Putus Sekolah, Musa Jadi Buruh Angkut Demi Adiknya Bisa Sekolah

Rp0
Terkumpul dari
Rp50.000.000
183 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Cerita Penggalangan Dana

Anak pertama adalah sosok yang dipandang selalu kuat, menjadi panutan, dan terbiasa mengalah demi adik-adiknya.

Begitulah kabar Musa saat ini. Yatim 16 tahun harus merelakan masa depannya untuk bekerja demi sang adik yang mengejar cita-cita sebagai guru.

Sejak kecil, ia tumbuh tanpa kasih sayang ayah karena ayah dan ibunya sudah bercerai. Ia hanya mendapatkan kabar bahwa ayahnya sudah meninggal tahun lalu.

Keadaan itulah yang memaksanya tumbuh lebih cepat dari anak seusianya 🥺

Setiap pagi ia berangkat ke tempat pelelangan ikan, menawarkan jasa angkut kepada para nelayan. Tubuh kecilnya harus bertaruh lebih kuat saat mengangkat beban yang berat.

“Aku harus kuat untuk adik aku bang. Biarlah cuma aku yang putus sekolah, dia jangan,”

Sampai sore hari, Musa hanya mendapatkan upah 10 ribu saja. Itulah yang membuat kondisi ekonomi keluarganya main terpuruk.

Adiknya, Zia (13) membantu jualan es cucup keliling milik orang lain dengan upah 2-6 ribu setiap harinya. Sedangkan sang ibu jadi buruh cuci gosok dengan upah 10 ribu. Itupun tak tentu.

Musa sangat ingin kembali bersekolah tetapi untuk makan saja mereka sudah kesulitan. Membeli beras saja terkadang mereka tak mampu.

#PejuangKebaikan, maukah kamu bantu adik ini untuk bisa melanjutkan hidup kedepan ?

Mulai dari 10 ribu kamu sudah membantu Musa dan keluarganya bisa makan hari ini 💔

1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya


Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)

Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.