Cerita Penggalangan Dana
“Dengan keadaan fisik saya yang tidak sempurna, sangat sulit mendapatkan pekerjaan, hanya bisa yang saya mampu" lirih Abah.

Abah Qosim dengan kedua kakinya yang kecil dan tidak berfungsi dengan normal, mengandalkan kedua tangan yang menjadi tumpuan ketika berjalan.
Ia hanya bisa merangkak ketika hendak beraktivitas, tanggung jawab akan menafkahi anak istri tetap ia jalankan. Abah kerja sebagai buruh tani.

Dengan kemampuan yang ada, ia pun terus berjuang dengan memanfaatkan lahan milik perhutani dengan menanam jagung atau sayuran dengan harapan hasil tanaman bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan.
“Paling saya menanam jagung atau kacang panjang, nanti hasilnya dijual ke warga sekitar, walau lama menunggu panen tapi setidaknya punya harapan"

Abah Qosim dan keluarga baru 3 tahun menempati gubuk yang berdekatan dengan warga, sebelumnya ia tinggal di tengah hutan dekat dengan lahan yang ia garap, namun karena masyarakat melihatnya iba, berinisiatif memindahkan dan menempatkan tidak jauh dari pemukiman dan jalan umum.
"Sebelumnya saya sama anak dan istri tinggal di hutan sekitar 1 KM dari sini, alhamdulillah warga melihat saya kasihan dan membuatkan gubuk disini, walau masih tanah milik perhutani tapi saya lebih dekat ke jalan umum”
Abah Qosim memiliki 3 anak, namun anak pertama dan kedua sudah tinggal jauh dan sudah menikah, sedangkan anak bungsunya terpaksa harus putus sekolah karena kendala biaya.
"Sebelumnya saya sama anak dan istri tinggal di hutan sekitar 1 KM dari sini, alhamdulillah warga melihat saya kasihan dan membuatkan gubuk disini, walau masih tanah milik perhutani tapi saya lebih dekat ke jalan umum”
Abah Qosim memiliki 3 anak, namun anak pertama dan kedua sudah tinggal jauh dan sudah menikah, sedangkan anak bungsunya terpaksa harus putus sekolah karena kendala biaya.

“Anak yang dua sudah menikah namun ekonomi nya juga sama , sedangkan yang bungsu harus putus sekolah , karena biaya, walau sekolah gratis tapi kebutuhan lainya saya gak sanggup”
Abah Qosim dalam berjuang tidak sendiri, ia bersama anak istrinya mengolah tanaman, namun hasil dari bercocok tanam sangatlah tidak bisa mencukupi untuk kebutuhannya.
Abah Qosim dalam berjuang tidak sendiri, ia bersama anak istrinya mengolah tanaman, namun hasil dari bercocok tanam sangatlah tidak bisa mencukupi untuk kebutuhannya.

“Kalau dari tanaman sayuran tidak tentu , apalagi hanya sedikit, paling kalau jual kacang panjang dapat Rp20.000 itu pun tidak tiap hari panen, paling seminggu sekali”
#PejuangKebaikan, yuk bantu Abah Qosim di tengah keterbatasannya dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Disclaimer :
Fundrising ini merupakan bagian dari Program Sosial dan Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (0813-1255-7811) / (0821-3211-5439)
#PejuangKebaikan, yuk bantu Abah Qosim di tengah keterbatasannya dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Disclaimer :
Fundrising ini merupakan bagian dari Program Sosial dan Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (0813-1255-7811) / (0821-3211-5439)
Selengkapnya
Disclaimer: Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.