Cerita Penggalangan Dana
Nenek Ipah (73) kini hidup sebatangkara sejak suaminya meninggal dunia karena sakit. Anak semata wayangnya sudah menikah dan hidup dalam keterbatasan, serta jarang menjenguk karena jarak tempat tinggal yang jauh. Di usia senjanya, Nenek Ipah harus tetap kuat menjalani hari-harinya seorang diri.

Meski tubuhnya tak lagi muda, ia tetap berusaha mencari nafkah dengan membersihkan halaman dan rumput milik warga sekitar. Upah yang diterima tak menentu, kadang Rp15.000 hingga Rp20.000, bahkan sering kali hanya dibayar dengan nasi bungkus. Penghasilan itu digunakan untuk membeli beras yang harus dihemat, karena ia tak tahu kapan akan mendapat pekerjaan lagi. Tak jarang, Nenek hanya makan sekali sehari demi bisa bertahan hidup.
Nenek Ipah tinggal di rumah sederhana bekas kandang domba, hanya satu ruangan kecil untuk makan, tidur, dan beribadah. Di tengah segala keterbatasan, ia tak pernah meninggalkan salat lima waktu. Harapannya pun sederhana: memiliki kamar mandi yang layak dan sesekali bisa menikmati lauk seperti ikan.
#PejuangKebaikan, bantu nenek ipah yuk, di usia senjanya Nenek Ipah seharusnya bisa beristirahat dengan tenang, bukan berjuang sendirian demi sesuap nasi.
Mari bersama kita hadirkan kepedulian, bantu penuhi kebutuhan hariannya, dan wujudkan harapan kecilnya agar ia bisa hidup lebih layak dan nyaman.
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (085810265406)
Berita Penyaluran
Program Dirilis
12 Feb 2026Para #PejuangKebaikan
Doa-doa #PejuangKebaikan
Aamin Kan dan bantu likenya