Cerita Penggalangan Dana
Di usia 68 tahun, ketika tubuh seharusnya mulai beristirahat, Nek Jumiyem justru masih harus bekerja demi keluarganya.
Di rumah sederhana yang berdinding tepas, ia tinggal bersama ibunya, Nek Kamariah (92), suaminya, Sidi (75), dan cucunya, Sholeh (18).

Nek Kamariah sudah sangat renta dan tak mampu berdiri sendiri. Untuk bangun dari tempat tidur pun ia membutuhkan bantuan dan setiap hari membutuhkan popok. Sementara sang suami mengalami sesak napas hingga tak lagi mampu bekerja.

Di rumah itu juga ada Sholeh, cucu yang telah mengidap epilepsi sejak bayi. Sejak kecil, Sholeh diasuh oleh Nek Jumiyem setelah kedua orang tuanya berpisah dan tak lagi merawatnya.

Kini, di tengah usia yang tak lagi muda, Nek Jumiyem menjadi tumpuan keluarganya.
Setiap hari, ia membersihkan daun sawit untuk dijadikan sapu lidi. Dengan tangan yang mulai renta, ia tetap bekerja meski penghasilannya hanya sekitar Rp40 ribu dalam satu minggu.

Uang itu harus dicukupkan untuk kebutuhan hidup keluarganya.Ketika uang tak lagi ada, Nek Jumiyem terpaksa berutang di warung. Saat ini, utang untuk kebutuhan makan keluarganya telah mencapai sekitar Rp800 ribu.
“Kalau saya nggak berhutang, yang sakit di rumah ini makan apa? Kalau dapat uang dari upah membersihkan lidi, saya cicil hutang.”
Meski hidup serba kekurangan, Nek Jumiyem tetap bertahan.
Ia terus bekerja bukan untuk dirinya sendiri, tetapi demi memastikan orang-orang yang ia sayangi tetap bisa makan dan terawat.
Kini, sudah waktunya kita membantu meringankan beban Nek Jumiyem.
Mari hadirkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan, popok, perawatan, dan kebutuhan penting keluarganya. Jangan biarkan Nek Jumiyem yang sudah renta harus terus berjuang seorang diri.
Yuk Bantu Dengan Cara:
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)