Cerita Penggalangan Dana
Di sebuah rumah tua yang sebagian atapnya bocor dan dindingnya mulai dimakan rayap, dua perempuan lansia berusia 78 tahun berjuang bertahan hidup hanya dengan mengandalkan satu sama lain.

Nek Nursaji tak pernah membayangkan masa tuanya akan dihabiskan dengan bekerja sekaligus merawat sang adik, Busiya, yang sudah lumpuh dan tak bisa berjalan sejak puluhan tahun lalu akibat tertimpa batu saat bekerja. Setiap hari, sebelum mencari nafkah, Nek Nursaji terlebih dahulu mengurus kebutuhan adiknya yang hanya bisa terbaring di rumah.

Meski tubuhnya sudah bungkuk dan tangannya bengkok akibat kecelakaan saat muda, Nek Nursaji tetap berjalan menjual daun pisang milik orang lain. Berangkat sejak pagi hingga sore hari, ia berharap ada daun pisang yang laku terjual. Namun harapan itu tak selalu datang. Jika dagangannya tidak laku, Nek Nursaji pulang tanpa membawa upah sepeser pun.

Untuk bertahan hidup, keduanya sering kali hanya makan dengan daun kelor atau garam. Beras di rumah pun tersisa sedikit. Tak jarang mereka hanya makan sekali dalam sehari sambil menahan lapar hingga esok hari.

Lima tahun lalu, suami Nek Nursaji meninggal dunia. Sejak itu ia benar-benar berjuang sendiri. Mereka tidak memiliki anak, tidak memiliki keluarga yang membantu, bahkan bantuan yang dulu pernah diterima kini sudah lama tak datang lagi.
Meski usia terus bertambah dan tenaga semakin berkurang, Nek Nursaji tetap memilih bertahan. Sebab ia tahu, jika dirinya berhenti bekerja, tak ada lagi yang bisa merawat Busiya dan memastikan mereka masih bisa makan hari itu.
Yuk bantu, dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)