Cerita Penggalangan Dana
Abdul Kahar (73), kakek Maya divonis mengidap penyakit stroke, diabetes, dan sesak nafas sehingga beliau tidak bisa mencari nafkah untuk cucu yatimnya itu. Setiap hari sepulang sekolah Maya langsung bergegas menuju ke pengepul kerang tersebut. Dalam satu hari, ia mampu menyelesaikan 2 Kg kerang untuk dikupas.
Harga per satu kilo kerang yang sudah dikupas hanya 5 ribu rupiah saja. Biasanya dalam satu hari upah yang didapat Maya sekitar 5 - 10 ribu tergantung banyaknya kerang yang dikupas olehnya.
"Kasihan kakek bang, kalo aku gak punya uang kita gak makan, makanya aku harus setiap hari ngupasin kerang,"
Tak hanya itu, peralatan sekolah Maya pun sudah sangat tidak layak pakai. Ia bercerita bahwa seragam sekolahnya sudah robek di bagian ketiaknya, serta sepatu sekolahnya sudah bolong.
Maya berharap adanya bantuan baiay hidup untuk membantu dirinya memenuhi kebutuhan sehar-hari dan membeli peralatan sekolah yang baru. #PejuangKebaikan, yuk sisihkan rezekimu dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Disclaimer :
Fundrising ini merupakan bagian dari Program Sosial dan Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (0813-1255-7811) / (0821-3211-5439)
Berita Penyaluran
Program Dirilis
22 Jun 2023Bantuan Tahap Kedua Untuk Maya Telah Tersalurkan!
24 June 2024Assalamualaikum kakak kakak #PejuangKebaikan.Mau kasih info nih kak, Rumah Yatim Sumatra Utara berhasil menyalurkan bantuan untuk Maya.
Bantuan yang diberi kali ini adalah bantuan program biaya hidup berupa beras, minyak, terigu, gula, garam, kecap, teh, susu, penyedap rasa,sabun, sampo, pasta gigi, sikat gigi dan uang tunai yang akan digunakan untuk Kebutahan Sehari Harinya.
“Kalau kupas kerang cuman dapat 5 ribu maya cuman bisa beli mie instan buat makan sama kakek bang”
Perkenalkan namanya Maya (12). Bocah yatim pengupas kerang yang rela mengorbankan waktu bermain untuk bekerja demi kakek yang sedang sakit. Ayahnya telah meninggal dunia tujuh tahun yang lalu, sedangkan sang ibu menikah lagi hingga kini tidak ada kabarnya.

Abdul Kahar (73), kakek Maya divonis mengidap penyakit stroke, diabetes, dan sesak nafas sehingga beliau tidak bisa mencari nafkah untuk cucu yatimnya itu. Setiap hari sepulang sekolah Maya langsung bergegas menuju ke pengepul kerang tersebut. Dalam satu hari, ia mampu menyelesaikan 2 Kg kerang untuk dikupas.
Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini Maya sangatlah merasa terbantu.Maya sangat sangatlah bersyukur karena telah dibantu oleh kakak kakak#PejuangKebaikan semua.
Terimakasih banyak ya kak, sudah berpartisipasi membantu Maya semoga apa yang dikeluarkan untuk Maya menjadi pahala yang mengalir. Aamiin Allahumma Aamiin
Report Penyaluran Rumah Yatim Januari-Oktober 2023
11 December 2023
Bismillahirahmanirrahim
Terimakasih Kepada Para Pejuang Kebaikan yang telah memberikan titipan Donasinya. Alhamdulillah telah tersalurkan di beberapa program kami dari Disclaimer campaign ini, Rumah Yatim sudah melakukan penyaluran Program di 20 provinsi dengan rincian sbb:

Alhamdulillah, Jazakumullah khoiron katsiron kepada Para Pejuang Kebaikan atas titipan donasinya sehingga semakin banyak penerima manfaat yang terbantu.

Semoga Allah semakin perluas dan berkahkan rezeki kita, dengan menyalurkannya di Jalan yang Allah Ridhoi. Aamiin..

Bantuan Tahap Pertama Untuk Maya Telah Tersalurkan!
14 August 2023Assalamualaikum kakak kakak #PejuangKebaikan. Alhamdulillah Rumah Yatim Sumatera Utara berhasil menyalurkan bantuan untuk Maya nih kak.
Bantuan yang diberikan adalah bantuan biaya hidup berupa beras, mie instan, sabun, saos, pasta gigi, sikat gigi, roti, susu, sarden, minyak, gula tak hanya itu, tim kami juga memberikan bantuan berupa uang tunai guna membantu kebutuhan sehari hari lainnya.

Perkenalkan namanya Maya (12). Bocah yatim pengupas kerang yang rela mengorbankan waktu bermain untuk bekerja demi kakek yang sedang sakit. Ayahnya telah meninggal dunia tujuh tahun yang lalu, sedangkan sang ibu menikah lagi hingga kini tidak ada kabarnya.
Abdul Kahar (73), kakek Maya divonis mengidap penyakit stroke, diabetes, dan sesak nafas sehingga beliau tidak bisa mencari nafkah untuk cucu yatimnya itu. Setiap hari sepulang sekolah Maya langsung bergegas menuju ke pengepul kerang tersebut. Dalam satu hari, ia mampu menyelesaikan 2 Kg kerang untuk dikupas.
"Aku harus cepet-cepet ke pengepulnya bang, karena kalo kelamaan berebut sama pengupas kerang yang lain. Alhasil, aku nanti cuma sedikit dapetnya,"
Harga per satu kilo kerang yang sudah dikupas hanya 5 ribu rupiah saja. Biasanya dalam satu hari upah yang didapat Maya sekitar 5 - 10 ribu tergantung banyaknya kerang yang dikupas olehnya.

Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini Maya sangatlah merasa terbantu. Maya sangat sangatlah bersyukur karena telah dibantu oleh kakak kakak #PejuangKebaikan semua.
" Saya mengucapkan banyak berterimakasih pada para donatur Rumah Yatim yang telah memberikan donasi kepada saya, semoga selalu diberi keberkahan dalam setiap rezekinya", ujar Maya kepada relawan.
Terimakasih banyak ya kak, sudah berpartisipasi membantu Maya, semoga apa yang dikeluarkan untuk Maya menjadi pahala yang mengalir. Aamiin Allahumma Aamiin.
Para #PejuangKebaikan
Hamba Allah
Hamba Allah
Hamba Allah
Hamba Allah
Rini
Hamba Allah
Doa-doa #PejuangKebaikan
Aamin Kan dan bantu likenya