Uluran Tangan Untuk Nek Nami : Berjuang Sendirian di Usia Senja

Rp0
Terkumpul dari
Rp50.000.000
183 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Cerita Penggalangan Dana

Saat tubuh sudah renta dan kaki mulai membengkok, kita harus menahan lapar 1 hingga 2 hari hanya karena dagangan orang lain tidak laku terjual.


Itulah kenyataan pahit yang harus dijalani oleh Nek Nami (77). Tujuh tahun sejak sang suami meninggal dunia, Nek Nami hidup sebatang kara di sudut desa. Tanpa anak, tanpa sanak saudara.

Setiap pagi, dari jam 8 pagi hingga 3 sore, dengan langkah kaki yang pincang dan bengkok akibat terjatuh di masa lalu, ia berjalan dari rumah ke rumah.

 Nek Nami bukan menjual barang miliknya. Ia harus membersihkan pelepah daun kelapa terlebih dahulu untuk dijadikan sapu lidi milik orang lain.


Jika beruntung dan sapu seharga Rp15.000 itu laku, ia diupah Rp10.000 sehari. Uang sekecil itu pun masih harus ia sisihkan untuk mencicil utang biaya puskesmas kepada tetangganya.

Namun, jika tidak ada satu pun sapu yang laku, Nek Nami pulang dengan tangan kosong. 


Tak ada upah, tak ada makanan. Seringkali, ia terpaksa memakan sisa makanan kemarin yang sudah basi berkuah garam, atau hanya mengganjal perut kosongnya dengan seteguk air putih.


Mari kita menjadi perpanjangan tangan kebaikan untuk Nek Nami. Uluran tangan kita adalah jawaban dari doa-doa Nek Nami di tengah kesunyian malamnya, agar ia tak lagi harus menahan lapar di usia senjanya.


Yuk jadi bagian kebahagiaan Nek Nami, dengan cara :

1. Klik "Donasi Sekarang"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail

5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya


Info Selengkapnya Hubungi :

Admin (082298357904)

Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.