Lansia (75) Sebatang Kara Jual Kurungan Ayam Demi Sesuap Nasi

Rp0
Terkumpul dari
Rp50.000.000
183 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Cerita Penggalangan Dana

Bayangkan di usia senjanya, Kakek Jumin harus mengikat perut rentanya dengan sehelai kain demi menahan lapar saat keliling berjualan, lalu pulang ke gubuk 3x3 meter yang nyaris roboh dan tanpa aliran listrik.

Sejak ditinggal wafat sang istri 4 tahun lalu, Kakek Jumin hidup sebatang kara di gubuk bambu tumpangan yang sudah rapuh dimakan rayap. 


Saat hujan dan angin kencang, ia hanya bisa gemetar ketakutan di dalam kegelapan, khawatir tiang bambu penyangga rumahnya patah dan merobohkan bangunan tersebut.

Demi sesuap nasi, setiap hari dari jam 7 pagi hingga 4 sore ia berjalan kaki menjajakan kurungan ayam milik orang lain. Upah yang diterima hanya Rp20.000 jika kurungan tersebut laku terjual.


Namun saat sepi pembeli, kakek terpaksa pulang dengan tangan kosong dan hanya bisa mengganjal perut kosongnya dengan seteguk air putih.

Kakek Jumin tidak meminta kemewahan. Di sisa usianya, ia hanya berharap memiliki tempat berteduh yang aman dan layak tanpa dihantui rasa takut rumahnya ambruk.


Mari bersama kita ulurkan tangan dan bantu ringankan beban Kakek Jumin!

1. Klik "Donasi Sekarang"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail

5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya


Info Selengkapnya Hubungi :

Admin (082298357904)

Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.