Sapu Lidi Jadi Harapan Nek Rusmiyati Bertahan

Rp0
Terkumpul dari
Rp50.000.000
-182 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Cerita Penggalangan Dana

Di usia 80 tahun, Nek Rusmiyati harus menjalani hari seorang diri. Suaminya telah meninggal dunia sejak 5 tahun lalu dan selama pernikahan mereka tidak memiliki keturunan.

Untuk bertahan hidup, Nek Rusmiyati menjual sapu lidi milik orang lain. Satu ikat dijual seharga Rp15 ribu, dan ia bisa membawa 1–8 ikat. Jika ada yang terjual, Nek Rusmiyati mendapat upah Rp5 ribu per hari. Namun jika tak ada yang laku, ia tidak mendapatkan upah sama sekali.

Tubuhnya yang sudah renta membuat langkahnya tertatih. Pendengarannya pun sudah tidak mampu mendengar, dan ia berjalan menggunakan tongkat kayu. Bahkan, ketika sapu lidinya tidak terjual, Nek Rusmiyati pernah tidak makan selama 1–2 hari dan hanya minum air. Terkadang, ia terpaksa makan sisa nasi kemarin yang sudah hampir bau.

Bagi Nek Rusmiyati, setiap sapu lidi yang terjual bukan sekadar penghasilan, tetapi harapan untuk bisa makan dan bertahan hidup satu hari lagi.


Yuk bantu nek Rusmiyati hidup dengan layak:

1. Klik "Donasi Sekarang"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail

5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.


Info Selengkapnya Hubungi :

Admin (082298357904)





Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.