Cerita Penggalangan Dana
Di usia 15 tahun, Dika harus berjuang keras demi bisa tetap sekolah. Saat ini ia duduk di bangku kelas 3 SMP dan tinggal bersama uwaknya, Martini (55), kakak dari almarhum ibunya.

Dulu Dika tinggal bersama ayahnya di Samosir. Namun sejak masuk SMP, Dika memutuskan menjadi mualaf agar bisa mendoakan ibunya yang telah meninggal.
“Dika sudah masuk ke agama ibu, tapi ibu malah pergi meninggalkan Dika. Dika selalu doakan ibu terus,” ujarnya.

Kini, demi membantu kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah, Dika ikut mencari sayur pakis di kebun sawit sekitar rumah. Sayur itu lalu ia jual keliling, dengan penghasilan sekitar Rp10.000 per hari yang langsung ia serahkan kepada uwaknya untuk membeli beras.

Di tengah keterbatasan, Dika sering menahan lapar agar tidak merepotkan uwaknya yang juga harus merawat nenek renta dan adiknya yang mengalami gangguan mental.
Berangkat sekolah tanpa makan sudah biasa bagi Dika. Ia hanya mengandalkan makan bergizi gratis di sekolah, lalu baru makan lagi sepulang jualan.

Kini Dika menunggak uang sekolah selama 3 bulan. Tasnya pun sudah berkali-kali dijahit, sementara sepatunya bolong hingga kakinya basah saat hujan. Meski begitu, Dika tetap bertahan dan menyimpan harapan besar untuk bisa melanjutkan sekolah ke SMA.
#PejuangKebaikan Yuk bantu dika melunasi tunggakan sekolah dan memenuhi kebutuhan belajarnya agar ia bisa terus sekolah dan meraih cita-citanya.
Dengan Cara:
1. KLIK " Donasi Sekarang "
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatan dan tepat sasaran dalam penyaluran nya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)