Detail Layanan

zakat maal

Zakat Perniagaan

Dana Terhimpun : Rp 14.501.029


Rp


UPDATE LAPORAN TERBARU
20 Januari 2018

Bantuan Material untuk Masjid Siti Maryam Pekanbaru

Rumah Yatim Cabang Riau memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Siti Maryam di Jalan Pinang RW 05, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan, Pekanbaru, Kamis (18/1). Bantuan ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam mendukung pembangunan fasilitas publik.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, bantuan ini merupakan program dari Direktorat Kemandirian Yatim dan Dhuafa, yaitu bantuan renovasi masjid dan mushola. Bantuan Rumah Yatim tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Darwis.

Ramdan menambahkan, Masjid Siti Maryam dipilih karena proses pembangunan tersebut dimulai dari awal. Sehingga bantuan Rumah Yatim diharapkan bisa mempercepat proses pembangunan. Selain itu, dengan bantuan yang diberikan bisa membantu mengurangi kebutuhan pembangunan masjid tersebut.

"Kita dari Rumah Yatim berharap pembangunan masjid tersebut bisa cepat selesai," papar Ramdan.

Selain itu, Burhan berharap dengan diberikannya bantuan tersebut bisa berefek positif bagi Rumah Yatim. Sehingga, Rumah Yatim bisa selalu menjalin silaturahmi dengan semua kalangan. Selain itu, tambah dia, sambutan hangat dari masyarakat dan pengurus masjid terasa saat bantuan diserahkan kepada panitia.

"Masyarakat yang ada di sekitar lingkungan masjid merasa senang dengan datangnya kita ke tempat mereka," papar Ramdan.

Rumah Yatim selain sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang menerima, mengolah, dan menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun dana sosial lainnya, aktif pula dalam kegiatan sosial. Salah satunya membantu dalam percepatan pembanguan fasilitas umum, yaitu masjid maupun fasilitas lainnya.

 

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)


Deskripsi Layanan


Ulama-ulama fikih menamakan zakat perniagaan dengan istilah “Harta Benda Perdagangan” (Arudz al Tijaroh), yakni: Semua yang diperuntukkan untuk dijual selain uang kontan dalam berbagai jenisnya, meliputi alat-alat, barang-barang, pakaian, makanan, perhiasan, binatang, tumbuhan, tanah, rumah, dan barang-barang tidak bergerak maupun bergerak lainnya.

Landasan Hukum

Menurut Ibnu Arabi dalam Syarh at-Turmizi Jilid 2 hal 104 bahwa ayat “pungutlah zakat dari kekayaan mereka” (QS. 9:103) itu berlaku menyeluruh atas semua kekayaan, bagaimanapun jenis, nama, dan tujuannya. Orang yang ingin mengecualikan salah satu jenis haruslah mampu mengemukakan satu landasan. (Hukum Zakat hal. 301)

Abu Dzar “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Unta ada sedekahnya, kambing ada sedekahnya, dan pakaian juga ada sedekahnya” (Ibnu Hazm, Al-Muhalla, jilid 5: 234-235). Pakaian (al-Baz) menurut al-Qomus berarti baju, peralatan rumah tangga, dan sebagainya, yang meliputi kemeja, perabot, peralatan dapur. Dan wajib zakat atas nilai harganya apabila diinvestasikan dan diperjualbelikan

Ketentuan

  • Berlalu masanya setahun
  • Mencapai nishob 85 gr emas
  • Bebas dari hutang
  • Kadar zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 %
  • Dapat dibayarkan dengan uang atau barang

 

Cara Perhitungan

(Modal+Keuntungan+Piutang)  – (Hutang+Kerugian) x 2,5%

Contoh:

Bapak Ahmad  seorang pedagang warung kelontong, ia memiliki aset (modal) sebanyak Rp 10.000.000,- setiap bulannya ia mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp 3.000.000,- /bulan. Usaha itu ia mulai pada bulan Januari 2010, setelah berjalan 1 tahun pada bulan tersebut ia mempunyai piutang yang dapat dicairkan sebesar Rp 5.000.000,- dan hutang yang harus ia bayar pada bulan tersebut sebesar Rp 3.00.000,-.

Jawaban:

  • Zakat dagang dianalogikan kepada zakat emas, nishabnya adalah 85gr emas, mencapai haul dan dengan tarif 2,5%
  • Aset atau modal yang dimiliki Rp 10.000.000,-
  • Keuntungan setiap bulan Rp 3.000.000,- x 12 = 36.000.000,-
  • Piutang sejumlah Rp 5.000.000,-
  • Hutang sejumlah Rp 3.000.000,-
  • Penghitungan zakatnya adalah: (Modal + untung + piutang ) – (hutang ) x 2,5%= zakat
  • (10.000.000 + 36.000.000 + 3.000.000) – (3.000.000,-) x 2,5% = Rp 1.200.000 ,-
  • Jadi zakatnya adalah Rp 1.750.000

 

UPDATE #4
20 Januari 2018

Bantuan Material untuk Masjid Siti Maryam Pekanbaru

Rumah Yatim Cabang Riau memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Siti Maryam di Jalan Pinang RW 05, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan, Pekanbaru, Kamis (18/1). Bantuan ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam mendukung pembangunan fasilitas publik.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, bantuan ini merupakan program dari Direktorat Kemandirian Yatim dan Dhuafa, yaitu bantuan renovasi masjid dan mushola. Bantuan Rumah Yatim tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Darwis.

Ramdan menambahkan, Masjid Siti Maryam dipilih karena proses pembangunan tersebut dimulai dari awal. Sehingga bantuan Rumah Yatim diharapkan bisa mempercepat proses pembangunan. Selain itu, dengan bantuan yang diberikan bisa membantu mengurangi kebutuhan pembangunan masjid tersebut.

"Kita dari Rumah Yatim berharap pembangunan masjid tersebut bisa cepat selesai," papar Ramdan.

Selain itu, Burhan berharap dengan diberikannya bantuan tersebut bisa berefek positif bagi Rumah Yatim. Sehingga, Rumah Yatim bisa selalu menjalin silaturahmi dengan semua kalangan. Selain itu, tambah dia, sambutan hangat dari masyarakat dan pengurus masjid terasa saat bantuan diserahkan kepada panitia.

"Masyarakat yang ada di sekitar lingkungan masjid merasa senang dengan datangnya kita ke tempat mereka," papar Ramdan.

Rumah Yatim selain sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang menerima, mengolah, dan menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun dana sosial lainnya, aktif pula dalam kegiatan sosial. Salah satunya membantu dalam percepatan pembanguan fasilitas umum, yaitu masjid maupun fasilitas lainnya.

 

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)

UPDATE #3
18 Januari 2018

2.012 Da'i Terima Santunan Rumah Yatim Selama Tahun 2017

Direktorat Pemberdayaan Rumah Yatim menyalurkan santunan da’i untuk 2.012 orang selama tahun 2017, yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Angka tersebut merupakan angka tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya. 

Menurut Direktur Pemberdayaan Rumah Yatim Timbul Yuwono menjelaskan, santunan da’i ini merupakan program khusus untuk da’i yang berada dalam kategori tidak beruntung secara finansial, tidak seperti seorang da’i terkenal yang mendapat bayaran tinggi. “Santunan da’i ini program khusus untuk da'i yang dhuafa atau tidak beruntung secara finansial,” tuturnya. 

Realisasi program santunan da’i ini, menurutnya dikarenakan Rumah Yatim berdiri di tanah pasundan, sehingga yang menjadi fokus realisasi program pada tahun ini ialah wilayah Jawa Barat. Persentasenya 20 persen, serta sisanya direalisasikan merata tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan, Banten dan Bali. 

“Realisasi program santunan da'i ini, kita tumbuh di tanah pasundan, sehingga fokus kita memang untuk tahun ini lebih kepada Jabar, persentasenya 20 di Jabar, sisanya tersebar,” ungkapnya. 

Hasil rekap data tabel penyaluran menunjukkan, kata Timbul, pada bulan Februari merupakan penyaluran santunan da’i tertinggi sekitar 320 orang.

“Yang paling banyak di bulan Februari, yang memang hampir semua merata, porsinya untuk santunan da'i terbesar di daerah Jawa Barat,” imbuhnya saat diwawancarai, Selasa (16/1). 

Menurutnya, da’i ini merupakan ujung tombak dalam perkembangan peradaban zaman, mereka tidak mematok bayaran dalam dakwahnya, lebih kepada ikhlas dan tawakal. Maka dari itu, perlu mendapat perhatian khusus dari Laznas lainnya, salah satunya Rumah Yatim. Hal ini tidak menyurutkan langkah Rumah Yatim dalam menyejahterakan da’i yang masuk dalam kategori mustahik fisabilillah.

“Kita sebagai Laznas, bulan Juni 2017,  tidak menyurutkan langkah kami untuk membantu mereka, da’i di sini termasuk dalam kategori mustahik fisabilillah,” terangnya. 

Adapun rencana program di tahun 2018 ini, ia mengatakan, Rumah Yatim akan fokus melangkah ke wilayah pelosok bagian timur Indonesia. Tujuannya untuk mensupport da’i-da’i agar tetap semangat dalam mensyiarkan agama Islam. Hal ini juga menjadi basis dari program Rumah Yatim dengan memperluas jaringan hingga ke wilayah timur Indonsia. 

“Planning program santuan da'i, untuk di tahun 2018, kita ingin melangkah ke daerah pelosok, kita akan fokus mensupport da’i untuk tidak patah semangat dalam mensyiarkan agama Islam,” paparnya. 

Ia berharap dengan adanya program santunan da’i yang digulirkan oleh Rumah Yatim ini, dapat menjadi semangat baru untuk para da’i, bahwa Rumah Yatim senantiasa berdiri di belakang untuk memperhatikan nasibnya. Selain itu, dengan memberikan program jangka panjang ini, dapat memberikan stimulus yang baik untuk menumbuhkan ekonomi kreatif.


#FiiSabilillah

UPDATE #2
12 Januari 2018

Lansia dan Yatim Mekarsari Terima Santunan Biaya Hidup

Direktorat Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, menyalurkan bantuan biaya hidup kepada masyarakat di Kp. Mekarsari RT 001/021, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (10/1). Santunan ini diberikan untuk 20 Lansia dan Anak Yatim.

Penyaluran ini merupakan salah satu program Rumah Yatim bantuan peduli sesama, berupa biaya hidup, yang sebelumnya sudah pernah disalurkan tiga kali santunan, karena mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai kuli bangunan dan pemulung. 

Menurut Teknisi Lapangan Area Jawa Barat, Budi menuturkan santunan diberikan untuk membantu meringankan beban warga Mekarsari dalam hal kebutuhan sehari-hari. 

"Untuk membantu meringankan beban mereka dalam hal kebutuhannya sehari-hari," tuturnya.

Lingkungan yang kumuh, masyarakat menempati lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Kota Bandung. Rumah Yatim sebagai Lembaga yang menghimpun dana zakat dari masyarakat, berencana akan melaksanakan program pembuatan sarana publik, berupa renovasi masjid atau madrasah dan MCK (mandi, cuci, kakus). 

"Rancangan program ke depan nya kita akan membuat sarana publik berupa renovasi masjid atau madrasah serta pembuatan mck," papar Budi kepada Jurnalis Rumah Yatim.

Ia berharap bisa terus membantu dan bersinergi dengan masyarakat Mekarsari, dikarenakan kondisi ekonomi yang berada di bawah garis kemiskinan, serta kondisi lingkungan yang kumu. Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) bisa terus membina warga daerah tersebut, untuk kehidupan yang layak. 

"Kita bisa terus membantu dan bersinergi di daerah sana karena kondisi ekonominya yang kurang, serta kondisi lingkungannya sangat kumuh karena berada di bekas tempat pembuangan sampah Kota Bandung. Kita mengharapkan warga desa di sana menjadi daerah warga binaan Rumah Yatim," tutupnya.


"Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." – (Q.S At-Talaq: 4)

#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #1
8 Januari 2018

Rumah Yatim Kalimantan Resmikan Kantor Layanan Zakat

Rumah Yatim Cabang Kalimantan meresmikan kantor layanan zakat di Jalan Pangeran Hidayatullah No. 35 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (7/1). Kantor layanan zakat ini diresmikan oleh Walikota Banjarmasin yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

Manajer Area Kalimantan Indra Abdullah mengungkapkan, hadirnya kantor layanan zakat di Kalimantan ini, merupakan salah satu program kerja yang bersinergitas dengan pemerintah setempat. Hal ini untuk mengajak lapisan masyarakat membantu permasalahan sosial, ekonomi, kesehatan dan pendidikan di Kota Banjarmasin. 

“Kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk saling bahu membahu membantu permasalahan ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan di Kota Banjarmasin ini,” paparnya, Minggu (7/1). 

Peresmian dimulai oleh pembacaan ayat suci Alquran, saritilawah, sambutan, pembacaan puisi, marhabaan oleh 15 anak dan pemotongan pita sebagai simbolis peresmian oleh Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Esya Zein.

Ia menambahkan dalam peresmian tersebut, Rumah Yatim mengundang 60 mustahik, yang terdiri dari 35 fakir miskin. Bantuan yang diberikan berupa bantuan sembako untuk lansia dan untuk anak-anak diberikan santunan yatim dan dhuafa kepada 25 anak. 

Indra berharap, dengan kehadiran Rumah Yatim di daerah tersebut dapat memberikan dampak positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk bisa membantu terciptanya lingkungan yang lebih baik, khususnya bagi kaum dhuafa dan anak-anak.

“Semoga kehadiran Rumah Yatim ini bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat,” imbuhnya. Peresmian kantor layanan zakat ini juga, sekaligus peresmian Pusat Pengembangan Potensi Anak Rumah Yatim.


"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka."(QS. At-Taubah :103)


#ZakatUntukPerubahan

Tanggal Nominal
Hamba Allah
7 Januari 2018
Rp 7.500.873
Hamba Allah
7 Januari 2018
Rp 7.000.156

Total muzaki : 2 orang