Cerita Penggalangan Dana
Hidup sebatangkara di masa bukanlah pilihan, tapi keadaan itu harus merasakan pahitnya oleh Nenek Deliana.
Tidak punya suami, anak, dan kerabat membuat ia hidup seorang diri. Di usia 75 tahunnya, ia harus keliling dari pagi sampai sore berjualan kue milik orang lain.
Nenek keliling sejauh 3 KM. Ia sudah tak kuat untuk berjalan jauh. Kakinya terlalu lemah menopang tubuhnya yang semakin hari semakin renta.
Harga kue yang dijual hanya 1 ribu rupiah. Setiap kue yang laku ia mendapatkan upah 200 rupiah. Tak jarang ia membawa pulang 5 ribu saja di hari itu.
“Sepi pembeli nak, sudah laku 10- 20 saja sudah Alhamdulillah. Nenek bisa makan nasi hari ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sungguh memilukan. Uang segitu sebenarnya tidak cukup, tapi hanya itu yang mampu nenek kerjakan.
“Kalau gak laku nenek hanya minum air putih aja buat ganjel perut. Besok baru makan nasi lagi kalau jualannya laku,” sambungnya.
Yang lebih miris lagi, nenek makan nasi itu dibagi dua untuk siang dan malam hari karena gak punya uang lagi 💔🥺
Kini nenek tinggal di rumah peninggalan suami. Seringkali asam lambungnya kambuh karena tidak makan berhari-hari.
Nenek hanya ingin makan dan tidur dengan layak. Pasalnya, ia tidak punya kasur, hanya tikar tipis membuat badannya sering sakit-sakitan.
#PejuangKebaikan, yuk bahagiakan Nenek Deliana di masa tuanya dengan Sedekahmu. Sedikit darimu sangat bermanfaat bagi nenek.
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)