Cerita Penggalangan Dana
Di usia 12 tahun, Abidzar seharusnya fokus belajar dan bermain. Namun, bocah kelas 6 SD ini justru memanfaatkan waktu istirahat sekolah untuk berjualan gorengan demi membantu neneknya mencari nafkah.

Sejak ibunya meninggal dunia setahun lalu, Abidzar tinggal bersama sang nenek, Nek Sutini (65). Ayahnya sudah lama tidak memberi kabar maupun nafkah, sehingga kini hanya nenek yang menjadi tempat Abidzar bergantung.

Setiap hari, Nek Sutini bangun sejak pukul 04.00 pagi untuk membuat lontong, nasi, sekaligus gorengan yang kemudian dijual Abidzar di sekolah.
Dengan membawa sekitar 20 gorengan seharga Rp1.000, Abidzar berkeliling saat jam istirahat. Jika tidak habis, sisanya ia makan sendiri atau diberikan kepada teman yang tidak punya uang jajan.

“Aku nggak mau ngerepotin nenek. Tahun depan aku masuk SMP, jadi aku mau menabung dari hasil jualan ku sendiri,” ujar Abidzar.
Penghasilan mereka hanya berasal dari jualan sederhana itu. Dari uang yang terkumpul, nenek harus mencukupi kebutuhan makan, membayar listrik sekitar Rp250 ribu setiap bulan, serta iuran BPJS agar mereka tetap bisa berobat jika sakit.

Kondisi Abidzar pun serba terbatas. Sepatu sekolahnya sudah bolong selama dua tahun, sehingga setiap hujan kakinya basah saat berjalan ke sekolah. Meski begitu, ia tidak pernah meminta yang baru karena tidak ingin menambah beban neneknya.

“Aku rindu sama mamak. Dulu mamak yang bangunin aku sekolah, peluk aku sebelum tidur. Sekarang udah nggak ada lagi.”Ujar Abdizar
#PejuangKebaikan, perjuangan Abidzar dan neneknya masih panjang. Yuk, bantu ringankan beban mereka agar Abidzar bisa terus sekolah, memiliki perlengkapan belajar yang layak, dan tumbuh dengan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Dengan Cara:
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)