Cerita Penggalangan Dana
Selama 30 tahun, Pak Bohari (56) tak pernah lelah berjalan menyusuri jalanan demi mencari nafkah. Setiap hari, sejak pukul 07.00 hingga 17.30 WIB, ia berjualan basreng milik orang lain dengan berjalan kaki sejauh ±3 km. Namun perjuangannya tak sebanding dengan hasil yang didapat. Ia hanya menerima upah Rp200 per tusuk, dengan penghasilan harian yang kadang hanya Rp7.000 hingga Rp20.000.
.jpeg)
Di balik lelahnya, ada keluarga yang harus ia perjuangkan. Istri yang setia membantu membuat tusuk lidi, serta dua anaknya—Nafisa (17) yang masih duduk di bangku SMA dan Dani (9) yang masih duduk di bangku SD—yang terus berharap bisa tetap melanjutkan pendidikan mereka.
.jpeg)
Namun di usia yang tak lagi muda, Pak Bohari harus berjuang melawan penyakit asam urat dan infeksi saluran kemih (ISK) yang telah dideritanya selama 5 tahun. Rasa sakit kerap menghampiri, memaksanya beristirahat di pinggir jalan. Sayangnya, keterbatasan biaya membuatnya hanya mampu membeli obat pereda nyeri di warung, tanpa pengobatan yang layak.
.jpeg)
Ia juga masih harus menghadapi biaya sekolah anak yang menunggak Rp.720.000, kebutuhan sehari-hari, serta harapan untuk bisa berobat dan memiliki usaha sendiri agar hidupnya lebih layak.

Mari bersama kita bantu Pak Bohari.
Sedikit bantuan dari kita dapat menjadi harapan besar bagi beliau dan keluarganya—untuk hidup yang lebih sehat, pendidikan anak-anak yang terjamin, dan masa depan yang lebih baik.
Donasi Anda sangat berarti.
Dengan Cara:
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904