Upah Rp3.000, Piatu Ini Bertahan dengan Jadi Pemecah Batu

Rp0
Terkumpul dari
Rp50.000.000
180 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Gallery

Cerita Penggalangan Dana

Kuat banget jadi Muliadi (12) bocah piatu yang sejak kecil bertahan sendirian setelah ibunya meninggal dunia. 


Sementara ayahnya sudah menikah dan tinggal jauh.

Sejak itu, ia bergantung hidup dengan neneknya.Ia tiap hari harus berjalan kaki sejauh 3 KM menuju sekolah. 

Setelah itu ia harus bekerja sebagai buruh pemecah batu. Dengan tangan kecilnya, Muliadi memecahkan batu dan mengumpulkan ke dalam karung. 


Dari satu karung kecil, ia hanya dapat upah sekitar Rp2.000-Rp3.000.

Hasilnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari bersama neneknya.


Meski berat tiap hari dijalaninya, ia tak bisa mengeluh dan tetap berjuang.

Bagi Muliadi ia harus kuat dan bertahan bersama neneknya. Karena hanya neneknya satu-satunya yang sekarang ia miliki.


Saat ini ia duduk dibangku kelas 1 SMP ia harus terus sekolah dan membanggakan neneknya. Selama ini mereka tinggal di rumah yang kondisinya kurang layak. Dindingnya banyak yang bolong dan rusak. Saat hujan turun, air masuk ke dalam rumah.

#PejuangKebaikan, di usia 12 tahun ia harus memikirkan bagaimana mendapatkan uang untuk sekolah sekaligus makan.


Maukah sisihkan rezekimu untuk membantu Muliadi dan neneknya? Yuk bantu Muliadi, anak tangguh ini dengan cara :

1. Klik "Donasi Sekarang"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail

5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya


Info Selengkapnya Hubungi :

Admin (082298357904)

Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.