Cerita Penggalangan Dana
Ibu Ningrat (41) adalah guru ngaji yang setiap hari mengajarkan Iqro dan Al-Qur’an di masjid lingkungan. Dengan suara lembut dan kesabaran tanpa batas, ia mendidik anak-anak, meski upah yang diterimanya hanya Rp150.000 per bulan—dan tidak dibayar saat Ramadan karena kegiatan libur.

Sejak suaminya wafat dua tahun lalu, Ibu Ningrat menjadi satu-satunya tulang punggung bagi dua anak yatimnya: anak pertama usia 12 tahun (kelas 6 SD) dan anak kedua usia 6 tahun (PAUD). Untuk bertahan, ia bekerja sambilan sebagai buruh setrika dengan upah Rp35.000–Rp50.000 per panggilan. Namun pekerjaan ini tidak selalu ada. Saat sepi, makan sering kali hanya nasi dengan kerupuk atau kuah mi instan.

Kini mereka menumpang tinggal di rumah orang lain—rumah kosong yang bisa diminta kembali kapan saja. Setiap malam, Ibu Ningrat bersyukur, sekaligus cemas.Bagaimana jika suatu hari pemilik rumah membutuhkan kembali rumah itu? Ke mana ia harus membawa anak-anaknya? Di mana mereka akan berlindung?

Bayangkan… seorang ibu yang setiap hari mengajarkan ayat-ayat kebaikan kepada anak-anak, justru hidup dalam ketidakpastian yang menghantui masa depan keluarganya sendiri.
Meski hidup dalam keterbatasan, ia tidak pernah berhenti mengajar, tidak berhenti tersenyum, dan tidak berhenti berharap.
#PejuangKebaikan mari kita bantu ibu ningrat dengan meringankan bebannya,sedikit bantuan dari kita adalah sandaran bagi masa depan dua anak yatimnya.
Dengan Cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)
Berita Penyaluran
Program Dirilis
24 Feb 2026Para #PejuangKebaikan
Hamba Allah
Doa-doa #PejuangKebaikan
Aamin Kan dan bantu likenya