Cerita Penggalangan Dana
Kehidupan berjalan begitu keras bagi Artanabil Raqila Shahbaz atau yang biasa disebut (Arta). Setelah ayahnya meninggal 1 tahun lalu akibat penyakit sinus, tepat 8 hari yang lalu pada tanggal 12 Juli 2026, sang ibu juga menghembuskan nafas terakhirnya karena kanker hidung.
Kini Arta hidup sebatang kara di rumah peninggalan orang tuanya. Kakak perempuannya berada di pondok yang tak diketahui letaknya, sementara kakak laki-lakinya pergi merantau tanpa kabar selama 3 tahun terakhir.

Di sekolah swasta tempatnya belajar, Arta dikenal sebagai anak yang paling pintar dan rajin. Namun, keterbatasan biaya membuatnya terancam karena harus membayar uang daftar ulang. Pihak sekolah sudah memberikan keringanan dari Rp600.000 menjadi Rp200.000 yang boleh dicicil.

Demi melunasi cicilan itu dan membeli sesuap nasi, setiap pulang sekolah dari jam 1 siang hingga 3 sore, Arta berjalan keliling menawarkan daun pisang milik orang lain seharga Rp15.000 per ikat. Upahnya tak seberapa, hanya Rp10.000 jika laku, dan terkadang hanya diberi Rp5.000 jika tidak laku.
Dengan sepatu dan alat tulis seadanya, Arta terus bertahan meski bantuan dari pemerintah ataupun tetangga tak kunjung datang.

#PejuangKebaikan, jangan biarkan langkah kecil Arta berjuang sendirian tanpa arah. Uluran tangan darimu akan sangat membantu Arta memenuhi kebutuhan hidup serta melanjutkan impiannya untuk terus bersekolah.
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)