Cerita Penggalangan Dana
Setiap hari, Kakek Kaerudin (75) mengayuh sepedanya sejauh 15 km, dari pagi sampai sore, menjajakan balon keliling. dengan upah cuma Rp1.000 per balon.

"Saya jualan dari tahun 62, dulu balon biasa sampai sekarang balon gas," ujarnya.
Untuk makan sehari-hari, kakek sering hanya mengandalkan nasi sisa kemarin. Bahkan ia terpaksa berpuasa karena tak punya beras maupun makanan yang bisa dibawa. Hanya air minum itu pun ia dapat dengan meminta ke rumah warga.

Kaki kakek bengkak karena asam urat, nafasnya sesak, dan matanya mulai terkena gejala glaukoma. Meski begitu, ia tetap memaksakan diri berjualan setiap hari sekadar untuk bisa berobat dan makan.
Sejak istrinya meninggal 5 tahun lalu, Kakek Kaerudin hidup benar-benar sendirian. Dari 4 anaknya, 2 telah tiada, dan sisanya jarang mengirim kabar maupun bantuan.

Kakek tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang kini nyaris roboh: atap bocor, tembok rapuh. Setiap hujan deras datang, kakek hanya bisa pasrah menunggu apakah rumahnya akan bertahan.
Di tengah kondisi itu, beban lain terus menumpuk BPJS-nya sudah tidak aktif, ditambah utang warung sekitar Rp500 ribu dan tunggakan listrik Rp150 ribu.

Di usia senja, Kakek Kaerudin masih berjuang sendiri melawan sakit, hidup tanpa kepastian...
#PejuangKebaikan, Uluran tangan kita bisa jadi harapan untuknya berobat dan menjalani hari tua yang lebih layak.
Mari bantu kakek Kaerudin dengan cara:
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)