua

Dari gang sempit ke gang sempit lainnya, Rumah Yatim Surabaya berjalan menyusuri rumah-rumah mustahik untuk memberikan santunan peduli sesama, Minggu (25/2).  

Mereka adalah janda-janda tua berkisar usia 60 tahun ke atas. Setiap rumah yang Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya Agus Muhammad Yusuf ketuk, merupakan rumah-rumah yang kondisinya sudah tua bahkan sebagian sudah lapuk dan hampir roboh. Selain kondisi rumah, kondisi janda-janda tua itu pun sebagian hidup sebatangkara hanya menunggu uluran tangan dan kasih sayang dari tetangga terdekat. Karena para janda itu sudah tak mampu melakukan apapun. 

Menurut Agus di daerah Dinoyo Tenun Seratus itu terdapat 20 janda tua yang nasibnya serupa. Tapi karena santunan yang disediakan ini terbatas, Rumah Yatim Surabaya hanya memilih tujuh orang yang benar-benar sangat membutuhkan bantuan. Untuk 13 janda lainnya, Agus pun berencana akan kembali datang di lain waktu.

Santunan peduli sesama ini biasanya dikeluarkan Rumah Yatim setiap dua bulan sekali dengan kriteria mustahik yang dianggap benar-benar membutuhkan. Setelah melakukan beberapa kali santunan, Agus berharap santunan ini bukan hanya sekedar memberi saja namun bisa menjadi do’a untuk Rumah Yatim dan para donaturnya.

“Kami harap santunan ini santunan yang benar-benar ditunggu dan dengan semakin banyak mustahik yang merasakan manfaatnya, maka akan semakin banyak doa buat Rumah Yatim dan donaturnya,” papar Agus.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #66
1 Maret 2018

Masyarakat di Delapan RW Cicadas Terima Bantuan Biaya Hidup

Di sudut Kota Bandung hujan terus mengguyur, mengiringi perjalanan Rumah Yatim Area Jawa Barat. Di Masjid Al Mukhlisin belakang pasar Cicadas, RT 03 RW 04, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibenying Kidul, Kota Bandung, Selasa (27/2) sore, Rumah Yatim Jawa Barat telah ditunggu sejumlah orang.

Di Masjid Al Mukhlisin itulah 28 orang dari delapan RW di Kelurahan Cicadas menerima bantuan biaya hidup. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, dan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat Solehudin. 

Menurut pemaparan Solehudin, bantuan biaya hidup ini diberikan kepada masyarakat prasejahtera. Bantuan ini, kata dia, untuk meringankan beban harian masyrakat Cicadas. Sehingga, harapannya, bantuan tersebut bisa digunakan dengan sebaik-baiknya. "Semoga bermanfaat, walaupun tidak sebesar yang diharapkan penerima," paparnya.

Bantuan ini pula mendapat apresiasi dari salah seorang Ketua RW, Aceng Makmun. Menurutnya, bantuan tersebut baru pertama kali diterima oleh warganya. Apalagi dia berharap, ada bantuan lain yang diberikan Rumah Yatim Jawa Barat. Bantuan yang Aceng harapkan berupa santunan untuk anak yatim serta layanan kesehatan gratis.

"Semoga silaturahminya terus berjalan sampai nanti," ungkapnya, kepada jurnalis Rumah Yatim sesaat setelah pembagian santunan.

 

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik
#JawaBarat

UPDATE #65
28 Februari 2018

Penyaluran Sembako Untuk Para Lansia Di Cawitali

Rumah Yatim menyalurkan bantuan sembako kepada para Lansia di wilayah Cawitali, Minggu (25/2).

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman, memaparkan dirinya mendapatkan data para lansia tersebut dari kepala desa, di mana mereka adalah perwakilan dari 19 RT yang ada di wilayah itu. Adapun dipilihnya para lansia itu dikarenakan jumlah fakir miskin di Desa Cawitali tersebut mencapai 417 kepala keluarga. Maka untuk menghindari kecemburuan sosial, dipilihlah para lansia, agar tidak menimbulkan gejolak masyarakat.

“Kedatangan Rumah Yatim ke sini sangatlah tepat, karena kami memiliki 417 warga kurang mampu,” ungkap Jajuli.

Warga prasejahtera tersebut kebanyakan adalah buruh tani, karena wilayah Cawitali merupakan daerah pesawahan dan perkebunan, juga kebanyakan penambang pasir yang penghasilanya di bawah rata-rata. Karena perekonomian masyarakat yang cukup terpuruk, maka santunan semacam ini sangat di nanti-nanti oleh mereka, hingga para lansia yang hampir tidak kuat berjalan pun mencoba memaksakan diri untuk datang ke tempat penyaluran yang cukup jauh dari rumah mereka.

“Sebenarnya kami ingin datang menyalurkan ke rumah mereka jika mereka tidak mampu ke sini, tapi mereka memilih ingin bertemu dengan pihak kami,” papar Jajang.

Ia pun menyaksikan ada seorang nenek yang berusia 105 tahun di papah oleh Ketua RT. Menurut Ketua RT tersebut, sang nenek ingin datang langsung ke tempat acara agar bisa bertemu dengan Rumah Yatim. Dan tak hanya nenek itu hampir semua lansia yang datang pun kondisinya di papah oleh pihak keluarganya. Melihat hal tersebut Jajang sangat terharu, karena apa yang dilakukan Rumah Yatim atas bantuan para donatur sangat bermanfaat untuk mereka, hingga mereka bersemangat untuk datang mengambil sembako sembari mendoakan Rumah Yatim dan para donaturnya. 

“Senang melihat apa yang kita lakukan bermanfaat untuk mereka, di sisi lain sedih juga, melihat para lansia yang kondisinya lemah itu,” tuturnya.

Selanjutnya, Jajang pun berencana akan kembali menyalurkan santunan sembako untuk daerah Cawitali ini. “Insya Allah kami akan memberikan kembali bantuan sembako untuk warga di sini, sesuai dengan data berarti sekitar 117 lagi warga yang belum mendapatkan santunan sembako dari kami,” pungkasnya.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik

 

UPDATE #64
28 Februari 2018

Penyaluran Sembako Untuk Para Lansia Di Cawitali

Rumah Yatim menyalurkan bantuan sembako kepada para Lansia di wilayah Cawitali, Minggu (25/2).

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman, memaparkan dirinya mendapatkan data para lansia tersebut dari kepala desa, di mana mereka adalah perwakilan dari 19 RT yang ada di wilayah itu. Adapun dipilihnya para lansia itu dikarenakan jumlah fakir miskin di Desa Cawitali tersebut mencapai 417 kepala keluarga. Maka untuk menghindari kecemburuan sosial, dipilihlah para lansia, agar tidak menimbulkan gejolak masyarakat.

“Kedatangan Rumah Yatim ke sini sangatlah tepat, karena kami memiliki 417 warga kurang mampu,” ungkap Jajuli.

Warga prasejahtera tersebut kebanyakan adalah buruh tani, karena wilayah Cawitali merupakan daerah pesawahan dan perkebunan, juga kebanyakan penambang pasir yang penghasilanya di bawah rata-rata. Karena perekonomian masyarakat yang cukup terpuruk, maka santunan semacam ini sangat di nanti-nanti oleh mereka, hingga para lansia yang hampir tidak kuat berjalan pun mencoba memaksakan diri untuk datang ke tempat penyaluran yang cukup jauh dari rumah mereka.

“Sebenarnya kami ingin datang menyalurkan ke rumah mereka jika mereka tidak mampu ke sini, tapi mereka memilih ingin bertemu dengan pihak kami,” papar Jajang.

Ia pun menyaksikan ada seorang nenek yang berusia 105 tahun di papah oleh Ketua RT. Menurut Ketua RT tersebut, sang nenek ingin datang langsung ke tempat acara agar bisa bertemu dengan Rumah Yatim. Dan tak hanya nenek itu hampir semua lansia yang datang pun kondisinya di papah oleh pihak keluarganya. Melihat hal tersebut Jajang sangat terharu, karena apa yang dilakukan Rumah Yatim atas bantuan para donatur sangat bermanfaat untuk mereka, hingga mereka bersemangat untuk datang mengambil sembako sembari mendoakan Rumah Yatim dan para donaturnya. 

“Senang melihat apa yang kita lakukan bermanfaat untuk mereka, di sisi lain sedih juga, melihat para lansia yang kondisinya lemah itu,” tuturnya.

Selanjutnya, Jajang pun berencana akan kembali menyalurkan santunan sembako untuk daerah Cawitali ini. “Insya Allah kami akan memberikan kembali bantuan sembako untuk warga di sini, sesuai dengan data berarti sekitar 117 lagi warga yang belum mendapatkan santunan sembako dari kami,” pungkasnya.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik

 

UPDATE #63
27 Februari 2018

Dua Dusun di Riau Terima Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Riau mengadakan penyaluran bantuan biaya hidup untuk masyarakat Dusun Pulau Baru dan Dusun Kampung Lintang, Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (24/2). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap sejumlah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau Ramdan Burhanudin, bantuan biaya hidup itu diberikan kepada 24 kepala keluarga di dua dusun tersebut. Dengan melakukan door to door relawan Rumah Yatim mendatangi satu per satu rumah warga yang yang akan diberikan bantuan. Penerima manfaat yang merupakan dari kalangan fakir dan miskin kebanyakan terdiri dari para lansia. Selain itu, wilayah tersebut dipilih karena kedua dusun berada di daerah terpencil. "Keadaan ekonominya pun termasuk kalangan menengah ke bawah," jelasnya.

Selain itu, menurut Ramdan, bantuan tersebut diharapkan bisa mengurangi beban sehari-hari masyarakat sekitar. Dia berharap, dengan bantuan yang diberikan Rumah Yatim Riau bisa memberikan motivasi bagi penerima manfaat. "Agar dapat membantu dan memberi manfaat kepada dusun ini," ujarnya.

Rumah Yatim pula sejatinya merupakan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional yang bergerak di bidang pengolahan dana zakat, infak, dan sedekah. Akan tetapi, Rumah Yatim tetap memberikan perhatian kepada kegiatan sosial, bencana dan kegiatan lainnya. Untuk memberikan efek positif hadirnya Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #62
26 Februari 2018

3 Program Bantuan di Salurkan bagi 190 Mustahik di Helvetia

Rumah Yatim Cabang Medan kembali menunjukkan eksistensinya. Pada Sabtu (24/2) kemarin, Lembaga Amil Zakat (LAZ) ini kembali menyalurkan tiga bantuan sekaligus di wilayah Dwikora, Medan Helvetia, Kota Medan. Kegiatan ini dibantu juga oleh para relawan dari ITM, Institut Tekhnologi Medan.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Medan, Harun kagiatan kali ini akan menyalurkan sekaligus tiga program bantuan kepada 190 Mustahik terpilih. Tiga jenis program bantuan tersebut terdiri dari bantuan sembako kepada 150 warga, biaya hidup kepada 25 warga dan santunan kepada 15 dai.

Diharapkan dengan adanya program bantuan ini dapat membantu meringankan beban para mustahik. Khususnya masyarakat kurang mampu yang memang masih membutuhkan. Akibat dari harga barang dalam kebutuhan mendasar sehari-hari yang terus meningkat serta masih banyaknya penghasilan yang masih di bawah standar mengakibatkan warga miskin yang masih memerlukan bantuan.

Harun mengatakan, penyaluran ini digelar di kediaman salah satu donatur tetap Rumah Yatim yang tinggal di wilayah tersebut. Kegiatan ini berlangsung lancar dan tertib dengan dibantu para relawan Rumah Yatim dari ITM. Penyaluran yang di gelar di halaman rumah salah satu donatur tetap Rumah Yatim ini alhamdulillah lancar dan masyarakat sekitar menyambut dengan antusias kegiatan ini. Rumah Yatim berharap kedepannya bisa selalu memberikan konstribusi terbaik bagi masyarakat kurang mampu di Medan, dan juga seluruh Indonesia tentunya.

UPDATE #61
25 Februari 2018

Rumah Yatim Jabar Beri Santunan Da'i di Kiaracondong

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan santunan kepada sejumlah da'i dan da'iyah di Gang Lapang, RT 03 RW 11, Desa Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jumat (23/2). Santunan ini merupakan bentuk apresiasi Rumah Yatim Jawa Barat kepada para da'i dan da'iyah atas jasa di bidang keagamaan.

Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Jawa Barat, Solehudin, ada 16 da'i dan da'iyah mendapat santunan pada kesempatan kali ini. Selain apreasiasi terhadap jasanya, wilayah tersebut masih berdekatan dengan salah satu asrama Rumah Yatim di Kiaracondong. Namun, pemberian santunan tersebut telah dipersiapkan. Salah satunya pengecekan penerima manfaat agar tepat sasaran.

Pemberian santunan ini, diterima langsung oleh para da'i dan da'iyah serta didampingi oleh Ketua RW 11, Odas. Santunan ini merupakan bentuk apresiasi Rumah Yatim Jawa Barat terhadap perjuangan para dai yang ikut serta mencerdaskan penerus bangsa.

"Mereka para da'i dan da'iyah telah memberikan pengetahuan agama serta mencetak generasi yang beriman kuat," ujarnya.

Ia berharap, bantuan yang diberikan Rumah Yatim Jawa Barat tidak dilihat dari nominal yang diberikan. Akan tetapi, manfaat untuk meringankan beban para da'i dan da'iyah yang ada di RW 11. Sehingga, para da'i dan da'iyah bisa terus berjuang untuk memberikan ilmu agama.

Langkah Rumah Yatim ini disambut baik oleh Odas. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Rumah Yatim Jawa Barat yang senantiasa terus peduli terhadap keberlangsungan para pengajar agama. Sehingga harapannya, kebaikan Rumah Yatim Jawa Barat bisa dibalas dengan pahala yang berlipat.

"Semoga Rumah Yatim Jawa Barat tambah sukses dan menjadi lembaga yang lebih besar dan maju," paparnya.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#AsnafFisabilillah

UPDATE #60
24 Februari 2018

Sembako dan Seperangkat Alat Sekolah Diberikan pada Siti Penjual Cilok

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan santunan kepada Siti Belani pemilik rumah yang sudah tidak layak huni di Gang sempit Sukamanah VI RT 03 RW 13, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (16/2). Santunan yang diberikan berupa sembako dan seperangkat alat sekolah.

Menurut pemaraparan Manager Area Rumah Yatim Jawa Barat Deni Rustandi, pemberian bantuan ini merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya mengunjungi rumah tersebut. Namun pada kunjungan awal, Deni hanya memberikan susu formula untuk anak Siti. Melihat kondisi yang menprihatinkan, Rumah Yatim Jawa Barat kembali memberikan sejumlah bantuan tersebut. "Saat pertama kali kesini, kita prihatin liat kondisi rumahnya," ungkapnya.

Siti Belani merupakan ibu dari empat orang anak. Anak sulung Siti, Marsanda Devita (18) saat ini sekolah di SMK 3 Bandung, anak kedua Siti ialah Salsa Pabiola (15) masih duduk di kelas 3 SMP. Rivano (8) anak ketiga Siti, saat ini masih duduk di kelas 3 SD, sedangkan si bungsu anak Siti, Ibrahim Ali masih berusia dua tahun.

Untuk membiayai keempat orang anaknya, Siti harus bekerja banting tulang. Apalagi sejak suami Siti, Andri Rismanwansyah, jatuh sakit sejak tiga bulan yang lalu. Sehingga Andri tidak bisa mencari nafkah untuk membiayai keluarga. Saat ini sehari-hari Siti membuat cilok untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Cilok tersebut nantinya dijajakan oleh anak Siti di sekolah.

Pada kesempatan yang berbeda, Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Solehudin menambahkan, kondisi Siti tersebut hanya sebagian kecil dari masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Apalagi, sambung dia, Siti harus membiayai empat orang anak di mana tiga orang anak Siti masih sekolah.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Jawa Barat memberikan perhatian kepada Siti dan keluarga. Selain susu formula untuk pemenuhan gizi anak Siti yang masih balita. Pada kesempatannya pula, Rumah Yatim Jawa Barat memberikan  alat tulis sekolah. Agar, bisa memberikan motivasi kepada anak Siti yang sedang menempuh pendidikan. "Mudah-mudahan apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan digunakan dengan sebaiknya," harap Solihin.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik

UPDATE #59
23 Februari 2018

Rumah Yatim Salurkan Santunan Biaya Hidup Bagi 100 Jompo

Rumah Yatim Regional Jabodetabek menyalurkan bantuan biaya hidup untuk 100 jompo di enam kampung di Desa Cihujan, Kecamatan Cijaku, Lebak Banten, Kamis (22/2). Program penyaluran ini dilakukan untuk membantu meringankan beban mereka dalam hal kebutuhan biaya hidup. 

Staf Pendayagunaan Jabodetabek Rusmanto mengatakan, bantuan itu disalurkan bukan hanya kepada para jompo, tetapi janda dan warga penyandang disabilitas. Hal itu dilaksanakan agar sedikitnya bantuan dari Rumah Yatim bisa bermanfaat untuk warga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan biaya hidup. 

“Penyaluran ini, kita salurkan bukan hanya kepada para jompo, tapi juga kepada para janda dan juga kepada warga penyandang disabilitas diantaranya tunanetra dan lumpuh,” ungkapnya kepada tim Jurnalis, Kamis (22/2). 

Adapun daerah penerima manfaat tersebut, lanjutnya, dari panti maupun dari enam pemukiman. Di antaranya Kampung Garung Here, Ciapus cai, Garung santana, Pajagan, Beber dan Kampung Cisasah. “Target dari program bantuan ini tersalurkan sesuai dan tepat sasaran,” imbuhnya.  

Setelah disalurkannya bantuan ini, ia berharap akan lebih banyak lagi donatur yang mau berpartisipasi serta berbagi kebahagiaan melalui Laznas Rumah Yatim. Mengingat masih banyak masyarakat prasejahtera yang memerlukan uluran tangan dari donatur. 

#LAZNas
#ZakatUnrukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #58
21 Februari 2018

Rumah Yatim Ajak Masyarakat Ringankan Duka Sinabung

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, semakin tinggi. Terbaru, gunung api yang berstatus awas (Level IV) sejak 2 Juni 2015 itu erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 50.000 meter. Status ini merupakan status tertinggi untuk gunung berapi.

Erupsi setinggi 50.000 meter dengan amplitudo 120 milimeter terjadi pada Senin (19/2) sekitar pukul 09.03 WIB. Selain menyemburkan abu vulkanik, aktivitas gunung setinggi 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu juga mengakibatkan gempa dengan durasi 607 detik.

Berdasarkan informasi yang ditelusuri tim relawan Rumah Yatim Medan, beberapa desa di kaki Gunung Sinabung menjadi gelap gulita akibat luncuran awan panas.

Beberapa desa yang mengalami hal ini di antaranya yakni Desa Sigarang-garang, Desa Payung, Selandi Baru dan Laukawar.

"Dari Senin pagi sekitar pukul jam 08.30  hingga siang kemarin masih seperti jam 12 malam. Alhamdulillah untuk hari ini kondisi di empat desa tersebut sudah membaik, sudah tidak gelap gulita lagi. Awan panas masih berlangsung, abu pun semakin tebal dan membuat ratusan rumah dan sawah tertutup debu vulkanik," ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim Medan ketika melakukan survei di wilayah Payung, Selasa (20/2).

Menurut Harun selain diselimuti abu vulkanik tebal, wilayah Payung pun dilanda angin puting beliung. Sebagian besar warga pun telah dievakuasi ke wilayah lain yang dikira aman. Namun ada sebagian warga lain yang enggan di evakuasi dikarenakan ingin bertahan di rumahnya.

"Sebagian kecil warga Payung memilih bertahan di rumahnya masing-masing, meskipun begitu mereka sudah siaga meninggalkan rumahnya jika kondisi Sinabung semakin awas," ujar Harun.

Ia mengungkapkan, saat ini warga Payung sangat membutuhkan bantuan, terutama bantuan sembako, makanan siap saji, obat-obatan, dan masker.

Melalui program bantuan bencana Rumah Yatim untuk Sinabung, Harun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut berpartisipasi meringankan beban warga Payung yang sedang dilanda bencana erupsi gunung Sinabung.

"Kami ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut berpartisipasi meringankan duka mereka, karena sebagian kecil rezeki yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk mereka," tutupnya.


#LAZNas
#BantuanBencana

UPDATE #57
19 Februari 2018

Bantuan Sembako untuk 150 Kepala Keluarga Sri Meranti Pekanbaru

Rumah Yatim Cabang Riau mengadakan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat prasejahtera di Kantor Kelurahan Sri meranti, Jalan Sepakat Siak II RT 01 RW 20, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (14/2). Kegiatan ini merupakan aksi nyata Rumah Yatim dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau Ramdan Burhanudin, sebanyak 150 kepala keluarga menerima bantuan sembako pada kegiatan kali ini. Masyarakat yang hadir pada acara tersebut sangat antusias. Hal ini terlihat, sambung dia, walaupun cuaca hujan akan tetapi masyarakat terus berdatangan. "Alhamdulillah suasana kondusif dan tertib," ungkapnya.

Dari semua penerima tersebut merupakan masyarakat dari kalangan fakir dan miskin. Serta, kebanyakan penerima manfaat ialah yang sudah berusia di atas 50 tahun. Kegiatan ini berlangsung karena, kata Ramdan, wilayah tesebut termasuk daerah yang masih kumuh. Tentunya, dari segi pangan masyarakat layak dibantu karena masih banyak kekurangan. "Karena memang di lihat dari segi ekonomi," jelasnya.

Hasil ini, kata Ramdan, merupakan data dari survei yang dilakukan tiga minggu sebelum kegiatan dilaksanakan. Survei tersebut guna mencari tau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Sehingga bantuan Rumah Yatim bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ramdan berharap, bantuan yang diberikan Rumah Yatim Riau untuk masyarakat Kelurahan Sri Meranti bisa berguna dan bermanfaat. Walaupun, kata dia, masih banyak masyarakat yang belum berkesempatan menerima bantuan tersebut. Karena, jumlah kepala keluarga yang menerima bantuan kali ini, merupakan hasil data yang benar-benar membutuhkan bantuan. "Alhamdulillah kami bisa membantu sekian persennya dari warga," tutup Ramdan.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #56
17 Februari 2018

Belajar Keikhlasan dari Para Dai di Surabaya

Rumah Yatim berikan santunan dai kepada 15 dai yang sudah mengabdikan diri dan ilmunya untuk membentuk generasi agamis. Hal ini dilakukan dalam rangka mengapresiasi langkah para dai di Kota Surabaya Barat dan Surabaya Timur. Terdiri dari 10 dai Surabaya Barat, dan 5 dai dari Surabaya Timur. 

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya Agus Muhammad Yusuf, perjuangan mereka dalam membina generasi muda memang patut untuk diapresiasi. Apalagi para dai yang berada di daerah Balong Sari Surabaya Barat, mereka luar biasa berjuang tanpa pamrih sedikitpun.

Bermula dari Ketua DKM Mushola Alfatah Kamso, yang merasa prihatin akan generasi muda yang kurang memilki pengetahuan agama. Setiap hari dirinya menyaksikan banyak anak berkeliaran dan bermain-main di dekat mushola. Namun karena tidak ada tempat menuntut ilmu agama, mereka pun tidak memiliki bekal ilmu akhirat yang dapat membentengi diri mereka dari degradasi moral yang semakin memprihatinkan. Maka Kamso berinisiatif untuk menjadikan mushola yang dia kelola menjadi madrasah tempat anak-anak belajar dasar-dasar ilmu agama, belajar iqro dan Alquran.

Bersama Umi Kulsum, ia pun mendirikan taman pendidikan Alquran ini. Tanggapan masyarakat pun positif terhadap kegiatan yang dilakukan tiap sore hari. Sehingga pada tahun ajaran ini, ada 150 murid yang dari dua RW diajarkannya, dengan tingkat usia dan kemampuan yang berbeda. Karena itu agar pembelajaran efektif,Umi Kulsum yang lebih aktif mengajar pun membaginya ke dalam enam kelas. Dan karena banyaknya murid. Maka ibu-ibu setempat yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu pun menyempatkan waktu luang mereka untuk membantu Kamso dan Umi Kulsum mengajar setiap harinya.

Namun sayang meski mereka mengajar tiap hari, mereka tidak pernah mendapatkan upah sepeser pun. Adapun iuran seikhlasnya dari murid-murid. Biasanya hanya cukup untuk membeli sarana dan prasarana belajar saja. Meski mereka tidak pernah mendapatkan upah, namun mereka tulus ikhlas mengajar tanpa mengharapkan balasan apapun, yang terpenting bagi mereka anak-anak yang mereka ajari dapat menjadi anak yang sholeh dan sholehah dan menjadi generasi yang berakhlakul karimah. 

Selain mereka tidak pernah mendapatkan gaji, mereka pun belum pernah mendapatkan dari pihak manapun dan Rumah Yatim lah yang pertama kali memberikan perhatian kepada mereka. Karena itu mereka pun sangat bersyukur dan berterima kasih. “Alhamdulillahirrobilalamin, terima kasih banyak atas perhatianya,” ungkap Kamso.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#Fisabilillah

UPDATE #55
15 Februari 2018

Ratusan Mustahik Terima Bantuan Sembako Rumah Yatim Jabodetabek

Rumah Yatim Regional Jabodetabek menyalurkan 300 paket sembako untuk masyarakat prasejahtera di Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan beji, Kota Depok, Rabu (14/2). Pembagian sembako ini bentuk kepedulian Rumah Yatim untuk meringankan beban harian masyarakat.

Acara ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Kemirimuka, serta dihadiri oleh Lurah Kemirimuka Dzulkarnain, dan Camat Beji Ues Suryadi. Masyarakat penerima bantuan terlihat begitu antusias saat tim Rumah Yatim membagikan sembako. Antrian yang panjang dan kondusif tidak menyurutkan harapan masyarakat untuk bisa menerima santunan.

Menurut pemarapan salah seorang dari Tim Rumah Yatim Jabodetabek Muslih, pembagian sembako tersebut berjalan sesuai harapan. Apalagi jauh-jauh hari sebelumnya telah dilakukan survei. Survei ini untuk memastikan penerima manfaat merupakan orang yang tepat. Lokasi tersebut dipilih, sambung Muslih, karena tingkat prasejahteranya cukup tinggi. "Lokasi itu ada di wilayah Kantor Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Rumah Yatim," paparnya.

Ia berharap, pembagian sembako ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga penerima bantuan itu bisa sedikit berkurang beban hariannya. Untuk rencana selanjutnya, kata Muslih akan ada pembagian susu formula dan pelayanan kesehatan gratis di daerah lain. "Memenuhi hajat warga prasejahteta," jelasnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #54
14 Februari 2018

Nursaibah, Nenek Pekerja Keras Demi Nafkahi Keluarga

Di kontrakannya yang tidak begitu luas Nursaibah hidup bersama putra sulungnya yang sakit, bersama putrinya, menantu dan cucunya yang masih SMA. Kontrakan itu hanya memiliki satu kamar dan satu ruangan dengan biaya Rp.500.000 per bulan. Kondisinya cukup memprihatinkan dengan lantai semen yang sudah mulai usang. Meski begitu, Nursaibah betah tinggal di sana. Sejak 2003, Nursaibah sudah tinggal di sana dan tidak pernah pindah. 

Untuk membayar kontrakan tersebut, Nursaibah harus banting tulang. Sehari-harinya dia menjual bawang goreng titipan orang lain. Terkadang untuk menambah penghasilan, dia pun rela menjadi suruhan orang lain sebagai asisten rumah tangga dadakan dan juga sehari-hari mengumpulkan rongsokan untuk di jual ke penadah. Tak hanya Nursaibah, menantunya juga turut membantu dengan menjual rempeyek. Terkadang saat kondisi putra sulungnya agak membaik dari sakit diabetes dan struk ringannya, dia pun turut membantu mencari nafkah, meski langkahnya cukup terbatas.

Di masa tuanya, nenek yang berusia 74 tahun ini mencoba tegar meski sering kali sakit-sakitan dan tak mampu berjalan jauh. Sehingga saat dia menjajakan dagangannya, dia harus tertatih-tatih sembari menahan sakitnya yang tidak pernah dia periksakan. Dikarenakan tak memiliki uang lebih untuk pergi ke dokter. Tapi dia tak punya pilihan, dia harus terus bekerja demi keluarga tercintanya. Maka pada saat Rumah Yatim NTB datang ke kediamannya di Karang Kemong, Nursaibah sangat senang. Hingga dia menawarkan diri untuk mengangkut paket sembako dari Cidomo (andong). Kedatangan Rumah Yatim ialah untuk memberikan sembako kepadanya. Hal ini memberikan rasa lega tersendiri bagi Nursaibah.

“Alhamdulillah, bisa tenang untuk beberapa hari, dan bisa mikirin buat yang lain," ungkapnya kepada asisten logistik Rumah Yatim Sumiyati, yang juga tetangga Nursaibah.

Sumiyati mengaku, dengan beras yang didapatkan dari Rumah Yatim, uang yang Nursaibah dapatkan tidak akan dibelikan untuk beras. Tetapi akan digunakan untuk keperluan lainnya. Karena biasanya setiap mendapatkan uang dari kerja kerasnya, Nursaibah langsung membelanjakanya untuk beras dan tidak cukup untuk membeli keperluan lainnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Mustahik
#NTB

UPDATE #53
13 Februari 2018

Bantuan Sembako dan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Cicaheum

Rumah Yatim Area Jawa Barat bekerja sama dengan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Kiaracondong, mengadakan kegiatan penyaluran bantuan sembako dan kesehatan gratis. Kegiatan ini dilaksanakan di RW 10, Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Sabtu (10/2).

Menurut, Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat, Solehudin, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas jawaban kebutuhan hidup yang diperlukan masyarakat Cicaheum. Apalagi, di wilayah Cicaheum ini merupakan masyarakat padat penduduk. Di mana mayoritas pekerjaan dari mereka adalah buruh serabutan.

Sebanyak 200 paket sembako diberikan kepada masyarakat kurang mampu dari berbagai kalangan. Selain itu, tambah Solehudin, pemeriksaan kesehatan gratis tersebut diberikan kepada seluruh masyarakat yang hadir. 

"Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan," jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan di dekat bantaran sungai ini berlangsung ramai. Kegiatan yang dilaksanakan sejak pagi hingga sore hari ini, sedikitnya mendapat beragam respon dari masyarakat sekitar. Respon tersebut merupakan bentuk tanggapan dari masyarakat atas pelayanan yang diberikan Rumah Yatim.

Salah seorang penerima bantuan kesehatan, Elis, kegiatan bantuan kesehatan ini sangat membantu. Apalagi, menurut dia, banyak masyarakat di wilayah Cicaheum mengalami sakit. Bahkan tidak sedikit dari masyarakat di wilayah tersebut sudah berusia lanjut.

"Bagus sangat membantu, mudah-mudahan ada lagi seperti ini," pungkasnya.

 

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#JABAR

UPDATE #52
12 Februari 2018

Masyarakat Pinggiran Rel Kereta Api Terima Bantuan Hidup

Rumah Yatim Jawa Barat memberikan bantuan peduli sesama kepada masyarakat di pinggiran rel kereta api di Jalan Parakan Saat RT 01 RW 011, Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (7/2). Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim Jawa Barat terhadap masyarakat yang tinggal dijalur perlintasan kereta.

Rumah Yatim Area Jawa Barat saat ini terus konsen dalam memberikan bantuan kepada masyarakat prasejahtera. Tidak hanya itu, kegiatan yang dilakukan Rumah Yatim Jabar kini lebih diprioritaskan kepada masyarakat yang berada di dalam kota. Hal ini guna memberikan pelayanan maksimal dengan adanya Rumah Yatim di wilayah tersebut.

Menurut Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jabar, Solehudin, bantuan ini diberikan kepada 24 orang. Seluruhnya merupakan masyarakat yang tinggal dipinggiran rel kereta api. Termasuk di dalamnya ialah penjaga palang pintu rel. Wilayah tersebut, kata Solehudin, dipilih karena sebagian besar masyarakat di pinggiran rel tersebut berpenghasilan rendah. "Kegiatan bantuan peduli sesama di rel alhamdulillah lancar," jelasnya.

Solehudin berharap, bantuan tersebut tidak dilihat dari besar-kecilnya pemberian Rumah Yatim. Namun, diharapkan bisa meringankan beban keseharian masyarakat yang menerima bantuan tersebut. 

Rumah Yatim sendiri merupakan Lembaga Amil Zakat yang bergerak untuk mengelola dana zakat, infaq, dan sedekah. Namun, Rumah Yatim sendiri tetap konsen dalam memberikan bantuan kebutuhan hidup bagi masyarakat prasejahtera. Sehingga adanya Rumah Yatim bisa memberikan efek positif bagi masyarakat yang ada di sekitar kantor.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #51
9 Februari 2018

Mbah Kromo Hidup Sebatang Kara Bersyukur Dapat Bantuan

Berkah zakat kembali dirasakan mustahik Rumah Yatim Area Yogyakarta salah satunya, Mbah Kromo, seorang lansia berusia 75 tahun asal Hargobinangun, Kec. Pakem, Sleman.

Menurut penuturan dari salah satu tim relawan Jejen Zatnika, sudah 10 tahun Mbah Kromo tinggal sebatang kara di gubuk berukuran 5 x 3 meter. Suaminya sudah lama meninggal, sedangkan semua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal berjauhan dengannya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mbah Kromo hanya bisa mengandalkan kebaikan keponakan dan tetangganya. Beruntung ketika tim berkunjung, keponakan Mbah Kromo sedang ada di tempat.

 "Alhamdulillah di kediaman Mbah Kromo ada keponakannya, jadi kami bisa menggali informasi melaluinya.  Kami tidak dapat berbicara banyak dengan Mbah Kromo dikarenakan beliau tidak bisa berbahasa Indonesia dan tidak bisa mendengar lagi,” ungkapnya, Kamis (8/2).

Diterjemahkan keponakannya, Mbah Kromo yang saat itu menangis mengucapkan syukur serta terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur karena telah peduli kepada warga tidak mampu seperti dirinya. Ia tidak menyangka jika Rumah Yatim bisa mengunjungi kediamannya. "Semoga gusti Allah membalas semuanya,” ungkap Mbah Kromo mengikuti ucapan keponakannya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #50
8 Februari 2018

Rumah Yatim Beri Perhatian Lebih pada Lingkungan Kumuh

Usai penyaluran program pemenuhan gizi anak di Jalan Cibodas Raya RW 23, Gang Jamhari, Antapani Tengah, Kota Bandung, Senin (5/2). Rumah Yatim Area Jawa Barat menargetkan akan memberi perhatian lebih kepada warga kurang mampu di lingkungan tersebut, karena berdasarkan hasil survei, terkenal akan lingkungan yang sangat kumuh dan padat penduduk. 

Menurut Manajer Area Jawa Barat Deni Rustandi menjelaskan, RW 23 yang terkenal kumuh dan sangat padat penduduk itu, harus diberi perhatian lebih, karena mayoritas dari ekonomi bawah. Selain itu, banyak warga yang memiliki tempat tinggal jauh dari kata layak. Terlebih letaknya yang berada di tengah-tengah dan dikelilingi oleh perumahan mewah.

“Kalau menurut Walikota Bandung, RW 23 ini terkenal kumuh dan paling padat, jadi kita tuh harus memberi perhatian lebih, karena memang, dari segi penduduknya sendiri masih banyak yang tinggal di emperan, karena saking padatnya itu,” jelasnya, Senin (5/2).

Sementara itu, kata Deni, rencananya bulan ini, akan ada pelayanan kesehatan  gratis, serta bantuan sembako kepada 200 kepala keluarga. Kemudian untuk bulan selanjutnya akan disalurkan kembali bantuan sarana publik berupa keranda, dan bantuan pemberian kitab-kitab kepada masjid sekitar yang sempat hilang. Di RW 23 itu ada 6 RT yang akan mendapat bantuan. 

Ia berharap untuk ke depannya Rumah Yatim dapat memberikan kontribusi yang lebih banyak lagi untuk lingkungan sekitar. Serta dalam beberapa bulan ini, Rumah Yatim Area Jawa Barat akan memfokuskan penyaluran di wilayah terdekat sekitaran Kota Bandung. 

“Gak usah jauh-jauh dulu, untuk project Rumah Yatim Jabar ini akan difokuskan dulu di wilayah Antapani dan Arcamanilk, karena masih banyak wilayah yang belum tersentuh, khususnya di Kota Bandung," tutupnya.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #49
7 Februari 2018

Sembako untuk Warga Terdekat Kantor Rumah Yatim Surabaya

Bertepatan dengan digelarnya soft opening kantor, Rumah Yatim Surabaya pun menggelar santunan sembako untuk para mustahik yang ada di sekitar kantor baru di Jl. Klampis Jaya No. 37 A Surabaya Timur.

Santunan tersebut dalam rangka kepedulian Rumah Yatim kepada warga sekitar dan untuk lebih mendekatkan diri serta awal perkenalan diri. Hal itu pun sangat disambut baik oleh masyarakat yang sudah hadir ke tempat acara jauh sebelum acara digelar. Sambutan hangat pun diberikan oleh pihak aparat setempat yang memberikan data mustahik dan juga mengungkapkan rasa bahagianya akan keberadaan Rumah Yatim berada di lingkungannya. 

“Alhamdulillah kehadiran Rumah Yatim di tengah-tengah kita bisa bermanfaat baik buat Rumah Yatim sendiri maupun bagi warga sekitar, ayo kita dukung bareng-bareng semoga makin banyak donasinya, makin banyak kegiatannya,” ungkap Ketua RW Nyoman. 

Dari data yang diberikan pihak kelurahan, ada sekitar 200 mustahik yang layak mendapat bantuan, di antaranya warga fakir miskin asli Surabaya. Karena itu Rumah Yatim memberikan santunan sembako kepada semua warga tersebut. 

Selain santunan tersebut, ke depannya Rumah Yatim Surabaya akan lebih memberikan manfaatnya dengan menjadikan sebagian anak-anak para mustahik tersebut menjadi anak non mukim dengan mendapatkan santunan yatim dan dhuafa juga bimbel gratis di kantor tersebut. 

“Insya Allah sekitar 50 anak yatim dan dhuafa di sekitar sini akan kami jadikan anak asuh non mukim,” papar Kepala Asrama Agus Kurnia.

 

UPDATE #48
6 Februari 2018

Kehadiran Rumah Yatim Dirasakan Ribuan Warga Yogyakarta

Kehadiran Rumah Yatim di wilayah Yogyakarta kini telah dirasakan ribuan warga prasejahtera di sana. Salah Satunya Pariyah (76), lansia asal Karangrejo, Kel. Purwosari, Kec. Girimulyo, Kab. Kulonprogo, ini merasa sangat bersyukur karena telah merasakan kehadiran Rumah Yatim di wilayahnya. Sebanyak 400 paket sembako disalurkan guna membantu mengurangi beban karena harga beras yang tinggi.

Menurutnya, Rumah Yatim hadir di waktu yang tepat yakni di saat warga Purwosari sedang kesulitan mendapatkan beras dikarenakan harganya yang melonjak. “Alhamdulillah ketika kita kesulitan dapat beras dikarenakan harganya mahal, Rumah Yatim datang dan memberikan kami bantuan sembako,” ungkapnya kepada salah satu tim relawan Rumah Yatim area Yogyakarta.

Ia pun mengungkapkan bahwa selain dirinya, ada 399 warga Purwosari yang merasakan hal yang sama, yakni merasa terbantu dengan bantuan sembako dari Rumah Yatim. Bersama warga lain, ia mendoakan Rumah Yatim dan para donatur supaya diberikan keberkahan dan rahmat oleh Allah SWT.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #47
5 Februari 2018

Tak Kuat Berjalan, Masnah Didatangi Rumah Yatim

Masnah sangat kaget, saat tim Rumah Yatim mendatangi rumah tuanya di daerah Slerok. Tujuan Rumah Yatim datang ke rumahnya adalah untuk memberikan santunan sembako yang diselenggarakan di asrama, karena sebagian warga tidak bisa hadir, salah satunya Masnah yang sudah tak mampu berjalan. 

Ada sekitar tujuh orang yang didatangi Rumah Yatim Tegal. Di antaranya mereka tidak hadir karena sakit dan kebanyakan mereka adalah lansia yang sudah tidak kuat berjalan. Pembagian sembako ini dilaksanakan di asrama pada Rabu (31/1) untuk diberikan kepada 30 warga prasejahtera yang ada di sekitar asrama.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal Rumah Yatim sebagai penggalang dana saja, tapi juga kehadiran kami dapat dirasakan dan mereka merasakan efeknya secara langsung," ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman. 

Harapan Jajang pun terlaksana, para mustahik yang mendapatkan sembako di asrama maupun yang didatangi ke rumah, sangat berterima kasih. Karena jarang sekali ada orang yang mau memberikan bantuan secara langsung khususnya datang ke rumah-rumah. Di tambah saat harga beras semakin melonjak harganya. Menurut Jajang harga beras saat ini Rp. 12.500 dan dengan harga tersebut para jompo yang sudah tidak memiliki penghasilan, cukup penghasilan.

“Mereka memang benar-benar layak dibantu, mereka sudah tua tapi hidup sendirian di rumah dan kondisi rumahnya sudah tua, banyak bocor di sana sini," paparnya.

Meski sempat kaget dan mempertanyakan, namun Masnah merasa gembira. Ia pun mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Terima kasih, moga gusti Allah membalasnya,” kata Masnah.

 

UPDATE #46
2 Februari 2018

Home Visit, Cara Baru Rumah Yatim Jabodetabek Salurkan Bantuan

Rumah Yatim Regional Jabodetabek melakukan home visit kepada sejumlah mustahik yang berada di Kelurahan Marga Jaya RT 04 RW 02, Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu (31/1). Program home visit ini merupakan upaya untuk lebih mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.

Menurut pemaparan, Relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Ali Ridwan, santunan yang diberikan berupa bantuan biaya hidup bagi masyarakat jompo dan dhuafa.  Dia menambahkan, lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan salah satu asrama Rumah Yatim. Sehingga, keberadaan Rumah Yatim bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Lokasi tersebut kita pilih bertujuan untuk lebih dirasakan manfaatnya," papar Bang Ali, sapaan akrabnya.

Selain di wilayah Marga Jaya, sebelumnya dilakukan pula program santunan untuk da'i. Sasaran penyaluran tersebut merupakan para fisabilillah yang bergerak di bidang pendidikan maupun guru mengaji.

Bang Ali berharap, dengan kegiatan yang dilakukan Rumah Yatim ini bisa membantu meringankan beban para penerimanya. Apalagi, sambung dia, saat ini masyarakat banyak yang mengeluh tingginya biaya hidup.

Ia menambahkan, untuk ke depannya Rumah Yatim Jabodetabek bisa terus menyalurkan lagi sejumlah program lainnya. Karena, tambah dia, di wilayah tersebut masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan para donatur. "Banyak saudara-saudara kita yang sangat menanti bantuan selanjutnya," tutup Bang Ali.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#LAZNasRumahYatim

UPDATE #45
1 Februari 2018

Rumah Yatim Kedaton, Lampung Beri Santunan Pada 40 Dhuafa

Upaya membantu ekonomi masyarakat, Rumah Yatim Kedaton Lampung menyalurkan santunan paket sembako kepada 40 kepala keluarga yang termasuk yatim dan dhuafa Lingkungan Way Kandis Cempaka IV, di Asrama Kedaton Lampung, Senin (29/1). Bantuan ini merupakan salah satu bentuk peduli Rumah Yatim, terhadap anak yatim dan dhuafa. 

Menurut Kepala Asrama Kedaton Hendi menjelaskan, dalam program ini, pihaknya mengundang 20 anak non mukim yatim dan 20 kepala keluarga dhuafa untuk disalurkannya bantuan ini. Selain itu, alasannya mengundang non mukim dan dhuafa ke asrama, agar mereka mengetahui keberadaan Rumah Yatim.

“Kami ingin membedakan Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan panti asuhan lain, supaya tahu manfaat Rumah Yatim, bukan hanya mengayomi, di mana kita juga mengelola dana zakat dan memiliki program seperti ini,” jelasnya. 

Lebih lanjut ia menerangkan, penyaluran ini dilaksanakan dekat dengan wilayah asrama. Dikhawatirkan wilayah terdekat itu, belum merasakan manfaat dari keberadaan Rumah Yatim. Oleh karena itu, pihaknya melakukan penyaluran ke wilayah terdekat yang belum tersentuh bantuan. 

“Santunan non mukim itu khawatir yang terdekat kita tidak merasakan, sehingga kita ingin ke daerah terdekat yang belum tersentuh,” terangnya saat diwawancarai Selasa (30/1).

Selain penyaluran, kata Hendi, pihaknya juga menyampaikan sosialiasi terkait keberadaan Rumah Yatim dan persyaratan menerima santunan. Di antaranya ia menyampaikan harus ada photocopy KTP, dan Kartu Keluarga, agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran kepada yang berhak menerima bantuan.

Rencananya, sambung dia, penyaluran ini akan dilaksanakan rutin setiap bulannya ke wilayah tersebut. Mayoritas di lingkungan itu, sebagai pembantu rumah tangga dan buruh cuci. Sehingga penyaluran selanjutnya, tidak bingung, karena sudah dilakukannya survei ke Kepala Desa setempat. 

“Alhamdulillah dengan rencana di rutinkan perbulan, kita udah survey mustahik ke pihak lurah, Kita ke depannya ga bingung lokasi mana nih penyaluran, tinggal kita atur jadwal,” paparnya. 

Hendi berharap dalam penyaluran selanjutnya dapat lebih baik dan lebih rapi lagi dalam hal pendataan, agar penyaluran ini bisa disampaikan tepat sasaran kepada yang lbih membutuhkan. Sehingga manfaat dari keberadaan Rumah Yatim ini dapat dirasakan.  


#LAZNas
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #44
31 Januari 2018

Bantuan Peduli Sesama, Beri Modal untuk Warga Sukateja

Rumah Yatim Tegal menyalurkan santunan di daerah Kecamatan Balapulang. Kali ini yang terpilih adalah Kelurahan Sukateja. Santunan peduli sesama ini berlangsung pada Minggu (28/1).

Kegiatan digelar dari pagi hingga siang hari. Sambutan hangat diberikan oleh mereka yang kesehariannya membuat bantal dari kapuk, yang kemuadian bantal-bantal tersebut dijual ke pasar. Jika terjual, maka hasilnya akan diserahkan kepada pemberi modal, dan sisanya untuk mereka sendiri.

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman, menuturkan kehidupan masyarakat di sana adalah masyarakat menengah ke bawah. Oleh karena itu, beberapa kali Rumah Yatim memberikan santunan untuk mereka, karena memang mereka layak untuk mendapatkan bantuan. Jajang berharap dengan bantuan tunai ini dapat membantu modal usaha mereka.

“Meski mereka kurang mampu tapi mereka tetap berusaha, mudah-mudahan ke depan kita bisa kontinyu memberikan bantuan dan mudah-mudahan santunan ini bisa jadi tambahan modal mereka,” tuturnya.

Selanjutnya, ia dan tim berencana akan kembali ke kecamatan tersebut, karena menurut pengakuannya masih banyak desa yang belum tersentuh bantuan, tapi kondisi masyarakatnya layak untuk dibantu. 

“Insya Allah kami berencana akan ke sana lagi untuk menyalurkan bantuan,” ungkap Jajang. Ia menambahkan, tim Rumah Yatim pun berencana akan menyalurkan sembako untuk para tukang becak di Kota Tegal.

 

#ZakatUntukHidupYangLebihBaik
#ZakatUntukPerubahan
#LAZNas

UPDATE #43
30 Januari 2018

Bantuan Renovasi Masjid Al-Abror Diberikan Rumah Yatim

Program yang sedang digalakan Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah program renovasi masjid. Program ini dilakukan dalam upaya memperindah masjid. Salah satunya ialah Masjid Al-Abror.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, Amir Sumarna, masjid tersebut merupakan masjid utama masyarakat Broro untuk dijadikan tempat ibadah shalat Jumat, pengajian rutin dan kegiatan keagamaan lainnya. Dalam tahap pembangunan, di bagian menara dan bagian luarnya, pembangunan terhenti akibat kekurangan dana. Oleh sebab itu, pihak renovasi masjid pun meminta kepada Rumah Yatim untuk memberikan bantuan renovasi masjid.

Dana tersebut diberikan pada, Minggu (21/1).

“Cukup lama mereka mengajukan bantuan kepada kami, tapi karena beberapa hal kami belum sempat terus dan Alhamdulillah pada bulan ini, kami bisa memenuhi permintaan mereka,” kata Amir. 

Setelah melakukan survei lokasi, Amir pun memutuskan memberikan bantuan renovasi berupa semen sebanyak 13 sak. Karena menurut Amir, kalau melihat kebutuhan dari masjid tersebut banyak sekali yang harus dibantu. Namun, ia mencoba bijak dengan memberikan kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh masjid tersebut.

“Kalau dilihat dari kebutuhan, banyak sekali yang harus diberikan, tapi kami pun harus melihat yang paling penting dan dapat menunjang semuanya, serta kami pun tidak mungkin memberikan sedikit-sedikit," ungkapnya.

Pemilihan bahan bangunan tersebut, memang hal itu yang paling dibutuhkan. Pihak DKM Al-Abror pun mengungkapkan terima kasihnya kepada Rumah Yatim,  atas bantuan ini. Karena sudah sangat lama pembangunan terhenti dan dengan ini pembangunan akan dilakukan kembali. “Terima kasih untuk Rumah Yatim dan para donaturnya,” ujar salah satu pihak DKM.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#Fiisabilillah

UPDATE #42
29 Januari 2018

Penyaluran di 7 Kota, 7 Cabang untuk 219 Mustahik pada Januari 2018

Rumah Yatim Cabang Riau melaksanakan kegiatan bantuan peduli sesama, kepada masyarakat prasejahtera di Jalan Nelayan Gg. Sepakat RT 02 RW 05, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Kamis (25/1). Bantuan ini diberikan kepada kalangan lansia yang tidak bisa bekerja lagi.

Menurut penjelasan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, lokasi RW 05 dipilih karena termasuk wilayah kumuh, serta masyarakat di sana bekerja sebagai buruh serabutan. Selain itu, dia juga mengatakan, pembagian bantuan ini difokuskan kepada orang-orang terdekat. Sehingga manfaat kehadiran Rumah Yatim bisa dirasakan bersama.

Selain itu, program santunan peduli sesama ini merupakan salah satu tempat yang memang telan di bidik untuk diberikan penyaluran bantuan ini demi mensukseskan target yanb telah dicanangkan direktorat Rumah Yatim khususnya di bulan Januari ini. Diharapkan kegiatan bantuan peduli sesama ini adalah upaya dalam membantu meringankan beban ekonomi harian masyarakat, khususnya lansia prasejahtera. Sehingga kebutuhan tersebut bisa sedikit terbantu dengan bantuan itu. 

Rumah Yatim sendiri merupakan Lembaga Amil Zakat yang senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat. Kehadiran Rumah Yatim bukan hanya sebagai lembaga pengolah zakat. Tetapi aktif pula dalam mendukung kegiatan umat yang positif, serta kegiatan sosial lainnya. Target Januari 2018 ini untuk penyaluran santunan peduli sesama, Rumah Yatim telah membidik sebanyak 219 mustahik yang tersebar di 7 provinsi yang di antaranya adalah, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan, Riau, Bali dan Jawa Tengah.

Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran untuk kita semua dalam melakukan segala niatan baik. Dan terimakasih juga kepada para donatur yang telah mempercayakan titipan zakat nya kepada Rumah Yatim. Semoga dengan bantuan yang di ambil dari zakat yanb telah terkumpul ini bisa mengurangi kebutuhan hidup para mustahik.

 

#LAZNas
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #41
26 Januari 2018

653 KK Berdaya Selama Bulan Januari

Alhamdulillah dengan dana yang telah terkumpul sampai dengan saat ini untuk bulan Januari, Rumah Yatim khususnya direktorat pemberdayaan telah mencanangkan sejumlah program penyaluran berupa santunan biaya hidup. Direktorat pemberdayaan pun telah mentargetkan beberapa wilayah di Indonesia untuk di salurkan bantuan berupa santunan biaya hidup bagi para mustahik yang ada di wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang telah di sampaikan oleh pihak direktorat pemberdayaan, dalam Januari ini untuk program santunan biaya hidup akan berfokus di 4 provinsi di antaranya Jawa Barat, DIY, NAD dan juga Nusa Tenggara Barat. Total target sasaran penerima bantuan santunan biaya hidup berjumlah 653 kepala keluarga yang tersebar di seluruh kota di 4 provinsi tersebut. Pemberian banyuan santunan hidup ini di harapkan mampu sedikit membantu para mustahik ini.

Untuk Jawa Barat terbidik sekitar 519 KK yang di targetkan untuk menerima bantuan santunan hidup. Program penyaluran pun di laksanakan di sejumlah wilayah yang warganya dinilai sebagai masyarakat prasejahtera. Daerah Istimewa Yogyakarta pun di targetkan sekitar 81 KK yang akan diberikan bantuan juga. Kegiatan penyaluran pun di lakukan oleh tim-tim dari cabang Rumah Yatim yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia.

Cabang Rumah Yatim di NAD dan NTB pun ikut serta membantu proses menyaluran bantuan santunan biaya hidup. Sebanyak 20 keluarga kurang mampu di Aceh dan untuk di NTB sendiri sebanyak 33 bantuan santuanan di berikan pada keluarga yang memang membutuhkan. Sebagai lembaga amil zakat, Rumah Yatim berharap dengan adanya program bantuan santunan biaya hidup ini bisa mengurangi sedikit beban bagi keluarga yang memang berada di bawah garis kemiskinan. Dengan ini pun semoga Rumab Yatim senantiasa bisa di berikan kemudahan dalam menyalurkan amanat dari para donatur di seluruh Indonesia.

 


#LAZNas
#ZakatPenghasilanSudahkahDitunaikanBulanIni?
#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #40
25 Januari 2018

Bantuan Sarana Publik Diberikan untuk Yayasan Madani

Rumah Yatim Area Jabodetabek memberikan bantuan sarana publik madrasah kepada Yayasan Madani pada Selasa (23/1), di Jalan Bojong, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini, merupakan upaya Rumah Yatim guna memberikan kenyamanan fasilitas publik.  

Ditemui jurnalis Rumah Yatim di Asrama Rumah Yatim Kemang Utara Jakarta Selatan, Ali Ridwan selaku relawan pemberdayaan Rumah Yatim mengatakan, kegiatan ini berlangsung lancar dan disambut bahagia oleh salah satu ustadz di yayasan tersebut, Qohar Aziz. 

Selain itu, Bang Ali -sapaan akrabnya menambahkan, pemberian bantuan madrasah ini, akan dimanfaatkan untuk bantuan perlengkapan madrasah dan digunakan untuk sarana dalam menunjang kebutuhan madrasah.  

Madrasah Yayasan Madani yang mendapatkan bantuan dari Rumah Yatim merupakan madrasah yang memiliki 500 anak didik. Masrasah tersebut layak mendapatkan bantuan karena beberapa sarana dan prasarana banyak yang perlu diperbaiki untuk menunjang kenyamanan yayasan.

“Mereka sangat mengapresiasi Rumah Yatim perihal bantuan madrasah ini, ustadznya juga berbicara soal program di Rumah Yatim,” jelas Bang Ali. 

Ia berpesan, bantuan yang diberikan Rumah Yatim ini dapat bermanfaat dan dapat membantu sarana prasarana yang ada di Yayasan Madani ini. “Ya kami salurkan bentuk bantuannya berupa material yang akan membantu, semoga semakin baik dan berkembang dari segala aspek," harapnya.


#Dakwah
#SaranaDanPrasarana
#LAZNas

UPDATE #39
24 Januari 2018

150 Paket Sembako untuk 150 Keluarga di 12 Kelurahan Dwikora

Bantuan sembako merupakan salah satu program bantuan unggulan yang dicanangkan Rumah Yatim untuk membantu meringankan kebutuhan warga prasejahtera di berbagai wilayah di Indonesia. Setiap bulannya, Lembaga Amil Zakat (LAZ) ini menyalurkan ratusan ribu paket sembako di berbagai wilayah mulai dari pelosok desa hingga kota.

Salah satu wilayah yang telah merasakan manfaat kehadiran Rumah Yatim adalah Medan Helvetia. Pada Minggu (21/01) lalu, Rumah Yatim Cabang Medan menyalurkan 150 paket sembako untuk 150 keluarga di 12 kelurahan Dwikora, Medan Helvetia.

Penyaluran ini digelar pukul 09:00 sampai 11:00 WIB, bertempat di halaman Masjid Al-Ikhlasiyah, Jl. Amal Luhur, Lingkungan II, Kel. Dwikora, Kec. Medan Helvetia. 

Kepala Cabang Rumah Yatim Medan Harun mengatakan, bahwasannya mayoritas penerima bantuan terdiri dari lansia, anak yatim, difabel, buruh cuci, tukang becak, serabutan dan kuli bangunan. Mereka merupakan penerima terpilih yang berasal dari 12 kelurahan. Mereka datang ke lokasi memakai kendaraan umum bentor (becak motor), dan ada pula yang berjalan kaki.

Para penerima bantuan menunjukkan wajah sumringahnya tatkala menerima paket sembako. “Alhamdulillah di saat harga beras lagi naik, kami mendapatkan bantuan dari Rumah Yatim. Bantuan ini sangatlah membantu kami, terima kasih banyak, semoga Rumah Yatim semakin maju,” ungkap salah satu penerima.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #38
23 Januari 2018

Bantuan Sembako Targetkan di Seluruh Kecamatan Kota Bandung

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali membagikan paket sembako untuk masyarakat prasejahtera di RW 09, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (21/1). Sebanyak 100 paket sembako diberikan untuk membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat sekitar.

Bertepat di Kantor RW, masyarakat dari berbagai kalangan menerima bantuan sembako tersebut. Selain masyarakat umum, ada pula pegawai kantor RW. Di antaranya tenaga keamanan serta tenaga kebersihan. 

Menurut pemaparan Manager Area Rumah Yatim Jawa Barat, Deni Rustandi, lokasi RW 09 dipilih karena berdekatan dengan salah satu asrama Rumah Yatim. Sehingga, masyarakat yang ada di sekitarnya perlu juga diberi perhatian.

"Di sisi lain mereka perlu perhatian, karena nasibnya tidak sama dengan kita," paparnya.

Selain itu, rencananya kegiatan bantuan paket sembako ini akan dilakukan di setiap kecamatan yang ada di Kota Bandung. Hal ini, kata Deni, karena sebelumnya bantuan yang diberikan Rumah Yatim meliputi area luar Kota Bandung. "Harapannya bisa lebih berkontribusi lagi untuk di sini," jelasnya.

Semoga, sambung Deni, bantuan yang diberikan Rumah Yatim bisa memberikan manfaat bagi penerimanya. Karena, tambah dia, Rumah Yatim hanya sebagai fasilitator dari para donatur.

"Besar kecilnya bantuan dari kami, mudah-mudahan bernilai dan bermanfaat bagi mereka," tutup Deni.

 

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan

“Tidak sempurna iman seseorang diantaramu hingga mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim).

UPDATE #37
22 Januari 2018

Santunan Da'i Diberikan untuk Pengajar Yayasan Cahaya Taqwa

Rumah Yatim Cabang Bali melaksanakan program rutinan tiap bulan yaitu menyelenggarakan santunan kepada para da'i dan da'iyah yang ada di daerah Bali. Kali ini, Rumah Yatim Cabang Bali memberikan santunan kepada para pengajar di Yayasan Cahaya Taqwa pada Minggu (21/1) di Jalan Galuh, Pekutatan Jembrana Bali. 

Program santunan da’i ini bertujuan untuk membantu para pengajar di Yayasan Cahaya Taqwa dan memberikan semangat kepada para da’i dan da’iyah untuk menyampaikan nilai-nilai Islam kepada anak-anak didiknya. 

Diwawancarai via sambungan telepon, Kepala Asrama Rumah Yatim Cabang Bali Muhammad Abdullah mengatakan, santunan da’i ini diberikan kepada 11 orang pengajar di Yayasan Cahaya Taqwa. “Semuanya ada 11 orang, tapi yang bisa hadir hanya 8 orang,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga disambut semangat dan antusias oleh seluruh penerima santunan. Da’i dan da’iyah sangat berterima kasih penuh kepada Rumah Yatim atas bantuan yang telah diberikan untuk menunjang kehidupan sehari-hari tersebut.

“Syukur Alhamdulillah semoga dengan bantuan ini, membuat kami semakin bersemangat dalam mengajarkan anak didik kami,” kata salah satu da’i, Budiman. 

Abdullah berharap, semoga dengan bantuan ini, para donatur Rumah Yatim akan semakin percaya untuk menyalurkan dan memberikan donasinya lewat Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim. “Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban hidup yang di hadapi juga,” pungkasnya. 

 

#Fisabilillah
#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #36
20 Januari 2018

Harga Beras Ginungkidul Melonjak, Rumah Yatim Salurkan Bantuan

Di awal tahun 2018, sejumlah bahan pokok di Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan. Di antaranya harga beras yang melonjak tajam. Salah satunya terjadi di Pasar Ngaliyan, Nglipar, Gunungkidul.

Kondisi ini sangat dikeluhkan seluruh warga khususnya warga prasejahtera. Tidak sedikit warga di sana yang beralih menggunakan beras Bulog. Tidak sedikit pula, warga yang mengurangi takaran beras dan mencampurkannya dengan jagung untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

Rumah Yatim kembali menunjukkan eksistensinya, pada Minggu (14/1) kemarin, Rumah Yatim area Yogyakarta menyalurkan bantuan 100 paket sembako untuk warga Ngaliyan. Penyaluran ini digelar di Kantor Balai Desa Ngaliyan.

Menurut salah satu tim relawan Rumah Yatim Ecep, alasan Lembaga Amil Zakat  ini memilih Ngaliyan dikarenakan di wilayah tersebut masih di dominasi warga kurang mampu dan  lansia terlantar. 

"Di Ngaliyan, jumlah warga kurang mampu dan lansianya masih tinggi, kami dari Rumah Yatim berkewajiban untuk membantu warga di sana," ujarnya.

Ia menuturkan bahwasannya penyaluran bantuan yang digelar dari pukul 09:00-11:40 WIB ini berjalan dengan tertib dan lancar. Para penerima tampak sangat bahagia ketika mendapat satu paket sembako.

"Alhamdulillah terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah memperhatikan warga kami, bantuan sembako di saat harga beras  sedang naik ini sangatlah berarti. Semoga Allah membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan para donatur," papar Kepala Desa Ngaliyan Suyatmi, ketika menyampaikan sambutannya. Menurutnya kondisi tanah di sana tidak dapat ditanami padi dikarenakan tanah di sana bercampur batu kapur. 

"Kondisi tanah yang bercampur kapur membuat warga kami hanya bisa menanam palawija, jadi ketika harga beras tinggi, kami hanya bisa mengganti atau mencampur beras dengan jagung. Semoga dengan bantuan sembako ini bisa menjadi berkah dapat meringankan beban warga Ngaliyan, sekali lagi terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur," pungkasnya.

Tidak hanya menyalurkan sembako, di momen tersebut pun Rumah Yatim menyalurkan ratusan pakaian layak pakai kepada warga setempat.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.  ( QS. Al Baqarah : 274 )

 

UPDATE #35
19 Januari 2018

Rumah Yatim Medan Siapkan Pembukaan Kantor Layanan Zakat Baru

Berbagai persiapan sedang dilakukan tim Rumah Yatim Cabang Medan untuk pembukaan kantor layanan zakat baru di Lingkungan X Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Cabang Rumah Yatim Medan Harun memaparkan, pembukaan ini akan digelar pada tanggal 28 Januari 2018 mendatang. Untuk persiapannya, ia telah membagi timnya ke beberapa bagian kepanitiaan, seperti bagian renovasi kantor kas, penyebaran undangan, acara, penyaluran bantuan, konsumsi, dan penampilan anak asuh. “Sekarang tim sedang fokus pada bagiannya,” ujarnya.

Dikarenakan kegiatan ini merupakan salah satu acara besar Rumah Yatim Medan, maka tim berencana mengundang pihak pemerintah, warga setempat dan para donatur.

“Insya Allah, di tanggal 28 nanti kami akan mendatangkan pihak Wali Kota, Dinsos Kota, Baznas, Polsek, Koramil, Camat, Lurah, RT, RW dan para donatur. Tak lupa kami pun akan mendatangkan warga prasejahtera di wilayah Medan Helvetia untuk menerima santunan dari Rumah Yatim,” ujarnya.

Harun menambahkan, selain dijadikan kantor layanan zakat, tempat tersebut akan dijadikan tempat Pusat Perkembangan Potensi Anak (PPPA) dan tempat Bimbingan Belajar (Bimbel) gratis.

Ia berharap, acara ini akan berjalan dengan sukses, tertib dan lancar.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #34
18 Januari 2018

Rumah Yatim Riau Tempuh Legalitas Hukum LAZ di Kemenag

Rumah Yatim Riau mengunjungi Kantor Kementrian Agama Provinsi Riau di Jalan Jenderal Sudirman No. 235 Kota Pekanbaru, Riau, Senin (15/1). Kunjungan ini dalam rangka melakukan pendaftaran Rumah Yatim Riau sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Provinsi Riau.

Kedatangan Rumah Yatim disambut baik oleh Kepala Seksi Pemeberdayaan Zakat, Zulfadli, serta Staf Perberdayaan Zakat, Tri Kasbiat. Pada kesempatannya, Zulfadli mengapresiasi niatan Rumah Yatim Riau dalam menempuh legal hukum sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Zulfadli berharap, Rumah Yatim Riau bisa memaksimalkan segala programnya. Hal ini guna membantu meringankan beban masyarakat Provinsi Riau serta mendukung  kesejahteraan masyarakat. Sehingga pendayagunaan bantuan bisa tersalurkan lebih luas.

"Rumah Yatim ke depannya bisa lebih luas minimalnya di tiga kabupaten, maksimalnya sebanyak banyaknya," paparnya.

Selain itu, ia menambahkan, dengan bertambahnya LAZ di Provinsi Riau, bisa membantu Baznas dalam mengelola zakat sebaik-baiknya. Nantinya Rumah Yatim Riau diharapkan akan bersinergi untuk mengumpulkan, mendistribusikan, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah. "Serta dana sosial keagamaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," jelasnya.

Rumah Yatim Riau menempuh upaya legalitas hukum ke Kementrian Agama Provinsi ini guna menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Provnsi Riau. Menurut pemarapan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, dirinya sudah memberikan berkas persyaratan untuk memenuhi sebagai LAZ.

"Alhamdulillah sudah memberikan berkas persyaratan yg diperlukan, tinggal tunggu hasilnya," papar Ramdan.

Upaya legalitas ini ditempuh agar Rumah Yatim Riau bisa senantiasa memaksimalkan upaya dalam mengumpulkan, mendistribusikan, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya. 

"Adanya ijin khususnya dari Kemenag Provinsi agar lebih leluasa dan diakui dalam menjalankan program," jelasnya.

Selain itu, upaya ini pula guna mempererat sinergitas dengan Kemenag Riau. Agar setiap kegiatan yang dilakukan Rumah Yatim Riau bisa terus memberikan efek positif bagi masyarakat Provinsi Riau. Hal ini, tambah Ramdan, sesuai dengan visi dan misi yayasan Rumah Yatim Arrohman.


#ZakatUntukPerubahan

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Alloh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Alloh maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah Ayat 261)

UPDATE #33
17 Januari 2018

10.040 Kepala Keluarga Terima Santunan Biaya Hidup Rumah Yatim

Direktorat  Pemberdayaan Rumah Yatim, sukseskan penyaluran santunan biaya hidup sebanyak 10.040 Kepala Keluarga di beberapa kota di Indonesia selama tahun 2017. Pencapaian angka tersebut merupakan upaya Rumah Yatim dalam menyejahterakan masyarakat kurang mampu. 

Timbul Yuwono selaku Direktur Pemberdayaan Rumah Yatim mengatakan bantuan yang diberikan dari Rumah Yatim berupa sejumlah uang tunai yang digunakan untuk membantu meringankan kebutuhan pokok dari para mustahik. Terlebih kata Timbul, sedang marak isu kenaikan bahan pokok seperti beras di awal tahun. Sehingga membutuhkam perhatian khusus dari Rumah Yatim terutama para mustahik di Indonesia.

"Kita berupaya meringankan kebutuhan pokok para mustahik, apalagi sedang marak isu kenaikan beras di awal tahun, sehingga membutuhkan perhatian dari kami," ungkapnya, saat diwawancarai, Minggu (15/1). 

Kemudian daerah yang paling urgent untuk menerima santunan biaya hidup, ia memaparkan Rumah Yatim memfokuskan kepada wilayah tertinggal di Nusantara, yang menjadi fokus dari pemerintah, akan disinergikan dengan Rumah Yatim, terutama daerah bagian timur Indonesia. 

"Kami tentunya fokus kepada daerah tertinggal di Nusantara, fokus dari pemerintah akan kita sinergikan," imbuhnya. 

Adapun rencana program di tahun 2018, ia mengungkapkan dipastikan akan menambah target penerima manfaat penyaluran bantuan biaya hidup hingga 300 persen. Terlebih kata Timbul, dalam setiap satu kepala keluarga biasanya memiliki lebih dari satu tanggungan yang merasakan santunan.

Terkait target, ia menuturkan akan diselaraskan dengan berkembangnya Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat yang sudah keluar izin dari Kemenag di tahun 2017. Hal itu tentunya menjadi tantangan bagi Rumah Yatim untuk memberikan lebih besar lagi kepada para mustahik, karena semua program akan difokuskan kepada mustahik. 

"Target kami tentunya selaras, hal ini menjadi tantangan bagi kami untuk memberikan manfaat yang lebih besar pada mustahik," tuturnya. 

Ia berharap bisa terus bersinergi dengan pemerintah dalam penyaluran program-program Rumah Yatim. Kemudian untuk wilayah yang belum tersentuh Rumah Yatim dapat segera tersentuh. Khusus di tahun 2018, Rumah Yatim akan fokus penanganan keluarga dan mustahik yang membutuhkan dari sisi biaya hidupnya.


#ZakatUntukPerubahanLebihBaik
#LAZ

UPDATE #32
13 Januari 2018

Lurah Cipinang Cempedak Apresiasi Kantor Kas Baru Rumah Yatim

Pembukaan kantor kas baru Rumah Yatim Regional Jabodetabek di Cawang Baru mendapat apresiasi Lurah Cipinang Cempedak. Pembukaan kantor kas dilakukan di Jalan Cawang Baru No. 30 Blok E.I Kaveling No. 639 RT 001/RW 10, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (10/1).

Pembukaan kantor kas pelayanan zakat ini sebelumnya dibuka oleh Kasie Pendayagunaan Regional Jabodetabek, Muslihudin. Pada kesempatan lain, Lurah Cipinang Cempedak, Ika Yuli Rahayu, memberikan apresiasi atas dibukanya kantor kas di wilayah kerjanya.

Pada pembukaan kantor kas tersebut, diberikan pula ratusan paket sembako kepada masyarakat prasejahtera di Cipinang Cempedak. Selain itu, diberikan pula puluhan santunan bagi anak yatim dan dhuafa.

"Terima kasih sudah bisa membantu masyarakat, ini bukan kali pertama Rumah Yatim memberikan bantuan kepada masyarakat Cipinang Cempedak," ungkap Ika.

Selain itu, ia menambahkan, dengan dibukanya kantor kas pelayanan zakat ini diharapkan Rumah Yatim dan pemerintah bisa terus bersinergi untuk menyejahterakan masyarakat. Dalam waktu dekat ini, tambah dia, kelurahan akan memberikan penghargaan tertulis kepada Rumah Yatim.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi lanjutan dari pemerintah setempat. Sebelumnya dalam menyambut tahun baru 2018, Rumah Yatim Jabodetabek mengadakan pula santunan dan beasiswa bagi ratusan anak yatim di Cipinang Cempedak.


#LembagaAmilZakat
Raih keberkahan hidup dengan berzakat ...

UPDATE #31
12 Januari 2018

Santunan Da'i Disalurkan di Tiga Pondok Pesantren

Rumah Yatim Cabang Aceh, menyalurkan santunan da'i untuk ustadz dan pengajar di tiga Pondok Pesantren, Rabu (10/1). Penyaluran ini merupakan salah satu program santunan da'i Rumah Yatim.

Program ini disalurkan melalui tiga tahap. Pertama, disalurkan kepada empat pengajar TPA Neusu Banda Aceh. Kedua, disalurkan kepada empat pengajar TPA Ruman Punge Blang Cut, dan ketiga disalurkan kepada empat ustadz  di Pesantren  Markaz Al Shiah  Aljiziyah Lueng Bata, Banda Aceh. 

Perihal penyaluran santunan dai di tiga tempat ini, Dewi selaku Pengurus Rumah Yatim Aceh menuturkan pihaknya melakukan survei terlebih dahulu untuk mendata jumlah dlai yang ada di tiga tempat tersebut, agar bantuan yang Rumah Yatim berikan tepat sasaran dan terasa manfaatnya. 

"Kami mendata dan survei, agar bantuan yang Rumah Yatim berikan tepat sasaran," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, santunan dai ini merupakan penyaluran dana zakat kepada delapan asnaf yang berhak menerimanya, salah satunya fisabilillah, dai yang berjalan hanya karena Allah SWT.

"Fisabilillah, santunan dai masuk ke Fisabilillah atau bergerak hanya karena Allah sebagai da'i," terang Dewi, Kamis (11/1).

Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ), ia berharap dapat lebih amanah dalam penerimaan ziswahib (zakat, infaq, shadaqah, wakaf, dan hibah). Banyaknya amanah dari donatur, maka jangkauannya dapat lebih luas, serta manfaatnya dapat lebih banyak dirasakan oleh umat. 

"Mudah-mudahan ke depannya dapat lebih amanah dalam penerimaan ziswahib," tutupnya.


#ZakatUntukPerubahan
Lebih mudah dalam berbuat kebaikan hanya dengan satu kali klik saja ...
www.donasionline.id

UPDATE #30
11 Januari 2018

Bangun Sinergi, Rumah Yatim Medan Bersama Kemenag

Upaya membangun sinergi dengan pihak pemerintah setempat, Rumah Yatim Cabang Medan yang diwakili Harun selaku kepala cabang berkunjung ke kantor wilayah Kemenag Provinsi Sumatera Utara, Jl. Gatot Subroto No.261, Lalang, Medan Sunggal, Kota Medan.

Harun memaparkan profil dan program Rumah Yatim kepada Yasir salah satu perwakilan dari Kemenag. Selain itu, Harun pun meminta informasi mengenai persyaratan yang harus dilengkapi guna mendapat sertifikat ijin sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat provinsi. 

“Alhamdulillah kedatangan kami disambut hangat pihak Kemenag, mereka sangat mengapresiasi dengan program-program Rumah Yatim. Mereka pun memberikan banyak informasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendapat sertifikasi LAZ tingkat provinsi,” kata Harun.


"Islam dibangun di atas lima perkara; bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji, dan melaksanakan puasa Ramadhan." (HR. Bukhari)


#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #29
10 Januari 2018

Rumah Yatim Jabodetabek Buka Tiga Kantor Kas Baru

Awal tahun 2018, Rumah Yatim Jabodetabek membuka kantor kas baru, di Jalan Jati Mulya Raya No. 23 RT 05/06, Tambun Selatan, Bekasi, Senin (9/1). Pembukaan kantor kas ini guna menampung dana zakat dari masyarakat di wilayah tersebut.

Rumah Yatim memberikan sembako kepada 160 masyarakat prasejahtera, dalam pembukaan kantor kas ini. Selain itu, sebanyak 23 paket alat tulis sekolah diberikan kepada siswa di sekitar kantor kas.

"Semoga dengan adanya kantor baru ini bisa mempermudah para donatur yang akan menunaikan zakat," jelas Agus Hermawan, Kasi FO Regional.

Ia berharap dengan dibukanya kantor kas ini bisa memberikan manfaat dan efek yang baik bagi masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat prasejahtera bisa terbantu dalam segi kondisi ekonominya.

Agus menambahkan, warga sangat antusias dan berterima kasih kepada Rumah Yatim dengan diberikannya santunan dalam pembukaan kantor kas baru ini. Selain itu, dengan dibukanya kantor kas ini Rumah Yatim bisa lebih dipercayai lagi oleh donatur.

"Semoga bantuan ini berlanjut dan lebih banyak lagi membantu warga di sini," jelasnya.

Selain di Tambun Selatan, dua kantor kas lainnya akan dibuka di dua daerah berbeda dalam waktu dekat ini. Pertama, di Jalan Cawang Baru No. 30 Blok E.I Kaveling No. 639 RT 001/RW 10, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. Serta kedua, di Jalan Cipinang Jaya No. 11, Cipinang Besar Selatan RT 08/RW 07, Jatinegara, Jakarta Timur.


#ZakatUntukPerubahan

"Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datangnya hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang yang kafir itulah orang-orang yang zalim." – (Q.S Al-Baqarah: 254)

UPDATE #28
10 Januari 2018

Apresiasi Pemerintah Medan Helvetia untuk Aksi Rumah Yatim

Aksi nyata Rumah Yatim Medan menyalurkan 200 paket sembako di wilayah Medan Helvetia akhir tahun lalu, mendapat respon positif dari pemerintah setempat. 

Menurut Muhammad Yusuf selaku Kepala Lingkungan X Kel.Dwi kora Kec.Medan Helvetia, melalui aplikasi pesan grup whatsapp Bupati Medan Helvetia mengungkapkan apresiasinya atas aksi Rumah Yatim Medan yang telah berbagi dengan warga prasejahtera di wilayahnya. Apresiasi tersebut diungkapkan usai Yusuf menginformasikan aksi tersebut kepada Bupati.

“Di grup whatsapp, Pak Bupati mengatakan bahwa Rumah Yatim adalah satu-satunya lembaga amil zakat yang telah berbagi dan menggelar aksi besar di wilayah ini. Ia pun sangat mengapresiasi langkah Rumah Yatim dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim yang telah memerhatikan warganya,” papar Yusuf kepada Harun selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Medan.

Tidak hanya Bupati Medan Helvetia, warga setempat yang telah menerima bantuan dari Rumah Yatim pun mengungkapkan hal yang sama. 

“Alhamdulillah, saya mewakili warga dan pemerintah setempat mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepada warga kami. Semoga Rumah Yatim semakin dipercaya oleh masyarakat Indonesia untuk menyalurkan sebagian hartanya, semoga semakin banyak lagi daerah yang merasakan manfaat kehadiran Rumah Yatim,” pungkas Yusuf.


#ZakatUntukPerubahan

"Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan (di jalan Allah) dari sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (Q.S Ali Imran: 92)

UPDATE #27
9 Januari 2018

Rumah Yatim Salurkan Bantuan di Peresmian Kantor Layanan Zakat

Rumah Yatim Area Kalimantan menyalurkan bantuan sejumlah 35 paket sembako kepada lansia dan 25 santunan donasi kepada anak asuh non mukim. Santunan ini diberikan dalam peresmian Kantor Layanan Zakat di Jalan Pangeran Hidayatullah No. 35 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (7/1). Penyaluran tersebut sebagai bentuk kepedulian Rumah Yatim Area Kalimantan terhadap sesama. 

Indra Abdullah, selaku Manajer Area Kalimantan memaparkan diawal pembukaan Kantor Layanan Zakat di Kota Banjarmasin ini, harapannya dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat setempat. Walaupun dengan jumlah yang tidak banyak, namun semoga dapat meringankan beban fakir miskin. 

“Kita ingin, di awal pembukaan kantor kas di kota ini, bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, agar Allah memberikan kemudahan dalam mengelola dana zakat untuk umat ini,” paparnya, saat diwawancarai, Senin (8/1). 

Seperti yang dipaparkan Indra, pihaknya mengundang 60 masyarakat fakir miskin, untuk hadir di peresmian Kantor Layanan Zakat sebagai langkah awalnya di tahun 2018 ini dengan penyaluran bantuan terhadap peduli sesama. 

“Ini juga sebagai upaya kita membantu fakir miskin, yatim dan dhuafa yang menjadi prioritas perlu dibantu di awal pembukaan kantor ini,” terangnya. 

Ia berharap dengan disalurkannya bantuan ini pada peresmian tersebut, dapat memberikan keberkahan dan kelancaran bagi Rumah Yatim dalam mengelola dana zakat dari masyarakat, serta bisa konsisten dan amanah dalam menerima dana umat ini untuk disalurkan kembali kepada yang berhak membutuhkan bantuan.


"Sungguh, nikmat itu bersambung dengan rasa syukur dan rasa syukuritu dapat mempengaruhi penambahan nikmat. Keduanya beriringandalam satu kurun, maka tidak akan terputus tambahan nikmat dari Allahhingga rasa syukur terputus dari seorang hamba.” (Ali bin Abi Thalib r.a.)


#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #26
6 Januari 2018

Bantuan Peduli Sesama, Beri Harapan untuk Warga Banjar Anyar

Harapan untuk hidup lebih baik di tahun 2018, diharapkan oleh semua orang, salah satunya para mustahik asal Tegal. Di tengah pemberian santunan peduli sesama, Jajang khoeruman, Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal merasa terenyuh dengan kehidupan warga Desa Banjar Anyar yang berada dalam keterbatasan, bahkan nyaris mayoritas penduduknya berada dalam garis kemiskinan. 

Untuk menyaksikan langsung hasil survei yang dilakukan oleh salah satu staffnya yakni Agus, Jajang pun terjun langsung ke lapangan, mengetuk setiap pintu rumah para mustahik itu. Rumah para mustahik tersebut kebanyakan rumah tua, bahkan menurut Jajang tak sedikit dari 10 mustahik yang didatangi, memiliki rumah yang tidak layak huni. Pekerjaan mereka sebagai buruh tani, buruh lepas dan buruh serabutan. Itu tak mampu mengubah nasib mereka, yang penting bagi mereka ialah memenuhi kebutuhan anak istrinya saja, terutama makan.

Bantuan peduli sesama Rumah Yatim, menjadi secerca harapan di awal tahun 2018 ini, setidaknya bantuan itu dapat membuat mereka sedikit terbantu dan bisa mengalokasi hasil usahanya untuk keperluan penting lainnya.  

“Mereka merasa terbantu dan merasa terperhatikan, karena baru kali ini ada bantuan yang datang langsung ke rumah-rumah mereka,” ungkap Jajang.

Selain bantuan dari Rumah Yatim, ternyata mereka juga merupakan penerima bantuan beras raskin pemerintah. Para mustahik sangat berterima kasih atas bantuan tersebut, dan rasa terima kasih itu pun diungkapkan oleh pihak aparat setempat, yakni Ketua RT yang memberikan data-data mustahik layak bantu tersebut.

“Terima kasih banyak, mudah-mudahan Rumah Yatim senantiasa maju dan berkembang di Tegal ini dan lebih luas lagi menjangkau masyarakat yang membutuhkan," katanya.


Doa harusnya menjadi pembuka dipagi hari dan menjadi penutup diwaktu malam hari

#Semangat ZakatUntukPerubahan
#PejuangKebaikan

UPDATE #25
5 Januari 2018

RY Harap Santunan Da'i Lebih Tepat Sasaran di 2018

“Insya Allah pada tahun 2018 ini kami akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang menaungi para da’i,” papar Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim NTB. 

Menurut pengalaman yang ia rasakan tahun lalu, tak mudah menyalurkan santunan da’i dengan tepat sasaran. Oleh sebab itu, ini menjadi salah satu resolusi untuk program memuliakan para da’i yang ikhlas di tahun 2018. Amir ingin lebih selektif, lebih luas penyalurannya dan yang paling utama memilih da’i yang benar-benar membutuhkan bantuan dana. 

Meski tak dipungkiri selama tahun 2017, ia bersama tim sudah berupaya menyalurkan santunan kepada da’i-dai terpilih sesuai dengan kriteria. Penyaluran pun berlangsung pada akhir tahun 2017, di mana Amir menyalurkan santunan untuk 5 da’i, terdiri dari 2 da’i daerah Longseran, 2 da’I dari Nyangget dan 1 da’i dari Karang Kemong.

Ia memaparkan semua da’i merupakan da’i sukarelawan yang tak berpenghasilan, dan mendapat penghasilan seikhlasnya saja dari masyarakat bahkan tidak sama sekali.

Salah satunya, Fahrudin (60), seorang buruh tani yang membagikan ilmu agamanya untuk masyarakat sekitar Nyangget, meski pun sudah cukup berumur namun ia tidak pernah pensiun. Padahal beliau sudah mampu mencetak generasi, di mana anak muridnya sudah menggantikannya mengajar bersamanya. Kecintaannya akan mengajar tetap beliau laksanakan setiap harinya. 

Semua da’i yang didapatkan merupakan da’i-da'i yang dikenal baik oleh kemitraan Rumah Yatim, karena itu mereka pun tahu betul kehidupan dan sepak terjang para da’i tersebut.

“Alhamdulillah, kami dibantu oleh kemitraan, jadi santunan da’i kali ini berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya. 


Indahnya kebersamaan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.

#ZakatUntukPerubahan
#LAZNasional

UPDATE #24
4 Januari 2018

Masjid Hidayatullah Terbengkalai, RY Surabaya Bantu Pembangunannya

Tiga tahun lamanya, Masjid Hidayatullah terbengkalai. Padahal fungsinya sebagai tempat peribadatan utama masyarakat Manukan Wetan Surabaya sangat diperlukan, khususnya untuk kegiatan shalat jum’at dan kegiatan keagamaan lainnya. 

Menurut Ketua DKM Mesjid Hidayatullah, terhambatnya pembangunan masjid dikarenakan tak ada lagi pendanaan yang mencukupi. Setelah menghabiskan dana sebesar 100 juta hasil dari swadaya masyarakat hanya cukup untuk merenovasi sebagian masjid saja. Bagian atap yang rencananya mau ditingkatkan belum terbangun, bagian samping kiri dan kanan, serta lantai pun masih belum juga diselesaikan, hanya bagian depan saja yang sudah selesai pengerjaannya. Dengan bangunan setengah jadi tersebut, warga yang terdiri hampir 500 kepala keluarga ini pun menggunakan masjid itu untuk peribadatan.

Melihat kondisi masjid tersebut, Rumah Yatim Surabaya melakukan survei untuk mengetahui kebutuhan masjid tersebut. Rumah Yatim pun menawarkan bantuan dan disambut baik oleh pihak DKM yang sangat mengharapkan bantuan tersebut. 

Dari hasil survei, kebutuhan yang mendesak adalah semen, karena itu Rumah Yatim beserta ketua DKM masjid tersebut untuk langsung membelanjakan kebutuhan masjid tersebut yakni semen sebanyak 50 sak.

“Kami berharap bantuan ini akan berkelanjutan,” ungkap Ketua DKM kepada Agus Kurnia, Kepala Asrama Rumah Yatim yang menyalurkan dana program renovasi masjid.

Ia memohon do’a kepada Ketu DKM dan para jama'ah masjid, agar Rumah Yatim Surabaya semakin maju, semakin banyak donatur agar semakin banyak yang terbantu. 

“Mohon do’anya agar semakin banyak donatur yang berdonasi, agar Rumah Yatim dapat lebih banyak lagi membantu, tak hanya masjid di sini, tapi masjid-masjid lainnya yang lebih membutuhkan," papar Agus.

#ZakatUntukPerubahan
#LAZRumahYatim

Zakat untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Link Donasi : http://donasionline.id/ziswaf?parent_category=zakat

UPDATE #23
3 Januari 2018

Santunan Penghujung Tahun untuk Warga Medan Helvetia

Medan Helvetia merupakan wilayah yang masih didominasi warga prasejahtera. Wilayah tersebut menjadi salah satu wilayah yang ditargetkan Rumah Yatim Cabang Medan dalam kegiatan penyaluran bantuan. Terhitung dari tahun 2017, Rumah Yatim telah memberikan berbagai jenis bantuan, diantaranya bantuan biaya hidup, peduli sesama, sembako sampai bantuan renovasi masjid. 

Di akhir tahun 2017, Rabu (31/12) lalu, Lembaga Amil Zakat ini menyalurkan 200 paket sembako. Penyaluran digelar di lapangan depan kediaman M. Yusuf selaku Kepala Lingkungan X Kel. Dwi kora Kec. Medan Helvetia, Kota Medan.

Menurut Harun selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Medan, kegiatan penyaluran dimulai pukul 09:00 sampai pukul 11:00 WIB, namun sekitar pukul 08:00 WIB para penerima sudah mengerumuni lapangan. Sebanyak 200 warga prasejahtera dari 10 lingkungan (RW) mendatangi lokasi dengan berjalan kaki, adapula yang datang dengan menggunakan kendaraan umum becak motor (bentor).   

Ia menuturkan, penyaluran berjalan dengan tertib dan aman. Tak hentinya tim Rumah Yatim mendapat ucapan terima kasih dari para warga terutama dari kepala lingkungan. “ Terima kasih kepada Rumah Yatim yang kembali ke sini dan kembali menyalurkan bantuan, kedatangan Rumah Yatim ke wilayah ini telah memberikan manfaat besar untuk warga sekitar, semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” pungkas M. Yusuf.

 


#ZakatUntukPerubahan
#TebarSembakoUntukMeringankanBebanHidupMereka
#JadiBagianDariPejuangKebaikanBersamaKami

UPDATE #22
3 Januari 2018

Bahagianya Nur Solihah Dapat Rezeki Tak Terduga

Betapa tertegunnya Nur Solihah (41), salah satu warga Godean, Sleman ini ketika kedatangan tim Rumah Yatim area Yogyakarta ke kediamannya, dikira akan dimintai sumbangan, ia pun langsung bergegas ke kamar untuk membawa uang seadanya untuk disumbangkan. Namun ketika akan memberikan uang tersebut, tim Rumah Yatim terlebih dahulu menyodorkan amplop bertuliskan santunan peduli sesama kepadanya.

“Ini ada sedikit rezeki untuk ibu dan keluarga semoga rezeki ini bisa bermanfaat dan menjadi berkah,” ungkap Nur Arifin, Manajer Area Rumah Yatim Yogyakarta.

Kaget bercampur haru dan bahagia ditunjukkan Nur ketika menerima amplop tersebut. Ia tak menyangka bahwa lembaga sosial ini bisa memberikan santunan kepadanya. Sembari meneteskan air mata, ia meminta maaf karena telah menyangka bahwa Rumah Yatim meminta sumbangan dan ia pun tak hentinya mengucapkan terima kasih.

Arifin pun menjelaskan bahwa Rumah Yatim tidak hanya mengurus anak yatim dan menerima zakat, infak, shadaqoh dari para donatur. Rumah Yatim yang telah resmi menjadi lembaga amil zakat dan dipercaya untuk menerima zakat masyarakat Indonesia mempunyai kewajiban menyalurkannya kepada warga yang sangat membutuhkan.

Usai diberi penjelasan, wanita yang bekerja sebagai buruh tani ini langsung mengucapkan terima kasih dan syukurnya kepada Allah, ia mengatakan bahwa santunan ini akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang sudah mulai mahal.

Ia pun mendoakan Rumah Yatim dan para donatur agar selalu diberikan rahmat dan kasih sayang oleh Allah.

Selain Nur Solihah, ada sembilan warga prasejahtera di Godean yang juga menerima santunan tunai peduli sesama dari Rumah Yatim area Yogyakarta.


#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #21
2 Januari 2018

Tutup Tahun 2017, RY Riau Beri Santunan Da'i

Menjelang pergantian tahun, Rumah Yatim Cabang Riau memberikan santunan kepada sejumlah da'i di dekat asrama, Jalan Durian, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Pekan Baru, Minggu (31/12). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Rumah Yatim terhadap jasa para ulama.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, sebelum memberikan bantuan kepada da'i, Rumah Yatim tetap melakukan pendataan. Hal ini, guna memastikan penerima bantuan merupakan orang-orang yang layak atas jasanya yang senantiasa untuk menyiarkan ajaran Islam.

"Karena memang kami memperhatikan dulu warga setempat. Kebetulan memang ada yang termasuk kriteria layak untuk diapresiasi," ungkapnya.

Lokasi penyaluran santunan da'i ini tidak jauh dari asrama Rumah Yatim Pekanbaru. Menurut Ramdan, dimomen menjelang pergantian tahun ini ada enam orang da'i diberikan santunan dipenghujung tahun 2017 ini. 

"Pastinya kami ingin mendukung dan tentunya bisa membantu walaupun jumlahnya tidak sebesar yang diharapkan," paparnya.

Selain itu, santunan da'i yang diberikan ini merupakan bentuk apresiasi Rumah Yatim terhadap perjuangan para ulama yang senantiasa merelakan hidupnya untuk berdakwah. Ini karena, tambah Ramdan, para ulama telah memberikan pengetahuan agama serta menjadi penengah dalam masyarakat.

"Harapan saya semoga para dai yang telah ikhlas mengajar semakin besar semangatnya untuk menyampaikan sirah Nabi," jelasnya.


#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #20
1 Januari 2018

Lurah Cipinang Cempedak Apresiasi Kegiatan Santunan RY

Perhelatan perayaan tahun baru berlangsung meriah di sudut-sudut kota. Namun, ada yang berbeda di halaman Kantor Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (31/12) malam. Ratusan dhuafa dan anak yatim mendapatkan bantuan pendidikan dari Rumah Yatim.

Sebanyak 100 anak yatim dan dhuafa mendapatkan bantuan pendidikan dari Rumah Yatim di malam pergantian tahun ini. Anak-anak tersebut merupakan masyarakat yang tinggal di 12 RW yang ada di Kelurahan Cipinang Cempedak.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Lurah Cipinang Cempedak. Pada kesempatannya, Lurah Cipinang Cempedak, Ika Yuli Rahayu, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan di malam penghujung tahun 2017 ini.

"Sangat bahagia dengan terlaksananya kegiatan ini, saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang turut serta," papar Ika, saat memberikan sambutannya.

Ia berharap, kegiatan serupa bisa terlaksana di tahun-tahun berikutnya. Apalagi ini merupakan kegiatan positif untuk menunjang kebutuhan anak yatim dan dhuafa.

"Semoga tahun nanti kegiatan ini bisa terselenggara lagi," jelas Ika Yuli.

Selain itu, Kepala Regional Rumah Yatim Jabodetabek, Sani, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah setempat atas sambutannya kepada Rumah Yatim. Sehingga kegiatan yang dilaksanakan dipenghujung tahun ini bisa terselenggara dengan lancar.

"Semoga dengan adanya Rumah Yatim bisa mengatasi kemiskinan yang ada di DKI," paparnya.


#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #19
30 Desember 2017

RY Bali Beri Santunan Biaya Hidup Untuk Komunitas Pemulung

Rumah Yatim Cabang Bali memberikan santunan biaya hidup pada komunitas pemulung, Jum’at (29/12), di  Jalan Gunung Sari 1 Gang Merpati, Kelurahan Tegal Kertha, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar Bali.

Santunan biaya hidup ini, diberikan kepada 22 kepala keluarga yang 17 diantaranya merupakan anggota dari Komunitas Pemulung di Kota Denpasar. Kegaitan ini, disambut bahagia oleh seluruh penerima santunan.

Kepala Asrama Rumah Yatim Cabang Bali Muhammad Abdullah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan di daerah yang paling banyak komunitas pemulungnya. Sehari sebelum dilaksanakannya penyaluran, tim Rumah Yatim terlebih dahulu melakukan survei area yang akan dijadikan tempat penyaluran. 

“Tempat tinggalnya di bawah kolong rumah yang dipakai untuk menyimpan rongsok, dan dipakai untuk tinggal sehari-hari,” jelasnya.

Tidak ada hambatan dalam kegiatan pemberian santuan biaya hidup ini. Seluruh masyarakat yang menerima santunan berbahagia dan berterima kasih kepada Rumah Yatim. “Alhamdulillah lancar kegiatannya,” pungkas Abdullah.


#zakatUntukPerubahan

UPDATE #18
27 Desember 2017

RY Jakarta Beri Bantuan Hidup di Lebak Bulus

Rumah Yatim tidak hanya sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional. Namun, Yayasan yang tersebar di 14 Provinsi ini selalu memberikan perhatian khusus kepada masyarakat kurang mampu. Salah satunya adalah program rutin yang dijalankan untuk mengurangi beban hidup masyarakat kurang mampu, di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (26/12). 

Melalui Kantor Rumah Yatim yang ada di Jakarta, bantuan biaya hidup diberikan kepada sejumlah jompo dan dhuafa di Lebak Bulus dan Condet. Kegiatan ini merupakan salah satu program rutin Direktorat Kemandirian Yatim dan Dhuafa Rumah Yatim.

Menurut penjelasan salah seorang relawan Rumah Yatim, Ali Ridwan (41), pemberian bantuan hidup ini merupakan usaha Rumah Yatim untuk mengurangi beban kebutuhanmasyarakat. Selain itu, untuk meringankan biaya hidup sehari-hari.

Ada 20 penerima yang merupakan jompo dan dhuafa mendapat bantuan biaya hidup. Kuota ini terbagi menjadi dua, tambah Bang Ali -sapaan akrabnya. Satu persatu tim Rumah Yatim mendatangi rumah jompo dan dhuafa. Usaha ini untuk melihat secara langsung kondisi penerima, agar tepat sasaran dalam pemberian bantuan.

"Sebanyak 13 penerima di Lebak Bulus dan sisanya di daerah Condet," papar Bang Ali.

Ia berharap, bantuan yang diberikan Rumah Yatim bisa dimaksimalkan untuk dimanfaatkan penerimanya. Besar-kecilnya pemberian bukan menjadi hal utama. Namun, manfaat dari yang diberikan merupakan nilai utama.

 

#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #17
27 Desember 2017

Rumah Yatim BSD Beri Santunan untuk 50 Mustahik

Rumah Yatim Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Banten memberikan bantuan sembako kepada anak yatim, panti jompo dan lansia pada Jumat (15/12). 

Kegiatan yang berlokasi di asrama BSD Tangerang ini, berjalan lancar tanpa hambatan. Kegiatan ini, diikuti oleh lebih dari 50 mustahik dan 5 orang panitia dari Rumah Yatim.

“Alhamdulillah kegiatannya lancar, para mustahik bahagia bisa menerima bantuan dari Rumah Yatim,” ungkap Kepala Asrama Rumah Yatim BSD, Syahid, saat diwawancarai disela-sela kesibukannya.

Para mustahik berharap semoga Rumah Yatim akan tetap membantu yang kesulitan dan membutuhkan bantuan. 

“Mudah mudahan bantuan ini bisa bermanfaat. Semoga Rumah Yatim semakin maju dan bisa membantu banyak orang,” ujarnya.

Syahid juga berharap semoga dengan adanya program bantuan rutin yang dilakukan Rumah Yatim ini, dapat bermanfaat untuk jangka panjang dan semakin banyak lagi masyarakat yang terbantu.


#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #16
27 Desember 2017

Bantuan Biaya Hidup untuk 11 Butuh Tani Tegal

“Kalau untuk temen nasi, kami tidak kebingungan, biasanya kami minta dari para petani lainnya yang memiliki sisa-sisa sayuran yang tidak layak jual,” ungkap salah satu petani bawang. 

Penghasilan mereka hanya berkisar Rp. 500.000/bulan. Biaya hidup di Tegal memang tidak begitu mahal tapi dengan penghasilan seeperti itu tetap saja tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka yang bekerja sebagai buruh tani di Dusun Krajan, Sesepan Batupulang Tegal. Untuk itu, Rumah Yatim pun hadir ke tengah-tengah mereka untuk memberikan bantuan biaya hidup kepada 11 mustahik yang bekerja sebagai buruh tani.

Menurut Jajang Khoeruman Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, informasi banyaknya warga pra sejatera didapat dari karyawan Rumah Yatim sendiri yakni Agus yang berdomisili di sana. Dengan melihat banyak warga kurang mampu, Agus merasa tersentuh untuk membantu mereka dan menyalurkan bantuan biaya hidup yang sangat mereka butuhkan. 

Sebelas mustahik yang diberikan santunan itu di antaranya Suni, Sumirah, Slamet, Sugeng, Wasni, Sainah, Kasiah, Ramlah, Karyono, Waridin dan Sijah. Dari ke sebelas orang tersebut hanya dua orang saja yang masih muda, selebihnya adalah lansia yang masih bekerja sebagai buruh tani. Slamat (69), dia terpaksa masih bekerja di sisa-sisa usianya yang sudah renta karena dia masih harus membiayai kedua putranya yang masih duduk dibangku SD dan SMP, anak-anaknya yang sudah besar tak mampu membantunya, karena mereka pun hidup penuh kekurangan seperti dirinya. 

Melihat kondisi tersebut di awal tahun depan, Jajang pun berencana akan kembali menyambangi dusun itu untuk memberikan bantuan sembako kepada mereka.

“Insya Allah tahun 2018 kami akan merencanakan memberikan santunan sembako kesana, karena masih banyak warga disana yang membutuhkan bantuan,” ungkap Jajang.


#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #15
26 Desember 2017

Belasan Dai dan Pengajar Mendapat Santunan Rumah Yatim

Rumah Yatim Jakarta memberikan santunan kepada sejumlah da’i dan pengajar di Kelurahan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (25/12). Santunan ini diberikan kepada belasan pengajar di mushola dan majlis ta'lim di wilayah tersebut.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim, Ali, pemberian santunan ini tidak serta merta langsung diberikan. Sebelumnya telah dilakukan persiapan, termasuk pengecekan ke lokasi yang akan disantuni.

"Biasa kita terlebih dahulu mapping dulu untuk penyaluran," jelas Bang Ali, sapaan akrabnya.

Lokasi penyaluran santunan da’i ini tepatnya di Tanah 80. Menurut Ali, sebanyak 15 orang tenaga pengajar di mushola dan majelis ta'lim wilayah tersebut mendapat santunan dari Rumah Yatim. Hal ini menurut dia, lokasi tersebut dipilih karena belasan pengajar tersebut tidak mendapatkan upah yang layak.

"Maklum mereka atas dasar sukarela untuk mengajar," papar Bang Ali.

Di lokasi santunan, tim Rumah Yatim disambut salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ustad Futani Akbar. Setelah itu, sambung Bang Ali, tim langsung menuju lokasi kedua untuk memberikan santunan kepada da’i yang berada di daerah Cipinang Muara.

Santunan ini merupakan bentuk apresiasi Rumah Yatim terhadap perjuangan para da’i dan pengajar yang ikut serta mencerdaskan bangsa. Ini karena, tambah Bang Ali, mereka para da’i dan pengajar telah memberikan pengetahuan agama serta mencetak generasi yang berakhlakul karimah.

"Harapan kami dari Rumah Yatim, bisa sedikit membantu biaya oprasional para Dai, walaupun tidak sebanding dengan pengorbanan mereka," ujar Bang Ali.

Langkah Rumah Yatim ini disambut baik oleh Futani Akbar, selaku tokoh masyarakat sekitar. Mereka juga menyampaikan terimakasih kepada para donatur yang senantiasa terus peduli terhadap sesama. Sehingga harapanya, kebaikan donatur bisa dibalas dengan pahala yang berlipat.

"Semoga Rumah Yatim tambah sukses dan menjadi Lembaga Amil Zakat yang profesional dan bisa lebih banyak lagi membantu," pungkas Futani.

UPDATE #14
22 Desember 2017

Berkah Zakat untuk Empat Ibu Tangguh

 

Primadona pariwisata Indonesia adalah sebuah julukan yang dinobatkan untuk Bali, karena keindahan dan kekayaan alamnya. Banyak sekali wisatawan domestik sampai mancanegara yang jatuh cinta dan memilih berlibur bahkan tinggal di pulau ini. Akan tetapi dibalik keindahan, kemewahan dan terkenalnya Bali, masih banyak sekali warganya yang hidup dibawah garis kemiskinan. Mereka yang asli dari Bali maupun yang sudah bertahun sampai berpuluh tahun tinggal di Bali untuk mengadu nasib, masih belum bisa menikmati keindahan kota tempat mereka berpijak.

Seperti empat orang Ibu yang telah berusia lebih dari 50 tahun, bernama Viami, Sitro, Sutini, dan Musyadah. Sudah puluhan tahun mereka hidup di pulau ini, namun mereka belum pernah menikmati bagaimana indahnya pantai Bali dan tempat wisata lainnya. Sekarang mereka tinggal disebuah kawasan pemukiman kumuh dan miskin di bilangan Gunung Sari, Denpasar bersama sumber mata pencaharian mereka yakni tumpukan barang bekas.

“Disana mereka tinggal bersama tumpukan sampah hasil pilahan mereka, mereka bercerita bahwa awalnya merasa tidak nyaman hidup bersama sampah, namun dikarenakan kondisi yang memaksa akhirnya mereka mencoba untuk menyamankan diri.” Kata Indra Abdullah salah satu tim relawan yang berkunjung ke kediaman mereka.

Mereka adalah para janda yang kuat dan tegar, meski usia mereka sudah menua namun semangat hidup mereka tidak pernah goyah. Meskipun di usia senja mereka harus tetap berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup namun tidak ada sedikit pun niat mereka untuk menjadi seorang peminta.

Semangat hidup para janda tangguh tersebut telah menjadikan mereka sebagai mustahik baru Rumah Yatim, adapun bantuan yang diberikan berupa bantuan tunai peduli sesama. Meskipun nilainya belum bisa merubah nasib mereka, akan tetapi Rumah Yatim berharap bantuan tersebut bisa membuat mereka bahagia, bertambah semangat tentunya agar bisa meringankan beban hidup mereka.

“Ibu, bantuan ini diperoleh dari zakat masyarakat Indonesia yang dititipkan ke Rumah Yatim. Mohon doanya semoga para donatur diberikan kelancaran rezekinya supaya bisa terus menitipkan amanahnya ke Rumah Yatim, agar semakin banyak lagi para ibu tangguh seperti ibu yang mendapatkan bantuan ini. Mohon doa nya agar kami bisa kembali berkunjung dan berbagi dengan ibu dan teman-teman ibu disini.” Papar Indra

“Terima kasih banyak nak sudah jauh-jauh kesini untuk memberikan bantuan ini, Insya Allah bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami. Semoga Rumah Yatim dan para donaturnya selalu diberikan perlindungan oleh Allah dan diberi kelancaran atas semua urusannya. Doakan agar kami sehat selalu.” Pungkas Sutini

#ZakatuntukPerubahan

UPDATE #13
22 Desember 2017

RY Jabar Salurkan Sembako di Cisaranten

Rumah Yatim Jawa Barat memberikan ratusan sembako kepada masyarakat prasejahtera di Kampung Rancakasumba RW 07, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (21/12). Pemberian bantuan ini merupakan rutinitas Rumah Yatim Jabar setiap bulannya.

Menurut pemaparan Direktorat Pemberdayaan bidang Kesehatan Rumah Yatim, Sinu Tantori, sebanyak 150 paket sembako dibagikan kepada tujuh RT yang ada di RW 07. Selain itu, pemberian sembako ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap sesama.

"Mudah-mudahan apa yang Rumah Yatim berikan bisa bermanfaat bagi masyarakat," jelas Sinu.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bukan kali pertama Rumah Yatim menyambagi kampung yang berdampingan dengan sungai ini. Namun, warga yang mendapat bantuan bergantian dengan yang lain. Karena, ada beberapa kendala diantaranya pasokan serta SDM.

"Ini kali ke lima kalo tidak salah. Jadi ini belum maksimal, karena kita keliling bergantian dengan yang lain," papar Sinu.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari aparatur pemerintah sekitar. Ketua Rukun Warga 07, Mamad Karyana (49). Dia mengatakan, Rumah Yatim menjadi lembaga yang konsisten memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu.

"Terimakasih banyak kepada Rumah Yatim semoga dibalas oleh Allah SWT," ujar Mamad.

UPDATE #12
21 Desember 2017

Tanggapan Mustahik Pada Event Hari Amal Bakti

Rumah Yatim area Jawa Barat menyalurkan santunan sembako untuk 60 mustahik dalam kegiatan hari amal bakti, yang bekerjasama dengan Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, di kantor Kemenag Jawa Barat, Jalan sudirman, Kota Bandung, Rabu (20/12). Santunan sembako tersebut mendapat respon positif dari mustahik asal Soreang.

Menurut salah satu Mustahik asal Soreang, Dadang Wahidin mengapresiasi sangat positif, kerena dengan adanya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kesejahteraan umat, terutama untuk kalangan mustahik

“Alhamdulillah ini kegiatan yang bagus dan positif, bermanfaat untuk kesejahteraan para mustahik.” Ujar Dadang, Rabu (20/12)

Seperti yang diakui Dadang, dirinya baru pertama kali, menerima santunan dari Rumah Yatim ini.

“Bagi saya ini santunan yang baru pertama kali, dan alhamdulillah saya dapat kesempatan untuk menerima santunan ini.

Dadang berharap kegiatan ini terus berlanjut, memiliki kesatuan rangkaian kegiatan yang berkesinambungan, sebagai lembaga amil zakat yang banyak memberi manfaat untuk orang lain khususnya yatim dan dhuafa.

Lebih lanjut, Dadang Berharap para donatur bisa terus menyumbangkan sebagian hartanya untuk Rumah Yatim ini, karena akan ada limpahan pahala yang terus mengalir dari apa yang dizakatkan, tentunya bernilai ibadah.

 

#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #11
20 Desember 2017

Dinsos Kota Bandung dan RY Jabar Bagikan Ratusan Paket Sembako

Dalam Rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Kota Bandung 2017, Dinas Sosial Kota Bandung bekerjasama dengan Rumah Yatim adakan santunan sosial kepada masyarakat kurang mampu, di Gor Pajajaran, Kota Bandung, Sabtu (16/12).

Pada kegiatan ini, Rumah Yatim selaku mitra kerjasama Dinsos Kota Bandung memberikan 300 sembako kepada masyarakat kurang mampu. Selain itu, dalam rangkaian kegiatannya memberikan fasilitas pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat umum.

"Alhamdulillah Rumah Yatim sudah menjadi mitra dinas kota, dan kegiatannya ada pelayanan kesehatan, stan zakat dan juga pembagian sembako," papar Soleh, salah seorang panitia dalam kegiatan ini.

Selain itu, Soleh menjelaskan, tujuan kegiatan ini merupakan upaya Rumah Yatim Jawa Barat dalam mensosialisasikan program. Program tersebut ialah edukasi zakat, baik perorangan maupun instansi.

"Targetnya supaya masyarakat yang ada di Kota Bandung mengenal Rumah Yatim lebih jauh," jelas Soleh.

Sebelumnya, Soleh menambahkan, kegiatan ini telah dipesiapkan jauh-jauh hari. Hal ini dilakukan agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.

"Karena diundang Dinas Sosial Kota Bandung, kita (Rumah Yatim) merpersiapkannya dengan baik untuk HKSN 2017 ini," tutup Soleh.

UPDATE #10
20 Desember 2017

Rumah Yatim Aceh Salurkan Bantuan Korban Banjir

Rumah Yatim cabang Aceh menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir di 15 Kecamatan Aceh Utara yang terendam banjir, Jumat (8/12). Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap korban banjir di wilayah Aceh Utara.

Menurut pengurus Rumah Yatim cabang Aceh, Dewi mengungkapkan akan melaksanakan pengumpulan dana untuk korban banjir. Saat ini Rumah Yatim cabang Aceh masih menunggu partisipasi para donatur. Rumah Yatim akan Menyalurkan bantuan di beberapa titik posko yang ada di Aceh Utara. Sebanyak 33.110 pengungsi yang ditargetkan mendapat bantuan sembako,

“Saat ini masih menunggu partisipasi para donatur, kedepannya diharapkan ada penambahan dana dari para donatur.” Ungkap Dewi saat diwawancarai, Kamis (7/12).

Bukan hanya itu, Rumah Yatim cabang Aceh akan bekerja sama dengan dinas sosial provinsi Aceh. Kendala armada angkutan yang dimiliki Rumah Yatim kurang, maka dinas sosial provinsi Aceh mensupport armada angkutan berupa truck rescue dan perahu untuk melintasi wilayah banjir.

Menurut Dewi rencananya bantuan akan disalurkan di 15 kecamatan yang terendam banjir. Adapun bantuan yang akan disalurkan berupa sembako, baju baru, tas sekolah dan ATK.

“Untuk dana tidak bisa diprediksi, namun kebutuhan pokok yang dibutuhkan, yang disesuaikan dengan yang ada digudang kita.” Pungkas Dewi.

Seperti yang dikatakan Dewi, logistik yang akan dibawa dan tersedia ialah beras 1 ton, minyak goreng 50 kg, baju baru, tas sekolah 50 paket baru, dan ATK.

UPDATE #9
20 Desember 2017

Sukses, Bantuan Peduli Bencana untuk Korban Gempa Bumi

Pelaksanaan bantuan kepada korban bencana alam gempa bumi di Tasikmalaya pada Minggu-Senin(16-18/12) berjalan lancar dan sukses. Beberapa titik daerah yang terkena dampak terparah disambangi tim Rumah Yatim dalam dua hari berturut-turut.

Pada Minggu (17/12) Rumah Yatim membantu korban bencana didaerah Desa Jaya Ratu RT/01 RW/05 Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya. Selain kepada beberapa mustahik yang menerima bantuan, Rumah Yatim juga memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren yang mengalami kerusakan terparah.

Kemudian, pada Senin (18/12) Rumah Yatim melanjutkan perjalanan ke salah satu tempat yang menjadi target penyaluran selanjutnya. Tempat tersebut merupakan hasil koordinasi dengan BPBD Kota dan warga sekitar.

Tempat tersebut terletak didaerah Jalan Pesantren Cikul Blok Rancawiru RT/RW 03/07 Kampung Cijulangadeg Desa Mandalajaya Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di wilayah selatan Tasikmalaya.

Dalam prosesnya, Rumah Yatim sukses dan menjadi satu-satunya lembaga yang lebih dulu sampai di lokasi dan memberikan bantuan kepada korban bencana didaerah tersebut.

“Lembaga lain dan pihak pemerintah belum ada yang membantu daerah sini, karenanya mereka sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan” ujar Cecep salah satu relawan Rumah Yatim yang terjun langsung ke lapangan

Cecep juga menambahkan, kegiatan penyaluran bantuan peduli bencana ini sudah sesuai target dan rencana. Dan juga sistem penyalurannya sudah tepat sasaran.

UPDATE #8
20 Desember 2017

Tanggapan Positif Mustahik Untuk Rumah Yatim

Divisi Pemberdayaan area Jawa Barat Rumah Yatim, mendapat tanggapan positif dari beberapa mustahik dalam kegiatan sosial yang diselenggarakan Rumah Yatim, Minggu (3/12) di Dusun Cibitung, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Kegiatan sosial ini merupakan rangkaian program pemberdayaan rumah yatim berupa layanan kesehatan, pengobatan gratis dan pembagian sembako kepada 100 mustahik.

Menurut Salah satu warga mustahik dusun Cibitung Anah Hasanah menanggapi terkait kegiatan sosial tersebut merupakan kegiatan yang sangat berguna bagi masyarakat cibitung. Karena, banyak warga yang telah merasa terbantu dengan adanya program tersebut. Khususnya putri semata wayangnya bisa diobati secara gratis karena penyakit alerginya.

 

“Mudah-mudahan untuk ke depannya bisa berjalan rutin karena sangat berguna bagi masyarakat di kampung ini khusus nya dusun cibitung.” Ungkap Anah, Minggu (3/12)

Untuk kegiatan selanjutnya, Anah berharap program rumah yatim untuk kedepannya harus selalu amanah agar dalam pelaksanaan program-programnya bisa dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

“Bagus yah, untuk Rumah yatim semoga selalu amanah dan melaksanakan program-program sosialnya dengan berkelanjutan.” Ungkap warga RT 05 RW 08 dusun cibitung, kec. Tambaksari, kabupaten tambaksari.

UPDATE #7
20 Desember 2017

Harga Sembako Naik, Rumah Yatim Bintaro Berikan Santunan

Pembagian santunan berupa paket sembako diselenggarakan di Asrama Rumah Yatim Bintaro Tangerang, Jum’at (8/12). Berjumlah 50 paket sembako yang dibagikan untuk jompo dan yatim daerah sekitar.

Ketua Asrama Rumah Yatim Bintaro Tangerang, Deddi mengatakan harga sembako di pasar mulai meningkat menjelang hari natal. Sehingga, program bantuan sembako yang diberikan ini untuk meringankan beban para mustahik.

“Ya kegiatan ini untuk meringankan biaya dapur mereka,” ungkapnya. Selain itu, pelaksanaan penyaluran bantuan ini untuk mengenalkan di sekitar daerah Bintaro Tangerang ada Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rumah Yatim.

Ia mengatakan kegiatan berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah kegiatannya lancar dan para mustahik sangat antusias dengan adanya kegiatan ini,” pungkas Deddi.

UPDATE #6
20 Desember 2017

Rumah Yatim NTB, Satu-Satunya LAZ yang Berpartisipasi di Event HKSN 2017

Rumah Yatim NTB menjadi satu-satunya lembaga amil zakat yang ikut berpartisipasi menyukseskan acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2017, Kamis (07/12) kemarin.

Kegiatan ini digelar di Jl. Lapangan Supersemar, Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Dihadiri ketua Dinsos Provinsi NTB H. Akhsanul Khalik, S.Sos, wakil gubernur NTB H. Muhammad Amin, SH, M.Si dan wakil bupati Lombok Utara Sarifuddin, S.H, tokoh masyarakat, beberapa perusahaan besar dan ribuan warga prasejahtera di Kabupaten Lombok Utara.

Kedatangan Rumah Yatim disambut hangat pihak dinsos dan pihak pemerintah terkait, dalam event ini pun Rumah Yatim duduk dibarisan paling depan bersamaan dengan ketua dinsos, wakil gubernur, wakil bupati dan perwakilan dari beberapa perusahaan yang juga menjadi donatur dalam event ini.

Kehadiran Rumah Yatim untuk berpartisipasi menyukseskan event besar ini pun mendapat apresiasi dari ketua dinsos, wakil gubernur NTB , wakil bupati Lombok Utara dan para penerima bantuan.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Rumah Yatim yang selalu sigap membantu memberantas kemiskinan di NTB. Rumah Yatim selalu ada untuk masyarakat prasejahtera, Rumah Yatim pun menjadi satu-satunya lembaga amil zakat yang siap membantu kami. Terima kasih telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini.” Ungkap Akhsanul Khalik.

Di event Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Rumah Yatim memberikan bantuan paket sembako sebanyak 150 pcs. Bantuan tersebut ditujukan kepada warga prasejahtera Kabupaten Lombok Utara, Rumah Yatim hadir di event tersebut atas undangan spesial dari Dinsos Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

UPDATE #5
20 Desember 2017

Satu Dekade Terbaring, Rumah Yatim Datang Membantu

Berbaring tanpa daya, hanya meteskan air mata. Ungkapan non verbal itu yang keluar dari wajah Nenek Rumpi (70). Nenek dari empat orang anak ini terbaring lemas, saat Rumah Yatim datang ke rumahnya, di Kampung Pulo Jahe RT 05 RW 14, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta timur, Senin (4/12).

Sudah hampir satu dekade Nenek Rumpi terbaring lemas. Usia yang semakin bertambah mengikis memori ingatan nenek satu ini. Kedatangan tim Rumah Yatim hanya disambut isap tangis, tanpa sapa dari Nenek Rumpi.

"Saat kita datang Nenek Rumpi hanya menangis, mungkin jika bisa bicara itu ungkapan syukur dari beliau," papar Bang Ali, Relawan Rumah Yatim, lewat sambungan telefon, Senin (4/12).

Menurut Bang Ali, awal mula kedatangan tim Rumah Yatim area Jakarta hasil dari laporan masyarakat. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti secara cepat oleh Rumah Yatim. Namun sebelumnya, sambung Bang Ali, belum ada tindakan lanjutan dari pihak keluarga untuk kesembuhan Nenek Rumpi.

"Tindakan keluarga pasrah, BPJS atau fasilitas bantuan kesehatan pemerintah tidak dipakai, ini faktor ekonomi juga," jelas Bang Ali.

Bang Ali menambahkan, pemberian bantuan ini merupakan program peduli sesama Rumah Yatim. Program ini merupakan aksi cepat tanggap hasil dari laporan masyarakat."Kemudian kami langsung melihat ke lokasi dengan memberikan bantuan seadanya," ungkap Bang Ali.

Salah seorang anak Nenek Rumpi, Yanto, merasa terbantu dengan bantuan yang diberikan Rumah Yatim kepada ibundanya.

"Terimakasih Rumah Yatim sudah menengok keluarga saya," papar Yanto.

Selain pemberian bantuan ini, Rumah Yatim berharap ada tindakan lanjut dari pihak pemerintah. Agar Nenek Rumpi mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Selain itu, Rumah Yatim mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap membantu sesama.

#ZakatuntukPerubahan

UPDATE #4
20 Desember 2017

420 Mustahik Terima Santunan dari Rumah Yatim

Sebanyak 420 Kepala Keluarga menerima santunan donasi di Desa Purwodadi, Kec. Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung selatan, Rabu (29/11) . Santunan tersebut meliputi santunan sembako, logistik, santunan da’i dan santunan biaya hidup untuk masyarakat Lampung.

Kepala cabang Rumah Yatim Lampung, Herman mengungkapkan kegiatan santunan tersebut dilaksanakan sebagaimana kebutuhan di area Lampung itu sendiri. Kemudian tergantung dari beberapa masyarakat juga yang membutuhkan.

Seperti yang dikatakan Herman bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk membantu kebutuhan warga sekitar serta meringankan beban bagi masyarakat prasejahtera dilingkungan Desa Purwodadi.

“Sebanyak 420 KK itu kan, berada di kategori masyarakat kurang mampu.” Ungkap Herman

Herman berharap santunan yang diberikan Rumah Yatim kepada masyarakat Lampung ini dapat meringankan beban biaya hidup masyarakat prasejahtera dan menjadikan Rumah Yatim semakin dipercayai dimata para donatur.

#ZakatuntukPerubahan
#News
www.rumah-yatim.org

UPDATE #3
20 Desember 2017

Tanggapan Dai terhadap bantuan Rumah Yatim

Rumah Yatim area Jawa Barat menyalurkan santunan da'i untuk 60 orang da'i dalam kegiatan hari amal bakti, yang bekerjasama dengan Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, di kantor Kemenag Jawa Barat, Jalan Sudirman, Kota Bandung, Rabu (20/12). Santunan tersebut mendapat apresiasi positif dari Da'i asal Kebon Kalapa Kota Bandung.

Salah Satu Da'i asal Kebon Kelapa, Wati Purwanti mengungkapkan kegiatan yang diselenggarakan Rumah Yatim sangat luar biasa dan bagus. Karena bantuan yang disalurkan sangat bermanfaat untuk kehidupan umat, khususnya di bidang ekonomi.

"Alhamdulillah kegiatan ini sangat bagus, dan luar biasa." Ungkap Wati, saat diwawancarai tim jurnalis, Rabu (20/12).

Lebih lanjut, yang diakui wanita 38 tahun ini, sebelum nya belum pernah menerima bantuan yang dinamakan santunan da'i ini. Seperti yang diketahui bahwa santunan da'i ini merupakan program kepedulian sosial Rumah Yatim.

"Saya belum pernah terima santunan da'i ini selain Rumah Yatim." Imbuh Wati.

Wati mengaku ketika mengisi acara dakwah hanya dari kampung ke kampung, hanya mendapat honor seadanya.

Wati berharap untuk ke depannya program Rumah Yatim ini bisa berjalan lebih baik lagi, lebih banyak lagi penerima manfaat ini serta terus berjaya dan maju.

"Mudah-mudahan bisa berlanjut lebih baik lagi, lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu." Tambah Ibu 2 anak ini.

 

#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #2
9 November 2017

Apresiasi RY untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

 

Bekasi merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia khususnya Jawa Barat, dan kota besar selalu memiliki problematika tersendiri, seperti pendidikan agama dan degradasi moral yang sangat mempriatinkan. Untuk membentengi generasi-generasi muda agar tidak tergerus zaman, hal ini pun senantiasa diupayakan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa yang setiap harinya mengajarkan generasi muda pelajaran agama tanpa meminta imbalan sedikitpun.

20 da’iah yang konsisten membina generasi di daerah bekasi tersebut akhirnya mendapatkan apresiasi dari Rumah Yatim berupa santunan da’i. kedua puluh dai’ah tersebut menurut penuturan Yayan Mulyana, kepala asrama Rumah Yatim bekasi merupakan guru-guru pengajian di rumah-rumah yang belum mendapatkan legalitas negara, sehingga mereka tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah sedikitpun.

Karena kebanyakan anak - anak yang menimba ilmu tersebut adalah dari kalangan dhuafa makan mereka tidak dikenakan biaya sama sekali, mereka tidak mendapatkan apa-apa, kecuali berharap upaya ikhlas mereka diganjar oleh yang maha pemiliki ilmu yang maha luas yakni Allah SWT.

Seperti Ai, seorang janda yang memiliki 2 anak, meski suaminya telah tiada dan dia memerlukan uang lebih untuk anaknya yang sekolah namun dia tetap tidak memberikan tarif kepada anak-anak didiknya. Dia membedakan antara pengabdiannya sebagai seorang guru dan sebagai kepala keluarga yang harus membesarkan anak-anaknya seorang diri. Maka untuk memenuhi kebutuhannya dia hanya mengandalkan warung kecil-kecilannya yang dia buat didepan rumahnya.

“Mereka adalah orang-orang yang tulus ikhlas memberikan ilmu agama untuk membina generasi menjadi generasi yang berakhlak, semoga, apa yang kami berikan dapat meringankan beban mereka, dan mereka bisa terus maju membina generasi muda menjadi genrasi penerus yang islami.” Papar Yayan.

#ZakatuntukPerubahan
w
ww.rumah-yatim.org

UPDATE #1
9 November 2017

Rumah Yatim Tabur Berkah untuk Warga

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Bertaburan berkah dalam rangka peringatan HUT Kota Bandung ke-207 belum usai. Kali ini, Rumah Yatim cabang Provinsi Jawa Barat yang menabur berkah bagi warga prasejahtera melalui kegiatan sosial yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnagkis) Kota Bandung, Kamis (26/10).

Tidak kurang dari 500 warga prasejahtera tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ratusan warga prasejahtera dari 30 kecamatan di Kota Bandung itu mendapatkan bantuan paket sembako dan layanan kesehatan gratis. Kegiatan sosial dibuka oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Dalam melaksanakan kegiatan itu, Rumah Yatim bekerja sama dengan Dinsosnagkis Kota Bandung. Area Manager Rumah Yatim Jabar Sani Ramdhani mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Rumah Yatim untuk Kota Bandung.

Kata Sani, Rumah Yatim sengaja memilih warga prasejahtera sebagai sasarannya. Alasannya, menurut dia, Rumah Yatim memiliki program pengentasan kemiskinan. ‘’Selain mengentaskan kemiskinan, kami juga menyiapkan program menyetak warga prasejahtera menjadi produktif dan berkualitas,’’ ujar dia, Kamis (26/10).

Sementara Wakil Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rumah Yatim atas partisipasi dalam membantu warganya. Menurut dia, kegiatan yang dilakukan Rumah Yatim harus menjadi contoh bagi lembaga lain.

‘’Kami dari pihak Pemkot Bandung mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim,’’ ujar Oded. Dia menyatakan, program yang digulirkan Rumah Yatim sangat membantu Pemkot Bandung yang tengah gencar mengentaskan kemiskinan.

Sementara Kepala Dinsosnagkis Kota Bandung Tono Rusdiantono Hendroyono MSi menambahkan, Rumah Yatim layak menjadi contoh bagi lembaga sosial lainnya. Dia memaparkan, eksistensi Rumah Yatim yang selama ini banyak mendulang penghargaan sangat dibutuhkan kiprahnya oleh Pemkot Bandung.

Pemkot Bandung, tegas dia, secara berturut turut dalam empat tahun ini memberikan penghargaan kepada Rumah Yatim. Tono berharap, sinergitas antara Pemkot Bandung dan Rumah Yatim dapat melahirkan dampak positif yang lebih luas.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, jumlah masyarakat miskin di Kota Bandung yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai tahun 2017 sebanyak 63.262 kepala keluarga (KK). Sementara data masyarakat rawan miskin yang juga mendapat perhatian khusus dari Pemkot Bandung sebanyak 447.170 jiwa.

#ZakatuntukPerubahan
www.rumah-yatim.org

Tanggal Nominal
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 50.879
Hamba Allah
20 Desember 2017
Rp 2.000.450
Muhammad Akbar Amiruddin
22 Desember 2017
Rp 100.928
Hamba Allah
27 Desember 2017
Rp 79.722
Hamba Allah
28 Desember 2017
Rp 120.717
Hamba Allah
28 Desember 2017
Rp 78.069
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 50.635
IRMA YUNITA
29 Desember 2017
Rp 400.845
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 50.164
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 121.180
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 50.000
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 134.299
Hamba Allah
31 Desember 2017
Rp 3.043.535
Hamba Allah
2 Januari 2018
Rp 122.650
Nina Rasyid
1 Januari 2018
Rp 250.813
Hamba Allah
1 Januari 2018
Rp 117.935
Melissa fitriany
1 Januari 2018
Rp 500.000
Hamba Allah
3 Januari 2018
Rp 2.000.462
Hamba Allah
3 Januari 2018
Rp 200.816
wawan dwi kriswanto
3 Januari 2018
Rp 5.000.366
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 125.528
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 2.000.466
Hamba Allah
6 Januari 2018
Rp 500.777
Hamba Allah
9 Januari 2018
Rp 300.237
KIKIN KUSUMAH
11 Januari 2018
Rp 375.000
Bara Syukma
12 Januari 2018
Rp 500.665
Hamba Allah
12 Januari 2018
Rp 150.684
Hamba Allah
12 Januari 2018
Rp 70.697
Hamba Allah
16 Januari 2018
Rp 300.726
Hamba Allah
16 Januari 2018
Rp 300.865
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 425.702
agus susanto
19 Januari 2018
Rp 250.547
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 110.000
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 170.000
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 130.719
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 200.299
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 52.413
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 80.597
Hamba Allah
29 Januari 2018
Rp 20.469
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 25.993
Desta kristiyana
31 Januari 2018
Rp 100.698
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 120.751
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 78.935
Rekha maharani
1 Februari 2018
Rp 200.553
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 100.000
Silvia Fitriani
1 Februari 2018
Rp 100.901
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 100.594
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 230.701
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 3.011.037
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 75.486
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 500.909
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 500.000
Erwin Panigoro
6 Februari 2018
Rp 720.348
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 92.256
Hamba Allah
11 Februari 2018
Rp 140.825
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 325.254
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 250.701
Liza Anggraini
12 Februari 2018
Rp 250.639
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 500.889
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 150.993
Hamba Allah
14 Februari 2018
Rp 400.967
Hamba Allah
15 Februari 2018
Rp 25.962
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 15.000.615
Akbar Firdaus Adians
16 Februari 2018
Rp 500.981
Hamba Allah
18 Februari 2018
Rp 11.667
Hamba Allah
21 Februari 2018
Rp 50.732
Hamba Allah
21 Februari 2018
Rp 150.121
Hamba Allah
21 Februari 2018
Rp 100.220
Hamba Allah
21 Februari 2018
Rp 1.300.628
Hamba Allah
22 Februari 2018
Rp 127.495
Hamba Allah
23 Februari 2018
Rp 1.000.000
Hamba Allah
23 Februari 2018
Rp 20.569
Muhammad Akbar Amiruddin
23 Februari 2018
Rp 100.784
Bintang Nurul
23 Februari 2018
Rp 28.801
fitriantya
23 Februari 2018
Rp 250.372
Farouk Kartanegara
23 Februari 2018
Rp 176.880
Hamba Allah
23 Februari 2018
Rp 500.841
Hamba Allah
25 Februari 2018
Rp 360.469
Hamba Allah
25 Februari 2018
Rp 133.128
Hamba Allah
25 Februari 2018
Rp 500.204
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 600.000
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 10.637
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 70.184
Dwi Nico Himalaya
27 Februari 2018
Rp 100.232
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 175.308
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 500.513
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 113.979
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 4.000.972
Rekha maharani
27 Februari 2018
Rp 200.718
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 270.252
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 100.877
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 50.738
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 400.866
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 85.772
Desta kristiyana
2 Maret 2018
Rp 100.193
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 25.836
Sugeng Permana
28 Februari 2018
Rp 52.884
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 97.132
Achmad Rio sentana
28 Februari 2018
Rp 100.505
Rr INTAN JANUARTI
28 Februari 2018
Rp 50.311
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 250.349
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 100.682
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 225.362
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 500.101
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 600.923
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 11.936
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 135.750
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 125.857
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 50.535
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 91.611
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 67.254
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 125.670
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 100.315
rivan ichwani
2 Maret 2018
Rp 95.868
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 143.317
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 50.965
Yulmaini Tan BA
4 Maret 2018
Rp 50.514
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 200.992
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 200.166
Satyo Hastungkoro
5 Maret 2018
Rp 100.820
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 300.502
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 50.856
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 1.200.177
Hamba Allah
6 Maret 2018
Rp 100.156
Hamba Allah
6 Maret 2018
Rp 100.148
Hamba Allah
7 Maret 2018
Rp 2.500.183
Hamba Allah
7 Maret 2018
Rp 150.429
Hamba Allah
7 Maret 2018
Rp 200.209
Galih
7 Maret 2018
Rp 91.796
Ratna Indahswari Muharja
8 Maret 2018
Rp 4.702.435
JoSaFiBay
7 Maret 2018
Rp 1.300.346
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 300.889
Hamba Allah
9 Maret 2018
Rp 50.825
Hamba Allah
9 Maret 2018
Rp 500.000
Hamba Allah
9 Maret 2018
Rp 200.167
dwi nico himalaya deborah
9 Maret 2018
Rp 50.672
Hamba Allah
9 Maret 2018
Rp 700.415
Hamba Allah
9 Maret 2018
Rp 150.258
Hamba Allah
9 Maret 2018
Rp 1.125.000
Hamba Allah
11 Maret 2018
Rp 100.000
Neysha Adzhani
12 Maret 2018
Rp 2.160.655
Hamba Allah
15 Maret 2018
Rp 300.136
Hamba Allah
15 Maret 2018
Rp 37.675
Revita Dewi
15 Maret 2018
Rp 1.000.838
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 10.266
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 450.989
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 50.201
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 2.000.977
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 500.566
Hamba Allah
17 Maret 2018
Rp 375.310
Hamba Allah
18 Maret 2018
Rp 500.817
Hamba Allah
19 Maret 2018
Rp 1.000.489
Hamba Allah
19 Maret 2018
Rp 150.126
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 175.392
Hamba Allah
22 Maret 2018
Rp 1.000.984
Hamba Allah
22 Maret 2018
Rp 50.508
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 100.558
Asih Anindya
23 Maret 2018
Rp 1.000.000
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 100.610
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 475.984
Edra Putri A.
24 Maret 2018
Rp 37.440
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 200.139
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 100.154
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 350.305
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 68.163
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 1.000.155
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 200.993
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 86.928
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 175.898
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 481.665
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 300.209
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 100.890
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 300.194
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 150.000
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 307.227
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 234.727
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 150.988
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 132.774
Fika Aprilia
28 Maret 2018
Rp 165.215
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 75.535
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 130.680
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 300.106
agung n
29 Maret 2018
Rp 300.673
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 267.624
Pipin Gunawan
29 Maret 2018
Rp 300.248
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 100.650
Dinny Aprilia Listiani
28 Maret 2018
Rp 150.800
Rekha maharani
29 Maret 2018
Rp 200.289
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 137.839
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 100.126
Rr INTAN JANUARTI
29 Maret 2018
Rp 50.790
Achmad Rio sentana
29 Maret 2018
Rp 120.309
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 200.927
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 375.237
Hamba Allah
30 Maret 2018
Rp 1.000.203
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 50.900
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 150.139
Hamba Allah
1 April 2018
Rp 113.183
Hamba Allah
1 April 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
1 April 2018
Rp 250.000
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 71.464
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 180.635
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 200.404
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 100.840
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 2.000.275
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 80.488
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 157.935
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 200.743
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 100.516
Hamba Allah
5 April 2018
Rp 25.578
Hamba Allah
5 April 2018
Rp 25.696
Hamba Allah
5 April 2018
Rp 125.423
Septi Harsi Anggraeni
5 April 2018
Rp 100.443
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 300.688
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 200.547
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 200.709
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 800.828
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 500.586
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 300.890
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 92.410
Hamba Allah
8 April 2018
Rp 250.381
Edra Putri A.
8 April 2018
Rp 157.436
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 200.273
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 11.832
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 350.421
Hamba Allah
10 April 2018
Rp 110.828
Hamba Allah
10 April 2018
Rp 25.165
Mila Anggraeni
12 April 2018
Rp 500.434
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 300.797
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 200.342
Hamba Allah
15 April 2018
Rp 110.259
Hamba Allah
16 April 2018
Rp 25.570
Hamba Allah
17 April 2018
Rp 550.926
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 350.623
Andri Setyawan
20 April 2018
Rp 460.725
Hamba Allah
21 April 2018
Rp 300.238
Weni P.
23 April 2018
Rp 928.901
Hamba Allah
24 April 2018
Rp 356.780
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 1.100.374
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 265.176
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 350.871
Muhammad Akbar Amiruddin
25 April 2018
Rp 150.950
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 115.847
Ayu purnama
26 April 2018
Rp 510.704
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 2.000.598
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 350.748
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 130.550
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 100.922
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 132.879
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 500.395
Amirul Mukminin
27 April 2018
Rp 500.552
Hamba Allah
28 April 2018
Rp 102.744
Hamba allah
29 April 2018
Rp 89.331
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 345.938
agus susanto
29 April 2018
Rp 270.698
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 100.956
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 25.280
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 320.132
Indra Bayu Kamajaya
30 April 2018
Rp 218.979
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 165.737
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 200.193
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 3.000.254
Rio Sentana
30 April 2018
Rp 140.619
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 300.932
Revita Dewi
30 April 2018
Rp 500.416
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 150.355
Jamal Ibadduddin
2 Mei 2018
Rp 910.000
Hamba Allah
1 Mei 2018
Rp 60.257
Heri Herdian P
1 Mei 2018
Rp 50.303
Hamba Allah
2 Mei 2018
Rp 75.582
Hamba Allah
2 Mei 2018
Rp 100.451
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 300.326
Yessica
3 Mei 2018
Rp 200.111
andriansyah
3 Mei 2018
Rp 1.000.196
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 65.169
Denny Herdian Ardiwinata
4 Mei 2018
Rp 2.927.447
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 200.756
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 50.920
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 275.000
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 250.416
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 200.741
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 200.433
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 300.786
tondi setiawan lubis
5 Mei 2018
Rp 100.128
Rosita Sri Rahmanti
5 Mei 2018
Rp 106.000
Hamba Allah
5 Mei 2018
Rp 50.812
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 106.494
Galih kartiwa
7 Mei 2018
Rp 90.133
Hamba Allah
8 Mei 2018
Rp 50.192
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 200.886
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 200.336
Hamba Allah
8 Mei 2018
Rp 150.806
Hamba Allah
8 Mei 2018
Rp 70.289
Hamba Allah
9 Mei 2018
Rp 171.974
Hamba Allah
11 Mei 2018
Rp 50.134
Yuni Mulyanto
11 Mei 2018
Rp 195.256
Niken Novia
11 Mei 2018
Rp 150.970
Hamba Allah
12 Mei 2018
Rp 250.392
SPICA ADHARA
15 Mei 2018
Rp 100.214
Hamba Allah
15 Mei 2018
Rp 1.205.225
Hamba Allah
16 Mei 2018
Rp 1.500.825
Hamba Allah
15 Mei 2018
Rp 300.175
Titin Lestari
16 Mei 2018
Rp 400.110
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 100.447
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 300.890
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 67.822
Hamba Allah
18 Mei 2018
Rp 92.426
Hamba Allah
20 Mei 2018
Rp 380.000
Hamba Allah
21 Mei 2018
Rp 365.232
Hamba Allah
23 Mei 2018
Rp 57.723
Hamba Allah
24 Mei 2018
Rp 357.333
Hamba Allah
24 Mei 2018
Rp 1.000.706
Hamba Allah
25 Mei 2018
Rp 150.117
Hamba Allah
26 Mei 2018
Rp 150.649
Hamba Allah
26 Mei 2018
Rp 600.661
Jamal Ibad
26 Mei 2018
Rp 498.149
singgih dwi saputro
26 Mei 2018
Rp 250.639
Hamba Allah
26 Mei 2018
Rp 130.848
Hamba Allah
26 Mei 2018
Rp 103.824
Hamba Allah
27 Mei 2018
Rp 3.000.792
Hamba Allah
29 Mei 2018
Rp 100.912
Hamba Allah
28 Mei 2018
Rp 50.667
Hamba Allah
28 Mei 2018
Rp 69.004
Jamal Ibad
29 Mei 2018
Rp 80.482
Indra Bayu Kamajaya
29 Mei 2018
Rp 450.378
Hamba Allah
29 Mei 2018
Rp 1.000.149
Hamba Allah
29 Mei 2018
Rp 350.401
Fasya Yosifa
29 Mei 2018
Rp 102.288
Hamba Allah
29 Mei 2018
Rp 100.891
Dimas
30 Mei 2018
Rp 320.314
Hamba Allah
30 Mei 2018
Rp 150.193
Hamba Allah
30 Mei 2018
Rp 100.907
Hamba Allah
31 Mei 2018
Rp 7.000.230
Hamba Allah
31 Mei 2018
Rp 25.345
Hamba Allah
31 Mei 2018
Rp 1.125.672
Hamba Allah
31 Mei 2018
Rp 250.607
Hamba Allah
31 Mei 2018
Rp 456.356
Mulyadi Effendi
31 Mei 2018
Rp 150.464
Hamba Allah
1 Juni 2018
Rp 105.349
Achmad rio sentana
1 Juni 2018
Rp 120.113
Hamba Allah
1 Juni 2018
Rp 200.448
Hamba Allah
1 Juni 2018
Rp 200.380
Hamba Allah
1 Juni 2018
Rp 500.920
Jumita
1 Juni 2018
Rp 150.468
Indra Bayu Kamajaya
2 Juni 2018
Rp 125.823
Hamba Allah
2 Juni 2018
Rp 250.795
Hamba Allah
2 Juni 2018
Rp 309.529
Hamba Allah
3 Juni 2018
Rp 550.281
Hamba Allah
3 Juni 2018
Rp 5.000.604
Hamba Allah
3 Juni 2018
Rp 928.196
Heri Herdian P
3 Juni 2018
Rp 100.727
Muhammad Aldi Witjaksono
3 Juni 2018
Rp 250.133
tondi setiawan lubis
4 Juni 2018
Rp 100.572
G Heryawan Indrayatna
4 Juni 2018
Rp 525.433
Alamsyah Pradana
4 Juni 2018
Rp 1.000.669
Fitri Rahmayani
4 Juni 2018
Rp 1.200.202
HENDRA GUNAWAN
4 Juni 2018
Rp 3.300.370
Hamba Allah
4 Juni 2018
Rp 228.223
Hamba Allah
5 Juni 2018
Rp 125.236
Hamba Allah
5 Juni 2018
Rp 5.000.415
Hamba Allah
6 Juni 2018
Rp 240.447
Hamba Allah
5 Juni 2018
Rp 50.361
Hamba Allah
5 Juni 2018
Rp 50.480
wawan dwi kriswanto
5 Juni 2018
Rp 2.000.281
Hamba Allah
6 Juni 2018
Rp 218.681
Hamba Allah
6 Juni 2018
Rp 200.141
Hamba Allah
7 Juni 2018
Rp 1.650.245
Reni oktaviani
7 Juni 2018
Rp 55.817
Ivan Malik
7 Juni 2018
Rp 2.000.591
Hamba Allah
8 Juni 2018
Rp 327.722
SPICA ADHARA
8 Juni 2018
Rp 100.375
Hamba Allah
8 Juni 2018
Rp 300.297
Hamba Allah
8 Juni 2018
Rp 175.398
Agustiawaty
8 Juni 2018
Rp 160.109
Hamba Allah
9 Juni 2018
Rp 2.625.587
Hamba Allah
9 Juni 2018
Rp 288.121
Hamba Allah
9 Juni 2018
Rp 800.388
Hamba Allah
9 Juni 2018
Rp 500.471
Hamba Allah
9 Juni 2018
Rp 1.000.768
Hamba Allah
9 Juni 2018
Rp 35.710
Hamba Allah
10 Juni 2018
Rp 2.350.705
Hamba Allah
10 Juni 2018
Rp 200.508
Hamba Allah
11 Juni 2018
Rp 5.000.672
Hamba Allah
11 Juni 2018
Rp 270.892
Hamba Allah
11 Juni 2018
Rp 500.237
Hamba Allah
12 Juni 2018
Rp 250.540
Hamba Allah
12 Juni 2018
Rp 200.386
Hamba Allah
12 Juni 2018
Rp 130.508
Hamba Allah
12 Juni 2018
Rp 6.900.114
Hamba Allah
12 Juni 2018
Rp 10.000.926
Hamba Allah
12 Juni 2018
Rp 200.533
Hamba Allah
12 Juni 2018
Rp 1.000.348
Hamba Allah
12 Juni 2018
Rp 3.476.179
Hamba Allah
13 Juni 2018
Rp 2.000.834
Hamba Allah
13 Juni 2018
Rp 500.591
Nelli
13 Juni 2018
Rp 75.843
Hamba Allah
13 Juni 2018
Rp 251.341
Hamba Allah
14 Juni 2018
Rp 1.500.364
Hamba Allah
13 Juni 2018
Rp 71.180
Hamba Allah
14 Juni 2018
Rp 2.000.578
Hamba Allah
14 Juni 2018
Rp 2.000.148
Hamba Allah
14 Juni 2018
Rp 1.300.872
Hamba Allah
14 Juni 2018
Rp 1.000.581
Titis s juwandar
14 Juni 2018
Rp 336.132
Erwin Panigoro
14 Juni 2018
Rp 500.887
Kurniawan Eka Saputra
14 Juni 2018
Rp 150.947
Fitzroy Gastrobar
20 Juni 2018
Rp 838.498
Hamba Allah
22 Juni 2018
Rp 200.237
Yuli Yani
24 Juni 2018
Rp 225.858
Muhammad Akbar Amiruddin
25 Juni 2018
Rp 100.482
Hamba Allah
26 Juni 2018
Rp 65.723
Hamba Allah
26 Juni 2018
Rp 175.223
Hamba Allah
26 Juni 2018
Rp 500.740
Hamba Allah
26 Juni 2018
Rp 250.480
Hamba Allah
26 Juni 2018
Rp 1.125.823
Rudi Sitepu
26 Juni 2018
Rp 350.398
Jamal Ibad
27 Juni 2018
Rp 280.554
Hamba Allah
27 Juni 2018
Rp 500.483
Hamba Allah
28 Juni 2018
Rp 1.200.904
Hamba Allah
28 Juni 2018
Rp 187.884
Khoirul Rifai
28 Juni 2018
Rp 75.508
Flashinta Tami Rushandy
28 Juni 2018
Rp 295.503
Hamba Allah
28 Juni 2018
Rp 33.661
Alisha jasmin
28 Juni 2018
Rp 100.198
Desta Arya Bima
28 Juni 2018
Rp 22.133
Hamba Allah
29 Juni 2018
Rp 410.271
Hamba Allah
29 Juni 2018
Rp 125.109
Hamba Allah
29 Juni 2018
Rp 176.939
Hamba Allah
29 Juni 2018
Rp 1.000.193
Hamba Allah
29 Juni 2018
Rp 240.381
Hamba Allah
29 Juni 2018
Rp 250.477
Indra Bayu Kamajaya
29 Juni 2018
Rp 180.369
Hamba Allah
30 Juni 2018
Rp 100.713
Hamba Allah
30 Juni 2018
Rp 200.382
Hamba Allah
1 Juli 2018
Rp 200.111
Hamba Allah
1 Juli 2018
Rp 110.661
Hamba Allah
1 Juli 2018
Rp 220.637
Hamba Allah
2 Juli 2018
Rp 110.956
Hamba Allah
2 Juli 2018
Rp 200.972
Hamba Allah
2 Juli 2018
Rp 50.119
endah cahyani
2 Juli 2018
Rp 489.219
Hamba Allah
2 Juli 2018
Rp 50.685
Hamba Allah
2 Juli 2018
Rp 100.746
Hamba Allah
2 Juli 2018
Rp 250.878
Hamba Allah
2 Juli 2018
Rp 180.637
Hamba Allah
2 Juli 2018
Rp 250.331
Hamba Allah
2 Juli 2018
Rp 120.799
Hamba Allah
3 Juli 2018
Rp 500.438
Fajar Tri Nugroho
3 Juli 2018
Rp 100.657
Hamba Allah
3 Juli 2018
Rp 100.841
Hamba Allah
3 Juli 2018
Rp 217.909
Hamba Allah
3 Juli 2018
Rp 800.601
Hamba Allah
4 Juli 2018
Rp 300.257
Hamba Allah
4 Juli 2018
Rp 300.729
Hamba Allah
4 Juli 2018
Rp 100.891
Hamba Allah
4 Juli 2018
Rp 268.026
Hamba Allah
4 Juli 2018
Rp 150.165
Hamba Allah
5 Juli 2018
Rp 15.000.898
Hamba Allah
5 Juli 2018
Rp 600.407
Hamba Allah
5 Juli 2018
Rp 75.473
Hamba Allah
5 Juli 2018
Rp 35.769
Hamba Allah
5 Juli 2018
Rp 1.500.318
Hamba Allah
5 Juli 2018
Rp 150.136
Hamba Allah
5 Juli 2018
Rp 60.129
Hamba Allah
6 Juli 2018
Rp 50.401
Hamba Allah
6 Juli 2018
Rp 325.807
Hamba Allah
6 Juli 2018
Rp 200.170
Hamba Allah
6 Juli 2018
Rp 200.866
Hamba Allah
6 Juli 2018
Rp 300.250
Hamba Allah
6 Juli 2018
Rp 93.297
Hamba Allah
8 Juli 2018
Rp 245.000
Hamba Allah
7 Juli 2018
Rp 100.715
Hamba Allah
7 Juli 2018
Rp 150.480
Hamba Allah
8 Juli 2018
Rp 28.189
Sherli Pramudhita
9 Juli 2018
Rp 186.879
Heri Herdian P
9 Juli 2018
Rp 50.165
Hamba Allah
9 Juli 2018
Rp 50.601
tondi setiawan lubis
9 Juli 2018
Rp 100.583
Kurniawan Eka Saputra
9 Juli 2018
Rp 200.602
Hamba Allah
10 Juli 2018
Rp 200.322
Alifputra Etienne
11 Juli 2018
Rp 175.578
Hamba Allah
11 Juli 2018
Rp 4.000.277
Hamba Allah
12 Juli 2018
Rp 76.974
Hamba Allah
12 Juli 2018
Rp 115.880
Hamba Allah
12 Juli 2018
Rp 350.796
Hamba Allah
14 Juli 2018
Rp 1.750.422
Hamba Allah
13 Juli 2018
Rp 150.495
ISNAWATI
13 Juli 2018
Rp 45.965
Agung Irfan Rachmadi
14 Juli 2018
Rp 200.587
Hamba Allah
15 Juli 2018
Rp 25.956
SPICA ADHARA
15 Juli 2018
Rp 100.639
Hamba Allah
15 Juli 2018
Rp 1.000.357
Hamba Allah
16 Juli 2018
Rp 200.225
Rr INTAN JANUARTI
17 Juli 2018
Rp 50.637
Hamba Allah
19 Juli 2018
Rp 2.000.000
Digdo Vilar
19 Juli 2018
Rp 135.375
Hamba Allah
19 Juli 2018
Rp 150.858
Hamba Allah
20 Juli 2018
Rp 50.921
Hamba allah
20 Juli 2018
Rp 16.227

Total Muzaki : 499 orang