Cerita Penggalangan Dana
Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk beristirahat, Nenek Prihadi (70) justru harus berjuang keras demi bertahan hidup. Setiap hari, ia berjualan pisang dan telur ayam kampung milik orang lain di SPBU dan depan toko, mulai pukul 13.00 hingga larut malam, bahkan sampai pukul 03.00 WIB.

Namun, hasil yang didapat sangat jauh dari cukup. Dalam sehari, Nenek hanya membawa pulang sekitar Rp10.000, bahkan seringkali tidak mendapatkan apa-apa. Pernah pula dagangan dan uangnya dirampas preman, membuatnya harus menanggung kerugian besar.

Kini kondisi Nenek semakin memprihatinkan. Ia menderita katarak hingga penglihatannya kabur. Belum lama ini, Nenek juga mengalami kecelakaan hingga kakinya patah saat pulang berjualan. Meski masih dalam pemulihan, Nenek tetap memaksakan diri berjualan karena tidak ada pilihan lain.

Di rumah, Nenek menjadi satu-satunya tulang punggung. Suaminya Sohibi (72) sakit rematik dan jantung,kini beliau tak lagi mampu untuk bekerja. Untuk makan sehari-hari pun, Nenek sering kebingungan. Bahkan mereka kerap menahan lapar dan kadang menghutang ke warung.

Harapan Nenek sederhana: ingin punya modal usaha sendiri agar bisa mandiri, dan berobat.
Mari bantu Nenek Prihadi dan Kakek Sohibi bertahan hidup di masa tuanya.
Sedikit bantuan dari kita sangat berarti untuk:
1. Modal usaha kecil Nenek
2. Biaya pengobatan
3. Kebutuhan sehari-hari
Bersama, kita bisa menghadirkan harapan bagi Nenek Prihadi dan suaminya. Sekecil apapun donasi Anda, akan sangat berarti bagi kelangsungan hidup mereka.
Dengan Cara:
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)