Cerita Penggalangan Dana
Di usia 8 tahun, saat anak lain pulang sekolah untuk bermain, Adzkia justru harus berjalan kaki sejauh 2 km untuk berjualan.

Sejak kecil, Adzkia kehilangan sosok ayah. Ibunya bekerja jauh dan jarang pulang. Kini, ia hanya hidup bersama neneknya yang sudah renta dan sakit-sakitan.
Sepulang sekolah, Adzkia menjajakan pentol dan sosis. Dari satu bungkus seharga 2.000 rupiah, ia hanya mendapat 200 rupiah. Seharian berkeliling, penghasilannya tak lebih dari 6.000—itu pun jika dagangannya habis.

Sering kali, Adzkia harus menahan lapar. Kadang hanya makan mie instan, bahkan hanya minum air putih untuk mengganjal perut.
Di usia sekecil itu, Adzkia sudah dipaksa mandiri—berjuang sendiri demi bisa makan dan tetap sekolah.

Yuk, bantu Adzkia agar bisa kembali merasakan masa kecilnya tanpa harus menahan lapar setiap hari.
Sedikit dari kita, sangat berarti untuk hidupnya.
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)