Cerita Penggalangan Dana
Di usia 72 tahun, saat seharusnya Nenek Sanu menikmati masa tua, ia justru masih harus menyusuri pesisir pantai mencari barang rongsok demi menghidupi cucunya.

Pauzan, cucu yang kini ia rawat, kehilangan ibunya sejak usia 1 bulan 12 hari. Sementara sang ayah pergi merantau dan tak pernah kembali.

Bersama suaminya, Nenek Sanu mengumpulkan rongsokan sambil menggendong Pauzan yang kini berusia 4 tahun.
Hasilnya tak menentu. Terkadang pengepul baru datang sebulan sekali, bahkan lebih lama.

Rumah yang mereka tinggali pun sangat sederhana. Berdiri di atas tanah milik orang lain, dengan dinding dan atap dari kayu lapuk serta barang bekas yang dikumpulkan dari tepi pantai.

Paling menyayat hati, ketika uang dan susu Pauzan habis, Nenek Sanu pernah memberikan air bekas remasan beras untuk meredakan lapar cucunya.
Mari bantu Nenek Sanu memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari Pauzan, agar di usia senjanya ia tak harus terus berjuang sendirian.
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)