Cerita Penggalangan Dana
Di usia 72 tahun, Nenek Zuraida dan Nenek Yusmalinar masih harus berjalan sekitar 5 km setiap hari demi mencari uang untuk makan. Keduanya bukan saudara, melainkan sahabat sejak kecil yang kini saling menemani di masa tua.

Nenek Zuraida hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal. Tak sanggup lagi membayar kontrakan, ia kini menumpang di rumah sahabatnya, Nenek Yusmalinar. Sementara itu, Nenek Yusmalinar juga telah kehilangan suami.
Meski memiliki dua anak, mereka jarang bisa membantu karena hidup dalam kesulitan. Penglihatannya yang rabun bahkan membuatnya sering terjatuh saat berjalan.

Setiap siang hingga menjelang Magrib, mereka berkeliling menjajakan kue dan gorengan milik orang lain. Upahnya hanya Rp200 per buah, dengan penghasilan sekitar Rp10.000–Rp30.000 sehari. Jika dagangan tak laku, terkadang mereka hanya makan gorengan sisa atau meminta sambal kepada tetangga.

Mereka tak ingin mengemis. Meski tubuh semakin renta dan perjalanan penuh bahaya, keduanya tetap berusaha mencari nafkah dengan tenaga sendiri. Di tengah hidup yang serba terbatas, setidaknya mereka masih memiliki satu sama lain untuk berbagi cerita dan menguatkan.
Yuk #Pejuangkebaikan, bantu ringankan perjuangan Nenek Zuraida dan Nenek Yusmalinar agar mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjalani hari tua dengan lebih layak.
Dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)