Cerita Penggalangan Dana
Setiap pagi, suara khas "tuk... tuk... getuk..." terdengar menyusuri kampung. Suara itu berasal dari Kakek Adi Suryadi (70), yang telah lebih dari 30 tahun menjadi buruh penjual getuk.

Sejak pukul 05.30 pagi hingga sore, Kakek Adi berjalan kaki sejauh 5–7 kilometer menjajakan 500 hingga 1.500 getuk setiap hari. Dari setiap getuk yang terjual, ia hanya mendapat upah Rp200 per buah.

Perjuangannya tak selalu mudah..
Ia pernah kehilangan dagangan karena kayu pemikulnya patah, ditipu pembeli yang membayar dengan uang mainan, hingga mengalami kerugian akibat pesanan yang tidak dibayar. Penghasilannya yang sedikit pun kerap habis untuk menutup kerugian.

Di usia senja, Kakek Adi tetap bekerja meski menderita asam urat.
Sang istri sudah tiga tahun mengalami gejala stroke dan membutuhkan pengobatan, sementara anak mereka masih duduk di bangku SMK. Bahkan, untuk memberi uang saku anaknya pun Kakek Adi sering kali tidak mampu.

Rumah yang mereka tempati juga sudah lapuk dimakan usia. Atapnya harus ditopang bambu agar tidak roboh, namun Kakek Adi belum memiliki biaya untuk memperbaikinya.
#PejuangKebaikan mari ringankan perjuangan Kakek Adi. Bantuan Anda dapat membantu biaya pengobatan sang istri, kebutuhan sekolah anaknya, dan memperbaiki rumah mereka agar lebih layak.
Dengan Cara:
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)