Cerita Penggalangan Dana
“Pisang…. Pisangg…. Pisanggg”
“Pisangnyaa bapak ibuu …."
“Pisangnyaa bapak ibuu …."

Suara lirih itu selalu terdengar setiap hari di sepanjang jalan. Dipagi hari kakek Saman pria lansia yang kini sudah berusia 82 tahun harus keliling menusuri perkampungan hingga jalan raya di daerah rawa buntu tangerang selatan, ia menjajakan barang dagangannya yakni buah pisang. Kakek saman selalu berjalan kaki sejauh 5 km demi barang dagangan yang ia jual laku dan habis terjual.


Pisang yang ia jual saat ini merupakan milik orang lain kemudian kakek jual kembali dengan cara sistem bagi hasil. Pisang yang ambil dibandrol harga 3 ribu rupiah kemudian ia jual 5 ribu rupiah dengan itu berarti kakek hanya mengantongi keuntungan sebesar 2 ribu rupiah per sisir. Dalam sehari barang dagangan kakek hanya laku terjual 10 sisir bahkan pernah dan sering pisang nya tidak laku terjual namun itu tidak menyulutkan kakek untuk putus semangat.

Saat ini kakek tinggal di sebuah kontrakan yang sangat tidak layak dihuni, karena didalamnya sangat kumuh dipenuhi oleh barang-barang bekas seperti kardus, karung dan sisa-sisa makanan bahkan banyak hewan yang masuk kedalam kontrakan yang bisa menimbulkan penyakit. Sampai saat ini kakek pun masih memiliki tunggakan kontrakan yang belum terbayar 2 bulan sebesar 1,2 juta rupiah dan apabila tidak dibayar kakek saman terpaksa akan diusir dari kontrakan. Istri kakek saman sendiri sudah meninggal sejak 1 tahun yang lalu akibat terjatuh dikamar mandi dan dari hasil pernikahan nya kakek saman tidak dikaruniai anak.
Untuk kesehatan kakek pun saat ini sangat memprihatinkan karena kakek memiliki penyakit hipertensi dan kolesterol yang akut. Kakek hanya bisa mengkonsumsi obat warung karena untuk berobat tidak memiliki biaya dan tidak meimiliki BPJS. apabila penyakitnya kumat kakek hanya bisa tertidur dikontrakan dan itu berarti kakek tidak berjualan.
Untuk kesehatan kakek pun saat ini sangat memprihatinkan karena kakek memiliki penyakit hipertensi dan kolesterol yang akut. Kakek hanya bisa mengkonsumsi obat warung karena untuk berobat tidak memiliki biaya dan tidak meimiliki BPJS. apabila penyakitnya kumat kakek hanya bisa tertidur dikontrakan dan itu berarti kakek tidak berjualan.

Dalam sehari kakek hanya makan 1 kali bahkan kakek sampai berpuasa selama 3 hari karena tidak memiliki uang untuk beli makan dan kakek hanya mengkonsumsi air putih. Dan untuk gerobak yang saat ini ia pakai untuk berjualan merupakan milik orang lain yang ia sewa dalam sehari 10 ribu rupiah, oleh karena itu kakek berharap memiliki gerobak sendiri agar nantinya tidak memikirkan untuk membayar cicilan pinjaman gerobak ke orang lain. Dan kakek berharap kakek bisa memiliki hidup yang layak yang bisa memberikan kebahagiaan dan senyuman di akhir masa hidupnya saat ini.
#PejuangKebaikan, yuk bantu Abah Saman hidup layak di masa senjanya dengan cara :
#PejuangKebaikan, yuk bantu Abah Saman hidup layak di masa senjanya dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Disclaimer :
Fundrising ini merupakan bagian dari Program Sosial dan Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (0813-1255-7811) / (0821-3211-5439)
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Disclaimer :
Fundrising ini merupakan bagian dari Program Sosial dan Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (0813-1255-7811) / (0821-3211-5439)
Selengkapnya
Disclaimer: Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.