Cerita Penggalangan Dana
Di usia 71 tahun, Nenek Sabiha masih harus berjalan dari rumah ke rumah untuk menjual sapu lidi. Bukan untuk memenuhi keinginannya sendiri, melainkan demi bertahan hidup bersama sang suami, Kakek Misnawer, yang kini tak lagi bisa berjalan akibat patah tulang setelah terjatuh di kamar mandi sekitar setahun lalu.

Setiap hari, Nenek Sabiha berjalan dari rumah ke rumah pukul 9 pagi hingga 3 sore demi menjual sapu lidi. Namun, tak jarang dagangannya tak laku hingga ia pulang tanpa membawa upah.
Di usia senjanya, ia tetap berusaha membuat sapu sendiri demi tambahan penghasilan. Sementara Kakek Misnawer hanya bisa membantu membersihkan pelepah di rumah, sebab kakinya tak lagi mampu diajak berjalan 🥺💔


Sepulang berjualan, Nenek Sabiha masih harus merawat suaminya yang sakit. Di usia senja, mereka hanya memiliki satu sama lain untuk bertahan, tanpa anak maupun saudara di sisi mereka 🤍💝

Untuk makan sehari-hari pun, mereka tak selalu memiliki lauk. Jika ada uang, mereka membeli sebutir telur atau dua potong tahu. Namun, ketika tak punya uang, terkadang mereka hanya makan nasi dengan garam agar tetap ada rasa.

Rumah yang mereka tempati sudah rusak, dindingnya berlubang dimakan rayap, dan kasur mereka pun sudah tak layak digunakan. Namun, hanya rumah sederhana itulah tempat mereka berteduh.
Di usia senja, Nenek Sabiha tak meminta banyak. Ia hanya ingin bisa makan dengan lauk setiap hari dan memiliki kasur yang layak untuk beristirahat bersama sang suami.
Di balik langkahnya yang mulai tertatih, ada perjuangan seorang istri yang tak ingin menyerah merawat suaminya.
Yuk #Pejuangkebaikan, bantu Nenek Sabiha dan Kakek Misnawer agar mereka bisa menjalani hari tua dengan kebutuhan hidup yang lebih layak. Dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)