Yatim Piatu Sejak Bayi, Vian Pilih Kelaparan Agar Neneknya Bisa Berobat

Rp0
Terkumpul dari
Rp50.000.000
182 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Cerita Penggalangan Dana

Sejak masih dalam kandungan, Vian sudah kehilangan ayahnya. Saat usianya baru 7 bulan, sang ibu juga meninggal dunia. Sejak itu, bocah yatim piatu ini hanya hidup berdua bersama neneknya, Nek Kabati.

Kini di usia 16 tahun, Vian harus menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari ia berkeliling dari desa ke desa memungut rongsokan demi membeli makan dan obat untuk neneknya yang menderita sakit paru-paru.

Hasil memulung selama berhari-hari sering kali hanya menghasilkan belasan hingga puluhan ribu rupiah. Saat tidak ada uang, Vian dan neneknya terpaksa makan kerupuk saja. Bahkan tak jarang Vian memilih menahan lapar dan hanya minum air putih agar neneknya tetap bisa makan.

"Saya lebih pilih lapar, yang penting nenek bisa makan dan beli obat," ujar Vian.


Di tengah hidup yang penuh kehilangan, Vian masih menyimpan harapan sederhana: melihat neneknya sembuh, kembali bersekolah, dan memiliki modal usaha agar tak perlu lagi mengais rongsokan demi bertahan hidup.


1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.


Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)




Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.