Cerita Penggalangan Dana
Di usia 14 tahun, saat anak lain pulang sekolah untuk bermain, Alpian justru berkeliling kampung menjajakan cimol dan pisang.

Sejak ayahnya meninggal saat ia berusia 7 tahun, Alpian menjadi harapan keluarga. Bersama ibu dan adiknya, ia berjuang membantu mencari nafkah.

Setiap hari, sepulang sekolah, Alpian berjualan dengan penghasilan tak menentu. Dari hasil jualannya, ia hanya mendapat upah sekitar Rp7.000–Rp10.000. Uang itu ia gunakan untuk bekal sekolah, bahkan sesekali ditabung.
.jpg)
Meski hidup dalam keterbatasan, Alpian tak pernah mengeluh. Ia tetap semangat berjualan tanpa rasa malu. Bahkan di sela menunggu pembeli, ia mengisi waktunya dengan membaca Al-Qur’an.

Namun di balik ketegarannya, ada rindu yang tak pernah hilang. Alpian sangat merindukan sosok ayahnya.
"Andai ayah masih ada, mungkin aku masih bisa main bola bareng..."
Hari ini, kita bisa jadi alasan Alpian tetap bertahan dan terus sekolah. Yuk bantu alpian hidup layak
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)