Cerita Penggalangan Dana
Sulit membayangkan, diusia 114 tahun kakek Dijah masih harus keliling memulung demi bisa makanðŸ˜ðŸ’”

Sejak istrinya meninggal, Kakek tinggal seorang diri di rumah kecil peninggalan sang istri. Meski memiliki empat anak, mereka pun sudah lanjut usia dan tidak selalu bisa membantu kebutuhan Kakek.
Setiap hari, Kakek membawa tongkat dan karung, lalu berjalan lebih dari 2 kilometer menyusuri kampung untuk mengumpulkan barang-barang bekas.

Langkahnya sudah sangat pelan. Kakinya tak lagi sekuat dulu, tetapi Kakek tetap berusaha berjalan dan mengumpulkan rongsokan sedikit demi sedikit.
Dalam seminggu, hasil memulung kakek terkadang hanya Rp4.000-Rp5.000 karena hanya jual sedikit.

Begitulah Kakek Dijah bertahan. Rongsokan dikumpulkan sedikit demi sedikit sampai cukup banyak untuk dijual, karena setiap rupiah begitu berarti bagi beliau.
Di rumah kecilnya, rongsokan yang dikumpulkan terkadang bahkan harus disimpan di dalam kamar karena tidak ada tempat lain.

Di usia 114 tahun, Kakek masih berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dengan tubuh yang sudah renta.
#PejuangKebaikan, kita bareng-bareng bantu Kakek Dijah yuk dengan:
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi:
Admin (082298357904