Kisah Ibu Penjual Sayur Hidupi 2 Anak Idap Celebral Palsy

Rp7.999.139
Terkumpul dari
Rp50.000.000
-904 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Cerita Penggalangan Dana

Jika saya menjadi bu Suparmi mungkin saya sudah depresi berat ! 😭

Suaminya pergi tanpa kabar menginggalkan Bu Suparmi (45) dan kedua anak nya, anak pertama ibu bernama Indah (16)menderita lumpuh otak dan kekurangan gizi, sejak usianya 4 tahun Indah harus sudah melakukan terapi rutin, namun karena terkendala oleh biaya Indah tak dapat pengobatan hingga kini tangan dan kakinya semakin mengecil.
Anak yang kedua bernama aji berusia 11 tahun saat ini duduk dibangku sekolah kelas 5 SD, suami ibu suparmi pergi merantau dan tidak kembali.
Ibu suparmi bekerja sebagai penjual sayur masak yang mana sayur nya ia ambil dari tetangganya, lalu ibu suparmi berjualan keliling dengan keranjang dijunjung diatas kepalanya, upah yang didapat ibu suparmi satu harinya sebesar 15.000/harinya, ibu suparmi berjualan mulai pukul 09.00-13.00 wib.
Ketika berjualan ibu suparmi pernah mengalami kesulitan jika hujan hari jalanan licin dan tanjakan ibu suparmi jatuh dan jualannya tidak dapat dijual lagi karena pada pecah dan berantakan, pinggang ibu suparmi pun sakit, dan ibu suparmi bertanggungjawab untuk mengganti kerugian, dan ibu suparmi juga pernah tiba tiba pusing karena berat beban yang diangkat begitu berat, akhirnya ibu suparmi jatuh dan keranjang menimpa tangannya sehingga tangan ibu suparmi sakit.
Namun, ibu suparmi tetap bekerja demi membayar hutang pengobatan anaknya, beberapa bulan yang lalu anak pertama ibu suparmi koma dirumah sakit dan ibu suparmi tidak punya uang, sedangkan BPJS nya tidak ada, sampai saat ini hutang ibu suparmi yang masih menunggak sebesar 1.500.000, ibu suparmi pun sudah menunggak rumah kontrakannya 5 bulan.
Ibu suparmi bingung harus bagaimana lagi untuk mencari tambahan pekerjaan, namun ibu suparmi tidak tega lama meninggalkan anaknya sendiri dirumah, karena sering kejang, walaupun sepulang sekolah anak keduanya membantu menjaga kakaknya, namun ibu suparmi tetap khawatir jika kapanpun anaknya bisa kejang.
Anak kedua ibu suparmi sangat mengerti keadaan orangtuanya, terkadang anak kedua ibu suparmi pergi ke sungai/kali untuk menangkap ikan agar ada tambahan lauk untuk diberikan ke kakaknya, ia sangat sayang dengan kakaknya, sehingga ia sangat sedih jika kakaknya hanya makan dengan nasi putih saja tanpa ada lauk. Ibu suparmi dan anaknya hanya bisa makan hanya sekali dalam satu hari.

#PejuangKebaikan, yuk bantu Ibu Suparmi dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya 

Disclaimer :
Fundrising ini merupakan bagian dari Program Sosial dan Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.

Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (0813-1255-7811) / (0821-3211-5439)

Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.