Kemoceng Kecil, Perjuangan Panjang Kakek Uwoh

Rp0
Terkumpul dari
Rp50.000.000
-182 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Gallery

Cerita Penggalangan Dana

Di usia 69 tahun, Kakek Uwoh masih berjuang seorang diri sejak istrinya meninggal sekitar 10 tahun lalu. Ia tinggal di gubuk sederhana berukuran 2x3 meter yang juga menjadi tempatnya membuat kemoceng.

Setiap hari, Kakek membuat sekitar 5 kemoceng dari tali rafia. Setelah terkumpul 10–15 buah, ia berjalan hingga 10 kilometer untuk menjualnya. Satu kemoceng dijual sekitar Rp15 ribu, tetapi terkadang hanya satu yang laku, bahkan tidak ada yang terjual.

Saat dagangan tak laku, Kakek terkadang harus menahan lapar karena tak memiliki uang untuk membeli nasi. Sesekali, ia mendapat makanan dari orang yang ditemuinya di perjalanan.

Meski tubuhnya sudah membungkuk dan pendengarannya mulai berkurang, Kakek tetap memilih bekerja. Ia memiliki dua anak yang telah berkeluarga, tetapi tidak ingin menjadi beban bagi mereka.

“Selagi saya masih kuat berjalan, saya akan terus berusaha. Saya tidak mau merepotkan anak.”


Kini, setiap langkah Kakek Uwoh menjual kemoceng menjadi caranya untuk terus bertahan hidup dengan hasil keringatnya sendiri.


Yuk bantu kakek Uwoh agar hidup dengan layak : 

1. Klik "Donasi Sekarang"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail

5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.


Info Selengkapnya Hubungi :

Admin (082298357904)







Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.