Cerita Penggalangan Dana
Harus bekerja di usia yang masih belia bukanlah pilihan. Tapi itulah yang menjadi pilihan untuk Dahna. Tidak ada ayah ibu di sampingnya membuat ia harus mandiri.

Dahna (12) terpaksa merelakan waktu bermainnya untuk bekerja demi bisa makan dan tetap bersekolah.
Ayah dan ibunya sudah bercerai sejak ia masih SD dan menikah lagi. Tidak tau dimana mereka saat ini. Hanya sang ayah yang datang satu kali setahun menjenguknya.
.png)
Setiap sore hingga malam hari sepulang sekolah, ia keliling jualan popcorn milik pamannya. Upah yang didapatkan tak tentu, paling banyak 30 ribu. Jika tidak, biasanya ia membawa pulang 10 ribu saja.
“Tergantung kak. Kalau laku banyak aku dapet banyak. Tapi kalau enggak, ya paling 10 ribuan. Karena per satu bungkus popcorn aku dikasih upah 2 ribu,” tuturnya.
Pilunya, ia berjualan tidak pakai alas kaki (sandal). Ia juga harus menahan rasa dingin saat malam hari jualan.
“Kalau sandal keluarga di rumah ada, aku pakai. Tapi, kalau enggak aku gak pakai apa-apa.” tambahnya.

Kini ia tinggal bersama neneknya, Misnah (70). Tubuh yang semakin renta membuat nenek hanya bisa jadi tukang urut panggilan. Itupun upah yang diberikan sesikhlasnya.
Dahna berharap ia ingin membeli sendal, peralatan sekolah yang rusak, dan bisa memberikan makanan layak untuk neneknya.
#PejuangKebaikan, yuk kita wujudkan harapan Dahna. Jangan biarkan ia berjuang sendirian.
Sedikit darimu, sangat berarti untuk mereka.
1. KLIK " Donasi Sekarang "
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatan dan tepat sasaran dalam penyaluran nya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin ( 085810265406 )
Berita Penyaluran
Program Dirilis
31 Jan 2026Para #PejuangKebaikan
Doa-doa #PejuangKebaikan
Aamin Kan dan bantu likenya