Cerita Penggalangan Dana
Di usia 75 tahun, saat kebanyakan orang beristirahat, Nek Di’ah justru harus berjalan sejauh 5 kilometer setiap pagi demi mencari kayu bakar.
Dengan tubuh bungkuk dan napas yang sering sesak, ia memikul kayu di atas kepala, lalu berkeliling menjualnya. Satu ikat hanya dihargai Rp5.000. Itu pun belum tentu laku.

Dalam kondisi lemah, ia tetap memaksakan diri berjalan. Bahkan, ia pernah jatuh dan tak sadarkan diri di kebun. Hujan yang turun perlahan menjadi satu-satunya yang membangunkannya.

Kini, hidupnya benar-benar sendiri. Suami dan kedua anaknya telah meninggal dunia. Rumah pun tak lagi ia miliki. Ia hanya menumpang di rumah orang lain, dan harus berbagi hasil jualannya agar bisa tetap tinggal.
Untuk makan, seringkali hanya sekali sehari. Kadang… tidak sama sekali.
.jpeg)
“Meski sakit, saya tetap bekerja… kalau tidak, saya mau makan apa…”
Di usia yang seharusnya beristirahat, Nek Di’ah masih harus berjuang sendirian demi bertahan hidup.

Hari ini, mungkin kita tidak bisa menggantikan semua perjuangan Nek Di’ah. Tapi, kita bisa memastikan beliau tidak lagi menahan lapar sendirian. Mari ambil bagian, bantu Nek Di’ah hari ini.
Sedikit dari kita, sangat berarti untuk hidupnya.
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)