Cerita Penggalangan Dana
Sejak ayahnya meninggal pada tahun 2025, Fandi (17) menjadi tulang punggung keluarga.
Ia kini hanya tinggal bersama sang ibu, Bu Wati (62), yang menderita pengapuran pada kedua kaki dan sering mengalami sesak napas sehingga tidak lagi mampu bekerja.
Karena keterbatasan biaya, Fandi terpaksa putus sekolah saat kelas 2 SMP. Setiap sore hingga malam, ia berjalan kaki sekitar 5 kilometer menjajakan sate hati ayam dan sate bakso goreng seharga Rp1.000 per tusuk.
Dalam sehari, mereka hanya mampu membuat sekitar 50 tusuk sate. Namun yang terjual sering kali hanya 10–30 tusuk, sehingga penghasilan bersih yang dibawa pulang berkisar Rp10.000–Rp20.000 per hari. Uang itu harus cukup untuk makan sekaligus memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Perjuangan Fandi semakin berat. Ia beberapa kali menjadi korban pemalakan saat berjualan.
Tiga minggu lalu, Fandi dan ibunya juga dibegal saat berangkat ke pasar. Seluruh modal usaha dan tabungan untuk membayar kontrakan rumah dirampas, sehingga ia terpaksa berutang Rp500.000 kepada tetangganya untuk kembali berjualan.
Kini, kontrakan rumah mereka hanya tersisa empat bulan. Fandi harus mengumpulkan sekitar Rp4.000.000 agar mereka tetap memiliki tempat tinggal. Di usia yang masih sangat muda, Fandi terus berjuang menjadi satu-satunya harapan bagi ibunya.
#PejuangKebaikan Yukk Bantu Fandi agar bisa hidup lebih layak dan tetap memiliki tempat tinggal
1. KLIK " Donasi Sekarang "
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatan dan tepat sasaran dalam penyaluran nya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)